Bab 4

"Hei Hikari... kau yakin terakhir kali kau melihat buku catatanmu di Dunia Digital? Hoam... haruskah kau mengambilnya sepagi ini?" Tanya Tailmon saat Hikari kembali lagi ke dunia digital setelah semua anggota Digidestined telah pulang. Takut bukunya diambil oleh digimon yang aneh-aneh, begitu sampai rumah dan tidur, sekitar jam 3 pagi dia pergi ke Dunia Digital lewat komputer pribadinya di kamarnya. Sayang Tailmon melihat Hikari yang mau pergi tanpa pamit, jadi Hikari mau tak mau mengajaknya ke Dunia Digital dari pada dia terus memaksa Hikari supaya dia ikut.

"Makanya kan sudah kubilang kau tidak usah ikut." Balas Hikari.

"Itu tidak bisa Hikari, aku harus berada di sisimu."

"Kalau begitu jangan mengomel dulu dan bantu aku cari." Akhirnya mereka berdua sibuk mondar-mandir, celingak- celinguk mencari buku yang mengandung cerita petualangan Takuya. Sebenarnya Hikari tidak perlu takut kalau buku itu dibaca orang lain, karena yang mengerti tulisan di bukunya hanya dirinya dan digimon dari jutaan ribu tahun digital. Dulu, waktu anggota digidestined mereka hanya 8 anak, waktu di Dunia Digital berjalan lebih cepat dari Dunia mereka tinggal. Saat berminggu-minggu telah berlalu, di dunia manusia baru hitungan menit, mungkin detik. Maka itu masih masuk akal kalau Takuya yang hidup mungkin 1 abad yang lalu, di Dunia Digital telah jutaan ribu tahun. Semenjak muncul anggota Digidestined yang baru, waktu di Dunia manusia dan Dunia Digital tampak sama, jadi Daisuke, Miyako, Iori, dan Ken tidak pernah menginap di Dunia Digital sampai hitungan bulan selama petualangan mereka. Balik lagi ke Bahasa kuno Dunia Digital, biarpun Takuya dan teman-temanya tampak tidak pernah mempelajari bahasa tersebut, tetapi mereka mengerti setiap ucapan yang dikatakan oleh monster-monster digital di masa lampau. Seperti bahasa itu diunduh ke otak mereka begitu saja saat pertama kali memasuki Dunia Digital. Tapi Hikari dan kawan-kawannya juga mengerti ucapan para digimon di masa mereka tanpa belajar bahasa digital sama sekali. Berarti bisa bahasa Dunia Digital tanpa belajar sama sekali adalah hal yang wajar untuk terjadi bagi Digidestined saat pertama kali datang ke Dunia Digital.

Pokoknya, inti dari penjabaran ini adalah, Digimon dari jaman petualangan Hikari seperti Genai, si pemandu digidestined dari jaman Taichi memimpin, maupun master komputer Koushiro atau si jenius Ken tidak akan bisa membaca dan mengerti tulisan di buku catatan itu.

Setelah 2 jam mencari di dalam gelap di sekitar lokasi yang memungkinkan untuk buku itu terjatuh dan bertanya kepada digimon sekitar, akhirnya Hikari dan Tailmon menyerah. Yang penting itu isinya sih dan semua isi buku catatan tersebut ada di kepala Hikari dan masih bisa ditulis ulang. Kalau tidak Hikari akan bolos sekolah dan mencarinya sampai ketemu.

Akhirnya Hikari dan Tailmon kembali ke Dunia manusia, melalui portal yang salah. Koushiro dan Miyako selalu membuat portal Dunia Digital di salah 1 komputer yang sama di dalam Lab Komputer yang sama. Komputer itu seperti misfungsi dan dan portal terbuka dengan sendirinya sehingga Hikari dan Tailmon melewati portal tersebut.

"Hikari... ini kan lab komputer sekolah..." kata Tailmon tercengang dengan kesalahan yang mereka lakukan.

