RUN—RUNAWAY—RUN!
.
STEPSHIPPING MOSTLY—err, yeah like that?…
.
THRILLED!—MANY—SO MANY FANSGIRL ON THE WAY!
.
DOMINO Junior High School dimana EVENT fantastis ini masih tetap berlangsung—Masih dapat kita pantau dari radius 2 meter ini banyak sekali kehebohan yang terjadi baik di dalam maupun di luar sekolah yang berstandar Inter ini dan juga kegaduhan yang dapat dengan jelas kita dengar dari dalam sekolah yang tentunya berasal baik dari Laki-Laki maupun Perempuan. Dan hanya beberapa orang yang mendapat nasib sial hari ini, salah satunya adalah…
"Noa-Kun! Aku ingin kau memakan coklatkuu~" ucap seorang gadis berlari mengejar seorang anak laki-laki teman sekelasnya yang kini tengah berlari dengan kesusahan di depannya "Kumohon terimalah coklatku ini Noa-Kun~" ucapnya lagi pantang menyerah
"Noa-Kun~"
"Noa-Kun~"
Menyusul juga gadis-gadis lain dibelakang gadis itu dengan jumblah yang tidak kalah sedikit dari jumblah gadis-gadis yang meyerbunya beberapa saat yang lalu.
"Maaf aku tidak bisa menerima coklat kalian!" ucap Noa masih sempat untuk menjawab mempertahankan kesopanannya terhadap para Fans-Fansnya berharap mereka segera berhenti melakukan aksi mereka tapi—Bukannya malah berhenti mereka tentunya semakin menjadi mengerjar Noa, sepertinya anda salah taktik anak muda~
Noa berlari-berlari dan berlari tanpa hari esok—PLAK! Maksudnya berlari tanpa arah dan tujuan yang tepat mengelilingi sekitar koridor sekolah, ia sempat ditarik oleh para Fans Fanatiknya ini hingga terperangkap di dalam kerumunan mereka tapi untungnya ia dapat menyelamatkan diri walau harus merelakan kini jaket sekolahnya yang kini entah dimana dengan beberapa bagian di kemejanya yang sobek karena ulah Fans-Fans tersebut.
Setelah berlari untuk beberapa menit selanjutnya, Noa langsung mempercepat langkahnya dan kemudian berbelok ke kiri memasuki ruang kelas Kalkulus dan bersembunyi di balik pintu sambil mengamati kini para Fansnya berhamburan kesana-kemari keluar area sekolah mengira ia sudah keluar dari dalam sekolah.
"Jadi—Tuan Populer juga mendapat kesulitan saat Valentine, sungguh menyedihkan…" ucap seseorang di depan Noa yaitu seorang anak laki-laki dengan kaca mata bulat dan memiliki rambut hijau sepertinya tetapi gaya rambutnya justru lebih mirip mangkuk nasi saja—PLAK! Menghina itu dilarang, tapi mengatakan yang sebenarnya itu diperbolehkan, lho?
"Weevil.." ucap Noa memulai "Sepertinya kau beruntung para gadis itu tidak mengejarmu saat ini.." tambah Noa kemudian
Weevil, salah satu teman seangkatan Noa yang merupakan si Kutu Buku gila di dalam kelas hanya bisa tertawa—sudah jelas ia adalah orang yang dimasukan kedalam daftar Black List para gadis di sekolahan jadi tetunya ia selamat-selamat saja di sekolah tanpa ada satu gadispun meminatinya untuk diberi coklat. Terdengar Weevil begitu sombong dan selalu mencari perhatian di mata para gadis dan juga ia begitu membenci popularitas yang Noa miliki di kelas.
"Heh—Kurasa begitu… Bagaimana harimu saat ini hmm… Tuan Populer? Cukup berat kuras untuk menangani para gadis di luar sana sendirian…" sahut Weevil sambil tertawa cekikikan
Noa hanya bisa mengerutkan alis mendengar suara tawa Weevil yang terdengar seperti suara jangkrik saja kemudian sesuatu memberinya ide dan membuatya tersenyum licik kecil memandangi Weevil—sepertinya sebuah ide bagus memasuki otaknya dan apakah ide itu?
"Jadi, Weevil—kudengar kau ingin sekali menjadi orang yang populer di sekolah dan di kagumi para gadis-gadis…" ucap Noa memulai
Weevil menata rambutnya dan mengibaskanya layaknya seorang bangsawan terkenal "..Cih—Para gadis itu belum mengakui eksistensiku di Sekolah ini, mereka akan menyadarinya beberapa saat lagi kemudian mereka akan menggulingkanmu dari kursi ke-populeranmu itu~" sahutnya dengan bangga
Noa hanya memutar bola matanya, Apa gunanya menjadi orang yang populer kalau harus menderita seperti ini? Lebih baik ia menjadi orang biasa dengan kehidupan yang damai tanpa harus setiap hari harus berurusan dengan gadis-gadis seperti itu.
