When The Time Talking
Chapter 3
Cast: All Exo Member
Pairing: HunHan, KaiDo, KrisTao, ChanBaek, ChenMin, SuLay – Slight KaiHan ChenLay and other
Other Cast : Bermunculan seiring berjalannya ff ini #Plak (Super Junior Member, Shinee member, SNSD member, f(x) member, DBSK member)
Genre: Hurt/Comfort, Angst, Romance, Friendship
Rate: T
Diclaimer: Semua yang terlibat dalam FF ini adalah murni milik Allah Swt, SMEnt, and his Family. Namun, FF ini adalah murni milik saya.
Warning: Banyak typo dan juga dapat menyebabkan efek samping karena cerita yang mungkin kurang menarik. Genderswicth. Alurnya lama. No Bashing Character! NO COPAS!
Yang gak suka Angst, Genderswitch, silahkan klik 'back' OK :)
...
Happy Reading~~ :D
.
.
"Jadi, kalian belum memberikan keputusannya?"
"Belum, Tao. Kami sangat tekejut mendengarnya. Terutama, aku. Jadi, kami meminta waktu."
"Wae, Luhannie? Aku yakin kalian pasti bisa melakukannya. Percayalah."
"Ini tidak seperti kau membalikkan telapak tangan, Baekhyun. Tapi, terima kasih atas support-nya."
"Kau benar, Lay. Kapan kalian akan memberikan keputusannya?"
"Besok. Aku dan Lay harus memberikan keputusannya besok, karena upacara pelepasan dan penyambutan akan diselenggarakan besok."
"Ugh~ kenapa mendadak sekali? Aku tidak mendengar desas-desusnya."
"Entahlah, Baekkie~"
Luhan, Lay, Baekhyun, dan Tao terdiam. Mereka bergelut dengan pemikiran mereka masing-masing.
"Empat jjajangmyeon untuk empat gadis manis~ silahkan dinikmati, chagii~ ^^"
Teriakan dan kedatangan Sue Jin ahjumma sang pemilik kedai rramyeon memecahkan keheningan di antara empat mahasiswa cantik nan manis itu.
"Whhoooaaa~ akhirnya datang juga." Dengan mata berbinar Baekhyun menatap jjajangmyeon yang sedang ditata oleh Sue Jin ahjumma.
"Makan~ makan~ makan~"
Pletak!
"Aww~ Ya! Ya! Ya! Kenapa kau hobi sekali memukul kepala 'ku, Lay?! Aish, Neo Jinjja!"
"Kau berisik, Tao. Seperti tidak makan berbulan-bulan."
"Ya! Baekkie juga berisik, kenapa kau tidak memukulnya juga, eoh? Kenapa hanya aku?!"
"Hahaha~ kalian akur seperti biasa ya~" Semua menoleh ke arah Sue Jin ahjumma yang masih menata jjajangmyeon pesanan Luhan dan sahabatnya.
"Huh? Apa aku salah bicara?" Sambungnya, melihat reaksi pelanggan tetapnya itu hanya terdiam menatapnya.
"Ahh~ aniyo, ahjumma." Baekhyun yang menjawab diiringi dengan eye smile-nya.
"Jja! Selasai~" Ucap Sue Jin ahjumma setengah berteriak..
"Ahjumma, gomapda~"
"Ne, Luhan. Jja! Jeulgyeojuseyo~ ^^"
"Ne~ Jeulgyeojuseyo~^^"
Setelah Sue Jin ahjumma pergi untuk melayani pelanggannya yang lain, Luhan, Lay, Tao, dan Baekhyun menyantap jjajangmyeon mereka dengan lahap. Sebenarnya, sudah menjadi rutinitas mereka setiap sore untuk berkumpul dan makan bersama di kedai rramyeon milik Sue Jin ahjumma. Meskipun itu adalah kedai rramyeon, tidak jarang mereka –terutama Baekhyun dan Tao– memesan kimchi, ddeokbokki, bibimbap, gimbap, bulgogi, galbi, dan makanan lain selain jjajangmyeon. Tentu saja, Sue Jin ahjumma dengan senang hati membuatkannya. Ia sudah menganggap Luhan dan sahabatnya seperti anaknya sendiri. Pelanggan yang lain? Ahh~ Luhan, Lay, Baekhyun, dan Tao berada di dalam rumah pemilik kedai tentu saja. Tetapi, untuk sore ini mereka berada di kedai Seu Jin ahjumma karena hanya memesan jajangmyeon.
