Sebelumnya maaf untuk semuanya. Mina nggak pernah update FF Mina lagi. Bukannya Mina lupa, Cuma banyak urusan yang gak bisa ditinggal. Padahal dalam otak Mina udah ada banyak ide buat FF. Tapi waktunya yang gak ada. Terima kasih buat yang masih nunggu update-an FF ini dan maaf belum bisa balas komentnya satu persatu. Tenang saja. Semua koment sudah Mina baca dan Mina berterima kasih banget buat yang udah mau koment. Selamat membaca...

.

.

All My Heart (Part 4)

.

Pairing :: Qmi, Mixian, Kyumi

Cast :: All Super Junior member, Cho Ahra, Mr. & Mrs. Cho, Mr. & Mrs. Zhou, dll…

Genre :: Romance / Family

Rate :: aman untuk anak umur 13 tahun ke atas

Warning :: YAOI, MPREG, bagi yang gak suka baca yang kayak gini mending menyingkir jauh-jauh. Mungkin ada beberapa yang Miss Typo…

Disclimer :: Semua member Suju yang Mina sebut disini punya semua ELF di seluruh dunia, kecuali KYU dan Zhou Mi, mereka punya Mina (hahahaha)… sedangkan jalan ceritanya, semuanya asli dari otak Mina! Awas kalo ada yang angaku-ngaku!

.

..

.

Setelah mengepas baju pengantin itu tak banyak yang bisa mereka lakukan. Semuanya sudah diurusi oleh orang tua mereka. Hanya sesekali mereka berdua diajak untuk mengepas cincin dan fitting final baju pengantin. Mereka menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan ke berbagai tempat seperti yang dianjurkan oleh orang tua mereka. Kedua orang tua sepertinya benar-benar ingin memberikan waktu pada mereka berdua untuk mengistirahatkan pikiran mereka dan untuk bersenang-senang daripada ikut sibuk mengurusi persiapan pernikahan.

Tak terasa waktu bergulir dengan cepat. Di sore terakhir sebelum hari pernikahan mereka Kyuhyun berbaring di ranjangnya sambil melamun. Banyak sekali yang melintas di otaknya. Tanpa terasa hanya tinggal semalam saja dia akan menyandang marga Cho. Mulai besok dia akan mulai menyandang nama Zhou. Zhao Kyuhyun? Tidak. Marga Zhou akan berubah menjadi Jo jika digunakan di Korea. Jadi namanya Jo Kyuhyun. Tak berbeda jauh dengan namanya sekarang. Berbagai kenangan turut berkelebat di depan matanya. Awal mula pertemuannya dengan Zhou Mi. Masa-masa pendekatan yang membuatnya sering uring-uringan. Kebahagiaannya saat akhirnya Zhou Mi menyatakan perasaannya. Hal-hal kecil seperti kabur berdua dari dorm ataupun mencuri-curi ciuman di back stage. Semuanya melintas di depan matanya hingga dia tak menyadari senyum terus saja merekah saat dia mengingat semua itu. Kyuhyun tak memungkiri, tak semua kenangan yang dia ingat merupakan kenangan indah. Ada saatnya saat dia menangis karena Zhou Mi. Pertengkaran-pertengkaran mereka yang berasal dari perasaan cemburu, salah paham dan perasaan tidak aman di hati. Tapi sekarang dia menganggap semua itu hanyalah ujian yang diberikan untuk menguji perasaan mereka. Tanpa semua itu mungkin perasaan mereka berdua tak akan menjadi kuat seperti sekarang.

Lamunan Kyuhyun terputus saat didengarnya suara ketokan di pintu yang disusul oleh suara Zhou Mi.

"Kui Xian, kamu di dalam?"

"Masuk saja gege! Pintunya tidak kukunci." Sahut Kyuhyun sambil membenarkan posisi duduknya. Senyum semakin merekah di bibirnya saat dilihatnya Zhou Mi yang masuk dengan penampilan yang terlihat sangat segar dan rapi. Alisnya berkerut sedikit. Dia tahu Zhou Mi suka memakai baju bermerk, tapi tidak wajar saja kan kalau di rumah dia memakai kemeja dan celana kain?

