Siwon merangkul Sungmin agar yeoja itu tidak terjatuh. Sepertinya Sungmin terlihat kurang sehat malam itu. Kamu tidak akan mengerti keadaan Sungmin yang sebenarnya, Siwon-ssi! Selama Cho Kyuhyun masih hadir dalam kehidupan yeoja cantik itu.
"Ya! Siwon-hyung, jaga baik-baik kekasihmu itu sebelum ia terjerat pesonaku.", teriak Kyuhyun sebelum Siwon pergi mejauh. Siwon terkekeh pelan mendengar guyonan sepupunya itu. Guyonan yang sepertinya telah menjadi kenyataan.
"Oh shut up, Magnae! Penyakit percaya dirimu sudah overlimit.", keluh Jung Yunho—sepupu jauh keluarga Choi, sekaligus partner bisnis keluarga itu.
"Hahahaha! Lihat saja! Aku juga bisa menjerat Jae-noona oleh ketampananku.".
"In Your Dream! Huh!", cibir Kim Jaejoong—istri Jung Yunho. Jaejoong menarik Yunho pergi dari obrolan tidak bermutu itu.
"Yeoja itu sangat cantik! Dimana Siwon-hyung menemukannya? Hmm… Minnie? Sepertinya nama itu tidak asing. Hahaha… Aku mendapatkan mainan menarik.", gumam Kyuhyun dengan seringaian khasnya. Lalu namja itu mengikuti pasangan YunJae untuk kembali berbaur ke dalam pesta keluarga besar Choi.
.
Yuya Matsumoto
_Proudly Present_
In Your Eyes
[ I Y E ]
Chapter 4 of 10
.
.
\(^w^)/~ Happy Reading ~\(^0^)9
.
.
"Selamat pagi, dunia! Semangat Cho Kyuhyun! Hari ini pasti lebih baik dari sebelumnya.", ujar seorang namja tampan bermarga Cho itu. Ia merenggangkan tubuhnya yang kaku seusai tidur panjangnya.
Kyuhyun melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Ia akan segera berangkat ke kantor, walau sebenarnya ia sudah sangat terlambat. Ini hari pertamanya di kantor, tapi sepertinya Kyuhyun harus sedikit terlambat. Setelah ia memakai setelan jas dan terlihat sangat tampan, Kyuhyun bergegas ke meja makan untuk sarapan setangkup roti. Kyuhyun tidak pernah melewatkan jam sarapannya setiap hari.
Saat ia berjalan menuju dapur, sudut matanya menangkap sebuah foto lama di dalam bingkai. Ia mengangkat bingkai itu, menelusuk setiap wajah yang terpampang di dalamnya. Kyu-Line dan yeoja gemuk yang dulu pernah menjadi kekasihnya, Minnie. Delapan tahun lalu, masa-masa SMA Kyuhyun.
Namja tampan itu tersenyum. "Apa kabarnya mereka? Sejak kelulusan aku tidak pernah mendengar kabar mereka, terutama dia.", ucap Kyuhyun sambil melirik foto Minnie, kekasihnya itu.
Memori Kyuhyun berputar ke masa lalu dimana ia dan teman-temannya sering melakukan kejahatan—mengusili teman-teman, guru ataupun pedagang di sekitar sekolah. Kisah mereka semakin menarik saat seorang yeoja pindahan masuk ke kelasnya. Minnie, nama panggilan itu yang diingat oleh Kyuhyun, adalah yeoja gemuk, berkulit sawo matang, berkacamata—singkatnya, ia tidak menarik bagi Kyuhyun.
Namun Kyuhyun tidak pernah menyangka bahwa yeoja itu sangat pintar, bisa menggeser peringkat Victoria yang selalu nomor satu. Ia juga tidak pernah menduga bahwa yeoja itu bisa menarik perhatian Kyu-Line dalam waktu singkat. Minnie, biarpun ia tidak secantik yeoja lainnya, ia memiliki kepribadian yang menarik.
Sekali lagi Kyuhyun tersenyum. Dadanya berdesir. Ada rasa hangat menjalar ke dalam relung hatinya saat ia mengingat tentang yeoja itu. Berawal dari jawaban tulus Sungmin tentang masa depan, yang pada awalnya hanya main-main, tapi berhasil menyentuh hati Kyuhyun.
