Moshi-moshi.

Maaf update nya lama, soalnya saya sibuk dengan KBM di sekolah.
mudah-mudahan yang ini lebih memuaskan.
Sankyuu sekali lagi buat yang udah nge-review dan ngikutin fic ini.
Yosh langsung saja oke…

Disclaimer © Masashi Kishimoto
Konoha Senior High School © Rosly Namikaze

Warning : OOC, jelek, abal-abal, mistypo, alur gak jelas…..
Don't like don't read.

Happy reading minna ^^
Jangan lupa review yah, makasih ^^


~Konoha Senior High School~

(Ai si Penunggu Ruang UKS)


Sasuke masih tetap mematung di tempat, sementara yang lain masih meributkan tentang kabar kematian Izuki. "Perasaan ada yang aneh dari kamar 13" kalimat itu pun terngiang ngiang di pikiran Sasuke. Sesaat keadaan yang semula ramai pun berubah menjadi sepi. Sunyi tak ada siapapun, hanya alunan lagu dari speaker kamar Sasuke lah yang terdengar. 'Sshhh' sekelebat bayangan pun terlihat dari kamar 13 yang hanya ada penerangan lilin karena saat itu mati lampu. Bayangannya begitu jelas, hingga akhirnya tampaklah sesosok wanita berambut panjang dengan warna cokelat, seluruh tubuhnya penuh dengan darah, di tangan kananya tampaklah sesosok itu membawa sebuah gergaji yang berlumuran darah dan secercah daging yang masih menempel pada gergaji itu. Dan wanita itu pun menyeringai dan tampak mulai mengejar Sasuke. "Shhh hosh hosh" deru napas Sasuke pun terdengar begitu keras, kaknyai masih terus berlari, mata onyx nya masih memancarkan rasa ketakutan yang amat sangat takut, napasnya tersenggal-sengal, sampai akhirnya Sasuke tepat berada di 'kreekk' satu langkah lagi menuju kematian. Sekarang Sasuke tepat berada di atap lantai 13 asrama, satu langkah lagi maka Sasuke akan 'Mati'. Atap nya yang tak mempunyai genting (Tau maksudnya kan?).

"Brugggg" Sasuke pun tergeletak tak sadarkan diri. "Sasuke!..Sasuke!..Sasuke!" hanya kata-kata itu lah yang masih terdengar walaupun sedikit, sebelum ia pingsan.

xxxXXXxxx

'Tik tik tik' bunyi jam dinding pun begitu menggema di kamar asrama Sasuke.
Hampir semua sahabat-sahabat nya menginap di kamar Sasuke. Tinggal Sakura lah yang masih terjaga di tengah malam seperti ini. "Tanda apa ini?" Sakura pun melihat tanda bekas gigitan Norisuke saat itu. Gigitan bekas gigi taring Norisuke yang menancap cukup dalam, yang berwarna merah. "Bekas gigitan apa ini?" tanya Sakura kepada dirinya sendiri. Sakura pun terus memerhatikan hal itu. Sakura pun lalu meraba bekas gigitan tersebut, dan seketika pun panas badan Sasuke pun meningkat drastis, keringat dingin pun mulai bercucuran di tubuh Sasuke. Spontan Sakuran pun berteriak dan membangunkan semua sahabatnya, dan menyuruh sahabat nya Naruto supaya membawakan obat dari UKS sekolah. Tanpa pikir panjang pun Naruto segera berlari menuju UKS satu-satunya di sekolah ini. Ruangan UKS yang berada di lantai 13. Dari kamar Asrama Sasuke yang berada di lantai 13 harus berlari ke gendung sekolah, yang juga kebetulan ruang UKS nya berada di lantai 13, sungguh amat sangat jauh. Namun jarak tak menjadi penghalang.

'Drap drap drap' derap langkah kaki Naruto pun begitu menggema di koridor sekolah, yang memang sudah sepi amat sangat sepi, tak ada seorang pun yang berada di situ. Karena sekarang sudah pukul 23.55.

1 menit….masih berlari.
2 menit….masih berlari.

3 menit….berlari menaiki tangga.
4 menit….berlari di lantai 13 menuju ruang yang berada di paling pojok.
5 menit….'Cleekk'

24.00

'Cleekkk blam' Naruto pun masuk ke ruang UKS di lantai 13.
Tanpa memerhatikan tulisan di depan pintu UKS itu.
Naruto pun mencari obat-obatan yang di katakan Sakura, obat-obatan pun berjatuhan, bahkan sampai botol obatnya pun retak-retak dan pecah. Alkohol, betadine, dan cairan lainnya pun berjatuhan. Cukup membuat suara yang sangat ribut. Seluruh rak obat-obatan pun sudah di geledah oleh Naruto, tapi masih belum menemukan obat yang di ucapkan Sakura, cairan obat-obatan pun tersebar di mana-mana. "Shhh hhhh hosh hosh" deru napas Naruto pun menggema di ruangan UKS itu. Ruangannya gelap gulita, tak ada penerangan di ruang itu, bau obat-obatan pun menusuk hidung.

