A/N
Yupz,,,chapter ke 4. Sebenarnya Ai pengen berhibernasi kalau bahasa hewannya dan hiatus kalo bahasa authornya. Lagi sibuk! Tapi, Ai gak bisa karena fic Ai nanti gimana??? *Tereak* Ditambah lagi editor saia yang kadang error dan sukanya marah-marah melulu. Hikz….parah banget
The Wizard
Chap 4
Nightmare
Disclaimer : Naruto is Not My Own but I always hope like that
Rated : T
Genre : Romance/fantasy/Horor
Warning : Yaoi/Shounen ai/Typo banget.
Mind to RnR?
Pairing : Sasunaru forever
Nejigaa
Shikakiba
Kakairu
And others
Summary : 'HhHhh……Hhhh' Naruto terengah-engah, dia memandang sekelilingnya dan menghela napas lega begitu dia mengenali dia ada dimana. 'Mengerikan….kenapa mimpiku tambah buruk tiap harinya? Siapa sebenarnya laki-laki yang berambut panjang itu?' Pikirnya sambil meraba perutnya dan memekik tertahan
"Naru…. Naru….Naru….kamu dimana? Ayah pulang!" Teriak laki-laki berambut pirang itu begitu menginjakkan kaki didepan rumah yang sangat besar itu. Sedangkan yang dipanggil cepat-cepat menghampiri laki-laki itu.
"Iya, Ayah. Selamat datang." Kata Naruto.
"Wuah!!! Naru Ayah rindu sekali!!" Katanya sambil memeluk erat Naruto membuatnya tidak bisa bernapas.
"Hhhh…..I…ya….A…yah, Na..ru ju…ga ri..ndu sa..ma A..yah ta…pi le..pas…kan Na…ru, Na…ru ti…dak bi…sa ber…napas…….Hhhhh…." Kata Naruto dengan suara seperti tercekik. Melihat hal anaknya sudah kayak orang bernapas tanpamu, dia cepat melepasnya.
"Oh, Naru maafkan ayah yah, habis ayah rindu sekali sama kamu. Kamu sudah tidak apa-apa, sudah kedokter?"
"Kan sudah Naru bilang, Naru tidak apa-apa hanya sedikit pusing jadi tidak perlu pergi kedokter."
"Tapi, sayang…."
"Sudahlah, ayah tidak perlu khawatir. Sekarang Naru mau bicara sama ayah."
"Mau bicara apa sayang? Kamu tidak membuat ulah lagi kan?"
"Naru jadi anak baik kok" Kata Naruto sambil menggigit bibirnya 'Yah, kecuali bolos tiap hari' Pikirnya.
"Oh, baguslah. Terus kamu mau bicara apa sayang?"
"Eh, itu nanti saja kalau sudah makan malam"
"Kalau begitu, ayo kita makan sekarang" Ajak ayahnya.
Setelah mereka berdua makan malam, Naruto mengajak ayahnya duduk dihalaman belakang sambil menikmati bulan purnama yang bersinar terang dilangit. Kyubi berlari-larian dihalaman.
"Ayah, Naru mau tanya sesuatu pada ayah?" Kata Naruto memulai pembicaraan.
"Apa?"
"Eng…tapi, janji yah Ayah jangan marah"
"Er….Ok" Kata Minato, heran juga dia.
"Sebenarnya ibu itu meninggal karena apa?" Tanya Naruto ragu-ragu. Mendengar pertanyaan anaknya mau tidak mau membuat Minato kaget.
"Ada apa sayang? Kok kamu tiba-tiba membicarakan ibu? Kamu rindu yah?" Kata Minato agak gugup.
"Ayah, Naru minta jawab saja pertanyaan Naru."
"Yah, seperti yang ayah bilang ibumu meninggal karena sakit."
"Oh, begitu apakah ayah tidak menyembunyikan sesuatu tentang ibu dari Naru?" Tanya Naruto tiba-tiba membuat Minato langsung kaget setengah mati sampai sampai dia terlonjak dari kursinya.
"Ke…na..pa Ka..mu bi..cara se..perti itu?" Tanya Minato terbata-bata.
"Jadi benar yah, ayah menyembunyikan sesuatu tentang ibu dari Naru?" Kata Naruto sambil memandang tajam ayahnya.
"Eh, tidak kok. Ayah tidak menyembunyikan sesuatu"
"Kenapa sih Ayah tidak mau jujur saja?"
"Jujur bagaimana sayang?"
"Yah, jujur tentang ibu."
