Glare, hold, love and song

Chapter 4

Disclaimer: FF ini punya saya loh *terus kenapa?* Sungmin punya orang tuanya, keluarganya dan biasnya, kalo Kyuhyun baru punya akuuu *ditimpuk batu sama SparKyu* hahahha

Happy reading, jangan lupa RnR ya chinggu!

Cast: Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Victoria, Lee Hyuk Jae, Kim Ryewook, Kim Jong Woon, Lee Donghae

Summary: aku merindukanmu sampai duniaku berhenti berputar dan hanya kau yang bergerak tanpa pernah bisa aku tangkap.

Aku mencintainya tapi aku sadar kaulah nafasku

Entah berapa jam telah dihabiskan Sungmin untuk menangis, dia tidak perduli kalau besok matanya bengkak, toh dia tak berniat untuk kuliah besok. Yang ada di kepalanya hanya banyangan orang tuanya, mertuanya dan laki-laki itu yang bernama Cho Kyuhyun. Bagaimana kalau Kyuhyun tetap pada pendiriannya? Bagaimana kalau sampai lusa Kyuhyun tidak meminta maaf pada pegawainya di kantor? Bagaimana kalau mereka tetap akan berdemo ke kantor appanya? Sungmin mengutuki dirinya sendiri yang begitu bodoh dan percaya begitu saja kalau Kyuhyun akan menjalankan perusahaan dengan baik.

"Kau bodoh Lee Sungmin, bahkan setelah apa yang dilakukannya kau tetap menulis surat untuknya" Gerutu Sungmin sambil tetap menulis surat untuk Kyuhyun sama seperti hari-hari sebelumnya

Ya! Kau namja yang kejam,

Apa salahku padamu? Mengapa kau tega melakukan ini semua padaku? kau ingin membuat appaku cepat mati ya? Kau laki-laki atau bukan? Hadapilah kenyataan yang ada di depanmu.

Aku belum pernah semarah ini dengan seseorang, aku jarang berteriak. Tapi kau telah sukses membuatku melakukannya. Namun seberapapun marahku padamu, aku tetap tidak bisa membencimu, apa kau percaya dengan cinta? Apa kau pernah jatuh cinta? Sampai segala hal yang dilakukan oleh orang itu membuatmu tergila-gila. Aku pernah, entah aku teruskan atau tidak. aku bingung bagaimana harus menghadapimu Cho Kyuhyun. Kau sangat membenciku. Apa yang harus aku lakukan?

Aku baru tahu kau punya mimpi. Apa mimpimu? Passti sangat konyol, mengingat orang tuamu sepertinya melarang. Aku ingin tahu segala hal tentangmu diluar semua hal yang membuatku marah tentangmu. Apa kita akan selamanya seperti ini? Sungguh menyenangkan bila aku bisa bercerita tentang hariku denganmu. Ah andai saja kau tahu..

Semoga kau berubah pikiran ya, dan semoga Tuhan berpihak padaku.

Sungmin melipat surat itu setelah menuliskan tanggal lalu menyimpannya di tempat biasa. Sungmin bangkit untuk bercermin dan betapa kagetnya dia melihat mata kelincinya sebesar telur ayam, pipinya yang chubby terlihat kusam tersiram air mata, bahkan rambutnya kusut berantakan. 'semua ini gara-gara kau Cho Kyuhyun' yeoja kelinci itu hanya bisa mengumpat dalam hati.

.

.

Apa yang dilakukan oleh Kyuhyun sekarang? Dia hanya melamun semalaman mengutuki kisah hidupnya yang tidak beres. *lebay banget kyu* .Kamarnya yang bercat biru muda sangat rapi dan tertata, dia mengambil salah satu kotak dibawah tempat tidurnya, itulah beberapa lagu yang sempat ditulisnya semasa sekolah dan kuliah dulu. Dia hanya menyanyikan lagu itu untuk Victoria, orang yang paling memahaminya. Kali ini Kyuhyun baru sadar, kalau dia juga mempunyai kesempatan yang sama untuk meraih mimpinya. Tapi apa yang harus dia lakukan lebih dulu, mengingat menjadikan lagu kita dipakai oleh orang lain adalah bukan hal yang mudah. Okay, namja evil ini frustasi, sedari tadi menggaruk-garukkan kepalanya. Victoria saja tidak pernah berkata seperti itu padanya, tapi kenapa yang membuatnya sadar justru yeoja aegyo yang sangat dibencinya? Ketika keluar dari kamaar untuk sarapan, dia tak melihat makanan yang tersedia, tidak ada cemilan atau kudapan yang bisa mengganjal perutnya. Biasanya banyak makanan yang dibuat Sungmin untuknya, dan sedari pagi Kyuhyun tidak mendengar pintu kamar yang ada di depan kamarnya dibuka. Perasaan bersalah mulai menggelayuti Kyuhyun.

