EnKeyDoubleyou

Cast: SuperJunior 13 + 2, and Other

Summary: Dia hanya bocah yang selalu di bully. Hanya ingin berubah menjadi lebih baik, hanya tak ingin menjadi pecundang. Park Jungsoo berubah menjadi seorang yang ingin menguasai dunia. "Impianku adalah meletakkan dunia di tangan ini dengan kalian sebagai pionnya"

Rated : T

Genre : Suspense, Friendship, Crime

Disclaimer: Semua milik Tuhan. Cerita ini milik ika zordick dan Dia *nunjuk Kim Kibum* is mine

Warning: Typos, akan ada adegan adrenalin (mungkin), apapun dalam cerita ini jangan di tiru! APAPUN! Yang menurut anda tidak baik.

%ika. Zordick%

Chp 4 : Real Kyuhyun

Seseorang dengan tatto bergambar naga di punggungnya terlihat sedang melatih tubuh kekarnya. Keringat telah membasahi tubuh sexy nya—menggumbar keeksotisan tubuh indah tersebut. Dia menggadahkan tangannya dan orang-orang mengenakan pakaian hitam secepat kilat menghampirinya. Membungkuk hormat dan memberikan sebuah handuk bersih padanya. Orang yang di hormati ternyata.

"Xi Luhan mengatakan ia sudah di Hongkong. Ia akan segera kembali"

"Sambungkan aku dengan dia" seseorang dengan tatto di punggung itu kembali menengadahkan tangannya. Kembali orang berpakaian serba hitam itu membungkuk dan memberikan ponsel di tangannya. "Didi..." sapanya.

"Gege... Hongkong terlalu mudah" ucap orang di seberang sana.

Sang gege—Tan Hangeng tertawa kecil. "Tapi di sana indah kan?"

"Hmm... Lumayan juga" ucap di seberang sana sambil menimbang jawabannya—pasalnya ia merasakan hal yang tidak enak pada hatinya berhubung dengan sang gege—ketua mereka.

"Berliburlah disana~. Pulanglah disaat aku menyuruhmu pulang nanti"

"Kau bercanda gege... aku sudah mengatakan pada Zhoumi ge kan apa yang terjadi sekarang?" Luhan memekik dari seberang sana.

"Wo ce tao. Zhoumi menjagaku dengan sangat baik. Kondisi disini terlalu berbahaya untukmu, didi~. Aku akan selamat, apapun caranya."

"Gege~ kumohon! Biarkan aku menghabisi mereka"

"Atau membiarkan mereka menghabisimu?" Hangeng menghela nafas. "Bersembunyilah! Aku akan menjemputmu di Hongkong ketika suasananya aman. Zhoumi sudah meletakkan sejumlah uang di rekening yang sudah kita sepakati sebelumnya. Bertahanlah dengan uang itu"

"Ge~ aku bisa meng—" PIIIPPP... Hangeng cepat menutup telponnya. Tak membiarkan Luhan melanjutkan kata-katanya. Pria yang sedari tadi membungkuk—si pria berbaju hitam itu menerima ponselnya. "Amankan ponsel itu"

BRAAAKK...

Dengan sekali tarikan nafas, Zhoumi menghancurkan ponsel di tangannya dengan menggenggamnya kuat. "Gege~ ayo pergi dari sini" ujar Zhoumi sambil memakaikan jas pada Hangeng.

%ika. Zordick%

"Siapa keluarga dari Mr. Kibum?" seorang dokter tampan dengan tinggi menjulang itu menghela nafasnya saat keluar dari kamar ICU yang di dalamnya terdapat Kibum. Kyuhyun cepat berdiri—tersirat kelelahan yang amat sangat di wajah manis sekaligus tampannya.

"Wo she" ternyata selain menguasai Jepang, Inggris dan Korea, sibungsu dari Suzaku twins ini menguasai China dengan sangat baik. "Bawa dia pulang, aku tak bisa mengobatinya"

Eh...

Kyuhyun membulatkan matanya. Di tatapnya tajam sang dokter yang kini siap berbalik meninggalkannya. Dia tak menyangka ada orang yang jauh lebih angkuh darinya. Siwon—sang lelaki tampan dengan gaya berkelas itu langsung berdiri. "Aku akan bayar berapapun yang kau mau, dokter"

"Ambil semua uangmu, aku takkan mengobati Mr. Kibum"

Leeteuk membungkukkan badannya. Berusaha membuang harga dirinya sebagai seorang pemimpin. "Kumohon selamatkan Kibum" ucapnya dengan bahasa Korea. Dokter tersebut, menggeleng. "Mianhe~" sepertinya dia juga bisa menggunakan bahasa Korea. "Aku takkan menyelamatkan dia"

BRAAKK...

"KYAAAA!" suara teriakan beberapa suster mericuhkan suasana. Cepat Eunhyuk, Shindong dan Heechul menbekap mulut para suster tersebut. Donghae berdiri, mencoba menenangkan Kyuhyun yang kini menyudutkan tubuh sang dokter ke dinding, mengarahkan ujung pedangnya ke leher sang dokter—siap menusuknya. "Aku akan membunuhmu, memenggal leher seluruh keluargamu dan tak menggantung mayat mereka di depan rumah sakit ini" mata Kyuhyun terlihat berkilat. Jauh di dalam itu terdapat ketakutan yang mendalam.

Henry yang bahkan tak mengerti apa yang sedang ia lakukan—berdiri. Ia mengeluarkan pisaunya mencoba melindungi sang majikan—Choi Siwon. "Henry" Siwon mencoba menenangkannya. Ia mungkin juga menyadari—instingnya yang lebih peka dari manusia biasa sepertinya tahu bahwa Kyuhyun seseorang yang berbahaya.

Masih tetap tenang—sang dokter bername tag Wu YiFan itu menatap tajam ke dalam mata Kyuhyun. "Aku akan terlebih dahulu membunuh Mr. Kibum yang ada di dalam sana. Cepat atau lambat ia juga akan mati. Kau—menyalahkanku atas keputusasaanmu sendiri tuan"

Kyuhyun tersentak. TRAANGG...

Suara Pedang yang jatuh ke lantai terdengar. Setetes air mata keluar dari pelupuk matanya—mengenang dengan derasnya dan merembes melewati pipi chubbinya. "Cuma dia yang kumiliki. Kumohon! Selamatkan dia~ aku bahkan bersedia menjadi anjingmu jika kau menyelamatkan kakakku"

"Kyu!" Heechul melepas dekapannya pada sang suster. Di peluknya erat tubuh Kyuhyun. "Berhentilah! Siangkuh itu tak mau menyelamatkan Kibum, kita akan dapatkan dokter lain"

"Nii—san takkan selamat kalau kita mencari dokter lain!" suara Kyuhyun terdengar bergetar. Kyuhyun kuat mendorong tubuh Heechul. Dia bersimpuh di kaki YiFan—atau biasa di panggil dengan sebutan Kris tersebut. Memohon sebisanya. "Hiks... kumohon" bahkan isakkannya terdengar seperti bocah kecil yang di tinggal oleh ibunya.

Kris berdecih, diangkatnya kerah baju Kyuhyun. BUGGHHH... dan tinjunya mendarat sempurna di pipi Kyuhyun. "KATAKAN PADAKU, BAGAIMANA AKU BISA MENURUTIMU! KAULAH YANG INGIN MEMBUNUH KAKAKMU, GELANG HEMOFILIA BAHKAN TAK TERLIHAT DI TANGANNYA" teriak sang dokter penuh emosi. Kali ini Leeteuk mencoba menahan tubuh tinggi sang dokter bersama dengan Donghae. "APA DIA KELUARGAMU? SIALAN KAU! HEMOFILIANYA BAHKAN SUDAH SANGAT PARAH! GORESAN SEDIKIT SAJA MENGANCAM NYAWANYA! APA YANG KAU LAKUKAN? MENUTUPI PENYAKITNYA DARI SEMUA ORANG? MEMBUNUHNYA HA?!"

"Jangan harap aku akan menyelamatkannya!" ucap Kris mengakhiri emosinya. "Lepaskan perawatku!" dia kemudian berlalu.

%ika. Zordick%

"Malam hyung!" teriak Sehun—seorang anak SMP berkulit putih itu pada seseorang yang kini tengah memasuki rumah sederhana mereka. Lelaki bertubuh kekar yang berbalut baju kaos sederhana itu hanya tersenyum, mengelus rambut Sehun dengan penuh kasih. "Aku menunggumu hyung~" ungkap Sehun mempoutkan bibirnya.

