My Beloved Bodyguard

Title : My Beloved Bodyguard

Author : L-chanLee

Main cast : Kim Ryeowook

Kim Jongwoon a.k.a Yesung

And other cast menyusul sesuai jalan cerita

Rate : T

Chapter : 3/?

Genre : Romance, Family, little bit Action(?)

Summary : Terungkapnya identitas Tuan Penculik(?)/Chap 3 Update XD/ YeWook/Other cast menyusul/ RnR juseyo ;3

Warning : Yaoi/BL/BoysxBoys/Miss Typo dimana-mana/OOC akut/ga yakin sama adegan action nya #plak#

Annyeong readersdeul XD

Hehehe *nyengir gaje* mian ne, L lama update *di timpuk readers*

Ampun ampun, jangan timpuk L, L punya alasannya kenapa L lama Update DX (R: alesan aja -.- | L: hehe *nyengir gaje*)

Mian ne, tiba2 aja leppy L error ga tau kenapa. Jadinya si leppy harus dibawa dulu sama oenni L buat dibetulin. Ini aja, si leppy baru balik kemarin. Terus oenni L bilang jangan dulu dipake, takutnya error lagi. Ya udah deh, L puasa dulu ngetik ff -,-

Nah sekarang, mumpung oenninya L lagi kerja nih, jadi L bisa make nih leppy (saeng yg nakal #plak). Hehehe, nih L juga ngetiknya ngebut biar bisa cepet di update. Jadi kalo masih ada typo, mian yah...

Okey, langsung aja...

Happy reading^^...

.

.

PREVIOUS...

.

"Tenang saja, aku tidak mungkin melukai namja seperti mu." Ujarnya, seringai nya terlihat mengembang. "Tapi, aku tidak yakin kalau anak buahku tidak melakukan apa-apa padamu." Sambungnya.

Ryeowook sontak membulatkan matanya kaget. Ia sangat takut dengan sosok namja yang berada dihadapannya sekarang.

"Kira-kira, apa yang sedang dilakukan oleh si bodoh Kangin sekarang? Dia pasti sedang panik mencari keberadaan putra manisnya." Ujar sosok itu lagi.

Ryeowook yang mendengar tentang Appanya yang sedang khawatir soal dirinya, perlahan membuat perasaan bersalah dan menyesal menghampiri namja manis itu. Bersamaan dengan keluarnya sosok namja tadi dari ruangan yang menyekapnya, air mata turun membasahi kedua pipi putihnya.

Mianhae Appa, mianhae...

.

.

o.o.o.o.o.o.o

.

.

Yesung sampai disebuah gedung tua didaerah pinggiran kota Seoul. Setelah melepas seatbelt yang ia pakai, ia mengecek ulang letak keberadaan Ryeowook. Disana, tepat di depannya. Sepertinya para penculik itu sadar dengan keberadaan ponsel Ryeowook. Namun mereka hanya membuangnya.

Namun, Yesung yakin gedung tua yang berada beberapa meter di depannya adalah tempat Ryeowook disekap. Setelah menyiapkan beberapa benda yang ia butuhkan, ia pun segera berjalan mengendap keluar dari mobilnya setelah memarkirkan mobil nya ditempat yang ia rasa tidak akan ketahuan.

Gedung dengan tinggi kurang lebih 200 m itu tampaknya adalah bangunan yang dihentikan pembangunannya. Terlihat dari setengah gedung nya yang sudah selesai dan setengah lagi masih berupa tiang-tiang beton. Sekretaris Lee sudah memberitahukan padanya bahwa itu adalah gedung yang dulu dibangun untuk aktivitas perhotelan.

Dan ternyata, orang yang dulu membuat proyek gedung ini adalah mitra bisnis dari Mr. Kim. Tak heran jika sekretaris Lee memiliki cetak biru gedung itu.

Seperti tidak ada tempat lain saja, pikir Yesung. Ia berfikir demikian karna para penculik itu dengan mudah nya menyekap sang Tuan muda di gedung yang bahkan diketahui oleh keluarga Kim.

Tapi, Yesung juga tetap waspada. Bisa saja, para penculik itu adalah orang-orang yang pintar dan hanya mengecoh Yesung dengan membawa ponsel pelacak milik Ryeowook. Dengan hati-hati dan waspada, Yesung mulai memasuki gedung tua itu.