Kyuhyun masih ingat apa yang mereka bicarakan saat itu. 'Minnie, bagaimana kalau kamu ternyata berjodoh dengan Seunghyun? Dia terkenal bandel. Terus di masa depan dia itu pecandu narkoba, bandar narkoba, dan segala hal jelek ada pada dirinya.', tanya Kyuhyun mengkhayal setelah mereka semua berimajinasi tentang pertemuan mereka di masa depan.
Wajah Minnie terpatri jelas di otak Kyuhyun saat yeoja itu menjawab dengan sungguh-sungguh pertanyaan iseng Kyuhyun. 'Aku akan mencintainya setulus hatiku. Aku akan mencoba merubah dia menjadi lebih baik lagi. Jika memang dia jodohku, berarti Tuhan telah menggariskan ia sebagai yang terbaik untukku.', jawab Minnie—delapan tahun lalu—dengan senyuman manis di akhir jawabannya.
"Dia wanita yang baik.", puji Kyuhyun sambil mengelus potret Minnie di dalam foto itu. Kyuhyun mengakui Minnie-nya berbeda dari yeoja yang lain. Minnie-nya? Ya, mereka dulu sempat berpacaran beberapa bulan. Kyuhyun pernah memutuskan Minnie, karena kecemburuannya dengan Donghae—salah satu sahabatnya di Kyu-Line. Sebenarnya itu semua hanya alasan klise. Alasan mengapa Kyuhyun memutuskan Minnie dan kembali kepadanya adalah Kyu-Line.
TEEEET! TEEET! Alarm pada ponselnya berbunyi, tanda bahwa Kyuhyun sudah sangat terlambat untuk masuk kerja. Ia meletakkan kembali bingkai foto itu, lalu bergegas keluar apartment-nya tanpa sarapan kali ini
Kyuhyun menghentak-hentakkan jemarinya di atas setir mobil saat alunan lagu kesukaannya berdendang. Lampu hijau berubah merah. CKIIIT! Kyuhyun memperlambatkan laju mobilnya. Namja tampan itu mengedarkan pandangannya keluar mobil untuk menghilangkan suntuk menunggu lampu berubah hijau kembali. Mobil Kyuhyun tepat berada di samping taman kota. Dua orang kekasih sedang memadu kasih dalam ciuman panas mereka pagi itu. Kyuhyun tersenyum melihat kelakuan siswa SMA zaman sekarang.
Tanpa sadar Kyuhyun menyentuh bibir bawahnya. Kenangan itu kembali berputar di ingatan Kyuhyun. Delapan tahun lalu di beranda rumah Donghae, Kyuhyun dan Minnie berciuman. Hari itu keduanya sedang bertengkar. Kyu-Line meminta keduanya untuk berbaikan. Wajah Kyuhyun dan Minnie bersemu merah saat mereka dipaksa berciuman di depan teman-temannya. Kyuhyun mencium pipi Minnie, begitupun sebaliknya. Semua teman se-gank mereka menjerit senang. Tapi pintarnya Kyuhyun, saat mereka tidak melihat, Kyuhyun mengecup bibir Minnie sekilas.
Kyuhyun tertawa lepas mengingat kisah menyenangkan itu. Ia merindukan momen-momen seperti itu. "Hahahaha... Masa sih gara-gara ciumanku dia kena cacar air? Ada-ada saja! Hahahaha...", tawa Kyuhyun sampai-sampai memegang perutnya yang nyeri.
TIIIIN! TIIIIN! Kyuhyun tersentak kaget, ternyata sudah tidak ada mobil di depannya. "Iya. Iya. Sabar.", kata Kyu seakan supir mobil di belakangnya akan mendengar kata-katanya.
Siapa yang tidak akan tertawa saat mengingat kejadian itu? Beberapa hari setelah ciuman mereka, Minnie tidak masuk sekolah karena ia menderita cacar air. Kyuhyun diledek oleh Kyu-Line, karena ia dianggap menyebar virus itu kepada Minnie. Poor, Kyuhyun!
Kyuhyun masuk ke dalam gedung megah itu. Beberapa orang menunduk hormat kepadanya. Wah! Ternyata ia memegang jabatan tinggi di perusahaan itu. Kyuhyun menebar feromon dengan seringainya yang menawan. Karyawati langsung jatuh hati kepada boss baru mereka itu. Senyuman Kyuhyun tak pernah lepas dari bibirnya, hingga...
PLETAAAAK! Sebuah jitakan keras mendarat di keningnya.
"Ya! Appo!", bentak Kyuhyun menahan sakitnya.
