Without Words
Chapter 4
Author : 나무 데수
Pairing : ChanBaek (Chanyeol x Baekhyun) and KrisBaek (Kris x Baekhyun) slight KaiBaek
Summary : Bagaimana jika adik ipar Baekhyun sendiri yang membuatnya menderita? Hanya karena keterbelakangan yang dialaminya, adiknya menyiksanya secara mental, fisik dan seksual. Demi mewujudkan keinginan konyolnya. *summary gagal*#isi tidak sejelek summary(?) percayalah(?) / ChanBaek-KrisBaek love story *complicated but sweet inside* BL/YAOI, OOC, RAPE, M-PREG etc.
Rate : M
Genre : Romance
Disclaimer : every cast in this story belongs to GOD, and themselves. But this story is MINE!
Warning : BOYS LOVE. TYPO(s), OOC, RAPE SCENE, M-PREG(?), NO CHILDREN, NO PLAGIAT! and NO SIDERS PLEASE :)
-o-o-o-o-o-o-o-
Preview Story:
"Aku tahu cara yang paling tepat agar kakak iparmu itu menyesal telah berhadapan denganmu!"
Chanyeol mengeryit dan menoleh ke samping. Dilihatnya Kai yang sedang menyeringai tajam. Ia tahu senyuman itu… mempunyai maksud jahat dibaliknya.
"Jangan bilang kau…"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Chapter 4- Without Words
Happy Reading
"Jangan bilang kau…"
"Hm! Jual saja dia!"
"Ju-jual?! Kau jangan gila!"
"Well, itu terserah kau saja." Jawabnya acuh.
"Tapi….bagaimana caranya?!"
"Dalam jangka waktu dekat ini, kakak mu pasti akan pergi lagi bukan?"
"Iya, dua bulan sekali ia pergi ke luar kota."
"Kalau kakakmu pergi, kita culik saja dia! Bagaimana?!"
"Itu tidak mungkin bodoh! Rumah kakak ku pasti dijaga ketat! Apalagi setelah dia tahu kalau aku membuatnya tersiksa seperti itu!"
"Urusan keamanan kau serahkan saja padaku!"
"Kau yakin?!"
"Hm! Tentu saja! Aku sudah biasa dalam hal seperti itu. eotte?"
"Hhhh… baiklah! Asal dia mau menceraikan kakak ku agar reputasiku kembali dan harta kekayaan kakak ku bisa aku miliki! Aku tidak mau jadi gelandangan!"
"Eits! Tapi tidak gratis Chanyeol-ah."
"Masudmu?" Chanyeol mengeryit tidak suka.
"Aku minta bayaran untuk ini! kelak saat kau kaya kembali, kau harus membayarku."
"Cih! Dasar kriminal! Arra arra! Kau akan mendapatkan bagianmu asalkan kau juga berhasil membuatnya jera!"
-o-o-o-o-o-o-o-o-
PUK
Kris menepis tangan Baekhyun begitu saja saat tangan mungil itu menyentuh pundaknya.
Tidak menyerah, Baekhyun menggoncangkan tubuh Kris yang duduk membelakanginya. Baekhyun bisa merasakan deru nafas Kris yang masih memburu marah.
Karena tidak mendapat respon dari 'suami'nya, Baekhyun memeluk Kris dari belakang. Menuliskan sesuatu di punggung tegap suaminya.
Mianhae
"….."
Yeobo
"….."
Jangan marah
Akhirnya, tubuh tegap itu berbalik. Menatap tajam 'istrinya' yang masih ketakutan melihatnya.
Mianhae
"Kenapa kau mencegahku? Kenapa kau membiarkannya pergi?! Kenapa kau tidak ingin aku membunuhnya?! Sebenarnya siapa yang kau sayangi hah?! nyawa lelaki bejat itu, atau perasaan suamimu sendiri?!"
Saranghaeyo nae nampyeon.
"Kalau begitu harusnya kau biarkan aku membunuhnya?!"
Aku hanya tidak ingin kau menyesal. Dia adikmu. Yang hidup bersamamu sejak kecil.
"Dia bukan adik ku lagi! Setelah semua yang ia lakukan, aku tidak pernah menganggapnya ada!"
Jangan begitu.
"Ya Tuhan Baekhyun! tidak tahukah kau betapa aku marah ketika tahu kau sudah dilecehkan? Diperkosa adikku sendiri?!"
"….."
"Harusnya kau bilang padaku dari awal Baekhyun!"
Aku takut
"Ya Tuhan! kenapa jadi seperti ini!" Kris mengusap wajahnya frustasi.
Baekhyun pun hanya menangis. Terisak ketika melihat suaminya yang begitu terpukul. Salahku juga kenapa begitu lemah –pikirnya.
Grep
Kris membawa Baekhyun kedalam pelukannya yang erat.
"Maafkan adikku Baekhyun. maafkan aku istriku. Maafkan aku yang terlalu bodoh. Membiarkanmu jadi seperti ini. mianhae. Jeongmal."
Kris pun menumpahkan seluruh emosinya dalam tangis. Tidak tahu lagi harus bagaimana.
O
O
O
O
O
O
O
O
Dan semenjak kejadian itu Baekhyun benar-benar merasa bahagia. Hidupnya ia habiskan dengan melayani suaminya dan tertawa bersama setiap harinya. Kris benar-benar menepati janjinya. Selalu berada di dekatnya. Melindunginya. Traumanya pun perlahan mulai hilang. Rasa sakit yang Chanyeol tinggalkan juga perlahan sembuh.