"Ayo... kita kembali lagi ke Dunia Digital lalu kita masuk ke portal yang benar. Tailmon... ayo sebelum ada orang yang lihat," Kata Hikari dengan tidak berlama-lama, dia langsung menghadap ke layar komputer dan mengeset komputer tersebut agar portal bisa kembali digunakan sesuai dengan Koushiro dan Miyako ajarkan. Tapi di tengah jalan, Hikari tampak bingung dan lupa beberapa langkah sehingga portal itu tidak jadi, "Kalau tidak salah... ah, kok tidak bisa ya? Tadi di rumah bisa..."

"Hikari, ada orang!" desis Tailmon lalu Hikari menarik ekor Tailmon secara tidak sengaja dan sembunyi di bawah kolong meja komputer. Lalu terdengar suara yang akrab dari luar pintu.

"Daisuke-senpai, kamu yakin ini lokasi terakhir Senpai memeriksa buku cetak senpai berada di sini?"

"Seyakin diriku dengan keberadaan UFO."

"Berarti kau tidak yakin, Daisuke."

"Hei, jadi laki-laki yang lebih pasti sedikit supaya masalah bisa cepat selesai. Masa aku harus meninggalkan Hikari tanpa pengawasanku di rumah, kalau pacarnya mengganggunya malam-malam seperti serbuan SMS-"

"Pacarnya ada di sini..."

"Mulai deh sister complexnya Taichi-san keluar deh. Senpai sendiri kan yang membiarkan Hikari pacaran kan? Kenapa malah sibuk mikirin begituan sekarang?"

"Berisik kau Miyako."

"Hilang deh kewibawaan Taichi si pemimpin Digidestined."

"S-sora!"

"Hei, buku cetak, buku cetak ku lebih penting di sini..."

Baik, dari suara-suara tersebut terdapat 7 orang total. Kalau dicermati secara berurut, orang pertama yang suaranya terdengar oleh Hikari dan Tailmon adalah Iori. Siapa yang dapat membuat pertanyaan yang cukup dengan "Kamu yakin ada di sini?" menjadi 3 kali lebih panjang selain Iori. Tentu saja karena Iori sudah memanggil nama Daisuke, manusia yang yakin dengan keberadaan UFO juga berada di sana. Selanjutnya adalah suara murid pindahan sekaligus teman baik Daisuke, Ken. Paling Ken berada di sekolah karena ditarik Daisuke atau semacamnya. Lalu orang yang memberikan komplain terpanjang mengenai adik perempuan satu-satunya yang baru saja pacaran siapa lagi kalau bukan Taichi. Tapi komplainnya tidak bermutu karena Takeru ada di tempat. Sepertinya 3 anggota digidestined terbaru yang tinggal di blok apartemen yang sama ikut semua, Miyako pun ada di sana bersama dengan pacarnya. Dan terakhir dengan Sora yang menggoda Taichi tentang kehilangan kewibawaan.

Tidak lama mereka ber-7 masuk ke lab komputer dan memulai pencaharian buku cetak Daisuke yang tertinggal. Tapi bukan buku cetak yang ditemukan tapi Hikari dan Tailmon di bawah meja komputer dengan posisi merangkak.

"Hikari-chan?" tanya Sora yang pertama kali menemukannya, "Tailmon juga... kalian ngapain disini?"

"Ah... itu, aku ketinggalan buku catatan... " jawabnya. Lalu yang lainnya segera berkumpul ke tempat Hikari. Tentu saja Hikari tidak lagi di dalam kolong meja.

"Tuh kan... Hikari saja bisa ketinggalan buku catatan dan kau bilang aku payah, Takeru." Komentar Daisuke dengan bangganya, tapi Takeru hanya diam dan bahkan tidak melihat Hikari di mata, "heh... jangan ngacangin dong."

"Hikari, kau pergi ke luar rumah tanpa ijin. Dari jam berapa kau pergi?" Tanya Taichi dengan nada tidak suka tapi masih dalam keadaan tenang.