"Naru, ibumu itu meninggal karena sakit, ayah sudah mengatakannya padamu." Kata Minato "Sudah, ayah capek" Katanya lalu beranjak pergi meninggalkan Naruto sendirian. 'Maafkan ayah sayang, ayah tidak bermaksud menyembunyikan tentang ibumu. Ayah hanya takut akan kenyataan yang akan terjadi jika kamu mengetahui kebenaran itu. Ayah tidak ingin kehilangan lagi, sudah cukup Kushina yang pergi.' Pikirnya sedih.
"Naru, kamu kenapa?" Tanya Kyubi sambil duduk dipangkuan Naruto.
"Kyubi, kenapa ayah tidak mau jujur saja tentang ibu?"
"Sudahlah, Naru. Pasti nanti ayahmu mau jujur padamu, kamu tinggal menunggu saja karena mungkin saja dia belum siap untuk memberitahukan kamu tentang kenyataan yang sangat besar."
"Ya, mungkin kamu benar Kyubi terima kasih yah" Kata Naruto sambil mengelus-ngelus bulu orange Kyubi.
" Naru, sudah malam ayo kita tidur"
"Baiklah" kata Naruto lalu beranjak sebelum itu, dia melihat bulan yang bersinar keperakan diatas sana, tersenyum sendu. Naruto tidak melihat bahwa kalung prismanya bersinar lagi. Dia hendak berbalik tetapi dia seperti melihat sebuah kilatan dibulan yang bersinar keperakan diatas sana, sangat cepat. Naruto berbalik untuk melihat dengan jelas tapi yang dilihatnya hanyalah bulan purnama yang bersinar sangat terang. 'Ah, mungkin hanya perasaanku saja' dan melangkah masuk untuk tidur.
***
'Hh…Aku berada dimana lagi?' Pikir lelaki berambut pirang dan bermata biru itu, dia melihat sekeliling 'Hutan lagi? Pasti aku akan bertemu dengan lelaki yang bernama Sasuke itu, yang kata Gaara adalah seorang pangeran, masa bodoh dengan pangeran itu kenapa pula aku disini lagi?' tapi dalam hutan ini lelaki itu merasakan haw yang sangat aneh merasuk dalam tubuhnya seperti……….seperti……seperti…….hawa yang sangat mengerikan bagaikan ribuan jarum yang menusuk kulit, berulang kali laki-laki itu merinding. Tiba-tiba dia melihat nyala api dari kejauhan, dia berlari-lari mendekati cahaya itu berharap terlepas dari hawa mengerikan ini.
Sesampai dinyala api itu dia melihat seseorang yang berambut panjang hitam duduk membelakanginya, sulit baginya untuk membedakan apakah orang ini laki-laki atau perempuan. Tiba-tiba dari arah belakang laki-laki itu ada sesuatu yang mendesis, laki-laki berambut pirang ini sangat kaget dan berbalik, hampir saja jantungnya copot, dia hendak mundur tapi apa daya sepertinya seluruh tulangnya telah membatu suaranya membeku. Makhluk yang mendesis itu merayap menuju seseorang itu, dan lansung membelitkan tubuhnya di leher seseorang tersebut. Seseorang itu berkata
"Manda, aku sudah menunggumu kenapa kamu lama sekali?" Katanya denga suara seperti tercekik, seseorang ini ternyata adalah bergender laki-laki. "Dan Ah, rupanya ada tamu?" Katanya lalu berbalik menghadap laki-laki berambut pirang yang kini terpaku melihat dua makhluk yang sangat mengerikan dihadapannya. Laki-laki berambut panjang ini berwajah pucat sangat pucat dengan mata ular, ditangannya melilit seekor ular besar berwarna ungu.
"Ah, Naruto rupanya…aku sudah menunggumu, lama sekali." Katanya sambil mendekat kearah Naruto yang masih terdiam dengan muka pucat. Tangannya yang pucat, panjang dan kurus menyentuh perut Naruto
"Hm……Disini….disinilah kekuatanku, aku berterima kasih padamu Naruto karena sudah membawakanku kembali kekuatanku." Katanya tersenyum sambil mengelus-elus perut Naruto. Tiba-tiba Naruto merasakan perutnya seperti dicabik-cabik kalungnya bersinar sangat terang, dia berteriak kencang dan menjauh dari laki-laki menyeramkan dihadapannya. Dia melihat sebuah tanda seperti pusaran pada perutnya. Sakit…… sangat sakit….tubuhnya limbung dan terjatuh dan tidak ingat apa-apa lagi, hal terakhir yang dia lihat laki-laki berambut panjang itu berkata
"Kita akan bertemu lagi Naruto" Lalu tertawa panjang dan melengking memekakkan telinga, bukan sebuah tawa yang hangat tapi sebuah tawa yang sangat dingin dengan aura membunuh disekelilingnya. Lalu semua gelap.