Hanya sebuah tatapan teduh, Sehun mengangguk. "Baiklah.. baiklah aku tidur" lanjut Sehun memasuki kamarnya. "Aku sudah menyiapkan semangkuk ramyeon di atas meja. Setelah makan kau juga tidurlah, ok!"

Kangin—lelaki bertubuh kekar itu masih menatapi punggung Sehun yang memasuki kamarnya setelah menasehatinya terlebih dahulu. Dia menggeser kursi meja makan, menatap kosong pada ramyoun yang sudah dingin tersebut.

Tes...

Tes...

Air matanya berjatuhan kemudian. Dia menyuapkan ramyoun tesebut kemulutnya. Menikmatinya dalam tangis haru. Sungguh tak menduga bahwa bocah yang ia selamatkan dari panti asuhan yang terbakar beberapa tahun yang lalu begitu memperhatikannya. Ia beruntung...

Ya sungguh beruntung...

Maafkan aku, Sehunnie~. Tidak bisa memberikanmu sesuatu yang bagus.

%ika. Zordick%

Terlelap...

Beberapa orang bahkan sudah terlelap melepas lelah di tubuh mereka. Bahkan Eunhyuk, Donghae dan Leeteuk di haruskan memang beristirahat mengingat banyaknya luka di tubuh mereka. Hanya Heechul yang masih terjaga—ia memilih duduk di sofa. Memperhatikan Kyuhyun yang masih enggan menutup mata dan tetap menggenggam tangan Kibum erat.

Padahal luka di tubuh Kyuhyun lebih banyak dan parah dari luka yang mereka dapat disini. Yesung menyandarkan tubuhnya di dinding, tidur sambil berdiri dan entah bagaimana ia bisa. Berbeda dengan Ryeowook yang sudah terlelap dengan damainya bersama Eunhyuk di kasur yang lain. Sungmin memilih berbagi ranjang dengan Donghae, meski mereka tidur saling membelakangi. Shindong duduk di single sofa dan sepertinya sang penjudi juga telah terlelap karena lelah.

Siwon masih sibuk membelai rambut Henry yang terlelap di pangkuannya. Matanya masih fokus membaca buku-buku ditangannya. Berharap jika ia membaca banyak buku tentang hemofilia ia akan bisa menyelamatkan teman baru—menurutnya yang tengah terlelap di ranjang dan tetap enggan membuka mata.

"Kyu" Suara Heechul begitu halus, mengusap bahu Kyuhyun. Kyuhyun tak bergeming, masih fokus dengan Kibum di hadapannya. Takut jika ia beralih sedikit saja, sang kakak akan meninggalkannya. "Tidurlah! Lukamu tidak akan sembuh jika kau tak beristirahat"

"Aku hanya menggantikan nii—san" ucap Kyuhyun. Air matanya kembali mengalir. "Biasanya nii—san yang akan menjagaku seperti ini. Dia takkan pernah terlelap seperti sekarang ini"

"Apa maksudmu Kyu?" ya... Heechul pun tahu bagaimana Kibum yang selalu terlelap terlebih dahulu di banding Kyuhyun. Selalu memejamkan mata terlebih dahulu dimatapun di sisi Kyuhyun. "Hiks... hiks... Nii—san tak pernah tertidur sejak Oka—chan meninggalkan kami. Nii—san hanya akan menutup matanya tapi takkan tertidur"

Yesung membuka matanya, melirik miris Kyuhyun. Suzaku clan—ia pun tahu bagaimana bentuk dari organisasi yakuza terhebat di Jepang itu. Tapi ia selalu bertanya bagaimana mungkin si kembar yang terkenal bisa hidup dan tumbuh sekuat sekarang. Sedangkan dia—Yesung tumbuh dalam kekangan pemerintahan, dilatih memegang senjata sebelum ia belajar membaca dan menulis. Kata pertama yang mungkin keluar dari bibir mungilnya dulu mungkinlah kata "dooor"

Tangan Kyuhyun mengendur memegang tangan Kibum. Dia beralih memeluk erat pinggang Heechul yang berdiri di sampingnya. "Dia akan tiba-tiba menggendongku ke dalam lemari di tengah malam. Menyuruhku untuk diam di dalam tempat sempit itu. Dari sana aku mengintip, aku bisa melihat punggungnya yang mungil—yang lebih kecil dari punggungku. Ia berdiri dengan tegap menantang orang-orang yang hendak membawa kami dengan pedang kayu di tangannya. Dia akan membuat lingkaran tak membiarkan siapapun masuk ke dalam lingkaran itu dan menyakitiku"

Suara isakkan Kyuhyun terdengar lebih lirih. Siwon perlahan meletakkan kepala Henry ke bantal sofa, dia beranjak, mengelus kepala Kyuhyun. Mencoba menenangkannya. "Di umur lima tahun, aku merasa nii—san sangat hebat. Aku pernah melihat bocah berusia lima tahun bahkan ia belum bisa membaca, tapi nii—san bisa melindungiku. Di umur lima tahun, ketika semua anak tidur. Dia hanya duduk mendekap lututnya, menjagaku di tengah kekacauan keluarga kami. Sejujurnya, aku tak pernah mendengar nafas nii—san yang teratur menandakan dia yang tertidur. Dia tak pernah sejak oka—chan menghilang"

Sungmin yang terjaga, menghapus air matanya. Ia teringat kenangan akan ibu dan ayahnya yang dibunuh di depan matanya. Tak bisa membayangkan punggung kekar ayahnya akan di gantikan oleh punggung kecil seorang bocah lima tahun. Ia juga tak bisa membayangkan suara menenangkan ibunya akan digantikan dengan seorang bocah lima tahun yang harusnya menangis tersedu seperti yang ia lakukan ketika itu.

"Otou—san datang, memeluknya ketika ia sekarat. Mengatakan bahwa oka—chan membuang kami. Aku tetap tak melihat air mata nii—san. Dia bahkan tersenyum sinis, mengacungkan pedang kayunya pada otou—san dan otou—san tertawa senang. Tapi aku mendengarnya—suara mengerikan otou—san dari belakang tubuh nii—san. Dia mengatakan 'Kukira Kyuhyunlah yang akan melindungimu, Kibum—kun, kau memang jenius tapi adikmu tak punya celah sepertimu' dan aku merasa nii—san menatapku. Dia marah. Dia membenciku. Aku takut dia meninggalkanku di saat itu, dia bahkan membiarkan otou—san membawaku"

Donghae bangkit secara tiba-tiba, sepertinya ia juga tak tengah terlelap. "Kibum takkan meninggalkanmu"

"Ya... dia takkan meninggalkanku. Aku yang meninggalkannya" suara raungan Kyuhyun terdengar, menyentakkan seluruh yang tertidur di ruangan tersebut. "Aku yang terlalu takut pada otou—san, bahkan tak berani menyapa nii—san yang hanya bertemu denganku di tempat latihan pedang. Dia tak pernah bersekolah dan dia tak pernah hidup layaknya manusia. Aku tahu, dan aku sangat tahu. Ketika dia di hukum otou—san, dia memang tak dipukuli karena penyakitnya. Dia di setrum dengan tegangan listrik yang tinggi kemudian di kurung di kamarnya dan tak di beri makan"

"Hentikan Kyu!" Leeteuk memerintah. "Kau hanya akan menyakiti dirimu sendiri jika terus memberitahu kami"

Kyuhyun menatap tajam Leeteuk. "BERITAHU AKU BAGAIMANA AKU HARUS MELEPASKAN INI SEMUA? NII—SAN SELALU DISALAHKAN, AKU YANG MENYIKSANYA! DIA YANG MELINDUNGIKU YANG PECUNDANG INI!"

"Kyu~" Sungmin turun dari ranjangnya. Memeluk leher Kyuhyun dari belakang. Mengecup beberapa kali kepala Kyuhyun. "Beritahu pada kami jika itu membuatmu tenang. Beritahu kami betapa hebatnya Kibum di matamu"

"Dia yang datang ke kamarku, ketika aku sakit. Dia mengajariku jurus pedang yang terlalu susah untukku. Dia mengajariku semua pelajaran yang tak ku mengerti. Aku tahu dia terluka saat otou—san memujiku sementara dia 'kau terlahir di dunia ini hanya untuk kematian Kibum—kun. Beristirahatlah di kamarmu' otou—san selalu mengatakan itu"

Shindong mengepalkan tangannya. Ia iri, ia tak pernah merasakan melindungi dan di lindungi seperti yang Kyuhyun katakan. "Tapi dia membuktikan pada otou—san, dia memutuskan geleng hemofilia di tangannya. Berteriak dengan lantang 'Aku sembuh' ya.. di usianya yang ke sepuluh tahun dia menunjukkan pada Suzaku clan dia bisa membunuh dengan pedang almarhum kakek. Dia tak pernah membiarkan orang lain menyentuh tubuhnya, menunjukkan cara bertarung yang indah yang membuat otou—san mengakuinya"

"Kemudian?" Yesung menaikkan sebelah alisnya. Mencoba menduga "Kau berlatih dengan lebih kuat lagi agar bisa menjadi tameng untuknya. Siap menerima apapun hanya untuk membalas yang ia lakukan selama ini untukmu?"