"Jam 3 pagi. Tapi kakak juga tidak bisa memarahiku, kakak sendiri pergi tanpa pamit." Jawab Hikari.

"Tapi setidaknya aku tidak tidak pergi berdua saja, kalau kau kenapa-kenapa bagaimana. Kenapa kau tidak bangunkan kakak, aku pasti menemani. Kakak saja sekarang di sekolah gara-gara diminta Daisuke, Daisuke saja bisa meminta begitu banyak orang untuk menemaninya, masa kau tidak bisa." Kata Taichi menjelaskan alasan ketidaksukaannya mengenai tingkah Hikari. Kali ini Hikari diam. Dia tidak meminta kakaknya untuk menemaninya karena dia takut ketahuan keluar malam-malam, tetapi karena dia tidak tahu harus menjelaskan tentang buku catatan itu kalau ditanya. Hikari takut dengan reaksi kakaknya kalau mendengar dia bisa melihat kehidupan masa lampaunya dan merupakan reinkarnasi dari pahlawan Dunia Digital Takuya. Mengingat reaksi teman-temannya sewaktu kecil, Hikari tidak mau itu terulang. Apa lagi sekarang Taichi mulai berbicara mirip Takuya, Hikari menjadi merasa risih. Jadi daripada nanti jadinya membentak kakak yang dia sayangi, lebih baik dia diam.

"Ya, sudah, pokoknya Hikari sudah mengerti kalau dirinya harus meminta tolong kalau ada masalah, ya kan Hikari?" tambah Miyako dan Hikari hanya mengangguk pelan supaya percakapan tersebut cukup sampai situ saja.

"Hei Hikari, mau ikut membantuku mencari buku cetak Bahasa Inggris tidak? Lebih banyak orang, lebih cepat ketemu." Ajak Daisuke sambil nyengir selebar-lebarnya.

"Itu kalau kau mau. Kalau kau mau pulang juga tidak apa-apa." Tambah Ken.

"Tidak apa-apa, aku ikut kalian saja. Aku dan Tailmon sudah terlanjur bangun ini." Jawab Hikari, "tidak apa-apa kan Tailmon?"

"Aku akan ikut Hikari kemanapun kau pergi." Balas Tailmon lalu melompat ke pundak Hikari sebagai tanda setuju.

"Lebih baik kita cepat sedikit, dari pada nanti kita dicari orang tua kita." Kata Iori tentu saja semua kembali mencari buku milik Daisuke. Tetapi 30 menit kemudian, tetap tidak ketemu. Dan selama 30 menit pencaharian Takeru tidak pernah berbicara kepada Hikari, begitu pula sebaliknya. Jangankan berbicara, teguran saja tidak terjadi. Miyako dan Ken saja sampai sempat bercanda, sehingga semala kurang lebih 30 menit itu Hikari hampir mati karena perubahan tingkah Takeru. Saat mereka menjadi teman, saling menyapa sangat mudah dilakukan. Hikari bahkan hampir berpikir Takeru menjadi dingin karena dia menembaknya duluan sehingga Hikari hampir menyesalinya.


Mereka akhirnya bertukar lokasi yang berkemungkinan menjadi letak buku cetak Daisuke, yaitu di kelasnya 6-1. Biarpun suasana telah berubah, tapi Takeru tetap dingin. Saat Takeru sedang berjongkok mencari di kolong meja, buku catatan Hikari yang dia ambil dan yang dia gulung dan dimasukan ke kantongnya terjatuh tanpa dia sadari. Tailmon melihat buku itu terjatuh dari kantong Takeru dan berniat mengembalikannya. Tapi Tailmon terlanjur mengintip di salah satu halaman buku yang terbuka sedikit. Tailmon tidak mengerti satu huruf pun di dalam buku itu tapi dia merasa huruf-huruf itu sangat dia kenal. Tidak lama Tailmon mengalami sakit kepala hebat dan buku itu terlempar dari cakarnya karena tidak sanggup melihat lebih banyak huruf. Akhirnya Tailmon memilih menghirup udara segar dan keluar dari kelas menuju koridor.

