Hallo semua !, tentang ff ini tolong Maklumi karena saya masih amatir dan banyak typo juga malahan ada yang bilang alurnya ngak jelas hehe =-= Makasih untuk yang rela membaca, apalagi yang Reviews makasih lohhh. Oh ya saya mau memberi tahu bahwa tanggal 4 juni adalah... (( hari special dimana Ibu saya melahirkan saya)) hehe...
I Want to Catch You Away : Liitle Busy
"Karena aku menyukai…."
"Permisi, Megurine-sama seorang pemuda ingin menemui anda. Dia bersikeras untuk masuk" seorang maid menunduk hormat dan meninggalkan aku dengan pose Luka yang sangat dekat dengaku.
"ahhh, mengganggu saja" Aku sudah tidak dapat berkata apapun lagi, menurutku tamu itu datang tepat pada waktunya.
"Ayo Len, lihat siapa yang datang!" Sudahlah aku sedang berimajinasi yang tidak-tidak tadi, aku berdiri dan mengikuti Luka sampai ruang tamu. Tiba-tiba Luka berhenti aku mengintip untuk melihat siapa yang datang dan orang itu adalah..
"Kaito?" yap, si iblis datang setelah ditinggal oleh Luka.
"Luka maafkan aku, Wanita itu hanya teman lamaku setidaknya pahamilah aku!" Kaito berdiri dan mendekati Luka, dan Luka langsung menghindar ke balik punggungku.
"Minggir! Ini urusanku dan Luka!" ada apa dengan diriku? Kaito benar ini bukan urusanku, tapi rasanya aku tidak tega meninggalkan Luka dengan orang seperti iblis ini.
"Ini urusanku juga! Luka-nee katakan sesuatu" Luka aku berharap lawanlah iblis ini. Loh tunggu dulu sepertinya Luka ingin marah…..
"Terima kasih Len…sekarang menjauhlah" Haha dia belum pernah merasakan amukan Luka saat marah, amukan Luka sudah sering diterima oleh aku dan anggota club basket lainnya oleh karena itu aku menjauh dari mereka berdua, sekaligus melihat film si iblis dan pacarnya bertengkar hehe.
"L-Luka emm maafkan aku" Sepertinya dia tau Luka akan marah besar.
"Tidak ada kata maaf untuk manusia yang ingin dipahami tapi tidak pernah memahami orang lain!, kamu tidak tahu bagaiman rasanya melihat orang yang kamu cintai berjalan dengan orang lainkan!" Luka sedang menantang Kaito.
"tapi ini hanya kesalah pahaman saja!"
PPLLAAKK
"ouhh, ALASAN YANG BAGUS KAITO SHION!" aku terkejut ternyata Luka akan menampar muka Kaito sehingga pipinya menjadi tempat tanda tangan Luka.
"Ini bukan alasan tapi ini nyata, dia teman lamaku Luka!" Luka menarik kerah baju Kaito dan sepertinya membisikan sesuatu sehingga Kaito membulatkan matanya seperti ingin keluar.
"jadi jangan lagi muncul di depanku, kita sudah putus. TOLONG BAWA DIA KELUAR!" dua orang bodyguard mengeluarkan Kaito secara paksa.
"tunggu Luka! LUKA!" Ini adalah akhir film si iblis dan pacarnya. Aku melihat arlojiku sudah jam 05:38 sepertinya waktu untuk pulang.
"maaf Luka-nee sudah jam lima lewat aku harus pulang sebelum jam tujuh" aku meminta izin pamit pulang tapi kenapa Luka memasang wajah kecewa seperti itu?.
"Uhh baiklah, Suzu tolong ambil tas Len!" seorang maid yang dipanggil dengan nama Suzu langsung berlari kebelakang, tidak lama tasku sudah berada ditangannya karena yang aku ingat…..TASKU BERADA DI TAMAN! I-ini tidak mungkin..
"jangan kaget Len, aku sudah menyuruh seseorang untuk membawa tasmu kemari" aku tidak perlu heran karena suruhannya pasti sangat banyak. Aku mengambil tasku dan melambaikan tangan kepada Luka, Oh iya Luki!
"Luka-nee tolong sampaikan salamku pada Luki ya!" Luka melambaikan tangannya.
"Tentu! Hati-hati dan datang lagi ya!" aku berjalan keluar gerbang meninggalkan istana Luka, pengalaman kali ini sangat aneh rasanya aku ingin sekali merebahkan diri dikasur yang empuk tapi aku lapar jadi mungkin saatnya pergi ke Scd Caffe.
Trriiingg…trriiingg..
Aku melihat handphone tertera pesan dari Rin Kagamine, tumben sekali.
-Hai Len, Lagi apa?—
Ini tumben sekali kalau tidak ada maunya pasti tidak akan seperti ini.
-ada apa Rin? Tumben sekali, pasti ingin sesuatukan?-
Tidak lama handphoneku berbunyi lagi.
-hehe kamu benar, besok aku akan ikut kamu melihat club basket lagi oke?—
Sebenarnya aku senang Rin ada dihadapanku saat aku ingin sekali melihatnya, tapi apa dayaku Rin hanya melihat kearah Oliver saja.
-baiklah, lagipula aku tidak akan malarang kamu untuk datang-
-makasih Len! ^^-
Aku memasukan handphoneku kedalam saku celana. Sampai di Scd Caffe aku membeli 2 hamburger, 2 paket ayam, 1 chococoffe untuk dibawa pulang.
Jalanpun masih ramai seperti biasa aku sudah sampai di Hotel Kagamine, Hotel yang sudah diwariskan untukku setelah Otou-san menikah lagi dan meninggalkan aku bersama Hotel ini sebagai kenangan masa lalunya yang buruk.
"Kagamine-san, apa anda baik?" huh? Pengurus Hotel menegurku dengan sapu ditangannya, sebenarnya aku sudah menyuruhnya tidak bekerja karena umur yang sudah tua dan sering batuk.
"Ah, saya baik sepertinya anda harus istirahat lagipula masih banyak pekerja yang lainkan?" aku ingat bagaimana Johio-san sakit keras 1 bulan yang lalu, ya aku biasa memanggilnya Johio-san dia yang memintaku memanggilnya seperti itu.
"Tidak saya baik-baik saja sekarang, sudah sehat seperti biasa. Oh ya Kagamine-san terima kasih telah memberi bonus untuk gaji saya kemarin" melihat Johio-san menunduk terima kasih itu membuatku merasa terlalu berkuasa.
"tidak usah seperti itu Johio-san, saya tidak memberi bonus itu adalah hasil kerja keras Johio-san" melihat semua orang tersenyum adalah kinginanku, karena Okaa-san selalu tersenyum walaupun sebenarnya dia sudah sakit hati dan terus disakiti hingga akhir hayat Okaa-san.
"Maaf saya harus meninggalkanmu Johio-san, saya harus kekamar dulu" aku pergi kekamar .
