Hahhh…maaf karena terlambat buat updet, fic yang saya buat pada error semua jadi saya ngulang dari awal and juga saya banyak PR, n juga ulangan yang menanti didepan. Karena saya udah kelas 3, saya jadi pusing dengan tugas yang ada…T_T. Jadi mohon maaf sebesar-besarnya….
terus, adegan romancenya sasunaru belum ada keliatan dan sejujurnya saya payah dalam hal romace…*garuk-garuk kepala* jadi kalau udah ada jangan marah-marah ya…XD
Sebenarnya ini fic mau diupdet saat tahun baru, tapi saya sangat malas ngeupdetnya…*nyengir innocent langsung diranjaw*
Tanpa banyak basa-basi lagi, mari kita mulai….
.
.
.
THE GOOD AND EVIL SWORD
Author : Queen The Reaper
Disclaimer : Masashi kishimoto
Rating : T
Pairing : SasuNaru, DLL
Genre : Romance, Hurt/Comfort, supernatural and humor garing.
WARNING : BL, Typo, ancur, gak jelas, UPDET LAMA Dll…
DON'T LIKE DON'T READ…!
.
.
.
Terlihat banyak siswa dan siswi yang berhamburan keluar kelas karena pelajaran telah usai. Dan Naruto tampak sedang memasukan bukunya kedalam tas dengan tenagnya.
"Naruto! Aku pulang diluan ya…" Pamit gadis berambut pirang dengan ikat ekor kudanya.
"Iya!" sahut Naruto, "Oiya, jangan lupa bawa buku yang kubilang tadi ya." Sambung Naruto dengan cengirannya.
"Iya." Sahut gadis yang bernama Ino dan langsung keluar ruangan.
'Pulang ya…' Ucap Naruto miris dalam hati. Disekolah yang dipimpin oleh Neneknya Naruto ini memiliki dua asrama, yaitu asrama putra dan putri. Tetapi ada juga yang tidak tinggal diasrama sekolah, melainkan tinggal bersama orang tua mereka, dan Yamanaka Ino adalah salah satu murid yang tidak tinggal diasrama.
"Oi! Naruto kenapa bengong? Kobarkan semangat masa mudamu!" seru salah satu teman Naruto yang bernama Rock Lee si manusia lumut, err…yang terakhir itu julukannya karena dia seorang maniak Hijau.
"E-eh, iya-iya.." balas Naruto karena agak bingung melihat tingkah Lee yang selalu penuh dengan kobaran(?) semangatnya.
"Haha…aku diluan ya." Pamit Lee dan langsung menghilang dari hadapannya.
'Apa yang ditertawakannya? 'Tanya Naruto dalam hati dan sweat drop melihat tingkah temannya yang satu itu.
"Hei, ayo kita kembali keasrama bersama." Tiba-tiba Kiba muncul mengajaknya pulang keasrama bersama sambil merangkul bahunya. Dibelakang Kiba berdiri Shikamru dan Sai.
"Maaf, hari ini aku ingin keliling-keliling dulu." Tolak Naruto.
"Kalau begitu ku temani ya." Tawar Kiba.
"Eh, tidak usah. Kiba diluan aja." Tolak Naruto lagi.
"Yah…padahal aku ingin jalan bersama." Ujar Kiba dengan wajah sedih yang dibuat-buat.
"Hehehe…maaf…" ucap Naruto dengan cengirannya sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.
"Hmm…baiklah, kami diluan ya, Naruto." Pamit Kiba dan langsung berjalan kearah pintu keluar. Shikamaru mengikuti Kiba dari belakang sambil memasukan kedua tangannya kedalam saku celannya, kemudin dia mengangkat salah satu tangannya keatas sebagai isyarat dia pergi diluan.
'Huh, dasar sok keren' Dengus Naruto dalam hati sambil tersenyum melihat gaya Shikamaru tadi. Dan kemudian disusul Sai.
"Aku diluan ya, Naruto. Dan hati-hati tersesat dijalan." Ucap Sai dan tak lupa dengan seyumannya.
'Huh, entah kenapa senyumannya itu terkadang terasa menyebalkan.' Pikir Naruto sambil membalas senyum Sai.
"Dobe." Panggil Seseorang yang pasti kalian tau.
"Apa Teme." Sahut Naruto sedikit kesal dengan panggilan Sasuke.
"Jangan terlalu banyak tersenyum." Ucap Sasuke.
Naruto pun mengernyitkan alisnya pertanda bingung, "kenapa?" Tanyanya.
