Important Note:
Umur Youkai/DaiYoukai/Hanyo secara umum,
0-50: bayi, balita
51-140: anak-anak
141-230: remaja
231-5999: dewasa
6000 dan seterusnya: ancient.
Selisih umur Inuyasha dan Sesshomaru adalah 100 tahun.
Jadi Inuyasha sudah berumur 10 tahun ketika Inutaisho membawanya ke istana untuk pertama kalinya dan otomatis Sesshomaru telah berumur 110 tahun ketika itu.
Inuyasha berumur 130 tahun ketika Sesshomaru [230] meninggalkannya.
xXx
Inuyasha bangun dari keadaan gelap gulitanya, ia berharap kalau dia sekarang sudah sadar dan kembali pada kehidupan nyatanya. Tapi ternyata tidak, dia tidak kembali di rumah mansionnya tapi dia sekarang masih berada di sebuah ruang, salah satu dari banyak ruang yang terdapat di istana. Dia masih berada di masa lalu.
Karena dulunya Inuyasha kecil selalu mengikuti kemana pun Sesshomaru pergi, ia pun sering tak memperhatikan dan menghafalkan mana ruang satu dengan ruang yang lain, mana arah-jalan satu ke arah-jalan yang lainnya. Mengakibatkan sekarang Inuyasha yang berada di sana, tanpa ada bantuan dari kakaknya, ia pun merasa tersesat. Ia hanya hafal ruang-ruang utama, tetapi tidak dengan ratusan ruang yang lain.
Jadi jika Inuyasha sekarang tak mengetahui dimana ia berada, itu merupakan suatu hal yang lumrah. Inuyasha kini pun berjalan keluar masuk dari satu ruang ke ruang istana lainnya. Beruntung ia tak perlu keluar masuk dengan membuka dan menutup pintu, dia bisa dengan mudah menembus dari satu pintu ke pintu yang lain.
Tapi walaupun begitu, ia tetap saja masih tersesat dan pada akhirnya ia kembali ke posisi dimana tadi dirinya berada. Satu jam sudah dia mencari jalan keluar dan ternyata dirinya hanya berjalan memutarinya. Inuyasha seperti berada di dalam sebuah labirin saja.
Damn, this Old Castle!!, teriak Inuyasha marah. Jika ini seperti sebelumnya, ia hanya perlu memanggil atau lebih tepatnya berteriak 'Pelayan!!' atau 'Aniki!!' maka seorang entah itu kakaknya ataupun salah satu dari banyak pelayan langsung datang menemuinya.
[Para pelayan di istana ini, sistemnya seperti House-Elf yang ada di serial Harry Potter. Kalau mereka tidak dipanggil, maka mereka tidak datang. Dan istana ini sama seperti Hogwart, jika ada seseorang asing yang masuk, maka ia akan langsung memberikan warning kepada si tuan rumah dan bisa menyerang orang asing tersebut, jika mereka melakukan suatu hal berindikasi buruk seperti ingin mencelakai para anggota keluarga istana.]
Tapi ia tahu kalau dia hanyalah sebuah bayangan, dan suaranya pun tidak dapat didengar oleh siapapun selain dirinya sendiri. Dia pun mondar-mandir kesana-kemari seperti orang yang bingung. Ia ingin sekali menendang barang-barang yang ada di sana untuk melampiaskan kemarahannya tapi percuma, dirinya dengan barang-barang tersebut berbeda dimensi.
Arggg!!!, Karena tidak bisa kemana-mana lagi, dirinya pun lalu mendudukan dirinya dan kemudian menyilangkan kakinya. Akhirnya menyerah pada keadaan yang ada. Mau tak mau dia pun memikirkan apa yang telah terjadi sebelumnya.
Kalau memang seperti itu sebelumnya, mengapa kakaknya menjadi seperti ini sekarang??
Apa kah ada sesuatu yang lain??
Apakah ada maksud yang lain??
Diri Inuyasha akhirnya pun bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Memikirkan apa yang seharusnya dipikirkan. Otaknya yang selama ini tidak pernah digunakan untuk berpikir, akhirnya sekarang ini ia gunakan untuk memikirkannya. [Kukira selama ini dia gak punya otak.. #plak langsung digampar oleh Inuyasha ketika Author-chan mengetikkan kalimat terakhir.]
Dan seperti istananya itu dapat membaca apa yang tengah mengganggu pikiran Inuyasha, secara tiba-tiba ada seseorang masuk ke dalam ruangan yang sama dengan dirinya. Membuat diri Inuyasha terkejut dan hampir terjungkal ke belakang.
Dan seseorang itu tak lain dan tak bukan adalah Sesshomaru, kakaknya sendiri. Setelah Kakaknya itu masuk ke dalam ruangan, masuklah lagi seorang yang lebih tua, kalau Inuyasha tak salah ingat orang tua itu merupakan tabib besar istana.
xXx
Sesshomaru pun duduk di kursi singgasana yang ada di sana, sedangkan kakek tabib itu duduk berlutut di bawahnya.