"Bagaimana kalau aku memberikanmua cara cepat untuk mendapatkan popularitas dalam waktu 5 menit saja…" tantang Noa
"Apa maksudmu…" ucap Weevil membalas dengan tatapan meragukan
Noa hanya tersenyum licik "Kau akan lihat nanti…"
~Other~
'Kalau aku menjadi Noa-Kun, kemana aku akan bersembunyi ya?' pikir Mokuba yang saat ini sedang duduk menganggur di bangku halaman sekolah dengan bungkusan coklat di pangkuannya sama sekali tidak menyadari bahwa kini banya mata yang menatapinya
"HUEE! Padahal ini adalah hari yang kita nanti-nantikan… tapi KENAAAPAAA!" seru seseorang jauh di belakang sana sambil mengeluarkan air mata kecewa
"Sabar ketua, Kami juga merasaa tidak berguna lagi ada di siniii~" sahut beberapa laki-laki bersamanya sambil menangis kecewa juga
"MOKU-CHAN~ Kenapa kau begitu jauuh untuk kami gapai~"
Err… Inilah jeritan hati Fans Mokuba yang tidak bisa mendekat dengan Mokuba karena mereka sudah diancam oleh Seto yang mengerikan—akibatnya kini para Anggota yang menganggur itu hanya bisa mengamati Mokuba dari jauh saja dan tidak bisa mendekat lebih dari 1m apapun di depan Mokuba atau mereka akan mendapatkan Neraka di kemudian harinya. Nasib kalian miris sekali yah Fans Moku~ (Fans Moku: MOKU-CHANN~)
"Ah! Mungkin aku harus mencarinya di ruang kelas…" ucap Mokuba sambil beranjak dari tempat duduknya kemudian berlari-lari kecil memasuki pintu menuju koridor kelas meninggalkan deru kesedihan yang kini terdengar sedikit agak keras di beberapa sudut halaman yang tidak lain berasal dari Fans-Fansnya yang bersembunyi.
High School
"MALIK-HIMEEE~ AKU AKAN SEGERA MENOLONGMUU~" seru Marik berteriak heboh tidak peduli sambil berlari-lari menyusuri koridor di lantai 2 mencari sosok sang Hime yang entah dimana keberadaannya sementara Bakura, Seto dan Yami menyusul berada jauh di belakangnya karena Marik berlari dengan tenaga super tidak ingin prioritas Malik-Hime miliknya direbut oleh segerombolan serigala mesum itu kecuali dirinya sendiri.
"Cih… Si Idiot itu tidak bisa tenang sedikit!" gerutu Bakura kesal "Bagaimana kalau ada para Fans-Fans aneh itu diatas sini.."
Yami menggelengkan kepala "Kau tidak akan bisa memarahi Marik di posisi seperti ini—lagipula kalau kau juga berada di posisi yang sama seperti Marik—"
"AKAN KUBUNUH PARA FANS-FANS ITU KALAU MEREKA BERANI MENYENTUH RYOU SATU HELAI RAMBUTPUN!" seru Bakura langsung berlari
Seto hanya menghela napas "…Dua Idiot itu memang sama sekali tidak pernah berubah…" gumamnya
Tapi beberapa saat kemudian, kini terlihat Bakura dan Marik malah berlarian kearah yang berlawanan dengan kecepatan maksimum tinggi bak angin melewati Yami dan Seto di depannya yang hanya bisa diam mematung beberapa saat sambil mengerjapkan mata mereka tidak percaya—Lho, bukannya seharusnya mereka pergi ke depan untuk mencari Yugi, Ryou dan Joey? Kenapa kedua Idiot itu malah berbalik arah ke tempat yang berlawanan?
"LARII! WOY! LARII!" seru Bakura mengingatkan Yami dan Seto yang masih ada di belakang termenung sejenak berpikir secara analistik
Marik langsung berseru "MEREKA DATANG DENGAN ARMADA PASUKAN YANG BESAR!" ucap Marik dengan suara yang menggema
DRAP! DRAP! DRAP! DRAP! DRAP!
KYAAAAA~ KYAAAA~ MARIK-KUN~ BAKURA-KUN~ YAMIIII~ SETOOOO~
Suara-Suara yang menyeruak begitu saja di depan koridor yang gelap dihadapan Yami dan Seto yang kini membelalakan mata dengan tatapan horror bagaikan mendengar suara nyanyian yang hampir mendatangi mereka… benar saja apa yang dikatakan Bakura dan Marik bahwa kini para gadis FANS itu memiliki jumblah berlipat ganda dari yang sebelumnya kini dengan tambahan keranjang-keranjang penuh coklat mereka yang mereka lemparkan untuk mendapatkan baik Yami, Bakura, Seto ataupun Marik memakan coklat mereka.
