The Moon and The Sun

Naruto Fanfiction

Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

Pairing : Naruto & Sakura

Genre(s) : Romance, Hurt/comfort, Family,Drama

Rate : T

Warning : OOC,AU,Siscon,Typo(s),gaje, nonsense, bosenin, bikin naik darah(maybe?)

Summary :

"Seumur hidup, hanya Kakashi-nii saja yang akan kupanggil Oniichan, Bakaniki! SELAMANYA! " Itu pernyataan sakura terhadap kakak keduanya― Sasori.,yang batas sisconnya sudah hampir melampaui batas normal. Hal itulah yang membuat Sakura agak berjaga jarak dengan kakaknya itu, gara-gara sikap sasori pula Sakura tak bisa mendapatkan kisah cinta yang berkesan sampai ia bertemu seseorang..

Bales review yuukk *cium reader satusatu*

Fran Fryn Kun : Gamau ada Hinata nya? Sama sekali gaada atau maunya cuma jadi tokoh pelengkap aja?

Ikhwan Namikaze : Ini dilanjutkan nih^^ Wahahaa iyaa ini masih awal-awal soalnya^^ Tunggu aja yaa nanti pasti NaruSakunya dibanyakin banget deh hoho~

Paradise : Hahaha iyaa, masih awal-awal^^ Kisah cintanya NaruSaku belum mau Miu munculin kalo awal chapter banget^^ nanti kurang gereget*sepertinya* ^^

Ucy-chan : Kyaa~ Ucy-chan, ,arigatou^^ Heeem... Bukan gitu aja, tapi nanti pasti Miu ceritain kok, tapi bukan di chapter chapter sekarang hoho~ *devil smirk* Heeemm, Naruto bukan yaa^^ kyaa~ maaf,maaf soalnya tiap Miu nulis fic ini, Miu suka diganggu adik Miu.. Jadi kadang banyak typo yang nyangkut bahkan nyasar disini.

NS : wahaha iyaa Miu mau nyempetin waktu Miu buat bikin fic untuk readers^^ tapi kemarin Miu engga bisa update hihi maaf ya.

Yaaak, minasan.. Sebelum kita mulai fic ini, Miu mau ngucapin banyak terimakasih untuk semua readers,juga reviewers(?) yang telah memberikan sedikit waktunya untuk menyempatkan membaca fic Miu yang abal-abal . Maaf juga karena kemarin Miu engga bisa ngepost chapter 4 yaaa . Kemarin ada hal yang engga bisa ditinggalin, jadi ajaaa... *jadi aja apaan coba-_-*Terus, Miu mau minta maaf karena banyak typo yang berserakan yang entah darimana datangnya(?) Dan terakhir,Miu mau minta maaf juga garagara kebanyakan maaf hihi~

Chapter 4 begin now.. Enjoy,minasan^^

Chapter 4 : The Second red hair

"Ka.. Kamu?!" Mata Sakura membelalak ketika melihat seseorang yang ia kenal tepat berada di hadapannnya.

"Kau ini.. Dari kemarin menabrakku terus.. Kau ceroboh ya" Ujar cowok itu sambil tertawa kecil,namun kemudian cowok itu menutup mulutnya untuk menahan tawa yang terus meluncur dari mulutnya.

"Sudahlah, kemarin itu ya kemarin, sekarang ya sekarang!" Ujar Sakura kesal. Namun kemudian Sakura melihat hal yang membuat mata Sakura terus memperhatikan orang itu dari atas hingga bawah. Ujung kepala hingga ujung kaki―Err.. Sepatu. Sakura baru saja akan menanyakan hal yang membuat matanya agak menyiratkan kekagetan sesaat itu sampai ketika cowok itu menanyakan hal itu duluan pada Sakura.

"Kau sekolah di Konoha Senior High School? Aku tak pernah melihatmu. Apa kau murid pindahan? Eh, pitamu berwarna kuning.. Kau kelas satu?" Cowok itu berjongkok dan melihat wajah Sakura dengan lekat, meyakinkan dirinya bahwa ia memang tak pernah melihat Sakura di Konoha Senior High School.

