Author: park yoo ra
Rated: T
Cast: EXO
Warning:GS, TYPO dll dsb dst.
DLDR okai! No Plagiat. No flame.
Cerita punya gue, jangan di ambil (?)
Happy reading
.
.
.
.
.
.
.
Yeonsang Senior High School
"mau apa lagi kalian mendatangi kami?". Tanya seorang namja berkulit tan. Tentu saja dia jong in. Setelah mendapat kabar kalau sekolah mereka akan di serang, jong in langsung keluar dari tempat 'persembunyiannya'.
"tidak, kami hanya ingin mengingatkan kau untuk mengajari sopan santun kepada anak buahmu." Kata namja tinggi -kris. Sehun yang ada di samping kris hanya diam sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.
"maksudmu? Cepat jangan bertele-tele". Sergah jong in tidak sabaran.
"kim jong dae". Kris mengucapkan satu nama seseorang yang sukses membuat jong in terbelalak kaget.
"jangan bawa-bawa dia. dia tidak tahu apa-apa". jong in memandang kris tajam.
"dia memang tidak tahu apa-apa, tapi dia pasti memberi tahu mu tentang apa saja yang ada di sekolah kami. Liciknya kau kim jong in. Menaruh mata-mata. Cih". Dengus kris meremehkan.
"BAJINGAN, BRENGSEK!". Jong in menarik kerah baju kris dan menonjok kris dengan sekuat tenaga. Sementara itu pasukan dari sekolah sehun dan jong in sudah beradu kekuatan. Terjadi lemparan batu, kayu, bahkan besi. Sehun yang bosan melihat itu semua hanya duduk dipinggiran halte. Ya. Dia memang seperti itu. Kalau tidak ada yang mengajaknya berkelahi, yasudah dia duduk santai.
BRUK
Tiba-tiba saja seorang yeoja terkena sebuah lemparan batu. Dari postur tubuhnya dia seperti kenal dengan orang itu. Yeoja itu pingsan, pelipisnya sedikit mengeluarkan darah. Sehun langsung berlari menghampiri yeoja itu. Betapa terkejutnya sehun ketika melihat yeoja itu.
.
.
.
.
"luhan, luhan, sadar lu". Sehun menepuk pelan pipi luhan. entah bagaimana luhan bisa ada disini. Sehun langsung menggendong tubuh luhan ke dalam mobil menuju ke rumah sakit terdekat. Sehun kalut,marah,dan sedih. Matanya kembali menjadi tajam dan dingin. Dia bersumpah akan mematahkan tangan orang yang sudah membuat luhan seperti ini.
Setelah sampai, luhan langsung di tangani oleh dokter. Sehun menunggu di lorong rumah sakit. Gelisah.
CKLEK
Pintu terbuka. "uisanim, bagaimana keadaanya?." Sehun langsung berdiri menghampiri dokter tersebut.
"syukurlah tidak apa-apa". kata dokter tersebut sambil tersenyum
"ah gamsahamnida uisanim, apakah saya boleh masuk?". Ucap sehun.
"tentu." Dokter itu menjawab dan pergi meninggalkan sehun.
Sehun duduk di bangku yang berada di pinggir ranjang tempat luhan berbaring. Tangannya terus menggenggam tangan luhan yang masih tertidur.
Tiba-tiba sedikit ada pergerakan dari tangan luhan. sehun langsung berdiri dan mengusap kepala luhan. ketika mata luhan terbuka sempurna, luhan kaget bukan main melihat makhluk bernama sehun itu berada di depan wajahnya.
"lu, kau tidak apa-apa?". tanya sehun khawatir.
"ani, memang aku kenapa.?" Luhan menjawab pertanyaan sehun dengan pertanyaan (?)
"tadi kau terkena batu, memang kau mau kemana?." Sehun malah bertanya lagi.
"aku mau ke taman kota. Kenapa aku ada disini? Kajja pulang. Aku tidak tahan dengan mau rumah sakit." Luhan langsung bangkit dari tidurnya. Sehun merasa aneh, luhan itu yeoja, apa dia tidak merasa sakit apapun di bagian kepalanya? Aneh sekali. Batin sehun.
"lu, lihat kepalamu saja masih di perban." Sehun memberi tahu luhan.
"MWO!?". Luhan teriak kaget. Kepalanya di perban?
"ne, tadi kau terkena batu lumayan besar. Pelipismu berdarah dan kau pingsan. Kebetulan aku sedang lewat dan melihatmu." Jawab sehun. Berbohong tentu saja, mana mungkin dia mengatakan kalau 'iya lu, aku melihatmu terkena lemparan batu saat sekolah kita dan sekolah lain sedang berkelahi. Dan aku menontonnya'. Sungguh sehun masih waras –mungkin.
