oOoOo Rain oOoOo

Part 4

"Ck. Kenapa aku harus memberi tumpangan pada kakek tua sepertimu hah!" Kata Kyuubi sambil menyetir mobilnya dan tetap fokus pada jalan.

"Kyuu-chan jangan panggil aku begitu, aku hari ini tidak membawa mobil, Sai yang mengantarkanku tadi pagi." Kata Itachi sambil tersenyum. Mereka sekarang sedang menuju ke sekolah Naruto.

"Kenapa kau tidak membeli mobil saja sich!" Kata Kyuubi pada Itachi tetap fokus pada jalannya.

"Percuma saja kalau aku punya pacarkan!" Kata Itachi sambil senyum-senyum gaje pada Kyuubi.

"Maksudmu, aku akan mengantar jemputmu gitu! AKU BUKAN SUPIRMU BAKA, enak saja ! Dan.. sejak kapan aku mau pacaran sama kaek tua sepertimu hah!" Kata Kyuubi kesal, Itachi yang sudah bersiap-siap dari tadi untuk menutup telingganya.

"Aku tidak bilang kalau aku mau diantar jemput, tapi kalau kau mau, aku bersedia dengan sepenuh hati, dan bukankah kita sudah pacaran sejak pertama kali bertemu." Kata Itachi ngawur. Cinta bertepuk sebelah tangan. Ck poor Itachi.

"Bicara ngawur lagi, ku tendang kau keluar dari mobil !" Kata Kyuubi kesal

"..." Itachi hanya tertawa kecil pada Kyuubi

"Apa maumu ke sekolah Naruto! Mau nebeng pulang sama Outotomu?" Tanya Kyuubi yang sebenarnya males banget nanyain kenapa Itachi mau ke KHS, tapi ia juga penasaran.

"Tidak ada hanya saja aku ingin melihat adik iparku, apa ada masalah dengan itu?" Kata Itachi sambil melipat tangannya didada.

"Ck. Naruto takkan sudi punya kakak ipar sepertimu!" Kata Kyuubi lagi

"Tapi kau kan sudi aku jadi pacarmu" Ok , mari Author jelaskan, Sebenernya mereka emang udah pacaran semenjak setahun yang lali, namun Kyuubi bukanlah orang yang suka buka-bukaan begitu, dan ia mau menerima Itachi sebenarnya juga karena sudah bosan tiap hari di tembak sama Itachi dengan gaya yang memalukan bagi Kyuubi di depan umum, tapi walaupun rasa cintanya mungkin sama Itachi baru sebesar biji jagung, Itachi tetap berusaha membuatnya jatuh cinta pada Uchiha itu, Ck. Berjuang Itachi-nii.

"Terserah apa katamu lah, tapi kalau kau mau melihat Naruto, kan bisa hari minggu nanti" Kata Kyuubi masih fokus dengan jalanan, (Ck. Harusnya yang bawa mobil itu kamu Itachi, kamu kan seme) dan ketika mendengar suara Author, Itachi berinisiatif untuk menyetir, setelah bertengkar hebat dengan Kyuubi yang tak mau kalah, tapi akhirnya Itachi yang nyetir juga.( Tapi jarak ke sekolah Naruto kan tinggal beberapa ratus meter lagi, mungkin biar dianggap gentle sama adik ipar kali ya?) Itachi : betul itu Author., Kyuubi : Ck, dasar, sama-sama Baka.

"Hari minggu?" Kata Itachi bingung dengan ucapan dari Kyuubi tadi.

"Jangan bilang kalau kau lupa!" Kata Kyuubi sambil geleng-geleng kepala.

"Gomen, sepertinya aku benar-benar lupa, memangnya ada apa di hari minggu nanti?" Tanya Itachi balik pada Kyuubi, kali ini dengan serius.

"Dasar baka,...kau ini benar-benar pikun ya..., bukankah kau yang merencanakan hari minggu nanti!" Kata Kyuubi kesal.

"Ah... itu yah aku ingat, aku ingat! Gomen" Kata Itachi benar-benar tulus.

"Oh ya, tentang aku ingin ke sekolah Naruto karena aku ingin memperkenalkanmu dengan Ototouku!" Kata Itachi.

