Kayaknya ak bakal update sekitar 2 hr smp 3 hr skali jd bisa diprediksi lah kira" chapter selanjutnya kapan keluarny...^_^
Utk review kali ini thx jg yg udh ngereview...^^
To Shara Sherenia : Tnang aja, Hibari blom mati kok, cuma ditinggalin sendirian di lantai atas aja...
Ryohei bakal muncul d chapter ini, tp entah kenapa ak kasian sm Ryohei...
To y0u : Saran dari author jgn baca ini malem", soalny author juga abis buat ch berapa gitu, malemnya mimpi buruk ngeliat setan yg kayak pembunuh dr rabbit doubt ini... (serius loh, tp ttp aja author gak kapok)
Disclaimer: KHR milik Amano Akira, DOUBT milik Tonagai Yoshiki
WARNING!
Character Death
OOC (pembunuhnya aja)
Ch.4: Another Victim
"Bagus! Listriknya sudah menyala." Kyo memasang pose sukses lalu menutup kotak power generator tersebut.
Ruangan itu sekarang terlihat lebih jelas. Yang mereka lalui selama ini adalah lantai atas dan di dekat sana ada tangga menuju lantai bawah, walaupun belum diketahui apapun tentang lantai bawah ini.
"Baguslah kalau begitu." lanjut Gokudera ,"Nah sekarang mari kita... eh... Juudaime?"
"Ada apa, Gokudera?" tanya Kyo melihat Gokudera sepertinya kebingungan.
"Juudaime, tidak ada di belakang kita." Jawab Gokudera, ia terihat panik. Cepat-cepat ia melihat sekeliling mencari boss-nya itu.
"Eh?" Nanase pun kaget, walaupun ia berada di depan Tsuna, ia tidak pernah sadar Tsuna menghilang.
"Ah, itu..." Ao menunjuk sesuatu di belakang Nanase ,"Itu, kalung milik Tsuna-san kan?"
Di belakang Nanase terjatuh sebuah kalung yang tak lain adalah Vongola ring milik Tsuna. Gokudera segera menghampiri kalung itu.
"Ini, benar ini adalah kepunyaan Juudaime." Gokudera mengambil kalung itu.
"Jangan-jangan tejadi sesuatu padanya?" Kyo menjadi khawatir.
"Juudaime!" teriak Gokudera, ia berusaha memanggil Tsuna. Tetapi, tidak ada respon.
"Cih... juudaime!" Gokudera kembali berusaha untuk memanggilnya, kali ini ia memanggil sambil menyusuri jalan. Tetapi, tetap tidak ada respon.
"Tunggu, Gokudera. Tidak baik berjalan sendirian, lebih baik tenang dahulu dan kita bergerak bersama-sama mencari Tsuna!" sahut Kyo berusaha menghentikan Gokudera.
Gokudera dengan cepatmenepis tangan Kyo,"Bagaimana jika terjadi sesuatu pada juudaime!"
"Tenang dulu! Kalau kita berpencar hanya akan membuat sang pembunuh lebih leluasa! Sebaiknya kita tetap bersama-sama! Tsuna juga menginginkan seperti itu bukan!" Kyo berteriak, sepertinya ia juga khawatir akan keadaan Tsuna. Sementara Gokudera hanya bisa terdiam mendengar bahwa apa yang dikatakan oleh Kyo benar.
"Bagaimana jika kita mencoba ke lantai bawah dulu?" Nanase berusaha menenangkan mereka berdua.
Gokudera dan Kyo mengangguk kecil. Ao hanya mengikuti Nanase dan kali ini Nanase memimpin jalan menuju lantai bawah. Mereka berempat berjalan menyusuri tangga sesampainya di bawah yang ereka lihat adalah...
"Ini..." gumam Nanase.
Di depan mereka terdapat sebuah pintu, dan di sebelah ruangan itu terdapat lorong yang sebelah kirinya terdapat masing-masing 2 pintu yang masing-masing mempunyai alat pembaca barcode juga. Kondisi tempat mereka, sama seperti ruangan lantai atas. Penuh besi rongsokan dan lumut di ujung ruangan. Seluruh bagian ruangan itu terlihat dari tempat mereka berdiri sekarang.
