VOCAL

Don't Like Don't Read

Loving Kyumin is Beyond My Control

It just my delution, Hope you like it.

enJOY~

.

.

.

Berdiri, bersandar pada dinding sebelah pintu kamar mandi adalah hal yang Kyuhyun lakukan lebih dari sepuluh menit. Pikiran melayang kemana-mana, membayangkan apa yang tengah dilakukan si namja manis dalam sana. Membuatnya sesak.

Kyuhyun tahu ini salahnya. Ah tidak, bukan sepenuhnya. Ia hanya penasaran. Beberapa hari terakhir ini, Kyuhyun telah memastikan tak ada musik satu pun yang Sungmin dengar. Ia bahkan sampai membayar salah satu teman Sungmin di kerja part time nya untuk mengawasi dan mencegah Sungmin menyentuh mp3 playernya.

Tak khawatir akan reaksi yang dirasa sudah bukan lagi menjadi pengaruh bagi Sungmin. Ia mengetes reaksi namja manis itu. Sengaja, memutar album idola Sungmin.

Apa itu penting? Pastinya, Kyuhyun merasa harus menyiapkan diri untuk tindakan berikutnya. Kyuhyun tak ingin Sungmin akan selalu tersiksa dengan id yang tak bisa dikontrol setiap mendengar suara GX lewat lagu terputar.

Kyuhyun ingin memiliki Sungmin sepenuhnya, ia ingin namja itu melihatnya tanpa ada bayang-bayang GX dibelakang. Meskipun hanya dalam bentuk suara sekalipun. Kyuhyun takut, Sungmin hanya akan tertarik pada suara, bukan orangnya.

"Katakan hyung, apa kau baru saja masturbasi di kamar mandiku?" suara itu terlontar dari mulut Kyuhyun. Tanpa sensor.

Sungmin yang baru keluar dari kamar mandi gelagapan. Bahkan ia belum sempat menutup pintu kamar mandi. Menggeleng kuat-kuat, antara tak percaya Kyuhyun yang bisa bertanya selantang itu atau berusaha menyembunyikan fakta.

Tertawa kikuk, Sungmin salah tingkah level dewa. "Hahaha, apa yang kau bicarakan Kyuhyun-ah?" memutar tanya.

Kyuhyun mendekat, menarik tangan Sungmin. Menyeret dan menghempaskan pemuda berambut hitam pada sofa. Interogasi tahap selanjutnya.

Ditatapnya lekat pemuda berhidung lancip itu. "Jangan pura-pura bodoh," sang tuan muda mendesis paksa.

Sungmin tak nyaman, harus segera pulang. Kebetulan hari juga sudah beranjak mendekati malam. Yang tak akan pernah bisa ia duga sebelumnya adalah sang tuan rumah mempersulit dirinya keluar dari rumah ini.

"Mwoya?!" Sungmin menyentak tangan. Melepaskan diri dari rengkuh tangan Kyuhyun, lalu terburu merapikan buku dan memasukkan cepat pada tas. "Aku sebaiknya pulang sekarang, terimaka-"

Kata tak berujung terbungkam bibir tebal Kyuhyun. Dua belah bertemu, menghadirkan perasaan baru. Menyesap pinkish Sungmin lembut, menghirau desir di hati. Mengabaikan detak jantung yang tak terkendali. Demi Sungmin.

Lima menit, Kyuhyun sukses membuai Sungmin yang seolah kehilangan jiwanya. Memberontak adalah hal yang namja 170cm itu lakukan saat ia sadar keadaannya. Mendorong bahu Kyuhyun hingga namja jangkung itu terdorong duduk di bawahnya. "Ya! Apa yang kau lakukan!"

"Menciummu." sahut Kyuhyun santai. Ibu jari mengusap bibir sendiri, dari sudut ke sudut. Melihat bagian bawah Sungmin, "Kau tidak ereksi setelah kucium hyung?"

Emosi meluap, Sungmin menghampiri Kyuhyun yang sudah kembali berdiri dari jatuhnya. "Beraninya!" menarik kaos Kyuhyun, siap menunjukkan kekuatan bogem tangannya.

