Really I'm Sorry

Cast : Oh Sehun

Kim Jongin

Xi Luhan

Do Kyungsoo

Huang Zi Tao

Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Kim Minseok

Summary : Sehun melakukan kesalahan besar ketika mengetahui bahwa jongin adalah seorang gay. Melihat peluang ini, Kyungsoo dan luhan memanfaatkan situasi membuat jongin dan sehun semakin menjauh satu sama lain."kau menangis lagi, hun" |"apa aku boleh mencintaimu? Apa kau merasa nyaman setelah ini?" | "hai, soo. Sedang dengan hasil curianmu, eh?" BL! KaiHun. HanHun. KaiSoo. Little bit Chanhun HanXiu

Really I'm Sorry

"d-darimana kau tau tentang itu lu?" sehun menatap horror pada luhan. Luhan menghela nafasnya sejenak. Sedikit ada rasa aneh di dadanya melihat sehun panik seperti ini

"banyak yang sudah tau bahwa kau penyebar rumor kalau jongin adalah gay. Tapi hanya kelas kita saja. Kelas lainnya tidak mengetahui ini. Lebih tepatnya, mereka tidak ingin tau"

Sehun berpegangan pada sofanya. Ia tak menyangka bahwa rumor itu meluas. Apalagi yang pihak yang bersalah adalah sehun. Sehun tidak ingin imagenya rusak karena ini. Sehun takut di bully

"a-aku harus minta maaf pada jongin segera" luhan terlambat mencegat sehun. Sehun berlari keluar dengan cepat. Membuka garasinya dan mengendarai motor kesayangannya.

Luhan yang melihat ini terlalu tidak bisa tinggal diam. Tapi dia tidak punya fasilitas untuk mengejar sehunnya. Sebelumnya luhan ke tempat ini hanya menaiki taxi.

...

Sehun mengunci kendaraannya sebelum berlari ke rumah jongin. Hal yang pertama di temuinya adalah keluarga jongin sedang bercengkrama satu dengan lainnya. Dia menghela nafas dan memegang dadanya. Dia sangat gugup

"permisi" semua orang di situ menatap ke arah sehun. Sehun sendiri menjadi seperti dibekukan.

Sehun mengatakan niatnya untuk bertemu dengan jongin, sedetik kemudian orang dari salah satu dari mereka-ibunya- memanggil orang yang di maksud oleh sehun.

Jongin terkaget atas kedatangan sehun tapi dia masih dapat mengontrol ekspresinya. Sehun duduk di salah satu bangku di situ, di ikuti jongin tentunya

"ada apa hun?" pandangan jongin ke sehun saat ini berbeda saat pada di sekolah. Ini seperti pandangan yang dulu ia berikan pada sehun

"eung..aku..aku...aduh.." jongin tertawa melihat tingkah sehun. Dia kembali memfokuskan pandangannya ke sehun "aku minta maaf"

"astaga, hun. Aku kira apa" namja putih itu langsung menatap ke arah lawan bicaranya. Apakah jongin tidak keberatan atas apa yang telah ia lakukan?

"aku kira kau telah tau masalah ini, jong"

"ya aku tau itu"

"a-aku tidak bermaksud mengataimu seperti itu, jong. Aku hanya salah paham atas kontak Cho Songsaenim di ponselmu dan..dan aku tidak tau harus berbagi cerita pada siapa. A-aku tau aku salah bertindak, jong" sehun menundukkan kepalanya. Dia ingin sekali menangis tapi benar-benar di tahannya.

Jongin terdiam sejenak "aku juga telah membicarakan ini pada Cho Saem dan dia benar-benar kecewa. Maksudku..dia mengatakan dia tidak menyangka kalau namja sepolos dirimu akan berbuat seperti ini"

"BUKAN AKU YANG MENYEBARKANNYA. A-aku hanya berbagi cerita, apa aku salah?" sehun tampak gugup untuk membela dirinya sendiri

"iya iya aku tau kyungsoo lah yang telah berbuat ini. Aku akan menjelaskannya pada Cho Saem, kau tenang saja"

"terima kasih, jong"

Really I'm Sorry

meski sehun telah meminta maaf pada jongin, suasana di sekolah tidaklah berubah. Baekhyun akan menyindir jongin jika ia berdekatan pada sehun, jongin mau tidak mau menjauh dari sehun. Sehun sekarang sudah berbagi meja dengan chanyeol. Sedangkan jongin bersama kyungsoo.

