HAHAHAHAHA! Banyak yang katakan beberapa adegan mirip 'Maaf' Kak Sita 'kan~? Karena memang betul~! Walau sedikit modifikasi, ini juga semacam cara saya untuk memperkenalkan doujin 'Maaf'!

*Warning caps-lock jebol*

DOUJIN 'MAAF' ADALAH DOUJINSHI SEJARAH TERHEBAT DAN OLEH PELUKIS YANG HEBAT!

Ehem! Personilitas lain saya keluar…

Pokoknya, mari langsung ke cerita! Bersedia akan GAJE-NESS!

Hetalia © Himaruya Hidekaz


Indonesia Foreign Relationship

Chapter 3: Europe


Netherlands

~Kantor~

" Susu sapi dengan susu kambing hanya beda binatangnya." Netherlands yang memberi susu untuk Nesia yang sakit tapi tetap bekerja(karena dipaksa) berkata sambil masih menghisap pipanya.

" Berarti kami dan kalian sederajat." Nesia berkata dengan muka datar.

" KAU!"

" Kalau saja kami masih sekuat pada saat kerajaan papa Sriwijaya, pasti kalian akan langsung jatuh!" Nesia bagai sudah sembuh tersenyum licik.

" Heh! Itu dahulu…" Netherlands kembali membaca korannya.

" Pfft! Datang dari seorang negara yang merupakan asal Cornelis de Houtman yang dibunuh perempuan dan makin parah, perempuan itu seorang janda! Ah~! Sungguh salut aku pada Malahayati dan Inong Balee!" Nesia berkata, membuat Netherlands naik darah pada ingatan itu. " Dan aku akan memasak Marijuana kau LAGI!" Nesia kembali minum susu dan makan biskuit yang disediakan sementara Netherlands sudah membanting pintu untuk keluar dan melindungi tanaman Marijuana-nya.

~Tempat Tidur~

" Ara~ Tidak pernah aku ketahui pak Netherlands punya hobi begini~"

' Apa yang dilakukannya disini?'

" Eh! Salah! Bu, silahkan menari dengan tarian yang kau curi dariku~ Hahaha! Mari kita lihat anda menari! Bu, kau memiliki ototyang bagus~"

Netherlands sekarang menyesal mencuri tarian adat Nesia dan menggunakannya untuk tarian mesum…(tentu tidak semua pakaian dilepas, tapi pakaian seperti Jasmine di D*sn*y)

~Batavia~

" BENTAR! KAK NESIA!" Jakarta membanting pintu kantor kakaknya. Sang kakak tampak terkejut dan kertas-kertas kerja berserakan.

" APA!?"

" KAK! Buku ini! SAAT NETHERLANDS MABUK NAMA BATAVIA DIBERIKAN PADAKU!?" Jakarta berteriak pada oktav tertingginya.

" GAK USAH TERIAK KALI!"

" GIMANA GAK TERIAK!?"

" IYA! JADI!? SELESAI DAN KELUAR!"

~Militer~

" Dan bayar."

" Kau tidak pernah berubah…"

" Hmm…"

" BEGINI AKU LEBIH MAU BELI SENJATA DARI IVAN!" Nesia berteriak melihat harga tinggi yang diberikan oleh Netherlands.


Russia

(Paling mainstream karena hubungan bersama paling lama dan TIDAK PERNAH PUTUS walau masalah sekritis apapun!Hati-hati author OTP-nya RussIndo)

~1894~

" Kolkolkolkolkol~ Mau jadi kawanku?" Russia dengan mengerikannya menanya Nesia.

" Eh? Baiklah!" Nesia yang masih sangat polos menjawab dengan senyuman cerah.

" Hehe~ tentunya t- BENTAR APA!? Kau sudi!" Russia langsung terkejut ajakan bertemannya diterima.

" Tentunya~!" Nesia masih tersenyum, Nesia kau betul-betul terlalu polos…

~ Operasi Trikora~

" I-Ivan-kun! Betulan mau kasih ini kapal perang ini!?" Nesia melihat kapal perang yang hebat sekali kekuatannya… tidak tapi HEBAT AWESOME KEKUATANNYA!

" Namanya Орджоникидзе 310 (Ordzhonikidze 310)!" Russia tersenyum gembira melihat teman baiknya senang dengan kapal yang diberikannya.

" Uwahh~ Gimana aku nyebutkannya… Ah! Aku beri nama baru saja ya! KRI Irian! Sekarang ayo rebut Irian dari kepala-tulip bodoh itu!" Nesia ketawa di pinggir pelabuhan sambil berkacak pinggang dengan tawaan.

" Hehe~ terserah kamu sajalah~" Russia ikut-ikutan dengan Nesia. " Oh iya… Melati, ini special untuk kamu saja dan tidak akan aku buatkan atau berikan pada negara lain!" Russia tersenyum manis, mendengar perkataan Russia membuat pipi Nesia merona.