"Gege akan pergi lagi? Bukannya kita belum begitu lama pulang? Atau gege akan pergi sendiri?" tanyanya ingin tahu.

"Aku ingin mengajakmu makan di luar. Aku sudah memberitahu orang tua kita dan Jie-jie. Mereka bilang boleh saja." Zhou Mi berjalan cepat menghampiri Kyuhyun dan duduk di sisi Kyuhyun.

"Dalam rangka apa gege mengajakku keluar?" tanya Kyuhyun masih saja penasaran.

"Apa aku tak boleh mengajakmu keluar jika tak ada yang khusus?"

"Ehm… Tidak sih. Tapi kan besok sudah hari pernikan kita, kupikir Umma dan Noona tidak akan membiarkanku keluar."

"Mereka sudah mengijinkan. Jadi sekarang mandilah. Aku akan menunggu di bawah." Zhou Mi sudah bersiap untuk berdiri ketika dirasakannya tangan Kyuhyun menahan lengannya. Ditatapnya Kyuhyun dengan pandangan bertanya.

"Tidak menungguku di sini?" tanya Kyuhyun pelan.

"Kamu tidak mau kuterkam kan padahal hanya tinggal satu hari?" jawab Zhou Mi apa adanya. Sejujurnya semakin dekat hari pernikahan mereka, Zhou Mi merasa dia semakin sulit untuk menahan dirinya jika dia berada di samping Kyuhyun. Dan melihat Kyuhyun yang masih sedikit basah setelah mandi adalah godaan terbesarnya. Jadi terima kasih. Dia tak ingin menyiksa dirinya sendiri.

"Uhm… Sebenarnya sih… " jawaban Kyuhyun terputus di tengah jalan. Dia malah menundukkan wajahnya dalam-dalam dan menghindar dari tatapan Zhou Mi.

"Sebenarnya apa?"

"Eh? Tidak."

"Apa Kui Xian?" tanya Zhou Mi tak sabar.

"Sebenarnya aku tidak keberatan." Jawab Kyuhyun dengan lirih. Zhou Mi bisa melihat wajah Kyuhyun memerah hingga telinganya walaupun Kyuhyun semakin menundukkan kepalanya dalam-dalam. Zhou Mi menghela nafas keras. Apa ini juga ujian baginya? Didudukkannya lagi tubuh jangkungnya di ranjang dan menarik Kyuhyun ke dalam pelukannya hingga wajah Kyuhyun terbenam di dada bidangnya. Sebelah tangannya melingkar di pinggang Kyuhyun, sedangkan yang satunya membelai punggung Kyuhyun dengan sayang.

"Walaupun kamu tidak keberatan, aku yang keberatan Kui Xian. Aku sudah berjanji padamu untuk tidak menyentuhmu sebelum kita mengucapkan janji sehidup semati di hadapan tuhan. Dan aku tidak akan menghancurkan janji itu hanya sehari sebelum hari pernikahan kita. Aku masih bisa bertahan satu hari lagi."

"Maaf gege!"

"Maaf untuk apa? Aku senang kalau kamu mau melakukannya denganku. Berarti kamu sudah siap. Aku tak akan memaksamu jika kamu belum siap. Kita hanya perlu menunggu satu hari lagi."

Kyuhyun mengangguk dalam diam. Ditariknya nafas dalam-dalam. Dihirupnya aroma tubuh Zhou Mi yang selalu dapat menenangkannya. Saat dia hampir terlelap dirasakannya Zhou Mi menepuk pelan kepalanya. "Jangan tidur! Ayo mandi!"

Kyuhyun melenguh pelan dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Diusap-usapkanya kepalanya ke dada Zhou Mi. Terdengar jawaban panjang pendek yang teredam "Sebentar lagi gege."

Zhou Mi mengangguk mengerti dan membiarkan Kyuhyun terus memeluknya. Dagunya disandarkannya pada pucuk kepala Kyuhyun. Dipejamkannya matanya menikmati suasana tenang itu.

"Kui Xian, bersiaplah! Aku akan menunggumu di bawah." Suara Zhou Mi memecah keheningan kamar itu. Kyuhyun langsung menarik tubuhnya menjauh dari Zhou Mi dan bangun dari ranjang. Diregangkannya tubuhnya yang terasa sedikit kaku.