Sehun merasa sakit saat kyungsoo yang menggantikan posisinya di situ. Mendengar tawa dan candaan kyungsoo benar-benar membuat sehun menguras emosi.

Dan lagi-lagi menangis

"kau menangis lagi, hun" chanyeol menatap iba pada sehun. Sehun hanya diam sambil melanjutkan tangisannya dalam diam

"apa perlu aku yang bertindak?" sehun hanya menggeleng pasrah "kalau begitu kau tidak perlu menangis demi manusia seperti mereka. Aku akan menjamin, kau jauh lebih bahagia bersama ka-"

"sehun kau kenapa?!" suara luhan terlalu menarik perhatian, tidak terkecuali perhatian jongin

"astaga, hun! Kau menangis lagi" baekhyun tersenyum remeh saat melihat luhan mendekati sehun dan memeluk namja itu

"lihat lah itu, menangis agar terlihat lemah di mata mereka" jongin mengalihkan tatapannya pada kyungsoo. Dia ingin marah tapi ia merasa mulutnya sedang di kunci. Sementara baekhyun dan tao hanya menunjukkan smirk mereka mendengar penuturan kyungsoo. Apa mereka tidak merasa marah?

Bukan hanya jongin, baekhyun dan tao saja. Bahkan luhan cs juga mendengarnya. Amarah sehun sudah memuncak tapi dia bukan tipe marah-marah apalagi di tempat umum. Hanya membuat malu saja

"diam lah, pelacur. See, kau lebih menyedihkan dibanding dengan sehun. Merusak persahabatan orang lain hanya untuk mendapatkan teman, eh? Apa selama ini kau tidak memiliki teman? Berterima kasihlah pada sehun. Bagaimana rasanya mempunyai teman dari hasil sikap licik mu?" cibir luhan dan di sambut tawaan xiumin serta chanyeol, sehun? Masih menangis-.-

Kata-kata itu benar-benar menusuk di titik tepat dadanya. Kyungsoo terdiam. Entahlah, tapi dia merasa malu. Jongin? Senang akan hal itu. Sepertinya sehabis ini jongin akan berterima kasih pada luhan

"chan..temani aku ke toilet"

"tentu, saja. Ayo" chanyeol dengan semangat memapah tubuh sehun

"ya!sehunie~ kenapa tidak denganku saja eoh?" luhan menunjukkan muka memelasnya yang membuat sehun sedikit cekikikan melihat hal itu. Sungguh manis.

"ck kau bicara apa lu? Ayo kerjakan tugas ini" luhan langsung terduduk saat xiumin dengan keras menariknya. Luhan melihat ekpresi xiumin sangat tidak mengenakkan. Luhan hanya menggidikkan bahu melihat itu.

Really I'm Sorry

"ini tisunya, hun" sehun menerima tisu pemberian chanyeol. Di usapnya pelan ke wajahnya yang basah karena dia harus mencuci mukanya agar tidak terlihat sembab lagi

Sehun terkaget saat tiba-tiba saja chanyeol merebut tisunya dari tangan sehun. Awalnya sehun ingin protes tapi ia terdiam saat chanyeol mengelap wajahnya dengan lembut "kau terlalu lama, hun" sehun yang dengan mode speechlessnya hanya mengedipkan matanya berkali-kali

Ini bukanlah dia. Dia tidak pernah merasa sekaku ini pada pria. Apakah dia benar-benar menjadi gay?

"sudah ku katakan. Jangan menangisi mereka lagi. Sekarang kau ada kami. Berhentilah menghabiskan airmatamu untuk para bajingan-bajingan itu, hun. Ada luhan, ada xiumin dan ada...aku. ya aku. Jadi jangan perdulikan mereka lagi" Chanyeol mengakhirinya dengan senyuman

Sehun menarik nafasnya dalam-dalam. Lalu menghembuskannya dengan perlahan. Dia merasa ingin mangis lagi. Dia tidak tau bahwa mereka sangat lah baik menerimanya. Padahal dia baru beberapa hari saja berada di kelopok luhan cs

"kkk jangan menagis lagi, rabbit"

"berhentilah. Rabbit? Itu menjijikkan" sehun meninggalkan chanyeol begitu saja

"HAHAHA YA! SEHUNIE TUNGGU AKU!"