"Untuk apa kau memperkenalkanku pada Sai si senyum palsu itu, kami sudah saling kenal kok!" Kata Kyuubi.

"Bukan Sai tapi yang satu lagi!" Kata Itachi pada Kyuubi.

OoOoOoOoOoOoOoOoO

"Kenapa kau membawaku kesini, Dobe?" Tanya Sasuke ketika mereka sudah sampai di belakang sekolah karena Naruto tidak ingin pembicaraan mereka di dengar orang lain.

"Kau bilang kenapa aku membawaku kesini hah, aku ingin tanya padamu dari mana kau tau tentang orang tuaku, U C H I H A" Tanya Naruto dingin sambil menekan nada pada marga Sasuke.

"Hn" Kata Sasuke datar sambil melipat tangannya didada.

"Aku benar-benar tidak menggerti dengan kalimat 'hn'mu itu TEME" Kata Naruto mulai emosi dengan sikap Uchiha bungsu yang ada di hadapannya ini.

"Hn" Ulang Sasuke masih dengan gayanya yang tcolol, eh maksud bebe cool

"Kau ini memang pelit kata ya Teme, aku heran dengan perempuan di sekolah ini kenapa mereka masih saja mengejarmu, lebih baik mereka itu mengejarku saja!" Kata Naruto dengan pedenya, woi kemana Naruto yang dingin, naskahnya diingat dong Naruto.

"Pede sekali kau ini, apa kau tidak punya kaca di rumahmu, Dobe!" Kata Sasuke datar.

"Aku punya, memangnya kenapa dengan kaca dirumahku, mau minjam ? Untuk melihat rambut pantat ayammu masih ada atau sudah dicuri sama ayamnya lagi?" Tanya Naruto dengan muka innocentnya.

"Heh.., dan duren siapa yang telah kau curi lalu kau letakkan di kepalamu, ahn?" Kata Sasuke tidak terima kalau rambutnya bakal diambil sama ayam.

"Sudahlah kau sudah membuang-buang waktuku Dobe, Kenapa kau mengajakku ke sini? Mau menyatakan cinta padaku ahn?" Kata Sasuke, berharap Naruto bilang iya, *ngarep lo Sas* *taboked*

"Iya, Kau pikir aku akan bilang begitu, kau pikir aku bakalan suka sama ayam? Aku masih normal, dan lagi kalau orientasiku menyimpang, aku juga nggak bakalan mau sama kamu, dan yang terpenting. Jadi, kau dari tadi tidak mendengarkan kata-kata ku TEME!" Ucap Naruto mulai geram.

"Aku hanya mendengarkan hal-hal yang penting saja menurutku dan mengucapkan hal yang penting saja." Kata Sasuke datar , padahal dalam hati udah jerit-jerit sama nangis, gara-gara di tolak sebelum beraksi.

Twitt

Empat sudut siku siku muncul di kepala Naruto. Sasuke sudah mempermainkannya dan itu berarti Naruto akan membuat pantat ayam itu mati di tangannya.

Brukk

Sasuke terhuyung mundur akibat dari pukulan Naruto yang tiba-tiba. Sasuke yang pada saat itu tidak menyadari akan mendapat serangan dari Naruto dan sebuah cairan merah keluar dari sudut bibir Sasuke.

"Hah, kau berani juga ya!" Kata Sasuke mengeluarkan seringaian devilnya, senang bisa bermain denang calon Dobenya.

"Apa ! Kau mau lagi hah!" Kata Naruto bersiap-siap untuk memukul wajah Sasuke lagi.

"Jadi kau ingin memukulku lagi ahn, kalau begitu lakukan, kalau kau bisa!" Ucap Sasuke sengaja memancing amarah Naruto.

"Jadi kau meremehkan aku, pantat ayam, rasakan ini!" Dengan segera Naruto berlari menuju Sasuke yang masih berusaha untuk berdiri dari duduknya

Brukkk

OoOoOoOoOoOoOoO

"Sasuke? Aku tidak pernah melihatnya ketika aku kerumahmu?" Tanya Kyuubi pada Itachi.

