Sona hanya menatap datar kakanya, tidak terpengaruh kepada nada menggoda kakanya. "Aku hanya ingin melihat saja.. " ya sebenarnya dirinya cukup penasaran kepada sosok yang membuat dirinya masuk Rumah Sakit Underworld itu. Walau sebenarnya ia sudah tahu lewat cerita dari Nee-sama nya. Tapi dirinya masih penasaran sebelum melihat dengan matanya sendiri.
"Turuti saja permitaan adik mu itu, Sera.. " Lady Sitri bersuara setelah menyelesaikan makanannya.
•
Uchiha Naruto
Disclaimer :
Masashi Kishimoto ~ [Naruto]
Ichie Ishibumi ~ [High School DxD]
By : ARIES.H
Warning : EMS-Naruto!, Typo (s), [Geje], OOC, [mungkin alur berantakan], PowerFull!Naru, Devil!Naru.
•
•
Pintu otomatis terbuka memperlihatkan dua sosok adik-kaka, ya mereka Sona Sitri dan Kakanya Serafall Leviathan. Kini mereka berdua sudah sampai di sebuah ruangan serba putih dengan disain canggih. Mereka melangkah mendekat dimana sosok Naruto tengah terbaring tak sadarkan diri dengan beberapa plat baja yang di pasangi mantra segel dan rantai pengengkang Sihir mengikatnya dengan kuat. Mengingat beberapa menit lalu dia lepas dari tabung kaca yang di pasangi beberapa segel dan sedikit bertarung dengan ke empat Maou dengan agresif. Mungkin karena itu Maou Leviathan memasang beberapa mantra segel dan rantai pengengkang Sihir, apa lagi teknik mata merahnya yang membuat teman seperjuangannya itu tak sadarkan diri beberapa detik. Membuat Serafall tidak segan-segan mengunci seluruh tubuh Naruto. Ya, meski ada alasan lain selain kalau dia(Naruto) sosok yang membuat adiknya terluka parah.
"Jadi ini yang aku coba tahan waktu itu.. Ku kira waktu itu komet atau meteor." ucap Sona setelah mereka berdua tiba di dekat tubuh Naruto.
"Entah Manusia apa dia, dari propesor Kagami stuktur tubuh bagian dalamnya berbeda dengan Manusia biasanya." ujar Serafall dengan nada kalem yang tidak biasanya.
"Stuktur bagian dalamnya berbeda?" guman Sona maniknya masih meneliti tubuh Naruto yang memang seperti Manusia umumnya.
"Coba kau lihat ini." Maou Leviathan tersebut menekan tombol sesuatu di dinding samping kanannya. Dan tidak lama muncul hologram di atas tubuh Naruto yang memperlihatkan aliran-aliran Chakranya yang terlihat rumit.
"M-mustahil!" Guman gadis Iblis berambut bob tersebut, baru kali ini ia melihat stuktur dalam tubuh Manusia serumit ini. ".. apa dia seorang Mutan?"
"Aku yakin bukan. Tapi saat kau pertama melihat dia apa kau melihat sesuatu selain dia? atau apapun yang kau lihat selain dia?" Tanya Serafall serus.
Sona hanya diam menerawang pada malam itu. Kalau kakanya sudah seperti ini, sudah di pastikan pertanyaan tadi sangat serius. "Hmm.. Aku yakin waktu itu hanya dia yang aku lihat datang seperti komet. Memang kenapa Nee-sama bertanya seperti itu?"
"Ini sebenarnya sudah di selidiki oleh Ajuka-tan kalau Manusia ini sepertinya datang tidak sendiri.. "
"Datang tidak sendiri?"
"Ya, sebenarnya ini hanya ke empat Maou dan beberapa Iblis yang tahu. Bersamaan dengan kejadian yang menimpa mu akibat mencoba menahan komet yang ternyata adalah Manusia aneh ini, Ajuka-tan menyimpulkan kalau kejadian itu ada kaitannya dengan dua seperti Komet atau meteor yang jatuh di Selatan Amerika dan Italia.. Dan kalau memang benar. Sudah pasti dua seperti komet itu adalah Manusia sejenis seperti ini.." Serafall kembali mengingat informasi yang sampai kepadanya dari beberapa Iblis yang berada di Negara Amerika dan Negara Italia kalau mereka meresakan kekuatan besar dan gelap, lalu saat mereka dekati kekuatan itu, mereka melihat lubang Dimensi tengah berputar hebat menghancurkan apa saja yang di dekatnya sekaligus memuntahkan sesuatu. Namun saat lubang Dimensi itu hilang mereka mendekat untuk mengetahui sosok apa yang di muntahkan Lubang Dimensi tadi dan saat di periksa mereka hanya melihat bekas jejak tubuh seperti Manusia kalau di lihat dari bekas terbentuknya di permukaan tanah. Beruntung diantara mereka ada yang mempunyai hitmotis untuk menghitmotis beberapa Manusia yang bermukim di tempat itu. Mengingat Lubang Dimensi tadi muncul di tengah pemukiman, membuat beberapa orang ada yang tewas dan juga ada yang tersedot masuk ke Lubang Dimensi.
