"Tidak ada sex." ucap Kyuhyun dengan jelas.
"Apa?" tanya Siwon terlihat shock.
"Tidak ada sex sampai kita menikah. Itu syaratnya. Terserah padamu!"
"APA?" ujar Siwon dengan nada tinggi, membuat beberapa pasang mata menoleh ke arah mereka.
Siwon terlihat sangat terkejut dengan syarat yang diajukan oleh Kyuhyun. Namun, Kyuhyun hanya tersenyum kecil melihat reaksi Siwon. Dia merasa bahwa dia telah melakukan hal yang benar. Kyuhyun yakin, dengan begini, dia tidak akan jatuh ke lubang yang sama untuk ke sekian kalinya. Tidak akan. Dan bagian terbaiknya adalah, dia yakin bahwa mereka akan mengalami bulan madu yang hebat nantinya. Mereka akan melakukan malam pertama mereka sebagaimana seharusnya dilakukan oleh pengantin baru.
Kyuhyun melihat ke arah Siwon yang ternyata masih membiarkan kancing kemeja di bagian dadanya terbuka. Dan dia langsung membayangkan Siwon dengan tubuh atletisnya, sedang berbaring di ranjang sebuah hotel mewah, sedang menantinya, tanpa sehelai benangpun. Dengan membayangkannya saja, membuat wajah Kyuhyun memerah.
"Kau pasti bercanda!" kata Siwon yang akhirnya sadar dari keterkejutannya.
"Tapi, kenapa Kyu?" tanya Siwon menuntut penjelasan
"Karena aku ingin segala sesuatunya berbeda kali ini. Aku tidak ingin jatuh ke lubang yang sama. Aku mencintaimu, dan kau mencintaiku. Lalu, kita akan hidup bersama." jawab Kyuhyun tenang.
"Aku mencintaimu selama lima belas tahun ini, Kyu! Kita sudah menyia-nyiakan waktu selama lima belas tahun, dan ak-"
"Jadi, kita bisa menunggu sedikit lebih lama." Kyuhyun langsung memotong protes dari Siwon.
"Dan kemudian kita akan melakukan malam pengantin kita. Malam pertama kita sebagai sepasang pengantin baru..." ucap Kyuhyun dengan tatapan menggoda.
Dengan sengaja Kyuhyun melepas sepatunya dan mengangkat kaki kanannya di bawah meja, mengarahkannya ke arah paha dalam Siwon dan menaik turunkan kakinya beberapa kali disana. Wajah Siwon terlihat memerah menahan hasrat, kemudian dia menggeram pelan.
Untuk sesaat, hanya ada keheningan di antara mereka. Atau bisa dikatakan jika mereka sedang berkomunikasi dengan cara mereka sendiri.
"Well... sepertinya itu akan menyenangkan." ucap Siwon setelah dia bisa menahan hasratnya.
"Tentu saja!" jawab Kyuhyun.
Kyuhyun dengan sengaja melepas beberapa kancing kemeja atasnya, agar Siwon dapat dengan jelas melihat dada nya yang cukup berisi untuk ukuran namja dan nipple pink nya yang terlihat mencuat. Sementara itu kakinya di bawah meja sudah mulai naik dan dengan berani memainkan junior Siwon. Siwon terlihat kehilangan kata-katanya.
"Kau ingat malam ulang tahunmu? Di pantai itu? Kita bisa mengulangnya." ucap Kyuhyun dengan suara rendahnya yang terdengar sexy.
Jika mereka memang benar akan mengulangnya, Kyuhyun berjanji akan membawa alas kali ini. Pasir pantai cukup melukai tubuhnya, apalagi ketika gerakan namja diatasnya jauh dari kata pelan.
"Kau ingin membunuhku." desah Siwon frustasi.
"Kau membuatku membayangkannya, namun dengan sengaja menundanya." lanjut Siwon.
"Kau selalu hebat saat melakukannya, Kyu. Apa kau menyadari bahwa aku sangat ingin masuk ke bawah meja ini saat ini juga?" ucap Siwon sambil menggeram rendah.
Siwon pun meraih tangan Kyuhyun dan mulai menciuminya lagi. Tapi kali ini Kyuhyun tidak menyingkirkan tangan Siwon, bahkan dia tampak menikmatinya kali ini. Tubuh Kyuhyun mengingat sentuhan Siwon dengan baik meskipun setelah lima belas tahun mereka berpisah. Sentuhan lembut yang membuatnya menginginkan lebih.
"Malam pengantin, huh?" ucap Siwon kemudian.
Kaki kyuhyun di bawah sana masih terus bekerja memanjakan junior Siwon dan Kyuhyun rasa Siwon cukup menikamatinya, karena namja itu sama sekali tidak berusaha menyingkirkan kakinya.
"Ya. Malam pengantin." ulang Kyuhyun.
"Tetapi sepertinya aku akan mati karena frustasi lebih dulu." ucap Siwon benar-benar terlihat frustasi.