Chanyeol? oh astaga, bahkan sampai sekarang Baekhyun tidak tahu keadaan adik iparnya itu. Entah masih hidup atau sudah …
"Hey! Kenapa melamun?" tanya Kris tiba-tiba sambil mencium tengkuk Baekhyun. Memeluknya dari belakang.
Dan Baekhyun hanya tersenyum manis sambil mencium pipi 'suami'nya yang baru pulang bekerja.
Sudah makan?
"Aku hanya ingin makan 'istri'ku"
Tidak sebelum kau mandi!
GREB
Baekhyun membelalak kaget ketika Kris menggendongnya ala bridal style dan mengeluarkan senyum mautnya. Membuat pipinya memerah menahan malu.
"Kalau begitu aku ingin dimandikan! Kajja!"
Dan Baekhyun? hanya tersenyum malu-malu.
…..
"Euuugghh!"
"Aaahh~ sayangh kau sempitthh sekali! Ouuggh!"
Ya memang sudah biasa. Kris meminta Baekhyun untuk menemaninya mandi. Tapi selalu berakhir dengan bercinta di kamar mandi. Bahkan bereka sudah beberapa kali orgasme. Wow.
Crooot~
Crooot~
"Aaaahhh~ nikmat sekali!"
Baekhyun tertunduk lemas di bahu telanjang Kris. keduanya telanjang setengah tenggelam di bathub. Bermandikan air sabun dan keringat. Hampir saja Baekhyun tertidur karena kelelahan karena orgasme nya.
"Hei cantik! Jangan tidur di sini. Nanti sakit. Ayo bilas lalu tidur."
Kris mengecup mata kecil Baekhyun yang sayu agar mau terbuka. Membawanya menuju pancuran shower air hangat yang terasa begitu menenangkan. Dan sekali lagi, mereka bercinta di bawah air shower seperti tidak mengenal rasa lelah.
..
Yeobeo..
"Hm? Wae?" tanya Kris setengah mengantuk. Keduanya sudah berbaring di atas kasur dengan tubuh telanjang dan hanya berbalut selimut. Bersiap akan tidur sebelum Baekhyun tiba-tiba menulis-nulis sesuatu di dada bidangnya.
Tapi bukannya menjawab, Baekhyun malah mencium pipinya. Membuat matanya yang ingin terpejam mendadak terbuka dan ia tersenyum hangat melihat Baekhyun di sampingnya.
"Ada apa cantik?! Kau masih ingin lanjut? Tapi ini sudah malam. Aku harus bangun pagi-pagi besok. Araseo? Hm?" jawabnya sambil mencubit hidung Baekhyun lucu.
Bukan itu
"Lalu apa?"
Baekhyun mengigit bibir bawahnya takut-takut.
Chanyeol…
Dan ya, Baekhyun sudah bisa menebak. Ekspresi wajah Kris berubah seketika. Yang dilihatnya sekarang adalah suaminya yang menakutkan. Rahangnya mengeras ketika mengingat Chanyeol. Tapi mau bagaimana lagi? Ia harus bertanya tentang Chanyeol.
Sudah 3 bulan dia menghilang.
"Lalu?" jawabnya ketus. Dan ia mendapat pukulan dari Baekhyun yang mengeryit tidak suka.
"Aku berharap dia sudah mati!"
Jangan begitu!
"Sudah malam! Cepat tidur! Jangan berpikiran macam-macam!"
Baekhyun menghembuskan nafasnya kasar. Jawaban Kris sama sekali tidak membantunya. Ia takut terjadi sesuatu dengan Chanyeol di luar sana.
"Kau bilang dua bulan sekali kakakmu pergi?! Ini bahkan sudah tiga bulan Yeol!"
"Mana aku tahu! aku juga heran Kai!"
"Kalau begini terus kapan kita bisa menjualnya bodoh?!"
"Tunggu sebentar lagi! Hyungku pasti akan pergi!"
"Ck! Tapi.. apa kakak iparmu cantik? Waktu aku lihat di gereja saat itu, dia memang cantik seperti yeoja." Ujar Kai tiba-tiba.
"Dia cantik? Biasa saja lah!"
"Biasa saja? Lalu kenapa kau bisa sampai menyetubuhinya sebanyak itu kalau kau pikir dia tidak cantik?"
"Ck! Kau ini berisik sekali! Ya, dia memang cantik! Tubuhnya juga sangat nikmat asal kau tahu itu! tapi dia bisu dan miskin! Memalukan! Dan aku membencinya!"
Dan tawa Kai pun meledak. Tidak dihiraukannya ia yang ditatap puluhan pasang mata teman-teman di kelasnya.
"Wow! Kau ini aneh sekali! Yeol! Hahahaha"
"Sudah tidak usah menertawaiku! Nanti malam kita ke rumah hyungku! Kita periksa lagi!"
-o-o-o-o-o-o-o-
Sore itu terlihat Kris yang sedang sibuk bergelut dengan berkas-berkas penting yang menumpuk di mejanya. Ya, seorang CEO memang selalu sibuk. Dan akan selalu sibuk.
Tok … tok … tok…
"Masuk"
Dan tidak lama seorang wanita dengan penampilan efisien, datang dengan membawa beberapa lembar kertas.
"Selamat siang pak. Ini ada beberapa proposal yang harus ditandatangani. Dan juga, mengenai proyek di Jepang. Jajaran direksi dari pusat mengharapkan kedatangan bapak untuk segera turun tangan."
"Apa tidak bisa ditunda satu bulan lagi?"
"Saya sudah mencoba memberitahu, tapi beliau tidak ingin penundaan lebih lama lagi atau perusahaan akan kehilangan proyek ini. Sangat disayangkan."
