All of the character is not mine. They're belong to J.K Rowling.

Hermione Granger and The Hawthorn Book Loft

Chapter 4

4.

Hermione sedang menjalani rutinitasnya di pagi hari, ia baru saja bangun dan menuju ke dapur dan baru akan membuat sarapan saat seekor burung hantu khas kementrian sudah menunggunya di depan jendela.

Hermione menghela nafasnya, apa seseorang sudah megajukan petisi untuknya? Apa itu mungkin? Seseorang yang dikenalnya? Hermione menarik nafasnya lalu menguatkan dirinya. Semoga bukan seseorang yang buruk, Hermione berharap tidak ada orang aneh yang mengajukan petisi padanya.

Seperti pria yang sepuluh tahun lebih tua darinya atau pervert atau orang yang menyebalkan atau orang yang bodoh atau Slytherin. Hermione mengehela nafasnya.

Hermione membuka amplop dengan lambang kementrian sihir di segelnya.

Kementrian sihir, bersama dengan surat ini menyampaikan bahwa nama di bawah ini :

Draco Abraxas Malfoy (Pihak ke-2)

Telah mengajukan petisi untuk

Hermione Jean Granger (Pihak ke-1).

Pihak pertama, dalam hal ini dapat menerima atau menolak petisi yang diajukan oleh pihak kedua. Keputusan pihak pertama paling lambat diterima kementrian sihir 31 Desember 2002.

Kementrian Sihir.

Sub Bagian Pernikahan Wajib.

Hermione tidak tahu harus melakukan apa? Atau berkata apa? Apa ini surat asli? Atau semacam lelucon dari Malfoy? Atau George? Sial, apa yang harus dilakukannya sekarang?

.

Draco berdiri di depan The Hawthorn Book Loft. Surat dari kementrian datang tadi pagi saat ia masih di kamarnya, berusaha menentukan apa yang akan dilakukannya hari ini, surat itu berkata bahwa Hermione kemungkinan besar sudah menerima surat petisinya.

Karena itulah Draco berada di sini sekarang. Sejujurnya ia tidak tahu apa yang mungkin terjadi disini sekarang, apa Hermione akan berteriak padanya? Mengusirnya? Melemparnya dengan buku paling tebal yang ada di toko bukunya? Atau apa?

Draco terus melirik ke dalam, ia melihat ke arah jamnya, seharusnya The Hawthorn Book Loft sudah buka dari lima belas menit yang lalu, tapi kenapa bahkan belum ada tanda-tanda kehidupan dari dalam tokonya?

Draco melihat lampu bagian luar The Hawthorn Book Loft baru saja dimatikan, kemudian lampu bagian dalamnya dinyalakan dan pintu toko buku itu terbuka.

"Malfoy?" Hermione Granger berdiri dengan mulut terbuka.

"Pagi, Granger."

.

Begitu Hermione melihat Draco Malfoy di depan tokonya, ia segera mengunci kembali tokonya dan membawa Draco ke jalan sempit buntu asing yang tidak dikenalnya.

"Apa maumu?" Hermione meletakkan ujung tongkatnya tepat di depan leher Malfoy.

"Whoa…Whoa.. Granger! Tidak bisakah kau biarkan aku bernafas? Kau baru saja membawaku ke tempat asing, aku pusing karena kau men-side-apparating-ku dengan cepat, dan kau langsung mengulurkan tongkat ke leherku?"

"Apa maumu?" Hermione bertanya lagi, pelan dan berbahaya.

"Bisakah kita bicara baik-baik?" Draco bertanya pelan, dengan kedua tangannya di udara, menandakan bahwa ia tidak berniat buruk dan ia tidak berbahaya.

Hermione menarik tongkatnya pelan."Okay! Talk!" Hermione berkata lagi.

"Can we talk this over a dinner?" Draco bertanya pelan.

Hermione menggeleng.

"A lunch?" Draco menawar.

Hermione menggeleng.

