Warning : Yaoi, typos.. DON'T LIKE DON'T READ..

Happy reading ^^

Sementara itu Siwon yang duduk di depan Jaejoong dan Junsu hanya memperhatikan Jaejoong yang sedang bercanda dengan Junsu.

"Manis sekali," pikir Siwon.

CHAPTER 4

"Ini makanan kalian," kata Yoochun yang datang bersama dengan Yunho sambil membawa makanan yang tadi sudah dipesan oleh Jaejoong, Junsu, dan Siwon.

"Gomawo, Chunnie. Ayo kita makan," ajak Junsu.

"Ne. Kau yakin tidak makan Jae?" tanya Siwon yang memperhatikan Jaejoong yang hanya memesan air putih.

"Ani, aku sedang tidak lapar," jawab Jaejoong.

"Yakin? Kau sakit?" tanya Yoochun.

"Ani, Hyung. Aku hanya sedang tidak ingin makan," jawab Jaejoong lagi sambil tersenyum.

"Huh, bilang saja kau takut aku mencampurkan sesuatu pada makananmu. Tenang saja, aku tidak akan melakukan hal-hal konyol seperti anak kecil begitu," sela Yunho sambil memakan makanannya.

"Ya, aku bukan anak kecil," kata Jaejoong ketus.

"Hm? Aku kan tidak bilang kau anak kecil. Kenapa marah seperti itu, eoh?" tanya Yunho santai.

"Kau menyindirku kan? Dasar manusia beruang,"

"Tidak. Aku kan hanya bilang aku tidak akan melakukan hal konyol seperti anak kecil dan aku tidak menyebutkan namamu sama sekali. Jadi kau merasa tersindir, eoh?" balas Yunho lagi. Sementara itu, Yoochun dan Junsu hanya geleng-geleng kepala melihat sahabatnya. Lagi-lagi bertengkar, pikir mereka. Namun, Siwon yang tidak terbiasa dengan kelakuan dua manusia tersebut berusaha melerai.

"Sudahlah, kalian berdua jangan bert-,"

"Lebih baik kau diam saja, Siwon. Daripada kau kena akibatnya," kata Yoochun memotong kalimat Siwon yang langsung dibalas anggukan kepala oleh Junsu. Yunho dan Jaejoong pun terus beradu mulut seperti itu sampai pada akhirnya ada sebuah pengumuman dari speaker.

"Pengumuman kepada seluruh siswa-siswi Dong Bang. Untuk merayakan ulang tahun sekolah yang akan dilaksanakan sebentar lagi, kami seluruh anggota OSIS akan mengadakan acara. Setiap kelas harap berpartisipasi. Untuk itu, setelah istirahat ini, diharapkan perwakilan setiap kelas untuk datang ke ruang OSIS. Terima kasih,"

"Tahun ini ada acara apa lagi ya?" tanya Junsu masih sambil makan.

"Hm. Molla. Tapi kuharap menarik karena tahun lalu acaranya tidak menarik sama sekali," jawab Yunho.

"Memangnya tahun lalu acaranya apa, Hyung?" tanya Junsu lagi. Karena Jaejoong dan Junsu masih duduk di kelas 1 dan Siwon adalah murid baru, maka tentu saja mereka tidak tahu acara yang diadakan tahun lalu.

"Hanya perlombaan antar kelas. Membosankan," kali ini Yoochun yang menjawab pertanyaan Junsu. Junsu pun hanya ber-oh ria mendengar jawaban Yoochun dan melanjutkan makan. Akhirnya bel pun berbunyi menandakan istirahat siang telah selesai.

Jam pelajaran terakhir ini kosong karena digunakan untuk mempersiapkan acara ulang tahun sekolah yang tadi sudah diumumkan. Taeyeon, selaku ketua kelas Jaejoong pergi ke ruang OSIS untuk mendapatkan informasi mengenai acara yang akan diadakan. Demikian pula Seung Ri yang merupakan ketua kelas Yunho. Sementara ketua kelas mereka masih di ruang OSIS, anggota kelas Jaejoong sibuk membicarakan acara apa yang akan diadakan untuk acara ulang tahun sekolah mereka. Sekitar setengah jam menunggu, akhirnya Taeyeon kembali ke kelas.