Tidak sulit baginya untuk masuk kedalam gedung tua itu karna ia sudah menghafal letak ruangan yang ada di dalam gedung tua itu dari cetak biru yang dikirim oleh sekretaris Lee. Masalahnya sekarang, dimana para penculik itu menyekap Ryeowook?

.

.

o.o.o.o.o.o.o

.

.

Ryeowook tampak lelah. Ia sudah berjam-jam menangis dalam diam sambil berucap maaf dalam hatinya. Ia sangat menyesal karna tidak mengikuti perkataan Appa nya akan bahaya yang selalu mengincarnya. Dan sekarang, tak ada yang bisa ia lakukan selain menunggu.

Tiba-tiba, terdengar derit pintu dibuka. Ryeowook pun mendongak. Dengan mata sembap dan sayu, ia mencoba melihat siapa sosok orang yang masuk kedalam ruangan itu.

Tampak sosok namja yang beberapa jam lalu membuat Ryeowook takut muncul. Namja dengan wibawa itu melangkah santai menuju Ryeowook, sementara sang namja berperawakan manis itu berusaha untuk menjauh.

Sang namja berwibawa itu menyunggingkan seringaiannya. Ia puas melihat anak dari musuhnya ketakutan ditempatnya. Dengan perlahan, tangannya yang kekar mencoba meraih dagu mungil Ryeowook. ryeowook pun mencoba memberontak.

Dengan geram, sang namja dengan seringai mengerikan itu menarik paksa lakban hitam yang menyekap mulut Ryeowook, sontak membuat jeritan kesakitan Ryeowook terdengar.

Isakan lirih terdengar dari mulut Ryeowook. Ia sangat ketakutan. "A-apa yang k-kau inginkan, Ah-ahjussi...?" ujar nya terbata-bata.

Seringai semakin lebar ditunjukkan oleh namja itu. "Yang aku inginkan?"

Ryeowook takut-takut mendongak menatap namja dihadapannya. Menunggu reaksi yang akan ditunjukkan oleh namja itu.

"...Kehancuran dari seorang Kim Youngwoon."

Mata sipit Ryeowook terbelalak lebar. Ia takut untuk mendengar kelanjutan yang akan diucapkan oleh namja di depannya yang nampaknya menaruh dendam yang mendalam pada Appa nya.

"Apa sa-salah Appa..?" dengan takut-takut, Ryeowook bertanya pada namja itu.

Namja itu terkekeh mendengar pertanyaan Ryeowook. "Kau mau tahu, apa kesalahan Appa mu itu?" tanyanya.

Ryeowook terdiam, walaupun hatinya tengah gelisah dengan jawaban yang akan diberikan namja itu.

"Dia..., sudah menghancurkan keluargaku."

Ryeowook terbelalak kaget. Banyak pikiran-pikiran negatif yang ia bayangkan tentang maksud dari empat kalimat yang terlontar itu. Namun, segera ditepisnya jauh-jauh. Bagaimanapun Appa nya pasti mempunyai maksud yang baik dibalik semua itu.

"A-apa mak-maksud Ahjussi? Apa ya-yang dilakukan A-appaku?"

Sorot mata kepedihan terlihat di mata namja yang sepertinya sebaya dengan Appa nya itu. Namun, langsung tergantikan dengan sorot mata kebencian begitu namja paruh baya itu mengingat kejadian yang menimpa keluarganya.

"Dia membunuh istriku dengan menyuruh para dokter terkutuk itu mencabut semua alat penyangga hidup istriku dan membiarkan anak ku mati demi menyelamatkan anaknya yang manis ini...,"

Ryeowook menangis tidak percaya mendengar perkataan namja itu tentang perbuatan Appanya. Ia bahkan tidak tahu kalau ia juga telah membunuh seseorang yang sepertinya dulu pernah menjadi bodyguardnya.

"Disaat keterpurukan ku atas meninggalnya anak dan istri ku, ia mengambil semua aset dan saham perusahaanku hingga tak bersisa...,"

Ryeowook merasa sangat menyesal mendengar hal itu. Ia berharap Appa nya mau meminta maaf kepada namja paruh baya yang ada didepannya ini.

"Mi-mianhae Ahjusii...,"

Sang namja paruh baya hanya terkekeh pelan mendengar kata maaf yang keluar dari mulut Ryeowook. "Mian? Apa dengan satu kata 'Mian', anak dan istriku akan kembali?"

