Twins

Summary : Setelah meninggalkan rapat Sasuke segera menyusul Naruto dan berkencan dengannya. Namun ketika kencan mereka bertemu dengan Naruko dan Sai. Apa yang akan terjadi?

.

.

.

"Berburu tanpa Teme, memang berbeda," gumam Naruto pada dirinya sendiri. Kini Naruto berada di atas pohon, di sampingnya sudah terdapat satu ekor rusa yang sudah tak bernyawa. Ia menghela nafas untuk kesekian kalinya

"Sasuke, kau dimana sih? Aku…rindu," wajah Naruto memerah hanya karena mengucapkannya. Tiba-tiba terdengar suara langka kaki di bawah sana, ditundukkannya kepalanya,

"Merindukanku?" tampak Sasuke yang tengah menengadah untuk dapat melihat Naruto

"Tumben baru dapat satu rusa?" tanpa menunggu jawaban, Sasuke melemparkan pertanyaan lagi sambil melihat hasil buruan Naruto

"Baka!" Naruto melompat turun ke dalam pelukan Sasuke, memeluknya erat. Sasuke hanya tersenyum maklum pada tingkah Naruto yang manja. Ia tahu ia lah yang membuat Naruto kesepian.

'Akan kubunuh si tua Madara itu,' batin Naruto kesal karena setiap ia dan Sasuke mau mesra-mesra malah diganggu. Naruto mendongakkan kepalanya lalu bertanya,

"Teme, kau merasakannya?"

"Ya, ada orang lain selain kita…" jawab Sasuke

"Di hutan ini," lanjut Naruto. Sasuke dan Naruto segera bersembunyi di atas pohon, seperti monyet.

"Eh? Kenapa kita sembunyi?" Tanya Naruto bingung karena habis di ejek author. Sasuke hanya mengangkat bahunya.

"Baka Teme! Aku kan ngikutin kamu!"

"Sudahlah, ayo kita berburu," ajak Sasuke menggendong Naruto bridal style dan turun dari atas pohon.

"Aku bisa jalan sendiri, Teme! Turunkan aku!"

Sasuke hanya diam dan terus berjalan ke depan. Wajahnya menunjukkan bahwa Sasuke tengah memikirkan sesuatu. Naruto jelas penasaran apa yang dipikirkan oleh si Temenya—yang tumben merubah SEDIKIT ekspresinya—

"Aku sungguh penasaran apa yang kini sedang kau pikirkan hingga merubah ekspresi datarmu itu," ujar Naruto kalem sambil membelai pelan pipi kanan Sasuke. Sang empu yang dielus tertegun, namun hanya beberapa detik, setelah itu ia tersenyum tulus

"Hanya sedikit penasaran akan jawabanmu,"

"Jawaban? Jawaban atas pertanyaan apa, hm?

"Atas pertanyaan…maukah kau menikahiku? Setelah masalah rumit di hidup kita selesai tentunya,"

1 detik…

3 detik…

5 detik…

7 detik…

"Pfft—" Naruto tampak menahan tawanya, Sasuke yang sejak tadi menanti jawaban hanya menatap Naruto dongkol

"Kalau kau menunggu hingga masalah di hidup kita selesai, itu akan sangat lama, bahkan kemungkinan terjadi pun sangat aku ragukan."

"Jadi…kau menolakku?" Naruto dapat melihat raut wajah Sasuke seakan berkata Hah-Elu-Berani-Banget-Nolak-Uchiha-Sasuke-Yang-Tampan-Dan-Gak-Pernah-Ditolak-Ini

"Pfft—terima gak ya~" Naruto merasa tertarik ingin menggoda Uchiha Sasuke. Dan itu memang benar ia lakukan.

.

.

.

"Sai, harus kubilang berapa kali?! Hentikan senyuman palsumu. Itu mengerikan kau tahu?!"

Naruko tak habis pikir, sudah berapa kali ia mengingatkan Sai agar tidak tersenyum palsu seperti itu. Itu mengerikan. Apalagi mereka ada di hutan yang katanya angker dan banyak hantunya.

"Hahaha, kenapa Naruko-chan? Jangan mengomel terus, nanti cepat tua loh~," ujar Sai dengan nada jahil

Naruko hanya mendengus dan memutar kedua bola matanya bosan. Sedangkan Sai, oh tak perlu ditanya lagi, ia tetap konsisten bersama senyuman palsu yang menakutkan itu.