"Y..Ya, aku kelas satu.. Ja.. Jangan-jangan kau kakak kelas?" Ujar Sakura agak ragu.

"Ya, aku baru naik kelas tiga.. Selamat datang di Konoha Senior High School, nona berambut pink.." Ujarnya sambil mengulurkan tangannya pada Sakura. Lalu Sakura membalas uluran tangannya dan mereka bersalaman..

"Hahaha, ayo bangun.. Tak kusangka yang kutemui kemarin sore adalah adik kelasku yang baru.." Ujarnya sambil menarik tangan Sakura perlahan

Sakura pun bangkit dari jatuhnya(?), dan mereka pun berjalan ke sekolah mereka

"Ah.. Senpai, nama senpai siapa? Karena kita satu sekolah,tidak ada salahnya jika kita saling mengenal,bukan?" Sakura memberikan senyuman bisnis pada senpai barunya

"Panggil saja Gaara. Kau?" Ujarnya sambil terus menatap jalan didepannya

"Ah.. Gaara-senpai, namaku Sakura Hatake,panggil saja Sakura.. Salam kenal,senpai" Ujar Sakura

"Ya, salam kenal juga.." Gaara memperlihatkan senyuman tipis, membuat hati Sakura sedikit.. Berdegup kencang mungkin? Mungkin gara-gara angle wajah cowok yang terlihat dari pinggir yang merupakan hal nomor satu yang dapat membuat matanya segar.

Suasana diantara mereka menjadi sangat sunyi.. Sakura ingin bicara pada senpainya,tetapi ia takut dikira cari perhatian pada kakak kelas.. Kemudian, kulit puyih nan bersih yang dimiliki senpainya itu menjadi perhatian Sakura

"Gaara-senpai, kulitmu putih sekali.. Bahkan lebih putih dari kulitku.. Gaara-senpai suka luluran?" Tanya Sakura polos. Ia hampir lupa bahwa orang yang ia tanya tentang hal itu memiliki gender cowok.

Seketika itu pula, Gaara hanya melongo tak percaya.. Ini pertama kalinya ada orang yang berkata seperti itu padanya. Biasanya orang lain selalu memuji warna kulitnya―atau mungkin iri.. Tapi ini benar-benar pertama kalinya ada orang yang bertanya tentang hal itu.. Cukup menggelikan..

Tiba-tiba, Gaara terlihat sedang menutup wajahnya dengan sebelah tangan.. Sakura yang tadinya masih terus melihat warna kulit Gaara, tiba-tiba melihat tingkah Gaara yang membuatnya bingung itu dengan alis yang sedikit berkerut.

"A..Ada apa? Apakah pertanyaanku barusan menyinggung senpai?" Ujar Sakura

"Tidak.. Hanya saja aku.. Hmp!" Gaara kini menutup mulutnya sambil menoleh ke arah yang berlawanan arah dengan tatapan mata Sakura "A.. Aku hanya.. Heran dengan ucapanmu itu.. hahaha"

"A.. Aneh kenapa?" Sakura berusaha mengingat apa yang telah ia pertanyakan tadi pada senpainya..Tiba-tiba, mulut Sakura melebar dengan wajah yang memerah

"EEEEHH?! Maaf senpai, maaf! Bahkan aku lupa bahwa senpai adalah seorang cowok! Maafkan aku!" Ujar Sakura sambil terus membungkukkan tubuhnya berkali-kali sambil tetap berjalan..

Kalimat yang terlontar dari mulut Sakura itu cukup membuat Gaara terdiam seketika. Tawanya berhenti... Hanya mulutnya yang lama-lama menutup. Keheningan muncul lagi diantara mereka.. Gaara terus melanjutkan perjalanannya ke sekolah bersama Sakura yang hampir tertinggal di belakang

'Eh? Gaara-senpai kenapa? Ucapan apalagi dariku yang salah?' Sakura terlihat berpikir cukup keras tentang perubahan sikap senpainya yang secara tiba-tiba seperti itu. Kemudian,Sakura melanjutkan langkahnya lagi

"Senpai,tunggu!"