"Waktu itu dia memang tidak ada di rumah" Kata Itachi sambil menyetir mobilnya, ia sengaja mengurangi kecepatannya, agar bisa lama-lama sama Kyuubi.

"Jadi dia juga bersekolah di sekolah yang sama dengan Naruto?" Kata Kyuubi sambil mengangguk-ngguk tanda ia mengerti.*Brukk* Kyuubi: Dasar author baka, kau pikir aku sebodoh itu hah!, Author: Gomen Kyuu-chan, aku tidak sengaja.

"Hm.." Kata Itachi.

Tiba-tiba saja Itachi memberhentikan mobilnya dengan tiba-tiba.

"Baka...!, Kenapa kau harus berhenti mendadak?" Tanya Kyuubi kesal.

"Ayo turun!" Kata Itachi datar, dan melangkahkan kakinya keluar dari mobil diikuti oleh Kyuubi. Ck mentang-mentang mau ketemu adek ipar untuk pertama kalinya, Itachi jadi gugup.

Mereka menunggu di luar gerbang sekolah, beberapa saat kemudian longceng tanda waktu pulang berbunyi, semua siswa Konoha High School berhamburan keluar dari gedung tersebut, layaknya semut yang keluar dari sarangya. Tidak lama kemudian seseorang yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul juga, seorang yang berambut pirang keluar dari gedung sekolahnya dengan wajah yang penuh dengan luka, Kyuubi yang melihat hal tersebut langsung berlari menghampiri Otoutonya tersebut.

"Naruto!, Kau kenapa, ada apa dengan wajahmu ini!" Tanya Kyuubi sambil berlari menghampiri Naruto karena ia sangat menghawatirkan Otouto tersayangnya, ia tidak mau lagi sesuatu yang buruk terjadi pada Otouto satu-satunya yang ia miliki, ia tidak punya keluarga lagi selain Naruto, tentu saja ia khawatir pada Naruto.

"Untuk apa kau kemari!" Kata Naruto dingin pada Anikinya itu.

"Untuk apa, tentu saja untuk menjemput Otoutoku ini, untuk apa lagi." Kata Kyuubi sambil merangkul Naruto. Naruto segera menepis tangan Kyuubi dengan kasar.

"Aku bisa pulang sendiri, kau tidak usah repot-repot untuk menjemputku." Kata Naruto lagi dan pergi menjauh dari Anikinya, setibanya ia disamping Itachi, Naruto melihatnya sekilas dan terus berjalan menjauh dan akhirnya menghilang, Itachi yang tadi sempat melihat Naruto yang tersenyum padanya.

"Apa Naruto selalu seperti itu, Kyuubi?" Tanya Itachi pada Kyuubi yang mendekatinya dengan lesu.

"Ck, kupikir Outotoku sudah lebih kejam dariku, selalu bersikap dingin pada orang lain." Jawab Kyuubi.

"Oh ya, kupikir tadi Naruto tersenyum padaku." Kata Itachi sedikit heran, apa ia tadi hanya berhasilunasi?

"Hah?, Mana mungkin, aku saja tidak pernah melihat senyumanya itu, itu sudah lama sekali!" Kata Kyuubi yang sebenarnya heran juga, masalahnya Itachi kan tidak pernah bohong padanya. Memang benar semenjak kejadian yang menewaskan orang tuanya, Kyuubi memang tidak pernah melihat senyuman dari Otoutonya itu. Tidak berapa lama kemudian seorang dengan gaya rambut pantat ayam keluar dari gedung besar tersebut dengan wajah penuh dengan luka-luka.

"Sasuke!" Kata Itachi memutuskan pembicaraannya dengan Kyuubi ketika melihat Otoutonya yang baru saja masuk sekolah sudah bertengkar, Kyuubi membalikkan badannya untuk melihat orang yang akan diperkenalkan oleh pacarnya tersebut.

"Aniki, sedang apa kau di sini?" Tanya Sasuke pada Itachi, yang ditanya hanya tersenyum.

"Sebelum jawab, jawab aku dulu, ada apa dengan wajahmu Sasuke!" Tanya Itachi menyentuh wajah Sasuke yang bengkak, Sasuke meringis kesakitan.