Sang pelaku tidak meminta maaf. Ia menarik telinga Kyuhyun sampai ke depan meja besar di dalam ruangan itu. Ia duduk di atas kursi empuk—khas milik Direktur Utama. "Bagus ya, Kyu! Kamu terlambat di hari pertamamu. Dimana etikamu sebagai kepala kantor?".
Kyuhyun memutar bolamatanya, bosan. "Ya... Ya... Ya... Aku hanya telat...", jawab Kyuhyun meremehkan sambil melihat jam tangannya. "Satu setengah jam saja.", lanjutnya tanpa dosa.
BRAAAK! "KETERLALUAN!", teriak orang tadi, merasa kesal melihat kelakuan anaknya.
Kyuhyun bukan anak nakal, bahkan dia anak yang pintar dan penurut. Sayangnya, Kyuhyun seringkali jahil, congkak dan seenak-enaknya. Semua sikap itu kadang-kadang membuat sang Appa pusing melayaninya. Di satu waktu Kyuhyun bisa menjadi sangat serius dan disiplin, tapi di lain waktu dia akan menjadi ceroboh dan meremehkan semua hal. Ia terlihat seperti memiliki dua kepribadian berbeda.
"Maaf, appa. Aku kecapekan. Kemarin aku menghadiri pesta tahun baru bersama temanku. Lain kali tidak akan aku ulang.", kata Kyuhyun terlihat sangat menyesal.
Namja paruh baya itu merebahkan tubuhnya di atas kursinya. "Terserah padamu saja. Sekarang pergilah ke ruanganmu. Kerjakan tugasmu dengan baik.", pinta appa Kyuhyun-lebih tepatnya megusir namja tampan itu.
"Baiklah. Annyeong, appa!".
.
\(O.o)/
.
.
Ketika cinta itu datang kembali, mengusik hidupmu dan menumbuhkan luka, apa yang akan kamu lakukan? Menerimanya atau mencari kebahagiaan lain?
.
CKLEK! Cahaya memenuhi apartment itu. Dua orang namja masuk ke dalamnya. Sang tuan rumah terlihat sedikit merapikan beberapa barang yang tergeletak asal di atas meja tamu. "Ayo, Kyu! Jangan sungkan-sungkan!", ujar Siwon—sang tuan rumah—kepada Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum sebagai balasan atas tata krama Siwon. Walau mereka sepupu dekat, Siwon tetap saja seperti orang lain di depannya. Namja kekar itu bersikap terlalu formal kepadanya. Kyuhyun mengedarkan pandangannya, menatap takjub pada apartment mewah itu. Terlihat sentuhan wanita dimana-mana. "Kamu tinggal bersama kekasihmu?", tebak Kyuhyun.
"Tunangan, Kyu!", protes Siwon yang sedang berkutat di dapur.
"Ah sama saja!", bela Kyuhyun sambil meletakkan laptopnya di atas meja. Siwon dan Kyuhyun sedang berada di apartment Siwon selarut ini untuk menyelesaikan pekerjaan mereka, kerjasama antar dua perusahaan.
Siwon membawa nampan berisi dua cangkir kopi ke hadapan Kyuhyun. "Berbeda. Kekasih itu belum tentu akan menikah, tapi tunangan adalah calon istri. Aku yakin dapat menikahinya.", jawab Siwon diplomatis.
Bibir Kyuhyun maju beberapa senti, mencibir Siwon. "Oooowh… So sweet! Pantas saja kau jadi playboy kas kakap, tuan Choi.", sindir Kyuhyun masih tetap fokus pada layar laptopnya.
PLAAAK! "Enak saja. Playboy itu kamu. Sudah berapa banyak yeoja yang kamu sakiti, karena ulahmu itu? Bahkan kamu tidak bisa menghitungnya lagi dengan semua jari yang kamu miliki. Dasar!", kata Siwon membela dirinya.
Selama ini Kyuhyun tinggal di Amerika. Dunianya penuh dengan gemerlap kota malam. Pesona Kyuhyun tidak bisa ditampik oleh siapapun. Ia bergonta-ganti pasangan seperti berganti pakaian dalam. Tidak ada satu pun yang mengena di hatinya. Semua terasa hambar katanya. Entahlah Kyuhyun sudah 'mencicipi' semua 'mangsa'nya itu, atau hanya bualannya saja. Tidak ada yang tahu kecuali dirinya sendiri.