"Ne. Aku juga harus memakai baju formal seperti gege?"

"Terserah kamu saja. Sudah sana!" Zhou Mi ikut berdiri dan mendorong punggung Kyuhyun pelan agar dia segera beranjak ke kamar mandi. Dia baru keluar dari kamar setelah didengarnya suara air yang mengucur di kamar mandi.

.

.

Mobil berwarna biru metalik itu meluncur dengan mulus di jalanan kota. Terlihat dua orang lelaki yang tengah berbincang di dalamnya dalam suasana yang sangat menyenangkan. Lelaki yang berada di belakang kemudi mengenakan celana kain hitam dan kemeja berwarna hitam yang membalut tubuhnya bagaikan kulit kedua. Lelaki di sampingnya mengenakan celana kain berwarna keki dan kemeja berwarna biru yang tertutup oleh mantel yang dikenakannya. Aura bahagia memancar dari wajah mereka berdua. Senyum tak pernah lepas dari bibir keduanya dan sesekali terdengar suara gelak tawa yang berderai mengisi keheningan malam itu.

Zhou Mi memarkirkan mobilnya begitu mereka sudah sampai di depan sebuah restoran. Dia keluar terlebih dahulu baru tak lama kemudian Kyuhyun menyusul di belakangnya. Alunan music nan lembut dan penerangan yang temaram menyambut keduanya begitu mereka memasuki restoran tersebut. Seorang pelayan wanita terburu-buru mendatangi mereka berdua dan mengantarkan mereka duduk di salah satu ruangan yang hanya berisikan sebuah meja makan yang di atasnya terdapat lilin yang menyala dengan redup. Kyuhyun membelalakkan matanya melihat apa yang Zhou Mi siapkan untuknya. Mereka makan di luar bukanlah hal yang jarang mereka lakukan, tapi candle light dinner semacam ini?

Kyuhyun menolehkan kepalanya untuk melihat ke arah Zhou Mi yang masih memasang senyum puas di bibirnya karena berhasil membuatnya terkejut dan sekaligus terpesona dengan kejutan yang ia siapkan. "Mimi, untuk apa semua ini?"

"Aku sudah menginginkan hal semacam ini semenjak dahulu. Tapi baru bisa terkabul sekarang." Jawab Zhou Mi dengan sebuah senyum lebar yang terukir di bibirnya. Ditariknya salah satu kursi dan mempersilahkan Kyuhyun untuk duduk.

"Tapi ini dalam rangka apa? Apa kita merayakan sesuatu dan aku melupakannya?" Kyuhyun memandang Zhou Mi yang telah duduk di hadapannya dengan pandangan penuh tanda tanya.

"Bagaimana kalau pembicaraan kita lanjutkan nanti saja? Waktu makan malam sudah kita lewatkan agak lama." Sahut Zhou Mi berusaha mengalihkan perhatian ke hal yang lebih ringan.

"Baiklah! Aku tak ingin otot yang sudah susah payah gege bentuk jadi menghilang karena kita terlambat makan." Ujar Kyuhyun seenaknya. Dia tak suka dengan suasana yang menurutnya terasa sangat 'berat' dan berusaha 'meringankannya' dengan caranya sendiri.

"Hei! Jangan merusak suasana romantis ini Kui Xian!"

"Tapi benar kan?"

"Tidak! Ototku tidak akan hilang hanya karena terlambat makan. Butuh lebih dari itu untuk menghilangkan ototku. Tapi seandainya ototku menghilang sekalipun aku masih kuat untuk mengangkatmu."

"Benarkah? Aku lebih berat dari gege loh! Apa tulang lengan gege yang kecil itu tidak patah saat mengangkatku?" goda Kyuhyun.

"Yah! Cao Gui Xian! Jangan merendahkan kemampuanku!" Zhou Mi sedikit berteriak tak terima. Hei! Walaupun kelihatan kurus dia ini tetap saja seorang lelaki. Dan masalah angkat-mengangkat ini bukanlah hal yang berat untuknya. Tenaganya lebih kuat dari kelihatannya. Dan dia tak habis pikir kenapa Kyuhyun masih saja meragukan kekuatannya. Atau dia hanya menggodanya?