"Ittai!, Hai apa-apaan kau ini, itu bukan urusanmu." Jawab Sasuke dingin.

"Tentu saja itu urusanku karena kau itu Otoutoku, dan lagi aku ini khawatir dengan Otouto baka tercintaku ini, kalau ada apa-apa denganmu aku juga kan repot." Jawab Itachi sambil tersenyum, dan membawanya atau lebih tepatnya menyeret Sasuke mendekati Kyuubi.

"Sasuke perkenalkan ini-" Belum sempat Itachi melanjutkan kata-katanya, Sasuke sudah memotongnya.

"Pacarmu!" Ucap Sasuke sambil meletakkan tangannya di pinggang sambil memamerkan ketampanannya.

"Jadi ini yang namanya Sasuke ya!" Ucap Kyuubi sambil merunduk dan mengusap kepala Sasuke karena Sasuke lebih pendek darinya.

"Hn" Ucapnya sambil menepis tangan Kyuubi, ia tidak ingin disentuh oleh orang baru walaupun pacar Anikinya sekalipun.

"Itachi, adikmu dingin! Beda sekali denganmu." Ucap Kyuubi sambil memandang Itachi. Seketika Kyuubi ingat Naruto.

"Bukankah tadi Naruto juga babak belur dan lagi Otoutomu juga babak belur, apa kalian berkelahi tadi!" Ucap Kyuubi menyelidiki Sasuke seperti seorang detektif, ia merasa kalau Naruto dan Sasuke berkelahi karena kedua wajah mereka sama-sama babak belur dan terluka parah.

"Hn" Kata Sasuke sambil memalingkan wajahnya ke arah lain, tidak mau kalau Kyuubi memperhatikannya terlalu intens.

"Otoutomu ini menyebalkan Itachi, apa kata 'Hn' saja yang bisa ia ucapkan? Lebih baik aku menyusul Naruto saja!" Kata Kyuubi sambil melangkah pergi meninggalkan kakak-beradik Uchiha tersebut, ia malas beradu mulut dengan si pantat bebek tersebut, lama-lama ia bisa jadi gila akibat ulah si pantat bebek yang hanya menggucapkan kata 'hn' saja. Sebelum ia sempat melangkahkan kakinya lebih jauh, seseorang mencegahnya.

"Kau jangan marah seperti itu, Kyuu-chan!" Kata Itachi menggoda Kyuubi.

"Panggil aku seperti itu sekali lagi, kau takkan selamat. Lagian Aku tidak tahan jika bersama si pantat bebek itu." Kata Kyuubi sambil menunjuk Sasuke tepat di depan wajahnya.

"Singkirkan tanganmu dari wajahku rubah dan jangan panggil aku dengan sebutan konyolmu itu!" Ucap Sasuke dingin.

"Wah wah wah, sepertinya pantat bebek sudah bisa bicara ya!" Ucap Kyuubi memancing emosi Sasuke.

"Apa katamu rubah!" Sasuke sudah terpancing dengan ucapan Kyuubi. 'Kena kau sekarang' kata Kyuubi dalam hati, ia senang karena sudah mempermainkan Uchiha bungsu yang ada di hadapannya ini. Membuat Uchiha emosi memang menyenangkan bagi Kyuubi. 'Sial aku terpancing oleh anak rubah ini, aku harus tenang, tenang Sasuke' Kata Sasuke dalam hati.

"Sudahlah Kyuubi jangan seperti itu, bagaimana kalau kita pulangnya sama-sama saja?" Kata Itachi sambil menenangkan Kyuubi yang ingin sekali memukul kepala pantat bebek tersebut. Dan...

TBC.

Bebe lagi gundah gulana.., sehingga cerita Bebe melanglang buaya, eh.. buana kemana-mana.

Gomen kalau fic kali ini dikit banget, soalnya bebe lagi mau ada ujian dan untuk fic selanjutnya mungkin selesainya akan lama, jadi tunggu aja ya!

Tetap riview fic yang gaje dan nggak nyambung ini dan apalah itu, dan untuk yang udah riview terima kasih sebanyak-banyaknya ..,

Dan diakhiri dengan kata PLEASE RIPIUUUUUU ^_^.