'HhHhh……Hhhh' Naruto terengah-engah, dia memandang sekelilingnya dan menghela napas lega begitu dia mengenali dia ada dimana. 'Mengerikan….kenapa mimpiku tambah buruk tiap harinya? Siapa sebenarnya laki-laki yang berambut panjang itu?' Pikirnya sambil meraba perutnya dan memekik tertahan.
"Aduh……perutku sakit sekali, seperti….seperti tercabik-cabik" Katanya dengan muka pucat. Dia lalu mengingat bagaimana tangan dingin itu menyentuh perutnya, sangat dingin, lebih dingin dari salju. Kyubi terbangun, sambil mengerjap-ngerjapkan matanya dia naik kepangkuan Naruto yang masih berpikir dengan wajah pucat.
"Naru, kenapa mukamu sangat pucat? Mimpi buruk lagi ya?" Tanya Kyubi khawatir, Naruto hanya terdiam masih memikirkan mimpinya yang sangat mengerikan tadi, dia tidak mendengar Kyubi yang dari tadi memanggilnya dengan nada khawatir.
"Naruuuuuuuuuu………." Teriak Kyubi membuat Naruto tersentak dari lamunannya.
"Eh, Kyubi ada apa?"
"Kamu kenapa sih, kenapa tidak menjawabku?" Kata Kyubi marah.
"I…itu tidak apa-apa kok"
"Tidak apa-apa bagaimana, lihatlah mukamu pucat sekali. Kamu pasti habis mimpi buruk lagi yah?"
"Eh,…tidak kok, kamu tidak usah khawatir, aku baik-baik saja. Aku mengantuk nih! Aku tidur dulu yah Kyub, selamat malam" Kata Naruto sambil mengangkat Kyubi kesampingnya lalu menarik selimut dan tidur kembali. Kyubi sangat heran melihat kelakuan Naruto yang sangat aneh, biasanya kalau Naruto mimpi buruk dia akan menceritakan mimpinya itu.
***
Keesokan harinya
"Naru, sayang. Ayo bangun nanti kamu telat." Teriak Minato menggedor-gedor pintu kamar Naruto.
"Hm….Iya ayah Naru sudah bangun" Kata Naruto pelan sambil mengeliat-geliat.
"Baiklah, ayah tunggu kamu diruang makan yah sayang"
"Baik, ayah" Lalu Naruto membuka jendelanya dan sinar matahari segera masuk menerpa tubuhnya. Dia merasa hangat lalu segera menuju kamar mandi sebelum dimarahi ayahnya karena terlambat sarapan.
Diruang makan,
"Naru, ayah mau tanya sama kamu?" Kata Minato, Naruto menoleh pada ayahnya.
"Ada apa ayah?" Tanya Naruto.
"Tadi pagi, ayah mendapat telepon dari wali kelasmu dan katany kamu selama dua hari ini tidak pernah masuk kelas alias bolos terus. Apakah itu benar Naruto?" Naruto sedikit kaget dan dia hanya dapat menundukkan kepalanya. Melihat hal ini Minato hanya dapat mendesah.
"Naru, ayah kan sudah bilang padamu bahwa kamu tidak boleh bolos, ayo bilang pada ayah kenapa kamu bolos?"
"I..tu Naru hanya bosan ayah, Naru bosan, sangat bosan" Kata Naruto tetap menunduk.
"Tapi, bukan berarti kamu boleh bolos kan? Sekarang ayah tidak mau mendengar berita bahwa kamu bolos hari ini atau besok atau seterusnya" Tegas Minato.
"Baik, ayah" Kata Naruto sambil tertunduk lesu.
"Nah, sekarang kamu berangkat sekolah. Ayo"
***
"Wah!!! Naru, sini saya bawakan tasnya yah?" Teriak seorang gadis berambut hijau.
"Enak saja!! Tuan Naru saya saja yang bawakan tasnya?"
"Eh, gadis-gadis tidak boleh mendekati tuan Naru karena tuan Naru itu milik kami!" Teriak segerombolan laki-laki.