©ARIES.H©
"Namaku Hyuuga Natsu!" gadis berumur 11 Tahun tersebut memperkenalkan dirinya dengan senyum lembutnya kepada Laki-Laki berambut spaike hitam yang kini tengah duduk di samping kanannya di pinggir Danau dengan kedua lutunya di peluk.
"Hyuuga." Hanya itu respon dari Laki-Laki tersebut dengan nada datar dan dingin. Bagaimanapun saat ini ia dalam kondisi drop. Mengingat beberapa menit lalu kedua orang tuanya tewas.
.
.
.
.
Berlari yang sesekali melewati beberapa pohon besar. Naruto terus menarik tangan seorang gadis berambut bob yang mengenakan pakaian Maid, di kening mereka terikat hitai ate berlambang Konoha.
"N-Naruto-kun! Kau mau menarik ku kemana!" gadis berumur 12 tahun tersebut dengan sedikit kesal karena padahal dirinya sedang membersihkan halaman kediaman Hyuuga malah laki-laki itu datang dan menariknya ke dalam hutan. Dan ini sudah beberapa menit lebih ia dan Laki-Laki bernama depan Naruto ini berlari menjauhi kediaman Klan Hyuuga.
Naruto hanya diam tidak menanggapi dan terus berlari hingga mereka berdua berhenti di sebuah jurang tidak terlalu dalam dan tidak jauh dari depan mereka terdapat air terjun sangat indah dengan pelangi menghiasinya.
"Sugoi!" Kagum gadis tersebut dengan raut berseri cantik. Jadi dirinya tahu kenapa Naruto menariknya ke sini.
"Heheheheh... Aku menemukannya saat berlatih di sini.. " ucap Naruto dengan nada tidak seperti Uchiha lainnya yang selalu datar dan dingin. Ya, berterimakasihlah kepada gadis ini yang dapat membuat kegelapan hati dalam dirinya menghilang.
.
.
.
.
"U'um!" gadis berambut bob sekitar 17 tahun itu kembali mengatupkan rahangnya. Padahal ada sesuatu yang ini dirinya ucapkan kepada Pemuda di samping kanannya ini yang kini sedang duduk di pinggir danau.
Pemuda berambut spaike hitam tersebut sedikit mengangkat alis kanannya, menyadari gelagatan aneh pada gadis yang kini tengah duduk berdampingan dengannya. "Hahh kalau kau ingin membicarakan sesuatu, bicaralah. Aku akan mendengarnya kok.. "
Gadis yang kini mengenakan pakaian Maid itu menoleh ke pemuda di sampingnya ini dengan wajah merona malu. "Aa... A-a-ku!"
Naruto nama pemuda itu menatap wajah gadis bob ini dengan tenang seperti Uchiha lainnya. Meski dalam lubuk hatinya ada perasaan berharap gadis ini mengatakan perasaannya kepadanya. Walau seharusnya Laki-Laki duluan yang mengatakan perasannya namun ego seorang Uchiha yang ada pada dirinya membuat ia diam dan menunggu.
"Ya?"
"Aa-aku-MENCI-ochk!" . JLEB!
.
Kedua iris Sharingan nya terbuka lebar, membuat dua Iblis di dekatnya sedikit terlonjak kaget.
GRB!
"Lepaskan tangan adikku!"
Sebuah suara terdengar pendengarannya diiringi sesuatu benda dingin tajam sedikit menekan kulit lehernya. Melirik ia melihat sosok gadis berambut Hitam bertubuh kecil, mungkin sedadanya. Yang kini tengah menempelkan seperti belati ke lehernya, tapi yang membuat heran benda yang bisa mencabut nyawanya saat ini terbuat dari Es. Apa dia pengguna Kekei genkai Elemen Es?