Kyuhyun terdiam, PLAAKK...

Suara tamparan itu terdengar. Kyuhyun mendongakkan wajahnya, menatap Eunhyuk yang kini menggigit bibir bawahnya—menahan isakkannya agar tak di ejek sebagai seorang wanita. Rasa nyeri di pipinya seolah hilang saat melihat air mata yang menggenang di wajah Eunhyuk. "APA KAU BODOH? KIBUM TAK MEMBUTUHKAN APAPUN DARIMU UNTUK MEMBALASNYA. APA KAU KIRA KAU LEBIH KUAT DARINYA? DARI ARAH MANAPUN HANYA KAU YANG DILINDUNGI, KAU HANYA MEREPOTKANNYA"

"EUNHYUK—AH!" pekik Donghae menghentikan Eunhyuk yang mungkin akan lebih menyakitkan untuk Kyuhyun.

"KAU SEPERTI ORANG GILA, CARA BERTARUNGMU! KIBUM—dia memang seperti monster saat membunuh semua yang ada di hadapannya. Tapi dimatanya, dia mempunyai dirimu. Dia masih melihatmu apapun yang terjadi tapi KAU... DIMATAMU TAK ADA DIA! KAU MENGUCAP DIRIMU SEBAGAI TAMENG ATAU ORANG POSESIF KYUHYUN?!"

Tes..

Tes..

Ryeowook tersenyum dengan riangnya. Di tahannya tangan Eunhyuk—Sungmin bahkan menjauhkan tubuhnya dari Kyuhyun. Pupilnya melebar saat matanya tak sengaja bertatapan dengan sang lelaki imut yang bagai matahari di gank kecil mereka. Yesung mengerutkan dahinya. Ada apa?

"Aku tidak tahu. Aku mungkin bersedia membunuh oka—chan jika dia hidup sekarang" suara yang begitu lirih, nyaris tak terdengar.

"Kyuhyun hanya tak tahu apa yang ia pikirkan" potong Ryeowook. "Dan kalian tak berada di posisinya"

"Ryeowook benar. Yang harus kita lakukan sekarang adalah berdoa agar Kibum terbangun segera" tambah Sungmin dengan nada yang sedikit bergetar.

%ika. Zordick%

Rain—pimpinan Suzaku clan itu meneguk anggur di tangannya. Menaikkan sebelah alisnya ketika Baekhyun—salah satu bawahannya menyelesaikan laporannya. "Jadi Kibum—kun sekarat di China hmm?"

Baekhyun menatap lurus pada Rain "Benar" ucapnya kemudian. "Apa kita habisi saja dia sekarang? Dia takkan merepotkan ketika sekarat"

"Jadi kau mengakui kekuatan Kibum—kun, Baekhyun?"

"Dia bahkan bisa memenggal kepala anda Suzaku—sama" seorang lelaki yang berdiri di samping Rain mengeluarkan pendapatnya. Lelaki dengan tulisan aneh di tangannya itu menyeringgai ketika Rain berdecih padanya. "Aku hanya menakutimu, tidak seru sekali" dia mencoba membela diri kemudian. Yong JunHyung memang sang tangan kanan yang mempunyai selera humor payah menurut Rain.

"Kyuhyun—kun, jauh lebih kuat dari Kibum—kun, jadi jangan membunuh Kibum—kun terlebih dahulu" Rain kembali pada topik pembicaraan. Di tatapnya Baekhyun yang memandangnya tak mengerti. "Kibum, dia kuat karena melindungi Kyuhyun dan dirinya sendiri. Sedangkan Kyuhyun—dia kuat karena dia menganggap dirinya tameng untuk Kibum" jelas Rain.

"Intinya, ketika Kyuhyun mati. Kibum akan membunuh dirinya sendiri tapi ketika Kibum mati terlebih dahulu, Kyuhyun akan memenggalmu terlebih dahulu, memenggalku dan memenggal Suzaku—sama. Dengan dedikasi "For Kibum" kemudian dia akan memenggal kepalanya sendiri. Kau mengerti?" Junhyung melanjutkan.

Baekhyun mengangguk mengerti. Suzaku twin memang mengerikan karena mereka hidup saling menopang. "Tapi kau tahu sendiri, membunuh Kibum yang tak sekarat sama saja berdiri di rel dan siap di lindas kereta api yang lewat. Kyuhyun ada di depannya sebelum kau berhasil berhadapan satu lawan satu dengannya. Lalu ketika kau menghadapi Kyuhyun satu lawan satu, sama saja dengan menghadapi shinigami berpedang, ketika kau ingin memenggal kepalanya ketika kau berhasil menghadapi kecepatan dan teknik berpedangnya kepalamu sudah hilang terlebih dahulu karena Kibum memenggalnya" Junhyung kembali menakuti. Rain hanya berdehem—ia juga tak percaya bahwa kedua anaknya bisa menjadi macan yang begitu berbahaya untuknya.

"Jadi apa yang harus kulakukan?" tanya Baekhyun.

Junhyung tertawa. "Gunakan otakmu dan usahakan otakmu lebih cerdas dan licik dibanding otak kedua jenius bersaudara itu. Tapi jika kau juga tak mempunyai, silahkan kau bertanya pada ayah mereka. Si sialan itu bahkan tak punya otak saat dia mengajari kedua macan itu saling mempercayai lebih dari sepasang kekasih dan memiliki taring yang lebih tajam dari singa jantan"

"Berhentilah menyalahkanku atas masalah ini Junhyung—kun"

"Rain—sama, sebaiknya kau memanggil para petinggi Suzaku—clan untuk menghadapi anakmu itu. Atau kau bisa menugaskanku sekarang, aku akan membawa kepala keduanya ke hadapanmu"

"Tidak!" Rain menyeringgai. "Jika aku menyuruh guru mereka yang membawa mereka pulang akan terkesan sangat tidak seru"

"Terserahmu"

%ika. Zordick%

Seorang lelaki bertubuh jangkung memasuki kamar Kibum di rawat. Dia tersenyum dengan amat indah meski wajahnya terkesan pucat. Dia juga tengah mengenakan pakaian yang menandakan dia pasien rumah sakit tersebut. "Ni hao... kenalkan Wu YiXing"

"Halo~ apakah kau pasien juga?" Donghae yang memang kebetulan tinggal di sana bersama Kyuhyun menjaga Kibum tersenyum membalas keramahan orang China yang tiba-tiba memasuki ruangan mereka.

"Tidak... aku penunggu rumah sakit ini" ucapnya menggaruk kepalanya yang tak gatal. Donghae memiringkan kepalanya—bingung sebenarnya akan maksudnya. Dia bisa menduga kalau Yixing juga seusia mereka dan apa kesan Kyuhyun ketika melihat pemuda manis terkesan cantik ini?

"WU YI XING!" Donghae melotot ketika melihat sosok Kris—Dr. Wu Yi Fan yang memasuki ruangan Kibum dengan nafas terengah. "Gege... aku tak ingin kembali ke kamar" cepat pemuda bernama Yixing itu berlindung di sisi tempat tidur Kibum. Berpegangan pada tempat tidur itu agar tak ada yang bisa membawanya pergi.

"Lay!" pekik Kris tapi sungguh tak ada kemarahan di matanya pada sang adik yang malah terkesan memelas padanya. "Aku bosan gege" adunya.

Donghae terkikik, "Butuh bantuan?" tanyanya sedikit menggoda sang dokter. Berharap ia akan mendapatkan simpati Kris dan dokter muda itu bersedia menyelamatkan Kibum. "Aku bisa menyelesaikannya sendiri" kukuh Kris.

Yixing terdiam ketika matanya menatap wajah Kibum yang masih betah memejamkan matanya. "Bukankah dia pangeran yang sedang tertidur, Gege bangunkan dia!" matanya memancarkan kekaguman yang luar biasa. Membuat Kris tersentak—bingung prihal apa yang sedang di katakan sang adik.

Dengan sangat berhati-hati, Lay—Yixing mengusap pipi Kibum dengan begitu lembut. "Hei bangunlah~!" katanya setengah berbisik. "Lay, menjauhlah dari pasien" Kris menarik pelan adiknya.