"aaiissshh, mengapa aku harus merasa bersalah sih? Sadarlah Cho Kyuhyun, kembalilah pada dirimu yang normal" umpat kyuhyun

TINGTONG

TINGTONG

"orang macam apa yang bertamu pagi-pagi begini?" gerutu Kyuhyun smbil beranjak membukakan pintu

"duguseyeo?" Kyuhyun membukakan pintu untuk empat orang yang ada di depannya, agak kaget dengan apa yang dilihatnya Kyuhyun refleks bertanya "kalian siapa?"

"ah, annyeonghaseo kami teman Minnie di kampus, apa dia ada di rumah?" sapa wookie ramah, sedangkan ketiga orang yang lain menatap Kyuhyun sebal. 'Apa ini suaminya Minnie? Pantas saja Minnie tidak bahagia.' Pikir mereka

"Minnie? Maksudmu Lee Sungmin?" tanya Kyuhyun tak paham

"Iya, Lee Sungmin istrimu" tukas Donghae ketus. Kyuhyun menatap Donghae dengan tatapan evilnya sejenak

"kalian tunggu disini, akan kupanggilkan"

Empat orang itu tak habis pikir dengan apa yang dilakukan Kyuhyun padanya, bisa-bisanya Kyuhyun menyuruh mereka menunggu di luar, cuaca sangat dingin sekali. Yesung yang paling tak bisa menerima ini semua, amarahnya naik tiba-tiba.

"Apa aku tak salah dengar, Minnie mencintai pria aneh dan menyebalkan itu?"

"hush, tenanglah chagiya, tidak enak kalau nanti Minnie dengar" wookie menenangkan kekasihnya, diusapnya bahu Yesung lembut

"aku hanya tidak terima, Minnie yang begitu baiknya harus hidup dengan namja aneh itu"

"kau benar, tapi biarkan Minnie yang menentukan hatinya" tukas Donghae dengan bijak

Sementara itu Kyuhyun dengan berat hati berjalan ke arah kamar Sungmin, baru kali ini dia mengetuk kamar itu, dengan perlahan sebanyak tiga kali.

*kyuhyun pov*

Dia membukakan pintunya, apa yang terjadi? Mengapa dia terlihat berbeda? Sepertinya Lee Sungmin bukan yang ini, dia adalah wanita manja yang konyol. Lalu kenapa yeoja yang berdiri di depanku sangat berbeda dengan yang seblumnya? rambutnya yang panjang tergerai basah, matanya seperti mata kelinci agak bengkak , pasti dia menangis semalaman, lalu kenapa aku harus merasa bersalah? Dan ya Tuhan mengapa mataku harus bergerak ke bawah melihat bibirnya yang berbentuk M dan agak merah merona. Pipinya sangat mulus, putih. Sadar Cho Kyuhyun. Sadar. Dia sedang mmeperhatikanmu. Kemabalilah pada dirimu bodoh!

