Suho tidak tahu harus melakukan apa sekarang. Chanyeol dan Kai, kini sudah memohon setengah mati dan berlutut dihadapannya, meminta agar diperbolehkan ikut andil dalam masa orientasi. Tentu saja Suho sudah tahu niat mereka. Hanya satu. Huang Zitao.
"Kalian ini! Kalian bukan anggota OSIS! Bagaimana aku mengikutkan kalian, huh?!"-pemuda tampan itu menggeleng-gelengkan kepalanya tidak mengerti.
"Oh ayolah! Aku mohon padamu! Kau kan ketua OSIS! Izinkan kami ikut masa orientasi!" seru Chanyeol, mengatupkan kedua tangannya, berlutut dihadapan Suho.
Kai, yang juga berlutut, memohon pada Suho dengan suara yang agak pelan, "Ayolah, Suho ... aku mohon! Sekali inii saja! Aku rela menjadi babu-mu selama seminggu untuk hal ini!"
"Ya ampun kalian ini! Tidak mungkin aku mengikutkan kalian!" timpal Suho frustasi.
Sehun sangat kesal mendengar keributan dihadapannya, "Ikutkan saja," ucapnya, kemudian mencari headseat miliknya, berusaha untuk menyumpal telinganya dengan lagu-lagu kesukaannya daripada harus mendengar teriakan Kai dan Chanyeol. Kris hanya diam, memperhatikan layar handphone-nya, sesekali ia melirik melihat sahabatnya itu.
"Baiklah baiklah! Aku akan mengikutkan kalian! Kris, Sehun! Kalian juga ikut!" teriak Suho jengkel, yang membuat Chanyeol dan Kai ber-tos ria, juga Sehun yang berusaha tidak mendengar kalimat yang baru saja diucapkan Suho, walaupun terdengar ditelinganya. Kris, tersenyum sangat sangat tipis mendengar hal itu.
"Ng ... Suho, kenapa Kris-hyung dan Sehun juga ikut?" tanya Kai.
Suho mencibir, "Jangan kalian pikir bisa mendekati Zitao dengan mudah, aku akan memperluas persaingan ini asalkan kalian tahu. Dan mungkin saja Sehun memutuskan pacarnya demi Zitao," kekeh Suho, yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Chanyeol.
"Sialan kau, hyung!" ujarnya. Suho hanya tertawa, kemudian beranjak menuju kasurnya.
My Prince(ss)
Chapter Four
Rated : T
Cast : Kris, Tao, Chanyeol, Kai, Suho, Sehun, and others.
Warning : YAOI! TYPO epliwel :v
DON'T LIKE, DON'T READ
NO SIDERS
.
.
Di chapt sebelumnya, ira janji bakal bikin moment KrisTao yang banyak buat chapt ini. So, brace your self :D
ENJOY~
.
"Baiklah! Sebagai tugas yang pertama, kalian harus meminta tanda tangan kakak kelas kalian yang berada disekolah! Pokoknya, kalian harus mendapatkannya walau disuruh yang macam-macam, mengerti?!"-Yoo Jae, wakil ketua OSIS sudah berteriak menggunakan pengeras suara dihadapan seluruh adik kelasnya. "Mengertii,"-suara jawaban adik kelas menandakan bahwa tugas pertama sudah berjalan. Suho dan para anggota OSIS lainnya sudah tenggelam dikerumuni oleh adik kelas mereka, meminta sebuah tanda tangan.
Chanyeol dan Kai, mereka yang tengah duduk-duduk sambil berbincang mengenai Zitao, langsung terkejut begitu beberapa adik kelas datang kepada mereka. Terlebih Sehun yang sedang asyik memainkan tabnya. Chanyeol merasa seperti artis sekarang, dimintai tanda tangan sana-sini. Kai, yang sedikit kebingungan kini mengerti apa yang harus dilakukannya.
"Ehem! Sebelum kalian mendapatkan tandatanganku, kalian harus mencari Huang Zitao kelas X A! bawa ia kehadapanku! Cepat!" perintah Kai layaknya seorang raja.
"Y-ya! Bawa Huang Zitao kemari!" sahut Chanyeol, kemudian menyunggingkan senyum pada Kai.