"Bu yao! Dia... terlihat sangat hebat sungguh~" jujur Lay menggenggam tangan kiri Kibum. Memejamkan matanya, mengecup telapak tangan itu. "Tuhan... biarkan dia membuka matanya. Tarik semua penyakit yang ada padanya" doa yang begitu tulus. Bahkan Donghae meneteskan air mata untuk doa sederhana tersebut.

SREETT...

Kyuhyun menodongkan pedangnya cepat—tepat di leher Lay. "Jauhi Nii—san!"

"JANGAN GORES DIA!" pekik Kris. "Dia juga menderita Hemofilia. Kumohon!"

Kyuhyun bisa melihat gelang khusus itu di pergelangan tangan Lay. "Gege~ aku ingin punya teman dan kurasa dia pasti mau. Sembuhkan dia ya~! Kau tahu dia seperti pangeran, aku menyukainya"

Deg...

Deg...

Rasanya Kyuhyun ingin memenggal kepala manusia yang sedang menyatakan cinta pada sang kakak. Ia tak suka. Sungguh tak suka. Ia tak ingin jika kakaknya akan terbagi, dia tak ingin kakaknya akan membagi prioritas kepada orang lain selain dirinya. Donghae sigap menggenggam tangan Kyuhyun yang terkepal. "Dia adik kandungnya Wu Yifan. Dia bisa membantu kita agar Kibum selamat" bisik Donghae.

"LAY!"

"Gege! Aku meminta!" pekik Lay yang sedikit tak senang dengan ulah sang kakak. Dia kembali menggenggam tangan Kibum, menyalurkan kekuatan yang ia percaya. "Tuhan, aku tahu kau mendengarku, jangan kau biarkan dia kembali untukmu secepat ini. Aku ingin melihat kelopak mata ini terbuka dan mengagumi ketampanannya."

%ika. Zordick%

"Hyung~ kau jadi pergi ke China?" Sehun mengucek matanya yang baru saja terbangun. Kangin—pemuda yang ia panggil hyung itu mengangguk. Dia mengeluarkan beberapa lembar uang dari sakunya. Memberikannya ke tangan Sehun. "Apa kau akan kembali dalam waktu yang lama?"

Anggukan sekali lagi di lakukan oleh Kangin. Dia menunjuk dirinya sendiri Aku dia kemudian membuat gerakan dengan tangannya membawa tangannya membentang ke atas banyak kembali ia melakukan gerakan tangan lainnya hadiah dan menunjuk Sehun pada akhirnya untukmu.

"Aku tak perlu hadiah" Sehun menggeleng. "Asalkan kau pulang dengan selamat dan sehat sudah cukup hyung"

Begitu erat, Sehun membekap tubuh besar di hadapannya. Kangin mengelus surai blonde bocah SMP di pelukannya—begitu penuh kasih. Ya... dia hanya punya satu orang dalam hidupnya. Hanya ada Sehun, seseorang yang bahkan tak mempunyai ikatan darah dengannya.

"Aku akan menunggu hyung~ pergilah! Nanti kau ketinggalan pesawat" ujar Sehun mendorong pelan tubuh Kangin. Sebuah senyuman yang begitu ceria terlihat di wajah tampan sang bocah. Kangin ikut tersenyum kemudian memakai renselnya.

%ika. Zordick%

Kris—sang dokter muda tampan bergaya angkuh itu mencoba memeriksa Kibum di pagi ke sepuluh mereka di China. Ia tersenyum kemudian pada Lay yang begitu teliti memperhatikannya memeriksa seseorang yang ia panggil dengan sebutan—pangeran tidur tersebut. "Dia akan bangun sebentar lagi" ungkap Kris membuat sebuah senyuman kelegaan mengembang di bibir Lay dan Kyuhyun bersamaan.

"Nii—san" Kyuhyun mengecup telapak tangan Kibum dan seketika itu pula mata itu—terbuka. "HUWAAA!" pekik Donghae karena kaget. Donghae sempat berpikir bahwa lelaki tampan yang tertidur sepuluh hari itu akan terbangun dengan cara yang benar. Dimulai dari tangan yang bergerak terlebih dahulu kemudian kelopak mata yang perlahan terbuka ala sinetron.

Sreettt...

Bahkan tanpa bantuan Kibum membangkitkan dirinya. "Tidak elit sekali" cibir Eunhyuk yang diamini oleh Donghae. Leeteuk terkekeh kecil karenanya. Sementara Siwon dia mewek tak karuan, mengatakan Kibum bangun adalah pencerahan bagi mereka.

Kibum menatap Kyuhyun yang menangis kembali. "Berapa jam aku tertidur?" tanyanya.

"Sepuluh hari di kalikan dua puluh empat berapa?" tanya Yesung yang entah kenapa menjadi seseorang yang begitu peduli dengan Matematika. "Hasilnya dua ratus empat puluh jam, Yesung—ah" jawab Ryeowook.

Hening...

"Apa dia mau bilang selama itu aku tidak makan?" Shindong menyelutuk.

"Kau kira itu kau, ku pikir dia pasti berpikir sudah berapa lama aku tak ke kamar mandi" Sungmin ikut berspekulasi. Leeteuk menggaruk kepalanya yang tak gatal "A—"

"Kurasa tak seperti yang kau katakan Leeteuk" potong Heechul cepat sebelum dugaan mereka bertambah aneh.

Kibum mengelus kepala Kyuhyun. "Jadi selama itu kau menangis?" tanya Kibum.

DOENGG...

OH GOD! Demi kecantikan Kim Heechul dan mengerikannya Dokter berbentuk naga bernama Wu Yi Fan! Si kembar memang tak pernah bisa memikirkan diri mereka sendiri barang sedikit saja.

Kyuhyun mendongak, memberi senyuman yang begitu meneduhkan jiwa. Berbeda dengan dirinya yang biasanya. Ya dia hanya akan begitu manis di hadapan sang saudara kembarnya. Kibum mengecup kelopak mata Kyuhyun secara bergantian. "Jangan menangis lagi!"

"Uwooo~~ ini mengharukan!" pekik Siwon.

"Rasanya aku ingin menampar wajah tampannya" gerutu Heechul yang bisa di dengar oleh yang lainnya. Ia memang berkesan kurang cocok dengan seorang Choi Siwon. "Yang menyakiti Siwon—ssi harus dibunuh" suara rendah Henry terdengar.

Wajah Heechul memucat, ia pun tahu betapa gilanya anak bertubuh pendek yang hanya tahu mengucapkan kata yang menyakiti Siwon—ssi harus dibunuh. Tidak lucu—pikir Heechul apalagi ketika Henry mengeluarkan pisaunya menatap tajam dengan mata yang kosong pada Heechul.

"Hentikan dia!" teriak Heechul. TRAAKK... Yesung menarik pelatuknya. Mulut senapannya jelas berada di dahi Henry. "Jangan bermain dengan pisau bocah kecil" seringgaian Yesung atau aku akan Cekleekk... "Doooorr... ah aku lupa mengisi peluruku"

"Ajarkan dia untuk menyerang orang yang benar, Siwon—ah" perintah Leeteuk kemudian. "Aku tak mengenal mereka" Kibum memotong, menunjuk beberapa orang yang ia rasa asing.

"Benar juga, ini Dr. Kris. Naga yang mengobatimu" celoteh Donghae yang membuahkan tatapan tajam dari sang naga. Lay tertawa geli, dia menatap Kibum dengan mata yang berbinar. "Wo se Yi xing, ge~" Lay memperkenalkan dirinya.

Kibum mengangguk, "Kibum" ucapnya dingin. Kemudian beralih menatap Siwon. "Aku Choi Siwon, anggota baru dalam gank kalian!" Siwon dengan semangat meraih tangan Kibum.

SREET...

Entah sejak kapan—tepat sebelum Siwon sempat meyentuh kulit putih Kibum, ujung pedang Kyuhyun sudah berjarak nol koma lima centi dari bola matanya. Henry berada diantara tubuh Siwon dan Kyuhyun, pisaunya telah siap menikam jantung Kyuhyun sementara Kibum—pedangnya telah siap menebas leher Henry jika ujung pisau itu merobek sedikit saja kemeja sang adik.

"Letakkan senjata kalian, kita berada di pihak yang sama" Leeteuk berujar membuat Siwon menarik tangannya yang belum sempat menyentuh Kibum, begitu pula dengan Kyuhyun yang kembali memasukkan pedangnya dalam sarung sama seperti Kibum. "Henry" panggil Siwon dan bocah berpipi chubby itu menyimpan pisaunya—bersembunyi di belakang punggung kekar Siwon.