"Hhh.. baiklah. Kau kembali bekerja. Nanti akan ku hubungi lagi."
"Baik. Kalau begitu saya permisi. Selamat siang."
Dan begitu pintu ditutup, Kris langsung menghela nafas dalam-dalam sambil merebahkan kepalanya di kursi besar itu. Melonggarkan ikatan dasinya yang terasa mencekik.
"Kalau Baekhyun aku tinggal ke Jepang… ah ya Tuhan!"
Ya, sebenarnya sudah lama Kris harus pergi ke Jepang untuk bisnis nya. Tapi ia tidak ingin meninggalkan Baekhyun sendirian di mansionnya. Meskipun banyak maid dan penjaga di sana, tapi tetap saja ia masih khawatir. Ia tahu adik nya masih hidup di luar sana. Dan ia tidak bisa menjamin kalau Chanyeol tidak akan melakukan hal buruk lagi. Tapi… bisnis sebesar dan sepenting ini tidak bisa dibatalkan.
….
"Aku pulang."
CUP
Kris mengecup dahi Baekhyun yang sedang tertidur. Ini sudah jam 2 pagi dan ia baru pulang.
Baekhyun yang merasa dibangunkan, membuka matanya perlahan dan ia melihat Kris yang sedang duduk di pinggiran kasur. Menatapnya sedih.
Waeyo?
"Aniya."
Baekhyun perlahan duduk dari tidurnya. Menangkup kedua pipi Kris dan menciumnya sekilas.
Ada apa?
"Aku tidak ingin mengatakan ini, tapi…"
"…."
"Hhhh… aku harus ke Jepang."
DEG
Tiba-tiba perasaan takut itu melingkupi Baekhyun. Kris nya akan pergi lagi. Sekelebat bayangan tentang Chanyeol yang menyiksanya kembali terputar di otaknya. Ia takut. Ia tidak ingin ditinggal pergi lagi. Tapi ia juga tahu, 'suaminya' orang sibuk dan tidak mungkin terus-terusan menemaninya.
"Yeobo.."
Gwaenchana
Jawabnya sambil tersenyum manis dan mengelus pipi Kris.
"Aku janji tidak akan lama. Aku juga akan memperketat penjagaan di rumah ini. kau tidak usah takut ne?"
Baekhyun mengangguk dan masih tersenyum. Mencoba menenangkan suaminya. Dan dirinya sendiri tentunya.
"Mianhae." Ucap Kris dengan raut wajah menyesal.
Tidak apa-apa. Kau juga harus tetap bekerja. Aku baik-baik saja, jangan khawatir.
"Gomawo… chagiya."
-o-o-o-o-o-o-o-o-
"Sudah kubilang kan?! Hyungku pasti akan pergi!"
"Baguslah kalau begitu! Besok malam kita culik dia lalu kita jual. Agar dia cepat menceraikan hyungmu."
"Hm! Jadi bagaimana rencanamu?"
Dan malam itu Kai membeberkan rencana busuknya bersama Chanyeol. Mereka sudah mengintai rumah Kris dan mendapat informasi bahwa Kris akan pergi. Yang berarti memberikan mereka kesempatan untuk mencelakai Baekhyun yang malang.
Satu malam suntuk mereka habiskan untuk merancang rencana dan menghubungi beberapa koneksi Kai. Dan Chanyeol berani bayar mahal untuk itu. Hanya demi menyingkirkan Baekhyun.
"Nah, bagaimana? Kau setuju?"
"Bagus juga otakmu! Ya, tentu aku setuju."
"Cih! Ingat! Ini tidak gratis!"
"Aku tahu! aku lelah ingin tidur! Besok kita harus bersiap atau kita akan gagal."
O
O
O
O
O
O
Keesokan harinya…
Terlihat Baekhyun sedang menyiapkan beberapa stel baju Kris dan memasukkannya ke dalam koper. Sambil menunggu Kris selesai mandi. Tapi tiba-tiba kegiatannya behenti dan matanya berkaca-kaca.
'Aku takut… sekali.' Batinnya.
Sampai tidak ia rasa, air matanya jatuh. Bukti rasa takutnya.
"Yeobo. Bajuku sudah siap?"
Mendengar suara Kris, Baekhyun langsung menyeka air matanya dan kembali memasukan pakaian Kris.
Cup
Seperti biasanya, Kris mencium pipi Baekhyun dan memeluknya hangat. Badannya yang hanya berlilitkan handuk menempel erat di tubuh Baekhyun.
Tapi tiba-tiba Kris mengernyit. Ia merasakan tubuh Baekhyun bergetar. Tanpa pikir panjang, ia langsung membalik tubuh Baekhyun.
"Hey.. kau menangis?"
"….."
Baekhyun tidak menjawab. Ia masih menundukkan kepalanya. Menyembunyikan kesedihannya.
"Yeobeo… kau menangis?"
"Hiks..hiks.."
Dan isakan itu keluar dari bibir Baekhyun. Ditariknya dagu Baekhyun dan Kris mencium bibirnya lembut agar tangisan itu mereda.
"Uljima… sssttt… tidak apa-apa." Kris mencoba menenangkan Baekhyun dengan memeluknya. Membiakan kepala cantik Baekhyun tenggelam di dada bidangnya yang telanjang.
"Aku tidak lama. Percayalah. Oh! atau kau ingin ikut aku ke jepang saja?"
Baekhyun menggeleng.
"Kalau begitu jangan menangis lagi. Kalau kau menangis terus aku tidak bisa tenang."