"Taeyeon, bagaimana? Acara apa yang akan diadakan untuk perayaan ulang tahun sekolah kita," tanya salah satu murid yang diketahui bernama Eunhyuk. Taeyeon pun segera maju ke depan kelas dan mulai menjelaskan acara yang akan diadakan untuk perayaan ulang tahun sekolah mereka. Seluruh penghuni kelas tersebut mendengarkan dengan baik, termasuk Junsu dan Jaejoong.

"Begini, karena acara tersebut terbuka untuk umum, seluruh anggota OSIS dan para guru sepakat untuk mengadakan perlombaan menarik perhatian pengunjung. Jadi seluruh kelas harus membuat sesuatu yang menarik perhatian pengunjung. Kelas yang dapat menarik perhatian pengunjung paling banyak, dia akan menang dan akan mendapatkan hadiah. Hadiahnya adalah kita diberi libur selama seminggu dan akan pergi ke Pulau Jeju," jelas Taeyeon yang membuat heboh kelasnya karena hadiahnya cukup besar.

"Lalu, kita bebas melakukan apa saja?" tanya seorang siswa lagi.

"Em, tidak juga. Supaya tidak ada yang sama, maka acara yang dibuat oleh tiap kelas ditentukan dengan undian. Namun seluruh konsep acara terserah pada kita. Oh ya, dan masing-masing kelas 1 akan bekerja sama dengan kelas 2. Kelas 3 tidak ikut karena harus mempersiapkan ujian. Hal itu juga ditentukan dengan undian. Dan hasil undian itu, kelas kita akan bekerja sama dengan kelas 2-B," Jelas Taeyeon lagi.

"Hei Jae, bukankah itu kelas Yunho Hyung dan Chunnie?" bisik Junsu pada Jaejoong. Jaejoong hanya mengangguk untuk mengiyakan pertanyaan temannya tersebut. Jaejoong penasaran acara apa yang akan dibuat oleh kelas mereka.

"Dan, berdasarkan undian tadi. Kelas kita dan kelas 2-B akan mengadakan acara drama. Namun judul drama dan konsep dramanya terserah kita. Jadi, sekarang kita akan mengadakan rapat dengan anak-anak kelas 2-B untuk menentukan drama apa yang akan kita tampilkan. Karena itu sekarang tolong kalian semua berkumpul di halaman belakang untuk bertemu dengan anggota kelas 2-B," terang Taeyeon yang diikuti bisik-bisik senang dari seluruh anggota kelasnya.

Sementara itu di kelas Yunho, Seung Ri juga sedang menerangkan apa yang diterangkan Taeyeon di kelasnya. Anggota kelas Yunho pun menyambut dengan antusias, sama seperti reaksi di kelas Jaejoong. Dan sama seperti kelas Jaejoong, setelah mendengarkan penjelasan Seung Ri, kelas mereka pun segera menuju ke halaman belakang.

Sampai di halaman belakang, anggota kelas Jaejoong dan Yunho pun duduk di bawah pohon. Seung Ri memulai memimpin diskusi mereka.

"Baiklah, jadi drama apa yang sebaiknya kita tampilkan?" tanya Seung Ri.

"Bagaimana kalau drama percintaan saja, seperti Cinderella atau Putri Salju atau semacamnya?" celetuk salah satu yeoja dari kelas Jaejoong yang bernama Yoona.

"Bukankan cerita tersebut sudah sangat biasa? Kita kan harus berusaha menarik perhatian penonton sebanyak mungkin," sambung Victoria, yeoja dari kelas Yunho.

Mereka semua yang berkumpul pun mulai berpikir mencari judul yang bagus untuk dijadikan drama di kelas mereka. Sampai tiba-tiba salah seorang dari mereka menyela:

"Bagaimana kalau kita tetap pakai ide Yoona, menampilkan cerita yang biasa hanya saja kita sesuaikan dengan cerita zaman sekarang, misalnya jika di cerita Cinderella mereka menggunakan kereta kuda, sekarang kita menggunakan mobil," celetuk namja yang diketahui bernama Donghae.

