Title :
Kiseki48
Disclaimer :
Kuroko no Basuke © Tadatoshi Fujimaki
48 Family © Aki-P
Cover © Murawuri
Story :
©Rall Freecss
Warning :
AU!Idol, GaJe, Typo Everywhere, Gender Bending Everywhere,Full OOC, etc :v
A/N :
Gender Bending bertaburan nih, Bahasanya ga baku alias ngawur, alurnya ga jelas begitupula jalan cerita /loh/ AU nih, menyangkut idol pula. Ga suka? jangan baca, makasih :3
"Yang menempati posisi pertama adalah..."
"Kuroko Tetsura..?!"
Semua member terdiam, begitu pula para penonton yang awalnya begitu ribut, bungkam seketika.
Kuroko Tetsura, yang bahkan bukan member dari Kiseki48 menduduki posisi pertama sebagai member terfavorit? Lelucon macam apa ini? Kalaupun hal ini memang sebuah lelucon, ini sama sekali tidak lucu.
Kuroko yang duduk di bangku penonton hanya membatu melihat namanya menempati posisi pertama. Dadanya terasa sesak, perasaan terkejut mendominasi saat ini.
Tiba-tiba para fans menjadi tak terkendali, mereka mulai mengelu-elukan nama Kuroko. Lantas, Kuroko yang berada di situ kaget bukan kepalang. Kenapa hal seperti ini harus terjadi?
"Apa maksudnya ini!?" tanya Akashi
"Aku tidak ingat ada member yang memiliki nama seperti itu." Ujar Riko
"A-aku berada di posisi bawah, ba-bagaimana ini!?" Furihata justru sibuk dengan posisinya, ia tampak tak peduli dengan orang yang berada di posisi teratas.
"Ini aneh, nanodayo." Tukas Midorima.
Suasan menjadi ricuh, Kuroko menutup kedua telinganya. Air matanya tampak bergenang,
"Yamete kudasai..." gumam Kuroko. Gadis itu langsung berlari keluar ruangan itu, meninggalkan tempat yang mulai terasa menyesakkan itu.
Murasakibara memandang sedih kepergian Kuroko. Ia sendiri tak mengerti apa yang sebenarnya tengah terjadi ini. Tapi entah kenapa, jauh di dalam relung hatinya, Murasakibara merasakan rasa sakit yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Apakah itu adalah perasaan iri?
"Kurochin..."
"Kagami-san! Tolong jelaskan semuanya! Sebenarnya apa yang terjadi!?" Akashi menggebrak meja kerja Kagami, memaksa pria itu untuk segera menjelaskan kejadian yang cukup tidak masuk akal ini.
"Ya inilah yang terjadi, Kuroko Tetsura menempati posisi pertama." Jawab Kagami santai, ia tersenyum kecil pada Murasakibara. Sementara gadis bersurai ungu itu masih sibuk dengan pockynya.
"Ngomong-ngomong, Kuroko Tetsura ini sebenarnya siapa?" tanya Aomine,
Semua saling bertanya-tanya, tak ada sedikitpun memori yang melibatkan Kuroko Tetsura di dalam kepala mereka.
"Ku rasa Atsuko-chan dapat menjelaskan siapa sebenarnya Kuroko Tetsura ini." Kata Kagami.
Semua pandangan tertuju pada Murasakibara, gadis itu terdiam sesaat, kemudian menggaruk tengkuknya dan mulai bercerita.
"Kurochin? Dia temanku sejak kecil. Kurochin juga ikut audisi, tapi tidak lolos. Sekarang Kurochin bekerja di Kiseki48 Cafe." Jelas Murasakibara
Semua member melongo mendengar penjelasan gadis dengan iris violet itu. Bagaimana bisa mereka dikalahkan oleh seorang gadis yang bahkan tidak lolos audisi?
"Ini konyol, sangat konyol!" ujar Aomine,
"Bagaimana mungkin aku bisa kalah olehnya!?" geram Akashi,
Himuro menghela nafas, kemudian menoleh ke arah Murasakibara.
"Kuroko-san hebat ya," katanya sambil tersenyum lebar, Murasakibara mengangguk.
"Kurochin memang hebat sejak kecil." Balas Murasakibara,
"Maksudmu?" Himuro tampak tak mengerti atas apa yang baru saja di katakan Murasakibara.
"Kau tau, Kurochin bisa tiba-tiba menghilang loh." Himuro mengangkat alisnya sebelah,
"Entahlah, itu harus disebut hebat atau aneh." Komentar Himuro. Murasakibara tersenyum kecil, ia menunduk.