Setelah berpisah jalan dengan senpainya dengan keadaan yang cukup awkward, Sakura kembali melangkahkan kakinya dengan cukup gugup ke arah kelas barunya di sekolah ini. Langkah Sakura terhenti saat ia sudah berada tepat di ruang kelasnya.. Tangannya yang hendak menggeser kenop pintu tiba-tiba terhenti dan tangannya sedikit bergetar..

'Apa yang terjadi? Tak pernah aku segugup ini di sekolah baruku..' Pikirnya heran. Ia hendak membua pintu itu dengan tangan kanannya, tetapi tangannya sulit sekali digerakkan

"Kami-sama.. Tolong aku.." Sakura menutup matanya erat.. Sampai suatu ketika, ada orang yang membuka pintu kelasnya

"Lho..? Sakura-chan? Kau di kelas itu juga?" Suara itu terdengar dari depan wajah Sakura, seketika itu juga,Sakura membuka matanya

"Na.. Naruto?! Kau disini?" Raut wajah Sakura yang tadinya tegang kini menjadi agak melembut ketika tahu ada seseorang yang ia kenal tepat didepan kelasnya

"Ya.. Begitulah.. Senangnya ada yang kukenal disini.. Ah iya, mengapa kau berdiam diri diluar seperti itu? Ayo masuk ke kelas.. Yang lainnya disini sedang mencoba mengakrabkan diri satu sama lain.. Lebih baik,Sakura ikut agar bisa sedikit menghilangkan kgugupanmu itu.." Ujar Naruto sambil memperlihatkan deretan giginya

"Eh? Kegugupan..Ku?" Sakura kaget, tak dapat ia sangka orang yang agak serampangan seperti orang itu dapat membaca apa yang ia rasakan saat ini "A.. Apakah terlihat jelas? Apakah.. Aku gugup, Naruto?"

Sekali lagi, Naruto tersenyum "Ya.. Terlihat jelas sekali.."

DEG!

Jantung Sakura berdetak kembali.. Ia heran, apakah jantungnya sedikit error hari ini? Jantungnya berdetak agak kencang saat bersama senpai tadi pagi, kini kepada Naruto pun jantungnya... Berdetak kencang seperti ini..

Sakura tidak sadar bahwa sejak tadi ia menatap Naruto dengan pandangan yang.. Kurang dapat Naruto ―bahkan ia sendiri― tafsir.. Mungkin bisa disebut pandangan orang yang agak kagum,atau agak terkejut,tapi juga malu(?)..

Sakura sedikit berteriak ketika Naruto menarik tangannya secara tiba-tiba..

"Ayo,Sakura-chan! Sampai kapan kau akan berdiri diam saja disitu?"

"Aaa.. Lepaskan, aku bisa berjalan sendiri,Naruto!" Sakura (lagi-lagi) sedikit merasa risih karena Naruto menarik tangannya

"Ah, baiklah.." Naruto kemudian melepaskan pegangan tangannya

"Hooi, teman-teman! Lihat nih,siapa yang kubawa?" Sapa Naruto pada orang-orang di kelasnya dengan suara yang tidak bisa dibilang pelan..

'Ah,benar juga.. Naruto kan bukan orang yang bisa diam..' Pikir Sakura sambil sedikit menggelengkan kepalanya

"Siapa, Naruto? 'ini'mu ya?" Ujar seseorang yang berambut seperti nanas yang hidup menumpang di kepala manusia sambil menggoyangkan jari kelingking kanannya,dan disambut oleh suara ejekan teman-temannya yang berbunyi

"Ciee,ciee" seperti itu..