(( Russia x Indonesia: The Strongest Military Mate))

Trivia:

Sejak kapal KRI Trikora berada di tangan Indonesia, bahkan Amerika Serikat takut dengan Indonesia dan disegani dunia! IYA! DITAKUTI DAN DISEGANI OLEH DUNIA! KITA! Ehem! Terima kasih pada Russia, Indonesia sangatlah ditakuti karena… Senjata Yang Kuat + Tentara Yang Banyak dan Terlatih: Kekuatan yang HEBAT!

Tapi, KRI Irian atau Орджоникидзе 310 sudah pensiun dan lokasinya tidak dapat ditemui a.k.a hilang! DIMANA KAU KRI IRIAN! Setelah ketemu… Harus kita perbaiki, kalau bisa dengan bantuan Russia-kun… Semuanya untuk… MENEROR! XDDD

((Back to the story~))

~Perang Dingin(G30S/PKI)~

" Maaf Ivan-kun…" Nesia dengan muka datar berkata.

" Eh?"

" Walau Viet, Bang China, Bang Hyung, bahkan Laos yang baik ikutan kamu 'kan?" Nesia hanya tersenyum sedih.

" Hehe! Indonesia ada di sisiku!" America tiba-tiba menepuk bahu Russia dari belakang, membuat Russia melompat dan langsung menjauh dari America.

" Tidak sepenuhnya… Ini hanya karena kau banyak menolong."

" K-kenapa!?" Russia bertanya saat Nesia berjalan di belakang America yang berjalan ke rumah Nesia dengan Jakarta yang menunggu di depan pintu.

" PKI memberontak dan menarget salah satu Noto Nogoro, yaitu Insinyur Soekarno… Dan pembantaian di mana-mana.." Nesia menggigit bibir bawahnya dan terus melangkahkan kakinya tanpa berhenti, meninggalkan seorang Nation-tan yang barusan kehilangan temannya. [1]

' T-tapi! Dia memberikan nama-nama anggota PKI pada militernya! Dan berpikir situasi politis kamu sedang menguntungkan baginya!' Russia ingin sekali mengatakan itu tetapi sayangnya, teman terbaiknya telah dibawa sang monster lebih jauh ke dalam nafsunya untuk menjadi yang terkuat dan paling berkuasa.

WTF Fact: Ir. Soekarno gak apa-apa dengan PKI asal bisa ngalahin Malaysia… OMG! XD

[1] Noto Nogoro barusan ada tiga suku kata.

No : Soekarno

To: Soeharto

No: Yudhoyono

~Sekarang~

" Hmm? Datang lagi?" Nesia berkata setelah melihat Russia yang membawa banyak bunga matahari.

" Tentunya… Lagi pula, entah apakah ini kesalahan aku dalam membuat pesawat itu atau juga kesalahan sang pilot… Tapi aku tetap merasa bersalah, lagipula orangku tidak ada yang matinya... Yang penumpang…." Pelukannya pada bunga-bunga itu semakin erat.

" Memang masalah yang cukup lama~ Tapi sampai dua tahun kemudian? Walau sudah diselesaikan?" Nesia bertanya dengan senyuman, Russia hanya dapat mengangguk kecil dan berbisik " Karena jarang yang kubuat rusak atau tidak bagus…" walau hanya berbisik, Nesia dapat mendengarnya.

" Karena inilah kau tidak dapat bersenang-senang! Kau terlalu mengingat masa lalu! Dan tidak semua orang sempurna, ada saatnya dimana sesuatu yang kau buat akan rusak." Nesia menepuk-nepuk kepala Russia.

Sementara itu…

" Ngapain itu Russia dekat-dekat dengan Nesia gue!? Gak terima! Gak terima!" seorang pemuda Australia berteriak-teriak sedangkan koalanya hanya mendengus kesal dengan perilaku majikannya.

" Russia bahkan menolong Nesia dalam permasalahan presiden Nesia yang kita sadap!" England merinding dangdut mengingat ancaman Russia pada dirinya.


~ Spain~

" Halo! Aku Spain! Boleh dipanggil Antonio!" Spain menjabat tangan Nesia yang baru sepenuhnya merdeka dan akhirnya berada di World Meeting.

" Halo, saya Nesia. Nama manusia saya cukup Melati saja." Nesia tersenyum sadis tapi sayangnya si nation-tan Spanyol itu tidak dapat mendeteksinya tapi Romano dibelakangnya sudah bergetar ketakutan.