.
.
"Ahh~ gamsahamnida, Suho-ssi. Mianada, telah merepotkan 'mu."
"Gwenchana, Siwon sunbae."
"Sebenarnya, aku merasa sangat bersalah tidak dapat memenuhi permintaan pihak universitas untuk pertukaran pelajar."
"Tidak perlu difikirkan, sunbae. Aku yakin Soo Man seosaengnim memakluminya."
"Hahh~ Geuraeyo~ Aku percaya pada 'mu, Suho-ssi."
"Ne. Gamsahamnida, Sunbae. Aku tidak akan mengecewakan sunbae dan terutama Soo Man seosaengnim."
"Ne. Ah~ jangan lupa beritahu pada Kris-ssi. Kalian berdua yang akan mewakili pertukaran pelajar untuk jurusan Drama/Theatre dari Seoul Institute of Arts."
"Ne. Akan saya sampaikan, sunbae."
"Jja! Aku pergi dulu. Hwaiting!" Siwon langsung melesat pergi meninggalkan Suho.
"Ne, hwaiting sunbae!" balas Suho dengan setengah berteriak karena Siwon –sunbae Suho– sudah jauh.
Sejenak Suho memandang kepergian sunbae yang sangat dikaguminya. Bagaimana tidak? Choi Siwon, mahasiswa tingkat akhir yang sudah memenangkan berbagai macam kompetisi drama dan acting, menjadi trainee SM entertainmaent –salah satu production house/agensi– yang sangat terkenal dengan kesuksesan para artisnya yang berada di bawah naungannya dan tidak lama lagi ia akan debut, kemudian sifatnya yang ramah dan sopan. Tentu saja, Suho mengaguminya. Meskipun, Suho tidak kalah berbakatnya dengan Siwon. Suho sudah memenangkan berbagai macam kompetisi drama. Hanya saja Suho belum menjadi trainee dari perusahaan manapun. Belum bukan berarti tidak 'kan? Untuk saat ini, ia ingin fokus pada pendidikannya dan menabung untuk masa depannya.
Puk!
Suho yang merasa seseorang menepuk bahunya kemudian menoleh.
"Ah~ Kris. Kau membuat 'ku terkejut."
"Bagaimana keputusannya?" tanya Kris to do point.
"Aku yakin kau sudah tahu jawabannya, Kris." Jawab Suho.
"Ok. Kapan kita berangkat?"
"Upacara pelepasan dan penyambutan akan dilaksanakan lusa. Sebaiknya, kita persiapkan semua yang kita butuhkan sekarang, Kris."
"Ne, kajja."
Kris dan Suho berjalan beriringan menuju asrama mereka. Tidak ada percakapan yang berarti di antara mereka.
"Suho."
"Hm?"
"Berapa lam––"
"Aww~ appo~ Sehunnie~"
Kris merasa familiar dengan suara rengekan tersebut. Kemudian, ia menoleh menyapukan pandangannya ke kanan dan ke kiri untuk mencari dari mana suara itu berasal.
"Waeyo, Kris?" Suho yang penasaran kenapa sahabatnya tidak jadi berbicara, memutuskan untuk bertanya.
"Kau dengar suara itu?"
"S-Suara apa, Kris? Kau jangan membuat 'ku takut."
Kris yang merasa aneh dengan jawaban Suho, kembali menatap Suho.
"Aish! Bukan itu yang 'ku maksud. Kau terlalu parno, Junmyeon." Kris kembali mencari si pemilik suara rengekan tadi.
"Ya! Buang pikiran kotor 'mu dan Berhenti memanggil 'ku seperti itu, Kai! Atau –"
"Ne, ne. Lebih baik kita siap-siap untuk lusa. Karena, aku yakin kita akan lama di sana."