Jika saja Kyuhyun tak bertindak lebih cepat, menarik Sungmin dalam pelukan dan menyuarakan kata hatinya, bisa dipastikan wajah rupawan namja penyuka warna biru memar-memar.

Tak mampu berkata. Percaya atau tidak, ini terlalu mendadak bagi Sungmin. Penjelasan dan alasan pun tak terlalu berguna. Perdebatan panjang sampai akhirnya ia berkata 'akan aku pikirkan' membuat Kyuhyun berhenti mendesaknya.

Untuk satu hal ini, ia harus sepakat dengan Kyuhyun.

Sungmin akhirnya benar-benar bisa pulang setelahnya, Kyuhyun pribadi mengantarnya sampai depan rumah. Sama sekali tak ada penolakan. Pemuda bermarga Lee itu memilih diam, lebih baik menurut saja pikirnya.

.

.

.

"Sungmin-ah.."

Mereka berada di kamar mandi sekolah kini. Saat semua pelajaran telah usai.

Hari Senin, tepat satu minggu setelah tugas dari Kim seonsaengnim mereka tampilkan. Juga, tepat hari ini batas waktu Sungmin menjawab Kyuhyun.

"Nghh.."

Posisi mereka bisa dibilang sangat dekat. Terlalu intim dengan celana Sungmin merosot sampai mata kaki dan Kyuhyun yang memainkan tangannya pada benda paling pribadi Sungmin.

"Sayang.."

Ini pertama kali mereka melakukan ini, mungkin akan berlangsung lagi nanti. Setelah jawaban Sungmin 'akan kucoba' Kyuhyun langsung menyeret namja manis itu, dan apa Kyuhyun ucapkan tadi? Sayang?

"Ahh.. Lagi.."

Jari-jari Kyuhyun memainkan ritmenya terlalu baik. Menggenggam dan menaik turunkan dengan cepat, membuat gelinjang tubuh sintal berwarna putih dihadapannya semakin menjadi.

"Minimi.."

Lagu GX terputar keras, tanpa peduli orang yang kebetulan berada dalam ruangan itu akan meneriakkan kata protes. Setidaknya itu bisa membantu menyamarkan lenguhan Sungmin, atau malah membantu menaikkan hasratnya? Siapa tahu.

"Ohh Kyuu.."

Mengalungkan tangan pada leher Kyuhyun, Sungmin menyandarkan kepalanya pada namja kutu buku –setidaknya itu yang Sungmin tahu- dengan peluh yang mulai keluar dari pori-pori kepala.

"Bagus, seperti itu. Panggil namaku.."

Semakin bersemangat, Kyuhyun melaksanakan tugasnya.

"Ngghh.. A-aku tak kuatt.."

Tangan Sungmin merosot mencengkram kuat bagian depan baju Kyuhyun, kakinya tegang kaku. Deru nafas mulai tak teratur. Salah satu tangannya turun ingin membantu tapi ditepis oleh pemuda brunnete.

"Kau sudah ingin keluar?"

Kyuhyun tak kan membiarkan namja itu menyentuh dirinya sendiri seperti itu lagi. Memerangkap Sungmin dalam pelukan, mulutnya bergerilya disekitar perpotongan leher Sungmin. Menambah friksi bagi Sungmin yang sudah akan meledak.

"Lepaskan hyung.."

Perintah Kyuhyun mutlak, melalui bisikan.

"Aaak! Kyuhyuun-ahh!"

Dan selesai sudah aktivitas after school mereka. Nafas tertahan dan pekik nama namja didepannya menjadi akhir kenikmatan yang Sungmin rasakan. Matanya terpejam, tapi ia bisa melihat bintang putih berputar dalam kegelapan sana.

Kaki Sungmin lemas, mungkin akibat berdiri lama atau bisa juga karena mengeluarkan sarinya. Ia terduduk dan melihat hasil perbuatannya. Tidak, perbuatan mereka berdua. Sungmin tersenyum sinis. Dikesampingkan rasa malu itu, toh Kyuhyun juga telah melihat semua.