Seperti tongkat estafet, itulah yang terjadi kepada buku catatan Hikari. Orang berikutnya adalah Ken. Menjadi orang yang beretika baik, Ken langsung mencari nama pemilik buku. Sayang di bawah tulisan "Hikari Yagami" langsung tertulis "Petualangan Takuya Kanbara". Cukup dengan nama tersebut, hormon adrenalin Ken langsung bekerja, dia berfirasat hidupnya tidak akan sama kalau dia membuka cover buku dan melihat halaman pertama. Ken pun memilih menyimpan buku itu dan membacanya saat mentalnya sudah siap.

"AH!" Seru Daisuke secara tiba-tiba.

"Kenapa Daisuke-senpai? Senpai sudah menemukan buku cetak milik Senpai?" Tanya Iori.

"Tidak... aku harus ke toilet..."

"Kau tunggu apa lagi bodoh? Pergi sana!" Tapi sebelum Miyako selesai berbicara sekaligus mengusir, Daisuke sudah melakukan lomba lari dengan zat ekskresi yang akan dia keluarkan. Barulah setelah itu Hikari sadar Tailmon tidak terlihat sama sekali. Muka khawatir sudah tidak bisa disembunyikan Hikari baik mengenai Tailmon atau Takeru. setelahnya, kekhawatiran Hikari bertambah parah saat Takeru mengajaknya bicara. Apakah dia akan membentaknya? Atau dia minta putus setelah beberapa jam jadian.

"Hikari... aku mau tanya padamu tentang sesuatu." Hikari pun menatap Takeru tidak tahu harus mengeluarkan ekspresi apa, Hikari menjadi takut. Tapi Takeru tidak akan berhenti dan membiarkan pertanyaan yang sudah dia siapkan di otaknya tidak dijawab oleh Hikari. Takeru pun melanjutkan kalimatnya, " kau itu..."

"UAAAAGHHHH!" kenapa saat-saat penting selalu harus dipotong oleh Daisuke. Tentu semua kaget dan penasaran dan langsung bergegas melihat ke koridor luar kelas dan mencari asal suara itu berada. Saat Hikari melihat ke koridor di depan kelasnya, dia mendengar bahasa Dunia Digital kuno saat petualangan Takuya. Sangat jelas dan Hikari mengerti artinya. Tapi anehnya dia mendengar Tailmon-nya yang mengucapkan bahasa itu.

"Lucemon..."

"Apalagi sih Daisuke." Komentar Miyako yang sudah kesal dengan tingkah Daisuke.

"Hei... kalian dengar sesuatu yang lain dari suara Daisuke tidak?" tanya Sora dan begitu Hikari tahu kalau ada orang lain selain dirinya yang dapat mendengar suara yang bukan milik Daisuke, Hikari langsung yakin bahwa itu adalah suara Tailmon dan berlari secepat mungkin ke lokasi suara.

"Hikari!" panggil Takeru dan Taichi secara bersamaan.

"Taichi-san, biar aku yang menyusulnya." Dan tanpa mendengar balasan dari Taichi sendiri Takeru langsung mengejar Hikari.

"Hei- ah... ada apa sih ini. Dan tadi itu bahasa apaan coba." Kata Taichi.

"Tapi bahasa itu sangat ku kenal. Aku pernah dengar dimana ya?" tanya Sora pada dirinya sendiri.

"eh... benarkah? Sora-san juga berpikir seperti itu?" tanya Miyako tidak percaya mereka bisa sama-sama mengenali bahasa itu, " Ken sendiri bagainmana?"

"Ah... ya aku pernah dengar juga." Jawabnya sambil menggenggam buku catatan Hikari.

"Aku tidak peduli kalau kita pernah bahasa itu atau belum. Yang ku pikirkan semoga ini bukan masalah yang harus kita hadapi lagi." Kata Taichi.