' Terkutuk kau! Setelah Portugal, eh! Datang saudaranya yang sama menyusahkan! Phili-chan sampai gak boleh mandi di sungai!' itulah isi kepala Nesia…

((Kurang informasi…))


~Italy Brothers~

" Aku Italy, bagian utaranya. Nama manusiaku Feliciano Vargas! Jadi kamu Nesia ya? Wah~! Ternyata alam dan kekayaan yang indah dan melimpah membuat kamu cantik sekali~!" Italy dengan senyumannya, ia menjabat tangan Nesia dan berbicara dengannya dengan nada carefree, membuat Nesia bingung seperti apa nation-tan seperti dia dapat menjadi salah satu 'tokoh utama' dalam WWI dan WWII.

" Oh iya! Aku perkenalkan, dia Lovino Vargas, Italy bagian selatan."

Romano dengan senyuman lebar langsung menjabat tangan Nesia " Pasti kamu salah satu nation-tan yang kesusahan dibuat oleh Spain itu 'kan! Wah~! Kalau mau komplain, datang aja ke aku! Aku akan dengarkan!"

" Omong-omong, kalian dua anak kecil yang imut dulu 'kan?" Nesia bertanya, teringat dahulu dia pernah bertemu dengan sepasang kakak beradik yang memiliki style rambut yang sama dengan Romano dan Italy.

" Hmm?" Italy tampak kebingungan.

" Bodoh! Rempah yang biasanya dibawa Turkey datang dari dia!" Romano membentak adiknya yang hanya tertawa kecil.

" Hahaha~ Jadi memang kalian." Nesia tertawa nostalgia.


~Portugal~

Seorang pemuda sedang berada di dalam sebuah lapangan luas, dikelilingi dengan penonton, pemuda itu sedang menunjukkan keahliannya sebagai seorang matador, mendapatkan banyak tepukkan tangan dari para penonton, di antara para penonton ada seorang personifikasi yang tampak muda, duduk di samping salah seorang sultan. Setelah selesai, ia mendekati sang sultan dan membungkuk sebentar sebelum engangkat kepalanya sedikit " Seperti apa?"

" Bagus sekali!" beliau bertepuk tangan, sementara sang personifikasi kecil itu menyadari bahwa sang pemuda tersenyum licik, membuat dia merinding.

~Perdagangan~

" Maaf, itu sudah yang paling murah!" Portugal dengan acuh tak acuh berkata, menghiraukan komplain para pembeli.

Nesia yang masih kecil hanya bisa duduk dan melihat apa yang terjadi dari dalam kamarnya yang dikunci.

-Timor Timur(Timor Leste)-

" Dia adikku!"

" Tidak dia anakku!"

" Timor! Kau akan ikut kakak ke ASEAN 'kan!"

" Tidak! Jangan Timor!"

Yang sedang diperebutkan hanya bisa terdiam, kepalanya terus-menerus berputar melihat kedua orang yang memperebutkannya.

" A-aku… mau masuk… ASEAN…" Timor memandang ke bawah saat mengatakan itu, membuat Portugal ternganga dan Nesia kegirangan.

" HA! Ambil itu!" Nesia menunjuk ke Portugal yang kecewa.


~United Kingdom~

" Aku akan mengambil alih dari saat ini…" bukannya Netherlands yang pulang, justru seorang laki-laki dengan mata dan rambut pirang seperti Netherlands tapi rambutnya tidak naik ke atas seperti tulip. Bajunya pun lebih seperti milik bajak laut… bentar! Ini bajak laut yang selalu disuruh Bang Ryukyu(Japan) untuk dijauhi!

Nesia mengambil langkahnya sedikit demi sedikit ke belakang, melihat ketakutan di muka cantik Nesia, pemuda itu mengambil tangan Nesia dan menciumnya membuat Nesia melonjak terkejut, " Aku England atau United Kingdom of Great Britain and Nothern Ireland , aku akan menjagamu sekarang, dear young lady."

~Inong Balee~

" Emm…"

" Ada apa Pak England? Ini Inong Balee! Pasukan perempuan terkuatku!" Nesia memperkenalkan Inong Balee. England merasa tidak nyaman dengan suasananya, dia di pandang oleh mereka. Dia sudah terbiasa dengan 'Virgin Power' tapi ini kebalikannya! Maksudnya mereka semua janda!

" Hmm… Kamu Inggris… Bu Nesia apakah ini tidak apa-apa?" Ibu!? IBU!? England mengalihkan perhatiannya ke badan kecil Nesia, seorang anak dipanggil ibu… Nesia yang sedang berbicara dengan Malahayati tiba-tiba mendengar suara lain " Nek Nesia datang!" pasukan lain masuk, England makin jatuh rahangnya mendengar panggilan Nesia.

" Pak England?" England langsung kembali ke dunia dengan suara lembut Nesia " I-iya?"

" Ini seluruh Inong Balee dan pemimpinnya Malahayati. Surat yang ingin anda berikan?"