'Natsu-chan!' Iris Sharingan mengecil saat melirik kepada sosok yang di samping kanan gadis berambut hitam itu. Namun itu tidak lama, mengetahui kalau sosok tersebut bukan gadis yang ia cintai. Iris Sharingan Naruto kembali bergerak menatap gadis berambut hitam panjang yang di ikat dua.
"Lepaskan tangan adikku!" sembari sedikit menekan benda tajam itu ke lehernya. Namun itu tidak membuat dirinya melepaskan tangannya pada gadis berambut bob tersebut. Mencoba bergerak untuk membalikan keadaan, tapi tidak bisa.
'Rupanya aku di tangkap kembali.' ujar Naruto dalam hati dengan tenang. Chakra nya sudah kembali stabil, pengengkang ini bukan apa apa baginya. Ia mengingat tadi dirinya pingsan saat akan menghancurkan Barier untuk kabur.
"Jauhkan benda itu dariku.. " ucap Naruto menatap Serafall tanpa rasa takut nada mengacam dari Maou Leviathan tersebut.
"Lepaskan dulu tangan adikku!"
Sona hanya diam, meski ada rasa takut saat tangannya di pegang erat oleh Manusia ini. Mengingat Manusia ini dapat membuat Maou Lucifer kaka Rivalnya yaitu Rias, tak sadarkan diri.
"Baiklah.. " ucap Naruto kemudian melepaskan genggamannya pada tangan Sona. Ya, sebenarnya dirinya mudah membalikan keadaan dengan banyak cara, seperti dengan mengeluarkan Susano'o untuk menghancurkan pengengkang yang menjeratnya ini, menggenjutsu gadis berambut hitam di ikat dua ini, dan itu masih ada banyak cara lainnya. Namun ia hanya ingin main-main dulu, apa yang gadis berambut hitam di ikat dua ini lakukan setelah ia melepaskan genggamanya pada adikknya ini.
Sona langsung mengambil jarak saat tangannya lepas dari genggaman Naruto.
'Dua gadis ini auranya berbeda dengan Manusia, apa mereka bukan Manusia?' ujar Naruto dalam hati setelah menonaktifkan Sharingan nya. Mencoba memperluas sensornya Naruto harus di buat diam karena ada sesuatu penghalang membuat kemampuan sensornya tidak berguna. Lagi pula dirinya harus memperhatikan gadis berambut hitam di ikat dua tersebut, mengingat tekanan kekuatannya ya mungkin dapat membuat dirinya kerepotan.
"Jawab pertanyaanku, mahluk apa kau ini?" tanya Serafall. Membuat otak Uchiha Naruto berkerja dalam satu detik dalam mengumpulkan apa yang ia rekam melalui mata atau pun indra pendengaran. Kalau saat ini dirinya berada bukan di Dunia Shinobi atau berada di Dunia lain. Mungkin Jutsu perpindahan Ruang Dimensi nya berhasil? Kalau memang berhasil, apa saat ini dirinya berada di Dunia dua bajingan itu.
Serafall hanya diam mencoba membaca raut Naruto. Namun selama mungkin ia mencoba membaca raut Naruto hasilnya nihil, hanya raut datar dan tenanglah ia baca dari raut Manusia aneh ini. Seharusnya kalau soal beginian dirinya mudah membaca raut seseorang dengan membaca kerutan-kerutan yang dibuat oleh sang empunya.
"Kalau aku tidak mencawab, apa yang kau lakukan.. Gadis idiot!" datar Naruto.
Mendengar itu wajah Maou Leviathan memerah, sepanjang hidupnya baru kali ini ada yang memanggulnya 'idiot' apa lagi dengan raut datar dan tenang dari Naruto. Bahkan Sona dibuat sedikit terlonjak mendengar perkataan itu.
"Kau masih terlalu dini dapat membaca raut wajah seseorang."
Mata Serafall sedikit terbelak, jadi Manusia aneh ini membaca wajahnya.
"Kalau kau tidak menjawab, aku akan mengeksekusimu di tempat. Mengingat kau yang membuat adik ku terluka parah. Jadi itu mungkin cukup untuk menjadi alasan untuk membunuhmu di tempat." ucap Serafall dengan nada datar juga setelah menenangkan diri, tanpa melepaskan replika pedang kecil terbuat dari Es yang ia genggam pada leher Naruto.
