MY WIFE IS GUMIHO?

Disclaimer : NARUTO yang merupakan milik sensei-ku Masashi Kishimoto-sama.

Genre : Humor, Romance & Fantasy

Pairing : Naruto & Hinata

Warning: OOC, AU, OC, disini Humor-nya hilang entah kemana...dll

Chapter 4 – Sebuah Kenyataan

Kushina, Naruto dan Sasuke pun mengikuti Hinata dengan diam-diam. Hinata terus berjalan menuju arah hutan sewaktu Naruto bertemu gumiho. Naruto pun teringat akan janjinya pada Gumiho itu.

"Ka-Kaa-san, lebih baik kita jangan kesana deh, berbahaya!", ucap Naruto.

"Apa-apaan kau? Sudah sejauh ini, kita harus tahu kemana Hinata akan pergi!", jawab Kushina.

"Jangan Kaa-san, kumohon disini berbahaya!", ujar Naruto memelas.

"Baka! Ayo cepat ikut, kita bisa kehilangan jejaknya!", ujar Kushina sambil menarik tangan Naruto.

Mereka pun terus berjalan dan sampai di depan gua rubah. Gua itu sangat mengerikan berbentuk seperti wajah rubah yang mulutnya menganga lebar. Hinata pun memasuki gua itu. Kushina dan rombongan pun ikut memasuki gua itu dengan pelan-pelan. Dan mereka kaget melihat sosok yang bersama Hinata di dalam gua itu.

"Gumiho-san, ini ayam lagi untuk santapanmu!", ujar Hinata lalu memberikan ayam itu pada Gumiho.

"Arigatou ya Hinata-chan, kau sudah banyak menolongku! Dengan makan ayam-ayam ini aku bisa berubah menjadi manusia tanpa memakan jantung manusia!", ujar gumiho.

"Ya, gumiho-san, aku juga turut senang, sebentar lagi kan kau akan jadi manusia!", ujar Hinata sambil tersenyum.

"Benar Hinata-chan! Tepat tengah malam aku akan berubah menjadi manusia!", ujar gumiho itu.

Tiba-tiba Sasuke pun muncul dihadapan Hinata dan gumiho diikuti oleh Naruto dan Kushina.

"Wah-wah, disini sedang ada perkumpulan rubah ya! Ayo bersiaplah untuk mati!", ujar Sasuke bersiap dengan pedangnya untuk menyerang. Sasuke berlari dan maju untuk menyerang gumiho itu.

JRASH...

Ternyata Hinata menghalangi Sasuke dan telinga kirinya terkena sayatan pedang Sasuke. Telinganya pun mengeluarkan banyak darah. Hinata pun tersungkur jatuh. Naruto pun segera menghampiri Hinata dan memangkunya.

"Hi-Hinata-chan, tolong jangan tinggalkan aku!", ujar Naruto sambil menangis.

"Hei baka, dia Cuma terluka di telinga! Dia takkan mati!", ujar Sasuke ketus.

"Hi-Hinata kenapa kau kesini? Apa kau seorang gumiho?", tanya Naruto.

"Aku ingin membantu gumiho-san menjadi manusia. Karena Gumiho itu pernah menolongku dulu sewaktu aku kecil. Sebenarnya Gumiho itu baik hati dia tak pernah ingin melukai manusia, makanya aku berusaha keras membantunya. Gomen karena membuatmu khawatir, aku bukan gumiho kok!", ujar Hinata.

"Syukurlah Hinata! Ayo kita segera pergi dari sini!", ujar Naruto sambil membantu Hinata berdiri.

"Tapi kenapa ular itu bisa mencurigaimu sebagai gumiho?", tanya Kushina tiba-tiba.

"Itu karena ular itu Cuma bisa mengenali orang dengan bau. Karena aku sering bersama gumiho maka bauku hampir sama seperti gumiho. Gomen Kaa-san aku sudah mencuri ayam-ayammu. Aku sungguh menyesal Kaa-san, hukumlah aku Kaa-san!", ujar Hinata.