"Hei, bodoh. Bagaimana bisa mobil naik ke atas panggung?" celetuk Eunhyuk menolak ide Donghae.

"Eh? Benar juga ya," kata Donghae nyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Begini saja, bagaimana kalau cerita tentang Sleeping Beauty namun semua pemerannya adalah namja?" tanya seorang yeoja bernama Yuri memberi ide. Seketika itu, semua yang ada berkumpul di situ tersenyum mengiyakan, termasuk Jaejoon karena sepertinya ide tersebut menarik untuk dilakukan.

"Ok, baiklah. Kalau begitu kita sepakat akan memainkan drama Sleeping Beauty dan seluruh castnya adalah namja. Sementara yeoja bertugas untuk menyiapkan properti seperti kostum dan sebagainya. Ada yang tidak setuju?" tanya Seung Ri lagi. Namun, sepertinya semua orang setuju.

"Oke, kalau begitu besok kita akan tentukan castnya lewat undian. Hari ini cukup sekian dulu. Aku dan Taeyeon akan menyiapkan undiannya," kata Seung Ri lagi. Setelah mendengar kata-kata Seung Ri, mereka semua pun beranjak untuk pulang. Demikian pula dengan Jaejoong, Junsu, Yoochun, dan Yunho.

"Joongie, kau langsung pulang?" tanya Junsu.

"Ani, aku ada latihan seperti biasa. Kau bersama Yoochun Hyung lagi?"

"Ne, kalau begitu aku pulang dulu ya. Bye,"

"Ne, hati-hati di jalan," jawab Jaejoong dan dia pun segera beranjak menuju ke lapangan bulutangkis tempat ia biasa berlatih. Namun, di tengah jalan ada yang memanggilnya.

"Jae," panggil orang itu yang sontak membuat Jaejoong menoleh.

"Siwon Hyung, kenapa ada di sini?" Jaejoong menyapa Siwon. Hanya Siwon, padahal di sebelah Siwon ada Yunho. Untuk Yunho, Jaejoong hanya memberi tatapan tajam seperti biasa ia lakukan.

"Ah, ani. Kau tidak pulang?" tanya Siwon.

"Aku ada latihan bulutangkis seperti biasa. Hyung sendiri tidak pulang?"

"Aku baru akan pulang bersama dengan Yunho. Baiklah kalau begitu aku pulang dulu. Selamat berlatih ne," kata Siwon.

"Ne. Kamsahamnida Hyung," kata Jaejoong.

Akhirnya Siwon pun pulang bersama dengan Yunho. Dalam perjalanan mereka pun berbincang-bincang. Karena Siwon baru saja pindah ke kota tersebut, Yunho pun berjalan sambil menjelaskan mengenai tempat-tempat yang mereka lewati. Kebetulan jalan pulang mereka sama.

"Yun, sebenarnya apa hubunganmu dengan Jaejoong?" tanya Siwon tiba-tiba.

"Mwo? Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?" tanya Yunho balik karena kaget mendapat pertanyaan tiba-tiba dari Siwon.

"Ah, ani. Hanya saja kulihat kalian cukup akrab. Kalian sepasang kekasih?"

"Mwo? Kekasih? Dengan Jaejoong? Jangan harap," jawab Yunho ketus.

"Lalu?"

"Kami musuh besar,"

"Hahahaha," Siwon malah tertawa mendengar jawaban Yunho.

"Wae? Kenapa kau malah tertawa?" tanya Yunho sambil mengerutkan keningnya karena bingung dengan sikap teman barunya tersebut.

"Ah ani. Hanya saja kurasa aku tertarik dengannya," jawab Siwon jujur.

"Mwo? Kusarankan lebih baik jangan kau dekati namja brutal seperti dia. Kau tahu tidak, tadi pagi saja aku hampir mati keracunan karena dia," kata Yunho sebal karena mengingat kejadian tadi pagi saat makanannya dibuat asin oleh Jaejoong.

"Benarkah? Padahal menurutku dia manis,"

"Iya. Dia terlihat manis kalau dilihat dari atas Namsan Tower," jawab Yunho asal.

"Hahaha. Dasar. Jadi kau tidak keberatan kan kalau aku mendekatinya?"