"Aku juga. Tunggu sebentar lagi, lalu kita bisa melakukannya sepuasnya."
Siwon dengan sengaja mulai mengulum jari-jari Kyuhyun dengan sensual. Kyuhyun terkesiap dan wajahnya langsung memerah menahan hasrat. Dia ingin sesegera mungkin pergi dari restoran itu sebelum pelayan menegur mereka.
"Jika Kibum mengetahui hal ini, mungkinkah dia akan..."
"Ah, sudahlah. Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Kibum. Aku ingin meraih sesuatu yang lebih jauh, dan Kibum bukan orang yang tepat untuk kuajak meraihnya, melainkan Siwon."
Kyuhyun cukup mabuk, namun dia cukup sadar dengan keputusan yang diambilnya. Dia tahu jika keputusannya terkesan terburu-buru, namun dia merasa yakin. Disaat hatinya tengah merasakan kekecewaan yang mendalam, Siwon datang menyembuhkannya.
Kyuhyun yakin jika dia memang harus berpisah dengan Kibum dan harus merasakan kekecewaan yang mendalam. Dan karma yang kini dia terima adalah sebuah pernikahan dan sex terhebat dalam hidupnya.
"Jadi, kapan kita akan menikah?" tanya Kyuhyun.
"Segera." jawab Siwon dengan frustasi menahan hasrat yang memuncak akibat ulah kaki Kyuhyun.
.
loeloe07
.
Sudah dua minggu dan Eunhyuk sangat khawatir dengan keadaan Kyuhyun. Dia tidak bisa tenang mengerjakan pekerjaannya sebelum memastikan bahwa dongsaengnya itu sudah merasa lebih baik. Karena kesibukannya, dia masih belum sempat menemui dongsangnya itu. Dan karena masih disaat jam kerja, maka Eunhyuk pun memutuskan untuk menghubungi Kyuhyun ke kantornya.
"Yeobseyo..."
"Yeobseyo... Eunhyuk hyung?"
"Oh... Ryeowookie?"
"Ne hyung, ini aku. Hyung mencari Kyuhyun?"
"Ne, aku ada sedikit urusan dengannya."
"Tapi hyung, Kyuhyun baru saja pergi."
"Makan siang di luar?"
"Tidak hyung, Kyuhyun mengatakan bahwa dia kan pergi shopping, dan tidak akan kembali ke kantor."
"Shopping?"
"Ne hyung. Kyuhyun hanya memberitahuku bahwa dia akan membeli barang-barang untuk keperluan berbulan madu."
Eunhyuk membeku.
"Apa aku salah dengar? Bulan madu? BULAN MADU?"
"Ryeowook-ah, apa maksudmu Kyuhyun akan menikah?" tanya Eunyuk meminta kejelasan.
"Kau tidak tahu, hyung?"
"Aku bertugas di luar kota dan baru kembali kemarin. I..i..ini... sangat mengejutkan. Baiklah, gomawo Ryeowook-ah."
Eunhyuk pun segera mengakhiri panggilannya. Dia sangat terkejut, tapi dia juga merasa senang.
"Akhirnya! Kyuhyun bertunangan dengan Kibum!"
"Tapi... bagaimana bisa? Bahkan Kyuhyun mengatakan jika hubungan mereka sudah berakhir. Apa yang terjadi?"
Eunhyuk pun memutuskan untuk mengirim pesan singkat kepada Kyuhyun.
"KAU BERTUNANGAN?"
Sedetik kemudian Eunhyuk mendapatkan balasan.
YA! Aku tak sabar untuk menceritakan semuanya padamu, hyung!
OMOO! Apa yang sebenarnya terjadi?
Semuanya begitu cepat. Aku pun masih tidak percaya. Dia tiba-tiba muncul kembali di hadapanku, mengajak bertemu di sebuah restoran, aku tidak tahu jika dia akan langsung melamarku. Semuanya begitu cepat terjadi!
Eunyuk harus berbicara langsung dengan Kyuhyun mengenai hal ini. Dia ikut senang karena Kyuhyun mendapatkan pasangan yang terbaik baginya. Kibum adalah seorang namja yang sempurna. Menurut Eunhyuk, dia adalah pasangan terbaik bagi Kyuhyun.
Eunhyuk pun menunda pekerjaannya dan memilih untuk segera menghubungi Kyuhyun.
"Yeobseyo hyung..."
"Kyu! Selamat! Wow, berita yang mengejutkan!"
"Aku tahu! Aku tahu!"
Eunhyuk mendengar suara Kyuhyun yang sangat bersemangat.
"Pasti Kibum sudah meminta maaf sambil berlutut di hadapan Kyuhyun..." batin Eunhyuk.
"Jadi... kapan?" tanya Eunhyuk.
"Dua minggu yang lalu."
"Ceritakan semuanya!" pinta Eunhyuk.
