.
Kang Seulla Present
MY FATHER, MY OBSESSION
Byun –Park- Baekhyun (Child)
X
Park Chanyeol (Baekhyun's Father)
Other:
Kim –Park- Yejin (Baekhyun's Mom)
Semi-INCEST. GENDERSWITCH. MATURE CONTENT. PEDO.
Happy Reading~
.
.
.
.
2 tahun kemudian
Sangat jarang bagi Chanyeol di hari Selasa ia pulang lebih cepat. Tepatnya pulang pada pukul dua siang. Setelah menyuruh Minah untuk pulang –agar ia dapat berdua saja dengan Baekhyun – Chanyeol melangkahkan kakinya menuju kamar sang anak. Setelah sampai, ia membuka pintu kayu berwarna putih dan tersenyum saat mendapati sang anak yang tengah bermain dengan ponselnya.
"Baekkie?"
Si gadis kecil yang tengah berbaring di kasurnya menoleh kemudian tersenyum lebar ketika manik sipitnya mendapati sang ayah yang berdiri di depan pintu kamarnya.
"Ayah!"
Ia melempar ponselnya kearah tumpukan bantal kemudian melompat turun dari kasurnya. Kaki pendeknya berlari mendekati sang ayah yang telah menutup pintu kamarnya. Kemudian tangannya memeluk pinggang sang ayah.
"Kok ayah sudah pulang?" Baekhyun menatap polos kearah sang ayah yang mengangkat tubuh mungilnya kedalam gendongan.
Chanyeol tersenyum menatap wajah cantik sang anak. Tangannya terangkat untuk mengelus pipi gembil Baekhyun. Kaki panjangnya melangkah memasuki kamar Baekhyun semakin dalam. "Minah ahjumma menelpon ayah kalau dia ada keperluan. Jadi karena ibumu sedang keluar kota, ayah pulang untuk menemani Baekkie."
Bohong.
Semua hanya akal-akalan Chanyeol karena ia hanya ingin berduaan dengan anaknya. Besok Yejin sudah kembali dari Jeju, jadi dia ingin berdua lebih lama dengan sang anak. Hanya berdua. Tidak ada yang mengganggu.
"Baekkie mau mau makan sosis?"
Si bocah menganggukan kepalanya semangat. "Tentu ayah!"
Yang dapat dilakukan Chanyeol adalah mendekatkan wajahnya kearah Baekhyun, menempelkan bibirnya pada sang anak dan menyesapnya pelan. Dia tidak kuat lagi, Baekhyun sangat menggemaskan.
.
.
.
Baekhyun duduk tenang di meja makan. Tangannya menggenggam garpu, matanya menatap punggung lebar sang ayah yang tengah berkutat dengan masakan di depannya. Kaki pendeknya yang menggantung ia gerakan pelan. Garpu yang di genggamnya ia masukan kedalam mulutnya –emut – tidak sabar ingin melahap masakan ayahnya.
Gadis itu tidak mengerti kenapa ia bisa sangat menyukai makanan daging olahan berbentuk panjang tersebut. Yang dia ingat ketika ia berumur Sembilan tahun, ayahnya membelikannya sosis siap makan dan dari situ ia selalu ingin sosis. Lagipula, sosis itu juga mengingatkannya pada penis sang ayah. Ah… memikirkan itu wajahnya pasti selalu memanas.
Sejak dua tahun lalu ketika dengan polosnya dia meminta sang ayah memasukkan penisnya kedalam vagina miliknya, Baekhyun selalu berfantasi liar tentang benda panjang kebanggaan sang ayah. Apalagi saat ulang tahunnya yang ke-sepuluh belum lama ini kedua orang tuanya menghadiahkan dirinya sebuah ponsel. Dan dari situ ia mendapatkan pelajar-pelajaran baru dengan bantuan internet dan teman-teman disekolahnya – ini lebih berpengaruh – dan Baekhyun mulai mengetahui apa yang di lakukan olehnya dan ayahnya selama ini.
Sex –itu kata teman-temannya dan internet.
Namun yang Baekhyun tidak mengerti, kenapa selama ini sang ayah sama sekali belum pernah memasukkan penisnya kedalam vaginanya. Ayahnya hanya menyodorkan penisnya untuk ia emut seperti lollipop, dia jilat seperti ice cream dan ia hisap seperti meminum susu. Kemudian ayahnya juga hanya menggelitiki dan memasukkan jarinya kedalam vaginanya. Tidak ada yang lebih dari dua tahun yang lalu.