Deg...!

Ryeowook tampak semakin ketakutan. Ia tahu, bahwa satu kata itu tidak dapat mengembalikan orang-orang yang telah pergi dari sisi namja paruh baya itu. Namun, apa yang bisa dilakukannya sekarang selain mengucapkan kata 'maaf'?

Namja paruh baya itupun meninggalkan Ryeowook lagi yang sekarang sedang menangis kembali.

.

.

o.o.o.o.o.o

.

.

Yesung sudah berada di lantai 36 dari 70 total lantai yang ada di dalam gedung tua itu. Sampai saat ini ia tidak ketahuan oleh para penjaga yang ditugaskan untuk menjaga keamanan gedung tua itu.

Ia pun bergegas naik kelantai 37 saat ia telah selesai mengecek semua ruangan yang berada dibawah. Nampaknya, penculik ini sengaja menempatkan Ryeowook di lantai atas agar sang Tuan muda tidak bisa kabur.

Yesung kembali teringat perkataan Kaning yang menyuruhnya agar apapun yang terjadi, Ryeowook harus baik-baik saja. Dan mengingatkan namja bemata sipit seperti bulan sabit ini agar lebih waspada terhadap pimpinan para penculik ini.

Choi Seunghyun, namja berumur 45 tahun. Walaupun di usianya yang sudah kepala empat, ia masih menguasai ilmu beladiri dan kemampuan menembak yang bagus. Ia dulu adalah sahabatku. Namun karna kesalahpahaman, ia jadi sangat membenciku, dan berniat menghancurkan semua yang kumiliki. Yesung-ah, aku mohon padamu, selamat kan Ryeowook. Dia adalah hartaku yang paling berharga dihidupku.

Itulah yang dikatakan Kangin saat ia menelepon Sekretaris Lee saat memberitahukan posisi Ryeowook.

Yesung pun semakin mempercepat langkahnya, namun tetap tanpa menimbulkan suara sekecil apapun. Tiba-tiba, beberapa orang berbadan besar melihat Yesung. Sontak membuat mereka segera mengeluarkan senjata api yang mereka simpan dibalik jas hitam mereka.

Yesung pun langsung bersembunyi dibalik pilar yang ada di lantai itu. Ia segera mengeluarkan pistol jenis FN57 dari balik jasnya dan menembak musuhnya. Mendengar suara tembakan, sontak membuat semua penjaga yang berada di lantai itu mengeluarkan senjata nya dan mulai menembaki Yesung,

Dan sepertinya, Yesung tidak bisa bersembunyi lagi dan mengendap-endap seperti sebelumnya. Ia harus segera menghabisi semua penjaga yang ada dilantai ini agar mereka tidak sempat meminta bantuan teman-teman mereka. Kalau tidak, bisa habis dia nanti.

Dengan kemampuan 99% akurat dalam membidik target, Yesung segera mengalahkan para penjaga itu. Total penjaga yang dapat dilihat oleh Yesung berjumlah 24 orang dan ia sudah menumbangkan separuh dari para penjaga itu.

Tak mau buang-buang waktu, Yesung langsung mengeluarkan pistol keduanya dan menembaki mereka dengan akurat, mengenai badan ataupun kepala para penjaga itu.

Melihat teman-temannya tumbang satu persatu, salah seorang penjaga itu segera mengambil walky talky yang ia simpan di sabuk pinggannya. Namun, belum berbicara satu patah kata pun, sang penjaga harus rela tangannya tertembus peluru panas dari Yesung.

Tidak sampai disitu, Yesung segera menembakkan pelurunya lagi mengenai bahu kiri dan betis kiri penjaga itu. Membuat temannya yang berada dilantai lain terheran.

Namun, begitu mendengar jeritan salah satu temannya, para penjaga di lantai 36 itu segera nberlari menuju lantai 36. Begitu sampai dilantai itu, para penjaga lain sontak segera memberitahu teman-temannya yang lain bahwa ada penyusup yang berhasil masuk.

Yesung yang terlebih dahulu bersembunyi segera pergi setelah di rasa para penjaga lain mulai berpencar mencari letak keberadaannya.