"Sekarang, apa yang harus kita lakukan?" tanya Nanase.
"Tentu saja kita harus mencari Juudaime terlebih dahulu!" sahut Gokudera, ia sudah tidak dapat menahan kesabarannya itu.
"Tapi... seperti yang kita lihat, Tsuna tidak berada di ruangan ini!" jawab Nanase, wajahnya menunjukkan raut wajah khawatir.
"Sepertinya kita harus mencoba membuka pintu-pintu di sini." Kyo mulai berkata lagi, "Mungkin saja Tsuna berada dalam salah satu ruangan ini."
Kyo berjalan menuju pintu yang berada tepat di depan mereka, Gokudera dan Nanase mengikuti dari belakang. Tetapi Ao terdiam di tempat.
"Ada apa Ao?" Nanase bertanya sambil menoleh ke belakang.
"Ini..." Ao mengambil posisi jongkok dan menyentuh lantai ,"Noda darah..."
"Apa! Kyo, Gokudera! Lihat di sini." Nanase memanggil Kyo dan Gokudera lalu mengambil posisi menunduk melihat noda darah yang berceceran di bawah.
"Sepertinya... masih baru..." Ao melanjutkan kata-katanya.
Noda darah tersebut kelihatan masih baru. Setelah ditelusuri, noda darah tersebut berasal dari tangga paling atas dan berlanjut menuju ruangan yang berada di depan mereka itu.
"Jangan-jangan..." Kyo langsung berbalik arah dan mencoba membuka ruangan tersebut, tetapi ruangan tersebut tidak dapat dibuka. Ia pun mencoba menggunakan barcodenya tetapi hasilnya tetap nihil.
BRAKKK
Gokudera menubruk pintu itu, "Juudaime!" kembali memanggil boss-nya tetapi masih tidak ada respon dan ruangan itu tetap tidak terbuka.
"Nanase, Ao coba gunakan barcode kalian!" Kyo memanggil mereka berdua untuk mencoba. Nanase pun mencoba menggunakan barcode-nya tetapi pintu itu tetap tidak bisa terbuka. Ao juga, tetapi tetap tidak ada hasil.
"Cih, sepertinya kita tidak bisa membuka ruangan ini..." Kyo kembali berbicara.
"Kenapa!" tanya Nanase.
"Sepertinya sesuatu akan kembali terjadi..." jawab Kyo.
Mereka tidak bisa berbuat apa-apa, sekeras apapun usaha mereka, pintu itu tidak dapat terbuka. Mereka pun kembali mundur ke posisi awal.
"Bagaimana jika terjadi sesuatu pada juudaime!" Gokudera berkata sendiri ,"Kalau seperti ini, aku telah gagal menjadi tangan kanannya!"
"Tenanglah Gokudera, mari kita cari cara lain untuk membuka pintu tersebut." Kyo berusaha menenangkan Gokudera.
Seteah itu, mereka semua hanya bisa terdiam. Tidak ada yang tahu apa yang harus mereka lakukan selanjutnya. Satu lagi teman mereka telah hilang dari hadapan mereka. Gokudera hanya bisa merenung di ujung ruangan, Nanase juga. Kyo berkeliaran di sekitar pintu itu mencari cara lain, sedangkan Ao duduk di anak tangga melihat-lihat noda darah yang ada di lantai.
"Sepertinya tidak ada cara lain untuk membuka pintu ini." Kyo kembali berkata kepada mereka semua yang tersisa.
Gokudera hanya bisa terdiam mendengar kata-kata Kyo, Nanase juga masih terdiam.
"Noda darah ini..." Ao tiba-tiba berkata, sekarang penglihatan mereka berpusat pada Ao ,"Bercabang..."
"Eh..." Kyo mendekati noda darah tersebut dan menelitinya ,"Benar juga."
"Apa makdusnya, Kyo?" tanya Nanase, ia tidak mengerti apa maksud Ao.
"Lihat ini..." Kyo menjawab sambil menunjuk ke arah noda darah di lantai ,"Jika kita lihat baik-baik, noda darah ini ada yang menuju ke ruangan lain."