"Terimakasih.." gumam Sungmin pada Kyuhyun yang entah kenapa lekas-lekas keluar dari bilik Sungmin berada. Tapi Sungmin tak ambil pusing, abaikan saja.

Sungmin menarik tisu roll dan mengelap cairan kental putih yang belepotan di bagian bawahnya. Uh sial, ada yang mengenai seragam dan sekarang jadi basah, bau pula! Mengernyit tak suka, ia membasahi tisu dan mengusapkan pada bajunya. Sepertinya saat sampai rumah nanti ia harus mencuci dulu sebelum berangkat kerja.

Tepat saat Sungmin membuka pintu, Kyuhyun berada disana memakai kaos warna putih, menyodorkan kaos berwarna dan model senada padanya.

"Kita lakukan lagi minggu depan. Pastikan hanya memutar lagu GX saat sedang bersamaku. Ganti seragammu dengan kaos ini dulu. Kita pulang bersama, ku antar sampai rumahmu." ucapnya seraya mendorong Sungmin kembali masuk bilik.

Sungmin merasa harus mengatakan sesuatu. "Mm, maaf bajumu jadi kotor karena aku.." berbicara dari balik pintu sambil membuka bungkusan yang diberi. "dan, terimakasih.."

Tak ada tanggapan, kegiatan Sungmin berhenti sejenak. "Kyuhyun-ah? Kau disana?" kembali bersuara.

1 detik, 2 detik, 3 detik, jawaban didapat.

"Ya, cepat ganti pakaianmu. Ku tunggu diluar.."

Singkat, padat, jelas. Sungmin tersenyum. Matanya beralih menatap kaos pemberian Kyuhyun.

Ngomong-ngomong, darimana Kyuhyun tahu ukuran bajunya? Eegh, mungkin hanya kebetulan saja? Atau perkiraan? Apa Kyuhyun menyiapkan ini untuknya? Tapi jika ini kaos milik Kyuhyun, ukuran harusnya lebih besar. Berarti Kyuhyun memang menyiapkan khusus untuknya?

Terkikik kecil akan pemikirannya, Sungmin merasa spesial membawa benda itu pada indera penciumannya. Menghirup aroma toko –yang berarti kaos itu memang baru, menguatkan persepsi- dengan senyum bodohnya.

.

.

.

Kyuhyun merebahkan tubuh lelahnya pada ranjang bercover biru tua lembut sesampainya di kamar. Tangannya gemetar. Oh apa yang tadi ia lakukan! Meskipun terlihat cuek tak peduli, namun Kyuhyun tahu benar perasaan tak bisa terbohongi.

Siang tadi. Sepulang sekolah. Dari kertas yang terlipat di atas meja –khas Sungmin sekali sepertinya benar-benar membuat hati berbunga.

"Oh, kau nakal sekali Kyuhyun-ah.." ucap namja berkaos putih sambil memandang kedua tangan yang ia angkat tinggi-tinggi ke atas. Lalu merenggangkan badan sekalian.

Ia tak menyangka, diamnya Sungmin satu minggu belakangan adalah untuk memikirkan perkataannya. Bukan karena marah dengan Kyuhyun atau apapun itu yang membuat bagian dalam dirinya tercubit saat melihat Sungmin tak hirau padanya.

Mencoba mengingat apa yang ia katakan minggu lalu, disini, pada Sungmin. Kyuhyun memutar memori.

"Kau sakit hyung," Kyuhyun memeluk Sungmin yang memberontak erat.

"Lepaskan aku! Aku tidak sakit! Aku mau pulang! Aku tak mengerti apa yang kau bicarakan! Lepas!"

Kyuhyun tak menanggap, ia malah mengusap punggung Sungmin. "Tenanglah, akan ku jelaskan. Dengarkan aku dulu."

"Baiklah! Akan ku dengar! Tapi lepaskan aku dulu, ini err tidak nyaman Kyuhyun."

Setelah memastikan Sungmin benar-benar tak akan melawan, Kyuhyun melepas pelukannya. Sungmin beringsut menjauh, duduk di sofa. "Jadi, apa maksudmu aku sakit? Kau tak lihat aku baik-baik saja?"