"Boleh juga kau Naruto!" Ujar seseorang yang memiliki 2 buah tato merah di kedua pipinya.

"Ah mana mungkin dia adalah 'itu' Shika.. Kiba.." Ujar Naruto sambil memukul pelan pundak temannya itu

"Sakit,bodoh.." Orang itu meringis pelan

"Hehehe" Naruto memperlihatkan cengiran khasnya, kemudian kepalanya berbalik dan menghadap Sakura yang berada tepat di belakangnya "Nah, teman-teman.. Ini temanku, namanya Sakura-chan.. Sakura,kenalkan.. Nanas hidup ini namanya Shikamaru, dan anjing berkaki dua ini namanya Kiba.." Ujar Naruto dan kemudian Naruto merasakan dua pukulan kecil yang mendarat di kedua bahunya

"Ah.. Ittai!" Erangnya kesakitan

"Kau itu, berniat mengenalkan teman sekelas atau mengejek sih?" Ujar cowok yang bernama Shikamaru tadi

"Hei, ini mengenalkan! Agar Sakura-chan bisa mengingat kalian berdua, maka aku mengatakan sesuatu yang menjadi kata kunci yang merupakan deskripsi dari kalian berdua!" Ujar Naruto agak logis..

"Heh.. Bisa juga kata-katamu itu Naruto! Apa kau semakin pintar?" Ujar seorang gadis berambut pirang dengan rambut diikat sambil melipat tangannya di dadanya

"Apa maksudmu,Ino? Tentu saja aku harus bertambah pintar!" Kemudian,Naruto berbalik kembali menghadap Sakura "Nah,Sakura-chan.. Cewek cerewet ini namanya Ino.."

"Apa maksudmu cerewet hah?!" Ujar ino sambil memukul puncak kepala Naruto

"Aduh!" Naruto lagi-lagi mengaduh kesakitan, Sakura hanya tertawa kecil melihat kelakuan yang dibuat oleh teman-teman barunya

Shikamaru,Kiba,dan Ino kemudian menatap Sakura secara bersamaan, hal itu membuat Sakura kaget

"Ah, maaf.. Bukannya aku bermaksud untuk menertawai kalian, tapi aku bersyukur bahwa teman pertamaku dikelas ini adalah kalian.." Sakura memperlihatkan senyum kelegaan, sepertinya ia cukup terhibur oleh perbuatan teman-temannya ini walaupun korbannya adalah Naruto

"Ah, daijoubu da yo~ Ne, Sakura-chan.. Kenalkan, namaku Yamanaka Ino.. Panggil saja Ino" Ujar Ino sambil menjulurkan tangannya

"Ah, namaku Sakura Hatake. Panggil saja Sakura. Salam kenal,Ino.."

"Ah, ah! Namaku Rock Lee, dan aku terpesona padamu sejak pertama kali aku melihatmu!" Tiba-tiba seorang cowok berambur bob yang poninya sangat simetris itu menjulurkan tangannya pada Sakura. Seketika itu pula, seisi kelas pun hening..

"Ah.. Maaf, tadi kau bicara apa?" Sakura merasa telinganya agak tuli sekejap.. Kurasa Naruto dan yang lainnya pun berpikir serupa.

"Namaku Rock Lee, dan aku jatuh cinta padaju, Sakura! Jadilah wanita yang akan selalu mengisi ulang semangat masa mudaku!" Orang yang bernama Rock Lee ini pun memperlihatkan giginya yang terlihat cemerlang hingga menimbulkan efek bersinar itu sambil menjulurkan tangannya kedepan dan mengepalkan 4 jari, hingga menyisakan ibu jari saja..

"Ah.. Salam kenal. Maaf,kurasa aku tak bisa mengisi semangat.. Err― Masa mudamu" Ujar Sakura sekali tolak..