Yang menjadi pertanyaannya, apakah ia salah? Ia tidak mengeluarkan suara-suara seperti wanita di video yang ditontonnya, itu karena ayahnya berkata jangan berisik karena nanti ibunya akan tau. Apakah itu alasannya? Atau karena ia sering menangis saat merasakan sakit pada vaginanya atau saat ia merasa frustasi saat ia ingin pipis disaat wajah sang ayah berada tepat di selangkangannya. Apa itu salahnya? Apa itu alasan sang ayah tidak ingin memasukkan penisnya kedalam vagina miliknya?
TUK
Gadis cantik itu mendongak saat melihat makanan tersaji didepannya. Manik sipitnya berseri-seri dan senyumannya mengembang saat melihat menu yang tersaji di hadapannya.
Telur dadar sosis. Walaupun sederhana, Baekhyun yakin ayahnya sudah bersusah payah membuatnya.
"Uwaa! Ini pasti enak!"
Chanyeol terkekeh melihat tingkah menggemaskan sang anak. Tangannya terangkat untuk mengelus surai panjang sang anak. Matanya tidak terlepas memandang Baekhyun yang tengah menyantap makanannya.
"Kenapa Baekkie sangat menyukai sosis?"
Manik sipit Baekhyun melirik kearah sang ayah. "Karena sosis mengingatkan Baekkie dengan penis ayah," kemudian kembali berfokus pada makanannya.
Tanpa mempedulikan ayahnya yang tersedah air liurnya sendiri.
Chanyeol menggeleng-gelengkan kepalanya dan mengalihkan pandangannya dari gadis mungil yang –sialnya – menjadi anaknya. Lelaki tinggi itu menghembuskan nafasnya kuat-kuat.
"Ayah?" Chanyeol menoleh saat mendapati panggilan dari sang anak. Dan dia menyesali dirinya saat merasakan bagian selatannya harus menegang saat melihat tatapan polos sang anak. "Ada yang ingin Baekkie tanyakan."
"Apa sayang?"
"Kenapa ayah tidak pernah memasukkan penis ayah kedalam vagina Baekkie? Bukankah Baekkie sudah meminta itu sejak lama?"
Sial.
"Itu… karena…" Chanyeol mengedipkan matanya dua kali, berusaha menghilangkan pikiran kotor dipikirannya. Namun percuma saja, semua sia-sia baginya. "Baekkie sungguh ingin ayah memasukkan penis ayah kedalam vagina Baekkie?" Chanyeol tersenyum tipis, merutukki kebodohan dirinya yang bertanya hal bejat seperti itu.
"Tentu ayah. Baekkie tidak akan menangis. Baekki janji!"
Bibir bawahnya Chanyeol gigit pelan. Mata bulatnya meneliti tubuh sang anak. Dari wajah cantiknya, bibir tipisnya, lehernya yang mulus, dadanya yang mulai menonjol, serta kaki Baekhyun yang terekspos.
Eh? Chanyeol baru menyadari kalau Baekhyun hanya memakan kaos dan celana pendek.
"Baiklah… Baekkie habiskan dulu makanannya."
Si anak mengangguk, sedangkan si ayah menyeringai tampan.
.
.
.
Di usianya yang mulai beranjak 35 tahun, Chanyeol belum pernah merasa senapsu ini. Libidonya benar-benar berada dipuncaknya saat ini. Penisnya yang sudah tegang dikocoknya pelan, sesekali ia merintih nikmat. Sedangkan mata bulatnya tidak berhenti memandang bokong mulus Baekhyun yang tengah menungging tinggi-tinggi.
Menghentikan kocokan pada penisnya, kedua tangan Chanyeol mengelus bokong mulus Baekhyun dengan lembut. Lidahnya terjulur, membasahi bibirnya yang terasa kering. "Baekki…" suaranya terdengar serak.
"Apa ayah?"
Suara imut Baekhyun semakin membuat penis Chanyeol berkedut. Tanpa menjawab pertanyaan sang anak, Chanyeol melebarkan belahan bokong Baekhyun kemudian mendekatkan wajahnya, menjulurkan lidahnya, menjilat lubang anal sang anak.
"Aahh ayah~"
Chanyeol dengan sedikit kasar menjilat dan menyesap lubang Baekhyun dengan rakus. Sesekali gigi rapinya bermain peran. Membuat desahan yang dikeluarkan Baekhyun semakin menjadi-jadi.