Satu kata untuk situasi seperti ini dan lebih mementingkan nyawa disaat keadaan yang mendesak, Yami dan Seto dengan instan langsung berbalik badan kemudian…
"LARIII!" seru keduanya kompak sambil menancap gas secepat mungkin menjauh dari kerumunan para FANS yang menggila
~Atem~
Mari kita lihat perjuangan yang sedang dilakukan si sulung Sennen ini dalam situasi sendirian menghadapi masalahnya karena Keempat mitra pendukungnya saat ini berada di lantai yang berbeda dengan dirinya.
Atem berjalan mengendap-endap secara diam-diam bersembunyi di balik tembok sambil memperhatikan situasi di sekitarnya, dia sudah menghabiskan 3 bola asap dari 5 bola yang tersisa dan jika dia kehabisa alat dalam situasi mendesak—TAMAT-lah riwayatnya, sambil berpikir ngeri dia harus melewatkan seharian yang seharusnya menjadi sesuatu yang indah antara dirinya dengan Little Gem miliknya tapi karena event ini ia harus menghabiskan waktu dengan FANS maniaknya yang sudah bisa mendapatkannya—Atem menggeleng sambil dengan bulu kuduk merinding memikirkannya. Ia merogoh saku celananya mengeluakan handphone miliknya.
To: Laksmi . IP - XRY StdIPs. id
From: Atem_ SennenKing .DMS Inc. id
Subject: Location
Little Gem,
Kau dimana sekarang?
Selesai mengirim E-Mail singkat itu Atempun melanjutkan langkahnya mengendap-endap kedalam ruangan Bahasa terlebih dahulu untuk menuju jalan pintas melewati terobosan dari Ruang Bahasa yang langsung menuju Ruang Kimia di sebelah kanan jalur.
Belum sempat Atem memasuki Ruangan tersebut ternyata Armada pasukannya sudah menantinya di depan pintu, dengan instan kelompok Fans tersebut langsung melirik kearahnya dengan wajah yang bersinanr sumrigah. Atem hanya bisa menepuk dahinya sambil menghela napas…
"Oh, Man…" gerutunya kemudian berlari ketika suara para FANS tersebut mulai menggila mengejarnya, Atem berlari sampai di pertigaan ruangan hanya untuk mendapati sebelah kanan dan kirinya kini sudah terkunci dengan kelompok para Fans yang menuju kearahnya yang berada di tengah-tengah dan terdesak—O-Ow, ini tidak bagus—SANGAT TIDAK BAGUS! Bahkan kini persediaan senjata yang ada pada Atem sama sekali tidak berguna melawan Armada pasukan FANS yang jumblahnya berlipat-lipat itu.
~Laksmi~
LADY LAKSMII~ LADY LAKSMIII~
Drap! Drap! Drap!
Dengan napas tersengal-sengal Laksmi masih berlarian kesana kemari dengan para FANS-nya yang layaknya serigala mengejarnya… Ia sudah berkeliling beberapa putaran di lantai 3 yang luas ini hanya untuk melepaskan diri dari terkaman Fansnya ini tetapi mereka terlalu banyak untuk bisa dikelabuhi sementara itu ia tidak bisa menggunakan Lift dan juga Tangga untuk menuruni lantai dikarenakan mereka sudah menjaga ketat jalan keluar yang akan dipakai oleh Laksmi. Ia benar-benar terjebak sekarang.
"SEBENARNYA SEBERAPA BANYAK STAMINA MEREKA!" seru Laksmi masih berlari menjauh—GOD! Tidak sedikitpun dari mereka merasa kelelahan setelah berulang kali berlarian mengejar dirinya, mereka masih berlari layaknya semangat mereka masih berkobar tanpa padam sedikitpun!
Laksmi yang tadi berniat untuk mengambil arah ke kanan, terpaksa mengurungkan niatnya Karena para Fans itu juga sudah berjaga di lorong kanan tersebut—tetapi nasib berkata lain sebelum sempat Laksmi membalikkan tubuh untuk berlari menjauh, sebuah tangan menariknya yang berasal dari para Fans tersebut—Ia menarik Jas pink yang digunakkan Laksmi saat itu juga.