"Sudahlah, hyung. Ayo kita selesaikan saja pekerjaan ini. Aku tidak ingin menginap di sini. Aku ini bukan perusak hubungan orang lain ya, terutama sepupuku sendiri.", elaknya. Kyuhyun merasa sebal jika urusan pribadinya disinggung, apalagi mengenai cap playboy yang sudah disandangnya beberapa tahun ini.
Siwon tertawa pelan. "Oh, baiklah!", jawabnya, menaruh laptopnya di samping laptop Kyuhyun.
Siwon dan Kyuhyun begitu serius mengerjakan proyek mereka, sampai-sampai mereka tidak menyadari seorang yeoja masuk ke apartment itu. Yeoja manis itu—Sungmin—terkejut melihat kedua 'mantan kekasih'nya di ruang tamu. Yang satu mantan kekasih dalam arti sebenarnya. Yang lainnya mantan kekasih dalam artian tingkatan lebih tinggi—tunangan. Kedua namja itu terlihat asyik dalam perdebatan mereka, membuat Sungmin tersenyum simpul. Ia menikmati suasana seperti ini, mengingatkannya kepada Kyuhyun dan Donghae di masa lalu.
"Sejak kapan kamu di sana, chagi?", tanya Siwon saat menyadari ada seseorang yang menatapnya dengan intens.
Sungmin terkejut. Ia tersenyum manis ke tunangannya itu. "Sejak tadi. Aku tidak ingin mengganggu kalian. Sepertinya kalian sangat serius.", jawab Sungmin apa adanya.
"Selamat malam, kakak ipar. Maaf aku meminjam Hulk ini dulu.", sapa Kyuhyun ramah. Ucapan Kyuhyun membuat sakit dada Sungmin. Ia tidak pernah menyangka akan ada kejadian seperti ini di hidupnya.
Sungmin memaksakan senyumnya. "Selamat malam, Kyu. Pinjam saja sepuasmu. Hahaha…".
Siwon memeluk tubuh Sungmin dari belakang. Ia mengecup pipi mulus yeoja mungil itu. "I miss you, dear. Kenapa lama sekali pulangnya?", bisik Siwon sambil menggelayut manja di sisi Sungmin.
Sungmin mengelus punggung tangan Siwon, menyalurkan rasa nyaman ke namja itu. "Mianhae. Aku sudah memberitahumu kalau aku ada rapat malam ini. Hmm… Bagaimana kalau aku buatkan makanan untuk kalian?", tawar Sungmin mencairkan suasana.
"Ya! Kalian ini! Masih ada aku di sini. Jangan berbuat mesum di depanku! Aku ini masih di bawah umur", protes Kyuhyun sebal. Ia menyingkirkan laptop di depannya, lalu menyandarkan tubuhnya ke sofa di belakangnya. "Kalian membuatku iri!".
Sungmin dan Siwon tertawa pelan. Sungmin berusaha menahan gejolak dalam dadanya, antara kepahitan di masa lalu dan harapan kebahagiaan di masa depan. Siwon mendekati Kyuhyun, sedangkan Sungmin pergi ke arah dapur. Yeoja manis itu ingin membuatkan waffle untuk cemilan kedua namja pekerja keras itu.
"Kalian itu usianya sama, tahu!", jelas Siwon, kembali berkutat pada laporannya.
"Sama?". Kyuhyun bangkit dari berbaringnya. Ia meminta jawaban lebih dari Siwon. "Dua puluh enam? Aku pikir dia lebih muda dariku, hyung.".
"Wajahmu tuh tua! Ayo, kerjakan lagi sembari menunggu Sungmin membuatkan cemilan untuk kita.".
Tak selang beberapa lama, aroma sedap memenuhi apartment itu. Kyuhyun tersenyum senang. Ia berlari ke arah dapur, lalu memeluk tubuh calon sepupu ipar-nya itu. Sungmin tersenyum, mendapati seseorang yang ia kira sedang bermanja-manja padanya.
"Jangan begini, Wonnie. Nanti Kyu melihat.", ujar Sungmin malu.
"YA! CHO KYUHYUN! Lepaskan Sungmin-ku!".
DEG! Jantung Sungmin berdebar cepat saat suara interupsi itu masuk ke indera pendengarannya. Sungmin menolehkan kepalanya, menemukan wajah Kyuhyun yang tertawa jahil dalam jarak dekat. Hampir saja Sungmin menjatuhkan waffle yang baru saja ia sajikan di atas piring di tangannya itu. Kyuhyun berlari menghindari amukan Siwon, sedangkan Sungmin terpaku. Kakinya terasa lemas.