Sambil menggerutu, adik kelas mereka pergi mencari Zitao yang sudah hilang entah kemana. Keberadaan anak panda itu entah dimana. Kai dan Chanyeol sudah bersiap menunggu Zitao dan duduk layaknya seorang kaisar. Sehun, yang melihat aksi kedua temannya itu menggeleng, kemudian berusaha mencari tempat persembunyian yang baik agar bisa leluasa memainkan tabnya dan menghindari keributan.
.
.
.
Zitao berjalan pelan menuju lapangan basket, ia mendengar bahwa ada seorang kakak kelasnya yang sedang menyantaikan diri disana seorang diri. Mungkin ia bisa mendapatkan tandatangan pertama tanpa harus berkerumun dengan teman-temannya. Dengan tangan yang memegang sebuah buku kecil berwarna biru, ia mempercepat langkahnya saat mulai mendengar suara ribut. Ia harus cepat mendapatkan tanda tangan pertama tanpa melalui kerepotan!
Senyumnya mengembang saat ia melihat seorang kakak kelasnya yang sedang terbaring dilapangan basket, memegang bola basket di tangan kirinya dan menutupi wajahnya dengan sebuah handuk. Tampaknya ia baru saja bermain basket. "Sunbae! Sunbae!" pekik Zitao cepat.
Kakak kelasnya itu tidak merespon, tetap dalam posisi itu hingga Zitao benar-benar dekat dengannya. "Sunbae?"-Zitao mulai keheranan karena yang dipanggil tidak juga menyahut.
Dengan pelan ia membuka kain handuk polos yang menutupi wajah kakak kelasnya.
.
"Baaa!"
"HUWAAA!"-Zitao berteriak kaget saat kakak kelasnya itu mengejutkan dirinya dengan langsung terbangun dan memasang wajah seram. Kemudian ia memperhatikan wajah si pelaku yang tengah tertawa.
"Kris-ge?! Yaak, kau mengagetkanku!" serunya.
"Hahaha, kau harus melihat wajahmu tadi, Zitao. Sangat lucu," Kris masih saja tertawa, membuat Zitao menggembungkan pipinya dan memasang tampang cemberutnya. Pemuda tampan itu segera berhenti tertawa dan mendekati Zitao. "Maaf, aku tidak bermaksud buruk," ucapnya.
"Gege mengagetkanku," gumam Zitao pelan.
Kris semakin merasa bersalah, dengan ragu, ia menepuk kepala Zitao dan mengusap lembut surai hitam pekat yang daritadi seolah-olah menjerit meminta untuk dielus. "Maafkan aku, okay?"
Akhirnya, senyum Zitao mengembang kembali, kemudian ia menatap Kris, membuat kakak kelasnya sedikit tersentak dan mengalihkan pandangan darinya. Dengan cepat Zitao meraih buku kecilnya dan mengambil sebuah pulpen di saku celananya. "Gege, tolong tanda tangan disini," pintanya, berharap penuh Kris akan menandatangani-nya dengan senang hati.
"Tanda tangan? Buat apa?" seru Kris heran.
"Kata Yoo Jae sunbae, kami anak kelas X harus meminta tanda tangan dari kakak kelas," Zitao mulai ragu untuk melanjutkan kalimatnya, jadi ia terdiam.
Pemuda tampan dihadapan Zitao tahu benar bahwa adik kelasnya itu menyembunyikan sesuatu. "Ada yang lain?"
"Em ... katanya, walau kakak kelas menyuruh kami yang macam-macam, kami harus menurutinya ..." lanjut Zitao dengan suara yang sangat pelan, namun dapat didengar dengan baik oleh Kris.
Seringai Kris mulai terpasang saat mendengar ucapan pelan Zitao. Kira-kira apa yang harus ia lakukan pada pemuda cantik itu? "Hm ..." ia mulai bergumam sedangkan Zitao berharap-harap cemas. "Kemarikan buku dan pulpenmu," pinta Kris. Zitao tidak mengerti apa yang akan dilakukan oleh kakak kelasnya itu, yang jelas ia menurut dan memberikannya.
Tangan Kris dengan cepat mencoret buku Zitao dengan tanda tangannya, membuat Zitao membelalak keheranan walaupun ia senang juga. "Ini,"-Kris mengembalikan buku kecil Zitao.
