Chapter 4

She is? Luhan

Main cast :

XI LUHAN

OH SEHUN

And

Other

GS For Uke

Sorry for typo(s)

Oohdinda72016

.

.

.

.

Terimakasih yang udah mau reviews fict ini^^

.

.

.

DON'T READ IF YOU NOT LIKE GS STORY.

BECAUSE THIS IS GS STORY

.

.

.

DON'T BE SILENT READER

.

.

.

NO BASH! PLAGIATOR GO AWAY!

.

.

.

ABSURD DAN BANYAK TYPO

.

.

.

.

UKS

"Luhan, diamlah, gege disini sayang." Ucap Kris sambil mengusap-usap lembut surai coklat Luhan sang adik manis nya.

"Gege..hikss..hikss..aku tidak ingin kuliah disni..hikss.." ucap parau Luhan sambil terisak

"Hustt.. tak apa gege akan selalu melindungimu saat ini, kau akan terus dalam lindungan gege saat ada di kampus. Okay, tenanglah.." Kris menenangkan

Kriett..

"Permisi," ucap yeoja bermata bulat memasuki ruangan UKS "Eum.. Lu-Luhan kau tak apa kan? Ini aku bawakan air putih, smoga kau bisa tenang. Maafkan kami ne?" ucap Kyungsoo dengan lembut

Luhan mendongakkan kepalanya untuk melihat Kyungsoo, mata'nya basah, kantung matanya semakin menghitam tanda bahwa ia kelelahan. "Eonni.." parau Luhan

"Ne?"

"Hikss..hikss.. apa aku salah jika menolak ciuman Sehun sunbae? Aku tidak mau menyerahkan ciuman pertamaku padanya. Bahkan aku tidak mengenalnya.. hikss.." isak Luhan polos

"Eh.. ti-tidak ttidak salah kok. Sehun memang terkadang suka berlebihan seperti itu, dulu dia tidak seperti itu kok. Aku sebagai perwakilan para anggota ospek memohon maaf untukmu ne? aku tahu ini keterlaluan.."

"Cukup, ku mohon kau keluar Kyungsoo, aku ingin berada dengan Luhan hanya berdua saja. Kau kumaafkan, sekrang pergilah.." ucap Kris tegas

"Ehh, tap—tapii"

"Sudahlah, sana!"

"Baiklah Kris, aku pergi dulu. Maafkan kami ya Luhan.."

"Tidak apa Eonni.."

Kyungsoo keluar UKS dengan fikiran penasaran, sebenarnya apa hubungan Luhan dan Kris? Apa mereka benar-benar pacaran? Kyungsoo menggeleng-gelengkan kepalanya tanda ia tak mau tahu lebih dalam itu buka urusannya. Kyungsoo pun berjalan maju untuk kembali ke lapangan melanjutkan Orientasi Siswa.

BRUK

"Aduh!"

"Eh maafkan aku, mari kubantu." Ucap namja itu

Kyungsoo yang sedari tadi menunduk memegangi sikut pun mau menerima uluran tangan sang namja tanpa diketahui siapa namja itu.

"Kau tak apa?" tanyanya

"Aku tak apa.." mendongakk "Ehh.. k-kkaii.." ucap Kyungsoo gugup

"Iya, maafkan aku ya Kyungso. Aku tidak sengaja tadi, aku buru-buru untuk ke UKS aku dengar Kris mendapat masalah. Kau benar tidak apa kan? Aku sangat ingin tahu keadaan Kris.

Maklum lah Kai bersahabat dengan Kris, sesudah kejadian 1 tahun yang lalu…

"Eh iya aku tak apa Kai, silahkan masuk saja. Ia ada didalam.." Kyungsoo mempersilahkan Kai

"Ookay.. aku duluan.." ucap Kai bergegas menuju ke UKS

"Ne.." ucap lirih Kyungsoo sbil melihat punggung Kai yang semakin menjauh "Tak akan pernah melihatnya ya?" gumam sedih Kyungsoo sambil berjalan menuju lapangan

.

.

.

.

.

