Don't look back and leave. Don't find me again and live (on). Because I have no regrets from loving you, take only the good memories. I can bear it in some way. I can stand in some way. You should be happy if you are like this. I become dull day by day. Oh girl I cry, cry. You're my all.

.

.

.

Main Cast : still HaeHyuk, antagonis Jessica and other pair in Super Junior dorm.

Genre : hurt/comfort and romance

Rate : still T in this chap

Warning : no sho-ai because in this fict an uke as a yeoja. Super Junior tetap eksis dengan all seme members plus Shinshin oppa. Typo,bahasa yang tidak sesuai kaidah, dan ide cerita yang sangat familiar bagi para reader. Karena bagaimanapun, Key masih newbie di sini. So, DON'T LIKE? Just DON'T READ.

Disclaimer : oppadeul just a human who lived in ELF's heart

Summary : Lee Donghae, namja pabo itu akhirnya menyadari kalau semua yang dilakukannya terhadap sang istri adalah hal yang salah. Tapi, apakah dia mulai merasakan perasaan yang sama seperti apa yang dirasakan oleh istrinya itu? Molla-yo.

.

.

.

^^Is That True by Cho Yeong Gi^^

Chapter 4

.

.

.

^Eunhyuk POV^

.

"Eomma, apa kabar?. Anni-ya Eomma. Aku ini kuat, aku takkan meninggal seperti ini hm? Eomma, mianhaeyo. Pernikahan yang kau harapkan padaku, pernikahan yang bahagia dan indah dengan pendamping hidupku, pernikahan itu tak berjalan lancar Eomma. Eomma, apa aku harus mempertahankan pernikahan ini? Sesak sekali Eomma, sangat menyakitkan menjadi istrinya. Eomma, eotteokhae?"

Aku kini berada di hadapan makam Eomma ku. Hanya Eomma yang selama ini kumiliki, dan hanya Eomma pula lah alasan aku kuat sampai saat ini.

Aku memang pergi dari rumah sakit, meninggalkan kehidupanku yang menyesakkan di sisi suami ku itu. Lebih baik begini menurutku, karena semakin lama aku akan semakin sakit jika berada di sisi nya lebih lama lagi. Kini malam pun telah menjelang, aku masih berada di makam Eomma ku. Sungguh, aku membutuhkan nasihat nya, aku membutuhkan semua kebijakkan yang dimiliki Eomma. Eomma, apa yang harus kulakukan untuk menghadapinya.

0o0o0o0o0

"Annyeong Eomma, aku sudah memutuskannya Eomma. Aku harap ini semua adalah keputusan yang tepat, dan aku harap Eomma tidak kecewa karena keputusan ku ini. Mianhamnida Eomma, aku anak yang tak berbakti" ku usap makam Eomma, ya, aku sudah memutuskan sesuatu. Suatu hal yang entah nanti akan aku sesali atau tidak, tapi saat ini, keputusan inilah yang terbaik.

.

^Normal POV^

.

Seorang yeoja berambut pirang sepunggung sedang menatap langit biru yang terpampang di langit sang maha kuasa, langit yang menggambarkan keabsolutan sang pencipta dalam menciptakan apa yang dikehendakinya itu.

Tersenyum sekilas dan menghirup udara yang disediakan dengan sangat berlimpah oleh sang pencipta, keputusan yang sebelumnya sudah ia buat sudah ia lakukan. Hanya satu langkah lagi agar ini semua selesai.

"Yoboseyo" sapa gadis itu dari i-phone yang digenggamnya.

"MWO? Eunhyuk-ah! Aigoo, akhirnya kau menelpon ku, kau kemana saja? Apa kau baik-baik saja? Kemana kau selama dua minggu ini? Kenapa kau tak mengabari ku?" pertanyaan beruntun keluar dari mulut seorang namja yang menerima panggilan dari Eunhyuk itu.