"Gege tidak memintaku untuk melakukan hal yang lain?! Wuah, gege, kau baik sekali!" teriak Zitao senang, senyum lembutnya mengembang dan meloncat-loncat gembira.
Kris ikut tersenyum, "Pergilah,"
Zitao mengangguk, tanpa sadar, ia mendekat dan memeluk Kris erat kemudian berlari menjauh setelahnya. Meninggalkan Kris yang tertegun, ia tidak menyangka hal kecil seperti itu membuatnya mendapatkan sebuah pelukan dari sang pujaan hati. Kris menghela napas, kemudian memasukkan bola basket yang tergulir dilapangan, dan tertawa sendiri, "Baiklah, baiklah, aku mengalah,"
.
.
.
.
Hari pertama sudah terlewati. Zitao merasa kelelahan, tentu saja. Ia harus berkeliling meminta tanda tangan para kakak kelas tadi, sebelum dirinya diseret oleh sebagian anak kelas X kehadapan Kai dan Chanyeol, setelahnya ia kebingungan sendiri saat Kai dan Chanyeol mengajaknya makan bersama sebagai syarat untuk mendapatkan tanda tangan mereka. Mau tidak mau ia harus menuruti apa kata kakak kelasnya itu.
Belum lagi Suho, Zitao merasa sangat malu sekali saat meminta tanda tangan ketua OSIS itu. Suho menanyakan apakah PR yang ia berikan sudah dikerjakan olehnya. Dan Zitao mengangguk polos, kemudian menjawab, "Arti bunga Carnation merah yaitu rasa kagum yang mendalam sehingga menginginkanmu, dalam artian lain bahwa itu ungkapan cinta,". Keributan langsung saja terjadi, dan seharian ini ia dirumorkan sedang menjalin kasih dengan Suho. Zitao harus bersusah payah menjelaskan bahwa itu tidak benar. Ia heran, mengapa Suho tidak merasa risih dengan rumor seperti itu.
Zitao merebahkan dirinya dikasur bermotif panda kesukaannya, kemudian membolak-balik buku kecil berisi tanda tangan milik kakak kelasnya. Hingga ia membuka halaman pertama dan mendapati tanda tangan Kris. Zitao menatap lekat tanda tangan itu. Simple sebenarnya, tapi sangat indah dipandang. "Eh?" Zitao bersuara begitu ia melihat sebuah catatan kecil dibawah tanda tangan Kris.
'Aku menunggumu dikolam teratai sepulang sekolah'
Zitao mengerjapkan kedua matanya. Kris menunggunya?! Ini bahkan sudah empat jam berlalu sejak pulang sekolah dan sudah petang hari. Matahari bahkan sudah tenggelam dan sekarang sedang hujan! "Ah, tidak mungkin ..." gumam Zitao. Yah, tidak mungkin Kris menunggunya selama itu. Paling-paling kakak kelasnya itu sudah pulang ke asrama.
Tok Tok
Zitao menoleh kearah pintu kamarnya begitu mendengar suara ketukan pintu. Kemudian dia menoleh, mendapati teman-teman sekamarnya sudah terlelap. Dengan malas, ia membuka pintu. "Ah, Sehun sunbae?"
Sehun, dengan tampang datarnya, menyentil dahi Zitao. Pemuda cantik itu jelas saja kebingungan setengah mati. Dia salah apalagi?! "Ini jam berapa?" seru Sehun dingin.
"J-jam 6 sore, sunbae," jawab Zitao takut-takut.
"Kita pulang sekolah jam berapa?"
"Jam 2 siang, sunbae ..."
"Kau tahu berapa lama Kris-hyung menunggumu, huh? Empat jam, anak panda," lanjut Sehun.
Zitao merasa bersalah sekarang, "Maafkan aku, tolong sampaikan permintaan maafku padanya,"
Sehun makin jengkel karena Zitao tidak juga mengerti. "Sampaikan sendiri permintaan maafmu padanya. Daritadi dia belum balik ke asrama dan memintaku menjemputnya di kolam teratai! Sekarang, kau jemput dia!" sungut Sehun jengkel dan langsung pergi meninggalkan Zitao yang terpaku ditempatnya.
Dengan cepat, Zitao mengambil jaketnya dan payung, berlari keluar dari asrama menuju sekolah.