"Well, dia tiba-tiba saja menghubungiku. Aku pun sangat terkejut! Kupikir aku tidak akan melihatnya lagi!"
"Jika dua minggu yang lalu Kibum melamar Kyuhyun, berarti dia membatalkan keberangkatannya ke Amerika dan memilih untuk memperjuangkan Kyuhyun. Good job Kibum!"
"Apa yang dikatakannya? Apakah dia berlutut di hadapan mu?"
"YA! Dia selama ini selalu mencintaiku dan ingin selalu bersamaku, kemudian dia berkali-kali memintaku untuk menikah dengannya, dan akhirnya... aku bilang YA! Bisakah kau bayangkan?" jelas Kyuhyun dengan sangat antusias.
Eunhyuk hanya tersenyum mendengar suara dongsaengnya yang bersemangat. Sungguh sangat romatis, seperti cerita dongeng.
"Jadi... apa lagi? Apakah kau memberikan cincin yang kau beli kemarin?" tanya Eunhyuk.
"Tidak. Tentu saja tidak." jawab Kyuhyun singkat.
Eunhyuk merasa lega, karena dia tidak pernah setuju ketika Kyuhyun mengatakan bahwa dia akan membeli cincin pertunangan.
"Akhirnya kau tidak menggunakan cincin yang kau beli." ucap Eunhyuk.
"Aku bahkan tidak ingat tentang cincin itu! Maksudku, cincin itu kubeli untuk Kibum." Kyuhyun berkata pelan.
"Apa maksudmu?" tanya Eunhyuk bingung.
"Emm... Maksudku, aku membelikan cincin itu untuk Kibum. Sepertinya akan aneh jika aku memberikannya untuk orang lain, bukankah begitu?"
Eunhyuk mendadak terdiam. Otaknya blank.
"Apa maksudnya 'orang lain'? Apa aku salah dengar?"
"Jadi... Kau membeli cincin itu untuk Kibum... tetapi kau tidak memberikan cincin itu padanya?" ucap Eunhyuk pelan berusaha menangkap maksud ucapan Kyuhyun.
"Hyung, aku tidak memberikannya! Demi Tuhan, tidak kah kau menangkap maksud ucapanku? Aku sedang mencoba sebuah hubungan yang baru. Aku memutuskan untuk menghabiskan sisa hidupku dengan Siwon. Kau tidak perlu terus menerus membahas Kibum."
"Siwon?"
Eunhyuk benar-benar bingung. Eunhyuk rasa dia akan gila.
"Siapa itu Siwon? Apa yang telah dilakukannya kepada Kyuhyun?"
"Dengar Kyu, tolong jangan marah. Tetapi, aku benar-benar tidak mengerti..."
"Aku sudah mengatakannya padamu malalui pesan tadi. Kau tidak membacanya?"
"Mengenai kabar pertunanganmu?"
"Ya, benar. Aku bertunangan dengan Siwon."
"JELASKAN PADAKU SIAPA SIWON SIALAN INI?"
Eunhyuk pun berteriak meminta penjelasan. Bahkan membuat beberapa orang mendatangi ruangannya, membuat Eunhyuk tersenyum canggung dan mengangguk singkat meminta maaf.
Kemudian hanya ada keheningan di telepon.
"Oh..." akhirnya Kyuhyun memecah keheningan.
"Mian hyung, barusan aku mengecek pesan singkat yang kukirim. Kupikir aku sudah memberitahumu. Aku tidak bertunangan dengan Kibum, tetapi dengan Siwon. Kau ingat Siwon, hyung?"
"Tidak. Aku sama sekali tidak ingat dengan Siwon."
"Tentu saja. Kau memang tidak pernah bertemu dengannya. Well, dia adalah kekasih pertamaku ketika aku berlibur di Jeju lima belas tahun yang lalu, dan tiba-tiba dia datang kembali dan kami akan segera menikah."
Eunhyuk benar-benar tidak percaya. Kyuhyun bertunangan dengan Kibum, itu masuk akal. Tapi sekarang dia akan menikah dengan seseorang bernama Siwon? Eunhyuk tidak tahu harus berkata apa.
"Kyu... tapi, Kyu... maksudku, bagaimana mungkin kau akan menikah denganya? Apakah kau sedang mengerjaiku?"
"Aku tidak sedang mengerjaimu, hyung! Kami menikah karena cinta!" kata Kyuhyun setengah berteriak.
"Apa kau cukup mencintai namja ini sampai kau mau menikah menikah dengannya?" Eunhyuk masih tidak habis pikir dengan keputusan Kyuhyun.
"Tentu saja!" jawab Kyuhyun yakin.
"Kapan tepatnya dia muncul kembali dihadapanmu?"
"Dua minggu yang lalu."
"Dua minggu yang lalu. Baiklah, setelah berapa lama?" Eunhyuk berusaha tenang.