"Ahh~ benar dugaan 'ku."
Twit!
"Aww! Suho! kau mencubit 'ku terlalu keras!" Kris menggenggam tangan Suho yang sebenarnya tidak sengaja mencubit lengan Kris karena takut.
"Apa maksud 'mu dugaan 'mu benar, huh?!"
"Aish! Itu bukan suara hantu, Junmyeon."
"Lalu?"
"Lihat ke arah jam 2. Itu Kai dan Sehun." Kris menunjuk ke tempat yang ia maksud. Suho mengikuti arah pandang dan tangan Kris.
"Astaga, Kris! Kau membuat 'ku takut."
"..."
"Kris?" Merasa tidak mendapatkan respon dari Kris, Suho kembali menatap Kris.
"Lepaskan tangan 'mu, Junmyeon."
"..."
"Kau tahu, itu sangat sakit."
"Aigoo~ mianhae, Kris. Hehe, tadi aku takut, jadi tidak sadar sudah mencubit 'mu." Kris memutar bola matanya malas seraya mengusap lengannya yang terlihat memerah.
"Kau saja yang terlalu parno. Kita hampiri mereka."
"Ne, kajja."
.
.
Trang~
Tap
Trang~
Trak! Greb!
"Eonnie, bagaimana kalau kaleng ini mengenai kepala 'ku, eoh? Kalau aku tidak menghindar, mungkin akan ada gundukan di dahi 'ku."
"Huh?"
"Kau melamun, eonnie."
"A-ah~ jeongmal mianhae, Kyungie-ah. Aku tidak tahu kalau kau berada di sana."
Yeoja yang di panggil Kyungie terkekeh kecil mendengar alasan yang dilontarkan oleh yeoja imut di hadapannya itu.
Merasa tidak dihiraukan, yeoja imut itu bertanya dengan sedikit dingin.
"Apa ada yang lucu Do Kyungsoo?"
"Hahaha~ jangan marah, eonnie. Aku hanya sedang berfikir."
"Huh? Kau sedang memikirkan apa, Kyungie?"
"Aku sedang bertanya-tanya, kenapa eonnie 'ku yang imut ini bisa semurung ini?"
"Hahhh~ aku malas membahasnya, Kyungie." Ucap yeoja imut itu sambil berlalu.
"Ya! Eonnie. Ayolah~ beritahu aku~ baozi eonnie" Rajuk Kyungsoo seraya mengekor di belakang yeoja imut itu. Persis seperti anak ayam.
"Ya..ya.. Baiklah. Tapi, sambil jalan saja ya? Hhmm, supaya kita bisa langsung pulang. Ini sudah sore."
"Ne. Gwenchanayo. Jja! Ceritakan apa masalah 'mu, eonnie?"
"Ada syaratnya. Panggil aku Xiumin eonnie! Bukan Baozi eonnie! Arraseo!"
"Hahaha~ ne, arraseo..arraseo.."
"Kau pasti sudah mendengar gosip-gosipnya 'kan?" Tanya Xiumin memulai.
"Gosip? Gosip yang mana?"
"Luhan dan Lay."
"Jadi, itu semua benar?"
"Hhh~ mereka memang tidak bersalah sebenarnya. Donghae sunbae dan Eunhyuk sunbae yang memilih mereka, dan semua kepengurusan Himpunan Jurusan menyetujuinya." Keluh Xiumin.
"Kemampuan mereka memang tidak bisa dikatakan biasa-biasa saja." Sambung Xiumin.
"Kemampuan 'mu juga tidak biasa-biasa saja, eonnie. Jangan merendah seperti itu."
"Hahh~ tapi tetap saja aku kalah dibandingkan dengan mereka berdua."
"Kau ingat tidak saat kau memenangkan posisi ketiga saat kompetisi di Qingdao China? Itu sudah membuktikan kalau kau memang mampu. Bahkan, Luhan-ssi saja menduduki posisi keempat. Ya... meskipun Lay-ssi mendapatkan posisi kedua." Jelas Kyungsoo panjang lebar.
