When I Can't Sing

Author: Tan Xin Qian

Pairing: Hunhan, Baekyeol, Taoris,

SuLay, ChenMin, KaiDo

Rate: M biar aman

Summary: Luhan seorang penyanyi solo, tiba-tiba sakit dan membuatnya tidak bisa bernyanyi lagi, bagaimanakah kelanjutan hidupnya?

Warning: Genderswitch

Disclaimer: Cast belongs to God and their familly

Preview:

Suho mulai mendekati Lay, sedangkan Lay menggeser posisi duduknya menjauhi Suho. Luhan yang sedang jail menahan tubuh Lay agar tidak bisa bergerak. Suho pun semakin dekat dengannya. Lay hanya bisa menutup matanya ketika wajah Suho hanya berjarak 10 cm lagi dari wajahnya dan CUP… Suho menyium pipi Lay lembut dengan sangat lama. Lay yang malu, mendorong pelan badan Suho dan dengan terpaksa Suho melepaskan bibirnya dari pipi Lay. Dan tak lama kemudian mereka kembali berisik.

Tanpa mereka sadari, seorang namja memperhatikan tingkah laku mereka dan memandang Luhan dengan sedih…..

Chapter 4 :

Malam ini bulan terlihat sangat cantik. Luhan tengah berjalan ditepi pantai, terlihat rambutnya bergoyang pelan selaras dengan hembusan angin. Matanya memandang sendu ke arah lautan. Luhan mulai melangkah pelan menuju pantai. Satu langkah, dua, tiga…. Tanpa ia sadari ia sudah berada ditengah-tengah laut, air sudah mencapai bahunya. Ya, Luhan berniat mengakhiri hidupnya. Ia tak sanggup menjalaninya lagi, semenjak ia mengetahui penyakitnya, hatinya terasa hancur. Luhan mulai melangkah dengan bimbang. Sedikit lagi kakinya menyentuh pasir, tapi GREP!

"Apa kau pikir dengan mengakhiri hidupmu, semuanya akan baik-baik saja? Apa kau selalu bertindak semaumu tanpa memikirkan perasaan orang lain? Tidak kah kau berpikir bagaimana perasaan orang-orang disekitarmu? Tidak kah kau peduli pada mereka?"ucap Sehun memeluk erat Luhan dari belakang.

"Hikss… hiks…"Luhan tidak menjawab, ia memutar tubuhnya dan balas memeluk Sehun.

Sehun pun membalas pelukan erat Luhan, ia mengusap – usap pelan punggung Luhan, ia ingin menenangkan Luhan.

Setelah Luhan berhenti menangis, mereka pun berjalan menuju pinggir pantai, mereka duduk diam dan memandang bintang – bintang dilangit dan mendengarkan suara deru ombak.

"Pakai ini."ucap Sehun seraya melepas jaketnya dan memberikannya pada Luhan.

"Tidak usah, aku baik – baik saja lagipula tidak dingin kok."balas Luhan mengembalikan jaket Sehun.

"Sudah pakai saja, aku tidak menerima penolakan."ucap Sehun memaksa.

"Yak! Aku bilang tidak usah."balas Luhan tak kalah sengit.

"Itu pakai saja, e-ee-ehmmm bramu terlihat tahu."ucap Sehun pelan sembari memalingkan mukanya.

"O-OMO!"Luhan pun segera mengambil jaket Sehun dan memakainya, serta langsung berdiri dan berjalan meninggalkan Sehun.

"Yak! Mau kemana kau?"seru Sehun ikut berdiri dan mengikuti Luhan.

"Aku mau kemana saja bukan urusanmu, Tuan Oh yang terhormat."kata Luhan dengan penegasan dibagian Tuan Oh yang terhormat.

"Segala hal yang berkaitan denganmu menjadi urusanku mulai sekarang."kata Sehun seraya menyatukan jemarinya dengan jemari Luhan yang lembut.

Luhan yang mendengar kata – kata Sehun hanya bisa diam membisu. Ia tidak tahu harus melakukan apa, karena jujur baru kali ini Luhan mendapatkan perlakuan seperti itu dari namja. Tapi yang membuat Luhan heran adalah kenapa tiba – tiba Sehun bersikap lembut padanya. Padahal dari awal mereka bertemu, Sehun selalu memancing emosi Luhan yang akhirnya membuatnya marah. Tapi malam ini dia, namja itu, Sehun aneh sekali.