"apa maumu? " tanyanya padaku ketus. Tentu saja kalau tidak terpaksa aku tidak akan mengetuk pintu kamarnya

"ada teman kuliahmu di bawah, mereka sangat berisik" kataku pedas dan sepertinya dia tidak perduli, tanpa melihatku dia langsung turun ke bawah

Apa yang terjadi denganku? Mengapa begitu aku melihat matanya, aku meraasa bersalah? Apa yang telah terjadi padaku? ahhh sudahlah, mungkin ini efek aku melihat wanita menangis, aku sungguh tak tahan emlihat wanita menangis sekalipun itu orang yang aku benci

*kyuhyun pov end*

Sungmin turun ke bawah menghampiri empat orang yang tengah menunggunya. "yetdera.. mengapa kalian tidak masuk? Anginnya sangat dingin di luar" sungmin merangkul ke empat sahabatnya

"gwaenchanayeo Minnie-ya, kau kemana saja? Tidak menghubungi kami? " tanya Eunhyuk dengan nada yang khawatir

"aku ada sedikit masalah kemarin, kalian masuklah dulu" ajak Sungmin

"bagaimana kalau kita minum coklat panas bersama, hari ini aku traktir" wookie menolak dengan mengalihkan ajakan dari pada harus berada satu ruangan dengan suami Minnie yang sangat menyebalkan

"ah setuju, ayo Minnieya, banyak yang harus kau ceritakan pada kami" kata Donghae antusias

"ya, lebih baik minum coklat panas, itu lebih baik dari pada membuat hati panas" tukas Yesung penuh makna. Sungmin yang mengerti hanya tertawa pelan

"mianhae chinggu-ya~"

"kau ganti baju saja dulu, kami tunggu kau di mobil, ne?" Eunhyuk mengajak tiga orang yang lainnya untuk ke mobil,mengingat cuaca sangat dingin

Sungmin kembali ke kamarnya, sewaktu hendak ke kamar dia melihat Kyuhyun sedang makan sereal dengan susu, dalam hati sungmin terkekeh 'bagaimana bisa aku mencintai namja yang untuk sarapan saja dia memilih sereal, sangat kekanakan' batinnya geli

Setelah mengganti bajunya dan memakai mantel tebal, tak lupa syal dan sarung tangan, Sungmin langsung menyusul empat sahabatnya

"kau mau kemana?" tanya Kyuhyun tiba-tiba

Sungmin menatap namja itu heran "sejak kapan kau lupa perjanjian tak mengurusi orang lain?" jawab Sungmin ketus. Kyuhyun yang sadar akan kebodohannya langsung diam tak menjawab.

Tak bisa dipungkiri Sungmin bahagia sekali, hanya hal kecil bertanya 'kau mau kemana' sanggup melipatgandakan cintanya untuk Kyuhyun berjuta-juta kali lipat. Belum lagi ditambah ekspresi keingintahuannya yang sangat membuat Sungmin gemas. Kalau sudah seperti ini mana bisa sungmin membenci Kyuhyun, sepertinya jauh lebih mudah membenci dirinya yang bodoh karena mencintai pria seperti itu.

.

.

.

"apa yang terjadi padamu Minnie-ya? Kau tidak pergi mengajar kemarin" tanya Eunhyuk khawatir

"Bahkan matamu bengkak seperti telur ayam" tambah Wookie, dua laki-laki lainnya hanya memandang Minnie dengan tatapan penasaran

Sungmin terkekeh " kekeke, gumawo sudah mengkhawatirkan aku. aku baik-baik saja. Hanya ada beberapa urusan kemarin"

"urusan dengan suamimu yang aneh itu ya?" tanya Yesung sarkastik

Sungmin tertawa lagi "geurae, dia berencana menjatuhkan perusahaan appaku agar kami cepat bercerai, tapi aku sudah bicara dengannya, semoga saja dia berubah pikiran" jelas Sungmin, empat orang di depannya sangat jelas terlihat geram

"apa kubilang, pasti dia namja aneh"

"sudah kuduga, dia hanya akan melukaimu"

"bagaimana bisa kau mencintai pria semacam itu Minnie-ya?"

Sungmin lagi lagi hanya tersenyum bahagia mendengar celotehan sahabatnya, selain kembali mengutuki dirinya sendiri, Sungmin juga merasa sangat bahagia, lagi-lagi karena sahabatnya yang begitu baik padanya.

"kalian tidak perlu khawatir, kali ini aku tidak akan tinggal diam. Masalah cinta, aku tak berani mengubur perasaanku, jika pada kenyataannya aku tak berharap itu semua dikubur, aku akan menuruti semua perasaanku, aku yakin akan cinta yang akan datang pada waktunya. Entah itu dari Kyuhyun atau dari orang lain"

Delapan pasang mata yang menatap Minnie merasa tak berdaya, yeoja yang satu ini memang sangat baik dan bijak. Kata katanya selalu bermakna.