"Karena…." Ucap Sasuke menggantung. Sasuke terus memperhatikan wajah bingung Naruto, 'lucu.' Sasuke membatin.
"karena…" Naruto pun membeo ucapan Sasuke denga wajah yang semakin bingung.
"Karena…." Tampak Sasuke sangat ingin mengerjai Naruto.
"Grahhh…..karena, karena mulu sih. Cepatan bilang." Ucap Naruto sambil mengacak-ngacak rambutnya yang memang udah acak-acakan. Tampak raut bingung dan kesal menjadi satu diwajahnya.
Ingin rasanya Sasuke tertawa sekeras-kerasnya karena melihat Naruto yang frustasi, tetapi karena dia adalah seorang Uchiha jadi dia harus bersikap cool.
"Karena, jika kau terus tersenyum terlalu lebar, maka gigimu akan mengalami yang namanya kekeringan karena terlalu banyak diterpa angin." Ucap Sasuke yang cukup panjang dari biasanya. Sedangkan Naruto hanya bisa mencerna kata-kata yang dikatakan Sasuke. Setelah mengatakn itu Sasuke langsung pergi keluar dari kelasnya.
"BRENGSEK KAU, SASUKEEE…!" teriak Naruto dari dalam kelasnya sedangkan Sasuke hanya bisa tertawa kecil. Hah…andai aja koridor sekolah gak sepi, pasti bakalan banyak para wanita yang tepar ditempat karena melihat tawa pangeran sekolahnya.
.
.
.
Saat ini Naruto sedang berjalan dikoridor sekolah, tetapi ada sesuatu yang menarik perhatiannya. Terlihat sebuah poster yang tertempel disebuah papan pengumuman. Dia terus memperhatikan poster tersebut dan terlihat dari matanya yang bergerak kekiri dan kanan tanda ia sedang membaca Poster tersebut.
"Festival ya…" Gumamnya sambil terus memperhatikan papan pengumuman tersebut. Karena terlalu serius, Naruto tak menyadari jika ada seseorang yang datang mendekat kearahya.
"Hei." Panggil orang tersebut sambil memegang bahu Naruto dari belakang.
Naruto terlonjak kaget dan langsung memutar badannya untuk melihat sosok yang memanggilnya tadi. Terlihat seseorang dengan rambut hitam panjang, kulit pucat dan bola mata yang seperti…ular? Naruto terus mendongakkan wajahnya karena orang yang didepannya lebih tinggi darinya. Entah kenapa Naruto tidak bisa menggerakkan tubuhnya dan mengeluarkan suaranya saat mata mereka bertatapan langsung.
'Lari…'
Tiba-tiba dikepalanya terdengar suara yang memerintahkannya untuk lari, dan entah kenapa ia juga berpendapat sama dengan suara yang muncul dikepalanya tadi. Tapi apa daya? Dia tidak dapat menggerakkan badannya, seakan-akan ada sesuatu yang menahannya.
'Lari…' Dan suara itu pun terdengar lagi. Secara perlahan keringat sebesar biji jagung mengalir dipelipisnya.
"Kembalilah keasramamu. Jangan sampai aku menghukummu." Ucap pria tersebut dan langsung meninggalkan Naruto. Setelah orang tersebut melepaskan pandangannya dari Naruto, barulah Naruto dapat bergerak kembali.
"Kutemukan.." Ucap pria itu seperti bisikan dengan seringai lebar yang menakutkan.
Naruto terus memandangi punggung orang tersebut sampai membelok ditikungan koridor dan menghilang dari pandangannya.
"Bahaya…" Gumamnya, "Dan tadi itu suara siapa…" Naruto memegang kepalanyadengan sebelah tangan. Bingung dangan suara yang muncul dikepalanya tadi. Kemudian Naruto terus memperhatikan tikungan tersebut sampai-sampai tak sadar jika dibelakangnya ada seorang gadis manis.
"Hei." Panggil gadis itu tetapi Naruto tetap tak menggubrisnya, "Hei blonde, dengar tidak sih." Ucap gadis itu dengan rambut yang berwarna soft pink. Naruto tetap tidak meresponnya sama seperti tadi, "HELLO BLONDEEEE…" akhirnya gadis itu mengambil jalan pintas, yaitu berteriak tepat dikuping orang yang sedang dipanggilnya tadi.
"WAKKSS…." Teriakan kaget pun terdengar dari Naruto, "OI! Kira-kira dong teriaknya." Ucap Naruto dan langsung berbalik dan tadaa…terlihatlah gadis manis tadi.
"Huh, makanya jangan melamun saja." Dengusnnya.