"CRAP! NO!" gerutu Laksmi berusaha melepaskan tangan pengganggu itu dari Jas seragamnya tetapi hal tersebut justru membuang waktu karena para FANS tersebut sudah mengelilinginya, dan Laksmi tidak punya pilihan lain lagi—mereka mulai menarik Laksmi, tapi Laksmi yang pada dasarnya tidak mau menyerah menggunakan kakinya untuk menendang Fans-Fans tersebut dari hadapannya dan ini sangat sulit karena mereka masih menarik-narik Jas yang sedang dikenakan olehnya sampai akhirnya…
SREEEETTTT!
Akibat tarikan yang kuat tersebut, Jas Pink yang dikenakan Laksmi terobek menjadi dua dan menggunakan kesempatan itu karena kini lengannya sudah bisa bebas—Laksmi langsung membuka jalan di depannya dengan kini hanya mengenakan kemeja putih dengan 2 kancing di depannya yang sudah copot entah kemana, membuat sedikit adanya pemandangan yang terjadi.
Laksmi menghela napas sambil bersandar diatas tembok kini melihat para FANS gilanya sedang bertengkar satu sama lain memperebutkan Jas Pink miliknya layaknya sesuatu yang berharga.
"HEI! INI MILIKKU!"
"MATAMU! AKU YANG MENDAPATKANNYA! JAS LADY LAKSMI MILIKKU!"
"HOI! AKU PEMIMPIN DISINI! AKU YANG BERHAK!"
"SERAHKAN JAS ITU KALAU KAU MAU 2 KOPER UANG ADA DI RUMAHMU BESOK!"
BRAK! BUGH! BUAGH! BRAK!
Mereka saling memukul satu sama lain layaknya pertengkaran kaum pelajaran pada umunya—Kalau biasanya Tawuran kalangan pelajar disebabkan adanya perselisihan anatar sekolah bersangkutan atau kekalahan Club sepak bola yang mereka puja di Stadiun lawan (a/n: dikira Budaya INDO kali -_-)—yang ini jauh lebih unik dengan memperebutkan Jas! JAS! Yaelah—Jas doank! Bisa beli kali di KOPERASI! BANYAK TUH! (LaksmiHolic: INI JAS DEWI KAMI WOY!)
"Mereka itu sudah kehilangan akal atau mereka itu benar-benar orang Idiot…" gumam Laksmi sambil menggelengkan kepala sebelum kemudian mendapat sebuah ide sambil melihat kemeja yang sudah terlihat sangat buruk yang ia gunakkan saat ini sambil tersenyum licik—O-Ow~
"BERIKAN JAS ITU!"
"PUNYAKU!"
"MILIKKU!"
"JANGAN MARUK! ITU SEMUA PUNYA GUE!"
"KAGAK SUDIH! INI HARTA BERHARGA WARISAN NENEK MOYANG GUE!"
PRIIITTTT! PRIIITTTT!
Sebuah siulan yang begitu nyaring kini membuat pertengkaran bodoh itu terhenti—para Fans LaksmiHolic kini sedang menoleh kearah asal suara siulan tersebut yang berasal dari Laksmi di depan mereka yang kini mengangkat rambutnya keatas sebelum kemudian menurunkannya dan mengipas-ngipasi lehernya yang panas.
"…Kalian itu sangat FANS padaku ya…" ucapnya sambil mengedipkan mata menggoda yang membuat beberapa FANS mengeluarkan kamera untuk memfoto kedipan yang langka di dapatkan itu untuk selanjutnya di copy dan di jual menjadi uang di kalangan lainnya "…Apa kalian sebegitu tertariknya dengan Jas Pink robek itu…" ucap Laksmi sambil menunjuk Jas milikny yang kini sedang ada di tangan salah satu FANS-nya
"Errr…." Semua FANS tersebut mulai kaku untuk berkata-kata dengan mata masih terfokus kepada Laksmi
"Kalau kalian mau…" ucap Laksmi sambil tertawa senang di dalam hati sambil meraih kerah kemejanya yang sedang ia kenakan dengan salah satu tangannya meraih kancing ketiga "…Aku dengan senang hati memberikan kemeja seorang Laksmi Vichilicious kepada para FANS-ku…" ucapnya sambil memperlihatkan gerakan slow motion disaat jarinya mulai perlahan-lahan membuka kancing baju yang ia kenakan..
BLUSH! SERRR!
Wajah semua siswa laki-laki itu langsung memerah dan beberapa diantara mereka langsung nosebleed ditempat dengan mata melotot masih memperhatikan Laksmi di depannya dengan wajah tidak percaya dan mereka yang memfoto adegan ini menjatuhkan kamera ataupun handycam yang mereka pegang hanya untuk melongo tidak percaya.