"Kami akan berdoa untuk kebaikan dan kebahagiaanmu Minnie-ya" kata Eunhyuk akhirnya, Sungmin membalasnya dengan senyum

"kalian tidak kuliah?" Sungmin baru ingat saat ini pasti kuliah sudah dimulai

"Hari ini kami khusus datang untuk menghiburmu Ming, mari kita bersenang-senang" kata Donghae riang

"jjinjayo? Aaaa gomapta chinggu-ya" Sungmin berteriak haru lalu memeluk empat sahabatnya .

.

.

.

Kyuhyun memandang seluruh pegawainya yang bahkan kini tidak menyadarinya datang dan tetap melakukan hal-hal yang tidak harus dilakukan saat bekerja. Sejak di rumah tadi dia memutuskan sesuatu, mungkin ini sangat gila dan sama sekali dia merasa ini bukan dirinya. Ada sesuatu yang merasuk ke dalam jiwanya entah itu apa yang menyebabkannya sangat merasa menyesal atas apa yang telah dilakukannya. Kyuhyun kemudian berdiri diantara semua pegawainya yang mulai menyadari kedatangan sang direktur tapi tetap bersikap acuh tak acuh

Kyuhyun menarik nafasnya "selamat pagi yorobun"

Tak ada yang menjawabnya, sumpah! Dalam hatinya Kyuhyun sudah mengumpat dengan kesal, tapi dia harus tahan ini semua.

"baiklah, aku tidak akan memperpanjang masalah. Aku sangat menyesali semuanya berujung seperti ini, aku menyadari ini semua salahku yang terlalu mengatur dan menyalahkan kalian. Tolong beri aku kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahanku, ini semua di luar siapa aku dan apa posisiku. Aku ingin berteman dengan kalian. Datanglah ke tempatku, dan beri tahu aku apa saja yang harus aku rubah, mungkin sedikit demi sedikit aku akan memperbaikinya. Terima kasih. Aku harap kalian tidak melanjutkan ini semua mengingat ada banyak klien dan supplier yang harus kita tarik kembali."

Kyuhyun membungkukkan badannya "satu hal lagi, aku tak akan menurunkan gaji kalian" ucap Kyuhyun sambil berlalu ke ruangannya. Para pegawai yang lainnya tampak kaget dengan apa yang baru saja mereka dengar, dan mereka akhirnya menyimpulkan bahwa Nyonya Lee Sungmin adalah istri yang sangat hebat.

.

.

.

Sungmin baru saja pulang sore hari setelah bermain seharian di Dreamland *bener gak sih itu namanyaaa T_T* bersama empat sahabatnya, selain berfoto bersama, bermain wahana berteriak sepuasnya sampai melihat hewan-hewan musim dingin yang ada di amusement park tersebut. Tak bisa dipungkiri rasa khawatir Sungmin akan masalahnya agak menghilang. Empat temannya mengantar yeoja aegyo itu sampai tempat pemberhentian bus, Sungmin selalu menolak untuk diajak pulang bersama terlebih karena arah rumah mereka berbeda. Sejenak Sungmin nerfikir betapa enaknya menjadi mereka, selalu bersama bahkan kekasih mereka adalah sahabat mereka sendiri, rumah mereka berdekatan, orang tua mereka juga bersahabat baik, dari sekian banyak perbedaan Sungmin bersyukur setidaknya orang tuanya dengan orang tua Kyuhyun bersahabat baik.

Sungmin sering berfikir, hidupnya sangat meletihkan. Kadang dia ingin melepaskan semua cita-citanya dan menjadi Direktur Lee di kantor appanya. Namun dia sudah berjalan sejauh ini, butuh waktu lebih lama untuk memutar semuanya dari awal, mengapa tidak dilanjutkan saja semuanya yang telah menjadi pilihannya? Toh itu semua juga demi kebahagiaannya, dia memlilih ini untuk kebahagiaannya.

