Chapter 4
Disclaimer : Naruto [Masashi Kishimoto]
One Piece [Eiichiro Oda]
Created by : Kurosaki D Jasmine
Rated : M
Warning : Typo (s), Miss Typo (s), ABAL, TIDAK SESUAI ALUR, GAJE DLL OOC, OC, Alternative Universe and Etc.
Don't like, Don't read ..
Ide ini dihasilkan oleh imajinasi otak Author sendiri, jadi harap maklum jika masih banyak kesalahan.
XxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxX
Skip Time
4 Day
Naruto berjalan digurun yang panas sendiri, mengapa sendiri? Ia salah pilih jalan, dan tersesat saat akan menyusul Nami dkk
"Sialan, ini gara-gara Luffy! Aku jadi tersesat seperti ini!"Naruto berkata dengan berkeringat, panas dengan cuaca digurun ini
Sruk
Naruto menginjak sesuatu yang lunak
"Eh"Naruto terjatuh kedalam lubang yang ia injak tadi
Dhuar
Naruto terjatuh dari ketinggian yang cukup untuk membunuh manusia normal, tapi ia bukan manusia normal sih
"Sial sekali aku hari ini! Pertama tersesat dan sekarang terjatuh, aku jadi ingin tahu apa lagi yang akan terjadi?!"Naruto berkata dengan terbaring kesal, Naruto berdiri dari keadaan berbaringnya dan melihat lingkungan yang berada disekitarnya"Apa aku berada dalam sebuah bangunan yang terkubur?"Naruto berjalan berkeliling didaerah itu'Jika ada bangunan pasti ada sesuatu yang dilakukan didalamnya! Lagipula bangunan yang terkubur ini cukup besar, dan bisa dipastikan bangunan ini bekas penelitian'Naruto terus berjalan sampai ia berhenti ke batu biru yang ada tulisan aneh, Naruto membulatkan matanya terkejut melihat batu ini
"Poneglyph! Bagaimana bisa batu ini disini? Atau jangan-jangan? Disini adalah tempat meneliti poneglyph"Naruto berkata dengan terkejut dan melihat huruf-huruf itu"Kami titipkan rancangan itu pada kalian, jangan biarkan orang-orang pengkhianat itu memilikinya dan jika orang yang memiliki tekad D muncul, dan kalian merasa orang itu pantas, berikan rancangan itu padanya!"Naruto membaca Poneglyph itu dengan teliti'Jika kuingat lagi, aku meminta Menma-nii mengajarkanku tentang arkeolog, dan dia memberikan 100 buku tebal yang halamannya berjumlah 4000 masing-masing buku, butuh 20 tahun untukku mengingat semua isi buku itu'Naruto tersenyum mengingat ia belajar arkeolog dipulau itu selama 20 tahun
Srek Srek
Pasir yang mengelupas mengalihkan perhatian Naruto
"Shhhh"Suara desisan hewan dari kadal ungu yang ukurannya 14 meter dengan tinggi 6 meter dan mata yang tajam, menatap Naruto dengan pandangan lapar
"Disini tidak ada siapapun, dan juga aku lelah jika terus berjalan! Jadi kutuklah nasibmu karena bertemu denganku!"Naruto mengaktifkan Mangekyou Sharingan miliknya yang berputar menatap hewan itu
Batu yang menjulang tinggi Place
Nami dkk kini tengah beristirahat disana menunggu Naruto yang menghilang
"Ya ampun! Menyedihkan sekali, tersesat ditengah-tengah gurun! Dia seperti Zoro saja!"Luffy berkata dengan bangga
DHuak
Zoro menginjak wajah Luffy dengan raut wajah yang kesal
"Kau pikir salah siapa kita tersesat tadi!"Zoro berkata dengan tajam pada Luffy yang berkeringat dingin
"Maaf"Zoro mengangkat kakinya dari wajah Luffy mendengar perkataan Luffy tadi
"Apa Namikaze-san akan baik-baik saja?"Vivi bertanya dengan cemas akan Naruto yang menghilang
"Tenang saja! Walaupun kami baru mengenalnya 4 hari, kurasa dia bukanlah orang yang mati semudah itu!"Sanji berkata dengan tersenyum pada Vivi yang mulai hilang rasa cemasnya"Mungkin"Kata yang ditambahkan Sanji tadi kembali membuat Vivi cemas
Buagh
Sanji terbaring ditanah dengan benjol dikepalanya
"Jangan mengatakan sesuatu yang membuat Vivi Khawatir Bodoh!"Nami berkata dengan dinginnya pada Sanji
"Baik Nami-swan!"Sanji membalas dengan mata love-nya
"Budak Cinta!"