"Lima belas tahun. Dan sebelum kau menanyakannya, ya, aku sudah memikirkan keputusan ini secara matang." ucap Kyuhyun terdengar kesal.
"OK! Baiklah, selamat kalau begitu. Aku yakin Siwon adalah namja yang hebat." kata Eunhyuk sarkastik.
"Tentu saja, dia namja yang luar biasa! Kau akan menyukainya, hyung. Dia tampan, menyenangkan, dan kami sangat cocok-"
"Bagus!" potong Eunhyuk.
"Bisakah kita bertemu untuk makan siang? Aku ingin mendengar semuanya secara langsung."
Eunhyuk berusaha menerima keputusan Kyuhyun.
"Mungkin namja bernama Siwon ini adalah pasangan yang tepat untuk Kyuhyun. Mereka akan berakhir bahagia jika mereka bertunangan dalam waktu yang lama untuk saling mengenal dan tidak terburu-buru..."
"Baiklah, sekarang kebetulan aku berada di toko pakaian di dekat Mouse Rabbit. Bisakah hyung datang kesini? Aku sedang membeli pakaian dalam untuk bulan maduku."
"Ya, aku mendengarnya dari Ryeowookie. Jadi, memang kapan kau akan menikah?"
"Besok." ucap Kyuhyun terdengar sangat bahagia.
"Kami ingin melaksanakannya sesegera mungkin. Bisakah hyung menghadiri pernikahanku besok?" lanjut Kyuhyun enteng.
"BESOK?"
Eunhyuk yakin jika dongsaengnya sudah gila.
"Baiklah Kyu, tunggu disana. Aku akan segera tiba. Tunggu aku. Jangan kemana-mana. Kita benar-benar harus bicara."
Eunhyuk menyesal dia tidak berada di samping Kyuhyun ketika dongsaengnya itu patah hati. Eunhyuk sangat menyesal karena ketakutannya akhirnya benar-benar terjadi. Kyuhyun telah mengambil keputusan bodoh.
Sesampainya di toko pakaian yang Kyuhyun maksudkan, Eunhyuk melihat dongsaengnya sedang sibuk memilih-milih pakaian tidur yang sexy. Setelah Eunhyuk berada di dekatnya, Kyunhyun pun langsung berhenti memilih dan menoleh ke arah hyungnya.
"Kita makan sekarang?" ajak Eunhyuk to the point.
Eunhyuk sangat tidak sabar ingin menginterogasi dongsaengnya itu. Jangan sampai Kyuhyun salah mengambil langkah dan berakhir dengan perceraian seperti yang dialaminya. Eunhyuk belajar dari pengalamannya sendiri, bahwa keputusan untuk menikah secara terburu-buru, tidak akan berlangsung lama, dan dia tidak ingin Kyuhyun mengalaminya.
Mereka pun memasuki cafe Mouse Rabbit dan segera mengambil tempat. Setelah menyebutkan pesanan kepada pelayan, Eunhyuk pun dengan segera menanyai Kyuhyun.
"Jadi, kau akan menikah! Dengan seseorang yang bahkan tidak aku kenal sama sekali." ucap Eunhyuk memulai percakapan.
"Kau akan bertemu dengannya di pernikahanku besok, hyung. Aku yakin kau akan langsung menyukainya." kata Kyuhyun dengan senyum bahagia.
"Aku tidak percaya jika segala sesuatunya berjalan sangat lancar. Aku sangat bahagia!"
Eunhyuk bisa melihat mata Kyuhyun yang berbinar bahagia.
"Aku ikut berbahagia! Meskipun...meskipun... menurutku, apakah perlu kau menikah secepat ini? Tidakkah kalian bertunangan dulu selama beberapa saat dan merencanakan semuanya dengan cermat?"
Eunhyuk sangat berhati-hati memilih kata agar tidak menyinggung Kyuhyun, karena dia tahu jika Kyuhyun bisa menjadi lebih nekat jika keinginannya ditentang.
"Tidak ada yang harus direncanakan lagi, hyung! Semuanya sudah berjalan dengan mulus. Kami akan menikah di catatan sipil dan dilanjutkan dengan acara jamuan makan siang. Sederhana dan romantis. Kau harus menjadi pendampingku, hyung!" ucap Kyuhyun sambil menggenggam tangan Eunhyuk yang berada di atas meja.
Eunhyuk merasa bahwa sikap Kyuhyun sangat aneh. Dia meneliti, hal apa yang berbeda dari dongsaengnya. Kyuhyun baru saja patah hati, namun sekarang, Eunhyuk dapat melihat bahwa Kyuhyun luar biasa bahagia.
"Jadi, Siwon tiba-tiba saja menghubungimu?"
"Dia menghubungiku dan kami makan malam. Dan seakan kami tidak pernah terpisah, kami sangat cocok satu sama lain. Dia mencintaiku selama lima belas tahun. Lima belas tahun. Dan aku juga mencintainya. Itulah sebabnya kami memutuskan untuk segara menikah. Kami telah terlalu lama membuang-buang waktu, hyung." jelas Kyuhyun.