Laksmi tersenyum bangga sebelum pada akhirnya…
Ctik… Ctik… Ctik…
Dengan Cepat Laksmi membuka Kemeja yang ia kenakan—WOGH—(Author: OAO" BUSETT YAAMPUN!)—Sambil menerobos kerumunan Fans yang ada di depannya yang masih terpaku sebelum kemudian melempar kemejanya keatas dihadapan para Fansnya yang tanppa menunggu lagi langsung menyerbu memperebutkan kemeja tersebut layaknya serigala dan daging segar menggoda.
"Ha! Untung saja aku memakai tiga lapis kemeja setiap harinya…" ucap Laksmi bangga sebelum kemudian melangkah pergi meninggalkan para FANS-nya yang terlalu sibuk memperebutkan kemeja miliknya yang sudah tidak berguna itu tanpa menyadari target asli mereka sudah melarikan diri.
/HUAHAHAHA~ PENGUMUMAN PENTING UNTUK PARA LAKSMIHOLIC! AKAN DIADAKAN LELANG DENGAN HARGA YANG TINGGI UNTUK KEMEJA DAN JAS MILIK LADY LAKSMI~ Bagi para Fans yang tertinggal berita juga terdapat foto-foto Lady Laksmi tersedia di Counter Club terdekat dengan harga yang menguntungkan tentunya! Yang berminat melakukan pemungutan harga harap segera MELAPOR kepada Ketua—srekk—HOI! JAS ITU MILIKKU!/
Laksmi hanya bisa menggelengkan kepala mendengar siaran itu—ia tidak tahu ternyata Kemejanya juga memiliki nilai mahal yang tinggi, hemm seharusnya ia menjual beberapa bajunya dengan harga yang mahal nanti di tempat Fans itu, mungkin bisa semakin menambah penghasilannya—Err, Tapi mungkin mereka tidak akan bisa bersenang-senang begitu lama dengan hal itu karena…
~Atem~
/HUAHAHAHA~ PENGUMUMAN PENTING UNTUK PARA LAKSMIHOLIC! AKAN DIADAKAN LELANG DENGAN HARGA YANG TINGGI UNTUK KEMEJA DAN JAS MILIK LADY LAKSMI~ Bagi para Fans yang tertinggal berita juga terdapat foto-foto Lady Laksmi tersedia di Counter Club terdekat dengan harga yang menguntungkan tentunya! Yang berminat melakukan pemungutan harga harap segera MELAPOR kepada Ketua—srekk—HOI! JAS ITU MILIKKU!/
Atem yang kini sedang terperangkap di kerumunan para Gadis Gila juga mendengar siaran tersebut sambil mengerjapkan matanya tidak percaya…
Little Gem…
Kemeja…
Jas…
Para Fans…
Pelelangan…
Foto Exclussive…
TWITCH! TWITCH!
Di pemikiran Atem membayangkan bahwa para Fans-Fans tersebut mengerumuni Little Gem miliknya yang tidka berdaya kemudian menarik Jas dan juga Kemejanya dalam waktu bersamaan kemudian juga tidak lupa mengambil beberapa foto tentang bagaimana keadaan Little Gem miliknya saat itu—Tangan itu sudah menyentuh miliknya, MILIKNYA!
Dengan geram tidak peduli apa-apa lagi Atem langsung menerobos keluar terkaman para FANS wanita itu tidak menghiraukan apapun disekitarnya—mata Crymsonnya kini diselimuti amarah yang harus segera dipadamkan cepat atau lambat, tentu tujuan utama Atem yang kini melesat dengan cepat itu adalah untuk menghajar para FANS LaksmiHolic itu dan bersumpah akan membakar Club Base mereka sampai menjadi abu nanti kalau perlu!
O—Ow! Another Trouble untuk LaksmiHolic FANS Allert! SIAGA MERAH! SIAGA MERAH!