"Baiklah Kibum sudah sembuh dan syukurlah tepat waktu. Kita akan merekrut anggota berikutnya" Sungmin angkat bicara.

%ika. Zordick%

"HUWAAAA... KALAHKAN DIA BRENGSEK!" teriakan demi teriakan terdengar menggema. "BUNUH DIA!"

"HAJAR!"

Pekikan-pekikan para penjudi terdengar. Shindong menatap sekelilingnya kagum—tak percaya bahwa akan ada tempat judi tarung sebesar ini. Ia bahkan berjalan paling depan, sementara Siwon telah mengapit lengan Heechul—yang berbentuk wanita. "Sialan! Kenapa aku harus berpakaian seperti ini?"

"Karena kau bukan penjudi ataupun petarung" jawab Sungmin cepat. Dia melirik Ryeowook di sampingnya yang memandang penuh kekaguman segalanya. Sungmin mengeratkan pegangannya pada Yesung di sampingnya—ketika matanya bertemu dengan mata Ryeowook. "Aku penasaran apa yang bisa ia lakukan hingga kau begitu ketakutan seperti ini Ming~" Yesung berbisik ditengah keramaian.

"Aku akan mati jika aku memberitahunya pada siapapun" balas Sungmin lirih.

Siwon kemudian duduk di salah satu kursi VIP di dekat ring. Dia kemudian menyuruh Leeteuk duduk di sampingnya. Sementara Sungmin sendiri ternyata mendapat kursi di sana—mengingat dia seorang yang bernama di black market. Kibum mendapat kursi di samping Sungmin—kondisinya sepertinya tak terlalu baik untuk berdiri lebih lama.

"Kita akan mulai berjudi, Shindong—ah" Leeteuk memanggil Shindong di sampingnya. Siwon menyulut sebuah cerutu untuk Leeteuk. "Bertingkah lakulah seperti mafia kebanyakan jika tak ingin di tendang dari sini" jelas Siwon saat Leeteuk mengeriyit bingung melihat cerutu yang di sodorkan. Heechul duduk di lengan kursi Leeteuk—sepertinya ia sedikit takut jika harus di perlakukan seduktif oleh musuh perang dinginnya—Choi Siwon.

"Itu Tan Hangeng—pimpinan TRIAD yang kudengar dikhianati oleh kelompoknya." Ujar Sungmin berbisik pada Leeteuk. "Yang itu Liu Ta erl, dia ketua gank TRIAD juga yang berkuasa di daerah Shanghai. Yang itu Shang Xiou Lu—dia juga ketua gank di sekitar daerah Qian dong. Yang—"

"Cukup katakan yang bisa di rekrut, Ketua takkan mengerti" potong Kibum berbisik pada Sungmin. "Ah.. maafkan aku. Tan Hangeng tidak mungkin, sepertinya Ta erl dan Xiou lu"

"Tidak, kita akan merekrut Tan Hangeng"

"Eh... tapi dia bermasalah dengan gank penghianatnya. Kita bisa terjebak masalah serius jika menganggap kita anggota barunya Hangeng" Sungmin mencoba membatah.

Heechul menepuk bahu Sungmin. "Kau lupa siapa ketua kita? Dia adalah orang yang tak mungkin memimpin kita. Jika dia menginginkan Hangeng maka dia mendapatkannya"

Sungmin berdecih. Ya... perintah Leeteuk dan orang pilihan Leeteuk tak boleh di ganggu gugat. Seorang MC berdiri diatas ring yang baru saja di kosongkan. "BAIKLAH! SEPERTINYA BOSS DARI KOREA TELAH MEMENUHI TEMPAT DI SEBELAH SANA" teriaknya membuat sorakan penonton terdengar lebih ricuh. "Silahkan memasang taruhan kalian! Baiklah boss lite... apa taruhanmu dan silahkan pilih yang kau tantang"

"Namaku Leeteuk" Leeteuk mengambil mikropon yang diserahkan padanya. "Yang kutantang Tan Hangeng!"

"Woooo... SEPERTINYA BOSS KOREA TELAH MENGETAHUI LAWAN YANG TANGGUH HMM. APAKAH HANGENG AKAN MEMILIH LUHAN LAGI KALI INI?" MC kembali mericuhkan suasana.

"Zhoumi, itu petarung dari pihakku" Hangeng berbicara dengan begitu tenang.

Leeteuk menyeringgai, sepertinya iblisnya muncul kembali. "Taruhanku adalah..."

"Kurasa 500 juta yen bisa aku cairkan sekarang juga" bisik Siwon meronggoh ponselnya. "Wanita cantik yang ada di sampingku. Princess from Seoul" Leeteuk melingkarkan tangannya di pinggang Heechul.

DOENGGG...

"EHHH!" pekik gank Leeteuk serempak. Bahkan Kibum sudah melotot tak percaya menatap Leeteuk. "WOW! DIA MENGORBANKAN KEKASIHNYA SENDIRI!"

"Brengsek" gumam Heechul ingin mematahkan tulang leher Leeteuk. "LALU TAN HANGENG, TARUHAN ANDA?"

"Aku menginginkan Zhoumi" Leeteuk memotong. Hangeng membisu menatap penuh kepanikan pada satu-satunya anak buah sekaligus tangan kanannya tersebut. "Tidak masalah, tuan" ungkap Zhoumi. "Gadis itu jika kita memenangkannya kita bisa menjual dengan harga tinggi di rumah bordir"

"Anj**rr" rasanya Heechul ingin menyembur wajah tampan Zhoumi dengan zat asam kuat. Apa rumah bordir? Gadis? Oh GOD!

Hangeng memegang microponnya dengan bergetar. "Aku setuju" ucapnya setelahnya.

%ika. Zordick%

Siwon mengelus surai coklat Henry, mengeluarkan kunci yang di kalungkannya di lehernya. Dia menggeledah Henry—mengeluarkan semua barang yang mungkin saja bisa di gunakan oleh lelaki berwajah chubbi itu sebagai senjata. "Henry siap untuk bertarung" ujar Siwon menyuruh Henry menaiki ring dimana Zhoumi telah berada disana.

Siwon membuka kunci rantai yang membelenggu leher Henry dan kedua lengannya. BUGHH... suara dentuman terdengar keras saat rantai berat itu menyentuh lantai ring. Siwon menarik rantai yang ia tak tahu jelas bagaimana bisa Henry membawa-bawanya. "Kalau bocah itu kalah, matilah aku! Matilah aku!" pekik Heechul frustasi mengguncang-guncang tubuh Leeteuk.

"Dia takkan kalah" Shindong berucap. "Karena kita memasang taruhan sebesar 500 juta untuk kemenangannya"

"APAAA?! KAU MEMASANG SEMUANYA!" sekali lagi Heechul berteriak tak percaya. Sepertinya teman-temannya sudah gila.

"FIGHTING!" teriakan sang MC terdengar.

Henry menunduk, matanya masing kosong—layaknya mayat hidup. Ia bahkan tak bergerak. Treekk... Kyuhyun dan Kibum bergerak spontan memasang pedang mereka pada posisi siaga. Yesung tak bisa pungkiri—ia bahkan sudah menyiapkan senapan apinya dari balik blazer yang ia kenakan. Firasat dan insting bertarung yang diajarkan sejak mereka memulai hidup di dunia ini membuat mereka bisa merasakan—bocah berwajah chubbi itu berbahaya.

Leeteuk menyeringgai penuh kemenangan, "Dia ketakutan... khu khu khu"

Zhoumi di atas ring tersebut masih tetap tenang. Ia juga tak selemah kelihatannya. Dia memasang kuda-kuda beladirinya. Bersiap dari arah manapun musuhnya datang memukulnya. "Bunuh dia untukku" Siwon bergumam lemah.

Deg...

Deg...

Suara itu cepat merangsang tubuh Henry. Membuat kepala yang awalnya menunduk itu mendongak. "Yang menyakiti Siwon—ssi harus dibunuh"

"Sh*t!" gumam Zhoumi ketika Henry sudah berdiri di hadapannya menendang wajahnya dengan lutut. Cepat Zhoumi menangkisnya. "ARGGHH..." bisa dirasakannya mungkin tulang lengannya retak. "Yang menyakiti Siwon—ssi harus dibunuh" masih dengan gumaman yang sama.

"Zhoumi!" pekik Hangeng berdiri dari tempatnya saat ia merasakan Henry—musuh Zhoumi menunjukkan keadaan yang tak waras. Seperti Luhannya.

Zhoumi menunduk, dia tak bisa membiarkan tubuhnya menjadi alat penangkis serangan. Tubuhnya bisa remuk seketika melawat kekuatan dan kecepatan serangan Henry yang terbilang sangat bertenaga. "Kiri.. tidak ke kanan" otak Zhoumi sibuk memproses gerakan Henry selanjutnya.