Mianhae
"Berhenti minta maaf sayang." Ucapnya sambil menghapus air mata Baekhyun.
Cepat pulang yeobeo..
"Pasti! Kau tenang saja ya? tidak usah takut. Jangan pernah keluar rumah. Aku sudah memperketat keamanan di rumah kita. Chanyeol tidak mungkin akan menyakitimu lagi. Arra?"
Baekhyun mengangguk. Dan sekali lagi, Kris menciumnya.
Tanpa mereka tahu bahwa bahaya mengintai Baekhyun.
O
O
O
O
O
O
O
"Kau gila Kai?! Penjaganya semakin banyak bodoh!" Chanyeol bergumam kesal kepada Kai. Mereka sedang di dalam mobil. Akan segera melancarkan rencananya.
"Kau tenang dan lihat saja!"
Dor
Dor
Dor
Chanyeol membelalakkan matanya kaget dan tidak percaya. Semua penjaga di depan rumah hyungnya tergeletak tidak berdaya berlumuran darah. Kaki tangan Kai sudah menembak mati semuanya. Membuat mereka bisa dengan leluasa masuk ke dalam mansion mewah itu.
"See? Kau jangan pernah meragukan kehebatanku Wu Chanyeol!"
Dan bagai tanpa beban, mereka masuk kedalam mansion itu. Melewati tubuh yang sekarang sudah menjadi mayat.
"Cepat singkirkan mayat-mayat ini! Jangan sampai ada yang tersisa di sini! Arra?!" perintah Kai kepada bodyguard nya. Dan bagai sihir, semua kekacauan itu hilang. Rapi seperti semula seakan-akan tidak terjadi apa-apa.
Kriiiiet
"Wah! Rumahmu megah sekali Yeol!"
"Ck! Jangan membicarakan itu bodoh! Cepat cari si bisu itu!"
Oh ya, ini sudah tengah malam. Jadi tidak ada maid satu pun di sini. Hanya ada penjagaan ketat di depan rumah Kris. Membuat mereka bisa dengan leluasa masuk ke dalamnya. Mencari si manis yang begitu Chanyeol benci.
…..
Drap..
Drap..
Drap...
Entah pendengaran Baekhyun yang salah, atau memang mungkin benar, ia mendengar langkah kaki yang sedang menaiki anak tangga dan … semakin dekat menuju kamarnya.
Ia segera bangun dari tidurnya. Jantungnya berpacu lebih cepat. Wajahnya memucat membayangkan pikiran buruk itu akan terjadi.
Krieeet…
Dan ya… pikiran buruk itu memang terjadi.
"Hai puteri cantik! Sudah lama sekali ya kita tidak bertemu?"
Deg
'Astaga Tuhan! Chan-Chanyeol! dia benar-benar Chanyeol! apa ini?!'
Baekhyun menelan ludahnya kasar. Ia meringsut sejauh mungkin. Dan Chanyeol hanya menyeringai mendekati Baekhyun. Senang sekali.
"Wae? Kau tidak merindukanku kakak ipar?"
Sungguh! Detik itu juga Baekhyun ingin berteriak memanggil nama Kris! ia menyesal! Harusnya ia menerima tawaran Kris untuk ikut bersamanya. Tapi terlambat. Ia bahkan tidak tahu bagaimana Chanyeol bisa menembus penjagaan yang ketat itu!
"Hahahaha! Kenapa kau pucat sekali? Kau takut hm?"
Deg
Punggung Baekhyun membentur tembok. Ia terpojok. Tapi Chanyeol justru semakin mendekatinya.
"Tidak perlu takut. Bukankah malaikat bodohmu itu sedang pergi? Kau harusnya senang aku datang kemari. Kau kan jadi tidak perlu sendirian? Benarkan?"
Dan kini Chanyeol tepat di depan Baekhyun. Bisa ia lihat tubuh Baekhyun yang bergetar ketakutan. Membuatnya menyeringai.
Sreeeet
"Jangan harap kau bisa mengusik hidupku!"
Baekhyun menggeleng ketakutan.
"Aku tidak pernah mendapat perlakuan kasar dari Kris hyung sebelum kau datang!"Chanyeol membentak Baekhyun sambil masih menjambak rambutnya kasar, membuat Baekhyun meringis kesakitan.
"Cih! Cepat ikut aku!" Chanyeol mencoba menggeret paksa lengan Baekhyun. Tapi Baekhyun menolaknya. Ia memberontak sebisa mungkin agar terlepas dari cengkeraman Chanyeol yang begitu menyakitkan.
"Ash! Kai! Bantu aku bodoh! Aawwww! Ash shit!" Chanyeol mengumpat kasar ketika Baekhyun menggigit lengannya. Membuat Chanyeol melepaskan cengkeramannya. Dan Baekhyun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia lari secepat mungkin menjauhi Chanyeol.
Tapi….
Greb
"Hmmppphh!"
Dari arah yang berlawanan seseorang datang membiusnya dengan sapu tangan. Dan dalam hitungan detik semuanya menjadi gelap.
Bruuuk
Tubuh Baekhyun limbung dan langsung ditangkap Kai. Ya, dia yang membius Baekhyun.
"Dia ganas juga ya Yeol?!"
"Jangan banyak bicara! Cepat bawa dia!"
"Arraseo!"
Dan Kai pun menggendong Baekhyun ala bridal style. Membawa namja malang itu masuk ke dalam mobil mereka yang akan membawanya menuju neraka.
…..
Bruuuk
Kai menjatuhkan tubuh Baekhyun di atas kasurnya. Mereka sudah berada di dalam apartemen Kai.