"Tidak bisakah kita bicara tanpa tongkat?" Draco bertanya, benar-benar berharap bisa melakukan pembicaraan normal dengan Hermione.

Hermione menghela nafasnya. "Datang ke toko buku-ku pukul lima sore." Hermione berkata pelan lalu meninggalkan Draco begitu saja.

.

"Pagi Hermione." Mrs Dalton berjalan memasuki toko bukunya.

"Pagi Mrs Dalton." Hermione tersenyum, ia berusaha menjaga moodnya tetap normal meskipun Draco Malfoy sudah menghancurkannya beberapa menit yang lalu.

Mrs Dalton berjalan ke konternya dan tersenyum lebar sekali.

"Hermione, apa kau sudah tahu tentang berita hukum pernikahan yang baru?" Mrs Dalton bertanya padanya.

Hermione mengangguk.

"Well, I was wondering…" Mrs Dalton berkata. "Hermione, apa kau tahu kalau aku punya anak laki-laki?" Mrs Dalton memulai.

"Oh…" Hermione langsung mengerti kemana pembicaraan ini mengarah.

"Apa kau punya seseorang untuk mengajukan petisi untukmu? Ronald Weasley?" Mrs Dalton bertanya lagi.

Hermione menghela nafasnya. "Mrs Dalton, bisakah kita tidak membicarakan hal ini?" Hermione bertanya, ia berusaha agar tidak terdengar kasar, tapi ia tidak ingin seorang asing mengajukan petisi untuknya.

"Ah… well…" Mrs Dalton tidak melanjutkan kalimatnya dan langsung menuju ke bagian rak buku favoritnya.

Hermione berusaha fokus sepanjang hari, berusaha melayani satu atau dua pengunjungnya tapi sulit, ia terus bertanya-tanya apa sebenarnya yang diinginkan Malfoy.

Ia datang kemarin, dan bertindak seperti orang normal, ia bahkan membeli banyak buku, Hermione sempat berharap bahwa Draco Malfoy bisa menjadi pelanggan tetap toko bukunya, tapi kemudian pagi ini ia mendapatkan surat bodoh yang mengatakan kalau Malfoy mengajukan petisi untuknya.

Apa ia merencanakan sesuatu? Sesuatu yang mengerikan? Hal-hal buruk? Apa mungkin ini cara baru-nya untuk melakukan penyiksaan terhadap Muggle-Born? Ugh.

Hermione melihat ke arah jam di dinding tokonya sepuluh menit sebelum jam lima sore, dan ia bisa melihat seseorang dengan rambut pirang sudah menunggunya di depan toko bukunya.

.

Draco menunggu di depan toko buku milik Granger, lagi. Granger menyuruhnya untuk datang lagi pukul lima sore, dan disinilah ia sekarang.

Draco adalah tipe orang yang tidak tepat waktu, ia bisa saja tepat waktu jika ia mau, tapi masalahnya ia tidak mau melakukannya, ia merasa jika ia terlambat lima atau sepuluh menit maka ia akan terlihat lebih cool.

Tapi ia tidak ingin terlambat kali ini. Tidak untuk Hermione Granger.

Lampu bagian luar toko sudah dinyalakan, tidak lama Hermione keluar dengan jacketnya dan tas kecil, ia mengunci tokonya, menggumamkan mantra ward, lalu berjalan mendekat.

"Hai…" Draco berkata pelan.

Hermione melihatnya hati-hati.

"Kita akan bicara, jangan kuatir, aku akan menjawab semua pertanyaanmu dan tidak akan melakukan hal buruk atau semacamnya." Draco tersenyum kecil berusaha mencairkan suasana.

.

Hermione duduk di salah satu restoran di Muggle London dengan Draco Malfoy, ia sengaja meminta agar mereka bicara di muggle London, agar kemungkinan hal buruk terjadi padanya semakin kecil.