"Apa katamu? Marimo Busuk!"
"Alis Lingkar!"
"Pendekar tingkat 3"
"Kau ingin bertarung sialan?"Zoro menatap dengan membunuh pada Sanji yang dibalas dengan sama
"Itu yang kuinginkan"
Buagh Buagh
"Hentikan kalian berdua!"Nami berkata dengan kesal pada Sanji dan Zoro yang terus bertengkar setelah dipulau Little Garden
Drt Drt
"Hoy apa kalian merasakannya?"Sanji bangun dengan kepala benjol
"Yeah, tanahnya terasa berguncang!"Vivi menyentuh tanah
"KADAL RAKSASA SANDORA!"Ussop berteriak dengan histeris melihat kadal ungu itu
"Makanan datang!"Luffy melihatnya dengan berbinar senang
"Tunggu! Apa itu yang berada diatasnya?"Zoro melihat dengan teliti
"Naruto"Nami berkata dengan tidak percaya
Tap
"Yo"Naruto meloncat dari kepala kadal itu dan menyapa mereka
"N-N-N-N-N-Naruto apa kau menjinakkan hewan ini?"Ussop bertanya dengan bergetar hebat tubuhnya
"Yeah! Dan juga ini aku bawa air!"Naruto menyerahkan tong yang berisi penuh dengan air
"UOOOOHHH KAU PENYELAMAT NARUTO!"Ussop, Luffy, Sanji dan Chopper berteriak dengan senang
"Dia seperti Ace-san saja!"Nami berkata dengan senang
"Namikaze-san, apa kau mendapatkan air ini dengan mencuri?"Vivi bertanya dengan ragu pada Naruto
"Tentu tidak! Aku mendapatkan air ini dengan mengompres udara, dan kebetulan ada tong disekitarku lalu kumasukan saja airnya kedalam tong!"Naruto menjawab dengan tersenyum pada Vivi
"Kemampuanmu benar-benar berguna sekali! Selain untuk bertarung kau juga bisa menggunakannya dalam keadaan genting seperti ini! Tidak seperti dia"Sanji memutar matanya pada Luffy yang mulai minum
"Kau benar sekali!"Ussop juga memutar matanya pada Luffy
"Ada apa?"Luffy bertanya dengan polosnya pada mereka berdua
"Dia tidak merasa sama sekali!"Nami berkata dengan sweatdrop
"Yeah, itu burung yang tadi!"Luffy berteriak dengan kesal melihat burung yang mencuri semua perbekalannya
"Luffy siap-siap mengambil makanan!"Naruto mengarahkan tangannya pada burung itu
"Lightning Bolt"Naruto menembakan bola listrik yang muncul disekitar tubuhnya dan mengincar burung itu, walau burung itu menghindari bola itu terus mengejar
Dztttttttt
Petir yang bergemuruh terdengar jelas
"Uhhh Burung panggang!"Luffy memakan burung itu dengan rakus
"Luffy jangan rakus!"Nami memperingati Luffy yang terus makan
"Jika ada Naruto, masalah persediaan air dan makanan aman!"Sanji memberi jempol pada Naruto'Apa mereka ini benar-benar bajak laut? Dan juga kenapa aku bisa bergabung dengan mereka? Ahhh mereka ini benar-benar menyedihkan!'Naruto membatin dengan geleng-geleng
"Ada apa Naruto?"Ussop bertanya pada Naruto yang geleng-geleng
"Tidak ada apa-apa, lebih baik kalian naik! Kita akan pergi dengan kadal itu!"Naruto menunjuk pada kadal ungu itu
"YUUUHUUUU KITA TIDAK USAH BERJALAN LAGI!"Mereka semua berteriak dengan senangnya, dan mulai naik keatas punggung kadal itu
"Kau benar-benar bisa diandalkan Naruto!"Luffy menepuk punggung Naruto dengan senangnya
"Ini hal yang mudah! Apa kau tidak bisa melakukan hal seperti ini?"Naruto sweatdrop akan perkataan Luffy tadi
"Dia itu tidak bisa diandalkan dalam hal ini Naruto! Jadi jangan terlalu kau pikirkan! Lagipula mengapa kau kepikiran tentang membuat air dari mengompres udara, dan jika kau bisa melakukannya berarti kau bisa memanipulasi angin ya"Sanji mengibaskan tangannya dengan tersenyum
'Mereka baru menanyakannya sekarang! Mereka ini terlalu percaya satu sama lain, tapi mungkin itu karena mereka sudah lama bersama!'Batin Naruto"Dulu aku pernah diajar oleh Menma-nii untuk hidup dihutan selama seminggu tanpa bantuannya, dan dia menyuruhku untuk memanfaatkan angin, udara, tanah, tanaman atau apapun yang berada didalam hutan! Yah aku melakukannya saja, dan benar-benar seperti neraka saat pertama kali aku merasakannya! Namun karena aku ingin menjadi kuat, aku tetap menjalaninya saja! Dan ini benar-benar bermanfaat! Sepertinya ia sudah memprediksi hal ini!"