"Maaf…" Ucap Naruto dengan wajah sedikit merasa bersalah karena memang dia yang salah. Gadis itu memperhatikan Naruto dari atas sampai bawah, 'Waw, manis. Pasti tipe uke sejati.' Ucap gadis itu dalam hati. Dan ia pun menyeringai.
"Aku gak mau." Ucapnya singkat dan dengan wajah kesal agar terkesan sedang marah. Naruto yang memang merasa salah , bakalan jadi tidak bisa tidur ditengah malam jika orang yang sudah menjadi korban kesalahannya tidak memaafkannya.
"Jadi aku harus bagaimana…?" Tanyanya. Gadis itu langsung menyeringai senang mendengar perkataan Naruto.
"Aku mau kau mengikuti drama sekolah untuk festival nanti, bagaimana?" Tawar gadis itu. "Oiya, Namaku Haruno Sakura dari kelas 2-2. Siapa namamu?" Tanya Sakura dan menjulurkan tanganya kanannya.
"Eh? namaku Uzumaki Naruto dari kelas 2-1." Naruto pun membalas uluran tangan Sakura, "Tapi…aku gak bisa akting." Sambung Naruto dengan wajah yang memelas.
"'Pasti bisa!" Seru Sakura tiba-tiba hingga membuat Naruto terlonjak kaget dari tempat berdirinya, "Umm, maksudku pasti bisa kok, lagian aku sedang kekurangan pemain buat pentas nanti." Ucap Sakura dengan suara yang sedikit lebih pelan dari pada yang tadi, dan jangan lupa muka memelasnya juga dipasang (?).
"Umm…bagaimana ya…" Nampak Naruto sedang menimbang-nimbang tawaran Sakura. Naruto melirik Sakura dan Sakura langsung memasang wajah semelas-melasnya agar Naruto mau ikut dalam drama sekolah nanti. "Huh…baiklah…" Ucapnya pasrah.
'YEY…!' sorak-sorai inner Sakura, "Terima Kasih." Ucap Sakura gembira. Naruto memerhatikan sesuatu yang ada didekapan Sakura.
"Apa itu" Tanya Naruto pada Sakura.
"Oh, ini?" Tanya Sakura sambil melirik gulungan kertas yang ada didekapannya. Dan dijawab anggukan cepat dari Naruto, "Ini cuma poster acara drama untuk festival kok." Jawab Sakura. Naruto membulatkan mulutnya tanda mengerti.
Naruto melirik jam tangannya sesaat dan kemudian membuka suaranya, "Umm, aku pergi diluan ya, Sakura." Kemudian berlari melewati Sakura dan sempat melambaikan tangannya untuk sesaat. Sedangkan Sakura hanya tersenyum…puas?
'Akhirnya.., Uke manis bertambah juga.' Ucap inner Sakura dengan mata berapi-api. Dan Sakura pun dengan semangat menempeli poster yang ada didekapannya tadi.
.
Saat ini Naruto sedang berada dibelakang sekolah, duduk dibawah pohon sambil menikmati hembusan angin sore. "Hah~…ini sungguh menyenangkan." Ucapnya seraya menikmati hembusan angin yang menerpa wajahnya sambil memejamkan matanya. Tiba-tiba dia teringat dengan pria yang menegurnya tadi, dia merasa familiar dengan mata yang dimiliki oleh pria tadi. Naruto membuka matanya, 'Sepertinya dia guru disini.' Ucap Naruto dalam hati dan kemudian memejamkan matanya kembali, berusaha mengingat seseorang yang memiliki mata yang sama dengan orang tadi. Dan hasilnya….
Nihil…
"ARRGGG….!" Erangnya sambil mengacak rambutnya frustasi karena tidak dapat mengingatnya. Dia melipat tangannya didepan dada, "Kenapa gak bisa ingat ya? Atau hanya perasaanku saja?" Tanyanya entah pada siapa. Naruto kembali tenang dengan menyandarkan badannya kepohon besar dibelakangnya, "Hahh…" helaan nafas pun terdengar dari bibirnya. Karena terlalu lelah akhirnya Naruto tertidur dibawah pohon yang rindang itu.
.
.
.
"Hei!" panggil seseorang dengan gaya rambut seperti pantat ayam kapada pria yang sedang berjalan dikoridor, "Apa kau lihat Uzumaki Naruto?" Tanyanya.
"Tidak." Jawab orang tersebut dan pergi meninggalkan Sasuke.