"Kapan kita akan menjualnya?"
"….."
"Kai?!"
Bukannya menjawab, Kai justru menatap lekat wajah Baekhyun yang masih tidak sadarkan diri.
"Hey! Kau dengar aku tidak?!"
"Hm! Aku dengar! Tapi aku rasa kita tidak perlu menjualnya jauh-jauh."
"Maksudmu?!" Chanyeol mengernyit.
"Aku akan membelinya!"
Chanyeol membelalak. Dan Kai hanya menyeringai.
"Kau? Maksudmu kau akan…"
"Hm! Kau bisa menyerahkan kakak iparmu ini padaku, lalu aku tidak akan meminta biaya apapun padamu. Bagaimana?"
"Jadi maksudmu, aku membayarmu dengan tubuh si bisu ini?"
"Hm! Dia cantik sekali! Menggairahkan! Sayang sekali kalau dia dibeli oranglain. Toh aku juga bersedia membelinya. Eotte?"
Chanyeol nampak berfikir. Ia lirik sekilas wajah Baekhyun yang masih pingsan.
"Tenang saja, aku yakin ia pasti akan segera menceraikan kakakmu. Akan aku buat ia menyesal."
"Tapi…"
"Wae? Kau juga menginginkan tubuhnya?"
"….."
"Tenang saja. Aku ini baik hati. Kita bisa menggunakannya bersama."
"Hhh.. baiklah terserah kau saja! Cepat ikat dia!"
"Hahahahaha! Siap!"
-o-o-o-o-o-o-o-
'Dimana aku? Kenapa pusing sekali?'
Baekhyun mengernyit dan mengerjapkan matanya. Setelah ia sadar penuh, ia baru menyadari bahwa kaki dan tangannya diikat.
'Astaga! aku dimana?! Apa ini?!' ia mencoba menggerakkan tubuhnya. Tapi yang ia rasakan justru rasa sakit yang menjalar ke seluruh tubuhnya.
"Sudah sadar ya?"
Deg
Baekhyun kaget ketika mendengar suara asing yang menyapa pendengarannya. Ia menoleh dan melihat orang lain sedang duduk di pinggiran kasur tempat ia diikat. Dan ia semakin takut. Tatapan orang itu seolah-olah ingin memakannya bulat-bulat.
"Wae? Kenapa kau takut? Aku teman adik iparmu."
Nafas Baekhyun semakin memburu. Ia benar-benar ketakutan. Berada di kamar berdua dengan orang asing sungguh membuatnya hampir mati ketakutan.
"Chanyeol di luar. Ia tidak akan meninggalkanmu." Kai menelusurkan jemari kerasnya untuk mengelus wajah Baekhyun yang halus dan lembut. Membuatnya semakin menggila. Meskipun jelas-jelas Baekhyun berusaha menghindari sentuhannya.
"Asal kau tahu, Chanyeol sudah menjualmu padaku!"
Deg
Mata Baekhyun membulat sempurna. Tidak percaya dengan kenyataan yang diucapkan Kai.
"Dan sekarang kau milikku manis." Bisik Kai seduktif sambil menggigit telinga Baekhyun.
Secepat kilat Kai langsung menindih tubuh Baekhyun. Mudah saja baginya untuk menguasai tubuh kecil yang ia ikat itu. Ia dekatkan wajahnya agar bibirnya bertemu dengan bibir semerah apel itu. Ia mencoba menciumnya ganas. Tidak dipedulikannya Baekhyun yang meronta ingin dilepaskan. Kai dibutakan gairahnya sekarang. Rintihan Baekhyun sungguh membuatnya semakin gila. Benar kata Chanyeol, si bisu ini memang nikmat.
"Mmmhh… euungghh! Cpk.. cpk.."
Ditengah lumatan ganasnya, tiba-tiba…
"Aaaakkhh!" Kai memekik kesakitan ketika Baekhyun menggigit bibir tebalnya. Dan darahnya mulai menetes.
PLAAAK!
"SAKIT BODOH!"
"Hikss.. hikss.."
"Oh! Atau kau ingin aku bermain kasar? Baiklah! Dengan senang hati cantik!"
SREEEET
Kai merobek baju Baekhyun. Membuang semua pakaian yang menghalangi pandangannya dari tubuh mulus itu.
"Woow! Indah sekali!"
Baekhyun hanya menggelengkan kepalanya. Berharap Kai tidak akan memperkosanya. Ia sudah mencoba melepaskan ikatan di tangannya. Tapi percuma, ikatan itu begitu kuat. Yang ada pergelangan tangannya lecet dan hampir berdarah. Ia hanya bisa menahan malu dan jijik sekarang.
Kai meraba penuh nafsu di sepanjang tubuh mulus Baekhyun. Yang sampai di dadanya. Ia cubit nipple Baekhyun kasar. Memelintirnya hingga merah. Dan Baekhyun memekik kesakitan.
"Mmmhh… euunnggghhh ahhh!" kembali Kai melindas bibir Baekhyun yang sudah bengkak dan basah karena salivanya itu.
…..
Tubuh Baekhyun berjingkat kesakitan ketika Kai memasukkan juniornya paksa ke dalam lubangnya. Kejadiannya begitu cepat. Rasa sakitnya tak tertahankan. Tubuhnya seperti akan hancur ketika Kai benar-benar menggenjot miliknya dengan kasar di bawah sana. Anusnya yang kering belum siap untuk menampung junior raksasa Kai. Itu membuatnya lecet dan berdarah. Rasanya perih sekali seperti cutter yang menggesek lubangnya.