"Jadi bagaimana hasilnya??" Sesshomaru menatap tajam ke arah orang tua itu.
"Hasilnya positif, seperti apa yang Yang Mulia kira sebelumnya."
"Dirimu yakin?? Kamu tidak salah kan??"
"Hamba tidak pernah salah Yang Mulia, dan hamba tidak pernah berbohong."
"Hmm.."
Melihat bagindanya yang kemudian hanya diam saja, si tabib itu pun mencoba untuk mengingatkan.
"Anda harus melakukan apa yang harus anda lakukan Yang Mulia, tidak bisa di tunda lagi. Jika tidak segera Yang Mulia lakukan, maka kedepannya resikonya juga akan semakin membesar. Yang mulia tidak menginginkan hal itu terjadi kan??"
"Sesshomaru ini tahu, tapi bukan berarti Sesshomaru ini harus menyukai caranya."
Si tabib itu pun berkowtow kemudian mengatakan apa yang seharusnya di katakan untuk kebaikan bagindanya,
"Tidak ada cara lain yang lebih aman Yang Mulia. Apakah Yang Mulia lupa?? Tentunya jika berada dekat dengannya, Yang Mulia sudah mulai merasakan tanda-tandanya kan?? Hamba hanya merasa khawatir Yang Mulia, tidak ada maksud yang lain.
Tentunya Yang Mulia tidak berpikir untuk menyerang dan menandainya [mating and then give the mate mark by bitting, usually in the neck] sebelum waktunya kan?? Alangkah baiknya jika Yang Mulia mulai menjaga jarak terhadapnya. Tidak secara langsung menjauhinya tapi secara bertahap Yang Mulia. Ini demi kebaikannya sendiri Yang Mulia."
"Apakah itu harus??"
Tabib itu pun merasa lega, tampaknya bagindanya mau mendengarkan apa nasehat yang diutarakannya.
"Iya Yang Mulia, apa lagi tahun ini adalah tahun Yang Mulia akan mencapai usia kedewasaan. Disusul dengan tahun pertama Yang Mulia akan mengalami Heat Cycle. Belum lagi mengingat Yang Mulia juga sudah menemukan dan menentukan siapa mate anda, jadi Yang Mulia juga akan merasakan First Rut bukan hanya Heat Cycle saja. Hal itulah yang akan sangat berbahaya jika dirinya ada di sini Yang Mulia."
"Hn." Sesshomaru pun hanya melambaikan tangannya dan tabib itu pun berkowtow kembali kemudian berdiri dan langsung pergi, ia mengetahui bahwa kehadirannya tidak dibutuhkan lagi oleh bagindanya.
Setelah tabib istana itu pergi, Sesshomaru pun melambaikan lagi tangannya dan muncul sebuah Cermin Bayangan yang besar. Dapat dilihat di pantulan cermin itu, Inuyasha yang sedang tertidur dengan lelapnya di kamar tidurnya. Di sentuhnya wajah Inuyasha yang terpantul di cermin itu dengan lembutnya.
"Maafkan aku Little One, aku lakukan ini semua karenamu. I treasure you, I love you and I will miss you.." bisiknya.
Wajah Sesshomaru yang tadinya datar sedatar tembok, dingin sedingin es, menjadi berubah 180 derajat di hadapan cermin itu. Menunjukkan dengan jelas kalau ia sangat keberatan atas apa yang harus dilakukannya setelah ini.
"After this is over, please.. Don't you hate this Sesshomaru little one, don't you forget this Sesshomaru.. Don't you ever.. Ever.. And ever please.."
Dan dapat dilihat oleh Inuyasha, sosok Kakaknya yang tak pernah rapuh dihadapan siapapun itu, kini di depan matanya sendiri, tengah terduduk rapuh tak berdaya, memandang cermin bagaikan pungguk merindukan bulan..
"Little One.."
Sesshomaru pun masih duduk seperti itu.. Memandang seperti itu.. Bahkan sampai ketika Inuyasha merasakan waktunya telah tiba, untuk pergi dari tempat dan waktu itu..
xXx
Kali ini Inuyasha hanya berdiri terdiam, setelah ia merasakan kepalanya berputar kemudian gelap seperti kejadian sebelum-sebelumnya. 15 menit sudah ia membeku diam di tempat tak percaya.
Dan setelah ia berhasil menguasai tubuh dan pikirannya, tanpa memikirkan di mana ia sekarang berada, tanpa menoleh kanan kiri melihat keadaan, yang pertama kali dilakukan oleh Inuyasha adalah tertawa. Tertawa dengan terbahak-bahaknya seperti orang yang telah hilang akal sehatnya. Layaknya orang yang telah begitu gilanya.
Beruntung Inuyasha adalah seorang yang tak kasat mata sekarang, jika tidak, bahkan kakaknya pun akan berakhir tidak percaya kalau adiknya yang selama ini begitu dicintainya, bisa tertawa nanar dan segila itu.
#tbc