"Mwo?"
Kata-kata Kyuhyun terdengar konyol. Dongsaengnya itu sama sekali tidak mencintai namja bernama Siwon selama lima belas tahun. Eunhyuk pasti akan tahu jika hal itu benar-benar terjadi.
"Kau mencintainya selama lima belas tahun? Kanapa kau tidak pernah menceritakannya padaku? Sama sekali." tantang Eunhyuk.
"Aku mencintainya didalam. Disini."ucap Kyuhyun sambil menunjuk dada kirinya.
"Mungkin saja kan, aku sengaja tidak memberitahumu, hyung. Aku tidak harus memberitahumu segalanya." lanjut Kyuhyun.
"Kau punya fotonya?" Eunhyuk cukup penasaran dengan namja bernama Siwon ini.
"Tidak. Tetapi dia luar biasa tampan. Oh iya hyung, kau akan menjadi pendampingku, dan pendamping Siwon adalah temannya yang bernama Donghae. Hanya ada kita berempat di upaca pernikahan besok."
Eunhyuk hanya bisa terdiam. Awalnya dia bermaksud untuk sehalus mungkin membujuk Kyuhyun untuk membatalkan rencana gilanya, namun sepertinya tidak berjalan mulus.
Setelah pelayan menata makanan di meja, Eunhyuk pun mencoba kembali peruntungannya untuk membujuk Kyuhyun.
"Kyu, dengarkan aku! Aku tahu kau pasti tidak ingin mendenganya, tapi kau tetap harus mendengarnya!" ucap Eunhyuk dengan tegas.
Eunhyuk saat ini sedang berusaha menjadi seorang hyung yang tegas demi melindungi dongsaengnya.
"Katakan kau baru saja putus dengan Kibum kira-kira lima menit yang lalu. Kau hampir bertunangan dengannya. Kau bahkan membelikannya cincin pertunangan. Kau bilang kau sangat mencintainya. Dan sekarang, kau akan menikah dengan seorang namja yang bahkan tidak kau kenal dengan baik?"
"Well, ada bagusnya aku putus dengan Kibum! Aku sudah memikirkan semuanya hyung, dan aku yakin jika Kibum bukanlah orang yang tepat. Sangat tidak tepat! Aku ingin seseorang yang romantis. Seseorang yang dapat mengerti perasaanku. Seseorang yang rela berkorban untukku. Kibum adalah seorang namja yang baik dan aku rasa aku mencintainya. Tetapi sekarang aku menyadarinya, Kibum itu 'terbatas'."
Eunhyuk mendengar nada bicara Kyuhyun saat mengatakan 'terbatas', seakan menghina.
"Apa maksudmu dengan 'terbatas'?" kata Eunhyuk seolah berusaha meindungi Kibum.
"Dia berpikiran sempit. Dia tidak punya gaya. Dia jarang menunjukkan ekpresinya. Dia tidak pernah melakukan hal-hal romantis seperti yang Siwon lakukan."
"Jadi karena itu Kyuhyun menerima Siwon?"
"Kyu, aku benar-benar mengerti. Aku tahu perasaanmu. Kau terluka. Kau bingung. Dan tiba-tiba mantan kekasihmu muncul kembali dan tentu saja kau mau naik ke ranjangnya begitu saja. Itu wajar. Tapi kenapa kalian harus menikah?"
"Kau salah. Kau benar-benar salah, hyung! Aku tidak naik ke ranjangnya, dan tidak akan. Aku menjaga diriku dan menunggu sampai malam pengantin tiba."
"MWO?"
Eunhyuk sama sekali tidak menyangka hal ini. Eunyuk menatap Kyuhyun dengan pandangan kosong.
" Apa yang terjadi dengan Kyuhyun? Apa yang sudah dilakukan oleh namja itu?"
"Kau menjaga dirimu? Tapi... kenapa? Apakah dia seorang agamist? Atau, apakah dia menjanjikanmu sesuatu?" tanya Eunyuk meminta penjelasan.
"Tentu saja tidak!"
"Jadi... kenapa?"
"Karena kami akan melakukan sex paling hebat di malam pengantin kami. Kami yakin jika kami memang ditakdirkan bersama, jadi mengapa tidak menunggu sebentar lagi? Di malam pengantin kami, semuanya kan terasa spesial. Sangat sangat spesial." jelas Kyuhyun.
"Oh God, hyung... dia sangat sexy. Kami hampir tidak bisa menahan diri. Rasanya seakan kami kembali berusia delapan belas tahun." lanjutnya.
Eunhyuk memandang Kyuhyun. Semuanya masuk akal. Tingkah aneh Kyuhyun pun terjawab. Jadi karena mereka belum melakukan sex, maka mereka tergesa untuk menikah.