Meskipun dilanda penasaran mengingat ia belum bertarung dengan siapapun, kenapa gadis berambut hitam di ikat dua ini berkata kalau dirinya membuat adiknya terluka parah. Naruto tetap mempertahankan raut datar dan tenangnya, sedikit melirik ke arah gadis berambut bob yang dari tadi diam saja.
"Kau pikir ancamanmu dan pengengkang ini dapat membuatku takut.. " Naruto memejamkan kedua matanya. Membuat kedua gadis Iblis tersebut mengkerutkan keningnya, heran. "He! Kau salah. Hanya dalam keadaan seperti ini saja sudah cukup untuk membalikan keadaan. Genjutsu! Sharingan!" sembari membuka kedua matanya yang memperlihatkan Enternal Mangekyou Sharingan nya yang langsung menatap langsung kedua iris mata Serafall.
Hening
Sona dibuat heran kenapa kakanya diam saja, bahkan ia lihat pandangan kakanya kosong. Apa ini ada kaitannya dengan mata Manusia aneh ini yang berubah. Menoleh ke Manusia aneh ini yang kini masih dalam kengkangan, Sona dibuat terkejut. Karena tubuh Manusia berambut spaike ini terpecah seperti kaca yang pecah setelah dihantam sesuatu.
"Kau." Kesadaran Sona kembali dari keterkejutannya saat sebuah suara serak didekatnya. Dan dirinya dibuat terlonjak kaget karena Manusia aneh berambut spaike tadi yang seharusnya dalam kengkangan beberapa plat baja yang diberi segel pengengkang energi Sihir, sekarang sudah di hadapannya tidak sampai satu meter dan dirinya tidak sengaja menatap langsung ke dua mata merah yang penuh kegelapan itu.
"Kau mirip sekali dengannya.. Tapi, mau bagaimanapun kau bukan dirinya.. " ucap Naruto setelah melepaskan kaca mata Sona yang kini dalam keadaan terpaku tanpa kaca mata yang bertengger di hidung mancung mungilnya. Mungkin akibat kejadian tadi yang membuat Sona masih bingung.
Tanpa mengucapkan apapun setelah mamasang kembali kaca mata pada Sona tubuh Naruto retak dan pecah. Meninggalkan Sona yang masih terpaku.
©ARIES.H©
Flashback!
"N-naruto-kun!"
"N-n-naru-to-kun!"
"N-nnaruto-k-kun!"
"Naruto-kun!" . JLEB!
Mata Naruto terbelak dengan keringat dingin membanjiri wajahnya.
"Kau sadar rupanya!" sebuah suara cempreng terdengar indra pendengarannya. Meneoleh ke arah suara tadi, Naruto melihat mahluk putih aneh.
"S-siapa kau?" Naruto berusaha memposisikan dirinya untuk duduk. Sembari kedua maniknya menatap sekitar untuk mengetahui sekarang dirinya berada.
'Gua?'
"Mah~ mah~ mah~ tidak usah dipaksakan. Chakra mu tadi terkuras habis. Beruntung Madara-sama memberikan Chakra patung Gedo kepadamu yang membuat kau dapat di tolong.. "
Mendengar itu Naruto dibuat kaget mendengar nama 'Madara'. "Madara!? Jangan bercanda! Madara kata ayahku sudah mati dibunuh Sodaime!"
"Benarkah~" ucap sosok mahluk putih itu dengan nada cempreng terdengar konyol. Membuat perempatan tercipta di kening Naruto.
"Rupanya kau sadar, bocah!" Naruto dengan cepat menengok ke asal suara serak tadi.
Deg!
Hampir jantungnya mau copot melihat sosok yang tengah berjalan dengan pelan keluar dari kegelapan gua itu membawa sebuah sabit besar.
"S-si-siapa kau!?" tanya Naruto terbata takut.
Sreek..
Srreek..
Sreekk..
Sosok membawa sabit itu berjalan ke arahnya dengan menyeret ujung bawah gagang sabitnya.
"Seperti yang dia katakan. Aku Uchiha Madara.. " sosok berperawakan sangat tua berambut panjang putih itu berucap setelah tiba di dekatnya.
"M-madara!? Tapi kata ayahku Madara sudah mati dibunuh Hokage pertama.. "
"Apa ada bukti tentang itu?" ucap sosok yang bernama Madara.
".. T-tidak.. "
"Berarti kau naif bocah." Madara membalikan badannya kemudian berjalan pelan menuju ke sebuah kursi besar terbuat dari batu.