"Memangnya kalian itu siapa? Tuan Naru itu milik kami tahu?" Balas para wanita yang tidak terima. Mereka masih saja sibuk beradu mulut, Naruto yang sudah terapit diantara dua kelompok penggemarnya cepat-cepat mengambil kesempatan untuk kabur.
"Mereka semua itu kayak orang gila, aku jadi takut sendiri." Gumam Naruto pelan.
"Wajar kan Naru? Mereka kan fansmu" Kata Kyubi dari dalam tas.
"Iya aku tahu, tapi kan tidak usah seperti itu." Kata Naruto kesal.
"Sudahlah, ayo cepat masuk kelas sebentar lagi bel akan berbunyi. Naruto melangkahkan kakinya menuju kelasnya. Dan begitu pintu kelasnya dibuka
"Selamat Pagi Tuan Naruuuuuuu!!!!!!!!!" Serentak seluruh siswa dan siswi dikelasnya menyapanya.
"Eh, iya selamat pagi juga" Balas Naruto sambil tersenyum manis, walaupun sebenarnya agak risih. Senyumannya ini membuat beberapa anak cowok dan cewek memerah, Naruto hanya terheran-heran melihatnya.
"Selamat pagi anak-anak" Sapa seorang guru wanita didepan kelas.
"Selamat pagi bu"
"Baiklah, hari ini kita kedatangan guru baru dan guru baru itu adalah wali kelas kalian dari sekarang, ayo masuk tuan Hatake" Kata guru itu mempersilahkan guru baru itu masuk. Dan dari pintu tampaklah seorang laki-laki berambut putih dan bermasker sehingga hanya sebagian wajahnya saja yang tampak. 'Hm, guru yang aneh' Pikir Naruto.
"Selamat pagi semuanya! Nama saya Hatake Kakashi, mulai sekarang saya adalah wali kelas kalian." Katanya memperkenalkan diri.
"Baiklah, karena kalian sudah tahu wali kelas kalian. Saya permisi dulu." Kata guru wanita itu sambil beranjak pergi. Setelah guru itu pergi, Kakashi berkeliling kelas untuk melihat murid barunya. Ketika dia sampai didepan meja Naruto, Kakashi berhenti dan memandang Naruto, membuat yang merasa dipandang menjadi risih. Naruto balas memandang Kakashi. Akhirnya, Kakashi tersenyum dibalik maskernya dan berkata
"Wah! Namikaze Naruto, apa kabar?" Sapanya pada Naruto.
"Eh, i..iya baik…." Kata Naruto gugup karena heran, guru baru ini seperti orang yang pernah bertemu dengannya padahal Naruto merasa dia tida pernah melihat orang ini. Kakashi melanjutkan acara berkelilingnya tadi dan kali ini berhenti tepat didepan Gaara. Yang membuat Naruto mengangkat sebelah alisnya adalah Kakashi dan Gaara sedang bercakap-cakap sesuatu sangat pelan, mereka berdua seperti sudah kenal. Dan guru baru itu seperti melirik-lirik Naruto terus. 'Apa seh yang mereka berdua bicarakan? Kenapa guru baru itu melihat-lihatku terus? Jangan-jangan ini ada hubungannya dengan dunia Jepang lagi? Aku tanya Gaara saja nanti' Pikir Naruto. Saat istrahat, kelas kosong maka Naruto mendatangi Gaara dibangkunya.
"Gaara" Yang dipanggil hanya menggumam, "Aku mau bertanya? Tampaknya kamu kenal dengan guru baru itu. Siapa dia?" Tanya Naruto.
"Dia adalah salah satu guru di Wizard Konoha School."
"Yang benar? Mau apa dia kesini?" Tanya Naruto kaget.
"Dia ditugaskan untuk mengajarimu beberapa hal tentang materi dasar sihir karena, kamu tidak mungkin ke Jepang tanpa mengetahui dasar-dasar sihir."
"Jadi, aku akan menyihir? Wah, asyiknya!" Kata Naruto girang.
"Bodoh, dia hanya mengajarimu dasarnya, seperti cara penggunaan dan pengendaliannya juga "bakat alammu"."
"Yah! Jadi bukan menyihir yah?" Kata Naruto kecewa padahal dia sudah memikirkan untuk menyihir para fans-fans gilanya. "Tunggu! Tadi kamu bilang "bakat alam" apa itu?"
"Bakat alam adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap penyihir sejak dari lahir. Setiap penyihir memiliki dua bakat alam."
"Bakat alam? Jadi, setiap penyihir punya, bererti aku juga punya dong! Eh, bakat alammu apa?"