TTEEETT

TTETTT

"yoboseyeo?" sapa Sungmin ke arah orang yang berada di seberang sana

"yeoboseyeo~ Minnie Agashi, jongmal kamsahamnida. Sajangnim telah meminta maaf kepada semua karyawan, dia tampak berbeda sekali, bahkan dia membungkuk sangat lama, membuat kami terharu"

Sungmin tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya "jongmaruyeo?"pekiknya tak percaya, hati Sungmin melonjak seakan keluar dari tempatnya

"benar Nyonya, kami sangat berterima kasih pada anda, anda istri yang sangat hebat, bahkan sajangnim tidak akan menurunkan gaji kami, dia menerima semua kritikan kami"

Sampai situ Sungmin hanya kuat mendengar, rasanya dia masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Air matanya jatuh membasahi pipinya yang chubby dan merona. Sungmin mengusap air matanya

"terima kasih Tuhan. Terima kasih karena kau telah menolongku, terima kasih Tuhan kau telah membuka jalan pikirannya" gumam Sungmin pelan masih menangis bahagia. Setidaknya Appa tidak perlu tahu hal ini, setidaknya satu masalah selesai meskipun Sungmin berfikir Kyuhyun akan semakin membencinya, bahkan menaruh dendam tujuh turunan untuknya.

.

.

.

TTTEEET

Lagi –lagi ponsel Sungmin bergetar, Sungmin masih berada dalam bus yang membawanya pulang ke rumah. Sewaktu melihat siapa yang meneponnya Sungmin semakin tersenyum.

"Vicky-ya" sapa Sungmin riang, di ujung sana ada yeoja manis yang juga sangat riang menyapa Sungmin

"..."

"ah, baiklah.. aku ke sana sekarang"

Klik!

Sungmin menutup percakapannya, di pemberhentian bus selanjutnya dia turun lalu menemui Victoria yang sedang menunggunya di Gereja.

.

.

Sungmin memperhatikan sekeliling lingkunngan gereja yang ada di tengah kota seoul itu, sangat tenang, damai, dan indah. Hatinya mendadak merasa tenang sekali, apalagi suasananya masih menjelang matahari terbenam, ada kehangatan yang dia rasakan di sela-sela sinar matahari, meskipun kehangatan itu mulai kalah dengan dinginnya angin di bulan februari.

Dari jauh sosoknya menangkap Victoria yang sedang berjalan ke arahnya, dengan riang Sungmin mempercepat langkahnya. Victoria memluk Sungmin erat ketika mereka berhadapan.

"Apa kabarmu Minnie?" sapa Vic ramah, dia mengajak Sungmin duduk di bangku taman

"Aku baik, kau?"

"Aku sangat baik, bagaimana lukamu? Apa sudah sembuh?"

"sudah Vicky-ya, hanya lecet sedikit kok."

"ini sepatumu" Victoria memberikan high heels mahal milik Sungmin

"Sepertinya aku sudah harus mengembalikan sepatumu ya? Padahal aku sangat menyukai sepatu ini, lihat aku sampai tak sempat mencucinya karena kupakai terus" cerita Sungmin, Victoria tertawa senang

"kau menyukai sepatuku? Padahal itu sangat jelek sekali loh"

"anniyeo~ aku merasa nyaman memakainya"

"sepatumu juga sangat bagus dan terlihat mahal"

Sungmin sedikit tersipu "ah tidak vicky-ya, ini adalah sepatu yang paling sering aku pakai, jadi sudah agak jelek"

"benarkah? Menurutku ini masih sangat bagus. Yah dibandingkan dengan punyaku"

"yang membuat seseorang bahagia bukan sepatunya Vicky-ya, tapi kenangan indah bersama sepatunya, entah itu hanya hal sepele, itulah yang membuat kita nyaman" kata Sungmin lagi, kali ini Victoria mengangguk dengan kagum

"kalau denganmu, aku selalu merasa seperti adik kecil. Bolehkah aku memanggilmu onni? Lagi pula kau kan lebih tua dariku" pinta Vic, Sungmin tertawa lebar

"Kau salah, justru aku menganggapku sebagai kakakku karena kau sangat keibuan Vicky-ya. Kau sangat bisa membuat seseorang nyaman dengan bahasa tubuhmu dan caramu berbicara"

"geurae, suster kepala di sini selalu mengajarkanku begitu"

"oiah, kau tinggal di sini? Sudah berapa lama?"