"Aigoo~ Kyungie~ Kau juga harus ingat. Saat itu kalau Lay tidak sedang cidera pinggul, mungkin ia bisa mendapatkan posisi pertama (juara umum). Kalau Luhan, saat kompetisi itu ia sedang tidak sehat. Dalam keadaan seperti itupun, mereka dapat meraih posisi yang cukup memuaskan. Apalagi, kalau dalam keadaan baik-baik saja." Jawab Xiumin tidak kalah panjangnya.
"Dan mereka sudah membuktikan itu saat kompetisi di Cheongdam." Lanjut Xiumin semakin memelankan suaranya.
"Kalau begitu, buat saja mereka sakit terusnya. Kkk~" Usul Kyungsoo dengan kekehan kecilnya.
"Mwoya?! Aku tidak ingin menggunakan cara kotor seperti itu, Kyungie." Xiumin menatap horor pada Kyungsoo yang hanya terkekeh melihat reaksi sahabat yang sudah dianggap kakak kandungnya.
"Hahaha~ eonnie aku hanya bercanda. Just kidding~ Don't get it wrong."
"Bercanda 'mu tidak lucu, Kyungsoo."
"Hey, Don't be upset. Come on. Tapi, kalau kau ingin melakukannya juga tidak masalah,"
"Lupakan! Sebaiknya kita segera pulang. Sepertinya akan turun hujan. Kajja." Tanpa menunggu persetujuan siempunya tangan, Xiumin langsung menarik tangan Kyungsoo. Kyungsoo? Tentu saja ia berjalan sedikit terseret-seret.
'Apa aku harus melakukan apa yang dikatakan Kyungsoo? Eotteohkhae?' Lirih Xiumin dalam hatinya. Tentu saja Kyungsoo tidak dapat mendengarnya.
.
.
"Jadi, Chen-ssi yang akan menggantikan posisi ketua himpunan jurusan Vocal Music?"
"Yup."
"Dan kau ditugaskan untuk menjadi wakil ketuanya?"
"Yup. That's Right, Tao."
"Aigoo~"
"Ada apa dengan 'mu, Tao? Sepertinya kau tidak menerima kenyataan itu?"
"Ya! Baekkie, kalau Chen-ssi menjadi ketua aku percaya, kemampuannya tidak perlu diragukan dan satu lagi.. Suaranya mampu membuat bulu kuduk 'ku berdiri. Tetapi, kalau wakilnya kau...emmh... aku tidak yakin." Papar Tao. Sepertinya dari hati.
Trak!
"Ya! Ya! Apa maksud 'mu kau tidak yakin,eoh?! Kau meragukan kemampuan 'ku, huh?! Aish, Neo!" Baekhyun yang kesal dengan kata-kata Tao yang seolah-seolah meragukan kemampuannya menjadi wakil Himpunan Jurusan sementara, meletakkan sumpit untuk makan jajangmyeon-nya dengan 'sedikit' keras.
"Kalian bisa diam tidak!" Itu pernyataan, bukan pertanyaan kalau kalian mendengarnya dengan seksama. Karena Lay mengatakannya dengan penekanan disetiap katanya dan menatap tajam Baekkie dan Tao.
Baik Baekhyun maupun Tao langsung terdiam. Lay sedang dalam mood yang benar-benar –Ugh~ mungkin terburuk. Ya, mungkin Lay malu. Bagaimana tidak, sekarang seluruh pengunjung di kedai itu menatap ke arah meja mereka dengan berbagai macam tatapan. Marah sudah pasti karena terganggu dengan suara sumpit dan teriakan Baekhyun.
"Ehem. Bagaimana dengan jurusan 'mu, Tao? Siapa yang akan diutus untuk mewakili?" Tanya Luhan mengalihkan keadaan yang sempat hening dan canggung, tentu saja sebelumnya Luhan telah membungkuk di tempatanya meminta maaf kepada pengunjung yang merasa terganggu.
"Hm.. Untuk hal itu, tentu saja ketua Himpunan Jurusan. Sulli-ssi dan Changmin oppa. Dan yang menggantikan posisi ketua dan wakilnya Yoona-ssi dan Chany––"
"OMMONA! Baekki! Tiang listrik berjalan datang! Cepat sembunyi! Kyaa~~"
"Ya! Jangan keras-keras panda bodoh! Nanti ketahuan! Kyaaa~ bagaimana ini?!"