"Kalian makan saja ini. Aku akan mengganti baju dulu. Wonnie, tolong nanti bersihkan piringnya ya.", ucap Sungmin beralasan. Ia hanya ingin pergi menjauh dari Kyuhyun. Kenangan itu selalu mengganggunya di saat Kyuhyun berdekatan dengannya. Untung saja Sungmin memang belum berbenah diri, sehingga ia bisa menjadikan ini sebagai alasan yang tepat.
Siwon hanya mengangguk sebagai jawaban, sedangkan Kyuhyun sudah asyik dengan makanan di depannya. Setelah makan, keduanya melanjutkan pekerjaan mereka. Energi mereka sudah terisi penuh, sehingga mereka bisa menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dari sebelumnya. Kyuhyun baru saja merapikan laptop dan laporannya. Ia berkeliling apartment Siwon, mencari sesuatu yang bisa dijadikan guyonannya nanti di depan sepupunya yang lain. Siwon sendiri pun sedang sibuk mencuci piring.
Mata Kyuhyun terhenti saat ia melihat satu sosok yang ia kenal dalam album foto. Ia hanya iseng membuka album-album foto yang terletak di meja kayu dekat televisi. Kyuhyun mencermati potret yang mungkin ia kenal itu. 'Minnie dan gank-nya? Kenapa ini ada di sini?', batin Kyuhyun bingung. Bukan hanya ada satu, tapi hampir seluruh album foto itu terisi dengan sosok Minnie di dalamnya. 'Lee Sungmin? Sungminnie? Minnie-ah?'. Kyuhyun baru menyadari apa yang selama ini ia rasa aneh terhadap yeoja berstatus tunangan sepupunya itu.
CKLEK! "Wonnie, apakah kau masih lama? Aku du—". Kata-kata Sungmin terpotong saat tangan Kyuhyun mencengkram lengan yeoja manis itu. Sungmin tersentak kaget dengan sikap Kyuhyun yang tiba-tiba serius kepadanya. Tatapan tajam Kyuhyun membuat Sungmin merasa terancam.
"Kamu siswi di Shappire Blue High School delapan tahun lalu?", tanya Kyuhyun memperkuat cengkraman tangannya.
Sungmin meringis. "Aww!", rintihnya kesakitan. Yeoja itu hanya mengangguk sebagai jawaban.
Kyuhyun mendekati tubuhnya kepada Sungmin, sedangkan Sungmin mundur selangkah. "Kamu ketua gank Mouse and Rabbit?", desis Kyuhyun dengan nada dingin yang membuat Sungmin merinding.
Sungmin berusaha melepas tangan Kyuhyun dari lengannya, namun hasilnya nihil. Kyuhyun semakin mencengkram pegangannya. "I-iya!", jawab Sungmin pelan.
Kyuhyun menepis lengan mungil itu kasar. Ia memutar tubuhnya, merasa sangat dibohongi oleh yeoja di hadapannya tadi. "Damn! Jadi kamu Minnie-ku! Kenapa tidak bilang dari dulu?", ucap Kyuhyun dengan intonasi marah, namun volume suara yang kecil. Ia tidak ingin Siwon mengetahui dirinya sedang menginterograsi tunangan tersayangnya.
Tubuh Sungmin bergetar. Ia tersudutkan di depan pintu kamarnya. "Kamu sendiri yang tidak menyadarinya dari awal. Aku memperkenalkan diriku sebagai Lee Sungmin. Itu namaku sejak aku lahir. Jadi ini semua kesalahanmu!", tuding Sungmin tak ingin disalahkan.
Kyuhyun menatap Sungmin kesal. "Tapi kamu tidak bilang kamu itu Minnie.".
"Apa aku harus mengatakan itu? Aneh sekali rasanya kalau aku mengatakan aku ini Minnie, orang yang pernah kamu kenal delapan tahun lalu. Aku bukan Minnie yang dulu, Kyuhyun-ssi. Camkan itu baik-baik.", bela Sungmin tegas. Ia mengumpulkan semua keberaniannya. Kenangan pahit itu memang ada sebagai luka, tapi ia tidak ingin terluka seumur hidupnya.