GREBB...

"Hinata, ternyata kau sangat baik hati! Sampai membantu seorang monster tanpa pamrih! Aku sungguh menyesal telah berbuat kasar padamu selama ini! Gomenasai Hinata!", ujar Kushina sambil memeluk Hinata lalu airmata mulai mengalir membasahi pipi Kushina.

"Hiks..hiks...tak apa-apa Okaa-san... Aku sangat menyayangi Kaa-san dan Naruto bahkan Kiba dan Menma..", ujar Hinata sambil terisak.

"Aku juga menyayangimu menantuku...hiks..hiks...", ujar Kushina terisak.

Naruto pun memandang pemandangan itu dengan perasaan lega. Akhirnya istri dan ibunya dapat saling menyayangi.

"Sekarang Gumiho, kau akan kuhabisi! Bersiaplah menuju alam baka!", ujar Sasuke lalu maju untuk menyerang dengan pedangnya.

Tapi tiba-tiba Gumiho itu mulai berubah wujud. Sasuke pun kaget dan jadi berhenti untuk menyerangnya. Wajah gumiho itu pun berubah menjadi perempuan yang sangat cantik dengan rambut soft pink dan mata emerald yang lembut. Sasuke pun langsung terpesona akan kecantikannya.

"Aduh...kepalaku sedikit pusing", kata gumiho yang kini jadi manusia itu dan dia hampir jatuh.

GREBB...

Sasuke pun menahan tubuh wanita itu dengan sigap dan menatap wajah wanita itu dengan lekat. Dia pun langsung blushing berat melihat kecantikan wanita itu.

"Sial! Baru pertama kali aku melihat wanita secantik ini!", gumam Sasuke.

"Tuan, ada apa memandangku seperti itu?", tanya wanita pink itu.

"Aah...tidak..tidak...Nona...namamu siapa?", tanya Sasuke.

"Aku tak tahu..", jawab wanita itu.

"Karena rambutmu pink seperti bunga sakura, kunamai kau Sakura", ujar Sasuke.

"Sakura..nama yang bagus! Lalu siapa namamu tuan?", ujar wanita yang kini namanya jadi Sakura itu sambil tersenyum.

"A..aku Uchiha Sasuke, panggil saja aku Sasuke!", jawab Sasuke dengan semburat merah tipis diwajahnya karena melihat senyuman manis Sakura.

"Sasuke-kun, lebih baik aku berdiri saja", ujar Sakura.

"Ah iya-iya, mari kubantu."ujar Sasuke lalu membantu Sakura berdiri.

"Sakura, kau adalah wanita tercantik yang pernah kutemui...Ma-maukah kau menikah denganku?", tanya Sasuke gugup

"Eh? I-iya aku mau Sasuke-kun...", jawab Sakura malu-malu lalu wajahnya memerah.

"Baiklah ayo kita pergi Sakura!", ujar Sasuke lalu menggandeng tangan Sakura dan keluar dari gua itu.

"Ayo Kaa-san, Hinata-chan, kita juga keluar dari sini!", ujar Naruto lalu menggenggam tangan Hinata dan Kushina.

"Hai, Naruto-kun!", jawab Hinata.

"Iya-iya anak baka!", jawab Kushina.

Akhirnya mereka pun hidup bahagia selamanya...

THE END

Ending macam apa ini...Gaje banget ya? Gomen author masih banyak kekurangan karena masih newbie.. Mohon reviewnya di chapter terakhir ini!

MIND TO REVIEW FOR THE LAST TIME?

ARIGATOU GOZAIMASHITA!

(Sedikit bocoran gue lagi sedang bikin fanfic baru dengan judul "Pianist Lover", Pair: SasuSaku, mohon dibaca juga ya. (promosi hehehe..))