"Kyu, dengar! Kau tidak harus menikah. Kau hanya harus menghabiskan malam dengannya di sebuah hotel atau entah dimana." Eunhyuk berusaha memberi masukan.
"Aku ingin menikah!"
Eunhyuk langsung teringat akan pengalaman pahitnya. Pernikahan, bulan madu, perceraian, malam-malam penuh tangis. Eunhyuk sama sekali tidak ingin Kyuhyun mengalami hal tersebut.
"Aku tahu apa yang kau pikirkan, hyung! Aku harap kau ikut meraskan kebahagiaanku." ucap Kyuhyun sambil menatap Eunhyuk.
"Aku berusaha. Tapi ini tidak masuk akal. Kau tidak seharusnya melakukan hal ini."
"Benarkah? Siapa bilang? Bukankah ini cara tradisional? Sex setelah menikah?" tuntut Kyuhyun
"Kyu, kau sangat konyol. Bukan begini cara memulai sebuah pernikahan, ok? Sebuah pernikahan adalah sesuatu yang serius, sesuatu yang sakral, ya-"
"Ya, aku tahu!" ucap Kyuhyun memotong kemarahan Eunhyuk.
"Dan aku ingin semuanya berjalan seperti ini. Aku tidak bodoh, hyung!" Kyuhyun melipat lengannya di dada dan menatap Eunhyuk dengan serius.
"Aku sudah memikirkan semuanya. Perjalanan cintaku selalu berakhir dengan tragis. Aku selalu mengulangnya, dengan semua mantan kekasihku. Sex. Cinta. Tanpa pernikahan. Lagi dan lagi. Well, sekarang aku ingin segala sesuatunya berbeda! Aku ingin mengubahnya. Cinta. Pernikahan. Sex!"
"Tapi ini konyol! Semuanya konyol! Kau harus tahu itu!" Eunhyuk pun tidak dapat lagi menahan amarahnya.
"Tidak! Ini adalah sebuah jawaban dari semua masalahku. Sebuah pernikahan cukup membuktikan keseriusan seseorang dalam menjalin hubungan." bela Kyuhyun.
Eunhyuk rasa tidak ada gunanya lagi terus mendebat Kyuhyun.
"Well, siapa namja bernama Donghae tadi?" tanya Eunhyuk mengalihkan pembicaraan.
Dia mencari kemungkinan lain untuk membatalkan rencana pernikahan Kyuhyun.
"Siapa pendamping Siwon yang kau sebutkan tadi?"
"Tidak tahu." kata Kyuhyun sambil menggendikan bahunya.
"Seorang teman lama Siwon yang juga bekerja dengannya." jelas Kyuhyun singkat.
"Dimana?"
"Hyundai. Sebuah perusahaan multimedia di daerah Gangnam."
"Dan apa tepatnya pekerjaan Siwon?"
"Tidak tahu."
Eunhyuk menarik nafas dalam-dalam, berusaha menahan diri agar tidak berteriak.
"Kau akan menikah dengannya besok, tapi bahkan kau tidak tahu apa pekerjaannya?"
"Apa marga Siwon?"
"Choi. Dan aku akan menjadi Choi Kyuhyun. Oh, aku sangat tidak sabar..."
Eunhyuk tidak memperdulikan celoteh Kyuhyun. Dia mengeluarkan ponselnya dan mulai mengetik 'Choi Siwon – Hyundai' di Google. Setelahnya, Eunhyuk menatap lama ponselnya seakan membaca pesan, lalu berpura-pura terkejut.
"Omo! Aku lupa! Mian Kyu, sebetulnya aku masih ingin disini dan mendengar cerita pernikahanmu, namun ternyata aku punya janji penting siang ini. Aku harus pergi. Aku akan menghubungimu lagi nanti, dan... Selamat!"
Eunhyuk pun pergi dengan cepat dari tempat itu dengan tekad kuat untuk membatalkan pernikahan dongsaengnya.
"Choi Siwon, calon adik iparku. Sebenarnya siapa si sialan ini?"
Sesampainya di kantor, Eunhyuk pun segera membaca hasil pencariannya di Google. Dengan mudah dia mendapatkan hasil berupa homepage Hyundai, sebuah perusahaan multimedia raksasa di Gangnam. Eunhyuk pun mengetik Choi Siwon di kolom pencarian dan seketika dia menemukan profil singkat namja tersebut.
"...bergabung dengan Hyundai sejak 2011 dan telah memberikan banyak kontribusi untuk kemajuan Hyundai..."
Eunhyuk pun tidak membaca lebih detai dan memilih untuk menajamkan matanya ketika ponselnya menampakkan wajah sang calon adik ipar. Eunhyuk akui, namja itu tampan, terlihat manly, ramping, sangat proporsional.
Setelah cukup dengan informasi tersebut, Eunhyuk mulai mengetik kembali 'Donghae-Hyundai'. Tidak lama kemudian dia melihat foto namja lain dengan rambut hitam yang tertata rapi dan wajah dengan sedikit kerutan. Terlihat kuat, garis hidungnya bagus. Dia terlihat tegas dan dingin. Eunhyuk pun membaca biodata singkat yang berada di bawah foto namja itu.