~Malik~
"Sebenarnya aku tidak pernah protes untuk punya Fans tapi…" gumam Malik smabil berlari "BERHENTI MENGEJARKU~ CINTAKU HANYA UNTUK MARIK-PRINCE SEORANG!" serunya dengan Dramatis tapi dengan ganasnya langsung melempari para Fans tersebut dengan Vas dekorasi yang ada di ruangan saat itu—Busett dah, melodrama sih boleh, tapi jangan maen lempar juga (Malik: TAT" AKU MAU BEBASSS *lempar vas gede*, Author: OAO" BUSETT *menghindar sebelum nyawa melayang* ampir aja -.-", Malik: TAT" HUWAAAA~ *lempar beton*, Author: *Bletak! Gedebuk!* XAX *passed out*)
Dan—STRIKE! Lemparan Malik yang sangat mujur itu berhasil menggelindingkan 1/3 para FANS ganasnya, bwahahahaha~ kasian juga sih pada kegiling Vas tuh FANS malang—tapi nasib ya nasib~
Malik terus berlari, berlari, berlari, berlari, berlari, berlari—dan BERLARI pokoknya deh! Sampe mentok ke tembok kalo perlu ditambahin sekalian!—Plak!, (a/n: Author udah sensi) Akhirnya—Karena Malik adalah seorang gadis manusia, you know HUMAN dan tentunya dia juga memiliki standard an juga kualitas yang pastinya memiliki perbatasan sendiri dan juga dorongan kuasa dari alam pikiran seorang manusia, you know HUMANITY—Rasa kelelahan adalah bukti Malik seorang manusia yang tentunya memiliki keterbatasa tertentu dan seseorang yang sudah mencapai batas persediaannya tentunya harus mengistirahatkan dirinya untuk mengambil kembali energy-energi baru untu mengisi tabung energy yang sudah kosong ini—PLAK! (a/n: Theorities Mode ON!) Akhirnya…
Malik berhenti sambil memberikan tanda 'stop' kepada para FANS yang ada di belakangnya yang otomatis juga langsung mengerem mendadak dan pada akhirnya berdiri diam menanti apa yang akan selanjutnya terjadi "…Hah… Hah… Sebentar… Aku Istirahat dulu… boleh kan?" tanya Malik innoncent yang mengira dia lagi main kejar-kejaran apa?
Dengan cengo bin BODOH sekali!—Para FANS hanya mengangguk mengiyakan dan kemudian mereka mulai mengambil karpet sebagai alas duduk Malik dan juga menyediakan berbagai keranjang berisi makanan dan beberapa air minum Isotonik penambah tenaga.
"WAH! INI SEMUA UNTUKKU?" tanya Malik ngak percaya melihat begitu banyak kudapan dan juga servis yang diberikan oleh para FANS miliknya
"Tentu saja, Malik-Hime—Kami semua menyediakan ini khusus untuk dirimu seorang~" ucap salah satu anggota FANS sambil membanggakan diri membusungkan dada mereka
Yang satu lagi mengangguk-anggukan kepala "Semuanya tersedia dengan kualitas paling terjamin hanya untuk anda Tuan Putri Malik~ silahkan dinikmati~" ucapnya lagi
Malik menepuk kedua tangannya sambil tersenyum lebar—Tentunya moment abadi ini sudah terlebih dahulu dipublikan kedalam camera digital yang dibawa oleh masing-masing FANS kemudian Malik mengambil beberapa kue dan memakannya dengan nikmat "WAAA~! ENAK SEKALI~" ucapnya dengan mata berbinar-binar menikmati—hoi, apa dia masih belum sadar juga? "Aku benar-benar beruntung punya FANS seperti kalian~ Daisuki Da Yo~" ucapnya sambil mengedipkan mata
BLUK! BUGH! BUK! BAK!1 BUK!
INI MENGEJUTKAN SEKALI PEMIRSA—Hanya dengan KEDIPAN maut dari MALIK! Kini kita akan mendapati lautan para siswa FANS Malik yang kini terkapar diatas lantai sambil tersenyum gaje juga nosebleed yang sangat parah setelah melihat adegan kedipan itu barusan.
"INI BENAR-BENAR SURGAAAAAAA~" seru mereka lemah sebelum kemudian lanjut kedalam dunia imajinasi dan fantasi mereka yang tidak lain juga sama dengan—passed out! Oh, Malik—Kenapa kau tidak menggunakkan senjatamu sejak awal?—bukannya menggunakkan kesempatan ini untuk kabur, justru Malik malah sibuk menikmati makanan dan kue-kue yang diberikkan untuknya tanpa mempedulikan apapun saat ini.
(Author: *facepalm* Keajaiban DUNIA! *guling-guling* GUE AJA KAGAK PUNYA FANS YANG NGASIHIN GUE MAKANAN T3T! PALING-PALING CUMA KOKI PRIBADI KILLER GUE SI-KODOK TAT)
~Yugi, Ryou, Joey~
Tidak banyak yang bisa dikatakan—bukannya mencari kemana Yami, Bakura dan Seto, saat ini ketiga DOI sedang asyik nongkrong di Kantin Sekolah karena ide Joey yang malas membuang tenaga, waktu dan sebagainya hanya untuk mengejar si kantong uang berisik kepala mangkok CEO itu—Hell NO!