Really I'm Sorry

"ah aku tidak ingin pulaaaangggg"

"yak! Xiuminie, apa kau kehabisan obat?" xiumin hanya pout ketika luhan mencibirnya seperti itu. Luhan berjalan dengan lenggangnya melewati xiumin yang sedang berjongkok di hadapannya. Xiumin yang melihat itu langsung menarik celana luhan sebelum luhan jauh darinya

"ya ya ya! Apa apaan kau ini! Yak xiumin!"

"aku tidak ingin pulangggg. Aku tidak ingin pulang, lu" luhan cukup sabar menghadapi sikap manja xiumin belakangan ini. Tapi menarik celananya? Benar-benar keterlaluan

"ya! Xiumin! Kita di lihat oleh orang orang"

"ada apa ini?" sehun menatap heran keduanya. Luhan mati gaya saat ditatap oleh sehun dengan tatapan anehnya

"xiumin tidak ingin pulang. Dia gila, hun. Jangan pedulikan" xiumin semakin menarik celana luhan

"baiklah kau tidak gila! Aish!"

"kalian ini pasangan idiot" timpal chanyeol. Terkadang dia malu untuk mengakui bahwa mereka temannya

"pasangan? Oh tidak. Aku dengan sehun"

"tidak, kalian pasangan. Aku masih pada jalanku(lurus)" xiumin cekikikan mendengar penuturan sehun. Tapi luhan dan chanyeol sebaliknya, mereka terdiam. Sehun kelabakan melihat itu. Sepertinya ia salah berbicara

"a-ah bagaimana kalau kalian ke rumah ku saja? Di rumahku benar-benar sepi. Sangat sepi" sepertinya kata-kata sehun barusan membuat suasana sedikit mencair. Chanyeol tersenyum dan mengangguk. Luhan juga. Xiumin? Dia sudah tidak seperti tadi. Sehun tidak tau mengapa xiumin malas pulang ke rumahnya. Sehun pikir rumahnya adalah yang paling terburuk diantara mereka

Rumah yang hanya ditempati oleh dua mahluk-untuk saat ini satu mahluk saja- dan berdebu. Sangat cocok untuk tempat uji nyali.

Sehun mempersilahkan mereka untuk segera masuk dan menyuruh mencuci kaki mereka terlebih dahulu. Seperti biasa, sehun menyuruh mereka untuk di kamar sehun saja. Kamar sehun cukup besar karena bekas kamar orangtuanya

Sehun menyiapkan makanan yang baru saja ia beli. Ramen dan kue beras. Tidaklah buruk untuk ukuran kantong pelajar. Sehun membersihkan rumahnya-untuk pertama kali dalam seminggu ini. Dia ingin membuat teman-temannya nyaman di rumah berdebunya.

Dia tidak kaget saat menemukan ketiganya tertidur pulas di tempat tidurnya. Tempat tidur sehun adalah yang terbaik di rumahnya. Tanpa alasan yang pasti dan akan tertidur kapanpun jika sudah terbaring di kasurnya.

Really I'm Sorry

Hari sudah menjelang sore tapi ketiganya sama sekali belum bangun. Sepertinya kali ini salah. Xiumin membuka matanya perlahan. Dia bangkit secara tiba-tiba dan menjelaskan penglihatannya. Dia melirik ke arah jam sekilas

Oh sudah jam 5..

Mwo?

Xiumin menggoyangkan bahu luhan dengan sangat tidak berperasaan. Luhan bukanlah type orang yang mudah terbangun tapi cara xiumin benar-benar membuatnya terganggu dari tidurnya

"aish luhan! Ini sudah jam 5! Aku bisa di marahi oleh orangtuaku jika aku telat pulang"

"ah iya iya aku bangun... kau bangunkan dulu si raksasa itu"

"kau mau kemana? Aku ikuuttt"

"aku ingin ke kamar mandi. Kau ikut?"

"bolehkah?" luhan tertawa melihat tatapan polos xiumin "baiklah, ayo" mereka meninggalkan chanyeol yang masih berada jauh di dalam mimpinya

Really I'm Sorry

"chan. Chanyeol." Sehun menepuk pelan pipi chanyeol

"mengapa dia seperti mayat" gumam sehun kesal sambil menusuk pipi chanyeol dengan jarinya

"aku bukan mayat, hun"

"HUWAA!" sehun menjauhkan dirinya setelah tau ternyata chanyeol tidaklah tertidur. Tapi sepertinya dia terlambat. Chanyeol sudah lebih dulu menarik tangannya sehingga membuat sehun sekarang menindih badan chanyeol

Chanyeol membuka matanya. Awal yang menyenangkan. Melihat pemandangan indah di depannya, benar-benar kejadian langka.