"Lee Donghae. Bergabung dengan Hyundai sejak 2008 sebagai penasehat hukum..."
"Oh, jadi dia seorang pegacara. Kuharap dia orang yang bisa berpikir logis dan masuk akal dan bukan seorang pecundang sombong."
Kemudian eunhyuk pun memutuskan untuk menghubungi nomor yang berada di biodata namja tersebut.
"Lee Donghae." ucap namja di seberang telpon.
Suara namja itu terdengar berat, dalam, maskulin dan sexy secara bersamaan, membuat Eunhyuk nyaris menjatuhkan ponselnya.
"Yeobseyo?" ucap namja itu lagi karena tidak kunjung mendapat balasan dari sang penelpon.
"N-ne... Yeobseyo, apakah benar ini Lee Donghae-ssi?" jawab Eunhyuk sambil mati-matian menahan agar suaranya terdengar normal.
"Ne, benar ini aku." jawabnya singkat.
"Emm... kurasa kita harus berbicara. Aku Cho Eunhyuk, dongsaengku bernama Kyuhyun."
"Ah... Maaf jika aku kasar, tapi apa yang sebernanya terjadi, hah? Siwon tiba-tiba saja menghubungiku dan mengatakan bahwa dia akan menikah dengan dongsaengmu!" ucap Donghae.
Eunhyuk pun dapat menyimpulkan dua hal. Pertama, logat bicara namja itu terdengar aneh. Kedua, dia sama sekali tidak setuju dengan rencana gila pernikahan ini.
"Thanks God!" seru Eunhyuk dalam hati.
"Itu dia! Apakah kau pendamping pengantin Siwon? Aku juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tetapi kupikir kita bisa bertemu dan-"
"Dan apa? Merencanakan dekorasi pesta?" potong Donghae dengan tidak sabar.
"Aku tidak tahu apa yang direncanakan oleh dongsaengmu dengan mengajak Siwon menikah, tapi asal kau tahu, entah kau dan dongsaengmu suka atau tidak, tapi aku akan melakukan segala cara untuk menghentikan rencana pernikahan konyal ini!" lanjutnya dengan berapi-api.
Eunhyuk pun hanya bisa menatap ponselnya.
"Apa maksudnya?"
"Aku bekerja dengan Siwon, dan saat ini karirnya sedang dipertaruhkan. Dia tidak bisa seenaknya begitu saja menikah dan pergi berbulan madu. Dia punya tanggung jawab. Dia punya komitmen. Sekarang, aku tidak tahu apa maksud dongsaengmu-"
"MWO?"
"Maaf!" potong Eunhyuk segera.
"Baiklah Tuan, pertama-tama, dongsaengku tidak membicarakan apapun kepada siapapun. Kurasa temanmu yang datang secara tiba-tiba entah dari mana dan mengajak dongsaengku untuk menikah. Dan yang kedua, jika kau berpikir bahwa aku menghubungimu untuk membicarakan dekorasi pesta, maka kau salah besar. Aku bermaksud untuk menghentikan pernikahan konyol ini seorang diri, dengan atau tanpa bantuanmu." jelas Eunhyuk.
"Oh, begitu." jawab Donghae, terdengar kurang yakin.
"Apakah Siwon yang mengatakan jika Kyuhyun yang memaksanya? Jika iya, maka dia berbohong!"
Eunhyuk sebisa mungkin melindungi harga diri adiknya yang diremehkan oleh namja yang bahkan tidak ia kenal ini.
"Tidak, bukan begitu. Tetapi... Siwon terkadang... eum.. bagaimana megatakannya? Mudah terpengaruh." jawab Donghae setelah terdim sesaat.
"MUDAH TERPENGARUH?" sahut Eunyuk yang tidak lagi bisa menyembunyikan kemarahan di nada bicaranya.
"Jika ada yang mempengaruhi, dialah orangnya. Dongsaengku sedang berada di titik terendahnya karena baru saja putus dengan kekasihnya, dan tiba-tiba datang seorang kekasih lama menawarkan sebuah hubungan baru. Bahkan aku sama sekali tidak tahu siapa namja ini dan apa pekerjaannya."
"Kau tidak tahu sama sekali tentang Siwon?" sahut Donghae lagi-lagi dengan nada tidak yakin.
"Yang aku tahu hanyalah, dia dulu adalah kekasih dongsaengku dan mereka menghabiskan banyak waktu yang 'menyenangkan' bersama dan sekarang setelah lima belas tahun dia kembali dan mengatakan bahwa dia masih mencintai dongsaengku dan mereka berencana untuk menikah besok dan merenanakan bulan madu yang panas. Oh, dan dia bekerja di Hyundai."