"Mmh, kau terangsang mendengar suara GX hyung.."

"A-aku-"

"Jangan menyangkal! aku sudah lama memperhatikan hyung, kelainan seksual pada fetishmu.. Kau terangsang saat mendengar suara seseorang, sama seperti kau terangsang saat melihat sepatu atau mencium parfum memikat, kau memiliki abnormalitas seksual hyung.."

Sungmin diam, setengah percaya dengan apa yang Kyuhyun bilang. Lagipula, ia juga merasa aneh dengan ereksi tak normalnya. Menghela nafas panjang, menatap tajam obsidian sehitam arang Kyuhyun. Tanda masih menyimak dengan serius.

"A-aku bisa membantumu." Kyuhyun menatap balik penuh keyakinan. Ditekan kuat rasa ragunya hingga tak terpancar dari dua bola matanya.

"Caranya?"

Kyuhyun mendekat dan duduk disebelah Sungmin. "Lakukan denganku,"

"Apa? Lakukan apa?" Sungmin masih tak mengerti.

"Sex?"

"Yak!" melotot heboh. "Dalam mimpimu Cho!" Mendecih kesal, ide apa itu tadi? tak berguna.

"Aa, maksudku bukan seperti itu Sungmin-ah,"

Memutar manik berliannya malas, Sungmin memilih beranjak mengambil tas dan bersiap keluar. Kyuhyun berlari menghalangi. "Aku mau pulang Kyuhyun."

"Aku antar hyung!"

"Tidak usah aku bisa sendiri.." Sungmin meraih kenop pintu bulat itu melewati badan Kyuhyun yang bersandar pada pintu.

"Sungmin,"

"Apalagi?" namja itu melayangkan kata perintah 'minggir!' dari onixnya.

Kyuhyun menggaruk sejenak kepala yang tak gatal lalu meraih pundak Sungmin, berbicara dengan sangat cepat.

"Aku serius, aku bisa membantu. Maksudku tadi bukan sex seperti dalam pikiranmu. A-aku hanya akan membantuu.. yah, kau tahu- tapi aku tak akan menyentuhmu lebih dari. Um, intinya kau tidak boleh tergantung terus pada suara Gx. Kalau kau mengerti maksudku, kuharap. Sungguh, aku hanya berniat membantu, janji tak akan bertindak diluar batas. Tenang saja, aku tak akan memperkosamu."

Sungmin mencerna baik-baik ucapan berantakan Kyuhyun. Keningnya berkerut, "Jadi kau mau memperkosaku?"

"A-apa? Tidak! Tentu saja tidak!" Kyuhyun menambahkan 'kecuali kau yang meminta-' dalam hati.

Satu menit mereka saling beradu mata sengit sampai akhirnya pemilik mata berlian hitam menghela nafas dan berucap "Beri aku waktu. Akan aku pikirkan." putus Sungmin akhirnya.

Kembali ke alam nyata.

"Terimakasih.." ucap Kyuhyun dengan senyum tulusnya, mode sadar dari lamunan.

Kyuhyun beralih pada handphonenya, mengecek sebuah jadwal konser. Dua bulan lagi, tepat tanggal 1 Januari. Dimana ia sangat tahu, hari special bagi Sungmin. Menjadi deadline tersendiri untuk sang namja Februari. Sungmin harus sudah bebas dari rangsang tak normal suara GX!

Kyuhyun juga tak perlu lagi merasa bersalah pada namja yang menguasai hatinya dari lama. Namun ia terlalu takut dan malu untuk mengungkapkan. Nanti, pasti akan ada waktu yang tepat.

Mengeluarkan kertas berwarna pink dari saku celana dan membaca tulisan Sungmin itu lagi. 'Kyuhyun, sudah kupikirkan. Tak ada salahnya mencoba, mohon bantuannya.' sekali lagi ia senyum-senyum sendiri.

"Tenang saja, aku pasti membantumu Sungmin sayang.."

.

.

.

Alurnya dibolak-balik! xD

Semoga gak pada bingung ._.

Segini dulu ya, maaf update lama *bow

Saranghamnida.. Kamsahamnida..