"kau tau hun? Kau ini tidak hanya cantik. tapi juga indah" sehun? Hanya melotot dengan pipi yang sudah sangat memerah

"apa aku boleh mencintaimu? Apa kau merasa nyaman setelah ini?" masih di posisi yang sama, chanyeol menatap lekat ke mata sehun.

"aku..ak-"

"APA APAAN INI?!"

Really I'm Sorry

"ish kalau saja kau tidak datang, lu. Mungkin aku sudah menyatakan cintaku pada sehun" chanyeol mencibir orang yang sekarang tepat di sebelahnya

Sekarang mereka sedang jalan ke depan persimpangan daerah rumah sehun. Agar mendapat kendaraan umum.

"justru itu, untung aku tepat waktu. Jika tidak, sehun akan menjadi korban mesum mu selanjutnya"

"selanjutnya? Kau pikir aku telah berbuat mesum sebelumnya hah?"

"lalu apa kabar jungkook?"

"i-itu masa lalu. Sudahlah. Lupakan itu" sehun dan xiumin salig menatap satu sama lain. Mereka yang dari tadi hanya diam melihat luhan dan chanyeol bertengkar mulai risih

"bisakah kalian diam? Lihatlah, sehun shock melihat kalian" luhan dan chanyeol langsung saja mengarahkan pandangan mereka ke sehun

"a-aku tidak apa-apa kok. Sungguh" sehun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali

"chan-" omongan luhan terpotong ketika melihat sesuatu(?) di depannya. Semua yang melihat itu langsung mengarahkan pandangan mereka menuju arah pandangan luhan

Itu kim jongin bersama kyungsoo

Luhan dan lainnya berjalan mendekati jongin dan kyungsoo. Sehun hanya menundukkan wajahnya, dia tidak ingin melihat mereka untuk saat ini. Lebih tepatnya melihat kyungsoo. Jujur saja, dia jijik dan benci pada kyungsoo

"hai soo. Dengan hasil curianmu, eh?" luhan, chanyeol dan xiumin menyeringai dengan penuh. Entah mengapa, tapi mereka seperti tau bagaimana perasaan sehun dan ingin membela sehun

"sudahlah, lu. Jika seperti ini terus, barangnya akan hilang kekeke" tidak hanya xiumin. Luhan dan chanyeol juga ikut tertawa meremehkan

"ka-kalian jahat hiks"

"eoh? Jahat? Lebih jahat mana kau atau kami hah? Simpan airmata busukmu itu, kyungsoo. Kau pasti tau jika jongin lemah jika melihat orang menangis. See? Siapa yang ingin terlihat lemah dengan cara menunjukkan airmatanya?"

Sebenarnya kali ini kyungsoo benar benar tertekan. Selicik apapun dia, dia juga manusia. Dia tidak tahan akan bullyan.

Tapi Jongin tidak menghiraukan kyungsoo yang menangis.

Dia sibuk melihat sehun yang sedari tadi hanya menunduk

"su-sudahlah..ayo kita pergi saja" sehun menarik-narik lengan luhan. Tatapannya tetap ke bawah.

"baiklah..kita tinggalkan si pelacur ini dengan pelanggan barunya"

"kau ini bicara apa lu? Hahha" tawa xiumin. Tidak. Bukan hanya xiumin tapi chanyeol juga tertawa dan akhirnya meninggalkan jongin dan kyungsoo berdua disana

Sepeninggal Luhan cs, kyungsoo tidak lagi menangis. Dia menghapus air matanya dengan kasar dn menggenggam kuat telapak tangannya.

"sungguh, lihatlah sehun. Aku akan membunuhmu" gumam kyungsoo

Jongin seketika melihat kyungsoo. Dengan perlahan tatapannya berubah menjadi tatapan yang datar

"sebelum kau membunuh sehun, kau lah yang kubunuh terlebih dahulu" jongin meninggalkan kyungsoo sendirian

.

.

.

.