Ini akan semakin sulit, pikir Yesung dan segera pergi dari lantai 37 menuju lantai 38 dengan lebih waspada lagi.

.

.

"Tuan besar, ada laporan bahwa ada penyusup yang berhasil masuk kedalam gedung ini." Ujar seorang namja berbadan besar berkepala botak yang menculik Ryeowook.

Namja yang dipanggil 'Tuan besar' terbelalak kaget. Kemarahan tampak jelas di wajah nya, membuat namja besar berkepala botak itu menunduk takut.

"Bagaimana hal itu bisa terjadi?!" ujar sang namja yang dipanggil Tuan besar itu.

"Mianhae tuan besar. Saya pun tidak tahu, saya baru saja mendapat laporan seperti itu dari anak buah saya yang melihat para penjaga di lantai 37 sudah ambruk."

Kilat kemarahan semakin terlihat dari sosok namja yang dipanggil tuan besar. Dengan geram ia memukul meja yang ada di dalam ruangan yang ia tempati itu.

"Segera perketat keamanan, dan habisi penyusup itu!" ujar sang Tuan besar.

Namja berbadan besar berkepala botak itu segera mengangguk dan membungkukkan badan sebelum keluar dan menjalankan perintah dari Tuan nya. Ia sangat ketakutan melihat ketuanya yang sudah naik pitam seperti itu.

Ia pun segera memerintahkan anak buahnya untuk mengetatkan keamanan dari lantai 38-70. Bagaimanapun, di salah satu lantai itu ada seseorang yang harus ia jaga. ia tidak mau dijadikan sasaran amukan dari sang Tuan besar karna kegagalannya dalam menjaga namja manis yang sekarang masih di sekap di ruangan di salah satu lantai di gedung tua ini.

Para penjaga pun segera memperketat keamanan mereka. Dari yang tadi hanya berjumlah antara 20 hingga 30 menjadi 20 hingga 40 orang yang berjaga di lantai 38-70 itu.

Yesung yang telah sampai di lantai 38 segera mengedarkan pandangannya. Ia dapat melihat dari tempatnya bersembunyi, jumlah para penjaga yang berjaga semakin bertambah. Sepertinya, keberadaan nya telah diketahui.

Yesung pun semakin berhati-hati dalam melangkah. Berusaha tidak menimbulkan suara sedikit pun dan tidak terlihat oleh para penjaga itu. Ia pun sudah tidak lupa untuk memasang peredam di semua pistol yang dibawanya.

Bagaimanapun, ia tidak mau ketahuan untuk yang kedua kalinya. Ia harus menyimpan dan menggunakan pelurunya seminim mungkin. Agar tidak habis saat ia sudah harus keluar dari gedung tua itu bersama Ryeowook.

.

.

o.o.o.o.o.o

.

.

Ryeowook sudah berhenti menangis. Ia sudah sangat lelah. Namun, begitu mendengar suara kegaduhan yang berasal dari luar ruangan yang menyekapnya ini membuatnya tidak bisa memejamkan mata untuk sekedar beristirahat.

Yang ada di kepalanya hanya dua kemungkinan. Apakah yang membuat kegaduhan itu adalah karna orang-orang suruhan Appanya sudah berhasil memasuki ruangan ini ataukah hanya karna para penjaga yang berbuat kegaduhan?

Tapi, tidak mungkin kan kalau para penjaga itu membuat kegaduhan sekeras itu? Apa jangan-jangan kemungkinan pertamanya lah yang terjadi? Ryeowook pun kegirangan dengan kemungkinan yang mungkin terjadi itu.

Ia tidak sabar ingin segera lepas dan keluar dari ruangan ini dan berlari kencang ke pelukan Umma dan Appanya. Ryeowook pun mendapat ide yang mungkin bisa membuatnya bebas dari jeratan tali yang melingkari tubuh mungilnya itu dan kabur dari dalam ruangan yang sempit dan remang-remang ini.

Ia pun mengedarkan pandangannya, mencoba mencari sesuatu yang mungkin bisa ia gunakan untuk melepas tali ini.

Dan ia melihatnya, pecahan dari sebuah botol yang tampaknya seperti botol minuman keras. Cukup jauh dari jangkauannya. Namun Ryeowook tetap berusaha.