"Kau, tak perlu tahu apa yang kulakukan selama dua minggu ini. Ada hal penting yang akan kusampaikan padamu Lee Donghae-sshi." Eunhyuk menarik nafas pelan kemudian melanjutkan "Kita bercerai saja ya Lee Donghae-sshi, aku sudah mengurus surat perceraian kita dan mungkin sebentar lagi surat itu berada di tangan mu Lee Donghae-sshi." Ucap Eunhyuk tenang, walaupun begitu, ini hanyalah kamuflase. Tak disadarinya, hatinya kini hancur berkeping-keping. Ternyata melepas namja itu amat sulit untukknya dibandingkan dengan tersiksa bersamanya seperti selama ini yang ia rasakan.

"MWORAGO? Mora guyo Eunhyuk-ah?" hanya itulah respon terbaik yang dapat diberikan oleh Donghae yang sangat shock mendengar sang istri yang tiba-tiba menelponnya setelah selama ini dicarinya dan tak bisa dihubunginya itu. Dan kabar baik yang diterimanya adalah dia akan diceraikan? Bad news!

"Ne, kita bercerai. Dan setelahnya kau bisa kembali pada yeoja chingu mu itu. Annyeong Lee Donghae-sshi" setelah berujar seperti itu, Eunhyuk langsung mematikan handphonenya seperti dua minggu terakhir dan mencabut baterai handphone nya itu.

.

^Donghae POV^

.

Apa maksud ucapannya barusan? Apa maksud dari semua perkataannya tadi? Biarpun selama ini aku menyakitinya, aku tak ingin dia bercerai denganku. Aku… apa aku ini manusia? Aku… bisa menyakiti seorang yeoja berhati lembut yang selalu tersenyum padaku sampai sedemikian rupa? Aigoo~ aku harus apa? Apa yang harus kulakukan? Ah! Aku harus bertemu dengannya dan membicarakan ini semua, tapi aku harus mencarinya kemana? Bahkan sampai sekarang aku tak mengetahui ia ada di mana! Manusia macam apa aku ini?.

.

^Eunhyuk POV^

.

Hari ini tepat hari ke-21 aku menetap di Busan, kota kelahiran ku yang sudah lama tak ku kunjungi ini. Kini aku sedang menatap langit mendung kota ku ini.

"Aishh, apa harus hujan di saat seperti ini? Jebal, jangan hujan dulu kalau tidak aku akan terlambat nanti, kasihan anak-anak itu nanti" mohon ku pada sang langit agar tak melimpahkan muatannya itu. Aku pun berjalan dengan tergesa-gesa, aku harus tiba secepatnya di panti asuhan. Panti asuhan? Ya, selama ini aku bekerja di sana, mengasuh anak-anak yang sudah tak memiliki orang tuanya lagi. Belum ada setengah perjalanan yang ku tempuh, hujan pun sudah turun dan membasahi semua yang dapat dijangkaunya itu, tak terkecuali tubuhku ini.

Terburu-buru mencari tempat berlindung, aku tak memperhatikan jalan yang kulalui. Akibatnya kini aku terjatuh di atas jalanan beraspal itu, aish sepertinya kaki ku terkilir.

"Eh? Hujannya berhenti?" Tanya ku bingung saat aku tak merasakan setetespun air hujan yang sedari tadi menerpa tubuhku, ku angkat kepalaku untuk melihat kelangit hitam di atas sana. "Hng? Payung?" respon ku singkat saat menyadari kalau aku dipayungi oleh seseorang, tapi…

"Untunglah, aku dapat menemukan mu Eunhyuk-ah" namja ini… dia… "Jangan pergi lagi, jangan buat aku kacau seperti ini lagi, kumohon pulanglah bersama suami mu yang bodoh ini" ne, dia yang menjemputku, calon mantan suamiku.

"Kenapa kau di sini? Dhunada!" teriakku kesal. Aku menatap wajahnya, sejenak aku tertegun melihat keadaannya. Ia nampak kacau, sangat kacau dan terlihat sangat menyedihkan.