Jika mereka berada di Muggle London, kemungkina Draco Malfoy menyerangnya atau menyihirnya atau melukainya atau melakukan hal buruk terhadapnya akan menjadi lebih kecil, karena ia tidak bisa melakukan sihir di hadapan Muggle, lagipula pria di depannya pasti sedikit banyak merasa terintimidasi jika mereka ada di Muggle London.

"Apa maumu?" Hermione bertanya setelah mereka duduk dan memesan makanan.

Draco menghela nafasnya. "Bisakah kau menanyakan pertanyaan lain?" Draco menawar.

"Kenapa kau mengajukan petisi padaku?" Hermione bertanya.

Draco benar-benar tidak tahu harus mengatakan apa.

"Baiklah, Granger, aku akan jujur, begitu aku tahu kalau kementrian mengeluarkan peraturan bodoh seperti ini, namamu adalah nama pertama yang terlintas dipikiranku, jadi aku mengajukan petisi padamu." Draco menjawab.

"Kenapa?" Hermione bertanya lagi.

Draco mengangkat bahunya. "Jujur aku tidak yakin, tidak tahu apa alasan utamanya. Namamu terlintas dipikiranku, dan setelah kupikir-pikir…" Draco berpikir sebelum melanjutkan kalimatnya.

"Setelah kau pikir-pikir, aku tidak buruk?" Hermione bertanya sarkas, tapi Draco bisa mendengar sedikit nada bercanda di dalamnya.

Draco mengangguk. "Well, coba pikirkan baik-baik Granger, kita berdua akan mendapatkan keuntungan jika kau menerima petisiku." Draco mengatakannya dengan tenang, meskipun sebenarnya bukan itu alasan utamanya, paling tidak ia harus membuat Hermione tertarik dengan ide menerima petisinya terlebih dahulu.

"Apa keuntungannya untukku?" Hermione bertanya.

"Well, aku bisa membuat daftarnya untukmu jika kau mau, salah satunya kau akan mendapatkan akses penuh pada brangkas keluarga Malfoy, kau tahu apa artinya? Kau akan menjadi anggota dari keluarga paling kaya di Inggris, kau bisa membeli apapun dan mendapatkan apapun, kau bisa melakukan apapun, memperbesar toko bukumu atau menambah koleksi atau semacamnya." Draco menjelaskan.

Hermione memutar matanya. Draco bisa melihat Hermione tidak terkesan dengan penjelasannya barusan.

"Well, kau akan punya akses pada perpustakaan paling besar di Inggris, apa kau tahu kalau perpustakaan kami bahkan lebih besar dari perpustakaan Hogwarts?" Draco sengaja memberitahu Hermione tentang perpustakaan keluarga mereka.

Draco bisa melihat mata Hermione berubah, ia jelas tertarik.

"Well, kalau kita… punya anak…" Draco berkata pelan dan canggung, menjelaskan keuntungan lain yang ada dipikirannya. "Apa kau tahu seperti apa ia nanti? Ia akan menjadi penyihir paling pintar sepanjang sejarah! Kau penyihir paling pintar saat ini, dan aku yakin kalau aku tepat dibelakangmu, bisa kau banyangkan? How smart our future children will be?"

Draco bisa melihat mata Hermione berbeda, sepertinya ide memiliki anak jenius menarik baginya. Draco tersenyum.

"Well, aku bisa membuat daftar apa saja keuntungannya jika kau menerima petisiku later. Apa kau punya pertanyaan lain?" Draco bertanya.

"Apa keuntungannya bagimu?" Hermione bertanya lagi.

"Well, pertama jika kau menjadi bagian keluarga Malfoy, maka publik sedikit banyak akan mengurangi sentimen mereka pada kami." Draco menjelaskan.

Hermione mengangguk, mengerti alasan Draco barusan. Hermione mengambil gelas air di dekatnya.

"Kedua…Um…" Draco ragu-ragu. "Apa kau tahu ada garis tipis antara cinta dan benci?"

Hermione menyemburkan air dari mulut dan hidungnya.

-To Be Continued-

Read and Review….

-dramioneyoja.