"Ouugh! Kau sempit sekali! Ahhh!"
Tangan Kai pun meremas junior Baekhyun. Menarik ulur miliknya seperti karet. Meremasnya erat sekali sampai darah di dalamnya menggumpal. Dan tidak lama, Kai berorgasme. Ia melepaskan juniornya kasar tanpa peduli bahwa Baekhyun benar-benar kesakitan.
Seakan seperti orang kesetanan, ia mengemut junior Baekhyun yang bengkak dan sesekali menggigitnya kasar.
"Aaaaakh! Hikss.. hikss… eeehh!" Baekhyun mencoba menjerit untuk menghilangkan rasa sakitnya. Tapi tidak bisa. Ia tidak bersuara dan rasa sakitnya tetap menumpuk di dalam tubuhnya. Di pusat kejantanannya.
Sraaasshhh...
Dan ia tidak tahan lagi, Juniornya mengeluarkan cairan. Bukan! bukan sperma. Juniornya mengelurkan darah! Kai benar-benar menggigit juniornya layaknya sosis dan memerasnya seperti kain pel. Perih.
Dan seketika Baekhyun pingsan.
"Ash! kenapa pingsan?! Aku bahkan baru sekali klimaks! Bodoh! Lemah sekali!"
Bahkan tidak peduli Baekhyun yang pingsan, Kai tetap memperkosanya. Bahkan lebih brutal dari sebelumnya.
…..
"Sudah selesai?"
"Hm! Aah! Dia nikmat sekali! Tidak rugi aku membelinya!"
Chanyeol hanya menatap datar Kai yang masih sibuk memasang celananya. Ia keluar dengan kondisi berantakan. Benar-benar seperti orang habis melakukan seks hebat. Ya hebat. Bahkan lawan mainnya sampai pingsan berkali-kali.
"Dia bagaimana? Apa sudah mau menceraikan kakak ku?" tanya Chanyeol sambil mengernyit dalam.
"Hahaha! Aku bahkan sampai lupa untuk bilang itu. dia sedang pingsan. Kau saja yang tanyakan. Tugasku hanya membuatnya jera kan?"
"Cih! Dasar maniak! Sudah sana mandi! Kau bau!"
"Hahahaha! Gomawo Chanyeol-ah! Kakak iparmu luar biasa!"
Dan Kai pun melenggang pergi.
Sementara Chanyeol mengeryit dalam. Ia ragu. Tapi perlahan ia memegang kenop pintu kamar itu. Kamar di mana Baekhyun akan disekap. Ia belum tidur? Tentu saja belum. Ia mana bisa tidur mendengar desahan Kai dan Baekhyun yang terus merintih. Ia khawatir?
'Cih! Jangan harap! Aku tidak akan pernah mengasihani si bisu itu!'
Krieeet
Chanyeol tertegun. Pemandangan di depannya ini sungguh…
"Dasar Kai gila!" ia bergumam lirih.
Ia berjalan mendekati Baekhyun. Kondisinya sungguh menyedihkan. Tubuh mungilnya penuh kissmark. Juniornya bengkak dan memar. Selangkangannya penuh bercak darah yang mengering. Darahnya merembes mengotori seprei yang sudah tak berbentuk lagi. Wajah dan tubuhnya begitu pucat, terikat seperti binatang. Sperma Kai juga berceceran di tubuhnya. Oh dan Chanyeol bisa melihat mulut Baekhyun mengeluarkan sisa-sisa sperma milik Kai.
Tanpa ia sadari, ia menjulurkan tangannya dan mengelap cairan menjijikan itu dari mulut Baekhyun.
'Astaga! apa yang aku lakukan?!'
Secepat mungkin ia menarik kembali tangannya. Tapi sungguh, keadaan Baekhyun yang begitu menyedihkan membuatnya merasa sedikit kasihan. Kai memang sudah keterlaluan kali ini. Ia bahkan tidak pernah memperkosa kakak iparnya sampai seburuk ini.
"Kalau setelah ini kau berjanji akan menceraikan kakak ku, aku akan melepaskanmu! Kau hanya tinggal menuruti perkataanku dan kau tidak mungkin akan menderita begini! Dasar bodoh!"
Oh astaga! bahkan di saat kondisinya mengenaskan seperti ini, Chanyeol masih sempat terangsang.
Cup
Ya, hanya sebuah kecupan dan sedikit melumatnya. Chanyeol masih terlalu iba untuk memuaskan nafsunya di tubuh Baekhyun. Padahal selama tiga bulan ini ia selalu bermain solo dengan membayangkan tubuh indah yang sedang terkapar menyedihkan di depannya ini.
"Segera setelah kau sadar, aku akan membalaskan semuanya, Byun Baekhyun.."
Dan setelahnya Chanyeol meninggalkan Baekhyun sendirian di kamar yang gelap itu. Dan tidak lupa menguncinya dari luar.
-o-o-o-o-o-o-o-
"Kau yakin dia tidak akan kabur Kai?!"
"Tenang saja. Dia masih terikat. Lagipula apartemenku di lantai tujuh. Dia pasti akan berpikir ulang jika harus lompat melewati jendela apartemenku!"
Chanyeol hanya mengangguk malas.
Keduanya sibuk bercakap di dalam mobil. Chanyeol yang khawatir jika Baekhyun akan kabur, dengan Kai dengan wajah sumringahnya.
"Kau apakan saja dia semalam?" tanya Chanyeol tiba-tiba.
"Itu rahasia!"
"Lain kali tidak perlu sekasar itu!"
"Hahahahahaha! Kau mulai khawatir eoh?!"