Bosan dengan lubang pantat, Chanyeol membalikkan tubuh Baekhyun dengan pelan. Menatap wajah cantik Baekhyun yang merona. "Tidak perlu malu, sayang," bibirnya membentuk sebuah senyuman. Ia mendekatkan wajahnya, memberikan kecupan singkat di bibir tipis Baekhyun. Kecupannya perlahan turun hingga leher Baekhyun, menjilatinya dengan penuh napsu namun masih lembut. Dia tidak meninggalkan bekas disana, Chanyeol masih punya akal sehat –walaupun meniduri anaknya adalah tanda akal sehatnya telah hilang.
"Eum… ayah uuhh~"
Gemas mendengar desahan tertahan Baekhyun, Chanyeol mencubit puting mengeras Baekhyun. "Tidak perlu menahannya sayang, keluarkan saja. Tidak ada ibumu."
Dengan patuh, Baekhyun mengangguk. Matanya terpejam ketika lidah basah Chanyeol kini menjilati sekitar putingnya. Tangannya menekan kepala sang ayah, meremas pelan rambutnya.
"A-ayahhh gelihhh aahh~" punggungnya melengkung, dadanya membusung ketika serangan kenikmatan yang diberikan oleh sang ayah diterima Baekhyun berlebihan. Bocah sepuluh tahun itu menggerakkan kedua kakinya acak, tidak kuat dengan sensasi nikmat yang ia dapatkan.
Chanyeol tersenyum kecil, lidahnya bergerak cepat menjilati putting anaknya. Tangannya menjalar disekitar tubuh polos Baekhyun, kemudian berhenti di depan bibir vagina Baekhyun. Ujung jemarinya membelai lembut bibir vagina Baekhyun, dan ia menyadari kalau vagina sang anak semakin tembam saja.
"Oohh ayahhhh enakhh~"
Bosan dengan dada sang anak, bibir Chanyeol menyusuri tiap perut buncit Baekhyun. Sejenak ia terkekeh melihat perut Baekhyun yang menggemaskan. Bibir tebalnya menciumi perut Baekhyun, sesekali memberikan tanda kemerahan disana. Lidahnya yang tidak mau kalah juga asik membasahi kulit perut Baekhyun. Sesekali ujung lidahnya itu masuk kedalam pusar sang anak.
Mulutnya semakin turun, lidahnya menggoda clitoris Baekhyun. Bibirnya mengulum bibir vagina tembam milik Baekhyun.
"Ayahhhh unghh~"
Tidak sabar, Chanyeol membuka bibir vagina Baekhyun, menatap lubang sempitnya degan mata yang ditutupi kabut napsu. Jari telunjuknya membelai lubang Baekhyun, memasukkannya pelahan.
Baekhyun menutup matanya ketika merasakan sedikit perih pada vaginanya. Bocah sepuluh tahun itu menggigit bibir bawahnya dan meremas sprei yang ditidurinya. Sekuat tenaga ia menahan teriakan sakitnya. Dia tidak ingin sang ayah menghentikan kegiatannya. Baekhyun bingung, ayahnya sudah sering memasukkan jarinya kedalam vaginanya, namun kenapa rasanya masih sakit juga?
"Baekki? Kalau sakit bilang ayah, ya."
Mata sipit Baekhyun terbuka dan terkejut ketika mendapati wajah tampan sang ayah yang berada dekat di hadapannya. Mau tidak mau, pipinya merona lucu. Ia mengangguk pelan kemudian tersenyum senang ketika sang ayah mencium keningnya.
Chanyeol ikut tersenyum ketika melihat anaknya tersenyum. Dirinya kembali fokus kepada jarinya yang telah masuk seluruhnya kedalam lubang vagina Baekhyun. Dengan perlahan, dia menggerakkan jarinya. Sesekali matanya melirik keatas, memastikan Baekhyun tidk kesakitan karena perbuatannya.
"Ouhh ayahhhh~"
Wajahnya mendekati selangkangan Baekhyun, kemudian menjulurkan lidahnya untuk menggoda clitoris Baekhyun yang sudah mengeras. Jemarinya tidak berhenti keluar-masuk lubang Baekhyun, bahkan dengan perlahan Chanyeol menambahkan satu jari lagi. Membuat pekikan Baekhyun semakin menjadi.