"Hah tinggal di lemari itu" ucap Naruto yang napasnya masih tersenggal-senggal.

'Drap drap drap' Naruto pun sudah berada di depan 'lemari' itu. Lemari nya di bubuhi sebuah rantai yang cukup besar, namun tak lama dr itu ratai itu pun jatuh ke bawah, terlepas dari pegangan 'lemari' itu. Tanpa pikir panjang Naruto pun mulai membuka lemari nya.

1 detik….Naruto pun mulai memegang pegangan lemari.
2 detik….Naruto mulai menarik pegangan lemari.
3 detik….

Dan 'Brakkkk' sesosok wanita berambut panjang biru tua pun muncul dengan mata nya yang tak mempunyai pupil. Wajahnya penuh dengan darah, di wajahnya terdapat sayatan sayatan cutter. Baju suster nya yang berwarna putih penuh dengan darah merah pekat. 'Bruggggg' pintu lemari pun di banting Naruto. "Hoekkkhhh" Naruto pun di cekik oleh Ai (nama hantu itu). Tak lama kemudian Ai pun mengeluarkan sebuah cutter, dan mengiriskannya ke leher Naruto. Yang bisa di lakukan Naruto hanya lah mengiris kesakitan, dan darah dari leher Naruto pun mulai mengalir. Selang beberapa menit Ai pun bosan dengan kegiatannya, lalu membantingkan cutter nya ke sembarang tempat. Ai pun melepaskan cekikannya lalu memegang leher Naruto, kemudian mencakar tubuh Naruto dengan kukunya yang sangat tajam dan panjang.
Tak puas dengan itu, lalu Ai menggigit leher Naruto dengan gigi taringnya yang sangat tajam, lalu menghisap sebagian darah Naruto. Ini hanya sebagian dari aksi Ai, tak puas dengan hal itu Ai pun mulai mengeluarkan sebuah pisau dapur yang sangat tajam dan besar, Tak lama Ai pun akan menancapkan pisau itu tepat di bagian jantung Naruto….

Dan clappp 'Crashhh'

Seketika itu juga pintu UKS pun tertutup dengan di banting dan cukup keras, pintu ruang UKS pun terkunci dengan rantai besar yang menghiasinya. Naruto pun tergeletak di koridor di depan ruang UKS dengan penuh luka parah, dan seluruh tubuhnya di lumuri darah. Naruto belum mati. Dirinya tak sadarkan diri. 20 menit lagi, tak ada yang memergoki Naruto, maka Naruto akan mati.

'Drap drap drap drap drap' derap langkah kaki pun terdengar di lantai 13 ini. Ada seseorang yang berlari di lantai ini. Benar saja, Kiba sedang berlarian di koridor untuk menyusul Naruto. "Naruto!" Kiba pun berlarian di koridor. "Narutooo!".

xxxXXXxxx

"Sasuke sudah sadar!" seru Sakura, sampai membuat sebagian sahabatnya terbangun dan segera menghampiri Sasuke. "Kemana Naruto?" Sasuke pun menyadari sedari tadi tak ada kehadiran sahabat terdekatnnya itu. Semua sahabatnya pun tiba-tiba menunduk, dan menceritakan kejadian Naruto yang hanya tiba-tiba sudah tergeletak di depan ruang UKS.

Sasuke pun terdiam dalam pikirannya. 'KSHS sekolah angker' batin Sasuke sambil menatap langit-langit kamarnya.

Hari ke 5 setelah kemunculan Ai.

Naruto masih tak sadarkan diri, walaupun sudah 5 hari, tapi Naruto masih terbaring di rumah sakit khusus siswa KSHS. Tubuhnya masihlah terlilit perban.

"Sakura, tolong jaga dulu Naruto, saya akan membawa sedikit obat dari UKS" ucap seorang dokter yang merawat Naruto selama tak sadarkan diri di rumah sakit ini.
"Baik, bu Kurenai" jawab Sakura.

'Drap drap drap' derap langkah kaki Kurenai pun semakin menjauh.
Kurenai pun berjalan dengan santai. Kurenai adalah seorang dokter di rumah sakit khusus siswa KSHS. Ia adalah dokter baru di RS KSHS. Sangat tidak mengetahui lingkungan di sini. Kurenai pun belum pernah sekalipun mengunjungi UKS yang dahulu. Dan kebetulan obat yang di butuhkan Kurenai pun berada di UKS yang dulu.