"Ya! Kau juga berteriak, bacon!"
"Aku berteriak karena kau berteriak, panda!"
Lay dan Luhan hanya mengerutkan alis mereka melihat tingkah sahabat mereka. Luhan dan Lay kemudian yang penasaran mengikuti arah pandang Baekhyun dan Tao.
'Ah~ ternyata dia.' Batin mereka berdua.
"Yo~ Putri Baekhyun yang manis, aku datang. Ternyata kita sehati, chagi. Kkkk~"
Deg!
Suara berat khas namja menyapa pendengaran Baekhyun dan Tao yang sedang sibuk histeris. Lay dan Luhan tentu saja sudah tahu suara itu.
"Kyaaaa! Lariiiiiiii~ Tao/Baekkie!" Baekhyun dan Tao sama-sama teriak dan langsung melesat pergi.
"Hey! Kenapa kalian pergi!" Teriak namja tinggi itu.
"Sudahlah, percuma kau mengejarnya. Dia tidak akan tertarik pada 'mu kalau kau terus bersikap seperti itu padanya." Lerai Lay.
"Huh?" Namja tinggi itu terlihat bingung dengan apa yang Lay ucapkan. Jadi, ia hanya menatap Lay dengan tatapan bertanya.
"Duduklah. Aku tahu kau menyukai Baekhyun." Ajak Luhan.
"Ahh~ ne. Gamsahamnida." Namja tinggi itu akhirnya paham arah pembicaraan Lay dan Luhan. Ia duduk di tempat yang sebelumnya ditempati oleh Baekhyun dan Tao dan berhadapan dengan Lay dan Luhan
Sebelum memulai, Namja tinggi itu terkekeh sebentar, dan jika Luhan dan Lay perhatikan dengan seksama terlihat semburat merah tipis di wajah namja tinggi itu.
"Park Chanyeol imnida." Namja itu –Chanyeol memperkanalkan dirinya.
"Luhan imnida."
"Lay imnida."
"Ah~ ne aku sudah tahu. Hehe."
"Kau sudah tahu kami?"
"Sahabat Byun Baekhyun. Katakan kalau aku tidak salah." Ucap Chanyeol percaya diri dan jangan lupakan senyum 3 jarinya.
"Ne, kau benar." Jawab Luhan singkat.
"Kau menyukai Byun Baekhyun?"
"Sangat kentara, ya? Ck, aku memang suka ahh~ ani..ani. 'Ku rasa aku mulai mencintainya." Aku Chanyeol diiringi kekehan kecil.
"Huh? Secepat itu 'kah kau katakan kau mencintai seseorang, lalu mengatakannya pada orang lain?"
"Huh? Apa ada yang salah dengan itu?"
"Cih, semua laki-laki sama saja."
Sret!
Tap
Tap
"Hey, kenapa kau pergi? Apa aku melakukan kesalahan?" Lay pergi begitu saja meninggalkan Chanyeol yang sangat bingung dengan sikap Lay pada dirinya dan Luhan yang juga menunjukkan raut wajah terkejut, tidak menyangka reaksi Lay akan seperti itu.
'Ck, saat ini ia memang sangat sensitif. Hhh~'
"Hey, ada apa dengan sahabat 'mu itu?" Chanyeol masih tidak mengerti apa yang terjadi.
"A-ah~ Hmm.. Chanyeol-ssi, maafkan Lay. Sebenarnya, yang baru saja terjadi bukanlah sifat Lay. Hm~ mungkin ia sedikit lelah. Ya, begitulah." Luhan mencari alasan agar Chanyeol tidak salah paham dengan sikap Lay.
"Aigoo~ jangan terlalu formal pada 'ku, ne? Panggil saja Chanyeol. Hhm~ dan untuk sahabat 'mu, mungkin aku yang salah. Aku juga minta maaf, ne?"