Jika dilihat memang benar, walaupun samar-samar noda darah itu menuju dua ruangan. Yang satu noda darah yang jelas terlihat menuju ruangan yang tidak bisa mereka buka, dan yang satu lagi menuju ruangan yang berada di sebelah kanan depan.
"Mari kita coba masuki ruangan tersebut." Kyo kembali mengajak mereka. Mereka semuapun kembali berdiri dan berjalan menuju ruangan tersebut.
Kyo mencoba mendekatkan barcodenya ke alat pembaca barcode di sebelah pintu tersebut.
PIIIP
KRIEETT
"Terbuka..." gumam Kyo ,"Hal ini aneh, kenapa ruangan tadi tidak mau terbuka?"
"Menurutku pasti ada sesuatu di dalam ruangan itu." Jawab Nanase.
"Urusilah hal itu nanti, mari kita coba masuki ruangan ini terlebih dahulu. Mungkin juudaime ada di dalam." Gokudera mendorong pintu tersebut, tetapi pintu itu menyangkut di tengah jalan.
"Kenapa, Gokudera?" tanya Kyo penasaran karena Gokudera tiba-tiba saja berhenti.
"Pintunya hanya bisa terbuka sampai sini saja." Jawab Gokudera masih memegangi dan mencoba mendorong pintu tersebut. Dengan pintu yang tebuka segitu, tangan pun tidak dapat masuk.
"Kalau begitu, coba tahan pintunya sebentar." Kyo berusaha mengintip menggunakan jarak tersebut, ia pun melihat ke dalam ingin mengetahui apa yang ada di sana.
"Apa!" Kyo melepaskan pandangannya dan terjatuh, menyebabkan yang lain kaget melihatnya.
"Ada apa, Kyo?" Nanase segera bertanya.
"Di dalam sana... ada orang..." jawab Kyo sambil menunjuk ke dalam ruangan tersebut.
"Apa!" Nanase dan Gokudera serentak merespon, Ao hanya bisa diam melihat mereka bertiga.
"Cih!" dengan segera Gokudera mendobrak pintu tersebut.
DUAKK
DUAKK
BRAKKK
Pintunya terbuka, Gokudera sedikit terhempas ke dalam akibat efek dari mendobrak pintu. Kyo baru saja berusaha berdiri kembali dan Ao membantu Kyo untuk berdiri. Nanase memandangi dalam ruangan itu.
Di dalam sana, mereka melihat pemandangan yang cukup mirip dengan apa yang pernah mereka lihat sebelumnya... Di lantai atas...
"Lagi-lagi..." Kyo menundukkan kepalanya, Ao juga ikut menundukkan kepalanya. Nanase hanya bisa terdiam melihat 1 korban lagi. Gokudera pun tak bisa berkata apa-apa.
Kali ini seorang laki-laki di tancapkan ke dinding menggunakan paku berukuran besar (referensi lihat pada komik DOUBT) yang tidak tangggung-tanggung ditancapkan di seluruh tubuhnya. Seluruh tubuhnya bersimbah darah dan yang lebih parah lagi adalah kepalanya tidak berada di sana...
Gokudera yang berada paling dekat dengan mayat tersebut menundukkan kepalanya. Tiba-tiba ada sesuatu berbentuk bulat menggelinding ke dekat kakinya. Ya, lain tidak lain, itu adalah kepala dari mayat tersebut. Gokudera segera mundur setelah melihat kepala tersebut.
BRAKKK
Gokudera membanting dan menutup pintu itu dia hanya bisa terjatuh dalam posisi duduk di luar, yang lain juga masih belum berkata apa-apa.
Nanase pun membuka pembicaraan ,"Gokudera... siapa dia...? Kau... melihatnya kan...?"
"Dia..." Gokudera kelihatan gemetar...
Kyo, Ao, dan Nanase hanya bisa mendengarkan, menunggu jawaban dari Gokudera.
"Shibafu-atama..." lanjut Gokudera.
End of chapter IV
Kenapa author kasian sama Ryohei? Krn dia muncul cm buat dibunuh doang... T.T
R&R^_^
Ch.5 : Doubt