"sejak aku umur lima hari, sepertinya aku dibuang oleh keluargaku dan semua orang yang ada di sini merawatku sampai aku sebesat ini" jelas Vic dengan lancar

Sungmin mendadak tak enak hati dengan apa yang baru saja dikatakannya "mainhae Vic, kau tak bermaksud.."

"tak apa, lanjutkan saja kekke" Vic tersenyum lebar

"aku pikir kau memutuskan tinggal di sini untuk menjadi seorang biarawati" tutur Sungmin jujur, Vic tertawa lagi

"awalnya aku ingin hidupku seperti itu saja, tapi itu semua berubah saat aku bertemu dengan seseorang" jawab Vic jujur, Sungmin menatap Vic penuh arti

"Wah, ternyata kau sudah punya pacar ya?"

Vic tersipu, wajah yeoja cantik itu memerah "ah tidak.. dia hanya.."

"kau mencintainya kan? Kalau dia bisa merubah cita-citamu berarti dia sangat spesial untukmu, iya kan?" tebak Sungmin lagi

"Begini, ah aku hanya bercerita padamu, tapi kau jangan beritahu siapapun ya"

"Ayolah Vic, aku hanya mengenalmu di sini dan temanku tak mungkin kenal denganmu"

"Aku memang mencintainya, namun ada satu hal yang membuatku tak bisa mencintainya, dia sudah mempunyai seseorang dan entah aku tak tahu perasaan wanita yang bersamanya, dia telah dijodohkan dengan seseorang"

Sungmin terdiam, kasihan sekali Victoria ini, ada ada saja takdir seseorang di dunia ini Tuhan. *ming, andai kamu tahuuuuu* #plak author ganggu

"Apa dia mencintaimu?"

"Dia sudah mengucapkan itu ribuan kali padaku Minnie-ya, aku tak pernah menjawabnya"

Sungmin tertawa 'setidaknya dia juga mencintaimu, setidaknya dia juga menginginkanmu, setidaknya dia juga punya perasaan itu, tidak seperti aku, tidak seperti cintaku, tidak seperti hatiku, hanya sendirian. Hanya cinta sendiri.' Batin Sungmin sedih

"Minnie-ya gwaenchana?"tanya Vic sambil melambaikan tangannya

"Ah, mianhae jadi kau tak pernah menjawabnya?"

"Aku hanya takut merusak hubungannya dengan wanita itu"

"Vic, setidaknya dia tahu jawabanmu, katakan saja yang sebenarnya, itu akan membuat segalanya menjadi lebih baik. Kau akan memudahkannya membuat keputusan, aku yakin kalau dia mencintaimu, dia akan memperjuangkanmu sampai kapanpun. Kasihan juga nasb wanita yang hidup bersamanya ne?"

"Apa aku harus benar-benar menjawabnya Minnie?" tanya Vic serius

"Terkadang kau harus mengambil keputusan untuk hidupmu, ambillah kesempatan sebelum dia pergi dan tak kembali"

"Kau wanita yang sangat hebat Minnie-ya, pasti laki-laki yang menjadi pasanganmu sangat beruntung ya?" kali ini Vic yang memuji Sungmin

"Percayalah, selama ini aku belum pernah berkencan"

"jongmalyeo? Ya Tuhan, kau sangat cantik, baik dan pintar. Apa yang kurang darimu?"

"Vicky-ya, aku tidak sesempurna itu kok, hanya saja.."

"Ah, kau tak pernah mencoba membuka hatimu untuk seseorang kan?" tebak Vic

"Tidak. faktanya aku mencintai seseorang, namun sepertinya sangat jauh untuk menggapainya" tutur sungmin serius, air mukanya berubah sayu jika mengingat perlakuan Kyuhyun padanya.

Vic merubah posisi tempat duduknya "aigoo, Minnie-ya cinta adalah sesuatu yang tanpa kau harapkan dia akan datang sendiri, percayalah. Pengeranmu akan datang sebentar lagi, pasti." Hibur Vic, Sungmin mau tak mau tertawa

"gumawo Vic, gumawo sudah menjadi teman baikku"

Vic tersenyum tulus lalu membalas pelukan Sungmin.