"Jaebal. Eunhyuk-ah, jangan pergi dariku dengan cara seperti ini" ucapnya lagi memohon, dan… apa tadi yang ia katakan Eunhyuk-ah? Apa aku bermimpi?

.

^Normal POV^

.

Semenjak mendapat surat perceraian itu, keadaan Donghae sangat kacau. Tidak, semenjak yeoja yang berdiri di hadapannya ini menghilang dari rumah sakit sejak tiga minggu yang lalu kehidupannya menjadi sangat kacau. Dan, saat ia mendapat surat perceraian itu, Donghae bagai kehilangan sesuatu dari hidupnya. Pikirannya kacau, dan dia lebih sering menyendiri di kamar yang selalu ditempati oleh Eunhyuk. Pekerjaannya sangat terbengkalai, namun ia tak memikirkannya lagi. Hingga kini, surat perceraian itu tak pernah ia buka. Donghae tak mau menanda tangani surat perceraian itu. Saat ini, yang diinginkannya hanyalah bertemu dengan Eunhyuk, yeoja yang selama ini selalu disakitinya. Saking kuatnya keinginannya itu, ia tak mempedulikan siapapun bahkan Jessica pun diacukannya. Bagi Donghae, tak ada hal yang lebih penting dibandingkan bertemu dengan Eunhyuk.

Sementara itu, Eunhyuk hanya menatap nanar wajah namja dihadapannya itu. Selama tiga minggu ini Eunhyuk sibuk mengubur lukanya dalam-dalam dengan cara menyibukkan dirinya di panti asuhan. Menyakitkan memang, mencintai suamimu dengan sepenuh hati namun tak berbalas. Dan tadi saat betemu dengan Donghae, perasaan cinta dan kasihnya yang selama ini tak mampu terkubur dengan sempurna membuncah keluar tak tertahankan oleh apapun. Tak terbendung lagi. Ne, dia memnag bodoh. Kini dengan mudahnya dia menerima Donghae kembali. Donghae yang selama ini menyakitinya dan tak mencintainya itu.

.

^Eunhyuk POV^

.

Aku memang telah kembali lagi pada suamiku. Aku senang karena dia tak lagi kasar padaku. Biarpun kami tak seperti pasangan suami-istri biasanya. Namun aku sudah cukup senang dengan keadaan ku sekarang. Donghae telah memperbolehkan ku memanggilnya tanpa embel-embel sshi lagi. Hubungan kami pun membaik, dan aku yakin suatu saat nanti Donghae akan mencintaiku. Kali ini aku tak boleh menyerah, aku harus berjuang dengan seluruh kemampuan ku.

.

^Donghae POV^

.

Aku dan Eunhyuk sudah berbaikan kembali, sudah dua bulan lamanya dan kini setiap harinya aku dapat melihat kebaikannya satu persatu. Namun, aku masih tidak bisa berpaling dari Jessica.

"Oppa!" sapa Jessica saat aku sudah selesai berlatih dan akan segera pulang ke rumahku.

"Eh, chagiya? Kebetulan, aku baru saja ingin memberitahukanmu sesuatu. Aku ingin mengajakmu makan malam, malam ini. Bagaimana?" tanyaku lembut sambil membelai lembut rambutnya itu.

"Anni-ya, aku tak bisa oppa." Tolaknya yang membuatku bingung, biasanya ia tak pernah menolakku seperti ini.

"Geurae-yo? Waeyo chagiya?" tanyaku tak percaya.

"Uhm, aku ada janji dengan appa, mianhae oppa" jawabnya

"Ah, ne araseo" setelah berujar demikian Jessica pamit padaku dengan alasan ia sudah dijemput oleh appanya. Aissh, padahal aku sudah menyiapkan sebuah tempat makan di sebuah restoran mewah untuk kami berdua. Sayang kan jadi nya, humm, apa kuajak Eunhyuk saja ya?.