"Memangnya apa hubungannya denganku? Terserah kau saja, tapi aku sudah memperingatkanmu sebelumnya kalau dia brutal,"

"Kau mencemaskanku atau kau memang tidak mau dia menjadi namjachingu orang lain?" tanya Siwon menggoda Yunho.

"Enak saja. Dunia kiamat jika dia menjadi namjachinguku,"

"Hahaha, ya sudah. Kalau begitu aku akan mendekatinya,"

"Terserah kau saja," jawab Yunho.

Mereka berdua pun asik mengobrol sehingga tidak terasa sudah saatnya mereka berpisah karena jalan yang harus dilalui untuk sampai ke rumah masing-masing berbeda. Yunho pun akhirnya berjalan sendiri menuju ke rumahnya atau lebih tepatnya rumah Jaejoong.

"Aku pulang," kata Yunho saat memasuki rumah Jaejoong.

"Hyung, sudah pulang? Tumben tidak latihan?" tanya Changmin yang sedang asik menonton televisi bersama dengan kekasih tercintanya alias makanan.

"Hari ini sedang tidak ada latihan. Mana Ahjumma?"

"Sedang pergi belanja untuk makan malam, Hyung. Kata Ahjumma kalau Hyung lapar, makanannya sudah ada di meja makan,"

"Hahh, hyung capek. Hyung mau tidur saja,"

"Kalau begitu, makanan Hyung aku makan ya," tanya Changmin berharap Hyungnya mengiyakan.

"Enak saja. Itu mau Hyung makan setelah bangun tidur nanti. Awas kau kalau berani menyentuhnya," jawab Yunho membuat Changmin mempoutkan bibirnya. Yunho hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan adiknya itu.

Sampai di kamar, Yunho langsung mengganti seragamnya dan merebahkan dirinya di kasur. Sebelum tidur dia sempat berpikir perkataan Siwon saat pulang tadi. "Kau tidak keberatan kan kalau aku mendekatinya?" perkataan itu terngiang-ngiang terus di telinga Yunho.

"Huh, memang aku siapanya sampai si Siwon itu minta izin padaku?" kata Yunho pada dirinya sendiri. "Ah, sudahlah, terserah dia. Yang jelas aku sudah memperingatkannya kalau Jaejoong itu brutal". Yunho pun terus kepikiran hal tersebut sampai pada akhirnya dia pun tertidur.

KEESOKAN HARINYA

Hari ini kelas Yunho dan Jaejoong kembali berkumpul untuk mendiskusikan masalah cast yang akan tampil pada saat acara ulang tahun sekolah mereka. Taeyeon dan Seung Ri pun sudah membuat undian untuk semua namja di kedua kelas itu. Akhirnya tibalah saat melakukan pengundian tersebut.

"Semuanya, kemarin aku dan Seung Ri Oppa sudah membuat undian untuk semua pemeran. Semua namja termasuk Seung Ri Oppa akan mendapatkan peran baik itu peran utama dan pembantu. Jadi kuharap kalian semua tidak ada yang protes terhadap hasil undian nanti," kata Taeyeon.

"Ne," jawab mereka serempak.

"Baiklah, kalau begitu, kita mulai pengundiannya. Semua namja harap maju ke depan kelas dan mengambil kertas undian,"

Akhirnya seluruh namja termasuk Jaejoong dan Yunho pun ke depan untuk mengambil kertas undian tersebut.

"Jae, kau dapat peran apa?" tanya Junsu.

"Em, sebentar. Aku buka kertasku dulu," kata Jaejoong sambil membuka kertasnya dan seketika matanya membulat lebar karena terkejut.

"MWO?" teriak Jaejoong.

"Kenapa Jae?" tanya Yoochun mendekat bersama dengan Yunho.

"Aku kebagian peran sebagai putri. Aish, apa yang harus kulakukan?"

"Terima saja, Jae. Aku juga kebagian peran sebagai pengawal," jawab Junsu.

"Bukan itu maksudku. Jika aku dapat peran itu, itu artinya aku harus berpakaian seperti perempuan kan?" kata Jaejoong frustasi.