Rock Lee terlihat sedikit terpuruk, tetapi sepertinya penolakan yang dilakukan Sakura tak menimbulkan respon yang begitu berarti pada Rock Lee

"Baiklah,aku akan setia menunggumu,Sakura!" Ujarnya sambil tiba-tiba mengangkat barbel yang entah darimana datangnya.. Sepettinya Sakura agak merasa ilfeel pada sikap teman barunya yang ngg.. Anu.. Yah, bisa dibilang..aneh. Tapi Sakura tidak meperdulikannya, bahkan menganggap orang itu hanya hujan yang hanya numpang lewat saja

Kemudian, kedua mata Sakura beralih menuju Naruto yang sibuk meneliti Rock Lee dari ujung rambut bobnya *apakah ada ujungnya? Rata semua-_-*(?) sampai ujung sepatunya

"Naruto,bisa bicara sebentar?" Ujar Sakura setelah ia meletakkan tasnya di sebuah bangku yang tidak jauh dari bangku yang ia rasa bangku Naruto

"Ah, iya.." Naruto pun mengikuti langkah Sakura sampai ke belakang pintu kelas. Sakura pun memulai percakapannya pertama kali

"Ah, Naruto.. Terimakasih sudah mengenalkan temanmu.. Itu benar-benar membuat aku merasa sedikit lebih baik.." Sakura tersenyum lembut. Dan itu membuat raut wajah Naruto sedikit berubah dari yang sebelumnya

"A.. Aaah itu yaa.. Tak apa,santai saja.. Hehehe" Jawabnya sambil tersenyum malu. Tangannya menggaruk kepalanya yang kurasa tidak gatal.. Kemudian ia sedikit menundukkan wajahnya yang sedikit berubah warna pada pipinya sambil terus menggaruk kepalanya. Apakah Naruto memiliki ketombe?

Sakura yang terheran-heran dengan sikap Naruto itu pun memberanikan diri untuk menanyakan kondisi Naruto yang agak aneh

"Ano.. Naruto, kau kenapa? Ada masalah?" Tanya Sakura sambil mencondongkan tubuhnya. Kini, wajahnya sejajar dengan wajah Naruto

Sakura sedikit tersentak ketika ia melihat rona merah yang menghiasi kedua pipi Naruto tepat di atas sesuatu yang mirip kumis rubah

"Ngg.. Naruto? A.. Ada apa? Kau terlihat aneh.." Entah kenapa, kini rona merah pun tiba-tiba menghiasi pipi Sakura yang dari awal sudah merah. Entah kenapa, sikap Naruto yang seperti itu membuat Sakura ikut sedikit merasa.. Malu?

"Ah, tak apa.. Tak apa.. Abaikan saja.. Ah, sepertinya 10 menit lagi bel akan berdering.. Sebaiknya kita kembali ke kelas.." Ujar Naruto yang terdengar lebih seperti orang yang mengalihkan pembicaraan.

"Ah.. Baiklah.." Baru saja Sakura akan melangkahkan kakinya yang ramping itu menuju kelas, terdengar seseorang yang memanggil namanya..

"Sakura!"

Sakura pun segera membalikkan badannya ke arah belakang, terlihat senpai yang baru saja ia kenal kemarin.. Di sebelah Gaara ada beberapa orang temannya..

"Gaara-senpai! Naruto, kau kembali ke kelas saja duluan. Aku akan kembali sebelum bel berdering, ok?" Ujar Sakura sambil melesat pergi ke arah senpai yang memanggilnya tadi..

Naruto hanya terdiam sekilas saat melihat punggung Sakura yang menjauh.. Kemudian,ia melangkahkan kakinya ke dalam kelas..