"Eunhyuk-ah? Berdandanlah, sebentar lagi aku akan menjemputmu di rumah, kita kencan" hanya itulah kata-kata yang ku ucapkan saat menelpon Eunhyuk.

.

^Normal POV^

.

"Eunhyuk-ah, aku sudah di depan rumah, keluarlah. Khajja" setelah mengatakan itu, tak lama kemudian Eunhyuk sudah tiba di tempat Donghae memarkirkan mobilnya. Donghae sempat terpesona saat melihat Eunhyuk dengan dress hitam selutut disertai dengan dandanan yang natural. Berulang kali Donghae menatap Eunhyuk malam itu, menatap dengan intens dan tak berpaling sedikitpun dari Eunhyuk yang sangat anggun malam itu.

"Donghae-ya? Gwaenchana? Apa ada yang salah dengan ku?" Tanya Eunhyuk bingung karena ditatap sedemikian rupa oleh Donghae.

"Anni" jawab Donghae singkat serta kembali fokus ke jalanan yang sedari tadi dilalui olehnya dengan mobilnya. Biarpun Donghae menyangkal, namun berkali-kali ia mencuri pandang ke arah Eunhyuk yang sedang sibuk membaca buku bacaannya.

"Ah, ne… kita mau kemana Donghae-ya?" Tanya Eunhyuk tiba-tiba dan membuat Donghae kaget karena ketahuan sedang memandangi Eunhyuk, muka namja itu merona malu.

"Ki-kita makan di restoran saja ya malam ini?" Tanya Donghae gugup.

"Oh, tak apa sih. Tapi menurutku lebih nyaman makan di warung pinggiran jalan saja, makanannya enak-enak dan lebih murah. Kalau boleh jujur sih, restoran bukan gayaku. Tapi… tak apalah jika sesekali…" ujar Eunhyuk santai 'sesekali dengan suamiku' tambah Eunhyuk di dalam hatinya.

Merekapun kini telah sampai di restoran yang dipesan oleh Donghae, sebuah restoran klasik nan mewah. Selama makan mereka bersenda gurau dan mengobrol ringan. Banyak sekali yang mereka bicarakan. Tapi… itu semua terhenti saat Donghae melihat Jessica sedang bercanda mesra dengan seorang namja. Donghae pun segera menghampiri Jessica dan namja itu.

"Jung Jessica." Panggil Donghae dingin "Apa maksud dari semua ini? Kau ada urusan dengan appa mu huh? Oh jadi namja yang usianya tak sampai 30 tahun ini adalah appa mu? Kau bergurau denganku Jung Jessica" desis Donghae kesal.

"Dangshin! Jangan berlaku kurang ajar dan kurang sopan seperti ini pada tunanganku. Arra?" peringat namja itu kesal.

Eunhyuk yang melihat itu, segera menghampiri Donghae.

"Asal kau tahu oppa, aku ini butuh kepastian. Dulu saat kau baru menikah dengan yeoja itu" tunjuk Jessica pada Eunhyuk "Harapan untukku masih ada, namun beberapa bulan ini kau bersikap dingin pada ku! Kau pikir wanita macam aku tak butuh kepastian? Aku butuh kejelasan!" maki Jessica tanpa perlu melakukan pembantahan atas tudingan Donghae, ia sudah terlalu muak jadi simpanan Donghae. Biarpun ia yang pertama menjadi kekasih Donghae tapi yang menjadi istri pertama Donghae adalah Eunhyuk.

"Neo! Chongmal ch'isahada!" maki Donghae tepat di hadapan muka Jessica kemudian menampar muka yeoja itu dan berlalu dari tempat itu dengan amarah yang berlebih. Eunhyuk yang berniat mengejar Donghae namun ditahan oleh Jessica.

"Waeyo?" Tanya Eunhyuk bingung.