"Sudahlah, Jae. Tadi kan Taeyeon sudah bilang kalau tidak ada yang boleh protes. Lalu, Chunnie dan Yunho Hyung dapat peran apa?" tanya Junsu lagi pada Yunho dan Yoochun.

"Aku dapat peran sebagai raja," kata Yoochun, "Kau Yun?"

"MWO? APA INI?" teriak Yunho. Dan hal itu sontak membuat seluruh orang yang berada di situ mengarahkannya pandangannya pada Yunho.

"Kenapa Yun?" tanya Yoochun bingung karena sahabatnya ini tiba-tiba saja berteriak.

"Lihat ini," kata Yunho sambil menunjukkan peran yang ada di kertas undiannya.

"Wow, kau menjadi pangerannya Yun. Selamat ya," kata Yoochun.

"MWO? Dia yang menjadi pangerannya?" teriak Jaejoong lagi.

"Memang kenapa, Jae?" tanya Junsu.

"Andwe, aku tidak mau berpasangan dengan beruang ini," teriak Jaejoong.

"Ya! Kau kira aku mau berpasangan denganmu?" balas Yunho.

"Junsu, ayo tukar peran. Aku jadi pengawal saja," minta Jaejoong pada Junsu.

"Ya, tidak boleh. Su-ie ku tidak boleh beradegan mesra dengan orang lain," jawab Yoochun yang berhasil membuat muka Junsu memerah.

"Gampang kan. Kau tukar peran saja denganku," kata Yunho.

"Tidak mau. Aku tidak mau capek karena harus menjadi pemeran utama," tolak Yoochun.

"Sudahlah kalian berdua. Terima saja peran itu," celetuk seorang teman mereka yang bernama Shindong.

"Iya benar. Lagipula di awal kan kita sudah berjanji kalau tidak akan protes dengan hasil undiannya," lanjut Victoria yang di balas dengan anggukan oleh seluruh orang yang ada di sana.

Akhirnya dengan berat hati, Jaejoong dan Yunho menerima peran sebagai putri dan pangeran itu. Tanpa sepengetahuan mereka, seluruh anggota kelas tersebut tersenyum diam-diam, ah tidak, lebih tepat jika dikatakan menyeringai karena dengan demikian peluang kelas mereka untuk menang akan semakin besar. Tidak sadarkah kalian, Kim Jaejoong dan Jung Yunho, kalau seluruh anggota kelas kalian sedang merencanakan sesuatu?

FLASHBACK

"Oke, kalau begitu besok kita akan tentukan castnya lewat undian. Hari ini cukup sekian dulu. Aku dan Taeyeon akan menyiapkan undiannya," kata Seung Ri lagi. Setelah mendengar kata-kata Seung Ri, mereka semua pun beranjak untuk pulang. Demikian pula dengan Jaejoong, Junsu, Yoochun, dan Yunho.

Setelah semua anggota kelas mereka pulang, Taeyeon diam-diam memanggil Seung Ri.

"Seung Ri Oppa,"

"Ne, Taeyeon? Ada apa?"

"Oppa, menurutku usulan tadi lumayan menarik. Kalau castnya namja semua pasti akan menarik perhatian penonton karena unik. Tapi hal itu akan sia-sia kalau cast utamanya tidak bagus,"

"Maksudmu?"

"Kalau ditentukan lewat undian, ada kemungkinan yang terpilih adalah orang-orang yang kurang bagus untuk menjadi pemeran itu,"

"Tapi bukankah kau sendiri yang mengusulkan akan mengundi castnya?" tanya Seung Ri yang masih bingung dengan maksud Taeyeon.

"Begini Oppa. Aku punya ide. Kita saja yang menentukan castnya,"

"Caranya?"

"Begini, di kelasku ada Kim Jaejoong. Namja yang sangat cantik itu. Kurasa dia cocok menjadi putrinya. Sedangkan Jung Yunho yang ada di kelas Oppa cocok menjadi pangerannya,"

"Hm, benar juga. Kalau orang-orang mendengar Jung Yunho akan menjadi tokoh utamanya pasti drama kita akan ramai. Siapa juga yang tidak mengenal Jung Yunho yang tampan dan calon kapten di klub hapkido itu," Seung Ri mengutarakan pikirannya.