"Mana mungkin ada orang yang bisa melihat sejauh itu Namikaze-san!"Vivi tidak percaya dengan perkataan Naruto tentang Menma tadi
"Begitulah! Tapi setiap yang diajarkannya, benar-benar bisa kugunakan untuk keadaan apapun! Sepertinya yang diajarkannya padaku adalah pengalamannya sendiri! Jadi mungkin karena itu, apa yang diajarkannya bisa kugunakan dikeadaan apapun!"Naruto menjawab dengan menggaruk bagian belakang kepalanya
"Lalu Luffy apa kau juga diajar hal seperti itu? Mengingat kalian berdua memiliki kakak yang sama!"Nami bertanya pada Luffy yang masih senang memakan burung panggang itu
"Tidak, Menma-nii tidak pernah mengajari hal itu! Ia hanya berpesan untuk semakin kuat saja saat bertemu lagi! Dan juga sifat yang dibilang Naruto dengan yang kutahu itu berbeda, dia itu sangat baik, ramah, sopan, santun dan juga selalu membantuku dalam segala hal"
"Euhhhh ini benar-benar menyebalkan! Aku jadi ingin menghajar Menma-nii"Naruto berkata dengan aura suram ditubuhnya
"Jadi jika Naruto adik yang diasuh dan dibimbing, Luffy adalah adik yang diasuh dan diajarkan mandiri"Sanji menyimpulkan hasil perkataan Naruto dan Luffy tadi
"Lalu berapa lama kita akan sampai di Yuba, Vivi?"Naruto bertanya pada Vivi yang melihat lurus kedepan
"Dengan kecepatan seperti ini, mungkin sore sudah sampai!"Vivi melihat kedepan dimana matahari baru seperempat naik
Sore harinya
"Bye-bye"Naruto dkk melambaikan tangannya pada kadal itu yang pergi menjauh
"Kalau begitu mana tempat yang bernama Yuba itu Vivi-san?"Naruto pada Vivi yang membulatkan matanya tidak percaya melihat badai pasir yang berada didepan mereka"Jangan bilang, jika kota yang tertimpa badai itu adalah Yuba!"
"Itu adalah Yuba"Vivi menunjuk kota yang terus terhantam badai pasir itu
"Ahh ini sih sudah bisa dipastikan, jika pemimpin pemberontak itu sudah tidak ada disana!"Naruto mengeluh lelah dengan semua ini
"Bagaimana kau bisa tahu sebelum mengeceknya?"Nami bertanya dengan heran
"Intuisi dan pemikiranku!"
"Pemikiran tidak selalu benar! Jadi kita harus mengeceknya dulu, baru berkata seperti itu!"Sanji yang melihat kota itu dengan berpikir
Yuba
Naruto, Luffy dan teman-teman yang lain berjalan dijalan Yuba yang tertutupi pasir karena badai tadi
Sruk Sruk
Suara galian terdengar nyaring oleh mereka
"Ada orang yang bekerja!"Sanji bingung dengan pendengarannya
"Lebih baik kita mengeceknya!"Nami pergi kesana bersama yang lain kecuali Naruto yang memegang wajahnya
'Negeri ini sudah berada diujung tanduk! Shicibukai, seperti pemerintah sangat santai sekali menanggapi jika salah satu negeri aliansinya berada dalam bahaya! Atau mereka tidak bisa berbuat apapun untuk negeri ini, karena adanya Shicibukai itu!'Naruto melihat jalan dan kota-kota yang berada disini
Sush
Naruto menyentuh pasir yang ada dijalan
"Pasir ini masih baru karena badai tadi! Tapi kenapa pasir yang lebih kebawah juga terasa seperti baru? Apa badai itu datang hampir setiap hari kekota ini?"Naruto melihat pasir yang masih baru itu
"Hoy! Naruto apa yang kau lakukan disana? Cepatlah kemari!"Ussop berteriak disalah satu penginapan
"Yeah"Naruto berjalan dengan santai kepenginapan
Esok Hari
Sekarang Naruto tengah melihat kakek tua yang sedang menggali ditengah-tengah lubang besar
"Kakek, apa kakek melakukan ini hampir setiap hari?"