.

Kegiatan OSPEK pada hari pertama tidak berjalan dengn baik, maka dari itu para anggota Ospek sedang mengadakan rapat di dalam ruangan Ospek. Saat ini pukul 17.00 wib semua warga kampus sudah pulang, jadi jampus sepi hanya diisi dengan para dosen, security dan para anggota OSPEK.

"Sehun sebenarnya apa yang kau lakukan apda gadis tadi? Ia terlihat ketakutan, kau malah membuat citra masa Orientasi Seoul University terlihat sangat jelek didepan para mahasiswa baru tadi.." ucap Suho

Yang di nasihati hanya memejamkan mata tanda ia jengah di beri nasihat terus menerus seperti ini

"Kau memang ketua di dalam Orientasi ini, tapi setidaknya jangan berbuat buruk. Mereka belum masuk ke sini saja sudah kau beginikan, apalagi mereka sudah memulai ajaran baru dan masuk di kampus. Sehun bisakah kau berubah?" ucap Kyungsoo ganti

"Sudahlah jangan salahkan Sehun, aku tahu dia hanya ingin bercanda pada gadis tadi. Hanya saja, gadis tadi yang mempermasalahkannya dan cengeng" ucap Chen sambil memilah-milah kertas folio

"Aku tahu Chen, tapi tidak sepantasnya Sehun mengatakan itu, dan sekarang kita sedang rapat untuk pembahasan besok. Tapi, salah satu dari kita tidak ada. Kris, ia terlihat sangat marah tadi" ucap Minseok

"Apa mereka mempunyai hubungan khusus? Mengapa Kris sangat melindungi gadis tadi?" ucap Kim Taehyung sambil menyesapi minumannya

"Mungkin iya. Dan mungkin tidak. Kau tahu Kris adalah kekasih Huang Zitao anak dari Departemen Seni. Kris orang yang setia.." ucap Suho dibalas anggukan oleh semua orang di dalam sana kecuali Sehun yang dari tadi memejamkan mata tenang. Tapi, hatinya berkata lain..

'Tidak mungkin Kris selingkuh dengan gadis tadi. Kris sangat mencintai Zitao, aku tahu itu. Tapi, kenapa Kris sangat membela gadis tadi. Aishh! Sial! Kenapa aku terus kepikiran oleh gadis tadi..'

.

.

.

.

.

APARTEMEN LUHAN

"Biarkan gege tidur sini." Ucap Kris sambil membuatkan coklat panas untuk adik tersayangnya.

"Tidak pelu ge, gege pulang saja. Pasti kau sangat lelah.." ucap Luhan memejamkan mata sambil memeluk boneka tersayang sang Bambi

"Tapi, kau sedang tidak berkeadaan baik Lu. Ijinkan gege.."

"Tidak usah, Luhan tidak apa. Gege pulanglah.." ucap Luhan duduk sambil memeluk Bambi

"Benar?"

"Iya, dan pasti Tao eonni sudah menunggu gege di apartemen. Kembalilah.."

"Yasudah, jika besok keadaan mu masih kurang baik, kau tidak usah berangkat." Ucap Kris mengusak rambut Luhan sayang

"Baiklah.."

"Gege pulang dulu, coklat panas ada dinakas dan makan sudah gege siapkan. Selamat malam sayang.." ucap Kris sambil menutup pintu kamar Luhan

"Aku ingin menelfon mama.." ucap Luhan mengambil Handphone di laci nakas dan mengetikkan nomor ponsel sang ibu.

"Halo? Luhan sayang, ada apa nak?"

"Mama.." ucap Luhan sambil menahan isak

"Sayang, ada apa? Katakan pada Mama? Jangan membuat mama khawatir!" ucap sang Mama dengan nada sedih

"Mama.. hikss.. Lu ingin pulang, Lu rindu Baba dan Mama.."

"Sayang, mama kira ada apa? Tidak ada yang menyakitimu bukan? Gege-mu melindungimu bukan?"