"bagaimana kalau ku buat kau yang akan membunuh sehun?" kyungsoo melihat punggung jongin yang menjauh dengan seringai yang tercetak jelas di wajahnya.

Really I'm Sorry

Sehun memasuki rumahnya dengan lesu. Setelah mengantar tiga sekawan itu sampai ke depan simpang perumahannya, sehun tidak berencana untuk melakukan apapun selain tidur.

TING TONG

"haish apakah tidak tau bahwa aku lelah?!"

TING TONG TING TONG

"iya iya!"

"ada ap-jong"

"hai sehun…" jongin menggaruk tengkuknya dengan gugup "aku..hanya ingin bermain"

"bermain?"

"maksudku-yah bermain, aku bosan di rumah"

"oh..okay.." sehun mempersilahkan jongin untuk masuk. Jongin yang awalnya ragu akhirnya masuk. Jongin celingak celinguk melihat kedalam rumah sehun

"mencari ayahku?"

"hehe tidak.."

'dia sedang keluar kota untuk seminggu" sehun menyiapkan minuman di hadapan jongin

"oh.." sehun hanya mengangguk menanggapi 'oh'nya jongin

Mereka hening untuk waktu yang lama dan sehun tidak nyaman akan keadaan itu. Jadi dia berpamitan kepada jongin untuk memasak makan malam

Jongin merasa bodoh karena dia tidak memiliki pembahasan ketika bersama sehun. Oh ayolah, jongin tau kalau sehun sedang tidak nyaman. Mereka sudah bersama sama hampir 3 tahun jadi jongin cukup mengenal sehun luar dalam

Jongin bangkit dan ke dapur dimana sehun sedang memasak sesuatu. Dia melihat sehun yang sedang memasak sedikit speechless. Bahkan 2 tahun lalu sehun tidak dapat memotong bawang kkkk

Sehun sangat fokus dengan masakannya "lalala~ bahkan sek-jongin?!"

Jongin juga tidak tau mengapa ia memeluk sehun dari belakang, dia hanya mengikuti nalurinya.

Jongin menghirup aroma dari leher sehun. Tetap sama. Sehun sangat menyukai aroma bayi. Dan jongin menyukai itu.

"sehun.."

"i-iya?"

"kurasa aku gay"

Really I'm Sorry

Sehun memasuki kelasnya dengan wajah datar khas seorang oh sehun. Itu tidak mengagetkan lagi bagi chanyeol, luhan dan xiumin tapi yang mereka herankan, sehun hanya diam sampai saat ini

"kau kepikiran apa lagi?" tanya chanyeol khawatir

"ha?iya? ada apa chanyeol? Ingin ke kantin?"

Chanyeol menaikkan satu alisnya "kau tuli? Aku tidak mengajakmu ke kantin, Park sehun. Kau ini kenapa?"

"yayaya! Kenapa kau sekasar itu pada sehunku? Tuli..tuli..kau yang tuli-.- dan apa hak mu memanggil sehunku dengan marga mu?"

Sehun menghela nafasnya berat. Mengapa harus ada pertengkaran pagi pagi seperti ini?—

"hey guys! Kalian hanya membbuat sehun semakin pusing saja. Ish idiot"

"siapa yang kau sebut idiot hah?"

"SUDAH!" sehun menutup wajahnya dengan telapak tangannya. Apa barusan ia teriak? Ia tidak pernah sekasar ini

"kau…ada masalah hun? Ceritalah" chanyeol mengelus kepala sehun-walaupun ditatap tidak suka oleh luhan-

Luhan dan xiumin hanya mengangguk angguk. Sehun sebenarnya ingin menceritakan apa yang ia alami tadi malam. Tapi apakah mereka akan baik baik saja?

Sehun tentunya tidak bodoh. Sehun tau chanyeol dan luhan menyukainya. Mereka memang idiot, tapi mereka tampan-hey? Apakah ia sudah benar benar gay?

Persetan dengan itu

.

Dia gay

.

.

"aku….aku..han-jongin?!"

Haishhh maaf baru update *bow sana bow sini*
Soalnya sibuk sama ujian dan remedial sebagainya-.-
oiya..ada yang setuju ga kalo ratenya bino buat jadi…M/?

Kalo banyak yang mau ntar bino ganti untuk chap selanjutnya/? Ahyeah!/?

Review juseyooooo~