"Begitulah, karena tidak ada yang datang ke Oasis ini, dikarenakan air yang tidak muncul disini! Jadi aku akan menggali-menggali dan terus menggali sampai airnya muncul!"
"Sepertinya aku juga kasihan melihatnya! Kakek, naiklah keatas, akan kubuat lubang besar!"
"Memangnya apa yang akan kau lakukan anak muda?"Kakek itu membawa botol yang berisi minuman hasil Luffy dan pergi keatas
"Sudah kubilang akan kubuat lubang besar!"
"Earth Hole"Naruto menyentuh tanah pasir
Drkkk Drrkkkkkk Dhuar
Getaran terasa dengan jelas ke seluruh oasis
"Ada apa?"Nami bangun dengan kaget akan getaran yang ia rasakan, seluruh orang dipenginapan juga ikut terbangun
"Apa yang terjadi?"Ussop celungak-celinguk panic
"Apa terjadi gempa bumi?"Chopper juga sama saja
Ditempat tadi lagi
"Ohh, anak muda, apa benar kau yang membuat lubang besar ini?"Kakek tua itu melihat lubang yang berdiameter meter dengan kedalaman 49 meter
"Yeah, seharusnya hanya dengan menggali beberapa bagian lagi, airnya akan keluar!"Naruto menjawab dengan tersenyum
Tap tap
Luffy dkk berlari ketempat kakek itu karena takut kakek itu diserang atau oasis ini diserang menggunakan bom
"Ojii-san apa yang terjadi disini?"Sanji bertanya dengan serius pada kakek itu yang tersenyum senang
"Anak muda yang disana membantuku menggali!"Kakek itu menunjuk Naruto yang garuk-garuk kepala bagian belakang
"Kita cepat pergi! Sebelum para pemberontak itu beraksi!"Naruto berdiri dan pergi dari sana
Gerbang masuk ke Yuba
Luffy dkk kini berkumpul digerbang untuk melanjutkan perjalanan, Luffy berjalan dengan menundukan kepalanya, dan tong air kecil yang menggantung dileher
Syut
Luffy duduk dipohon kering yang berada digurun
"Aku berhenti"Luffy berkata dengan menundukan kepalanya
"Eh"
"Luffy berhentilah bercanda, dan ayo kita lanjutkan perjalanan kita!"Sanji berkata dengan jengkel pada Luffy yang masih tetap duduk
'Hehhh tidak kusangka, otak bebalnya menyadarinya! Tapi apa ia akan membantu tuan putri ini atau meninggalkan tuan putri ini? Aku jadi ingin tahu! Jika jawabannya tidak sesuai yang kuharapkan, maka aku akan pergi dari kelompok ini!'
Plak
Vivi menampar Luffy dengan keras
"Kumohon jangan berkata seperti itu!"Vivi berkata dengan raut wajah marah
"Memangnya apa yang salah dari perkataanku?"Luffy membalas dengan datar
Plak Plak Plak Plak
Vivi terus menampar Luffy yang sekarang kesulitan bicara
'Hahh lagi-lagi! Kenapa mereka tidak berbaikan dan bicara baik-baik saja?'Naruto menghela nafas lelah, melihat Vivi yang menangis dipelukan Vivi
"Yosh, tujuan kita selanjutnya adalah Rainbase!"Luffy menunjuk kearah utara
5 jam berlalu
Luffy dkk kecuali Nami dan Vivi, berkeringat karena panas dari gurun ini dan lelah karena berjalan terus-terusan
"Apa kita tidak bisa istirahat dulu?"Ussop bertanya dengan memegang tongkat kayu agar tidak terjatuh dari rasa lelahnya yang sudah luar biasa bagi manusia normal sepertinya
"Bertahanlah Ussop! Kita sudah hampir sampai!"Nami berkata dengan duduk dipunggung Matsuge
"Kau bilang begitu, karena kau menaiki Unta Tolol Bodoh nan Biadab Yang Tidak Tahu diri!"Ussop membalas dengan geram, masih ingat dengan perkataan Matsuge yang diterjemahkan Chopper di Yuba
'Mereka bertengkar lagi! Lagipula kenapa firasatku tidak enak begini!'Naruto terus berjalan menghiraukan pertengkaran Luffy dan Ussop
"Nami, aku mau ke suatu tempat dulu! Apa kau keberatan?"Naruto bertanya pada Nami yang turun dari Matsuge
"Tidak, nanti berkumpul lagi ditempat ini!"Nami menunjuk tempat yang diatasnya ditutupi pohon