Kini, Sakura berada tepat di hadapan Gaara

"Ada apa memanggilku,Gaara-senpai..?" Tanya Sakura

"Ah, aku ingin mengenalkanmu kepada teman-temanku.." Ujarnya sambil melihat teman-temannya

"Oh, ya.. Silakan,senpai" Jawab Sakura

Gaara pun mulai memperkenalkan teman-temannya

"Ini namanya Itachi.. Dia adalah wakil ketua OSIS, dan dia seangkatan denganku.." Gaara menunjuk temannya yang berambut hitam dan berambut panjang diikat itu di sebelah kanannya, kemudian ia menunjuk orang disebelah kanan Itachi. Itachi pun tersenyum, dan senyumannya itu dibalas oleh Sakura

"Yang ini namanya Pein.. Dia sahabatku sejak SMP" Ujarnya. Sedangkan Pein hanya diam saja memperhatikan gerak-gerik Sakura

Kini, Gaara menunjuk seseorang disebelah kirinya yang memiliki tato seperti Kiba, tetapi posisi dan warna tatonya berbeda dengan Kiba

"Ini adik laki-lakiku, namanya Kankurou. Dia kelas dua.. Aku juga mempunyai kakak perempuan di universitas Konoha.." Ujarnya

"Ah, salam kenal,senpai-tachi.. Namaku Sakura Hatake, kalian dapat memanggilku Sakura.." Ujar Sakura sembari membungkuk 15° "Yoroshiku onegaishimasu, senpai-tachi.."

"Salam kenal,Sakura-san.. Aku Kankurou.."

"Namaku Itachi.. Senang bisa berkenalan dengan adik kelas sebelum lulus.."

"Aku pein.. Salam kenal.."

"Sakura, bagaimana lukamu?" Ujar Naruto tiba-tiba

"Eh? Luka?" Jawab Sakura bingung

"Luka yang kau dapat kemarin,Sakura-chaaaan.. Tak mungkin kau melupakan itu hahaha" Ujar Naruto sambil memainkan pensilnya

"Ehm.. Baik-baik saja.."

"Bohong!"

"Eh?"

'Apanya yang berbohong? Kurasa aku tak membohongi Naruto..' Pikir Sakura Heran

"Plester yang kutempelkan padamu berbeda warna,dan sepertinya perbannya lebih besar dari yang kemarin.. Apakah kau mendapatkan luka abru di tempat yang sama?" Ujar Naruto

'Te..Tepat.. Apakah ia bisa menganalisis setiap hal secara akurat?!' Lagi-lagi,Sakura dibuat heran dengan Naruto yang memiliki banyak hal yang mengejutkan..

"Yah.. Aku jatuh saat berusaha merebut tas seorang ibu muda yang kecopetan.." Ujar Sakura sambil tertawa dengan suara aneh.. Suara tertawa yang tidak berniat sama sekali

"Ah, benarkah? Kau baik-baik saja?" Ujar Naruto pabik

"A.. Aku baik-baik saja.. Sudah kuobati kok.." Ujar Sakura

"Benar?" Tanya Naruto penuh kecurigaan

"Benar,kok! Aku melakukannya dengan cara yang sama seperti yang kau lakukan padaku!" Ujar Sakura sambil menunjukkan kedua jarinya pada Naruto

Naruto hanya membuang nafas penuh kelegaan saat Sakura berkata bahwa Sakura sudah mengobati luka itu dengan metode yang ia lakukan pada Sakura

"Yokatta~ Setidaknya aku tak perlu khawatir luka itu akan tambah parah.. Lain kali, jika terjadi sesuatu, jangan segan-segan panggilah aku,Sakura-chan! Aku akan langsung datang untuk menolongmu Sakura-chan..! Aku berjanji pada diriku sendiri!"

Ucapan Naruto kini membuat Sakura speechless.. Tak dapat ia sangka orang yang baru saja ia kenal kemarin dapat mengatakan sesuatu yang membuat jantung Sakura berdebar sekali lagi..

-Tsuzuku-

Waaaaiii~~ Minasaaan chapter 4 selesai ^^ Bagaimana ceritanya? Maaf kalau tidak sesuai dengan apa yang kalian mau.

Terimakasih sudah menyempatkan diri membaca fic Miu yang penuh kekurangan..

Review yu,minasan^^

With Everything, Miu

Chuuu~