"Bahkan mahluk yang seharusnya tidak ada di Dunia ini itu ada bocah." Madara kembali bersuara setelah mendudukan dirinya.
"Apa maksudmu?"
"Mah~ apa kau lupa kejadian beberapa jam tadi.. " ucap Mahluk berwarna putih itu masih dengan nada cempreng.
Seolah mengerti maksud perkataan Mahluk putih tersebut. Mata Naruto membulat. "T-tidak mungkin! Itu tadi hanya mimpi!"
"Mimipi? " Madara mendengus, "Kau pikir tadi mimpi? Aku sebagai leluhurmu malu, melawan dua mahluk kecil tadi kau tidak bisa."
"APA YANG KAU KATAKAN! KEJADIAN ITU MIMPI!"
"Mah~ sepertinya benar kata Madara-sama~ kau naif.. " ujar Mahluk putih itu.
"T-tidak mungkin! Itu pasti mimpikan.. " Guman Naruto dengan keringat dingin membanjirinya.
"Aku tunjukan kebenarannya. Tatap mata ku bocah."
"Genjutsu! Sharingan.."
Karena sepontan menatap satu mata Sharingan Madara, Naruto masuk kedalam Genjutsu, dimana dalam Genjutsu ia diperlihatkan dengan sangat jelas kejadian dimana gadis yang diam-diam ia cintai diperkosa kemudian dibunuh. Melihat itu semua tanpa sadar Naruto membuka Chakra istimewa yang berada di otaknya dan mengalir ke dua matanya dengan deras, sehingga membangkitkan Sharingan pertama kalinya. Membuat Madara yang di luar Genjutsu menyeringai misterius.
Seringaian Madara bertambah lebar, saat melihat Sharingan bocah itu berevolusi ke Mangekyou Sharingan.
Ctak!
Satu Sharingan Madara membulat, 'Mustahil! Meskipun tadi Genjutsu terlemahku. Bagaimana dia dapat memblok Genjutsu ku. Aku yakin bahkan seorang Jounin tidak dapat lepas dari Genjutsu ku tadi.' batin Madara. Tidak lama keterkejutannya diganti dengan raut senang bukan main.
'Akhirnya! Akhirnya aku mendapatkan penerusku yang sesungguhnya. Muhahahahahahahah...'
Membuat mahluk putih yang berada di dekat Naruto berkeringat dingin, melihat raut Tuannya senang bukan main. Ayolah bagaimana ia tidak berkeringat dingin. Siapapun yang melihat raut senang bukan main dari seorang Uchiha Madara pasti akan lari ketakutan. Bagaimanapun raut senang bukan main dari Madara adalah raut beringas saat mendapatkan lawan yang seimbang ataupun yang membuat dia senang.
Hening, hanya keheningan tercipta di dalam Gua tersebut.
Naruto kini hanya menunduk, setelah melihat kebenarannya. Terlihat dari dekat air mata Naruto perlahan mengalir di kedua mata Mangekyou Sharingan nya. "Maaf! Maaf!" berguman terus menerus mengucapkan kata maaf entah kepada siapa.
"Hentikan gemunan menjijkan mu itu, bocah." Madara berucap, merasa lama lama ia merasa kedua kupingnya panas mendengar gumanan maaf dari satu Klannya itu. "Apa ka-"
"Madara.. " Walau kesal perkataannya di potong, Madara tetap memasang raut datar. Mendengar apa yang akan dikatakan oleh penerusnya ini.
".. Aku mohon latihlah aku!" ucap Naruto mendongak langsung menatap satu Mata Sharingan Madara dengan Mangekyou Sharingan nya yang menyala terang penuh dendam. Membuat seringaian Madara tidak bisa ditahan.
'Tatapannya! Tekatnya! Auranya! Nafsunya! Dia! Benar benar sepertiku!'
"Melatihmu? Apa untungnya aku?" ucap Madara sedikit memancing. Walau telinganya panas mendengar kata 'mohon' dari bocah Uchiha itu. Karena seharusnya seorang Uchiha sejati tidak mengenal kata 'memohon' atau 'mohon' kepada siapapun, meski kesesama Klan.
"Aku tak menjanjikan apapun. Tapi tujuanku hanya satu yaitu membunuh mereka berdua."
Madara hanya diam membalas tatapan Mangekyou Sharingan Naruto seolah tidak terpengaruh kepada aura pekat yang dipancarkan oleh kedua mata terkutuk itu.