SREEEET! Kyuhyun menggenggam kedua pergelangan tangan Sungmin, meletakkannya tepat di samping kanan-kiri wajah yeoja itu. Sungmin tersudutkan di depan pintu. Napas Kyuhyun yang memburu, menerpa wajah manisnya. Kyuhyun melotot kepadanya, tapi Sungmin juga membalas tatapan namja itu dengan tajam. Kyuhyun mendekatkan wajahnya di depan wajah Sungmin. Hidung mereka hampir bersentuhan.
"Kau masih milikku. Kita tidak pernah putus sebelumnya. Kau ak—".
"Kyu! Kamu ingin pulang sekarang?". Suara Siwon terdengar mendekat ke arah keduanya. Kyuhyun terkejut. Ia memastikan apakah Siwon melihatnya, tapi sepertinya Siwon masih berada di ruangan lain.
BLAM! Pintu kamar tertutup rapat. Ceklek! Sungmin menguncinya dari dalam. Yeoja itu merosot di belakang pintu. Dadanya sesak. Kepalanya pusing. Rasa takut itu memenuhi relung hatinya. Saat Kyuhyun lengah tadi, Sungmin melepaskan cengkraman Kyuhyun yang mengendur, lalu masuk ke dalam kamarnya yang dirasa aman.
Kyuhyun memukul dinding di samping pintu, merasa kesal saat Sungmin berhasil lolos darinya. Ia ingin permasalahan ini diselesaikan. Banyak pertanyaan yang menghantui pikirannya. Sungmin benar-benar mengusik ketenangannya.
TAP! Siwon menepuk bahu Kyuhyun. "Hei! Ada apa? Wah! Kamu ingin menggoda Sungmin-ku ya? Sudah sana pulang! Sungmin terancam jika kau berlama-lama di sini. Hush! Hush!", usir Siwon setelah memberikan semua barang-barang Kyuhyun.
Kyuhyun menahan emosinya saat kata Sungmin-ku meluncur di bibir Siwon. Ia memutar otaknya untuk mendekati Sungmin sekali lagi. "Hyung, besok kita diskusikan masalah kantor di sini lagi ya!", usul Kyuhyun beralasan.
Siwon memicingkan matanya, merasa curiga dengan magnae yang terkenal berotak iblis itu. "SHIRREO! Kita akan diskusikan semua itu di kantor. Lagipula besok kita akan mempresentasikan laporan ini. Sudah sana! Pergi cepat!".
BLAM! Siwon membanting pintu apartment-nya dengan kasar. Kyuhyun hampir saja membanting laptopnya, karena diperlakukan semena-mena oleh sepupunya itu. "Awas kalian! Lee Sungmin dan Choi Siwon, aku pastikan kalian tidak akan bersatu, karena Minnie milikku!".
.
.
\(O.o)/…::TBC::…(TOT)
.
.
Finished on 07 January 2013, 08:30 pm, Jakarta, Indonesia
Terimakasih untuk semua readers yg sudah membaca FF ini dari awal atau yang baru saja membaca. Maaf, Yuya tidak bisa membalas satu-satu, tapi Yuya akan membalas secara umum. Semoga berkenan!
Q: Apa akan ada pair SiBum di sini?
A: Sepertinya nggak ada, fokus ke KyuMin dan SiMin.
Q: Alurnya jangan ribet-ribet. Jangan kebanyakan Flashback.
A: Memang alurnya seperti itu, tapi selanjutnya akan alur normal kok.
Q: Donghae kemana? Kenapa tidak ada lagi di cerita?
A: Sejak lulus SMA, Sungmin putus hubungan dengan Donghae dkk. Mungkin akan muncul lagi.
Q: Kenapa KyuMin bisa HTS setelah lulus? Kenapa Kyuhyun menghina Sungmin pdhl dia nembak duluan?
A: Nanti akan dijelaskan kenapa mereka HTSan. Mereka juga jadian karena keegoisan Kyuhyun. Pasti Yuya akan jelasin alasan Kyuhyun.
Q: Kyu salahpaham dg hubungan HaeMin?
A: Iya. Pdhl mrk hanya bersahabat. Sungmin sayang sekali kepada Hae, udah dianggap seperti adek. Jadi dia nggak rela kalau Kyu melarangnya bergaul dg Hae lagi.
Q: Berasa kisah nyata. Terinspirasi darimana?
A: Kisah nyataku sendiri. Aku masukan semua Flashback itu dari kisah nyataku. Tapi untuk alur depannya, hanya imajinasi.
Sekian dariku.
Terima kasih! Mohon diREVIEW lagi ya~