Hikari berlari secepat mungkin ke tempat suara-suara itu berasal. Kenapa banyak sekali hal yang tidak disangka terjadi di dlm hidup Hikari hanya dalam 2 hari terakhir? Tapi sebenarnya, jika Hikari sampai di tempat kejadian, dia tidak benar-benar tahu apa yang harus dia lakukan. Selama ini hanya dirinya sendiri yang bisa mengerti bahasa itu, selama ini hanya dia yang bisa melihat ingatan kejadian di kehidupan lampaunya.

Akhirnya Hikari menemukan Tailmon dan Daisuke yang terluka di bagian dadanya hingga mengeluarkan darah. Luka tersebut berbentuk seperti cakaran, dan dengan melihat cakar Tailmon yang berlumuran darah, Hikari langsung tahu siapa pelakunya. Sebelum itu secara reflek Hikari menuju ke tempat Daisuke yang terluka.

"Daisuke? Hei! Kau baik-baik saja? Daisuke!" Panggil Hikari berusaha mengembalikan kesadaran Daisuke kepadanya. Daisuke pun langsung mengenali suara itu dan mulai tersadar sambil meringis kesakitan.

"Yo... Hikari..." Daisuke menjawab dengan lesu tapi masih tersenyum bodoh layaknya seorang Daisuke. Setidaknya Hikari bisa tahu kondisinya tidak terlalu kritis.

"Tahan sedikit Daisuke-kun, akan ku panggilkan ambulan." Kata Hikari sambil menekan nomor darurat untuk memanggil ambulan. Tangan Hikari sedikit bergetar karena dia harus bergegas supaya Daisuke tidak perlu terlalu lama menunggu. Karena tidak memperhatikan sekitarnya, Hikari tidak melihat Tailmon yang berusaha menyerangnya. Untung Daisuke menarik bagian samping baju Hikari sehingga badan Hikari terjatuh di atas badan Daisuke dan serangan Tailmon meleset. Baju Hikari menjadi merah karena darah Daisuke tapi hal tersebut jauh dari penting, bagaimana pun ceritanya, Hikari baru saja menindih orang yang terluka, "Daisuke! Kau tidak apa-apa? Maaf..."

"Hikari aku tidak apa-apa, lebih baik kau urusi dulu Tailmon. Luka ku tidak dalam kok, tenang saja." Balas Daisuke memastikan Hikari yang berada di ambang panik. Melihat Daisuke yang masih banyak ngomong dan tersenyum, Hikari agak bisa mempercayainya. Lalu dia berlutut di samping Daisuke dan mulai berbicara menggunakan bahasa Digital kuno.

"Siapa kau? Kenapa kau menyerangnya?" tanya Hikari, Daisuke hanya bisa diam di tempat karena dia tidak mengerti hal yang diucapkan Hikari sama sekali. Dan Tailmon pun menjawab dari tempatnya berdiri.

"Kau... apa kau itu Lucemon? Apakah dia Lucemon? Kupikir dia Lucemon, makanya dia kuserang. Tapi Lucemon tidak selemah itu." Hikari tidak percaya, Tailmon benar-benar mengerti dan berbicara dengan lancar menggunakan bahasa itu. Dia bahkan tahu nama Lucemon.

"Dia dan aku bukanlah Lucemon. Bagaimana kau bisa mengenal Lucemon? Tailmon, ini aku Hikari. Sadarlah!"

"Lucemon, dia musuh semua makhluk di Dunia Digital. Dia harus dikalahkan. Dia telah membunuh Koichi-Niichan... TIDAK BISA DIMAAFKAN!" tiba-tiba Tailmon mulai bersikap agresif kembali dan kembali berusaha melukai Hikari. Hikari kurang bersiap untuk serangan kali ini juga, dia hanya berharap percakapan yang mulus sekaligus mengetahui hal yang terjadi dengan pasangan Digimonnya. Tapi Hikari tahu kurang lebih siapa yang memanggil Koichi atau siapa pun digidestined yang lebih tua darinya dengan dengan imbuhan Niichan di belakangnya. Jadi Hikari kurang lebih tahu situasi di Tailmon nya.