"Kurochin pasti sedang menangis sekarang." Gumam Murasakibara,
"Atchan...?" Murasakibara mengangkat kepalanya dan buru-buru menggeleng. Ia hendak kembali memasukkan sebatang pocky ke mulutnya, tapi..
"Ah, sudah habis.." Murasakibarapun bergegas menuju tasnya untuk mengambil kotak pocky keduanya hari ini.
Midorima yang sejak tadi hanya diam menghela nafas berat, ia menatap Kagami tajam.
"Jadi, tindakan apa yang akan kau ambil, Kagami-san?" tanya Midorima.
Kagami menggaruk tengkuknya, ia tersenyum kecil.
"Mungkin aku akan merekrutnya menjadi member generasi 1.5" jawab Kagami.
Hening.
"Bisa kau ulangi, Kagami-san?" pinta Riko
"Aku akan merekrutnya menjadi member generasi 1.5" ulang Kagami
"Eh? Generasi 1.5? Diakan sudah gagal di audisi." Kata Aomine
"Dai-chan benar, diakan sudah gagal audisi." Tambah Momoi
"Kalau dia bisa menduduki posisi pertama, mengalahkan kalian yang memang member dari Kiseki48 bukankah berarti dia punya potensi yang lebih hebat dari kalian?"
Semuanya terdiam. Yang dikatakan Kagami ada benarnya juga. Jika Kuroko yang bahkan bukan member bisa mengalahkan mereka, itu berarti Kuroko ini punya sesuatu yang tak dimiliki mereka.
"Ja, Atsuko-chan. Bisakah kau menemaniku untuk menemui Kuroko-san setelah latihan hari ini?" pinta Kagami. Murasakibara mengangguk.
"Baiklah," jawab Murasakibara.
"Baiklah sudah di putuskan. Nah, kalian kembalilah berlatih." Perintah Kagami.
"Hai'"
Ruangan kerja Kagamipun kembali tenang sepeninggalan ke-18 putrinya itu.
Di sinilah Kagami dan Murasakibara. Duduk manis di salah satu bangku yang ada di Kiseki48 Cafe, menunggu Kuroko yang sedang berganti baju di ruang ganti.
Semua perhatian tertuju pada meja nomor 4 itu. Para pengunjung saling berbisikan satu sama lain.
"Lihat! Lihat! Itu Atchan'kan?"
"Kawaii, kalau tidak salah dia masuk Top 3 Member Terfavoritkan?"
"Ah, Tetsura-sama jauh lebih manis daripada dia."
"Sssttt! Dia bisa mendengarmu, bodoh!"
Murasakibara sama sekali tak tertarik dengan desas-desis yang sejak tadi berputar-putar di sekitar telinganya itu. Ia lebih tertarik dengan waffle yang ada di depannya saat ini.
"Apakah Kuroko-san masih lama?" tanya Kagami. Murasakibara mengangkat bahunya, ia saat ini tengah sibuk dengan waffle topping banana chocolatenya.
"Ada keperluan apa, Kagami-san?"
"Oh, itu—Wah!"
Kagami tampak terkejut dengan kehadiran seorang gadis bersurai aquamarine yang tiba-tiba sudah duduk di bangku yang ada di sebelahnya.
"Ku-Kuroko-san?" gadis itu mengangguk, Kagami mengelus-elus dadanya. Jantungnya masih berpacu cepat sebagai akibat atas rasa kagetnya barusan.
"Sejak kapan kau duduk di sana?" tanya Kagami, "Sejak tadi." Balas Kuroko.
Kagami menyengritkan dahinya, benarkah sudah sejak tadi dia duduk di sana? Kenapa Kagami tak menyadarinya? Kenapa?
"Ano.."
Kuroko memecah lamunan tak penting Kagami. Pria itupun berdehem, mencoba mengumpulkan kembali kharismanya yang sempat hilang karena berteriak dengan tidak elitnya tadi.
"Apakah Kuroko-san sudah melihat hasil pemilihan member tefavorit?" Kagami membuka pembicaraan yang sebenarnya. Kuroko mengangguk pelan.
"Siapakah yang menempati posisi pertama?" tanya Kagami. Kuroko menunduk, tubuhnya mulai gemetar.