"Ck, si dobe itu kemana sih." Dumelnya. 'Kenapa aku jadi khawatir? Padahal dia bukan siapa-siapaku Ucapnya dalam hati. "Hahh…sebenarnya dia kemana sih.." ucapnya lagi sambil memandang keluar jendela yang memperlihatkan langit yang sudah berubah warna menjadi kejinggaan menandakan sang malam akan datang.
Sasuke melanjutkan perjalanannya mencari Naruto. Ia berjalan lurus mengarah kekamar milik Shikamaru dan Kiba.
TOK..
TOK..
TOK…
Sasuke mengetok pintu milik ShikaKiba dan menunggu sang pemilik untuk membuka pintu tersebut, "Ck." Decaknya kesal karena pintu yang ditunggunya tak terbuka juga. Sasuke mengangkat tangannya hendak mengetok pintu itu kembali, tetapi sebelum ia berhasil mengetoknya ,seseorang sudah membukanya terlebih dahulu.
CEKLEK..
Dan terlihatlah Shikamaru yang sedang menggaruk-garuk belakang kepalanya dengan malas-malasan dan juga terlihat jelas jika dia baru saja terbangun dari tidurnya.
"Ada apa? Hoamm…" Tanya sambil menguap lebar-lebar. Kepala Sasuke berkedut saat melihat Shikamaru menguap didepannya.
"Tak bisakah kau menutup mulutmu saat menguap?" Tanyanya kesal.
"Mendokusei…ada apa?" Tanya Shikamaru malas-malasan.
"Apa kau melihat Naruto?" Tanyanya.
"Tidak. Apa dia belum kembali?" Tanya Shikamaru.
"Hn." Dan itulah jawaban Sasuke.
"Naru-chan?" tiba-tiba Kiba muncul dari balik tubuh Shikamaru dan melihat kekanan dan kekiri, "Loh? Naru-channya mana?" Tanya Kiba.
"Dia belum kembali." Jawab Sasuke singkat. Walaupun Sasuke mengucapkan dengan nada datar dan berwajah stoic tetapi tetap saja dalam hati udah kayak induk kehilangan anaknya, atau seseorang yang kehilanagnan belahan jiwanya?
"Heh, sepertinya kau khawatir dengan si pirang itukan? Apa kau menyukainya?" Tanya Shikamaru dengan nada malasnya.
Sasuke terpaku mendengar pertanyaan yang dilontarkan Shikamaru, terlihat dia seperti memikirkan sesuatu dan tak lama kemudian Ia menyeringai, "Sepertinya iya, bukan. Tapi pastinya iya." Jawabnya yakin.
"Hahh…sudah kuduga, dari sikapmu itu sudah bisa kutebak." Jawab Shikamaru dengan menghela nafasnya.
"APA…! Kau menyukainya!?" Kiba langsung histeris mendengar jawaban yang dilntarkan Sasuke, "Tidak, tidak…dia tak boleh bersamamu, dia itu anak yang baik. Sedangkan kau mesum dan…yah…lumayan ganteng sih…" Ucapnya, "Walaupun aku baru mengenalnya tetapi instingku tak pernah salah." Sambungnya.
"Heh, insting anjingmu keluar rupanya." Ucap Sasuke sinis.
"Apa!" Ucap Kiba yag mulai kesal.
"Jadi apa dia belum kembali?" Tanya Shikamaru pada Sasuke agar mengalihkan perhatian Kiba.
"Apa dia tersesat." Ucap Kiba dengan wajah khawatirnya.
"Mungkin saja." Ucap Shikamru santai.
"Heh, bagaimana bisa kau santai saja jika temanmu ada yang menghilang." Ucap Kiba geram.
"Bukan begitu, hanya saja dia itu bukan anak-anak lagi. Dia bisa menjaga dirinya sendiri."
"Walaupun begitu bagaimana terjadi sesuatu terhadapnya?" Tanya Kiba kesal.
"Ck, bisa kalian hentikan pertengkaran suamisuami kalian?" Tanya Sasuke dengan wajah datarnya tetapi terdengar sinis.
"Heh, siapa yang jadi suaminya? Dan sejak kapan pula?" Ucap Kiba sambil menunjuk tepat ke hidung Shikamaru.
"Sebentar lagi." Ucap Shikamaru dengan memperlihatkan seringainya kepada kiba dan Sasuke pun ikut menyeringai karena mengetahui maksud dari seringai Shikamaru.
'Me-mereka berdua ini kenapa?' Tanya Kiba ngeri dalam hati.
"Bantu aku mencarinya." Ucap Sasuke dengan nada memerintah dari pada meminta tolong sambil memasang wajah datarnya kembali.