Ia pun mencoba untuk menggeser letak bangku yang ia duduki kearah pecahan botol itu. Namun ia juga berusaha agar tidak menimbulkan suara yang dapat membuat para penjaga memasuki ruangan ini hanya untuk mengecek keadaan Ryeowook.

Tinggal sedikit lagi, dan ia kan bisa mengambil pecahan botol itu. Dengan susah payah digesernya bangku itu. Menggeser pecahan botol itu menggunakan kedua kakinya yang bebas dan berusaha menggapai nya dengan kedua tangannya yang berada di belakang punggungnya.

Agak susah memang. Dan lilitan tali yang melilit kedua tangannya terasa perih, sepertinya akan meninggalkan luka yang cukup sakit. Akhirnya, Ryeowook dapat meraih pecahan botol itu.

Ia pun mulai menggoresi permukaan tali yang melilit kedua tangannya. Dan, TASS...! tali itu pun putus, membuat Ryeowook segera melepaskan lilitan tali itu dari tangannya dan beralih memutuskan tali yang melilit tubuhnya dan kursi yang didudukinya.

Sementara itu, Yesung sedang berusaha melewati penjagaan dari para penjaga di lantai 38. Ia sudah ketahuan oleh saah satu penjaga yang melihatnya memasuki ruangan yang sepertinya akan dijadikan ruang Gym. Terlihat dari beberapa kaca yang sudah terpasang di setiap sudut ruangan itu.

Tembakan beruntun mengarah kepadanya. Yesung segera berlindung dibalik meja besar yang berada di ruangan itu. Sesekali ia membalas tembakan itu dengan menembak tepat mengenai bagian tubuh para penjaga itu.

Mengingat ia harus membatasi jumlah peluru yang ia keluarkan, ia segera mengambil tabung yang berisi gas beracun. Membuka tutupnya dan segera melemparkannya kearah para penjaga itu. Ia sendiri sudah menutup hidung dan mulutnya.

Para penjaga yang melihat tabung gas itu segera menutup hidung dan mulut mereka. Namun terlambat, gas itu sudah terhirup oleh mereka. Satu persatu para penjaga itu ambruk karna gas beracun dari dalam tabung yang dilempar Yesung.

Melihat para penjaga yang sudah ambruk, Yesung pun segera pergi dari ruangan itu setelah melucuti senjata milik para penjaga itu. Persediaan pelurunya mulai menipis. Yesung pun segera berlari menuju lantai 39.

.

.

.

Mendengar laporan bahwa para anak buah yang ia tugasi untuk memperketat keamanan tewas juga di lantai 38, membuat pria paruh baya itu menggeram kesal. Bagaimana bisa para penjaga yang sangat ahli dalam menembak dan beladiri itu tewas semua?

Siapa orang yang bisa menewaskan semua penjaga yang berada di lantai 38 itu? Apakah ia lebih ahli dan berpengalaman dibanding dengan semua penjaga itu?

Memikirkan hal itu membuat pria paruh baya yang bernama Choi Seunghyun itu segera pergi meninggalkan ruangannya. Ia akan membawa pergi sanderanya ketempat lain. Ia sudah tidak aman lagi untuk tetap menyembunyikan nya disini.

Ia pun segera pergi menuju lantai 40. Lantai dimana Ryeowook disekap didalam sebuah ruangan yang sepertinya adalah restroom.

Begitu ia membuka pintu ruangan Ryeowook, ia semakin terkejut. Sanderanya sudah tidak berada di bangkunya dengan lilitan tali yang teronggok di lantai.

Choi Seunghyun menggeram kesal. Ia segera memerintahkan anak buahnya yang lain untuk mencari keberadaan Ryeowook.

Sementara itu, namja manis yang menjadi sandera dari seorang Choi Seunghyun sedang mengendap-endap didalam saluran ventilasi yang ia temukan di dalam ruangan yang digunakan untuk menyekapnya.

Saluran ventilasi itu berada di bawah dan tertutupi oleh meja kayu kecil yang terlihat usang namun bisa ia gunakan untuk menutupi lubang ventilasi itu.

Dan terima kasihlah pada tubuhnya yang mungil sehingga ia bisa memasuki ventilasi yang tidak terlalu besar itu. Hanya seukuran namja berusia 10 hingga 15 tahun yang bisa memasuki saluran ventilasi itu.