"AAHH! Sshh aaahhh~"
Chanyeol menjauhkan wajahnya pada selangkangan Baekhyun, ia lebih memilih menikmati wajah cantik Baekhyun yang tengah merasakan kenikmatan. Jemarinya semakin bergerak cepat ketika merasakan kedutan di lubang vagina Baekhyun.
"Ayahhh Baekki ingin pipishhh~"
"Keluarkan saja sayang," suara berat Chanyeol berbisik dekat telinga Baekhyun. Gerakan tangannya semakin cepat. Ia tersenyum kecil ketika tangan pendek Baekhyun memeluk lehernya dengan erat.
Hingga sampai Baekhyun berteriak keras dan kedua jari Chanyeol basah oleh cairan Baekhyun, lelaki yang telah memasuki umur kepala tiga itu merasa hidupnya terasa berwarna.
…
Baekhyun duduk tenang diatas pangkuan sang ayah. Rona diwajahnya yang tidak pernah luntur itu terlihat sangat menggemaskan, belum lagi senyum malu-malunya ketika melihat penis sang ayah yang kini menempel pada vaginanya.
"Ayah, Baekki harus apa?"
"Lakukan apa yang Baekki inginkan."
Bocah tersebut mengangguk kecil. Dengan mengingat video yang dilihatnya di internet, Baekhyun menatap kearah sang ayah kemudian menjulurkan kedua tangannya untuk memegang pundak sang ayah. Bertumpu dengan pundak ayahnya, Baekhyun mengangkat sedikit tubuhnya lalu menggerakkan pinggulnya menggesekkan bibir vaginanya dengan penis besar ayahnya.
"Eunghh~"
Mata sipitnya terpejam merasakan sensasi nikmat berlebih pada bagian pusat tubuhnya. Jemari mungilnya meremas pundak sang ayah.
"A-ayahhh aahh…"
"Sshh Baekki."
Chanyeol memajukan kepalanya, mendekatkan wajahnya pada perpotogan leher Baekhyun kemudian menciuminya lembut. Kedua tangannya memegang pinggul Baekhyun dengan pinggul yang bergerak acak membantu sang anak menggesekkan kelamin mereka.
Penis milik Chanyeol mengeras dan berkedut cepat. Dengan sekali hentak, ia membalikkan posisi mereka. Tubuh tingginya menindih tubuh mungil Baekhyun –bertumpu dengan sikunya. Tangannya mengocok penisnya, menggesekkan ujungnya pada lubang sempit Baekhyun.
"Baekki, kalau sakit teriak saja."
Sang anak mengangguk cepat. Bibirnya terbuka mengeluarkan suara-suara seksi yang menandakan kenikmatan yang dirasakannya. Kakinya ia buka semakin lebar, siap menerima penis sang ayah memasuki vaginanya.
"Ayah eungh Baekki siap."
Chanyeol menatap dalam mata sipit anaknya. Ia tersenyum tipis kemudian mengelus surai hitam sang anak. "Baekki, saranghae."
Bibir tebal Chanyeol menekan bibir tipis Baekhyun. Menyesapnya dengan lembut. Tangannya memegang penisnya kemudian mengarahkannya pada lubang vagina Baekhyun. Kenikmatan yang sangat akan segera ia rasakan.
Jika tidak ada sebuah suara menghentikannya.
"BERHENTI! CHANYEOL!"
.
oOo
.
Baekhyun tidak dapat menghentikan tangisannya ketika sang ibu menarik tangannya dengan kasar. Dengan sekuat tenaga, ia menahan tubuh mungilnya agar ibunya tidak dapat menariknya kemudian melepaskan genggaman tangan ibunya. setelahya ia langsung berlari dan memeluk ayahnya.
"Baekki tidak ingin pergi hiks. Baekki ingin bersama ayah hiks."
"Baekhyun!" pekik Yejin keras. Wanita cantik tersebut berjalan mendekati anaknya kemudian menarik paksa tangan mungil Baekhyun yang telah memerah.
Chanyeol menatap sengit kearah Yejin kemudian menepis tangan wanita tersebut. Lagipula, kenapa wanita ini pulang sehari lebih cepat. "Jangan menyakiti Baekhyun!"
"Diam kau, Brengsek!"
"Jangan berbicara kasar didepan Baekhyun, Yejin."