"Ku-Kuroko Tetsura.." jawab Kuroko ragu-ragu
"Apakah Kuroko Tetsura adalah member Kiseki48?" lama kelamaan pembicaraan ini malah berubah menjadi acara tanya jawab.
"Bukan," Kagami tersenyum kecil, "Apakah menurutmu hal itu adil? Kau bukan member Kiseki48, tapi kau menduduki posisi pertama."
Kuroko menggeleng cepat, "Aku menduduki posisi pertama bukan karena kemauanku. Para fans yang memberikan suara itu.."
Kagami menyesap Earl Grey hangat yang ada di depanya.
"Kuroko-san, melihat jumlah suara yang kau peroleh, kita bisa tau kalau ada banyak orang yang mengidolakanmu. Aku tau ini tidak masuk akal, mengingat kau bahkan tak lolos audisi pertama." Kagami menghela nafas.
"Tapi, tak bisakah kau menjawab harapan para penggemarmu yang ingin melihatmu menari dan menyanyi di panggung bersama yang lain?"
Kuroko menunduk, ia menggenggam erat rok yang ia kenakan. Dadanya terasa sesak, isi kepalanya terasa ingin meloncat keluar.
"Jika kau ingin menjawab harapan mereka, aku bisa memberimu satu kesempatan untuk bisa bergabung dengan Kiseki48 sebagai generasi 1.5" ujar Kagami.
Kuroko langsung mengangkat kepalanya, "Eh?"
Kagami tersenyum lebar, "Bagaimana?"
"Apa maksudmu, Kagami-san?"
"Tentu saja dengan sebuah syarat." Kagami mengeluarkan setumpuk kertas dari dalam tasnya dan menyodorkannya pada Kuroko.
"Kau harus bisa menghapal semua lagu serta koreografi ini dalam 3 hari."
Kuroko terdiam. Menghapal 14 lagu serta koreografinya dalam 3 hari!? Manusia mana yang dapat melakukan hal segila itu!?
"Baiklah, kita akan bertemu 3 hari lagi di Kiseki48 Theater, Kuroko-san." Kagami bangkit dari tempat duduknya, meninggalkan Kuroko dan Murasakibara yang masih duduk di bangku masing-masing.
Kuroko terus memandangi tumpukan kertas yang berisi lirik dari setiap lagu yang harus ia hapal. Apakah Kuroko mampu menghapal semuanya dalam 3 hari? Tidak, pertanyaan yang lebih penting adalah, apakah Kuroko akan melakukannya?
"Apakah aku harus melakukannya..? Atchan?" tanya Kuroko pada Murasakibara dengan suara bergetar.
Murasakibara mengusap kepala Kuroko pelan, "Semua keputusan ada di tanganmu, Kurochin"
"Ayo kita pulang." Kuroko mengangguk. Setelah membayar waffle dan earl grey yang tadi mereka pesan di kasir. Keduanyapun melangkah keluar cafe itu.
Seperti biasa, Murasakibara sibuk dengan camilan miliknya. Sementara Kuroko tampak sedang serius memikirkan perkataan Kagami beberapa waktu yang lalu.
Murasakibara memandangi wajah serius Kuroko dengan intens, ia menghela nafas.
"Kurochin, kau terlalu serius. Menyebalkan." Ucap Murasakibara,
"Ah, sumimasen. Aku hanya sedang bingung, Atchan.."
Murasakibara menyodorkan sebuah maiubo pada Kuroko, gadis bersurai aquamarine itupun menerimanya dengan senang hati.
Kuroko melahap maiubo itu perlahan, menikmati setiap gigitnya. Hingga pada gigitan terakhir..
"Aku akan melakukannya."
Murasakibara turut menghentikan langkahnya begitu melihat Kuroko berhenti berjalan secara tiba-tiba.
"Ada apa, Kurochin?" tanya Murasakibara, Kuroko berbalik, berdiri menghadap Murasakibara sambil tersenyum kecil.
"Aku akan menjadi member Kiseki48 generasi 1.5!" seru Kuroko.
Murasakibara terperangah, entah kenapa, tiba-tiba ia merasakan sesuatu di dalam rongga dadanya. Perasaan senang..
"Oleh karena itu bantu aku berlatih ya, Atchan." Pinta Kuroko, "Eh?"
"Ayo..!" Kuroko langsung menarik tangan Murasakibara. Keduanya mulai berlari menuju rumah Kuroko.
"Kurochin..! Berlatih itu menyusahkan..!"