"Kau tak akan pernah mendapatkannya!" ujar Jessica ketus.

"Huh? Jjok phallineun jul jom arara!" balas Eunhyuk dan berlalu dari tempat itu untuk mengejar Donghae. Namun, Eunhyuk tak menemukan mobil Donghae, nampaknya Donghae telah meninggalkan Eunhyuk.

0o0o0o0o0

"Chagiya? Jadi maksudmu, aku ini hanya selingan? Ok! Pertunangan kita, dibatalkan saja. Aku tak mau menerima kau sebagai istriku, karena kelakuanmu tak secantik wjahmu." Namja itu meninggalkan Jessica. Kini Jessica karmanya karena ia telah bersika dengan sangat 'baik'.

0o0o0o0o0

.

^Eunhyuk POV^

.

"Annyeong, Hankyung-oppa? Mianhamnida aku mengganggumu, apa Donghae-ya ada bersama mu?"

"Annyeong, Yesung-oppa. Apa Donghae-ya menghubungimu?"

"Yoboseyo Kang In-oppa. Ini aku Eunhyuk, apa Donghae-ya denganmu?"

"Yoboseyo, mianhamnida aku mengganggumu Shindong-oppa, tolong bantu aku menemukan Donghae-ya"

"Siwonnie. Apa Donghae pergi bersama mu?"

"Mimi-ya, aku harus bagaimana?"

"Kyuhyunnie… aku tak bisa menemukan Donghae. Bagaimana ini?"

Satu persatu teman-teman Donghae kuhubungi, tak ada satu pun yang tahu kemana Donghae-ya pergi. Donghae-ya tak ada di rumah maupun dorm Super Junior. Semuanya pergi mencari Donghae, termasuk aku. Tapi kami belum berhasil menemuinya. Aedo kajyo. Hae-ya, kau dimana?

.

.

.

TBC

.

.

.

I'm back readers-sshi! Balik dari keterpurukan. Terpuruk karena ngeliat flame yang bilang kalau ff Key ini lebay, murahan dan banyak ditemui di sinet indo.

Uhm, asal kamu tahu ya No Name-sshi mian kalau emang ff ini mengecewakan kamu, aku masih newbie. Dan untuk masalah apakah aku menyebutkan diri ku sebagai Author. Aku hanya penulis yang mencoba menyalurkan hasrat menulis ku melalui situs ini. Kalau kamu gak suka aku, gak suka ide cerita ku, gak suka ff ku. It's okay. Tapi bisa kan gak usah mencela hasil tulisan orang kan. Kalau kamu lebih baik dari aku, bisa kau kasih link blog, situs atau apalah yang berisi tulisan kamu. Aku ingin belajar dari kamu jika kamu emang lebih baik dari aku.

Setiap orang kan mempunyai imajinasi yang berbeda, kalau kamu gak suka imajinasi aku yang murahan ini, so, jangan dibaca, jangan direview dengan bashingan kamu dan dari awal gak usah kau klik link ff aku ini, arra?

Dan, berhenti jadi pengecut, show your face dear. I want to see you and hug you. :D :D :D

.

Huaa, readers-sshi. Mian Key menceracau kayak gini. Key cuma gak suka orang yang cuma bisa mencela orang lain tanpa bisa menunjukkan kemampuannya.

Dan, apakah Key pantas disebut Author? Key gak minat jadi Author, Key hanya minat jadi penulis yang menyalurkan ide cerita yang ada di otak Key.

Jeongmal kamsahamnida untuk seluruh review positif yang readers-sshi kasih di kolom review. Itu sangat berguna buat membantu Key bangkit.

Chapter selanjutnya akan ganti rating. Jadi rate m, kekekeke and it's a last chapter. Dan Key akan usahain chapter terakhir jadi chapter yang panjang. *ngelirik kolom review* banyak yang bilang kalau ini singkat. Hehehe, mianhae.

So, review please. *bow*