Dari belakang, derapan langkah lari seseorang semakin mendekati Hikari, Daisuke, dan Tailmon. Ternyata Takeru yang menyusul Hikari akhirnya datang dan langsung menghadang serangan dari Tailmon dengan berdiri diantara Tailmon dan Hikari. Lengan baju Takeru menjadi sobek dan mengeluarkan sedikit darah tapi Hikari baik-baik saja. Baru saja Hikari mau berbunga-bunga setelah pengeran kuda putihnya datang, tapi Takeru mulai berbicara bahasa digital kuno dan itu merusak segala bunga yang mekar di hati Hikari.

"Maaf aku telat... kau baik-baik saja, Takuya?" Hikari sampaik tidak bisa berkata-kata, Takeru sampai tahu kalau dia adalah reinkarnasi dari Takuya. Dari gaya bicaranya, tingkah Takeru saat mereka akan ke Dunia Digital kemarin, firasat tidak enak oleh Hikari benar-benar menjadi kenyataan.

"Koji...?" Tanya Hikari memastikan, tidak seperti Takuya sendiri yang ingin memastikan.

"Hei... tidak menyangka kita akan bertemu seperti ini. Tapi ngobrolnya nanti saja, kau telpon ambulan, aku tangani Tailmon." Lalu Takeru dan Tailmon melakukan kejar-kejaran dan menjauhi kelas tempat yang lainnya berada. Hikari tidak bisa melawan karena tindakan Takeru terjadi terlalu cepat, jadi Hikari harus memanggil ambulan.

"Daisuke sabar sedikit ya, ambulan sedang jalan kemari." Kata Hikari.

"Hei Hikari, aku tidak mengerti dengan kejadian barusan sama sekali, Tapi kelihatannya penting. Kau kejar saja Takeru, sebentar lagi yang lain juga datang kemari kan. Aku akan baik-baik saja." Balasnya. Dan kembali Hikari tambah bingung melihat perubahan sifat Daisuke menjadi pengertian. Biasanya kalau dia tidak mengerti dia akan teriak-teriak 'aku tidak mengerti' berulang-ulang sampai yang lain memberikan penjelasan yang sejelas-jelasnya hingga seorang Daisuke bisa mengerti.

"AHHHH! Soal reinkarnasi ini merusak hidupku!" seru Hikari secara histeris sambil memegang kepalanya seperti kepalanya mau copot, "kau... Daisuke, diam di situ, tiduran yang manis sampai yang lain di sini."

Dengan begitu, Hikari meninggalkan Daisuke saking stressnya, "... maaf ya Daisuke."


Takeru masih sibuk mengejar Tailmon yang lari darinya tanpa alasan yang jelas. Saat Mereka turun tangga, Takeru melempar topinya dan untungnya topi itu berhasil mendarat di atas kepala Tailmon sehingga Tailmon tidak bisa melihat untuk sementara. Akhirnya Tailmon menabrak dinding dan dikepung oleh Takeru saat mereka berada di lantai paling bawah dari sekolah.

"Pergi dariku Digimon jahat." Ancam Tailmon.

"Bukankah itu lucu, kau satu-satunya digimon di antara kita berdua dan kau menyebutku Digimon." Kata Takeru. lalu tidak disangka, di dekatnya ada pipa bekas kurang lebih sepanjang gagang sapu ijuk. Takeru yang merupakan reinkarnasi dari Koji mengingat kalau Koji itu ahli dalam bidang kendo. Dia mengangkat pipa besi itu seperti kuda-kuda yang dimiliki Koji. Biarpun Takeru tahu tehniknya, tapi dia tidak pernah mempraktekannya seumur hidupnya. Selama petualangannya dia sangat bergantung pada Patamon untuk bertempur. Tapi Takeru berusaha mencoba dimulai dengan menenangkan Tailmon, "Terima ini!"