'Kau pikir siapa yang membuatku ngomel terus dari tadi?!' batin Naruko uring-uringan

"Naruko-chan, boleh aku bertanya?" Sai mengeluarkan suara ketika suasana sepi hampir mendekati mereka, Naruko hanya mengangguk sambil berjalan

"Kenapa kau susah-susah merebut kembali saudara kembarmu?"

Pertanyaan simple, namun dapat membuat Naruko berhenti melangkah dan membegu. Kenapa susah-susah merebut kembali saudara kembarmu? Bukankah sudah jelas, karena Naruko ingin membuat utuh keluarganya kembali.

'Tapi…kenapa aku merasa tidak yakin dengan jawabanku?'

"Kau tahu kan, bila saudara kembarmu itu kembali, berarti dialah yang akan meneruskan generasi Namikaze dan Uzumaki. Bukankah sejak dulu kau bermimpi untuk menjadi pemimpin rakyatmu?" Tanya Sai lagi tanpa menunggu jawaban

Benar juga, kenapa ia harus repot-repot membawa saudara kembarnya itu pulang dan menghancurkan mimpinya sejak kecil? Tapi…ia tak sekejam itu untuk meninggalkan saudara kembarnya di tangan penjahat, sudah cukup ia melihat ibunya tiap malam selalu menangis karena merindukan Naruto.

"Kalaupun memang harus begitu, tak apa. Lagi pula, bukankah aku bias menantangnya bertanding dan mengalahkannya untuk menjadi seorang pemimpin di Istana Namikaze." Jawab Naruko akhirnya, tak lupa ia tersenyum manis

"Hm?" Sai tertegun sejenak, lalu ia hanya tersenyum dan melanjutkan perjalanannya bersama Naruko.

'Gadis yang menarik. Aku jadi ingin menghancurkannya,' batin Sai yandere

-TBC-

Hai hai semua~ Iztha come back, ada yang kangen aku gak? /ditendangkejurang

Yosh, maaf baru updet, author habis kena penyakit males nulis. Selain itu, author juga baru kelar UAS.

Langsung aja yuk bales review~

*MisaMayMicha : Apa chapter ini bisa dikategorikan panjang? *gakyakin*/plakk

*Gunchan CacuNalu Polepel : Biar gak mainsetrika(?). Gak tau ane habis kesambet apa kok jadi pingin mbuat itu pair. Ini udah lanjut~

*Haruka Hayashibara : Maaf kalau pendek :P Ini udah updet~

*Tia Hanasaki : Hahaha, ini masih menjadi sebuah misteri~ *Spongebob mode ON* /dilemparkejurang

*Ayuni Yukinojo : hahaha, semangat banget. Tenang aja, Sasuke gak akan berani selingkuh. Kenapa? Kalau dia selingkuh, otomatis Naruto bakal ngerusak kebun tomatnya dengan Rasengan

*Yuukyochan 'Workaholic : Hape kamu gak error kok~ panggil iztha aja. Mohon bantuannya~ Salam kenal~

*Anami Hime : Ah, gomenne baru bisa updet sekarang. Silahkan menikmati chapter ini~

*Sora asagi : Hahaha, kasian om Madara kan gak punya pasangan. Naruto dijadiin apa ya~ menurutmu enaknya dijadiin apa~ /ngelantur

*devilluke ryu shin : Ra-ha-si-a~ /tampared

*MoodMaker : Ya, setau aku sih bersin atau kuping merah cenat-cenut itu pertanda lagi dibicarain/dikangenin. Menurut anda begitu? Benarkah? Gak nyesel?

*hatakehanahungry : Sinetron? Bisa jadi, bisa jadi. Tergantung mood saya~ /diinjek-injek

*Runa-chan Ryuuokami : ya paksa-paksain otakmu untuk membayangkannya nak XDD

*Joonie Kim sie Kyusung Shipper : Ini udah lanjutttt~

*ghighichan : hehehe, ini udah updet~

*SasuNaru Anime : makasih pujiannya~ saya sudah melanjutkan~

*Guest : maaf kalau gak seru :) ini udah aku lanjutin~