"I-ini." England memberikan surat itu kepada Malahayati dan diikuti oleh Nesia dan sang Sultan untuk membacanya. 'Sampai Netherlands dan saudara Spain bodoh itu, si Portugal ketakutan dan kalah dengan perempuan, Malahayati itu… Harus hati-hati… Perempuan bisa menakutkan…' England dengan perasaan tidak enak menunggu ketiga orang didepannya berbincang dengan bahasa yang tidak dipahaminya.

Setelah jeda yang lama dan canggung, Malahayati dan sang Sultan berpaling menghadap dia dan Nesia duduk disebelahnya.

" Baiklah, kami akan membiarkan anda melakukan jual beli disini."

~Sekarang~

" Indonesia, mau minum teh? Rapat G20 ini tidak akan cepat selesai kalau mereka bertengkar terus." England memberikan Nesia yang saat itu duduk disampingnya segelas teh.

" Terima kasih. Omong-omong Ivan masih membawa perang kakaknya?" Nesia meniup teh yang ada di dalam gelas.

" Iya, kenapa?"

" Aku tidak ingin ada perang lagi… Lebihnya antara teman baikku dan kakaknya sendiri…" Nesia dengan mata sendu berkata, meletakkan tehnya ke meja rapat sambil melihat Russia yang sedang adu mulut dengan America dan Germany.

England tersenyum dan mengelus rambut hitam Nesia dan berkata, " Kelihatannya kau masih sepolos dahulu~"

" Oh iya! Kenapa kau dipanggil Nenek dan Ibu dahulu?"

" Karena aku berumur setidaknya dekat dengan Rome, kakeknya Italy."

Dan semuanya berpaling tidak percaya. Saat China, India dan Japan ingin diam-diam keluar dari ruang rapat, Nesia membuka mulut " Disitu ada kakek-kakek berumur 4.000 tahun dan yang berumur 2.674 tahun… Bang India mungkin sekitar 3.000 tahun…" Nesia menujuk ke ketiga nation-tan yang terhenti dari langkahnya.


~Germany~

" Germany-san, ini Indonesia." Japan memperkenalkan 'adik' barunya pada Germany.

" Guten tag, saya Indonesia dan bisa dipanggil Nesia untuk singkat." Nesia bungkuk untuk sementara dan setelah itu berdiri tegak lagi.

" Kau boleh kembali ke kamarmu…" Japan berkata dan Nesia menuruti.

" Indonesien… Kau mempunyai adik perempuan yang bukan hanya cantik, tapi kaya dalam bermacam hal dan sopan…" Germany masuk ke pose berpikir, Japan hanya mengangguk saja.

" Ada Franz Wilhelm tertarik dengan dia dan Walter Spies menetap di Bali untuk seni. Dan Netherlands setelah adiknya Belgium berpisah, dia memeras Indonesia yang masih anak-anak dan terus bekerja!" Prussia tiba-tiba ikutan nimbrung dengan mereka.

~Presiden B.J Habibie~

" Germany, terima kasih atas pembelajaran presidenku." Nesia berterima kasih pada Germany.

" Rasanya sedikit tidak perlu… Lagipula dia hanya sebentar saja 'kan?" Germany menggaruk kepalanya malu.

" Tidak! Dia presiden yang paling pintar yang aku milikki!" Nesia melakukan fist-pump dengan mata berbinar-binar.

~Jual-Beli~

" Apakah Germany memang memerlukan banyak sekali tembakau?" Nesia bertanya pada Prussia a.k.a Jerman Timur(East Germany).

" Terkadang, tapi aku dan Bremen yang biasanya tapi West selalu memarahkanku!" Prussia berkata sambil tertawa.

" Memang, kalau sudah tua sekali harus jaga kesehatan…" Nesia ikutan ketawa dengan Prussia.

" Umur kita menjadi masalah besar!" Germany dari kejauhan hanya bisa sweat-drop mengingat mereka berdua memang sudah sangatlah tua…


~Finland~

" Jika Nokia dan sebuah berlian di tabrakkan, apa yang akan terjadi!?" Nesia dengan bersemangat bertanya pada Finland.

" Harus kita coba itu!" Finland yang sama-sama bersemangat berkata.

-Armor?-

" Finland, aku mau beli Nokia sebanyak-banyaknya!" Nesia menelpon Finland dengan suara yang tinggi.

" T-turunkan suara sedikit…" Finland harus menjauh dari teleponnya karena suara Nesia.

" O-oh maaf."

" Buat apa?" dikeluarkannya sebuah catatan untuk mencatat pesanan Nesia.

" Untuk dibikin seragam buat semua tentara KOPASSUS kesayanganku!"

' Mereka akan susah dibunuh? Baiklah…'