"Demi Tuhan, dia lewat atas" Henry sudah dengan lincah melompat. Siap menghantam Zhoumi dengan tendangannya sekali lagi.

"Jika aku yang ada di posisi Zhoumi itu, aku akan bisa menang dengan mudah" gumam Kyuhyun. "Tinggal tarik... eh..." Kyuhyun tergagap. Dia tak percaya Zhoumi sungguh melakukan apa yang dia gumamkan. Tangan besar Zhoumi menggenggam pergelangan kaki Henry kuat. KREEKK... bisa terdengar suara tulang bergeser disana. BUUGGGHH... dan membantingnya ke ring.

"Wuisshh.." Eunhyuk sedikit meringis. Ia pikir jika ia berada di posisi Henry pasti banyak giginya yang akan rontok. "APA DIA AKAN BISA BANGUN? SATU... DUA.."

Leeteuk terkikik. "Anjing kecil takkan mati jika tak bisa menyelamatkan tuannya"

"Henry" Siwon bergumam kecil kembali. SREEETT... yang benar saja, bocah mochi itu berusaha bangkit dari tempatnya. Darah segar terlihat mengalir melalui hidungnya. Bisa di pastikan hidung Henry mungkin retak atau bahkan patah.

Ryeowook berlari ke pelukan Donghae, menyembunyikan wajahnya di dada bidang teman seperjuangannya. Tubuhnya bergetar hebat. Sungmin menggengam tangannya sendiri—menggigit kuat bibir bawahnya ketika ia bisa melihat, seringgaian mengerikan itu, mata berkilat penuh kekaguman menyaksikan darah di ring.

"Yang menyakiti Siwon—ssi harus dibunuh"

Henry berlari dengan cepat menghantam tubuh Zhoumi. Menjatuhkannya dengan telak diatas Ring. BUUGHH... satu tinju ia arahkan ke wajah Zhoumi. BUUGHH... tinju lainnya. BUUGHHH... kali ini ke dada pemuda tersebut. Zhoumi menangkap tangan Henry memutarnya mencoba mematahkan tulang yang sudah membuat wajahnya lebam tak karuan.

Henry terdesak, ia bisa merasakan tangannya di pelintir kuat. Dengan gesit ia berbalik, menendang perut Zhoumi dengan lututnya. ARGGHH... Zhoumi telah memuntahkan darah. Henry bersiap, sepertinya setelah mematahkan tulang kaki Zhoumi ia tak perlu lelah lagi menyelesaikan pertarungan. "Patahkan tenggorokannya" Leeteuk berteriak. Hangeng melotot tak percaya. "Siwon—ah, suruh Henry mematahkan lehernya"

"I.. itu.."

"KAMI MENYERAH!" pekik Hangeng. Ya dia hancur, tapi ia tak ingin Zhoumi harus mati di hadapan matanya. "Gege.." suara lirih itu terdengar.

"Hancurkan!" perintah Leeteuk dengan seringgaian yang lebih mengerikan

"Tapi dia sudah menyerah" ungkap Siwon. "Aku tak membutuhkan orang cacat yang tak berdaya melawan Henry"

"Aku akan menggantikan Zhoumi, aku akan memberikan nyawaku padamu" cepat Hangeng berlutut di kaki Leeteuk saat ia bisa melihat Henry sudah mengangkat kakinya—bersiap menginjak tenggorokan Zhoumi. Ya.. dia mendapatkan apa yang ia inginkan meski dengan cara yang mengerikan. "Baiklah, Siwon pertarungan selesai" senyuman malaikat itu kembali terukir.

"Kenapa begitu tegang? Sungmin duduklah di kursimu kembali" lanjutnya saat melihat ketegangan di wajah beberapa anak buahnya. Ya... hanya Kibum, Kyuhyun dan Yesung yang sepertinya tak mengeluarkan ekspresi yang berarti—atau mereka memang tak pernah peduli. "Selamat datang Hangeng" Leeteuk memeluk tubuh yang tadi sempat bergetar hebat.

"Itu hanya lelucon yang tidak lucu" cibir Shindong mulai mengkakulasikan uang yang mereka dapatkan. Eunhyuk melompat ke tengah ring, menggendong tubuh ringkih Zhoumi. Membawanya ke kursi Sungmin. "Sepertinya tulang patah banyak" celutuk Yesung yang harus di amini oleh Ryeowook. Sepertinya seseorang yang berhati paling lembut—Ryeowook diantara mereka mengiba tentang kondisi Zhoumi.

"Aku sempat belajar soal pengobatan tulang, boleh ku coba?" tanyanya yang di angguki oleh Leeteuk. Dan sepertinya si anak yang selalu mendapat juara satu itu berguna pada bagian pengobatan memar dan luka fisik lainnya.

%ika. Zordick%

"BAIKLAH HENRY DARI BOSS KOREA KITA MENANG TERUS SEPERTINYA SAUDARA-SAUDARA!" sekali lagi MC memuji Henry yang sepertinya tak punya lelah saat ia dihadapkan dengan pertarungan. Terus menang hingga sepertinya ia menguasai pertandingan. Sementara itu anak buahnya Xiou lu atas nama Kangin juga memenangkan beberapa pertandingan lainnya dan mendapatkan juara bertahan atas ring China ini.

"AKU MENANTANG DENGAN KANGIN! AKAN KUPASTIKAN GADISMU ITU KU DAPATKAN LEETEUK!" Xiou Lu berteriak dengan Microponnya. Membuat Leeteuk kembali menyeringgai sadis sambil merangkul tubuh Heechul mesra. Rasanya Heechul ingin segera mandi dengan air tujuh rupa yang dicampur dengan air tanah.

"Hei.. Lihatlah Heechul—ah, kau bahkan menjadi tokoh utama yang di perebutkan" goda Leeteuk yang hanya di balas dengusan oleh Heechul. Segala umpatan dari jenis nama-nama hewan sampai benda-benda kotor telah di gumamkan Heechul sedari tadi.

Leeteuk melirik Siwon, "Apakah Henry masih bisa?" tanyanya.

"Dia bahkan bisa untuk 3 putaran lagi atau lebih" jawab Siwon yang memang paling mengetahui keadaan si mochi yang tengah menatapi lantai di sampingnya. Tangannya menggenggam erat tangan Siwon di sampingnya. "Henry takkan bisa menang" Shindong mengeluarkan pendapat.

"Eh..."

Hening...

Siapapun tahu Henry petarung terhebat mereka yang bahkan tak memiliki hati ketika menghajar musuh-musuhnya. "Aku serius, perbandingan yang kudapat bahkan tak sampai 12% Henry mendapatkan kemenangannya kali ini"

"Bagaimana menurutmu Hangeng—ssi?" Leeteuk melirik Hangeng yang sekarang menjadi tangan kirinya. "Kangin petarung terhebat sejauh ini, kita memerlukan orang lebih kuat dari Henry untuk mengalahkannya"

Heechul mencoba berpikir, bahkan mereka belum mengurutkan kekuatan mereka dalam bertarung. Henry petarung yang hebat dan siapa diantara mereka yang bisa menjadi lebih hebat dari sang petarung tanpa belas kasih itu? Dia...? oh tidak mungkin... Leeteuk? Jangan gila...

Lalu siapa? Ryeowook... God bless you.

Kibum, Yesung atau Kyuhyun? Bukankah mereka tipe petarung bersenjata? Eunhyuk? Heechul tahu dia petarung yang cepat belajar tapi ini terlalu cepat dan dia tak punya pengalaman. Donghae—No properties berarti no trick!. Sungmin? Tidak... pembisnis senjata itu hanya tahu tentang senjata dan nilai tukarnya dalam uang. Shindong hanya penjudi. Hangeng juga bukan tipe petarung yang lebih kuat dari Henry.

"Yesung?" Heechul membuka suara.

Yesung menggeleng pelan. "Aku akan selesaikan dengan cepat jika kau mengizinkan aku menarik pelatukku. Aku hanya akan menghindar tapi tak punya tenaga untuk membalas balik" jawab Yesung.

Heechul terdiam. Itu benar.

"Kibum, menurutmu bagaimana?" Heechul melirik pada seseorang yang selalu tenang. Kibum menaikkan sebelah alisnya. "Aku bisa tangani jika aku diperbolehkan memakai pedang. Aku tak boleh menyentuh lawanku" singkat dan padat.

"Tapi Kyuhyun bisa melakukannya" lanjut Kibum.