Sehun dan Luhan berjalan menuju villa bersama dengan jemari yang masih bertautan. Mereka berdua diam, tidak ada yang memulai percakapan sedari tadi. Luhan sibuk sendiri dengan pikirannya, sedangkan Sehun dia tidak tahu harus berbicara apa kepada Luhan. Ia dan yang lain kan sudah sepakat untuk pura – pura tidak mengetahui apa-apa. Tanpa terasa mereka sudah berada divilla, dan berpapasan dengan Kai dan Kyungsoo yang baru saja pulang berbelanja.

"Lho? Kyungsoo? Kau dan Kai habis dari mana?"tanya Luhan sambil melepaskan jemarinya dari jemari Sehun yang masih bertautan dan berlari mendekati Kungsoo.

"Kami habis berbelanja ke supermarket Lu, kalau kami tidak berbelanja nanti malam kita semua makan apa eoh?"balas Kyungsoo bercanda.

"Kan kita bisa memesan makanan atau kita makan direstaurant, Soo."ucap Luhan manja.

Luhan dan Kyungsoo berjalan bersama sambil berbincang dan melupakan Sehun serta Kai yang berada dibelakang mereka. Mereka memasuki villa dan langsung disambut oleh yang lainnya. Luhan dan yeoja yang lain memutuskan untuk membantu Kyungsoo memasak, dan para namja hanya perlu duduk manis menunggu makan malam. Tiba – tiba Sehun datang ke dapur dan menarik Luhan.

"Eh, Sehun kau mau membawa Luhan kemana eoh?"tanya Baekhyun menunjuk Sehun dengan pisau yang ada ditangannya.

"Iya harus mandi, tadi ia bermain air dipantai."jawab Sehun kalem.

"Kau main air dipantai malam – malam begini Luhan?"tanya Xiumin bingung.

"E…m..iya tadi aku bermain air dipantai dengan Sehun, ya kan Sehun?"tanya Luhan memandang Sehun dengan tatapan memohon.

"Iya tadi dia bermain air bersamaku, jadi biarkan dia mandi dulu sebelum membantu kalian memasak."jawab Sehun menarik Luhan dan berlalu meninggalkan dapur.

"Ya! Aish! Kami bahkan belum mengatakan apapun."ujar Baekhyun kesal pada Sehun.

*.*

Sehun mengantar Luhan tepat didepan pintu kamarnya, dan melepaskan tangannya yang tadi menarik tangan Luhan.

"Masuklah dan mandi."kata Sehun mengacak rambut Luhan gemas.

Sehun pun segera membalikkan badannya, ia akan kembali berkumpul dengan member EXO yang lainnya, tapi hal itu terhenti karna Luhan menahan lengannya.

"Terima kasih untuk hari ini."kata Luhan pelan dan segera masuk kekamarnya.

"Sama – sama."balas Sehun didalam hatinya.

*.*

Luhan tengah mencari tasnya, ia sudah mandi dan mencari sisir untuk menyisir rambutnya, tapi ia tidak dapat menemukan tasnya. Setelah mencari cukup lama, ia melihat tasnya tertutupi oleh koper milik Lay. Ia segera membuka tasnya dan mencari sisirnya dengan merasa sedikit aneh dengan isi tasnya, Luhan menyisir rambutnya didepan cermin.

-Luhan POV-

Apa ya yang aneh dari isi tasku? Sepertinya aku melupakan sesuatu yang penting, tapi apa? Oh iya, sepertinya aku harus menghubungi kembali Rumah Sakit itu untuk memastikan, atau tidak aku bertanya saja dirumah sakit mana lagi aku bisa melakukan pemeriksaan ulang. Kau pintar Luhan-ah, ayo sekarang kita hubungi Rumah Sakit itu. Dimana ya aku menaruh amplop itu? Sepertinya didalam tasku.

-End of Luhan POV-

Luhan membuka kembali tasnya, ia mencari amplop yang ia dapatkan dari Rumah Sakit tadi pagi. Tapi amplop itu tidak ada didalam tasnya. Luhan mengedarkan pandangannya kesekeliling kamar. "Amplop itu tidak boleh sampai diketahui yang lain."ujarnya dalam hati. Ia pun mulai mencari diseluruh ruangan.

*.*

Luhan menatap makanan dihadapannya dan hanya mengaduk – aduk nasinya menggunakan sumpit. Setelah memandangi makanan itu cukup lama, ia kembali menghel napas. Semuanya hanya bisa menatap Luhan bingung. Luhan yang merasa diperhatikan pun mulai tersadar dan merasa bahwa ia telah menarik perhatian sejak tadi, mulai memakan makanannya.