"Baiklah. Aku akan melatihmu. Tapi yang pertama kau harus ingat bocah! Seorang Uchiha tidak pernah memohon dan seorang Uchiha harus menjadi rantai tertinggi dari Mahluk apapun. Karena apa? Karena seorang Uchiha Sejati adalah orang yang dapat menggapai kekuatan Dewa."
"Tapi darimana kau tahu mereka berdua bukan Manusia?" tanya Naruto tidak mengubah posisinya.
Mahluk putih yang berada di dekat Naruto hanya diam mendengar pembicaraan mereka berdua.
"Kyuubi."
"Kyuubi?"
"Ya. Sebenarnya aku pertama kali mengetahui tentang Informasi itu aku tidak percaya. Tapi kalau diingat Kyuubi adalah Mahluk yang hidup Zaman Rikudo Sannin aku jadi percaya."
"Aku tidak mengerti."
"Kesimpulannya aku mengetahui itu dari ingatan Kyuubi yang aku ambil pertama kali aku menggenjutsunya. Entah dari mana saja binatang itu berkeliaran, sepertinya dia pernah ke Dunia dua mahluk itu."
"Memang... Mahluk apa mereka?"
"Mereka..."
Flashback END!
©ARIES.H©
"Rupanya ini Dunia mereka.. Tapi kenapa langitnya berbeda dengan apa yang dikatakan Madara." guman Naruto yang kini di atas sebuah bangunan di Underworld.
Tepat setelah mengetahui kalau yang membunuh gadis yang dicintainya saat itu dirinya berlatih keras dengan Madara. Hingga tepat empat tahun kemudian ia keluar dari gua itu dan berpetualang mengelilingi Dunia untuk mendapatkan pengalaman bertarung. Sampai Mahluk putih dan hitam mendatanginya memberitahu, kalau Madara sudah Mati. Tidak hanya membawa kabar itu, Zetsu ternyata saat itu membawa kedua mata Rinengan Madara untuk menjalankan terakhir perintah Madara yaitu untuk memeberikan kepadanya. Namun ia tolak. Karena ia sudah berjanji kepada dirinya kalau dirinya akan membunuh kedua mahluk itu dengan kekuatan dan dengan caranya sendiri. Beberapa hari kemudian setelah Zetsu mendatanginya, dirinya selalu bertarung dengan Ninja-Ninja tangguh seperti Orochimaru, Hokage kelima Tsunade Senju, Kisame, Kakashi Hatake, Danzo, Jiraya, Jinchuriki Kyuubi Naruko Uzumaki. Sampai hari itu tiba dirinya dan Uchiha Sasuke bertarung untuk mendapatkan Mangekyou Sharingan adik Uchiha Itachi itu, dengan ia keluar sebagai pemeng. Namun saat akan mengambil kedua mata Sasuke, sang Missing-Nin S Uchiha Itachi datang menggagalkan niatnya dan berakhir dirinya bertarung dengan Itachi dengan berakhir kemenangannya. Meskipun ia gagal mengambil kedua mata mereka berdua, dirinya mendapatkan Mangekyou Sharingan Shishui yang berada di tangan Itachi. Walau hanya satu namun itu tidak masalah karena satu matanya lagi ia sudah dapatkan dari Danzo. Dan itu kenapa ia mendapatkan Enternal Mangekyou Sharingan. Dan soal murid Madara selain dirinya sampai saat ini dirinya tidak tahu, siapa murid Madara selain dirinya.
.
.
"Keluarlah aku tahu kau di situ." ucap Naruto entah kepada siapa.
Sosok yang di maksud hanya keluar dari tempat bersembunyinya.
"Kembalikan Nee-sama seperti semula."
•
•
To. Be. Continued
•
A/N : Naruto saat berlatih dengan Madara berumur lebih mudah dari Obito. Pembantaian Klan Uchiha terjadi saat masa pelatihan Naru dengan Madara. Tidak banyak author sampaikkan di Chapter ini.
Cuman mau nyampaikan Author akan Hiatus sementara satu Bulan atau mungkin Lebih. Mengingat beberapa hari lagi author akan melaksanakan PKL bersama Author yusufnur321. Pasti kalian tahu sekaligus author menyampaikan kalau author yusufnur321 HIATUS..
Out! Sampai bertemu kembali di bulan berikutnya.. Author harap ada yang mau nunggu hingga UP kembali..