"Err—Bukankah kita harus segera mencari Kura dan yang lainnya Joey?" tanya Ryou kepada Joey
Joey mengibaskan tangannya "Santai saja Ry—Kita nikmati saja waktu kita disini, lagipula mereka yang seharusnya mencari kita bukan kita yang mencari mereka~" ucapnya smabil lanjut bermain tamagochi yang dibawanya
"Kau tidak khawatir dengan keadaan Seto saat ini Joey? Mungkin Fans-Fans itu sudah menyiksanya?.." ucap Yugi menambahkan
"Justru itu—SANGAT BAGUS!—Mereka dengan senang hati ku ijinkan untuk menyiksa CEO egois itu 1 hari ini sampai dia benar-benar MENDERITA, bwahahahahahha~" jawab Joey dengan suara evil Cruella de Vil kemudian beralih lagi ke tamagochi tercinta "Nah—lebih baik kita ada disini sambil menikmati semuanya sampai mereka bisa datang kesini~" tambah Joey
Ryou dan Yugi hanya bisa sweatdropped di tempat mereka melihat Mood Joey yang kian berubah drastic setiap menit ketika membicarakan Seto dan yang lainnya—Apa dia sebenarnya bersenang-senang melihat penderitaan Seto? Who knows ladies~
Junior High School
Kali ini Noa bisa dengan bebas melangkahkan kakinya di ruangan sekolah kini sedang mencari sosok Moku yang mungkin tengah berada disekitar tempat dimana ia berada saat ini, Tapi kenapa dengan tenang ia bisa melangkah begitu saja tanpa takut akan adanya bahaya dari para FANS yang kini mengancam nyawanya.
Noa sedikit menyeringai sambil mengangguk-anggukan kepalanya memikirkan rencananya yang ternyata berjalan dengan sangat lancar tanpa adanya sedikit cacat di dalam pelaksanaannya ditambah lagi—Ia harus mencatat dikepalanya untuk selalu mengingat bahwa menggunakkan Weevil ternyata sangat menguntungkan untuk menggantikan posisinya.
Sebenarnyaa… Apa yang terjadi ya?, Kita lihat keluar dimana kini para gadis-gadis tepatnya LAUTAN para gadis maniak kini tengah mengejar sosok berambut hijau yang 11:12 terlihat identik dengan seorang Noa Keishimura yang tidak lain dan tentunya benar kalau dia adalah Weevil yang entah kenapa kini berdandan khusus menyerupai Noa dengan rambutnya yang kini menggunakkan rambut palsu dan juga kaca matanya yang kini sudah hilang entah kemana berganti dengan lensa contact berwarna hijau seperti bola mata Emerald yang dimiliki Noa.
"SIALAN KAU NOA!" seru Weevil membahana tapi tetap saja tidak dihiraukan oleh para gadis-gadis itu yang mengira dirinya adalah Noa "KALAU AKU BERTEMU DENGANMU NANTI AKU PASTI AKAN—GAHH!" karena emosi dan juga ketiban karma karena sudah mengejek orang—anak tidak baik kau Weevil—akhirnya Weevil tersandung dan tersungkur di tanah lapangan emmbuak kini para Fansnya (Fans Noa) langsung mengerubunginya layaknya makanan manis yang siap santap
"KYAAAA~ NOA KUNN~" seru semuanya sambil menggerayangi Weevil yang menderita dan juga shock—mungkin besok-besok ia akan memiliki Trauma pada gadis-gadis FANS dan sampai tua dia tidak akan ingin memiliki pacar sehingga memutuskan untuk berpindah haluan menjadi YAOI dengan menjadi Uke dari Rex teman masa kecilnya—PLAK! (Weevil: APA MAKSUD LOE GUE JADI YAOI!, Author: *garuk-garuk kepala* Err.. karena u trauma ma cewek?, Weevil: GUE GAK SUDI JADI YAOI APALAGI UKE SI REX! *siap-siap mukul*, Author: OAO" CABUTT PAK! *naik delman*)
"GAH! MENJAUH DARIKU! PERGI KALIAN GADIS-GADIS MONSTER!" serunya "KELUARKAN AKU DARI SINI!" seru Weevil menderita dengan Author yang sudah menyediakan bendera kuning untuk pemakaman nanti di depan gerbang—Plak!
Sementara itu, Noa kini langsung melanjutkan langkahnya menuruni tangga sampai pada akhirnya ia melintasi sesuatu yang tampak ia kenali di matanya, yaitu rambut coklat mulus yang terawat dengan rapi dan mata Chocolate yang sangat manis itu…
Ckiittt!
Gadis itu menoleh—Ternyata dia adalah Mokuba—MOKUBA! (a/n: Author sembah sujud sambil meratapkan tangan "SEMOGA MEREKA MENIKAH SECEPATNYA") mata Chocolatenya menatap lebar mata Emerald yang tengah menatapnya dengan pandangan mata yang sama, Mokuba tersenyum sebelum ia sempat berkata apa-apa…
"MOKU!" seru Noa duluan langsung menerjang—err—maksudnya langsung memeluk Mokuba seakan sudah beberapa abad tidak bertemu, yah memang benar, berada di antara para gadis-gadis aneh itu membuat waktu serasa sangat lama untuknya, tapi yang jelas semuanya sudah terasa lebih baik kembali ketika ia menemukan Mokuba yang dicari-cari olehnya sejak tadi
BLUSH!