"Takeru! stop!" panggil Hikari yang berlari menuruni tangga secepat mungkin. Sebelum Takeru melukai pasangan Digimonnya.

"Hikari diam dulu. Jangan tunjukan sikap sembrono Takuya dulu." Kata Takeru masih memfokuskan pandangannya pada Tailmon di depannya yang sedang terpojok.

"Kau yang diam, kau yang jangan sembrono! Ingatan mu dan ingatan yang dimiliki Tailmon soal petualangan grup digidestined Takuya baru saja muncul. Kau tidak berpikir dengan jernih begitu juga Tailmon, sekarang letakan pipa itu dan berhenti bertingkah seperti atlit Kendo. Kau BUKAN Koji, kau HANYA reinkarnasinya."kata Hikari dan itu benar-benar menyadarkan Takeru akan banyak hal, "... Takeru?"

"maaf, kau benar. Memang aku masih sedikit berpikir kalau kita masih di Dunia Digital yang dulu, dan masih harus menghentikan Lucemon." Kata Takeru dan kembali tersenyum, "lalu Tailmon kita apakan?"

Lalu, Tailmon mengeluarkan sesuatu dari sarung tangannya. Sebuah digivice, tapi bukan sembarang Digivice. Digivice yang dikeluarkan Tailmon adalah model Digivice miliki Tomoki. Warna dasar biru langit dengan gagang hijau. Lalu Tailmon membuat gestur kalau dirinya akan menggunakan Digivice itu untuk berubah.

"SPIRIT... EVOLUTION! CHAKMON!" biarpun begitu dirinya tidak terjadi sedikit pun perubahan dari wujud Digimon kucing, "bohong... kenapa tidak bisa?"

"Tomoki... ini bukan di Dunia Digital, pertempuran kita telah berakhir sejak lama." Kata Hikari sembari mendekati Tailmon. Takeru hanya bisa melihat hal yang akan dia lakukan. Takeru merasa Hikari telah tahu Tailmon adalah reinkarnasi dari Tomoki lebih dulu darinya, maka dia tidak bertindak gegabah dan melihat apa yang direncanakan Hikari.

"Pertempuran telah berakhir... kau itu siapa?" tanya Tailmon.

"Aku? Aku Takuya Kanbara. Lama tidak bertemu ya Tomoki." Jawab Hikari dan muka tidak percaya tambah terkejut langsung muncul di mukanya.

"Kau... Hikari, benar-benar Takuya- Niichan? Tapi kau... perempuan." Komentar Tailmon melihat perbedaan kelamin dari Takuya dan Hikari.

"Dan lihat dirimu Tomoki. Kau sekarang seekor Tailmon, padahal dulu kau anak manusia." Tambah Takeru.

"Eh... Takeru juga reinkarnasi dari masa lalu?" tanya Tailmon.

"Aku Koji Minamoto." Jawab Takeru.

"Eh? Iya? Koji-Niichan?" tanya Tailmon memastikan sambil menggoyang-goyangkan ekornya yang panjang.

"lebih baik kita bahas ini semua nanti. Yang lain bisa mendengar. Nanti kita bisa cerita lebih panjang lagi." Setelah itu, mereka kembali ke tempat yang lainnya. Ambulan pun akhirnya datang menjemput Daisuke sehingga mereka tidak perlu khawatir soal kondisi Daisuke lagi. Tapi mereka yang berada di sekolah saat subuh harus menjelaskan kejadian ke berbagai pihak baik orang tua dan guru. Untung tidak diperpanjang sampai polisi. Dan bagi Hikari, Takeru, dan Tailmon memiliki kesulitan tersendiri dalam menjelaskan segala keadaan mereka, akhirnya mereka masih merahasiakan tentang reinkarnasi dan embel-embelnya.