.
.
Kris mendesah berat. Sungguh, rasanya ia kecewa sekali. Ia sudah menunggu empat jam dan sekarang hujan, kesialan apa lagi yang akan didapatkannya nanti? Menyebalkan.
"Apa anak itu tidak melihat pesanku?" gumam Kris, memojokkan dirinya, sekarang ia kedinginan dan kehujanan. Ia sangat anti dengan hal yang membuat tubuhnya kedinginan walaupun ekspresinya selalu saja dingin.
Kris melipat kedua tangannya, memeluk dirinya agar tidak merasa kedinginan. Satu yang ia untungkan, ia membawa sebuah jaket sebagai penghangat tubuhnya.
Badannya mulai menggigil dan itu tidak bagus. Ia kedinginan sekarang dan ia benci harus menunggu bala bantuan seperti ini. Padahal ia sudah mengirimi Sehun pesan untuk segera menjemputnya, namun nampaknya anak itu tidak juga datang-datang. Pemuda tampan itu merasa pusing, dengan sekuat tenaga ia berusaha berlari mencari tempat berteduh. Dan ia sampai dikantin sekolah, terduduk dengan tubuh yang basah kuyup dan juga kepala yang sakit.
Perlahan-lahan, Kris memejamkan matanya dan tetidur.
.
Zitao sudah sampai di kolam teratai sekarang. Sepi. Tidak ada satupun orang disana. Zitao mulai kebingungan dan juga cemas. Kira-kira dimana Kris berada? Bukannya seharusnya ia berada dikolam teratai? Zitao mulai khawatir, bertanya-tanya dalam hati dimana kakak kelasnya itu. Kaki panjangnya ia langkahkan, mencari Kris ditempat lain.
Ia mengecek setiap kelas yang berada dekat dengan kolam teratai dan juga mengecek kelas Kris. Tidak ada. Yang dicari tetap tak ditemukan. Zitao berusaha untuk tetap mencari sampai keperpustakaan dan taman sekolah, namun tidak ada juga. "Hiks .. Kris-ge kau dimana?" gumamnya, ia mulai terisak. Ia takut dan merasa cemas sekali pada Kris. Dengan tangisan pelan, ia berjalan menuju kantin. Satu-satunya tempat yang ia harapkan untuk bertemu dengan Kris.
"Kris-ge?!" Zitao tidak tahu harus mengungkapkan ekspresi apa sekarang. Ia senang sekali mendapati Kris setelah mencarinya, sekaligus merasa bersalah dan khawatir saat melihat si tampan yang tertidur dengan pakaian yang basah kuyup. Zitao mendekat pada Kris dan berusaha untuk membangunkannya. Namun Kris tetap tidak terbangun.
Zitao mulai panik dan ia menangis. Pemuda cantik itu memegang tangan Kris yang menggigil dan menempelkan keningnya pada kening Kris yang terasa panas. Dengan sesegukan, ia membuka jaket yang dipakainya. Dengan pelan ia melepaskan jaket Kris yang sudah basah dan juga baju olahraganya. Kemudian ia memakaikan jaket tebalnya pada pemuda tampan itu.
"Hiks... hiks ... gege maafkan aku ..." ucap Zitao, menangis dengan pelan dan menatapi wajah Kris yang tampak memerah karena demam.
Entah apa yang Zitao lakukan sekarang, yang jelas ia sudah memeluk Kris. Berusaha menghangatkan kakak kelasnya itu, walaupun ia masih menangis dan terisak. Ia memeluk Kris erat dan berharap si tampan segera terbangun dari tidurnya.
.
.
.
Kris mengerjapkan matanya yang terasa berat. Kepalanya masih pusing. Namun, tubuhnya tidak sedingin tadi sekarang. Dengan kesadaran yang belum terkumpul sempurna, ia menunduk dan terkejut mendapati Zitao yang tertidur, memeluk dirinya erat. Wajahnya tambah memerah sekarang, "Z-Zitao," panggilnya dengan suara serak. Tenggorokannya terasa sakit.
Zitao, mengerjapkan matanya beberapa kali, lalu dengan cepat mendongak, menatap Kris yang juga tengah menatap dirinya. "Gege! Kau sudah sadar?! Syukurlah Tuhan!" Zitao kembali menitikkan air mata lega dan memeluk Kris jauh lebih erat.
