[Holy Orchid Institute]
Ceramah Shen Xiu terus berlanjut setelah Nie Li sedikit bermain dengan Lu Piao.
[AN; Karena tidak jauh berbeda dengan alur Buku, jadi aku akan melewatkan bagian setelah itu. Jadi SKIP! SKIP! SKIP!]
Kelas berakhir tepat di sore hari, jika aku mempunyai jam tangan, aku dapat yakin bahwa saat itu jarum jam akan berakhir di antara angka Dua atau di angka Tiga.
Seperti yang kalian pikirkan, aku berakhir dengan kelompok Nie Li dan tentunya aku dengan hangan disambut di kelompok mereka.
Setelah melakukan perkenalan singkat, Lu Piao mulai bertanya kepada Nie Li siapa seseorang yang dia suka (Wanita dikelas), dan tentu saja Nie Li menjawab dengan yakin bahwa itu adalah Ye Ziyun. Dengan sedikit kejutan, Lu Piao mulai mengatakan 'Apakah kau gila!' tepat di depan muka Nie Li, dan Nie Li mulai membalasnya dengan sedikit tertawa sambil melakukan senyum khasnya.
Saat itu Lu Piao mulai melihat ke arahku. Aku mengangkat tanganku, seakan mengerti apa yang akan dia tanyakan.
"Ughm!" Sedikit batuk aku mulai melanjutkan. "Itu… Xiao Ning'er, tentu saja."
Lu Piao mulai melangkah mundur dengan dramatis, dan mulai bergumam panjang setelah itu.
Tanpa disadari oleh kelompok Nie Li. Saat itu Xiao Ning'er sedikit mendengar apa yang aku ucapkan dan mulai merasa kesal, sambil menggertakan giginya, dia mulai fokus ke arah depan sekali lagi.
"Jadi Nie Li, apa yang akan kita beli? Omong-omong aku hanya mempunyai 500 koin, dan itupun uang sakuku untuk bulan ini." Lu Piao bertanya kea rah Nie Li.
Oh, omong-omong saat ini Aku, Nie Li, Lu Piao dan Du Ze berjalan-jalan disekitar pasar.
"Kau akan mengetahuinya nanti." Sambil tersenyum Nie Li terus melanjutkan langkahnya.
Berdiri didepanku, sebuah gerbang yang menghubungkan tempat latihan untuk para murid Holy Orchid Institute terlihat.
By the way, Kami sudah membeli beberapa barang sebelum menuju kesini. Sebuah alat panah otomoatis dengan amunisi yang cukup banyak beserta beberapa bahan yang dikumpulkan Nie Li. Untuk bahan yang dikumpulkan Nie Li, aku yakin kalau itu akan menjadi racun yang akan ditempelkan di ujung anak panah.
"Du Ze, Shinlin. Kalian akan ikut denganku, sedangkan Lu Piao, aku ingin kau untuk memancing perhatian si Kambing bertanduk. Ingat jangan bergerak." Nie Li mulai mengintruksikan pada yang lain.
"Eh! Kenapa aku, bukankah Du Ze bisa melakukannya?!" Lu Piao sedikit berteriak sambil menunjuk Du Ze, khawatir akan apa yang akan dilakukannya.
"Tenanglah, aku yang akan melakukannya. Karena aku baru dikelompok ini, jadi hitung-hitung untuk kontribusi hehehe…" Aku menyela Lu Piao sambil sedikit tertawa.
"Kau yakin Shinlin?" Du Ze bertanya padaku.
"Yah tentu saja. Itu sebabnya aku berada disini sekarang." Jawabku, taklama setelah Du Ze bertanya.
"Dipahami, jadi bersiaplah diposisimu. Aku, Du Ze dan Lu Piao akan segera bersembunyi." Dengan anggukan, Nie Li mulai berlari untuk mencari tempat sembunyi.
"Dan sekarang aku berakhir disini…" Sedikit menghela nafas aku mulai menunggu datangnya Kambing bertanduk.
END OF CHAPTERS!
MAAF KARENA BAB INI SANGAT SINGKAT, AKU JANJI BAB BERIKUTNYA AKAN MENJADI 1000KATA ATAU 2000KATA, JIKA BISA TENTU SAJA.
OH, OMONG-OMONG, UNTUK BAB YANG AKAN MENDATANG, AKAN ADA SEDIKIT NUANSA ROMANTIS (DAN AKU TIDAK YAKIN BISA MENULISKANNYA) JADI TETAP WASPADA X'D.
SAMPAI JUMPA DI BAB BERIKUTNYA, CHERS!…