"Perbandingan kekuatannya dengan Henry" Shindong mencoba mengkakulasikan kembali. Kibum terkekeh meremehkan. Dia mengambil pedang di tangan Kyuhyun—menyuruh Heechul memegangnya. "Lihat baik-baik" Kibum membuka pedangnya. Sreett...

Bathh... tanpa aba-aba bahkan tak terlihat mata Kibum menggores kulit leher Siwon dengan pedangnya. Henry cepat ingin menghempas tubuh Kibum—menjauhkannya dari Siwon namun... BUAGHH... belum sempat tangan Henry menyentuh Kibum, Kyuhyun mengenggam pergelengan tangan itu. "ARGGHH.." Henry bahkan memekik.

"Lepas Kyu!" perintah Kibum. Kyuhyun segera melakukannya. Siapapun tahu jika lebih lama tangan itu mencengkram pergelangan tangan Henry ada kemungkinan Henry takkan bisa menggunakan tangannya lagi.

"See~" Kibum kembali duduk di kursinya. Ya.. hanya dialah yang tahu seberapa kuatnya dirinya dan Kyuhyun. "Aku mengganti pemain, Kyuhyun ku serahkan padamu"

Kyuhyun melirik Kibum yang sepertinya telah memberikan izin padanya. Dia membungkuk, mensejajarkan wajahnya dengan wajah dingin Kibum. "Nii—san" dia memelas—dia sebenarnya tak tertarik dengan pertarungan satu lawan satu tanpa pedang ini. Hanya akan membuatnya buruk di mata sang kakak.

"Perintah ketua adalah mutlak"

Kyuhyun menghela nafas, dia kemudian mengecup bibir Kibum—seolah itu memang ritualnya sebelum bertarung. Kibum menahan kepala sang adik, membalas kecupan itu dengan lumatan lembut. "Aku akan menang dan membuat nii—san bangga!" ujar Kyuhyun sesaat ketika Kibum melepaskan tautan diantara mereka.

Tanpa ragu Kyuhyun menaiki ring. Menatap ke dalam mata Kangin yang entah kenapa cukup membuatnya merasa teduh. "Jika aku menang, yang ku inginkan—"

"KETUA! AKU MENGINGINKAN DIA!" potong Kyuhyun menunjuk Kangin di hadapannya. "Aku menginginkan dia sebagai anggota terakhir kita" lanjutnya dengan senyuman angkuhnya.

Leeteuk tertawa, melirik ke arah Kibum yang sepertinya tak terlalu memperdulikan kelancangan Kyuhyun kali ini. "Aku kabulkan Kyuhyun!"

"FIGHTING!" pekik MC.

Kyuhyun terkekeh kemudian—tawanya memenuhi ruangan. Dia menatap seolah ia haus akan darah. Dia berlari cepat ke arah Kangin menerjangnya dengan tinju kanannya. HUP... dengan tenang dan gerakan yang minim, Kangin menangkap kepalan tangan tersebut. Kyuhyun menyeringgai senang, ia mendapatkan lawan seimbang rupanya. Dengan tangan lainnya di raihnya tangan Kangin yang hendak mematahkan tangannya, memutar posisi dan DUAAGHH... dia membanting tubuh itu ke lantai ring.

"Kekekekkee..." kekehan mengerikan masih terdengar. Dia menendang tubuh Kangin yang kesakitan. "Ayo bermain lagi!"

Kangin menarik kaki Kyuhyun, membantingnya balik. Cepat ia bangkit menekan kepala Kyuhyun dengan tangan kirinya dan berencana menghancurkan kepala itu dengan kepalan tangan kanannya. Tangan Kyuhyun yang bebas cepat mencekik leher Kangin, membuat Kangin beralih membebaskan lehernya dari cengkraman tangan Kyuhyun.

"Uhukk..." Kangin terbatuk saat ia berhasil melepaskan diri.

"Apa dia biasanya seperti itu?" tanya Sungmin berbisik pada Kibum di sampingnya.

"Dia bahkan lebih mengerikan dari itu" jawab Kibum menopang dagunya bosan, "Dan sepertinya kau sama mengerikannya"

"Kami kembar" Kibum menjawab acuh kali ini.

Yesung mendekatkan wajahnya ke telinga Kibum. "Tapi caramu bertarung berbeda dengannya" ceklekk... Bisa terdengar suara pelatuk yang di todongkan oleh Yesung ke perpotongan leher Kibum. Tes... tes... darah menetes di lantai.

"Aku tak suka jika diriku di sentuh, Yesung" bahkan Yesung tak yakin kapan Kibum membuka pedangnya dan menggores perutnya. "Menjauh dariku atau ku koyak lambungmu"

"Aku bisa meletuskan kepalamu"

"Kalau begitu mati bersama"

Yesung segera menjauhkan senjatanya dari kepala Kibum. Sepertinya ia lupa satu hal—Suzaku clan adalah clan yang siap untuk mati. Kibum menarik pedangnya dan kembali menyimpannya. Dan hebatnya Kibum—si sulung tipe orang yang amat setia. Menghianati Leeteuk sama saja dengan mempercepat waktu kematian.

...

"Mati!" pekik Kyuhyun saat sikunya menghantam punggung Kangin. Kangin tak tinggal diam, dia berputar, menendang kaki Kyuhyun dengan kakinya. Saat Kyuhyun kehilangan keseimbangan, lutut Kangin segera menyambar tubuh Kyuhyun dengan lututnya. "Anj*ng!" seru Kyuhyun saat dia merasakan rusuknya patah akibat ulah Kangin.

Dia mendongak menatap Kangin yang kini balas menatapnya dengan nafas ngos-ngosan. Terlihat beberapa luka lebam di wajahnya dan Kyuhyun yakin tangan kiri Kangin tak bisa di gerakkan lagi karena telah ia patahkan sebelumnya.

Kyuhyun memutar otak cerdasnya. Ia tak boleh bertahan dan memperlama waktu pertandingan lagi. Dia mungkin akan menang tapi dia bisa saja terbunuh akibat organ yang bermasalah akibat serangan yang entah kenapa makin kuat ia rasa menghantam tubuhnya dari Kangin. Ayolah—Kyuhyun menyukai pertarungan tapi ia juga tak menyukai menjadi orang cacat setelah pertarungan ini dan menyusahkan sang kakak kemudian hari.

Kangin berlari menghampirinya, Kyuhyun mengumpat. Kyuhyun mencengkram bahu kiri Kangin sesaat ketika Kangin gagal menendang tubuh Kyuhyun.

BUGGH..

BUUGGHH...

BUAAGGHHH...

Tega tendangan Kyuhyun dengan lututnya menghantam perut Kangin. Seketika pandangan Kangin blur. BAAGHH... dan Kyuhyun menyelesaikan serangannya dengan sikunya di bagian tulang belakang Kangin.

"Game over" Kyuhyun tersenyum ceria sambil menatap wajah Kibum yang tersenyum simpul padanya.

TBC

Chp 5 : Crime

"Bermainlah dengan benar Shindong—ah"|"What the hell? Kami menjual senjata bukan menjual barang busuk seperti opium!" | "Bunuh saja! Kenapa berpikiran begitu repot?"|"Mobil untukku? Huwaaa~~ terima kasih"|"Misi pertama kalian, ledakkan gudang persenjataan tentara lokal"|

p. ft. I : siapa yang kau cium? -_- #Ka yang tercium. Hahahahaha

Evilkyu : Alice memberikan racun pada setiap anak buahnya. Jadi kalau ada yang berhianat maka racun itu akan bereaksi membunuh mereka. Begitulah... mohon maaf gak ka jelaskan dengan benar. Maklum kejar tayang XD

ChoHyoMi : itu Han sama Zhou muncul. Siapa ya? Ka juga gak tahu pasti. Mungkin yang paling mengerikan itu pemimpin mereka #nunjuk yang lagi nyebar angelic smile

Kim. HeeRa. WKS : yakin gak mau yaoi? Bahkan kalau WonKyu? #toel

Cho Young Eun : reader baru yah? Salam kenal hahahaha... memang biasanya karakter Kyuhyun seperti apa?

Reni Lubis : hahahaha.. gak tega juga nyiksa mereka. Buat FF KiHyun kembar itu akan ka usahakan secepatnya. Mungkin setelah ini ka nyiapkan itu.