"Yeah"Naruto berjalan pergi'Sebenarnya apa maksud dari rancangan, tekad D, pewaris, orang yang salah dan mereka para pengkhianat, yang kubaca dari Poneglyph itu'Naruto berjalan tanpa melihat kedepan
Bruk
Naruto menabrak seorang wanita yang berpakaian seksi dengan kulit tan dan rambut raven
'R..Robin, apa mungkin ia Robin adik dari Nisa-chan yang menghilang 20 tahun yang lalu'Naruto melihat wanita itu dengan tidak percaya
"Maaf karena sudah menabrakmu nona"Naruto berdiri dan bersikap professional
"Tidak apa-apa, lain kali hati-hati dalam berjalan!"Wanita itu juga ikut berdiri dan pergi dari sana
'Apa sebaiknya kuikuti saja? Tapi wanita itu bukan wanita sembarangan, jadi tidak usah saja!'Batin Naruto melangkah pergi
"Siapa dia? Kenapa aku merasa ia mirip dengan Naruto-san?"Wanita itu berbalik melihat Naruto yang menjauh
Naruto kini tengah berjalan ke bar yang berada didekatnya, dan masuk kedalam bar
"Paman, makananya satu! Tenang saja aku punya uang!"Naruto duduk dan memesan pada wanita yang berumur kepala tiga
"Ini"Wanita itu menyerahkan piring yang berisi makanan
"Nasi goreng! Kenapa makanan di negeri ini serba goreng? Apa karena panas disini?"Naruto memiringkan kepalanya bingung dan memakannya saja, setelah selesai makan ia pergi dari sana
"Entah kenapa aku tiba-tiba ingin menjauh tadi? Apa ada hal aneh?"Naruto melihat kelangit yang terang, Naruto berjalan dengan santai ketempat teduh yang ditutupi daun
3 jam berlalu
DHuar
Suara ledakan membangunkan Naruto dari tidurnya
"Ini pasti mereka!"Naruto menepuk kepalanya heran dengan kelakuan kelompok ini yang selalu membuat masalah, Naruto berdiri dari tempat bersandarnya dan melihat keselatan
"Chopper disini!"Naruto berteriak pada Chopper yang mengendarai kepiting, Chopper mendekat dengan kepiting itu
"Naruto naiklah! Ini keadaan gawat!"
Hap
Naruto melompat naik kepunggung kepiting ini dan dipunggung ini sudah ada kru Luffy dkk
"Naruto kemana saja kau dari tadi?"Nami bertanya dengan kesal pada Naruto menggaruk bagian belakang kepalanya
"Tidur"
Dhuak
Naruto terkapar dengan kepala benjol dikepalanya
"Apa kau tidak tahu? Apa yang terjadi saat kau enak sekali bermimpi tadi?"Nami bertanya dengan kesal sekali
"Kalian membuat masalah dengan Crocodile, dikurung lalu meruntuhkan bangunan yang diatasnya ada buaya itu, sebagai pengalih perhatian kemudian salah satu dari kalian membebaskan orang-orang yang terkurung! Apa aku salah?"
"Benar juga, tapi darimana kau tahu?"Kekesalan Nami hilang digantikan dengan rasa bingung
"Dari gelagat kalian saja itu sudah ketahuan! Dan juga dimana Luffy? Aku tidak melihatnya dari tadi!"Naruto melihat disekitar punggung kepiting ini
"Luffy dijerat oleh Crocodile dan sekarang sedang melawannya! Jadi kita harus berpergi ke Alubarna untuk menghentikan rencana Utopia Crocodile!"Ussop menjawab pertanyaan Naruto dengan tubuh gemetaran
"Hmm, begitu!"Naruto menanggapi dengan santai
"Kau tidak khawatir dengan Luffy-san?"Vivi bingung melihat gelagat Naruto yang santai sekali
"Tidak, ia sendiri yang bilang jika ia akan menjadi Raja bajak laut! Jika dia kalah disini berarti ia tidak pantas menjadi Raja bajak laut, dan juga teman macam apa yang meragukan temannya sendiri?"
"Kau benar juga!"Ussop tersenyum mendengar balasan Naruto yang tepat sekali
"Minna kumohon pinjamkan kekuatan kalian padaku!"
"YEAH!"
===============TO BE COUNTINUED===================
Chapter ini pendek karena idenya mentok jadi maklumi saja, lagipula aku ingin minta saran pada kalian yang baca jadi mohon Review-nya