"Ck, dasar Uchiha. Apa susahnya mengatakan "tolong" pada orang lain" Cibir Kiba.
"Mendokusei…" Dengan malas-malasan Shikamaru langsung keluar dari kamarnya dan diikuti dengan Kiba sambil menutup pintu kamarnya.
.
"Umm~…" Naruto menggeliat dan secara perlahan membuka matanya. "hah! Jam berapa ini?" ucapnya panic dan langsung bangkit dari tidurannya, "Aduh…bisa-bisa aku dimarahi sama Iruka sensei. " ucapnya horror. Naruto langsung bangkit dari duduknya dan langsung berlari masuk kedalam tanpa menyadari kalau dia salah masuk gedung sekolah. Baru beberapa langkah berlari ia berhenti mendadak dan terdiam, "Ini….dimana…" dia terus memperhatikan setiap arah. "Kenapa Baa-chan membuat sekolah seperti labirin begini!" Teriaknya nyaring. Dan ternyata dia lupa arah pulang…==a
Disuatu tempat
"HUACHIM…HUACHIM…" Tsunade yang sedang bermain kasino terbersin-bersin dan menggosok hidungnya.
"Nona Tsunade, apa nona tidak apa-apa?" Tanya Sizune.
"Sepertinya aku terserang flu..hacchim….." Ucap Tsunade sambil menggosok-gosok hidungnya.
Dikoridor sekolah lantai 2
"Seperti suara Naruto." Ucap Kiba yang mendengar suara Naruto yang menggema dikoridor sekolah,"umm….disana" Ucap Kiba seraya menunjuk kepintu yang dibaliknya terdapat jembatan penghubung kegedung kedua.
"Hahh…pasti dia tersesat." Dengus Shikamaru.
"Hn. Akhirnya kuping anjingmu berguna juga" Sambung Sasuke dan langsung berjalan menuju arah suara yang mereka dengar tadi.
"Ck, Uchiha satu itu, ingin aku memotongnya dan memberikan dagingnya pada anjing peliharaan kakakku." Ucap Kiba penuh dendam.
"Kenapa tidak diberikan kepada Akamaru saja?" Tanya shikamaru.
"Hell.., aku tidak mau anjingku terkena virus kesombongannya dan bersifat stoic." Ujar Kiba sambil membayangkan anjingnya berwajah stoic(?) dan berjalan melewatinya.
Sasuke tidak mau mengambil pusing dengan ucapan Kiba, dia hanya diam dan terus berjalan dipaling depan. Mereka berjalan lurus menuju sebuah jembatan penghubung dengan gedung sebelah sekolah, yaitu gedung kedua.
.
"Ini dimana…" Ucap Naruto setengah mewek(?). Dia terus berjalan dan menemukan sebuah pintu yang sedikit terbuka, kemudian Naruto melirik papan yang berisikan tulisan PERPUSTAKAAN yang tergantung diatas pintu tersebut. Terlihat Naruto seperti sedang memikirkan sesuatu. "Mungkin saja ada orang , jadikan aku bisa bertanya." Ucapnya dan langsung masuk kedalam Perputakaan sekolah tersebut.
Naruto mengedarkan pandangannya, melihat sekeliling untuk mencari orang yang bisa ditanyainya. Dan hasilnya nihil, yang terlihat hanyalah rak-rak dan lemari buku yang jumlahnya bisa dibilang terlalu banyak, tidak ada siapapun disana.
"Rasanya aku mau muntah." Ucap Naruto yang merasa mual melihat buku yang ada disetiap pandangnya.
"Dilarang memuntahkan Isi perutmu didalam perpustakaan." Ucap seseorang berambut merah bata yang menggunakan kaca mata.
Naruto kaget dan langsung memutarkan badannyan untuk melihat orang yang ada dibelakangnya, 'Kenapa satu harian ini orang senang membuatku terkejut sih, gak tau apa kalau jantungku bisa lompat.' Ucapnya kesal dalam hati.
"Ada apa, Gaara?" Tanya seseorang muncul dibelakang pemuda yang dipanggil dengan nama Gaara tadi, "Apa yang kau lakukan disini Naruto?" Tanya sseseorang yang ternyata Neji.
"Waaa….Neji senpai!" seru Naruto dan langsung menghampiri Neji, "Syukurlah….aku sedang tersesat, dari tadi aku berjalan dan hanya menemukan peralatan dan bla…bla…bla…." Naruto terus mengoceh panjang hingga kedua orang yang ada didepannya bersweatdrop ria.
"Kau Mengenalnnya?" Tanya Gaara dengan pandangan yang terus mengarah pada Naruto yang mengoceh.