Ia pun sudah bisa memperkirakan dimana ia berada. Di sebuah gedung tua yang pembangunannya hanya berjalan separuhnya. Dan sepertinya ia berada dilantai yang cukup tinggi mengingat ia bisa merasakan angin bertiup agak kencang di luar saluran ventilasi ini.

Ryeowook pun mempercepat gerakannya, merangkak dalam saluran ventilasi itu dan berharap bisa menemukan jalan keluarnya.

Terlihat, beberapa meter didepannya sebuah cahaya. Ryeowook pun merangkak menuju tempat itu. Dapat dilihatnya sebuah ruangan yang terlihat elegan dengan karpet berwarna merah marun, satu set sofa panjang dan meja kerja berada di sudut ruangan itu.

Ryeowook memperhatikan sekeliling ruangan itu. Ia ragu, apakah ruangan itu kosong atau justru ruangan inilah tempat sosok namja berwibawa yang menyekapnya berada.

Tiba-tiba saja, terlihat sosok namja berambut hitam yang tengah didorong paksa oleh namja berbadan besar berkepala botak yang Ryeowook yakin adalah orang yang sama dengan orang yang membekapnya saat di restoran.

"Kami sudah mendapatkan penyusup itu tuan besar." Ujar namja berkepala botak itu.

Dapat dilihat oleh Ryeowook, namja paruh baya yang menyekapnya keluar dari ruangan yang berada di sebelah kanan meja kerja itu. Ditangannya terdapat sebuah pistol jenis Glock 17 yang sudah terisi penuh oleh peluru.

"Wah wah wah, ternyata kau Yesung-ie. Lama tak berjumpa ne?" ujar namja paruh baya itu.

Ryeowook kaget mendengar perkataan namja paruh baya itu saat menyebutkan nama Yesung, bodyguardnya. Ia pun segera melihat namja berambut hitam yang tadi didorong paksa oleh namja berkepala botak itu.

Dan benar, ternyata namja berambut hitam itu adalah bodyguardnya yang menyebalkan. Ia datang untuk menyelamatkan Ryeowook. Sepertinya, Ryeowook harus menarik kata-kata yang diucapkan nya kepada sang Appa mengenai Yesung yang bersikap menyebalkan.

"Kau...," Yesung menggeram marah melihat siapa orang yang menjadi dalang dibalik penculikan Ryeowook. Tak disangkanya, dia adalah ayah dari teman satu akademinya saat di sekolah agen dulu.

"Ternyata, Kangin cukup khawatir dengan keselamatan putra tersayangnya sampai meminta agen muda berbakat ini untuk menjadi bodyguardnya." Ujar namja paruh baya itu sambil memamerkan seringai mengerikannya

"Diam kau, Choi Seunghyun." Desis Yesung.

Namja paruh baya bernama Choi Seunghyun pun hanya terkekeh pelan melihat reaksi yang diberikan oleh teman dari anaknya, Choi Siwon sekaligus anak didiknya saat di akademi.

Sementara Ryeowook yang melihat dari dalam saluran ventilasi yang berada diatas ruangan itu mengernyit bingung. Kenapa kedua orang ini nampaknya saling kenal? Ada apa sebenarnya?

.

.

.

~TBC~

.

.

.

Hahaha, selesai juga chap 3 XD

L udah berapa lama ga update nih? 2 minggu yah? Apa lebih? Hehehe mian ne Xd

L belum bisa nambahin adegan sweetnya Yewook di chap ini. Soalnya, L mau ngejelasin dulu jalan cerita nya Ryeowook oppa bisa kabur dari orang2 yang nyekap dia. Kalo ada adegan yang bikin bingung, mian ne. L belum berpengalaman bikin jalan cerita yang berbau aksi (bahasanya...)

Satu lagi, mungkin L bakal lama update ny lagi #plak. Soalnya, L udah mulai fokus lagi buat belajar. L udah kelas 2 nih, bentar lagi ujian kenaikan kelas. L ga mau nilai L sampe nurun DX jadinya L ga bisa sering2 update.

Okey deh, untuk kali ini L ga bisa balas reviewnya T-T

Soalnya L ga tau kalo oenni L lembur apa pulang cepet, jadi L ga bisa lama2 pake si Leppy T-T

Tapi L janji, L bakal bales reviewnya di chap depan, okeh XD

Akhir kata, gomawo udah sempet baca...

Kasih Review boleh?...