Kris terdiam.
"Gege? Aku minta maaf, aku tidak melihat pesanmu, sungguh aku meminta maaf, gege .." ucap Zitao, masih memeluk tubuh Kris dan menyembunyikan kepalanya pada dada bidang milik Kris.
Kris, masih terdiam.
"Aku takut sekali saat melihatmu tertidur disini dengan pakaian yang basah. Aku benar-benar takut," lanjut Zitao, kembali terisak. Ia tetap memeluk Kris walaupun balasan pelukan untuknya tidak ada. "Gege jangan pernah menungguku seperti ini lagi, kau benar-benar membuatku takut, ge. Sangat," ujar Zitao, menangis pelan.
Tangan Kris mulai terangkat dan terulur, kemudian membalas pelukan Zitao dan mengusap rambutnya. "Maafkan aku ..." gumamnya.
"Tidak, harusnya aku yang meminta maaf, ge!" balas Zitao, mendongak dan menatap kakak kelasnya itu.
Kris tersenyum, kemudian menyeka airmata Zitao. Menatap lekat manik mata Zitao yang menurutnya sangat indah. Menatap setiap lekukan wajah si cantik yang membuatnya tergila-gila.
.
"Zitao, aku ...
.. –aku..."
Mencintaimu
.
"Ah iya! Maafkan aku!"-Zitao langsung saja melepaskan pelukannya dari Kris dengan pipi yang bersemu merah. Pemuda tampan itu mendesah berat saat Zitao melepaskan pelukannya, dan malah diam menunduk. Kemudian ia mulai terheran melihat pakaian basahnya yang berada disamping adik kelasnya itu. "Loh? Ini .. jaketmu?" tanya Kris keheranan.
Zitao mengangguk, "Baju gege sangat basah. Jadi aku melepaskannya sebelum gege meriang, dan memasangkan jaketku," ucapnya malu. Jujur, ia gugup juga saat melihat bagian atas tubuh Kris tanpa pakaian tadi.
Kris menatap Zitao tidak percaya, berarti Zitao sudah melihat tubuh bagian atasnya?! Dengan cepat pemuda itu menoleh dan bernafas lega saat melihat celana yang dipakainya masih yang tadi. Untunglah Zitao hanya melepas bajunya. "Bisa bantu aku berdiri? Kepalaku sakit," seru Kris.
Zitao segera membantu Kris untuk berdiri. "Kita pulang ya, ge. Sekarang sudah malam," ujarnya.
Yang diajak bicara mengangguk setuju. Untunglah hujan juga sudah reda. Tapi sepertinya dirinya terkena demam. Zitao memungut pakaian basah Kris dan menggenggam tangan kakak kelasnya itu.
Kris sedikit terkejut. "Maafkan atas kelancanganku ini, ge. Tapi aku tidak ingin kau terjatuh nanti," ucap Zitao malu. Tidak bisa dipungkiri, pemuda tampan itu tersenyum ketika mendapatkan perhatian dari si cantik.
Mereka berdua pun segera pulang menuju asrama, walaupun keduanya berjalan dengan sangat lambat, tetapi terasa sangat nyaman. Baik Zitao maupun Kris hanya terdiam membisu. Tangan Zitao yang dingin menggenggam erat tangan Kris yang hangat.
"Gege,"-Zitao akhirnya memulai pembicaraan setelah keduanya terdiam sangat lama.
"Ya?"
"Sebenarnya, kenapa kau memanggilku ke kolam teratai?" tanya Zitao pelan.
Kris tertegun. Jujur saja, ia ingin menghabiskan waktu lebih lama dengan Zitao, jadi ia meminta anak panda itu datang ke kolam teratai. "Bayaran atas tandatanganku?" seru Kris, membuat Zitao menoleh menatap wajah tampannya.
"Jadi itu tidak gratis?"
"Tentu saja," ujar Kris, terkekeh pelan melihat Zitao yang kembali menggembungkan pipi yang bersemu merah itu.
Bibir kecil Zitao mulai bergumam, "Jadi, apa yang harus kulakukan?"