"Bu-bukan begitu! Aku hanya tidak ingin dia mati! Kalau dia mati semua rencana kita tidak akan berhasil! Aku tetap akan menjadi gelandangan nanti!"
"Ahahahaha! Iya, iya! Aku tahu! kau tenang saja! Oh dan juga! Nanti malam aku masih ingin bermain dengannya! Kau jangan ganggu dulu ya?!"
"Dasar maniak! Awas saja kalau dia sampai mati!"
"Tidak akan Wu Chanyeol!"
…..
Sinar matahari senja menembuh masuk ke dalam jendela kamar. Mencoba menemani dan menghangatkan sosok mungil yang terlihat kedinginan dan kesepian itu. Masih belum sadar dari pingsannya.
"Euungghhh"
Dan pada akhirnya mata kecil itu terbuka. Baekhyun mengernyit. Ia mencoba menggerakkan tubuhnya tapi yang ada seluruh persendiannya seakan remuk. Sakit sekali. Sekelebat bayangan tentang Kai yang menyetubuhinya semalam membuatnya kembali menangis. Ia bahkan tidak tahu harus bagaimana sekarang. Tubuh telanjangnya menggigil kedinginan. Perutnya lapar. Kepalanya pening, badannya lengket karena sperma Kai. Pergelangan tangan dan kakinya pegal sekali. Belum lagi selangkangannya yang lecet. Dan juniornya… astaga ia bahkan tidak berani melihatnya.
Padahal kemarin hidupnya begitu sempurna bersama suaminya, tapi sekarang? seperti berbanding terbalik bagai di neraka.
'Kris.. yeobeo.. aku takut sekali.. hikss.. hikss.. aku ingin pulang. Ya Tuhan ini sakit sekali.'
Belum selesai ia bernafas lega, pintu kamar itu terbuka. Menampakkan siluet adik ipar bejatnya itu.
"Kau sudah sadar?" tanyanya memecah keheningan. Langkahnya saja sudah membuat Baekhyun bergetar ketakutan. Nafasnya berubah menjadi pendek-pendek ketika Chanyeol tepat berada di sampingnya. Duduk seperti sedang mengintimidasinya. Tatapannya begitu dingin dan menakutkan.
"Hikss.. hikss.." dan Baekhyun hanya bisa terisak. Minta dilepaskan.
"Aku hanya ingin jawaban iya darimu!"
"….."
"Cepat ceraikan kakak ku! Kembalilah ke hidupmu yang dulu! jangan usik kebahagianku!"
"….."
"Kalau kau bilang iya, aku akan segera melepaskanmu! Aku tidak akan membuatmu menderita lebih buruk lagi daripada ini."
'Sampai mati pun aku tidak akan menceraikannya!' teriak Baekhyun dalam hati.
"Kenapa hanya menatapku?! Cepat jawab bodoh!"
Baekhyun menggeleng dengan sisa tenaganya.
"Brengsek!"
PLAAAKK!
Satu tamparan keras dari Chanyeol. Membuat Baekhyun meneteskan darah dari sudut bibirnya.
"Kau tahu? setiap kau menolak permintaanku, aku akan memperkosamu sampai kau benar-benar menyerah dan lebih memilih nyawamu daripada cinta bodohmu itu!"
"…"
"Baiklah! Kau yang memilih!"
Chanyeol menggeram marah. Segera ia melepas ikatan tangan Baekhyun dengan kasar. Baekhyun mengeryit sakit ketika semua ikatannya terlepas. Dan secepat kilat Chanyeol langsung menggendong Baekhyun. Menaruh tubuh rapuh itu di pundaknya layaknya sekarung beras.
'Ya Tuhan… apa lagi ini?!'
Byuurr
Tubuh Baekhyun dilempar begitu saja ke dalam bathub raksasa. Seketika tubuhnya berjingkat kedinginan merasakan air yang menyentuh kulit telanjangnya. Dan dilihatnya Chanyeol yang melucuti pakaiannya. Membuatnya telanjang bulat sama seperti dirinya. Dan secepat kilat Chanyeol menyusulnya kedalam. Mengunci pergerakan Baekhyun dengan lengan kokohnya. Mengihimpit tubuh pucat Baekhyun dengan tubuh kerasnya. Menatapnya tajam seperti kilat api yang akan membakarnya hidup-hidup.
"Aku akan membersihkan jejak Kai dari tubuhmu! Karena hanya aku yang berhak menyiksamu! Bukan orang lain Byun Baekhyun!"
CPK
"Mmmhh.. eemmhh"
Dan Chanyeol mulai mencium bibir bengkak Baekhyun. Baekhyun sendiri sudah pasrah dengan apa yang akan Chanyeol lakukan di tubuhnya. Ia terlalu lelah untuk memberontak. Matanya tidak mau lagi menangis. Tubuhnya kelu dan hampir mati rasa. Bahkan ia sudah siap jika harus mati sekarang.
"Eeemmhh.. Hyungghhh…ahhh.. betapa aku merindukan tubuhmu."
Chanyeol meraba-raba tubuh Baekhyun. Licin karena air sabun. Dan itu membuat Chanyeol semakin bergairah. Juniornya mulai mengeras dan menyentuh perut rata Baekhyun.
"Apa Kai menyakitimu di sini?"
Baekhyun tersentak kaget ketika Chanyeol mengelus junior nya yang memar. Oh demi Tuhan! Baekhyun masih merasakan nyeri di sana! Jangan lagi!
"Sepertinya aku tidak akan menyentuh benda ini dulu."