"Lu, apa masakanku hari ini tidak enak?"tanya Kyungsoo.

"Enak seperti biasanya, Soo tapi aku sedang tidak nafsu makan hari ini."jawab Luhan dengan senyum yang dipaksakan.

Setelah Luhan mengatakan hal itu, tidak ada yang bicara lagi sampai mereka selesai makan. Mereka tidak tahu harus mengatakan apa. Menghibur Luhan? Menyemangati Luhan? Itu tidak mungkin. Luhan bahkan tidak atau belum mengatakan apapun pada mereka. Jika mereka menghibur dan menyemangati Luhan, yang ada malah Luhan yang curiga kepada mereka. Akhirnya malam itu dipenuhi dengan diam…..

*.*

Matahari mulai bersinar. Lay terbangun, dia menoleh melihat teman – temannya yang masih tertidur. "Mereka lucu sekali." begitu pikir Lay dalam hati. Tapi sepertinya ada yang terlupakan olehnya… "Tapi apa? Tunggu! Hanya ada Baekhyun, Kyungsoo, Xiumin, Tao, dan aku sendiri… Apa?! Dimana Luhan?!" jerit Lay dalam hatinya.

Lay pun segera terbangun dari tempat tidur, dia pergi mencari Luhan keseluruh ruangan, tapi ia tidak menemukan Luhan dimana pun. Lay pun mencoba menghubungi ponsel Luhan, hasilnya? Ia menemukan ponsel Luhan dikamar yang ditinggalkan oleh pemiliknya. Akhirnya Lay menyerah dan membangunkan semua teman – temannya.

"Baekhyun, Kyungsoo, Xiumin, Tao bangunlah."ujar Lay mengguncangkan badan mereka perlahan.

"Ungg….ada apa Lay? Ini terlalu pagi."ujar Baekhyun masih terlelap.

"Betul eon..Aku masih mengantuk."ujar Tao.

"Luhan tidak ada, dia menghilang, ketika aku terbangun dia sudah tidak ada, aku sudah mencarinya namun nihil."kata Lay pelan.

"M-MWO? Apa katamu Luhan menghilang? Ia tidak ada?"teriak Xiumin menyadarkan yang lain.

Mereka lekas bangun, dan bersiap – siap untuk mencari Luhan. Hanya sebagian saja yang mencari Luhan, sebagian lagi harus menyiapkan sarapan untuk para namja.

"Eon, aku dan Baekhyun pergi dulu mencari Lulu ne?"seru Tao pada Lay.

"Iya, hubungi kami jika Luhan sudah ditemukan. Hati – hati."ujar Lay melambaikan tangannya pada Tao dan Baekhyun.

*.*

-Flashback-

Angin berhembus cukup kencang. Luhan termenung seorang diri dibalkon kamar. Teman – temannya sudah tertidur lelap. Ia menatap sendu bulan yang berada di langit. Berbagai macam pertanyaan muncul didalam pikirannya… "Apakah mereka telah membaca isi surat itu?" "Apa mereka sudah mengetahuinya?" "Apa yang harus kulakukan?" Begitulah kira – kira pertanyaan – pertanyaan yang muncul di otak Luhan.

Malam smakin larut, suara serangga mulai terdengar lebih nyaring dibanding sebelumnya. Luhan pun memutuskan masuk ke kamar. Ia berbaring di tempat tidur, ia mencoba memejamkan matanya. Tapi ia tidak bisa tertidur. Akhirnya malam itu Luhan hanya memandangi langit – langit kamarnya.

Langit masih gelap dan matahari belum memutuskan untuk pergi keluar menyinari dunia. Luhan terlihat sudah siap, ia menatap satu persatu temannya yang masih tertidur, sebelum akhirnya ia keluar dan kamar dan berjalan keluar dari villa. Ia sengaja meninggalkan ponselnya , ia tahu jika temannya terbangun nanti, mereka pasti menghubunginya dan menanyakan keberadaannya. Ia butuh waktu sendirian untuk menenangkan pikiran, begitu pikirnya.

-Luhan POV-

Aku tidak tahu kemana aku akan pergi pagi ini… Aku hanya mengikuti kata hatiku… Tanpa sadar aku telah berjalan ke tepi pantai… Aku memutuskan untuk berjalan lagi, aku mulai memasuki daerah yang banyak dipenuhi pepohonan… Tempat apa ini? Apa ini hutan? Tapi sepertinya bukan. Setelah aku berjalan cukup lama, aku terdiam, pengujung jalan tempat yang dipenuhi pepohonan ini adalah tebing yang cukup curam dan bersambung dengan pantai didekat villa… Aku mulai berjalan ke penghujung tebing dan menatap kebawah, aku melihat banyak sekali batu – batu tajam dibawah sana serta ombak yang bergulung dengan keras… Aku mulai berpikir, apa yang akan terjadi bila aku menjatuhkan diri ke bawah sana? Apa aku akan mati? Lalu terhanyut dibawa oleh ombak?