"Bakat alamku Pengendalian pasir dan pembaca pikiran atau telepati."
"Wah! Hebat sekali! Kalau aku bakat alamku apa yah?" Tanya Naruto pada dirinya sendiri. Gaara mendesah 'Huh! Dia itu bodoh sekali sih! Dia pikir bicara dengan hewan itu normal apa?'
"Hei Gaara! Jangan melamun, bantu aku cari tahu bakat alamku itu apa?" Teriak Naruto.
"Kamu pikir saja sendiri" Kata Gaara cuek. Saat mereka berdua sibuk bicara, Kakashi nongol didepan pintu.
"Hei, Gaara! Naruto! Aku mau bicara sebentar." Katanya. Lalu Kakashi mengisyaratkan agar mereka berdua mengikutinya yang ternyata ke atap.
"Ada apa Mr. Hatake?" Tanya Naruto begitu sampai diatap. Gaara hanya terdiam.
"Aku ingin menyampaikan sesuatu padamu Naruto"
"Apa itu?"
"Kamu pasti sudah mendengar dari Gaara tentang masa lalumu dan siapa kamu sebenarnya?" Tanyanya dan tersenyum saat melihat Naruto mengangguk pelan. "Huft…baguslah kalau begitu karena aku tidak usah menjelaskannya lagi."
"Baiklah, sebagai perkenalan Nama saya Hatake Kakashi dan saya adalah guru pengendalian sihir di Wizard Konoha School. Saya diperintahkan kesini oleh Hokage untuk memberimu sedikit dasar mengenai sihir." Kata Kakashi, membuat Naruto cengo.
"Ja…jadi saya akan belajar sihir?" Tanya Naruto.
"Yah…sebenarnya hanya dasar saja, untuk pengendalian sihirmu." Jelas Kakashi.
"Baiklah, untuk permulaan kita harus mengetahui dulu apa bakat alammu?"
"Eng…kalau soal itu, saya sendiri belum tahu" Kata Naruto. Tiba-tiba Gaara yang sejak tadi diam menyahut.
"Dia mempunyai bakat alam berbicara dengan hewan dan yang satunya belum aku tahu" Kata Gaara membuat Kakashi sedikit terkejut dengan perkataannya. Dia menyeringai walaupun tidak tampak karena wajahnya tertutup masker. 'Jadi, dia yah orangnya? Wah, kebetulan sekali' Batin Kakashi.
"Oh, berbicara dengan hewan. Bagus juga! Begini Naruto, aku mau menjelaskan sedikit tentang pengendalian sihir padamu." Naruto memandang Kakashi penuh perhatian "Kemampuan sihir tiap orang berbeda-beda. Ada yang sangat besar sehingga susah untuk dikendalikan dan ada pula yang sangat kecil maka dari itu dua ahli sihir yang bernama Uchiha Madara dan Hashirama Senju menyegel kekuatan sihir pada benda-benda sihir supaya kemampuan sihir seseorang setara, maka dari itu jika seseorang ingin menggunakan sihir harus menggunakan benda-benda sihir"
"Benda-benda sihir seperti apa?" Tanya Naruto.
"Yah, benda-benda sihir seperti kalung yang kamu pakai itu adalah benda sihir. Dan ini adalah benda sihirku" Kata Kakashi sambil menunjukkan sebuah kalung berwarna hitam ditangannya. "Satu lagi yang harus kamu ingat Naruto, sihir itu adalah kekuatan yang luar biasa yang hanya bisa dirasakan dengan hati bukan nafsu. Sihir adalah perasaanmu bukan nafsumu, ingat itu baik-baik!" Kata Kakashi mengakhiri pembicaraannya karena lonceng telah berbunyi. Sambil berjalan kekelasnya Naruto berpikir 'Sihir adalah hati bukan nafsu, Hm..aneh juga tapi menarik!' Gumamnya sambil tersenyum.
To Be Continued……
Huft…Akhirnya selesai juga,, capek!!
Ai juga sedikit bingung! Bagaimana nantinya kalau Naru ke Jepang!
Dan Ah, gomen karena dichap ini gak ada Sasunaru karena berhubung Sasukenya lagi disegel sama si Bakoro!
Tenang aja nanti Ai bebasin si Sasu itu deh!
Oh, iya Ai juga ada rencana buat Time Skip di chap depan, langsung aja ke Jepang!
Oh, iya Review dong Senpai-senpai yang terhormat
Biar Ai lebih semangat ngelanjutin ficnya…
~Airu Haruza~
~_^