3 hari berlalu, seperti yang sudah di janjikan, Kuroko dan Kagami kembali bertemu di Kiseki48 Theater, tepatnya ruang di mana para member berlatih.
"Sepertinya kau berhasil menghapal ke-14 lagu itu, Kuroko-san." Ujar Kagami.
Kuroko mengangguk mantap, "Ya, aku berhasil menghapalnya."
Ruangan itu mendadak riuh, kebanyakan tampak tak percaya jika Kuroko berhasil menghapal semua lagu itu hanya dalam 3 hari.
"Hanya 3 hari, yang benar saja?" bisik Aomine pada Momoi,
"Apakah ia memang sehebat itu, nanodayo" tanya Midorima.
"Aku tidak akan terkejut kalau yang melatihnya adalah Atchan." Ujar Himuro.
"Hm, kemampuan yang tidak main-main." Ucap Akashi sambil memperhatikan Kuroko dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Kagami melipat kedua tangannya di depan dada.
"Ternyata keputusanku waktu itu salah ya.." batin Kagami sambil mengingat-ingat kejadian saat audisi beberapa waktu yang lalu.
"Kalau begitu Kuroko-san, kenapa tidak kau tunjukkan hasil latihanmu bersama Atsuko-san sekarang?" tanya Alex. Kurokopun mengangguk, ia membungkukkan tubuhnya beberapa detik sambil berseru,
"Yoroshiku Onegaishimasu!"
Musik berdenting ; Party ga Hajimaru yo! sebagai pembukaan. Kuroko memulai tariannya. Ia mengangkat tangannya dan melambaikan tangannya beberapa kali sebelum akhirnya menggerakkannya ke atas dan kebawah.
Beberapa member ikut menggerak-gerakkan tangannya, mengikuti irama dan nyanyian Kuroko yang ternyata cukup merdu.
"Gerakannya.. sempurna, temponya tak berantakan.. Benar-benar hampir menyamai Atsuko." Akashi berhasil di buat kagum oleh tarian Kuroko yang bagaikan kupu-kupu itu.
"Kau hebat, Atchan." Bisik Himuro pada Murasakibara yang asyik mengunyah potato chipsnya.
"Itu karena Kurochin terus memaksaku, jadi aku terpaksa membantunya berlatih." Ujar Murasakibara. Himuro terkekeh mendengarnya dan kembali memandang lurus ke depan, kembali fokus pada penampilan Kuroko.
Memasuki lagu kedua, semuanya masih berjalan lancar. Suara Kuroko yang memang cukup merdu membuat para member yang kini menjabat sebagai penonton dari pertujukan solo Kuroko tak merasa bosan sedikitpun, begitu pula dengan tariannya yang tampak mulus-mulus saja.
Tetapi memasuki lagu ke-11, Ancora, Kiseki48...
Nafas Kuroko tersengal-sengal, gerakannyapun mulai tak beraturan. Mengingat kondisi fisik Kuroko yang memang tak begitu kuat, membawakan 11 lagu seorang diri, tak heran jika ia kelelahan.
Mencapai bait terakhir, Kuroko tanpa sengaja menginjak kakinya sendiri dan menyebabkan ia terjatuh. Semua tampak panik, mereka khawatir Kuroko akan pingsan di sana. Tapi gadis itu terus bernyanyi, ia kembali bangkit dan kembali melanjutkan tariannya, hingga musik berhenti.
"Ku rasa ini sudah cukup, Kagami-san." Kata Riko,
Kagami tersenyum kecil, "Ya kau benar, sudah cukup."
Ia beranjak dari tempat duduknya, berjalan menuju Kuroko yang kini terduduk lemas di lantai karena kelelahan.
"Kerja bagus, Kuroko-san. Aku terkesan." Kagami berjongkok, menyamakan tingginya dengan Kuroko.
Kagami mengulurkan tangannya, "Selamat mulai sekarang kau adalah member Kiseki48 generasi 1.5" kata Kagami memberi selamat.
Kuroko terbelalak, ia mengarahkan pandangannya pada Murasakibara yang tersenyum senang padanya di depan sana. Murasakibara mengangguk, Kuroko membalas senyuman teman semasa kecilnya itu.
Iris aquamarinenya kembali terfokus pada tangan Kagami yang terulur padanya. Langsung saja ia menjabat tangan calon 'Ayah'nya itu. Kagami mengusap kepala 'putri' barunya itu pelan sambil tersenyum lebar.
Setelah keduanya selesai berjabat tangan, member lainnya langsung menghampiri Kuroko, memberikan ucapan selamat serta pelukan selamat datang.