-End of Luhan POV-

-Flashback end-

*.*

"Sepi sekali."ujar Kai keluar dari kamar dan menatap sekeliling.

"Iya sepi sekali, kemana yeoja – yeoja itu?"seru Kris keluar dari kamar diikuti namja lainnya.

"Mungkin mereka didapur membuat sarapan."kata Chanyeol berjanjak ke dapur.

Di dapur namja – namja itu terlihat kebingungan, pasalnya mereka hanya melihat Kyungsoo, Lay dan Xiumin yang sibuk berkutat dengan bahan makanan. "Kemana yang lainnya?"begitu pikir mereka.

"Hei, kemana Baekhyun dan yang lainnya?"tanya Chanyeol memecah keheningan.

"Tao dan Baekhyun sedang mencari Luhan yang menghilang."ujar Kyungsoo pelan.

"Hilang? Apa maksudmu?"tanya Sehun terkejut.

"Ketika aku terbangun ia sudah tidak ada, kami sudah mencarinya disekeliling villa tapi tidak ada."jawab Lay.

"Kau sudah mencoba menghubungi ponselnya?"tanya Suho.

"Ia tidak membawa ponselnya."jawa Xiumin.

"Aku akan mencarinya."ujar Sehun segera berlalu tanpa memperdulikan yang lain.

Bagi Sehun hanya ada satu yang terpenting, yaitu Luhan.

Sehun berlari ke pantai, ia bertemu dengan Tao dan Baekhyun yang belum juga menemukan Luhan. Sehun akhirnya menyuruh mereka kembali ke villa, biar ia sendiri yang mencari Luhan. Sehun mulai bertanya kepada penduduk sekitar tapi tidak ada yang melihat Luhan.

"Permisi, selain di pantai, apa ada tempat lain yang cocok untuk menenangkan diri?"tanya Sehun pada penjual ikan.

"Ah, ada tapi jarang sekali yang pergi ke sana."ujar penjual ikan itu.

"Kalau boleh tahu, dimana tempatnya, bisa tolong tunjukkan jalannya?"tanya Sehun sopan.

"Kau tinggal ikuti jalan itu, akhir dari jalan itu adalah tebing yang cukup curam, hati – hati anak muda, kau mau apa disana?"tanya penjual ikan.

"Aku mau mencari temanku, terima kasih paman."ujar Sehun membungkukkan badannya dan segera berlari mencari Luhan kembali.

Sehun takut. Ia memikirkan perkataan paman penjual ikan itu. Akhir dari jalan ini adalah tebing. "Bagaimana jika Luhan memutuskan mengakhiri hidupnya dengan loncat dari tebing?"tanya Sehun dalam hatinya. Ia pun berlari semakin kencang berusaha menghilangkan pikiran buruk yang ada diotaknya.

Napas Sehun terengah – engah kelelahan, sebentar lagi ia akan mencapai tebing itu. Ia menajamkan pengelihatannya. "Itu Luhan!"serunya dalam hati. Ya, itu Luhan berada dipinggir tebing yang curam itu…. Maka Sehun pun segera berlari ke arah Luhan.

*.*

Disinilah Luhan sekarang. Masih berada dipinggir tebing dan memandangi lautan yang luas. Hatinya sudah cukup tenang. Tadi ia melihat sekumpulan lumba - lumba yang meloncat indah. Ia tadi mungkin berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Tapi ia sendiri lebih takut untuk melakukannya.

Tiba – tiba dari belakang ada seseorang yang menariknya dan memeluk tubuhnya erat.

"Jangan menghilang lagi. Aku mencintaimu."ucap orang itu.

-TBC-

AN : Maaf, Qian repost cerita ini, entah kenapa admin FFN, delete ff ini, kita – kira kenapa ff ini di delete? Qian bingung, ada yang bisa bantu Qian? Qian takut ff ini nanti didelete lagi, kalo ff ini didelete, Qian harus pindah kemana? Oh iya, kalian bisa nasih review juga di twitter Qian TanXinQian untuk jaga – jaga juga kalo Qian pindah dari FFN, Qian bakal ngabarin disana Xiexie~