Haekyu : itu ritual Kyuhyun setiap dia mau bertarung. Kalau yaoi kayaknya mereka gak juga... ini kan FF friendship sebenarnya, Cuma sedikit ekstrim

Lee Donghee990319 : kalau nama gank sepertinya di chap depan akan dibahas. Hahahah.. trims... akan ka pake nama itu. Xiumin ya.. dia akan muncul. Tapi entah kapan... #dihajar

Yeon : tapi mobil remote control itu suka main nyosor suami ka! #lindungiKibumDariAdeganCiuman

Pearl Park : sama seperti Alice yang mengenal Suzaku clan. Alice juga organisasi terkenal begitu juga dengan Suzaku clan yang merupakan gank yakuza terbesar di Jepang. Maksud Alice itu sebenarnya menjadikan Kibum sebagai orang yang memimpin organisasinya. Kalau diibaratkan seperti ratu semut dan ratulah yang mencari rajanya. Oh.. iya.. maaf atas typonya.

Ciezie Orion Zordick : ka rajin update kan... hahahaha... beneran rajin nih ceritanya. XD Kyuhyuk? Tenang akan ka usahakan ada hint nya di chap selanjutnya.

hanum sal : Sungmin jago bela diri tapi bukan tipe petarung sehebat yang lainnya. Sudah di jelaskan pada batinnya Heechul kan di chapter ini.. ehehhehehehhe... Alice itu nama organisasi tapi juga nama pemimpinnya—ratunya. Akan ka pindahkan haluan ke FF team ka yang berjudul UNNAME. Tunggu tanggal updatenya ya XD

cloud3024: perasaan Kyuhyun bisa dibilang sedikit rumit. Bahkan ka sendiri bingung apakah itu dikatakan cinta? Kyuhyun itu mungkin "terobsesi" atas nii—san sendiri.

Rinaelf : our story lagi mentok XD tapi udah di ketik sampai 3000 karakter

Yeun Gie : Bum: pemenang hati? =="

SparQClouds : dia itu... JRENG.. JRENG... rahasia! Coba tebak!

park min mi : waduhh... silahkan tebak lagi.. tapi nanti juga kebongkar ketika saatnya tiba

Kikyu RKY : #selamatkan pisau. Nanti property untuk henry tidak ada lagi

GaemGyu92 : tepat! Kangin memang anggota terakhir gank mereka

BunnyKyunnie : ayo di tebak.. ditebak... Suzaku twins itu sama-sama mengerikan sebenarnya. Tapi mengerikan dan ganas dalam artian berbeda. Kyuhyun itu bagaikan air terjun, dengan derasnya bisa memecah karang tapi Kibum itu bagaikan air tenang di bawah air terjun tapi begitu dalam dan membunuh. Nah silahkan nilai sendiri XD

park sung gi : NOOOO! JANGAN PANGGIL KA EONNI! Cuma "KA" oke... hahahaha XD terima kasih atas pujiannya

V. Dcho : TRIAD itu yakuzanya versi China. Wah... nyindir bener nih karena ka lama update

Almighty Magnae : incest? Tidak juga... sepertinya tidak begitu. Ya pasti bukan begitu! Karena Kibum milik ka seorang #ditendang

Wina : ada dong .. itu dia #nunjuk Hongkong. Ka menghilang tapi akan rutin ngepost FF selama bulan ramadhan dong B|

Wu chenchen : apa sudah dapat jawaban siapa yang harus dicurigai?

Winnie : kalau ryeowook juga perlu dipertanyakan. Yang jelas psyco disini bukan Kibum. Hahahahha...

OnyKyu: SEMANGAT 45 DONG! Harus dan selamanya tetap semangat. Karena ka tahu yang dukung ka nulis itu makin banyak. Jadi makin semangat deh... makasih... #toss

chintyachance : yaoi masih di pertanyakan. Karena ini FF friendship seperti di rencanakan. Tapi entahlah ketika ka kaga jalan dan merubah alur dengan seenak jidat lagi.

sasuke. gmpaselleh : ini udah ka update... XD dibaca.. direview terus di celupin (?) maksudnya di pavoritin.. astaga... #korban iklan

Chonurullau40 a. k. a Miss Zhang : apa itu sudah rinci. Ka juga sudah bingung mana yang rinci dan mana yang tidak #kebanyakan buat FF makna tersirat

riekyumidwife : waduh... mereka bukan incest lho... mereka itu hanya brother complex yang terlalu akut.

ichigo song : Mereka kembar non identik, jadi Kyuhyun gak mendapat penyakit itu. Siwon sebenarnya cari sensasi aja, makanya dia mau berinvestasi dengan Alice tapi berubah haluan saat melihat Leeteuk cs. Rumah Heechul tak cukup besar, jadi Cuma cukup berempat tapi sepertinya mereka akan pindah. Waaahhh... Donghae memang yang paling kaya dengan penghasil mencopetnya saat pertama kali

arumfishy : Donghae akan muncul di chap2 selanjutnya untuk lebih banyaknya

rafiz sterna : karena pertarungan sama CAP itu tak sesungguhnya. Ayolah ini bukan crows zero yang seolah tak punya tujuan. Hanya sekedar tawuran antar pelajar XD mereka mafia yang akan menggegerkan dunia nantinya.

Anonymouss : bagian ngatain Kibum, memang bahasa siapapun pasti keren hahahahah XD

reaRelf : JRENG.. JRENG... dan mereka telah lengkap

imNari : sepetinya tidak masuk... bagiamana ini?

ShinJoo24 : doakan semoga suaminya ka itu sembuh di FF ini ya? #mewek. Maaf Kibum hanya milik ka, bukan milik Kyuhyun #dihajar

J. clou : otoutou itu artinya adik laki-laki. Mereka berdua (Siwon dan Shindong) bank berjalan milik gank.

Kyurielf : kangin: apa kau melupakanku?

kyufit0327 : ka juga kaget, padahal ka bersedia gantiin Kyuhyun dalam adegan itu T.T

laila. r. mubarok : Kibum masih milik Ka sepenuhnya... tenang saja... oh.. silahkan bawa saja.. ini bonusnya #masukin Kyu kedalam.

Guest : kau kurang mengerti soal bahasaku, dan aku kurang mengerti dengan jalan pikiranku. #ditabok pacar real. Hohohohoho... soal nama, bagaimana dengan Hotaru (kunang-kunang)? XD #Cuma kepikiran itu

Changmin loppie : Jangan panggil eon~~~ ohh... please... please~~

vha chandra : bener, siapa yang masuk gank alice akan mendapatkan racun di tubuh mereka, sebagai jaminan takkan berhianat. Astaga... dibalas kok dibalas... ya ampun dede (?) jangan nangis ah XD. Hmm... henry di rantai karena yah biar dia lebih jinak aja (?) #ditabok Siwon

Kopi Luwak : HUWAAA~~~ KIBUM BUKAN PSYCO! DIA BUKAN! #teriak kaya orang kesetanan. Ka berencana membuat dia jadi orang yang bener disini. Yang psyco itu... #tunjuk dia. Huwaa... jan bunuh aku (?) #stress

Ilan- chan : ka udah tingkat tiga sekarang. Ka kuliah sambil kerja. Umurmu memang berapa? Ka line 95 soalnya. Kibum dan Kyuhyun hanya saling terobsesi, bukan incest. Mudah2an deh

lyELF : oh tidak... Kibum is mine... hmm... untuk pertanyaannya ka rasa udah ada jawabannya di chapter ini.

Zizi Kirahira Hibiki 69 : itu kemarin kesalahan penulisan. Berhubung karena ka lebih ke pelafalan secara sehari hari. Jadi gak memperhatikan penulisan dalam latin. Ka memang payah... hahahaha

Bryan Andrew Cho : Ka paling suka karakter Kangin di FF ini lho... dia itu luar biasa!

iloyalty1 : AHH... mungkin seperti itu XD jet lee terlihat keren... #pecintaFilmActionChina

Vic89 : dia orang yang suka seenaknya di FF ini. Melankolist dan suka menghamburkan uang

92Line : ganbatteeee! #minum mirai ocha

hijkLEETEUK : ha? Kenapa bisa bleng? Apa yang terjadi?

Dewiangel : ohh.. haloo... salam kenal... *salam

haekyuLLua : ka ngerti.. ah terima kasih telah membaca GC sebelumnya. Sepertinya GC menggeser posisi nama authornya TDR dari ka ya... hahahahhaa... menjadi authornya GC.

bryan ryeohyun : oh tidakk! Dia suami ku! #tarik kibum. Eh... sasuke dan gaara? Memang iya ya?

Kyuminhae : weeehh weehhh... udah lupain aja soal judul XD

hera3424 : oke dong.. ini udah update XD

Lee MingKyu : siiippp... Exo ada yang temen ada yang musuh

Park Ha Woo: hmm... banyak bener. Kenapa sering bolos? Karena itu menyenangkan XD waahh... laki-laki atau perempuan ya? Tebak coba... *waks. Silahkan selidiki dari apa yang ka tulis.

Mohon review dan dukungannya untuk kelanjutan FF XD