"Ya begitulah." Ucap Neji tersenyum tipis.
"Dan begitulah setelah dari laboratorium, aku masuk kesini mencari seseorang untuk ditanya." Ucap Naruto yang telah menyelesaikan ceritanya sambil menggaruk pipinya dan memasang senyuman lima jarinya.
'Satu tarikan nafas.' Ucap Gaara kagum dalam hati karena melihat Naruto yang bisa berbicara banyak dalam satu tarikan nafas.
Neji melirik kearah Gaara, ia melihat wajah tanpa ekspresi Gaara yang sedikit berubah dan terdapat pancaran rasa kagum dikedua matanya karena kehebatan Naruto dalam berbicara dalam satu tarikan nafas, "Unik kan?" Tanya Neji pada Gaara.
"Apanya yang unik?" Tanya Naruto dengan muka bingung.
"Bukan apa-apa. Perkenalkan, ini Sabaku Gaara. Dia ini ketua kedisiplinan dan juga teman sekelas ku." Ucap Neji memperkenalkan Gaara. Gaara mengulurkan tangannya untu bersalaman.
Naruto pun membalas ulurannya, "Aku Uzumaki Naruto dari kelas 2-1." Ucapnya senang.
Gaara menekukkan alisnya, "Uzumaki?" Gaara terheran dan terus memperhatikan Naruto dari atas sampai bawah, "Bukannya Uzumaki berambut merah?" Tanya Gaara.
"Umm…well, itu memang berambut merah dan ayahku berambut pirang, jadi aku berambut pirang seperti ayahku. Dan aku tidak tau kenapa margaku diambil dari ibu. Baa-chan yang menginginkannya." Jelas Naruto.
"Kau juga berambut merah, Gaara." Ucap Neji.
"Uzumaki dan Sabaku itu berkerabat jauh, Neji." Balas Gaara. Dan Naruto ber oh ria mendengar perkataan Gaara.
"Umm…bisa antar aku keluar gedung ini?" Tanya Naruto entah pada siapa sambil mengucek-ngucek mata kanannya.
"Hn." Gaara langsung berjalan kearah pintu keluar.
"Kenapa jadi mirip si teme brengsek itu." Grutu Naruto mendengar ucapan Gaara dan langsung mengikuti Gaara dari belakang bersama dengan Neji.
"Ada apa, Naruto?" Tanya Neji yang melihat Naruto terus menggosok-gosok matanya.
"Tidak apa-apa, hanya saja seperti ada sesuatu yang masuk." Jawabnya dan terus menggosok-gosok matanya.
"Coba ku lihat." Ucap Neji dan menghentikan langkahnya.
Naruto menghentikan langkah dan juga berhenti menggosok matanya. Secara perlahan Naruto membuka mata kanannya.
'aura ini..' Naruto langsung berlari kearah Gaara tanpa menghiraukan tatapan kaget dari Neji saat melihat Naruto yang dapat bergerak cepat dan langsung menubruk Gaara sehingga sedikit terlempar dari tempat Gaara berdiri.
PRANGG….BRAAKKKK… dan hampir disaat waktu yang bersamaan Naruto menubruk Gaara, kaca lemari buku yang cukup besar itu pecah seakan ada yang meledak didalam lemari tersebut dan kemudian lemari tersebut tumbang dari posisi tegaknya.
Naruto langsung bangkit dari atas tubuh Gaara dan menoleh kearah lemari yang jatuh tadi atau lebih tepatnya kearah seseorang yang berdiri tepat dibelakang lemari tersebut sebelum jatuh. Gaara berusaha mendudukan posisinya dan kemudian memandang horror lemari buku yang sudah jatuh itu, dan begitu juga Neji yang ikut memandang horror lemari tersebut. jika saja Naruto terlambat berlari dan menabrak Gaara, bisa dipastikan Gaara mati tertimpa lemari.
"Apa yang kau lakukan." Ucap Naruto yang terdengar marah. Neji dan Gaara mengalihkan pandangan mereka kearah Naruto dan seseorang yang Naruto ajak bicara.
"Aku mencari buku dan tiba-tiba lemari ini jatuh." Ucapnya dengan tampang yang datar.
"Bukannya jam segini siswa dilarang keluar dari asramanya? Dan juga perpustakaan sudah ditutup." Ucap Neji dengan pandangan yang dingin.
"Aku tidak tau." Ucapnya. Dia berjalan kearah Naruto, sedangkan Naruto memasang wajah dingin dan penuh dengan kewaspadaan.
.
.