"aish ada-ada saja. Yasudah cepat antar aku pulang. Atau aku pulang sendiri?". Luhan kembali ke sifat asalnya.
"yasudah, tunggu aku mengurus biaya administrasinya dulu." Ucap sehun sambil keluar dari ruangan luhan.
Luhan hanya duduk memegangi pelipisnya, sedikit sakit jika di sentuh. Angan-angannya untuk membeli ice cream vanilla kesukaannya sirna sudah karna kejadiann ini. Luhan terus menampilkan wajah murungnya.
Tak lama kemudian sehun kembali ke ruangan luhan.
"wajahmu kenapa lu? Kajja pulang." Kata sehun sambil memegang tangan luhan. luhan hanya diam –dengan wajah murungnya tentu saja. Sehun heran tidak biasanya luhan seperti ini. Biasanya dia akan meraung seperti singa lapar.
"lu katakan, kau kenapa?." sehun yang penasaran pun akhirnya bertanya.
Luhan menatap sehun dengan mata rusanya. Membuat jantung sehun menjadi tidak karuan.
"aku ingin ice cream vanilla yang ada di taman sehun, tadi aku ingin membelinya. Tapi karna kejadian ini jadinya tidak jadi." Luhan menunduk lesu. Sehun seng,-tentusaja. Karna biasanya dia akan dipanggil 'orang gila' ataupun 'brengsek' dan yang paling bagus itu hanya 'sehun-ssi' tapi sekarang? Luhan memanggilnya sehun. Ah senangnya sehun. Tapi dia harus menjaga image. Stay cool Oh Sehoon.
"yasudah kita ke taman dulu, setelah itu aku akan mengantarmu pulang." Kata sehun sambil mengusap pucuk kepala luhan.
"jinjja?". Mata luhan langsung berbinar. Sehun hanya mengangguk.
"ah kau ternyata baik sehun, walaupun kau gila dan brengsek. Hahahaha." Luhan tertawa keras membuat sehun ingin memasukkan kulkas ke dalam mulut luhan.
Sehun kembali memandang luhan datar. Dan segera menarik tangan luhan untuk keluar dari rumah sakit.
.
.
.
.
Mereka sudah berada di taman, luhan sedang asik memakan ice cream vanilla nya. sedangkan sehun hanya duduk diam di samping luhan. tiba-tiba saja mata luhan mengangkap siluet seseorang yang dia kenal.
"jong in." Luhan memanggil orang itu. Sehun kaget tentunya, bagaimana mungkin 'dia' ada disini? Sehun dengan posesif merangkul pinggang luhan.
Luhan yang merasa risih langsung mencoba melepaskan tangan sehun. Tapi percuma saja. Yasudah luhan hanya pasrah.
"hai putri yeoppo." Jong in menghampiri luhan di tempat duduknya. Matanya menatap sehun tajam, dan tentunya dibalas dengan tatapan ditambah seringaian dari sehun.
"jong in-ah sedang apa kau disini?." Tanya luhan. sepertinya dia senang melihat jong in ada disini.
"membeli ice cream tentunya, kau bersama siapa?." Jong in bertanya. Berpura-pura tidak tahu.
"aku namjachingunya. Oh sehoon." Jawab sehun dingin. Tangannya masih memegang pinggang luhan. luhan melirik ke arah sehun malas. Biarkan sajalah. Pikirnya.
"baiklah, aku pergi dulu ne putri yeoppo." Jong in mencubit pipi luhan gemas.
"aish appoyo." Kata luhan sambil mengusap pipinya. Jong in pun hanya tersenyum pada luhan dan memberikan seringaiannya pada sehun. Sedangkan sehun? Seperti biasa. Flat. Jongi in pun keluar dari kedai ice cream tersebut.
.
"aku tau oh sehoon, kelemahanmu dia. kita lihat nanti." Ucap kai sambil bersiul dan memainkan kunci motornya.
Saat ia hendak memakai helm, matanya melihat sosok mungil yang tadi pagi ia lihat. Kyungsoo.
Kyungsoo terlihat berjalan sendiri sambil bersenandung riang. Tanpa sadar kalau jong in sedang memperhatikannya.
Jong in yang tertarik pun langsung membuntuti kyungsoo. Dengan menjaga jarak tentunya. Dia hanya ingin tahu, kyungsoo itu adalah kyungsoo'nya' atau bukan.
Kyungsoo berhenti di depan rumah yang lumayan mewah, bernuansa klasik. Lalu dia melangkahkan kakinya untuk masuk. Dia belum sadar kalau sedari tadi jong in mengikutinya.
Jong in sudah terduduk lemas di motor besarnya.
Benar, itu kyungsoo'nya' tapi kenapa kyungsoo berubah? Kenapa kyungsoo tidak mengenali dirinya? Emosi jong in mulai naik. Dia mengendarai motornya dengan kecepatan di atas rata-rata menuju rumahnya.