"Iya, gege selalu disamping Luhan. Mamaaaaaaa.. Luhan kan rindu pada Mama, mama tidak" rengek Luhan

"Mama dan Baba sangat merindukanmu Lu, baba bilang minggu depan kami akan ke Korea sayang, Baba mu ada bisnis disana. Jadi, tunggu kami ya? Sudahlah jangan menangis, anak mama sudah besar kan?" ucap Mama menenangkan

"Benarkah? Cepat kesini ya Ma, aku sangat merindukan mama.."

"Iya sayang, ini sudah malam. Tidurlah nak. Mama tutup telfonnya ya?"

"Iya ma, Luhan sayang Mama.."

"Mama juga nak. Mimpi indah"

Ttutt

"Mama, Luhan tidak ingin bertemu dengan Sehun lagi.. huweeeeeeeee"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

3 hari sudah dilewati dengan masa Orientasi siswa di Seoul University oleh Luhan dan semua sepantaranya. Ini waktunya acara penutupan dan di wajibkan untuk menginap di kampus.

"Lu, kau sudah siapkan coat tebal? Syal tebal? Sepatu boots? Celana yang tebal? Dan jaket? Dan—"

"Gegeee.. Luhan sudah siapkan semuanya, sudahlah jangan seperti itu. Luhan sudah besar, Luhan sudah bisa mengatur semua sendiri.." sambil mempoutkan bibir mungilnya

"Sendiri? Cengeng kan?"

"Ahh gege.. ayo berangkat kita nanti terlambat!" ucap Luhan smbil meneneng koper pink hello kitty'nya

"Oke..oke.."

.

.

.

.

.

.

KAMPUS 13.00 WIB

()

"Sehun nanti kau harus keluar, kau harus berpidato untuk menutup MOS ini." Ucap Suho beres-beres kertas di atas mejanya.

"Kau saja. Aku tetap disini, mungkin akan pualng jika semua sudah tidur." Jawab Sehun yang matanya tidak beranjak dari majalah dewasanya. Err

"Aigoooo, kau ini. Kau adalah ketua Ospek tahun ini jadi harus kau yang berpidato! Aku kan hanya wakilmu jika kau tidak ada, kalau kau ada mengapa harus aku" ucap Suho menatap Sehun dengan tajam

"Aku tidak perduli"

"Aish, anak ini! Sudah 2 hari kau tidak keluar ruang OSPEK selama MOS sejak kejadian gadis itu. Sudahlah lupakan, kulihat juga di sudah kembali riang tanpa dosa. Sudahlah lupakan hun" ucap Suho putus asa

"Aku tidak perduli Hyung. Sudahlah sana urusi semuanya, aku disini mengurusi ini." Ucap Sehun menunjuk-nunjuk kertas di atas mejanya

"Mengurusi apa? Kertas itu tidak berguna. Sudahlah lelah bicara denganmu, aku mau mengurus semua nya." Ucap Suho beranjak keluar dari RUANG OSPEK

.

"Aish, anak ini! Sudah 2 hari kau tidak keluar ruang OSPEK selama MOS sejak kejadian gadis itu. Sudahlah lupakan, kulihat juga di sudah kembali riang tanpa dosa. Sudahlah lupakan hun"

Kata-kata Suho sangat mempengaruhi pikirannya saat ini. Ia benar-benar malu atas kejadian waktu itu, ia dianggap pecundang oleh Kai—mantan temannya—karena sudah membuat seorang wanita menangis untuk kedua kalinya dalam peristiwa MOS ia merasa geram saat itu. Seseorang mencoba mengingatkan Sehun pada kejadian 1 tahun yang lalu yang membuat Sehun seperti ini—cuek,kejam,jahat—juga bisa dianggap manusia setengah iblis.

FLASHBACK

Selesai melihat keadaan Kris—Luhan—yang katanya menangis saat Sehun membentaknya, mengguncingnya, memojokkannya, dan mempermalukan Luhan. Kai mendekati ruang yang saat ini pertama kali ini menginjak lantai ini sejak kejadian 1 tahun lalu—RUANG OSPEK —Cukup membuka pintu itu dan dia tahu siapa yang berada di sana. Oh Sehun. Seorang namja yang saat ini sedang memejamkan mata sambil menggunakan earphone untuk mendengarkan music di sofa.