Sampai detik-detik terakhir bel masuk sekolah berbunyi, orang tua dari keluarga Yagami, Takaishi, Inoe, Takenouchi, Hida, dan Ichijouji tanpa henti menanyakan keadaan mereka pergi ke sekolah pagi-pagi, alasannya sekaligus dimarahi. Untuk orang tua dari Daisuke hanya mengkhawatirkan keadaan Daisuke yang mengeluarkan darah dan masih di rumah sakit. Seperti yang dijanjikan, di waktu luang, Hikari, Takeru, Tailmon menceritakan yang mereka tahu dan tempat yang kosong adalah belakang sekolah. Tidak ada murid yang mau ke sana saat istirahat karena buntu dan tidak ada pemandangan yang indah. Jadi biasanya dijadikan tempat penembakan, parkir darurat, atau membuat sesuatu yang agak besar. Menjadi tempat diskusi juga bisa.

"Baik kita mulai dari yang kita tahu. Hikari adalah Takuya, aku adalah Koji, dan Tailmon adalah Tomoki. Kami adalah reinkarnasi dari digidestined ratusan tahun yang lalu yang menyelamatkan Dunia Digital. Hikari dapat mengetahui dirinya adalah reinkarnasi dari Takuya karena mendapat penghliatan ingatannya sejak kecil. Kalau aku dan Tailmon mendapatnya karena membaca buku catatan Hikari yang ditulis menggunakan tulisan digital kuno." Ringkas Takeru mengenai situasi mereka.

"Kalau begitu, buku catatan Hikari harus ditemukan. Bisa-bisa buku itu memicu ingatan orang-orang lain yang merupakan reinkarnasi dari kelompok digidestined Takuya." Kata Tailmon yang mengingatkan betapa pentingnya buku yang telah membangunkan ingatan 2 orang (atau 1 orang 1 digimon) tentang kehidupan masa lampau mereka.

"jujur, aku tidak menyangka hanya ingin meyakinkan semua penghliatan yang kuingat bukan gambar-gambar tak berarti bisa membuat orang lain terlibat," Hikari menjadi lesu mendengar hasil pekerjaannya yang membuat masalah semakin besar. Takeru dan Tailmon tidak tahu apa yang harus dikatakan untuk menghibur, karena apa yang terjadi ya terjadilah,"ngomong-ngomong, Tailmon. Dimana kau bisa mendapat Digivice milik Tomoki?"

"Oh..." lalu Tailmon menarik Digivice yang menjadi bahan pembicaraan dari sarung tangannya, "tidak tahu, tiba-tiba aku sudah punya."

"Hi-Hikari... coba cek digivice-mu." Kata Takeru, lalu Hikari yang merasa permintaan Takeru itu aneh langsung melihat ke arahnya untuk meminta penjelasan. Tetapi itu tidak perlu, begitu ia melihat digivice yang Takeru pegang, dia langsung mengerti maksudnya. Takeru memegang Digivice milik Koji dengan warna dasar biru dan gagang hitam, Digivice milik Koji yang diperbaharui. Perlahan-lahan, Hikari melakukan hal yang diminta Takeru. Hikari memasukan tangannya ke dalam kantong tempat dia meletakan Digivicenya, dan dia melihat Digivice Takuya menggantikan miliknya. Sama seperti milik koji yang sudah diperbaharui, milik Takuya juga yang sudah diperbaharui dengan warna dasar merah dan gagang hitam, "sepertinya petualangan kita belum berakhir."

"Benar sekali, ini masih belum berakhir," Hikari, Takeru, dan Tailmon secara terkejut menoleh ke arah sumber suara baru. Dan suara itu adalah Ken, "halo semua terutama kau Hikari... ah bukan, maksudku reinkarnasi dari Takuya Kanbara."


Bab 4 sudah keluar semua! jangan lupa review ya... sudah bab 4 loh... tidak disangka. terus nantikan Saya Adalah Keajaiban bab selanjutnya ya. maafkan segala kesalahan yang telah kubuat selama ini. akan ku coba perbaiki di bab" selanjutnya.

g4l3win