.
"kalau sudah selesai ayo kita pulang." Sehun masih betah memegang pinggang luhan.
"sebentar lagi, kau berisik sekali seperti yeoja." Jawab luhan cuek, masih sibuk dengan ice creamnya. Bayangkan saja. Luhan sudah menghabiskan 4 cup besar ice cream vanilla. Sehun saja melihatnya sudah kenyang setengah mati.
Sehun pun berkutat dengan smartphone nya. dia terkejut menerima e-mail dari kris.
Dia kembali. Itu kelemahannya
Sehun terlihat berfikir. Mana mungkin? Dia pun mengacuhkan e-mail dari kris dan malah memainkan game yang ada di smartphone nya. disampingnya luhan kini tengah bersender di kursi.
"aku kenyang." Ucap luhan sambil mengelus perutnya.
"tentu saja, kau sudah menghabiskan 4 cup ice cream ukuran besar." Kata sehun tanpa melihat ke arah luhan. dia sibuk dengan game rupanya.
"kajja pulang, aku ingin tidur." Ajak luhan
"hmm." Sehun hanya membalasnya dengan gumaman. Luhan yang tidak sabar langsung menarik tangan sehun untuk berdiri.
Sehun pun berdiri dan dia malah menggenggam tangan luhan. luhan membiarkannya saja. Dia sudah terbiasa dengan kelakuan sehun yang abnormal.
Sehun membukaan pintu mobil untuk luhan. luhan langsung masuk dan bersender di kursinya. Seperti biasa, pemandangan di luar lebih indah daripada sehun –itu menurutnya. Sepanjang jalan pun sehun hanya diam terfokus pada jalan. Padahal otaknya masih menerka-nerka apa benar 'kelemahannya' itu sekarang sudah datang(?)
Luhan yang merasa bosan akhirnya tertidur. Sehun melirik sebentar lalu tersenyum
.
Setelah sampai, sehun langsung menggendong luhan dari mobilnya, luhan tampak tidur sangat nyenyak, jadi sehn tidak tega membangunkannya.
Tok
Tok
Tok
Sehun mengetuk pintu dengan kakinya. Karena tangannya sedang menggendong luhan.
Pintu pun terbuka, menampilkan gadis lebih mungil dari luhan.
"astaga, jiejie-ku kenapa?." Yeoja itu –baekhyun. Langsung kaget melihat luhan digendong sehun, apalagi perban di kepalanya.
"sst. Tunjukan saja dimana kamarnya. Nanti aku jelaskan." Kata sehun. Baekhyun hanya mengangguk dan segera berjalan menuju kamar luhan.
Sesampainya di kamar luhan, sehun langsung membaringkan luhan dan menyelimutinya. Setelah selesai, dia langsung ditarik oleh baekhyun. Sehun diintrogasi panjang lebar. Kenapa jiejie-nye begini? Kenapa jiejie-nya begitu? Bertemu dimana? Kenapa tidur? Ah banyaklah. Sehun sendiri kewalahan menjawabnya. Ternyata adik kakak sama saja. Sama-sama berisik. Batin sehun.
Setelah selesai 'diintrogasi' sehun pun melangkah masuk ke mobilnya dan mengendarainya dengan kecepatan sedang. Karna konsentrasinya saat ini mulai pecah.
.
.
.
.
Pagi ini luhan berangkat ke sekolah sendiri. Dia sangat senang karna terbebas dari namja 'gila' itu. Siapa lagi kalau bukan sehun?
luhan terus bersenadung kecil sambil berjalan menuju halte.
SRET
"aaah!." Luhan terduduk. Ada seseorang mengendarai motor yang menggores lengan bajunya hingga terkena kulit luhan dan mengeluarkan darah lumayan banyak. Meskipun luhan tangguh dan berani, dia phobia terhadap darah. Kepalanya berputar, dan pandangannya mulai menghitam.
PUK
Sebelum kepalanya membentur aspal, ada seorang namja dengan sigap menahannya. Dia jong in. Jong in melihat jelas kejadian tadi.
"lu, lu sadar." Jong in menepuk pelan pipi luhan. tapi luhan belum sadar juga, jong in merobek seragam sekolahnya dan dililitkan ke lengan luhan yang tergores untuk menghentikan pendarahannya. Jong in lalu membawa masuk luhan ke dalam mobilnya, kebetulan dia sedang membawa mobil sportnya.
Jong in mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata, dia khawatir terhadap keadaan luhan.
Sesampainya di rumah sakit, luhan segera ditangani oleh dokter. Jong in hanya mondar-mandir cemas.
CKLEK
Pintu terbuka. Jong in langsung menanyakan tentang keadaan luhan. ternyata keadaannya baik-baik saja. Jong in segera masuk ke ruang inap luhan. luhan masih tertidur, mungkin efek obat bius saat tangannya di jahit tadi.