Dan Baekhyun menghembuskan nafas lega. Tapi tiba-tiba…
"Aaaakhh!"
"Tapi lubang ini milikku! Hanya untuk menampung 'adikku' aahh~ ouuggh! Sempitthh!"
Anusnya kembali mengeluarkan darah. Rasa sakitnya berkali-kali lipat dari semalam. Belum lagi cairan sabun itu menyentuh lukanya. Oh sungguh! Ia ingin pingsan saja!
"Aww.. ouugghh! Baekhyun-ah! Aaahhh! Siapaahh suruh kau aahh! Menolak permintaan euungghh ku! Ouughh!"
Nafas Baekhyun menjadi pendek-pendek seiring dengan genjotan kasar Chanyeol di dalam air. Ia cengkeram pinggiran bathub itu erat-erat. Ia pejamkan matanya berharap rasa sakitnya hilang. Bibirnya terlalu perih untuk ia gigit.
Dan berlanjutlah malam itu seperti di neraka. Bahkan Baekhyun bisa merasakan nafsu Chanyeol yang menggebu-gebu di dalam tubuhnya. Ia tidak bisa pingsan lagi. Ia hanya berharap dirinya mati saja jika suatu saat ia hamil anak Chanyeol.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Ending gagal -_- ini terlalu singkat atau gimana saya gaktau *plaaak* ide lagi buntu, jadi ya kayak gini berantakan banget -_-
Tterimakasih buat readers yang review di chap sebelumnya. Gak nyangka bakal mencapai target(?) wkwkwk maaf juga buat nama-nama readers yang ternyata saling berdempet(?) pas aku baca ulang eh gaktaunya di bawahnya belum tak edit lagi -_- *bow* tapi tetep terimakasih banyaaak ya ^^ kan kalo kalian reviewnya banyak aku jadi semangat ngetik *meskipun otak buntu* ehehehe.
Oh iya buat defense of love -_- aduh maaf banget aku masih kena writer's block buat cerita itu TT padahal bentar lagi juga selesai –o- maafkan daku *bugh*
Oke, saya akan menjawab beberapa pertanyaan yang terlampir(?):
- Disini tidak ada threesome pemirsa(?) awalnya sih mau buat. Tapi … ane gak tega ama Baekhyun(?) wkwkwk
- Oke, jadi pas kris masukin jarinya ke hole Baekhyun itu, si kris ngerasain hole nya baekhyun lecet-lecet. Gak mungkin dong lecet tanpa sebab? Jadi kris mikir kalo udah ada yang masukin –paksa- itu lubang berkali-kali nyampe lecet dan agak longgar(?) terus dia asumsi-in kalo yeol yg gituin. Aku malah gak kepikiran kissmark. Soalnya kalo kissmark nyampur sama luka lebam baekhyun yg lainnya jadi gak terlalu keliatan. So, aku Cuma bisa kepikiran kris ngeraba hole baekhyun. Sudah paham? wkwkwwk
- Buat genre ff ini sendiri aku masih bingung jujur -_- *bugh* maafkan daku TT genre=relative (?) jadi terserah readers masing-masing. Oke? Wkwkwk
- Maaf juga gak bisa update waktu senin -_- readers untuk informasi, saya biasa update hari senin. Tapi berhubung kemarin ada tugas lembur(?) jadi saya undur sampe hari ini *bow*
- Aduh aku jadi malu jawab pertanyaan yang satu ini(?) well, berhubung reader yg tanya ini gak log in, jadi saya kasih tau lewat sini aja ._. nama saya desy, lengkapnya gak usahlah ya ._.v umur saya 17 tahun wkwkwk kalo alamat facebook bisa lewat pm aja kali ya ^^ gak enak kalo lewat sini(?) saya maluuu :3 mian *bow* kekeke. bukannya pelit loh :o
- Saya tidak labil dalam menentukan review -_-v saya hanya salah perhitungan(?) wkwkwk
oke, itu beberapa pertanyaan yang sekiranya harus dijawab.
BIG THANKS TO:
nnukeybum|| aliensparkdobi || SyJessi22 || younlaycious88 || Kim Bo Mi || LEETEUKSEMOX || chika love baby baekhyun || aiiu d'freaky || The Biggest Fan of YunJae || Novey || ParkOna || pujochi exo || Kim Eun Seob || icha || ajib4ff || Mela querer chanBaekYeol || adistiii || Fujoshii G || Keepbeef Chiken Chubu || Cozalou laya || TrinCloudSparkyu || indaaaaaahhh || baekggu || ssoulmate ||Riyoung17|| bekichan077 || Uchiha Tachi'4'Sora || afnia2495 || AnjarW || Baekyeolidiots || inaKYU || who am I|| tetangga chanyeol || Guest || lee sang sun || D'nada | cho sang sun | DeIYe | Jiae | SKS | Guest | nif|| Lyncth || BaekLily || marcy | inggit | chanchan61 || Xiaolu whirlwinds telekinetics || Baekhyun92 || tsab || 407bubleblue || eunheeoh77 || 3baekhyunniewife || Vampire88 || stephanietan | indri kusumaningsih || amus|| AngelExo12Alien || Kim Seonna || NadyaputriKpopersBestFriendofYuNaCha|| inny Kpopers Fujoshi || babylu | luhan baby || Bbek || HarunaBabyChanBaek || mumut03 ||
semoga tidak ada cacat lagi di sini -_- oke semua beres(?) tinggal tunggu review readers-nim semuanya ^^
semoga chapter ini dapat menghibur sebagaimana mestinya ^^ *bow*
Keep Review and Leave Your Comment...