"Geurae~ Kalau begitu, aku pulang dulu, Chanyeol. Annyeong~"
Luhan langsung melangkahkan kakinya keluar dari kedai. Agak sedikit terburu-buru. Ia khawatir dengan Lay dan yang lain.
'Huft~ aku jadi pulang sendiri~'
.
.
Splassshh!
Ctarr!
Kilatan cahaya dari langit kemudian disusul setelahnya suara petir yang sangat menggelegar memekakkan telinga semua orang yang mendengarnya.
Sudah dipastikan hujan deras akan mengguyur kota Seoul dan sekitarnya.
"Eonnie, aku sudah lelah. Ayo, kita pulang~ jeball~"
"Cih, tubuh saja yang tinggi tapi tidak ada staminanya."
"Aish! Ini berbeda, eonnie. Kita sudah menstalker dia lebih dari 2 jam yang lalu. Aku lelah, eonnie. Dan Sepertinya akan turun hujan."
"Kalau kau takut, kau boleh pulang."
CTARRRR!
"Kyaaaaaaa!" Teriakan yeoja terdengar sangat nyaring dari balik sebuah pohon besar. Petir kembali menyapa.
"Aish! Jangan berteriak, Choi Sooyoung!"
"T-tapi a-aku takut, eonnie." Hanya cicitan yang dikeluarkan yeoja bernama Sooyoung itu. Tapi, masih terdengar oleh yeoja yang dipanggil eonnie di depannya.
ZZZRRAASSHH
Hujan 'pun turun membasahi tanah Seoul. Malam yang dingin semakin mencekam dengan hadirnya hujan.
"Eonnie, ayo kita pulang. Kau sudah menemukan kelinci percobaan 'mu 'kan? Jadi, ayolah~ kita lanjutkan besok." Rajuk Sooyeong dengan tubuh yang sudah basah kuyup.
"..."
"Eonnie, tolong dengarkan aku. Kelinci percobaan 'mu sudah kau temukan dan ternyata ia berada satu jurusan dengan 'mu. Jadi, kau lebih mudah menyelidikinya, bukan? Maka dari itu, besok saja kita lanjutkan pengintaian kita." Rajuk Sooyeong lagi dengan terbata akibat menggigil kedinginan.
"Kau benar, Youngie. Ayo kita pulang. Besok kita lanjutkan lagi." Yeoja itu berjalan dengan angkuhnya meskipun di bawah guyuran hujan dengan Sooyoung mengekor di belakangnya.
'Akan kau rasakan akibatnya kelinci manis. Tidak akan lama lagi.'
.
.
TBC
(A/N):
Huwaahhhhh~~~~~! Maaf kalau tidak sesuai harapan #deepbow
Hanya ingin menuangkan ide cerita yang terlintas di pikiran saya. Dan saya sedang dalam masa-masa tegang. PPLK1 menanti.
Maaf juga update-nya kelamaan.
Yang sudah mampir dan mau baca, Jeongmal Gamsahabnida.. Xie Xie Ni Men.. :)
Kalian bisa panggil aku Chingu, Eonnie, atau Noona atau Dongsaeng karena aku 92line :)
Sorry for typo. Langsung update soalnya. RnR :)
Big Thanks to:
Love HunHan, baconeggyeol, , BabySuLayDo, Sari Nur hanifah, rinie hun, putri, blue minra, tiikaaa, sari2min, ciiiiiu, NanaFujoshi, Jin Ki Tao, Chan, Yoon Min Ra, Tania3424, Kwon Ji-Fen, BaconCinta Telor, yuliafebry, Jung Jisun, Nezta, Zhiekyu, Rachigesuka, Bleeze Hunter, .
Tiikaaa, lisnana1, Rin Rin Kim ChenMin EXOtics, 0312luLuEXOticS, baconeggyeol, Han Ri rin, BabySuLayDo, Dian haniehunie, ICE BLOCK, Riyoung Kim
Pay pay :) Jongmal gamsahamnida untuk yang disebut di atas, dan siders yang belum mau review :) ..
Maaf aku belum bisa review. Tapi seirus, aku sangat senang dengan review yang membangun darikalian :)
Insayaallah chapter depan akan aku balas review kalian. :)