.
.
.
Gwangju Senior High School
Sehun terlihat gelisah sambil menatap gerbang. Fikirannya saat ini tertuju pada luhan, kemana luhan? sudah jam segini dia belum juga datang. Seandainya saja tadi sehun tidak terlambat bangun, pasti saat ini luhan sudah bersamanya.
Sehun makin cemas saat bel masuk mulai berdering. Fikirannya kalut, akhirnya dia berjalan menuju parkiran dan mengendarai mobilnya keluar gerbang sekolah. Tidak diperdulikannya satpam yang terus memanggil dan memaki sehun.
Sehun berhenti di taman kota. Tangannya terus berkutat dengan smartphonenya. Terus mencoba menghubungi luhan.
"yeoboseo." Ah akhirnya telfon di angkat. Tunggu, kenapa suara luhan berubah seperti namja?
"nuguseo? Mana luhan?." sehun bertanya dengan nada dinginnya.
"aku kim jong in. Luhan sedang bersamaku di rumah sakit." Jawab sang lawan bicara yang ternyata jong in dengan nada tak kalah dinginnya.
"brengsek. Cepat katakan di rumah sakit mana?." Sehun menggertak jong in. Padahal percuma saja, jong in tidak takut pada siapapun.
"seoul internasional hospital." Jong in menjawab dan langsung menutup telfonnya
Sehun langsung berdiri dan berlari menuju mobilnya. dia sangat cemas dengan keadaan luhan, bagaimana bisa dia masuk rumah sakit lagi? Padahal kemarin dia baru saja dari rumah sakit?.
.
Yeonsang Senior High School
Baekhyun dan kyungsoo sedang berada di perpustakaan, mereka memang sengaja berdiam di perpustakaan karna guru yang seharusnya mengajar mereka saat ini sedang sakit. Daripada membuang waktu tidak jelas.
"chogiyo, kau baekhyun.?" Tiba-tiba seorang yeoja menepuk pundak baekhyun.
"ne? Waeyo?." Baekhyun menolehkan kepalanya pada yeoja itu.
"igo." Yeoja itu memberi sebuket mawar. Baekhyung mengerutkan keningnya. Kenapa yeoja ini memberi dia mawar?. Fikir baekhyun.
"dari siapa?." Tanya baekhyun sambil menerima buket mawar itu. Tapi bukannya menjawab, wanita itu malah langsung keluar dari perpustakaan. Baekhyun tidak ambil pusing, dia menaruh buket mawar itu.
"mungkin dari penggemar mu baekkie-ah." Kata kyungsoo tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang dia baca.
"biarlah, memang jadi orang cantik sepertiku itu susah. Pasti banyak yang suka. Iyakan kyungie?." Tanya baekhyun narsis. Sementara yang ditanya hanya memutar bola matanya malas.
.
Seoul Internasional Hospital
Jongin nampak duduk disamping ranjang luhan, tangannya menggengam tangan luhan.
BRAK
Tiba-tiba saja pintu di buka dengan kasar.
.
.
.
.
.
.
.
TBC-_-
Balasan review :
Baekkiery Byun : hai chingu~~ iya ni hunhankai, terimakasih ne chingu sarannya. Sarangek 3 review lagi ne :*
DiraLeeXiOh: hai chingu-ah, kamu rajin review, aku cinta sama kamu? Ini aku kasih hadiah /lempar sempak hunhan/ . kalau mau tau ikutin trs ya? Wkakakaka gomawo udah baca dan review! Sarangek 3 review lagi ne :*
baekhyung : iya chingu tak apa, terimakasih sudah sempetin baca dan review. Kalau yg manis Cuma aku chingu/? /digaplok/ Sarangek 3 review lagi ne :*
ByunnaPark : hai chingu~, iya gapapa. Kyungsoo ga muat di dalam hunhankai/? Gomawo udah baca dan review Sarangek 3 review lagi ne :*
lisnana1 : huwaaaw iya sehun mesum. Ajak ke kamar gih/? Terimakasih udah baca dan review Sarangek 3 review lagi ne :*
Luhan deer: wkakaka iya nih chingu. Eh sekarang udah jaman rum pum pum pum/? Terimakasih udah baca dan review Sarangek 3 review lagi ne :*
Kalau yang review sampe 25, aku post 2hari lagi. Kalo gak yaudah ._. maaf ya kalau ceritanya makin makin ga jelas-_- aku emg ga jelas/?
Kalau ga mau review, di follow/fav juga gapapa kok. Biar keliatan wujudya aja gitu/?
GOMAWO YANG UDAH FAV/FOLLOW/REVIEW~~~ /SEBAR SEMPAK HUNHAN/