Kris menatap mata Zitao yang mulai sendu, pasrah dengan apa yang akan ia perintahkan, "Tersenyumlah,"
Zitao kembali menatap Kris tidak mengerti, "Maksud gege?"
"Senyum. Aku ingin melihatmu tersenyum, Zitao," ucap pemuda tampan itu.
Zitao langsung saja memasang senyum lembutnya, membuat Kris ikut tersenyum. Ia suka Zitao yang tersenyum lembut padanya. Baginya itu sangat manis dan ia mulai tercandu dengan senyum manis anak panda itu. "Kau manis jika tersenyum,"-Wajah Zitao kini memerah mendengar gumaman Kris.
Pemuda yang sedang demam itu kembali melangkah, membuat Zitao juga ikut melangkah karena tangan mereka saling bertaut satu sama lain. Perasaan Zitao mulai tak tentu arah mendengar pujian Kris untuknya. Ini aneh. Ia tak merasakan hal apapun jika teman-temannya maupun Chanyeol, Kai dan Suho memujinya. Namun, mengapa ketika Kris yang memujinya, ia merasa begitu gembira?
Kali ini, ia tersenyum tanpa paksaan.
...
"Kau baik saja?" Suho menempelkan tangannya pada kening Kris. "Panas sekali,"
"Dia baik-baik saja. Yang mengantarnya Huang Zitao," seru Sehun.
Kai langsung menatapnya tajam, "Diam," -Sehun mengangkat bahu, kemudian kembali asyik pada tabnya.
Kris langsung saja mengistirahatkan dirinya di kasur. Ia menarik selimut, berusaha untuk menyembunyikan senyum tipis yang masih betah di wajahnya. Tadi itu, Zitao-
.
.
Memeluknya
Menggengam tangannya
Tersenyum untuknya
.
.
.
"Yeah ... –I am a gay ..."
.
.
"Kai, buka pintu," seru Suho saat mendengar suara ketukan.
Kai menurut, ia membuka pintu kamar yang diketuk berkali-kali. Matanya membelalak begitu melihat sang pelaku pengetukan pintu dihadapannya.
"Kyung-soo?!"
"Hai, sunbae,"
.
.
.
TBC
Okay, gimana dengan chapt ini? :v ira tahu ini pendek banget :'v ira post sekarang karena ada berita yang ingin ira kasitau.
And, mungkin chapt depan bakal ada kyungsoo :v
Balasan review chapt 3 :
yjima : "Hyyy, wkwkk nah sekarang, taonya suka siapa hayoo? Iya abang chanyeol disini ira buat agak posesif(?) Thanks yaa sudah review"
ang always : "Hyyy, ahahah, ira ganyangka klo ff ini mengandung humor juga lho :v tapi maafkanlah ira jika chapt ini gak lucu(?) atau malah bikin muak(?)Thanks yaa sudah review"
LoveHyunFamily : "Hyyy, hehehe, gimana? Chapt ini moment kristao-nya cukup gak? Atau kurang? Klo soal chanyeol kelahi itu karena dia disini posesif(?) tapi gabakal kelahi-kelahi lagi kok :v Thanks yaa sudah review"
Orangecuppie : "Hyyy, chapt depan bakal ada baekhyun ama kyungsoo loh :V ini udah ada kristao kok hehehe, walaupun kristao-nya agak nganu(?)Thanks yaa sudah review"
ajib4ff : "Hyyy, ampun dah XD sumpah ngakak banget baca review-mu astagaa, ahahahah. Naga bergigi XD wkwkwk, lucu banget! Thanks yaa sudah review"
ndadinda : "Hyyy, hehehe iyaa makasih yaa. Siip, ini udah lanjut kok. Thanks yaa sudah review"
LVenge : "Hyyy, wkwkwk, bisa2 suho nyanyi lagunya roma irama didepan tao ahahah XD 5 seme aja kok :V ira buat mereka sekamar biar keliatan gitu kalo mereka memang sahabatan dan akrab walaupun nganu(?)Thanks yaa buat review dan semangatnya!"
maulina45 : "Hyyy, eeh jangan, kasian atuh abang Hun kalo tabnya juga dilempar :v bisa2 lulu ngambek kalo sms nya ga dibalas2 :V ahahah makasih atas pujiannya. Siip, thanks buat semangat dan review-nya!"
