Yuhu~~ I'm back! Tentu dengan membawa chapter 4! (all chara: "Yey!" nari-nari geje).

Disclaimer :AOYAMA GOSHO, EIICHIRO ODA

Random : DETEKTIF CONON (CONAN: 'ENAK AJA! YANG BENER CONAN TAU! MAAF KAN AUTHOR GILA INI YA!'), ONE PIECE

Note : Geje, Gelo, Garing, Gila, OOC, dan saudara-saudaranya (?)

Begitu sampe di depan rumahnya, dia langsung membuka pintu dan berkata "Aku pulang!" dia mendengar suara cempreng yang menyambutnya "Selamat datang Ai-san~~" kata Sanji sambil nari-nari geje. "Kenapa kalian di sini?" Tanya Ai sekaligus bentak plus sweatdrop. "Maaf ya. Apa mereka manyusahkanmu di sekolah tadi?" Tanya seorang cowok jangkung dengan jas rapi. "Paman Takagi? Kenapa anda ada di sini?" kata Ai lagi. "Oh itu karena anak-anak yang kami pungut tadi pagi (sambil nunjuk trio monster itu)!" kata seorang cewek yang muncul dari belakang Takagi. Ai yang gak mau berdiri terus akhirnya duduk di sofa dan mendengarkan cerita Takagi dan Miwako. Sedangkan trio monster itu asyik mengerjakan pekerjaannya masing-masing, Luffy main NDS(Nintendo DS), Zoro baca komik kesayangannya(?), dan Sanji membaca majalah yang ada di atas meja. Nah kalo gitu kita dengerin cerita dari Takagi dan Miwako yuk! "Jadi tadi pagi itu kami lewat jalan ke arah Teitan…

Miwako dan Takagi yang diberi tugas oleh inspektur Megure untuk mencari pelaku perampokan di daerah Teitan menemukan 3 orang anak kecil dengan baju kedodoran. Karena pelaku perampokannya udah ketangkep jadi mereka –Miwako dan Takagi- membawa ke-3 anak itu ke kantor polisi. Waktu baru saja menunjukan 04.17 pagi. Ke-3 anak itu ditanyai tentang orang tua mereka (setelah mengganti bajunya yang kedodoran itu), tapi gak ada yang jawab. Awalnya Megure berniat merawat merka, tapi dia rasa rumahnya akan kacau balau. Karena belom ada 5 menit mereka ditinggalkan untuk diskusi, kantor yang awalnya rapih langsung mirip kapal pecah. Pada akhirnya inspektur Megure memutuskan untuk membiyayai sekolah mereka saja dan membiarkan Takagi dan Miwako yang mengurusnya. Sayangnya mereka juga sibuk, bisa gawat kalo begitu pulang ke rumah, mendapat kejutan (rumah hancur lebur).

Makannya kami memutuskan untuk membawanya ke mari." Kata Miwako menjelaskan panjang lebar. "Kalo gitu bawa mereka ke sana!" kata Ai tegas. "Tapi apa gak apa-apa? Kan…" kata Takagi terputus. "Bukan masalah biar nanti aku yang ngomong!" kata Ai meyakinkan. Akhirnya trio monster itu di bawa 'ke sana'.

Di kediaman Mouri.

Conan yang dari tadi sedang makan dengan Ran dan Kogoro merasa perasaannya tidak enak. Karena itu dia pamit ingin ke rumah professor.

Di rumah professor.

"Apa tidak apa-apa mereka 'ke sana'?" kata professor kawatir. "Bukan masalah!" kata Ai meyakinkan. Ini semua karena aku gak mau mereka menghancurkan rumah ini! Pikir Ai.

TING TONG…

"biar aku yang buka!" kata Ai "Profesor masak saja!" kata Ai melanjutkan. Begitu membuka pintu Ai mendapati Conan ada di sana. "Oh ternyata kamu, Kudo! Ada apa malem-malem ke sini?" Tanya Ai. "Aku tau kamu tahu semuanya." Katanya santai. "Hm… lalu?" Tanya ai penasaran. "Jadi siapa orang yang menempati rumahku?" Tanya Conan lagi. "Oh, itu, anak baru. Si Luffy, Zoro, dan Sanji." Kata Ai santai sambil menyuruh Conan masuk. "Apa? 3 setan itu? Kamu gila ya?" teriak Conan kaget dan lebay. "Aku gak gila. Lagi pula mereka gak keberatan tinggal di rumahmu, Kudo." Kata Ai santai. Conan yang mendengar cerita yang sangat mengejutkan, langsung berlari ke rumahnya. Tepat di depan matanya sekarang telah terlihat rumah besar yang megah tapi angker. Yup! Itulah rumah keluarga Kudo. Rumah aslinya. Dia langsung membuka pintu rumahnya (kan punya kuncinya. Orang rumahnya sendiri), dan mendapati rumahnya…

.

.

.

Biasa-biasa aja…

.

.

.

Malah tambah rapih…

.

.

.

Sing~~~

"Aku pulang!" kata Conan santai, karena mendapatkan rumahnya jadi rapih. Wajar gak pernah dibersihin selama dia tinggal di rumah Ran. "Selamat datang Shin-chan~~" terdengar suara perempuan yang sangat dia kenal. Wah siapa tuh? Mau tau kan? Ikuti lanjutannya.

TO BE CONTINUE!

Pendhip : "Wew! Beres! Ih aku penasaran sama suara cewek itu!"

All Chara : "Lah kan loe yang buat! Kok penasaran?"

Pendhip : "Gue udah kepikiran siapa, tapi gue penasaran sama wajah Conan."

Conan : "Emang kenapa sama wajah gue?"

Pendhip : "Entahlah."

Trio monster: "Kenapa di chapter ini kami gak ngomong sama sekali?" dengan muka yang sangat marah.

Pendhip : "Sanji kamu kan ngomong!" *membantah*

Sanji : "Iya sih. Tapi Cuma ngomong 'selamat datang' doang!"

Pendhip : "Maaf deh! Gua gak kepikiran loe pada ngomong apa." *ngerasa bersalah*

Ran : "Baiklah dari pada ngerasa bersalah, kami semua mengucapkan terima kasih kepada edogawa Luffy ! karena mau mengikuti fic yang amat sangat geje ini!"

Trio detektif cilik: "Dari kemaren kita gak ngomong sama sakali! Muncul aja nggak!"

Pendhip : "Entar kalian mah dialognya susah!" *membela diri* "Kalo gitu kalian aja yang menutupnya!"

Trio detektif cilik: "Baiklah! Kalo begitu kalian boleh memberi komentar, saran, bahkan keritik untuk fic yang aneh ini! Kami tunggu komentar kalian! Review plis!"

Trio monster: "Satu lagi! Kalo chapter selanjutnya kami gak ada gak akan kami bantu lagi dikau!" *marah*

Trio detektif cilik: "Setuju!"

Pendhip : "Nyaik! Jangan gitu dong!" sambil sungkem, sujud, dan memohon maaf dangan gejenya (?).

All Chara kecuali Trio detektif cilik dan Trio monster:

"REVIEW PLIS!"

.

.

!R.E.V.I.E.W!

.

.

!P.L.I.I..S.S.S!