"Arraseo! Arraseo! Ayo makan! Aku tak ingin jatuh besok hanya karena gege jadi lemah karena tidak makan." Kyuhyun terus saja menggodanya.

"Yaks… Aku tak mungkin seperti itu!"

"Hehe…"

Kyuhyun terkikik kecil melihat Zhou Mi yang sedikit terpancing emosinya. Dia bisa mendapatkan kesenangan tersendiri tiap kali dia berhasil mengusik wajah penuh senyum Zhou Mi dan Zhou Mi tak akan bisa marah padanya karena memang saling menggoda seperti ini adalah cara mereka mengungkapkan perasaan mereka.

Tak sampai satu menit kemudian, dua orang pelayan masuk sambil mendorong troli yang penuh dengan makanan. Kyuhyun menelan air liurnya melihat semua hidangan yang sangat meggugah seleranya itu. "Gege berniat membuatku kesulitan mengenakan gaun pengantin itu besok?" tanyanya pada Zhou Mi dengan ekspresi se-innocent mungkin.

"Semua makanan ini akan tercerna saat kamu tidur nanti Kui Xian! Jadi tak mungkin gaun itu tidak muat untuk kamu kenakan besok!" sahut Zhou Mi logis.

"Uh… Yeah… Yeah…" Kyuhyun memutar bola matanya dan mulai memakan makanan yang menurutnya paling menggugah seleranya dan menghentikan percakapannya dengan Zhou Mi. Zhou Mi mengikuti jejak Kyuhyun dan ikut menikmati hidangan di hadapannya. Suasana hening hanya dipecahkan oleh suara denting alat makan.

"Ugh… Aku kenyang sekali gege! Kalau sampai besok gaun itu benar-benar tak muat kupakai, maka aku akan menyalahkan gege!" Kata Kyuhyun sambil menepuk-nepuk perutnya yang sudah terisi penuh makanan. Zhou Mi sama sekali tak merespon kelakaran Kyuhyun dan malah mengatakan hal –tidak-sepenuhnya- berhubungan.

"Masih ada wine. Masih sanggup kah?" tanyanya.

Kyuhyun yang memang Wine addict langsung mengangguk dengan antusias mendengar Zhou Mi menyebutkan minuman kesukaannya itu.

Entah bagaimana cara Zhou Mi memesannya, tapi beberapa saat kemudian seorang pelayan masuk membawakan dua gelas yang sudah penuh berisi wine. Kyuhyun menyambar gelas itu begitu pelayan itu meletakkan gelas itu di hadapannya. Disesapnya minuman penuh alcohol itu dengan nikmat hingga suara ting pelan menarik perhatiannya. Dilihatnya gelasnya sekali lagi, dengan wine yang hanya tinggal sedikit, dia bisa melihat ada sebuah cincin yang tenggelam di dasar gelas. Dialihkannya pandangannya pada Zhou Mi yang masih menikmati winenya sambil menatapnya dalam-dalam. Kemudian dia kembali meminum wine di gelasnya yang hanya tinggak sedikit dan mengambik cincin yang tenggelam di dalamnya. Diamatinya cincin perak sederhana yang memiliki sedikit ukiran itu dengan wajah membelalak lebar. Di bagian dalamnya dia melihat dua huruf yang sangat familiar untuknya. dia bisa membaca dua huruf itu. "MiXian". Nama mereka berdua.

Masih dengan mata membelalak lebar dan wajah setengah tak percaya, Kyuhyun mengalihkan kembali mengalihkan perhatiannya pada Zhou Mi yang juga sedang memandanginya dan duduk gelisah di hadapannya. "Mimi-ge? Ini…." Kyuhyun tak bisa melanjutkan kata-katanya. Ada begitu banyak hal yang ingin dia katakana tapi dia tak tahu harus mulai dari mana.

"Itu cincin pertunangan kita." Sahut Zhou Mi singkat.

"Pertunangan?" Kyuhyub masih saja kehabisan kata-kata dan hanya bisa membeo kata-kata Zhou Mi.