"Kuroko-san! Selamat datang!" seru Himuro,
"Um, kau hebat Kurochin." Kata Murasakibara sambil memainkan rambut ungunya,
"Arigatou." Balas Kuroko sambil tersenyum kecil.
"Tetsura-chan~ Semoga kita bisa akrab ya~" Momoi tiba-tiba sama melompat dan memeluk Kuroko erat.
"I-ini bukan seperti aku ingin akrab dengamu, nanodayo. Aku hanya kagum pada kemampuanmu. Jangan salah paham, nanodayo."
Kuroko hanya tertawa kecil melihat Midorima yang tampak malu-malu. Aomine merangkul leher Midorima.
"Abaikan saja dia," kata Aomine sambil menunjuk Midorima,
"Dia itu Tsundere." Ujar Aomine. Lantas gadis berkulit gelap itu langsung mendapat jitakan gratis dari si Tsundere, Midorima.
"Aku bukan Tsundere, nanodayo!" protes Midorima.
Kuroko kembali di buat tertawa oleh kelakukan keduanya. Akashi berjalan mendekati Kuroko yang masih terduduk di lantai dan menyodorkan tangannya pada gadis aquarius itu.
"Mohon kerja samanya, Tetsura." Kuroko tersenyum dan menjabat tangan Akashi.
"Mohon kerja samanya, Akashi-chan."
Sejak bergabungnya Kuroko dengan Kiseki48, tiket pertunjukan mereka selalu terjual habis Pertunjukanpun di tambah menjadi dua kali sehari. Tentu saja rasa lelah yang luar di rasakan setiap member Kiseki48. Mereka harus sekolah di pagi hari, dan tampil di panggung pada sore dan malam hari.
"A-aku tidak tahan lagi! Aku lelaah!" Furihata mengacak-acak surai kecoklatannya. Riko melempar gadis itu dengan sebungkus permen mint.
"Diam dan makan itu, aku juga lelah tau." Kata Riko.
Furihatapun langsung melahap permen itu, ia memegangi pipinya yang kini terisi oleh permen rasa mint itu.
"Permen ini begitu enak, tapi aku lelaah!" seru Furihata.
"Berisik kau Furihata!" gerutu Aomine yang sudah terkulai lemas di atas sofa.
Kuroko sibuk mengipasi dirinya dengan uchiwa yang ia bawa dari rumah, begitu pula Akashi serta Momoi.
"Kalau setiap hari ini aku bisa mati.." keluh Himuro,
"Ah, potato chipsku habis."
Ruang ganti itu di penuhi oleh suara keluhan dari setiap member, tiba-tiba pintu ganti itu terbuka.
"Otsukare,"
"Oh, Otsukare, Kagami-san."
Semua member mengambil posisi duduk, memusatkan perhatian mereka pada Kagami. Kalau Kagami sampai mendatangi mereka di ruang ganti seperti ini, pasti ada berita penting yang akan di sampaikan.
"Yah, aku turut senang karena sekarang bangku penonton selalu penuh dan tiket pertunjukan selalu terjual habis."
Semua member bertepuk tangan untuk diri mereka sendiri, untuk keberhasilan mereka. Kagami berdehem, suara tepukan tangan berhenti terdengar.
"Aku tidak akan basa-basi lagi." Ujar pria dengan alis bercabang itu, suasana tiba-tiba menjadi tegang. Ekspresi semua member menjadi lebih serius saat ini.
"Apa yang akan kau sampaikan, Kagami-san?" tanya Akashi selaku kapten Kiseki48 itu.
Kagami kembali berdehem, ia menarik nafas dalam-dalam, kemudian menatap semua putrinya dengan senyuman khasnya.
"Aku akan mengadakan audisi Kiseki48 generasi ke-2."
Ou~ Chapter 4 selesai~ Banzai~ Banzai~ Mohon di maafkan atas segala kesalahan dan kekurangan yang melekat pada cerita ini :3
Akhirnya, Kurokopun bergabung dengan Kiseki48 sebagai generasi 1.5, banzai! Banzai! Dan ternyata, audisi generasi kedua juga akan dibuka! Wow, kira-kira reaksi dari generasi pertama gimana ya? Apakah mereka akan setuju dengan keputusan Kagami-P?
Maa, kita semua akan tau di chapter berikutnya. :D Well, buat yang uda ninggalin review, makasih yaa~ Terimakasih banyak~