Yejin mendecih pelan kemudian menatap tajam kearah tangan Chanyeol yang tengah mengusap kepala anaknya. Tatapan tajamnya berpindah menatap Chanyeol yang juga tengah menatapnya. "Aku menyesal memintamu menikahiku. Jika aku tau kalau anakku akan dilecehkan seperti ini, lebih baik aku mengurusi anakku sendiri!" jari telunjuk Yejin menunjuk wajah tampan Chanyeol yang menatap datar kearah dirinya. "Walaupun kau bukan ayah kandung Baekhyun, kau tidak seharusnya melakukan itu dengan anakmu!" wanita itu meneteskan airmata saking kesalnya. Namun, dengan cepat ia menghapusnya. "Bagus aku pulang lebih cepat, bagaimana kalau aku pulang besok? Atau lebih malam?!"
Chanyeol menundukkan kepalanya, menatap Baekhyun yang masih menenggelamkan wajah cantiknya di perutnya. Tangannya masih asik mengelus surai hitam Baekhyun dengan sayang. "Aku tau. Aku minta maaf."
"Kau pikir dengan meminta maaf sudah selesai? Kau menghancurkan masa depan Baekhyun!" bagai orang kerasukan, Yejin menarik tangan Baekhyun yang melingkar di perut Chanyeol. Tanpa mempedulikan tangisan pilu sang anak.
Chanyeol yang sudah geram dengan sikap Yejin, tanpa mempedulikan gender ia mendorong tubuh Yejin hingga wanita tersebut mundur beberapa langkah. Ia berlutut di depan Baekhyun dan meringis melihat wajah bocah tersebut penuh dengan air mata.
"Sayang…"
"A-ayah, Baekki tidak ingin pergi. Baekki ingin bersama dengan ayah," Baekhyun memeluk leher ayahnya dan menenggelamkan wajahnya pada perpotongan leher sang ayah. Yang dibalas dengan tangan sang ayah yang melingkar di sekitar pinggangnya.
Mata bulat Chanyeol terpejam, kemudian kembali terbuka dan menatap Yejin yang menatap marah dirinya. Perlahan ia menghela nafasnya kemudian melepaskan pelukannya dengan Baekhyun kemudian menatap sayang kearah sang anak.
"Baekki ikut dengan ibu dulu ya…"
Si bocah menggeleng kuat. "Tidak mau, Baekki ingin bersama ayah!"
Chanyeol mengelus pipi gembil Baekhyun dengan ibu jarinya. Ia menatap lembut bocah tersebut. Dia tidak ingin berpisah dengan anak ini, tapi dia sadar kalau dirinya sudah sangat bersalah. Benar apa yang dikatakan Yejin, kalau dia telah menghancurkan masa depan Baekhyun.
"Nanti… ayah akan menyusul," dengan telaten, Chanyeol mneghapus air mata yang membasahi wajah cantik Baekhyun. "Baekki pergi dulu dengan ibu, ya."
Dada Chanyeol bagai dihantam batu ketika melihat sang anak menganggukkan kepalanya tanda setuju. Dengan terpaksa, ia memberikan senyum tipisnya kemudian kembali memeluk tubuh mungil Baekhyun dan mencium kepala sang anak. Untuk yang terakhir kali. Karena setelah itu Yejin menarik tubuh Baekhyun dan membawanya keluar rumah.
"Aku akan mengirimkan surat cerai, Chanyeol."
Kemudian setelah pintu rumahnya tertutup, Chanyeol tidak dapat menahan airmatanya yang terjatuh. Dia tidak tau, akan seperti apa hidupnya tanpa Baekhyun. Nyawanya, pujaan hatinya.
.
.
To be Continue
.
.
A/N:
Halo semuanya~ masih pada inget ff ini? Kalau sudah lupa bisa dibaca chapter sebelumnya yaa. Maaf baru bisa update sekarang, karena ada beberapa kendala di kehidupan pribadi. Dan… ff ini satu capther lagi! Siap untuk las Chapter ff ini? Hehe. Semoga aja gak ada kendala laginya.
Dan untuk ff aku yang lain. Pasti aku lanjut, tapi dicicil ya. Semoga kalian masih setia nunggu cerita abal Seulla *bow.
[p.s kali ini Seulla update bareng sama para Author kece, Phyromaniac ; Pupuputri92 ft Sayaka Dini ; RedApplee ; ChiakiBee. jangan lupa buat cek story mereka ya~ review dan follow/favorit juga^^]
Last, sorry for typo. Mind to review?