"Yah… Karena pernikahan besok itu semuanya direncanakan oleh orang tua kita, aku merasa masih harus melamarmu dengan semestinya walaupun kamu sudah setuju untuk menikah denganku. Maafkan aku kalau cara melamarku sudah sangat biasa. Aku ingin melakukan hal yang special tapi otakku sama sekali tak bisa diajak berpikir, aku …" Zhou Mi yang gugup mulai meracau dan dia baru bisa berhenti saat sepasang lengan melingkar dengan erat di lehernya. Dia bisa merasakan hembusan nafas Kyuhyun yang panas di tengkuknya.

"Katakan!" ujar Kyuhyun singkat.

"Apa?" tanya Zhou Mi bingung.

"Lamaran…"

"Bagaimana aku bisa mengatakannya kalau kamu memelukku seerat itu dan berdiri di belakangku. Sudah kubilang aku ingin mengatakannya dengan semestinya kan?"

Kyuhyun langsung melepaskan pelukannya pada leher Zhou Mi dan berdiri di depan Zhou Mi yang duduk menyamping. Zhou Mi menggenggam tangan Kyuhyun dan mengambil cincin yang berada dalam genggaman Kyuhyun. Didongakkannya kepalanya mencari mata Kyuhyun.

"Cao Gui Xian, maukah kamu menikah denganku dan menghabiskan sisa hidupmu bersamaku?" tanya Zhou Mi pelan dengan suara dan tatapan mata yang sarat akan keyakinan.

Kyuhyun memandang ke dalam bola mata coklat tua milik Zhou Mid an melihat semua yang diinginkannya di sana. Cinta, kesungguhan, harapan dan kepercayaan. Tanpa disadarinya setetes air mata meluncur dari bola matanya. Dieratkannya genggaman tangan mereka berdua dan mengangguk yakin. "Ya Mimi-ge. Aku bersedia." Jawabnya sambil tersenyum.

Zhou Mi menghembuskan nafa lega dan senyum satu juta watt langsung saja terukir di bibirnya begitu dia mendengar jawaban Kyuhyun. Diselipkannya cincin yang tadi ke jari manis Kyuhyun dan menariknya hingga dia duduk di pangkuannya.

"Terima kasih Kui Xian." Katanya dengan suara yang serak. Lapisan Kristal bening melapisi kedua bola matanya. Kyuhyun meraih wajah Zhou Mid an mengecup kedua kelopak matanya dan berbisik "Jangan menangis."

Zhou Mi melingkarkan lengannya pada pinggang Kyuhyun dan membenamkan wajahnya dalam-dalam pada ceruk leher Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun menyandarkan dagunya pada kepala Zhou Mi dan membelai punggung Zhou Mi. Tak ada suara yang terdengar selain helaian nafas mereka yang berhembus teratur.

"Kui Xian… Hentikan!" kata Zhou Mi di leher Kyuhyun dengan suara yang amat sangat serak.

"Apanya?" tanya Kyuhyun tak paham.

"Belaian tanganmu."

"Wae?" Kyuhyun masih saja tak paham dengan kondisi yang semakin 'mengkhawatirkan'.

"Kita masih ingin pulang kan? Jadi jangan menggodaku."

"Kapan aku menggoda gege?"

"Tadi…"

"Kapan?" Kyuhyun terus membelai punggung Zhou Mi tanpa mengetahui kalau tindakannya itu sudah membangunkan harimau yang tertidur. Zhou Mi yang sedikit kehilangan kendali langsung mendongak dan menangkap bibir Kyuhyun dengan bibirnya dan tangannya bergerak untuk menangkap tangan Kyuhyun. Zhou Mi terus saja melumat bibir Kyuhyun hingga mereka berdua kehabisan nafas.

"Ayo pulang! Sebelum otakku benar-benar kacau dan kita berdua berakhir menginap di sini." Zhou Mi mendorong Kyuhyun menjauh dari pangkuannya dan merapikan bajunya yang sedikit kusut.

Wajah Kyuhyun memerah seketika mendengar kata-kata Zhou Mi. Dia tahu kemana arah perkataan Zhou Mi. Dan sebelumnya dia bukannya tak tahu dengan apa yang terjadi pada Zhou Mi karena dia merasakan hal yang sama. Tapi dia memang tak keberatan jika Zhou Mi memang 'menginginkannya' sekarang.

.

.

Te be ce

.

.