"Itu benar Oppa. Apalagi ditambah Jaejoong yang pasti sangat cantik apabila didandani menjadi yeoja. Pasti drama ini akan sukses besar dan kelas kita yang akan menjadi pemenangnya," jawab Taeyeon lagi.

"Tapi, bagaimana caranya? Kau tahu sendiri kan kalau mereka berdua itu musuh bebuyutan,"

"Tenang saja Oppa. Aku punya rencana. Kita harus bekerja sama dengan semua anggota kelas. Jadi saat undian besok mereka mengambil kertas yang ada tandanya. Kertas yang tidak ada tandanya akan menjadi milik Yunho Oppa dan Jaejoong,"

"Jadi kita harus memberitahu mereka semua?" tanya Seung RI lagi.

"Itu benar. Termasuk Junsu dan Yoochun Oppa yang merupakan sahabat mereka,"

"Baiklah kalau begitu. Kurasa tidak ada masalah dengan Yoochun dan Junsu, mereka berdua pasti setuju,"

"Baiklah, kalau begitu, aku akan siapkan semuanya. Oppa tolong beritahu saja seluruh anggota kelas Oppa agar besok bersandiwara demikian,"

"Ne, ternyata kau cerdas sekali, Taeyeon,"

"Hehehe. Gomawo Oppa. Kalau begitu aku pulang dulu ne? Sampai besok,"

"Ne, Annyeong,"

FLASHBACK END

Ya, begitulah sandiwara seluruh anggota kelas Jaejoong dan Yunho untuk menipu kedua orang musuh bebuyutan itu. Mereka pun menyeringai saat Yunho dan Jaejoong setuju melakukan peran tersebut, termasuk Junsu dan Yoochun.

TO BE CONTINUED

Annyeong semuanya...hehhehe ^^

Akhirnya cerita ga jelas ini saya update juga hahaha... Mian ya kalo pendek dan lama updatenya.. Soalnya saya lagi sibuk dan ngetiknya juga cepet-cepet hahaha..

Review pliss.. hehe.. Chapter selanjutnya bakal cepet kalo yang review banyak #evil# hehehe..

Buat silent reader, plis tinggalkan jejak.. hehe.. saya menerima semua ide, saran, dan kritik.. asal jangan negbash Yunjae ato semua karakter yang ada di sini hehe..

Oh ya.. ada ide buat chapter selanjutnya? hahaha..saya lagi sibuk mikir desain saya yang ngulang, jadi ide buat cerita ini lagi buntu..TT.. #author macam apa ini# hehehe...

Thanks yang kemarin udah review, keep review y.. hehehe..

Lipminnie : Thanks reviewnya yah.. keep review ne.. semoga suka ama ceritanya yang makin ga jelas ini.. hahaha...

Shippo Baby Yunjae : Thanks reviewnya.. haha.. keep review yah.. mian kalo ceritanya makin aneh dan ga jelas hehehe..

Riana dewi : Thanks reviewnya.. Wah, cerita aneh ini ada yang bilang bagus #terharu# haha.. Keep review yah hehe..

Julie : Thanks reviewnya.. ^^.. Siwonnya emang jadi orang ketiga tapi ga akan saya buat jahat kok.. Kan genrenya humor.. hahaha.. keep review yah

Jae : Thanks reviewnya.. Ini udah lanjut.. Semoga suka.. Keep review yah ^^

Cherry Bear86 Yunjae : Thanks reviewnya.. Keep review yah ^^

Mumut : makasi yah ^^.. ini udah lanjut.. Semoga suka.. hehe

Aya'kyu : Thanks reviewnya.. ^^.. Keep review yah hehe

Jaexi : Ini udah lanjut, semoga suka ama cerita ga jelas ini.. Thanks reviewnya yah.. Keep review hehe..

Kucing liar : makasi reviewnya.. hehe.. ini udah lanjut.. Semoga suka hehe

FindhA's joongieLovers : makasi reviewnya yah..hehe.. keep review yah ^^

Carriopeia2001 : Thanks.. Ini udah update lagi.. hehe.. semoga suka.. ^^

Nobinobi : thanks reviewnya hehe.. ini udah lanjut.. semoga suka.. ^^