.
"Hahh….Naruto~ kau dimana…." Panggil Kiba dengan gaya seperti orang yang uring-uringan, "Na-.."
PRANGG….BRAAKKKK…
Panggilan Kiba terhenti saat mendengar suara yang terdengar seperti kaca pecah dan sesuatu yang berat terjatuh.
"Apa itu?" Tanya Kiba sambil mencari asal suara sedangkan Sasuke dan Shikamaru juga mencari-cari asal suara tersebut. "Perpustakaan!" Seru kiba yang melihat lurus kearah perpustakaan. Sasuke langsung berlari meninggalkan ShikaKiba, dan kemudian Shikamaru juga berlari meninggalkan Kiba dibelakang.
"Oioi…! Rusa kenapa kau ikut ninggalin aku sih, Oi..!" Teriaknya dan langsung berlari. Sesampainya didepan pintu masuk perpustakaan, Sasuke dan Shikamaru mematung karena terkejut melihat keadaan perpustakaan yang bisa dikatakan cukup berantakan.
"Ada apa?" Tanya Kiba yang heran melihat kedua temannya yang terdiam. Karena tidak ada jawaban dari kedua temannya, Akhirnya Kiba mengambil inisiatif sendiri untuk melihat kedalam dan ia pun melebarkan matanya saat melihat keadaan tersebut. Terlihat Naruto yang berdarah dibagian kaki dan wajahnya sedang berdiri berhadapan dengan seorang pemuda berambut putih sambil saling melempar tatapan dingin masing-masing. Dan tak jauh dari Naruto, ada seorang pemuda berambut coklat yang sedang membantu pemuda lain yang berambut merah bata.
"Sampai jumpa, Naruto." Bisiknya pada Naruto hingga tak terdengar yang lain. Pemuda itu berjalan melewati NejiGaa dan saat hampir mencapai pintu keluar, dengan cepat ia melemparkan Sesutu tepat kearah wajah Naruto tanpa menoleh kebelakang.
TAP…
Dengan cepat Naruto berhasil menangkap sebuah benda yang dilemparkan pemuda tadi dan ternyata itu adalah Wakizashi*. Semua orang yang melihat itu terkajut disertai rasa kagum akan kecepatan tangan Naruto dan pemuda tadi.
"Kembalikan jika kita bertemu lagi." Ucap pemuda itu dan jalan kembali melewati tiga orang yang mematung didepan pintu perpustakaan.
.
"Gaara senpai, apa kau tidak apa-apa?" Tanya Naruto yang sudah menghampiri Gaara.
"Aku tidak apa-apa, seharusnya kau memperhatikan keadaanmu terlebih dahulu." Ucap Gaara yang melihat keadaan kaki dan wajah Naruto yang terkena pecahan kaca.
"Ah, Iya juga, hehe…aww…" ringisnya diakhir kata karena berusaha tersenyum disaat terdapat luka gores dipipinya.
"Sebenarnya ada apa ini, Nartuto?" Tanya Kiba dengan sorot mata meminta penjelasan.
"Tidak ada apa-apa, tadi anak itu sedang mengambil buku dilemari yang jatuh itu, tapi saat ingin mengambil lemarinya tiba-tiba jatuh dan voala! Jatuh deh." Beri tahunya. Mata Kiba memicing melihat Naruto, Kiba merasa tidak puas dengan jawaban yang dilontarkan oleh Naruto, sedang kan Naruto hanya tersenyum tipis–tak berani tersenyum lebar-lebar karena lika diwajahnya–.
"Dobe, ayo kita kembali keasrama dan mengobati lukamu itu." Ucap Sasuke dan langsung menarik tangan Naruto.
"Tunggu." Cegah Gaara. Dan Sasuke maupun Naruto menoleh kearah Gaara, "Lebih baik obati diUKS sekolah saja." Ucapnya.
"Tapi ini sudah masuk jam malam, tak mungkin ruang UKS masih terbuka." Ucap Kiba.
"Aku punya kuncinya." Gaara pun menunjukkan gerombolan kunci yang menggantung menjadi satu. Semua orang –kecuali Gaara dan Neji– sweatdrop melihat banyaknya kunci yang dipegeng oleh Gaara.
'Dia tukang kunci apa penjaga sekolah.' Batin mereka bersamaan dan jangan lupa dengan sweatdropnya. Terlihat Sasuke berpikir untuk pergi ke UKS sekolah.
"Lebih baik bawa Naruto ke UKS sekolah saja, dari pada keasrama pasti jadi lebih lama, karena lebih jauh." Ucap Shikamaru karena melihat Sasuke yang jenius terlalu lama mengambil keputusan. Dan setelah itu Sasuke menyetujui perkataan shikamru.