Eunhyuk menjelaskan semua yang dia tahu tentang namja bernama Siwon itu.
"Dia pemilik Hyundai." kata Donghae.
"MWO?"
Eunhyuk pun sangat terkejut mengetahui kenyataan itu.
"Sejak ayahnya meninggal setahun yang lalu, Siwon adalah pemegang saham terbesar di Hyundai, sebuah perusahaan multimedia besar yang bernilai kurang lebih tiga puluh juta poundsterling. Dan, karena itulah, hidupnya menjadi lebih rumit dan sering menjadi sasaran empuk." jelas Donghae.
Eunhyuk pun langsung mendidih mendengar perkataan Donghae.
"Jadi kau berpikir jika dongsaengku memanfaatkan Siwon untuk mendapatkan hartanya? BENARKAH BEGITU?" ucap Eunhyuk berapi-api.
Eunhyuk tidak pernah merasa terhina seperti ini selam hidupnya.
"Shit! Namja ini begitu sombong dan congkak!"
"Aku tidak mengatakan hal itu." katanya dengan tenang.
"Dengar Tuan Lee yang terhormat, mari kita bahas kenyataannya. Temanmu yang sangat berharga itu mengajak dongsaengku untuk menikah dengan terburu-buru, dan bukan sebaliknya. Bagaimana kau tahu kalau dongsaengku itu bukan seorang milyarder?"
"Aku tersentuh. Apakah itu benar?" kata Donghae masih dengan nada tenang.
"Tentu saja tidak!" jawab Eunhyuk dengan tidak sabar.
"Intinya adalah, kau menarik kesimpulan terlalu cepat, cukup mengejutkan sebenarnya, mengingat jika kau adalah seorang pengacara." lanjut Eunhyuk.
Hening. Eunhyuk merasa lega karena telah mengeluarkan semua nya.
"Baiklah, aku minta maaf." kata Donghae memecah keheningan.
"Aku benar-benar tidak bermaksud untuk menuduh dongsaengmu. Mungkin dia dan Siwon sudah dijodohkan oleh surga. Tetapi hal itu tidak mengubah kenyataan bahwa kami memiliki masalah yang cukup besar di perusahaan saat ini. Siwon seharusnya sedang berada di Inggris saaat ini. Jika dia ingin berbulan madu, kuharap dia bisa menundanya."
"Atau tidak sama sekali." sambung Eunhyuk.
"Ya tentu saja, atau tidak sama sekali." ucap Donghae yang setuju dengan Eunhyuk.
"Sepertinya kau sangat tidak menyukai Siwon."
"Aku tidak pernah bertemu dengannya sama sekali. Jadi intinya, aku menghubungimu untuk mengatakan bahwa aku akan melakukan segala cara untuk menghentikan pernihakan mereka besok. Serahkan semuanya padaku!" ucap Eunhyuk percaya diri.
"Serahkan padaku! Aku akan berusaha membujuk Siwon." ucap Donghae tidak mau kalah.
"Ya Tuhan... Ada apa sebenarnya dengan namja ini? Kenapa dia harus ikut campur?"
"Aku akan berbicara pada Kyuhyun dan memperbaiki semuanya!" kata Eunhyuk dengan tegas.
"Kurasa itu tidak perlu. Aku akan bicara dengan Siwon dan semuanya akan kembali seperti semula." kata Donghae lagi.
"Aku akan berbicara dengan Kyuhyun, dan aku akan mengabarimu jika aku sudah membereskan semuanya." ucap Eunhyuk tanpa memperdlikan Donghae.
Hening. Tidak ada seorang pun yang mau mengalah.
"BaiKlah. Bye." ucap Donghae kemudian.
"Bye."
Setelah mengakhiri panggilan itu, Eunhyuk pun segara menghubungi Kyuhun.
"Tidak ada lagi hyung yang pengertian dan baik hati. Aku harus segara bertindak untuk menghentikan pernikahan konyol ini. Saat ini juga."
T.B.C
big thanks to:
[ .144] [Awaelfkyu13] [Cuttiekyu94] [soyanayunita1] [ermagyu] CatLuckKyu] [Emon204] [kihyunelf] [melani. ] [hyunnie02] [jihyunelf] [lydiasimatupang2301] [araaaa] [angel sparkyu] [guest] [kihyun] [April1213] [Sur0203] {Shin Ririn1013] [kimkyu13] [babymoomoo1013] [widiantini9] [kyunihae] [ressalini] [MinGyuTae00] [rismamalmul] [aprilside] [Hanna shinjiseok] [guest] [retnoelf] [Yong Do Jin316] [siyohyuncho] [wkslv] [ ] [cloudsrainny] [ ] [ .146] [umi407203] [guest] [rismaaaa] [guest] [cuya8897] [purpleegg] [guest] [balqistzahwa] [De208] [ChoChoi]
Thanks juga buat yang udah favorite, follow, ato cuma mampir baca...
Mind to leave some review? Again?