"kau pakai saja sepatuku jika kau mau Minnie-ya"

"jjinjayeo? Lalu kau akan pakai apa?"

"aku punya banyak minnie-ya"

"ah gumawo Vic, nanti akan kubawakan kau sepatuku yang lebih bagus sebagai gantinya"

"tak usah Minnie-ya"

"ah tak perlu begitu, aku akan membawakannya, lengkap dengan dress cantik untukmu. Sudah hampir malam, aku pamit ya Vic"

Victoria memeluk Sungmin lagi dengan erat. Sungmin membalasnya "gumawo, jjinja jjinja gumawo, aku menyayangimu Minnie"

"tentu Vic, aku juga menyayangimu. Berjuanglah demi cintamu apapun hasilnya nanti kau tak akan menyesal karena kau telah memberikan yang terbaik untuk cintamu"

Sungmin perlahan bergerak menjauhi Victoria yang terus melambaikan tangan ke arahnya. Sungmin membalasnya sambil tersenyum.

.

.

.

Sungmin membuka pintu rumahnya pelan, ada suara berderit yang terdengar. Tidak seperti biasanya ketika Sungmin membuka pintu lampu-lampu menyala dan dilihatnya ada seseorang yang tengah menonton televisi di ruang tengah.

Sungmin membuka kulkas dan meneguk satu gelas air putih, baru saja Sungmin akan naik ke atas begitu Kyuhyun tiba tiba sudah berdiri di belakangnya

"ommo" Sungmin terkejut dengan namja yang tiba-tiba mengahmpirinya

"Lee Sungmin, a-aku , aku sudah bicara dengan para pegawai, sesuai kemauanmu aku tidak akan melanjutkan rencanaku lagi" kata Kyuhyun tertahan

Sungmin ingin tertawa begitu melihat ekspresi Kyuhyun yang penuh dengan rasa bersalah 'ya, namja evil, aku sudah tahu itu, bahkan sebelum kau menduganya' batin Sungmin geli

"kalau begitu terima kasih Cho Kyuhyun, sebagai gantinya kau boleh membalasku dengan dendam tujuh turunan" kata Sungmin simple

"mwo?" tanya kyuhyun tak percaya

"aku serius, aku lebih lega kalau melihatmu membenciku dari pada kau merusak apa yang telah ada"tukas Sungmin lagi

"ya! Aku tak sejahat itu Lee Sungmin" elak kyuhyun, Sungmin segera berbalik sambil menahan tawanya, tapi kyuhyun menarik lengannya. Tawanya berhenti.

"a-aku salah. Maafkan aku. tak seharusnya aku bersikap seperti itu padamu. Aku tak membencimu, semalaman aku berfikir apa yang membuatku benci padamu, dan ternyata aku menemukan jawabannya, itu semua karena aku iri padamu. Aku iri tapi aku tak pernah memperjuangkan mimpiku, padahal aku punya kesempatan yang sama. Mianhae"

Sungmin terdiam, dia tak menyangka Kyuhyun bisa juga seperti itu, apa yang sedang merasuki anak itu, sampai bicara hal aneh dan mengungkit tentang rasa penyesalan.

"Cho Kyuhyun kau kenapa? Salah makan apa kau?" tanya Sungmin tak mengerti, Kyuhyun tampak geram

"ah sudahlah, sudah kuduga bicara denganmu hanya membuat pegal otot mulutku saja" Kyuhyun naik ke atas tangga

"berjuanglah untuk mimpimu, tak ada yang terlambat. Aku tahu kau bisa jika kau memperjuangkan yang terbaik untuknya, mari kita berjuang bersama untuk mimpi kita" kata Sungmin akhirnya.