Kurenai pun terus berjalan dengan santai. Setelah beberapa menit, Kurenai pun sampai di ruang UKS di mana Naruto bertemu Ai. Saat itu di lantai 13 sudah sepi, hampir tak ada seorang pun, hanya beberapa siswa yang masih berada di lantai itu, tapi tak lama dari itu pun, siswa-siswa itu pun pergi. Sekarang hanyalah Kurenai lah yang berada di lantai itu.

Skip Time.

'Clekk' Kurenai pun selesai membuka semua kunci nya dan siap membuka pintunya.
Ruangannya bersih kembali, obat-obatannya pun masih utuh-utuh, seperti saat Naruto datang pertama kali ke ruangan ini. Tak ada yang membereskannya hanya saja, ruangan ini bersih seketika. Bau obat-obatan pun mulai menusuk hidung. Tanpa pikir panjang Kurenai pun mencari obat-obatan yang di perlukannya dengan santai. Satu persatu obat pun ia geledah. 'Apa ini?' batin sekaligus tanya Kurenai pada dirinya sendiri. Sebuah 'benda' dari dalam sebuah rak yang menjorok ke belakang pun di pegang oleh Kurenai. "Aaaaaaaaaaaa" teriak Kurenai sangat kencang. Saat Kurenai akan keluar dari ruang UKS pun, pintu nya tertutup dengan rapat. "Aaaaaaaaaa" teriak Kurenai yang kedua kalinya. Sebuah kepala dengan rambut biru nya yang panjang tergerai, kedua mata dari kepala itu pun tampak keluar, wajahnya penuh dengan darah, bahkan beberapa urat, darah dan daging pun nampak di leher kepala itu, kepalanya tak bisa di lepaskan dari telapak tangan Kurenai. Gigi dari kepala tersebut pun sangat tajam.

'Claaapppp' 'Crassshh'

Sebuah pedang samurai pun menancap di tubuh Kurenai. Kurenai masih hidup. Dan nampaklah sesosok tubuh wanita tanpa kepala, tepat muncul di depan Kurenai.
Wanita itu pun membawa kepala miliknya dari tangan Kurenai, 'Krekk kreekk' Ai pun menempelkan lagi kepalanya. Lalu matanya yang semula keluar dari tulang matanya, kembali masuk. Ai pun mengambil sebuah pisau dapur untuk mengiris daging hewan pun di iriskan kepada tubuh Kurenai. Lalu di kupas lah kulit leher Kurenai, sehingga menampakan kerangka tenggorokan Kurenai. Ai bukanlah sosok hantu yang cepat merasa puas, Ai pun meneruskan aksinya.

Saat itu juga pun Kurenai tak bernyawa lagi. Lalu Ai pun memotong-motong bagian tubuh Kurenai menjadi beberapa bagian. Sampai akhirnya jasad Kurenai sudah hancur luluh, persis bagaimana ketika Ai di bunuh saat itu. Seketika pun jasad Kurenai hilang, ruang UKS yang penuh darah pun bersih kembali. Tak membekas sedikit pun.

xxxXXXxxx

"Apa bu Kurenai meninggal?" seribu tanya pun mulai menghiasi KSHS.
Kematian yang tak ada seorang pun saksi mata. Tak jelas akan kematiannya. Kurenai di kabarkan mati karena jasad nya yang masih utuh dengan sebuah pisau menancap di bagian jantung nya. Mungkin hanya jasad palsu yang di buat Ai untuk menutupi keberadaan dirinya.

Sakura yang semula tak curiga dengan hal ini pun, mulai menyelidiki hal aneh yang terjadi belakangan ini di KSHS. Apa lagi Sasuke yang sudah lama menjadi korban sekaligus menjadi seorang penyelidik akan kasus ini.

Di sisi lain pun seorang siswa yang di duga bernama Karin di temukan mati di sebuah bilik toilet wanita di lantai 13. Namun kabar itu pun menjadi kabar hangat yang beredar setelah kasus kematian Kurenai. Kasus apa lagi yang akan terjadi di KSHS?


~TSUZUKU~


Fiuhh beres juga. Maaf yah minna update nya agak lama, sekali lagi
gomen gomen gomen *sembah sujud*.
Yupsss maaf kalo banyak kesalahan dan kurang serem.

Oh iya saya ucapin maaf sebanyak-banyak ke pada senpai yang OC pesanannya salah jenis kelaminnya, tenang saya tanggung jawab, saya akan menggantinya.
Yuppzz review yah?
yah yah yah?
kritik dan saran di tunggu lho ^^

Special thanks buat semua yang udah review dan fav fic ku!
Sekali lagi makasih banyak, atas dukungan para senpai, saya jadi bisa terusin fic ini ^^ (lebay nya diriku -,-).