UKS SEKOLAH
"aw….awww….shhh…." Terdengar suara Naruto yang meringis saat Sasuke sedang membersihkan luka diwajah Naruto, "..aww…aw…pelan-pe…AWW…brengsek." Umpat Naruto saat Sasuke menekan lukanya kuat.
"Diam dikit bisa enggak sih! Kau ini terlalu banyak mengeluh." Semprot Sasuke yang gemas dengan ringisan Naruto.
"Sakit tau." Omel Naruto.
"Makanya diam biar gak tambah sakit." Perintah Sasuke. dan Naruto hanya bisa merenggut melihat temannya yang satu itu.
Neji sedang membersihkan luka dikaki Gaara yang sedikit tergores kaca. Gaara sedikitpun tidak memperliahatkan atau mengeluarkan suara ringisan, yang terdapat disana hanya datar.
"HEI..! apa kerjamu hanya tidur, pantas saja kau menyuruh keUKS." Ucap Kiba kesal dengan Shikamaru yang sudah tertidur pulas ditempat tidur uks tersebut. Kiba terus menggoncag-goncang Shikamaru yang tertidur dengan kesal.
"Naruto." Panggil Neji dan Naruto pun menoleh.
"Ya?" jawabnya.
"yang kau pegang itu…bukannya Wakizashi?" Tanya Neji sambil menunjuk kearah pedang kecil yang digenggam ditangan kanan Naruto.
Naruto melihat wakizashi itu, pedang tersebut berwarna putih susu dengan pegangan pedang berwarna hitam berukirkan naga berwarna putih susu juga. "Kaguya…" Ucapnya.
Mata Neji langsung melebar saat mendengar nama klan yang disebutkan oleh Naruto, "Bukannya mereka sudah tidak ada lagi, tidak mungkin…." Ucap Neji dengan nada tak percaya dengan apa yang Naruto katakan.
"Percaya tak percaya, tapi ini kenyataan." Dengan nada dan wajah serius Naruto bangkit dari duduknya dan memperliahatkan lambang yang terdapat diwakizashi itu. Shikamaru membuka sebelah matanya dan memandang ekspresi yang mereka –Neji dan Naruto- keluarkan.
"Sepertinya serius." Gumam Shikamaru. Sedangkan Kiba, Gaara dan Sasuke tak mengerti dengan apa yang dibicarakan Neji dan Naruto, tetapi Gaara dan Sasuke menangkap bahwa ini adalah sesuatu yang buruk.
"Naruto, Apa kakimu tidak sakit?" Tanya Kiba yang merusak atmosfer keseriusan yang ada.
.
.
hening
"Aduduh…kakiku…" dan ternyata yang ditanya baru sadar sekarang. Sasuke hanya menepuk jidatnya karena kedobean -calon-uke nya. Sedangkan yang lain hanya sweatdrop melihat Naruto yang merengek kesakitan.
TBC
KETERANGAN :
* Wakizashi (bahasa Jepang: 脇差) adalah pedang Jepang tradisional dengan panjang mata bilah antara 30 dan 60 sentimeter (antara 12 hingga 24 inci), serupa tetapi lebih pendek bila dibandingkan dengan katana yang sering dikenakan bersama-sama. Apabila dikenakan bersama, pasangan pedang ini dikenali sebagai daisho, yang apabila diterjemahkan secara harafiah sebagai "besar dan kecil"; "dai" atau besar untuk katana, dan "sho" untuk wakizashi.
dan diketahui bahwa wakizashi lebih tajam dari pada katana karena wakizshi memiliki ketebalan yang lebih tipis dari pada sebuah katana.
BALASAN REVIEW YANG GAK LOGIN
uzumaki wulan
Ma-maaf terlamabat….*garuk-garuk kepala*
thank you….:D
maryanti
terimakasih mau menunggu….
Kimidori sewing
Maaf gak bias updet kilat, juga kurang panjang…
kemungkinan besar bakalan ada nejinaru.
maaf kurang panjang….:(
Maaf karena ficnya makin lama, makin gak bagus dan juga gak jelas….abis saya dah lumayan lama gak buat jadi malah gugup pas buatnya….:D
Dan untuk fic yang satu lagi…masih diproses…jadi yang sabar ya…;D
Terimakasih sudah mau baca dan review fic gaje saya ini, saya harap readers sekalian suka…:D
See u in the next chapter…
.
.
.
REVIEW PLEASE