Kyuhyun diam lalu berbalik "terima kasih Ming, tampaknya aku akan butuh bantuanmu nanti"

Kyuhyun tersenyum kepada Sungmin lalu masuk ke kamarnya

*sungmin pov*

Apakah benar orang yang senyum padaku tadi adalah kyuhyun? Apakah itu dia? Ya Tuhan kalau hari ini dia tersengat lebah sampai tak bisa berfikir dan membedakan mana yang dia benci dan mana yang dia anggap temannya, aku ingin dia terus tersengat. Kalau ini hanya imajinasiku biarkan aku tenggelam sejenak, biarkan aku meresapi senyumnya. Setelah setahun lebih baru kali ini dia tersenyum padaku. rasanya jantung ini akan melompat dari tempatnya, rasanya semua runagan ini dipenuhi oleh bunga-bunga cantik yang bertebaran. Bagaimana bisa aku membencinya, kalau senyumnya saja membuatku seperti ini. Terima kasih untuk hari ini Tuhan.

*sungmin pov end*

TBC-

Ming, siap siap dengan apa yang kau dapatkan setelah ini~

Ya ampun, terima kasih chinggu yang udah mau nungguin, sekarang jam 01:36 WIB, dan untungnya besok aku kuliah siang hiihiihi :3 aku kebut deh supaya tambah penasaran #plaakk

Tetap baca dan RnR yaaa :B

Aku seneng banget yang nge-review ini tambah banyak, aku sayang kaliaaaann T_T meskipun dalam pembuatan ini ada beberapa hal yang membuat aku sedikit bad mood. Bayangin aja masa Kyuhyun oppa nari2 gitu sama suster di CMIYC, muka oppakuuu kenapa jadi pervert gitu, emang beneran aslinya gitu kali ya, bukan Cuma di ff aja #author dirajam SparKyu . siapa yang telah merusak oppakuuu T_T #abaikan

Tapi aku bangga sama dia yang begitu dedikasi sama profesinya :3

Seperti biasa makasih yang udah ngereview dan sesuai janjiku aku bakal tampilin nama kalian terus di setiap chapterku, so jangan lupa tetep baca ya :3 makasih semua sarannya

Syubidubidu, Yukihyemi, ShippoChan, myspecialoppa, HJKH, choi hyekyung, monkey D eimi, Lee Hyuka, muty AzZura, KamilahAyu, maya sakura, Lee soohyun1997, Lee kan-ah, KyuLoveMin, lee kyuzha.

Dari semua komen, yang paling membuatku tercengang adalah ada yang nunggu KyuMin moment, ommo, chinggu –ya, aku pastikan ada, tapi nanti yaaa :B mianhae soalnya kan Kyu Cuma simpatik aja awalnya #ceilleeehh kyu

Tapi aku janjiin ada, entah itu akan merubah rate atau tidak, aku galau kalau mikirin itu. Takut gagal. #lebay

Gumawo, sampe ada yang nangis baca itu ch 3, emang maaf ya, Ming aku harus buat menderita dulu #eaaa tapi jadinya pasti KyuMin kok, janji, suwer (y)

Eh, aku udah nemuin settingan supaya tanpa login bisa review, aku seneng banget loh :3 akhirnya setelah susah payah nyari dapet juga. Hahahha

Oiah ada juga yang nanya sama aku, apa vic pacarnya kyu? Kalo dalam realita aku gak tahu ya, tapi jangan sampeee #plak lagi. kalo di ff ku engga, soalnya kyu kan emang suka dan udah nyatain tapi vicnya yang gak mau bilang iya, soalnya kyu kan udah dijodohin.

Kenapa kalian manggil Vic dengan sebutan 'ahjumma'? aku bingung loh awalnya, hihiihi dia emang keibuan sih :B tapi aku tetap pada KyuMin :3

Disini aku sengaja buat semuanya peran protagonis, supaya kyu mampus2an milihnya hahha

Kalian dendam banget ya sama kyu, minta supaya dia menderita balik, ahha tenang aja, dunia itu berputar, akan ada saatnya kyu nangisin ming kalian tegalah sama oppa ku #salah

Yang namanya gak ada tapi udah ngereview jangan ngambek ya, author gak bisa ngsaih balon nih #apadeh , mungkin aku lupa, tapi aku usahain semuanya ada. Gumawo chingguuu :*

Tetap baca dan review ceritakuuu, semuanya tak berjalan dengan baik tanpa kaliaaannn :*