celindazifan : "Hyyy, wkwk, gimana nih? Ira usahain buat fast update loh :v siip, ini udah full moment KrisTao kok. Gimana moment mereka? Kurang gak? Thanks yaa sudah review"
fujodanshi4 : "Hyyy, ira bingung banget :v padahal nih ff gaada maksud bikin ngakak(?) tapi kok pada ketawa yee :v ahaha iyaa nanti ira usahain buatin yaa, gimana tuh klo tao yang polos jadi garang dan kris yang dingin jadi tak berdaya? Thanks yaa sudah review"
kawaiiageyo33 : "Hyyy, :V ira ga bermaksud bikin ff ini ngakak loh :v tapi kok pada ketawa yeth :v siip, ini udah lanjut. Thanks yaa sudah review"
kaname : "Hyyy, iyaa ini udah lanjut kok. Thanks yaa sudah review"
Varka : "Hyyy, ahahah ira gatau kalo ff ini bikin ngakak loh :v aduh makasih yaa always support ira^^ Thanks yaa sudah review"
luphbebz : "Hyyy, hehehe gimana chapt ini? Puas dengan kristaonya gak? Atau malah kurang? Siip! Ini udah lanjut kok! Thanks yaa sudah review"
shoffy xoxo : "Hyyy, wkwkk, kok bisa pada ngakak yaa, padahal ira gabermaksud bikin ff humor :v siiip, ini udah lanjut kok! Thanks yaa sudah review"
beruanggajah : "Hyyy, ahahaha siapa hayooo :v gaseru dong kalo dikasitau sekarang :v Thanks yaa sudah review"
Hoshi no Haru : "Hyyy, duh kaitao? Chapter depan bakal ada kaitao deh, janji! Chapter ini kristao aja ya :3 Thanks yaa sudah review"
annisakkamjong : "Hyyy, wkwkk, kok ketawa sih? Ira ga bikin fic humor loh padahal :V Thanks yaa sudah review"
pantao : "Hyyy, wkwkk, makasih udah suka ff amburadul ini(?) wkwkk chantao shipper nih? Thanks yaa sudah review"
Kirei Thelittlethieves : "Hyyy, duh emang nih kakak panda kelakuannya gemesin :3 Thanks yaa sudah review"
Aiko Michishige : "Hyyy, hehehe, ini udah lanjut kok. Thanks yaa sudah review"
AmeChan95 : "Hyyy, siip, ini udah lanjut kok. Thanks yaa sudah review"
Re-Panda68 : "Hyyy, wkwk tenang kok kris gabakalan ngebiarin pandanya direbut :3 Thanks yaa sudah review"
kthk2 : "Hyyy, weeee jangan weee jangaan :V nanti klo kmu jadi seme-nya lantas kris chan kai suho gimana nasib nya :V Thanks yaa sudah review"
owe : "Hyyy, ahahah ganyangka kmu nungguin ff ini upd :v Thanks yaa sudah review"
EXOST : "Hyyy, siip, ini udah lanjut kok. Thanks yaa sudah review"
anis.l mufidah : "Hyyy, iya ira juga mau kok direbutin seme-seme exo :v wkwkk abang Hun kan udah punya Xiao Lu :3 Thanks yaa sudah review"
Guest : "Hyyy, ciee kris dipanggil gege ciieee, baper ciee baper :V Thanks yaa sudah review"
renata anastasya.92 : "Hyyy, yaelah korban iklan :v wkwkk, thanks buat semangat dan reviewnya!"
krisTaoPanda01 : "Hyyy, wkwkk makasih udah nyempatin baca dan nge fav-in ff abal-abal ini(?) ahahah loh kok bisa? Siip, ini udah lanjut kok. Thanks yaa sudah review"
Meikha : "Hyyy, wkwk makasih udah sempatin baca ff ini. Salam kenal my new reader :D Thanks yaa sudah review"
.
Back to My Prince(ss)
Fix, chapt depan bakal ada sedikit konflik(?)
Dan ira bakal buat kaitao untuk chapt depan loh :D setuju gak nih?
Oiya, semangat mengerjakan ujian nasional buat kakak kakak kelas 9 ya^^ good luck!
Last, MIND TO REVIEW? Gimme your love babe~ :V