"Kau tetaplah pecundang. Brengsek!" umpat Kai berada di ambang pintu. Yang diberi umpatan masih saja memejamkan mata. Seperti tidak mendengar kata-kata itu. "Jangan kau fikir aku bodoh! Jangan pura-pura tidak mendengar! Apa kau tidak punya malu, membuat seorang gadis menangis untuk kedua kalinya dalam kegiatan MOS seperti tahun lalu? Pecundang. Benar-benar pecundang!" ucap Kai bersedekap masih menyender santai di ambang pintu.

Mendengar ucapan Kai, telinga Sehun panas. Ia membuka matanya dan melepas earphonenya santai sambil meregangkan lehernya kekanan-kekiri. Ia tidak memperdulikan ucapan Kai justru ia malah berdiri dan berjalan menuju gallon air putih untuk mengambil minuman lalu meneguknya.

"Ah aku lupa kau tuli! Tidak bisa mendengar! Persis satu tahun yang lalu." Ejek Kai

"Hentikkan omong kosong Kai" akhirnya Sehun menyaut

"woahh.. kau juga bisa bicara ternyata, aku tidak menyangka. Haha!" Kai tertawa kecut

"Apa maumu?" ucap Sehun datar

"Berhentilah menjadi iblis, berhenti membuat wanita menangis karenamu. Hanya nasihat saja. Aku pergi" ucap Kai pergi

Sehun memejamkan mata sambil berfikir

FLASHBACK

.

.

.

.

.

.

.

19.00 wib

"Sudah semua?" Tanya Suho

"Sudah.."

"Ehm.. test mic, hana dul set. Selamat malam semuanya.." ucap Suho ramah

"Malammmm.."

"Terimakasih sudah berpatisipasi untuk acara MOS di kampus kita tercinta dan untuk malam hari ini. Saya sebagai wakil ketua OSPEK meminta maaf atas kejadian yang terjadi pada saat kegiatan MOS berlangsung, dari disengaja atu tidak. Kami para senior hanya ingin membuat kalian tahu apa arti kerjasama, kekompakan dan bla bla..

Sekian dari saya, trimakasih sudah selalu bersabar menghadapi senior kalian yang killer maafkan kami para senior dan SELAMAT DATANG DI SEOUL UNIVERSITY" ucap Suho lalu meninggalkan panggung acara.

.

.

.

.

.

21.00 wib

"Kapan api unggunnya dibuat? Lama sekali.." ucap Baekhyun

"Iya, lama sekali. Aku kan ngantuk" ucap Lay

"Iya nih, lama banget" ucap Jungkook—teman baru kumpulan Luhan sama-sama depatemen arsitek—

"Sabarlah, membuat api unggun itu susah kalian tahu.. Uhh" ucap Luhan lalu memegang perutnya

"Lu ada apa? Kenapa?" Tanya Baekyun khawatir

"Sa—sakit Baekk"

"Sakit? Mana? Yang mana?" Tanya Lay payah

"Kau ini! Luhan memegang perut jadi ya yang sakit perut! Bodoh sekali" ucap Baekhyun kesal

"Mana kutahu.."

"Sudah-sudah, aku bawa ke UKS ya Lu. Disana ada obat, apa kau maag?" Tanya Jungkook

"He'em." Mengangguk lemah

"Yasudah, ayo ku gendong. Disana ada obat maag," ucap Jungkook lalu menggendong Luhan ada Bridal Style

"Aku ikut.."

"Tidak usah Baek, kau disini saja bersama Lay.." perintah Jungkook pergi ke UKS

"Baiklah"

Jungkook berjalan sedikit berlari, Luhan terus-terusan merintih kesakitan sambil memegang perutnya

"Sabarlah, sebentar lagi kita sampai UKS" tenangkan Jungkook sambil sedikit berlari.

"Luhan"

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

Previews Juseyok^^