Jantung Mokuba berdetak dengan sangat cepat karena pasalnya ia belum pernah sedikitpun berada di dalam jarak sedekat seperti ini dengan Noa dan-dan mengingat saat ini Noa sedang memeluknya dengan erat membuatnya hampir pingsan di tempat seketika dengan wajah yang sangat-sangat MERAH bersemu!
"N—Noa—Kun…" ucap Mokuba pelan terbata-bata karena grogi
Noa langsung melepaskan dekapannya kemudian terlihat sedikit salah tingkah "M—Maaf aku… tadi aku…" ucapnya berusaha menjelaskan kalau-kalau Mokuba tidak merasa enak dengan yang tadi barusan
Mokuba menggeleng kuat kemudian "…Noa-Kun, terimalah coklatku…" ucapnya dengan tangan yang gemetaran dan wajah merah merona menyerahkan bingkisan coklatnya itu kepada Noa yang menatapnya tidak percaya "B—Bukan hanya coklat…" ucap Mokuba sedikit menggantung
"Moku—" ucapn Noa terputus karena moment yang sangat penting ini tiba-tiba harus terputus lantaran…
DRAP! DRAP! DRAPP! DRAPP!
"HOI! KEISHIMURA! JAUHI MOKIE-CHAN! DIA ITU MILIK KAMI!" seru Para FANS Mokuba sambil berlari kearah keduanya siap dengan alat persenjataan mereka ingin mengeroyok Noa yang akan segera merebut bidadari mereka satu-satunya dan berniat memberinya pelajaran
Mokuba hanya melihat rombongan itu dengan tatapan polos sambil memiringkan kepala "Eh?—Mereka itu siapa?" tanyanya tanpa ketidaktahuan yang pasti—Oh, Moku—untungnya dikau tidak seperti Malik tadi~
Noa hanya bisa sweatdropped melihat pemandangan ini sebelum kemudian dia mengambil tindakan lebih lanjut yaitu menggendong Mokuba ala Bridal Style di tangannya dan berlarian layaknya pasangan yang Kawin Lari kini sedang tengah ingin digerebek oleh para Massa yang sangat tidak setuju dengan perkawinan keduanya—harusnya mereka membawa parang dan bamboo runcing sekalian yah terus diturunin ke Palestina membantuh mengalahkan Israel—Lho? Itu keburu di BOM duluan sebelum tempur ckckckck…
"N—Noa? K—Kita mau kemana?" tanya Mokuba panic sambil berpegangan erat di bahu Noa dengan wajah yang bahkan sangat merah dari sebelumnya
Noa melirik sekilas kearah Moku kemudian "Tentu saja kita keluar dari sekolah ini Moku… Tapi sebelum itu… Kau bisa menyuapiku coklat itu kan?" tanya Noa sambil meatap coklat yang dipegang oleh Mokuba saat itu berusaha memberinya petunjuk
Mokuba mengangguk "T—Tapi kalau rasanya tidak enak bagaimana?" gumam Mokuba takut kalau Noa tidak menyukai coklat hasil buatannya
Noa tersenyum "…Tidak mungkin~ Buatan Moku kan paling enak…" ucapnya kemudian membuka mulutnya
Dengan tangan bergetar, Mokuba membuka coklat itu dan mengambil strawberry filled with chocolate yang dibuat olehnya bersama dengan Laksmi, Yugi dan Ryou-Nee di Toko Game kemudian pelan-pelan menyuapi Noa yang memakan coklat pemberian Mokuba itu dengan sangat nikmat sambil meresapi rasa dari coklat tersebuut—asam tapi dilain pihak terasa manis dengan sentuhan coklat.
"Hmm—Rasanya enak…" gumam Noa senang dan kini keduanya hampir mencapai gerbang sekolah dengan para penjaga yang ditugaskan untuk menjaga situasi di dalam sekolah agar tidak ada seorangpun yang berani membolos kemudian menyiapkan segala keperluan yang dipelukan sebelum kemudian membuka gerbang di depan hadapan Noa dan Mokuba dan memberikan mereka kalung bunga dengan tulisan 'HAPPY COUPLE V-DAY RUSH' dengan tulisan kecil full sponsored by Litte Yagami Osanowa (o sekali-kali Author numpang nama buat narsis) mwahahahahahaha~
Berada di luar sekolah—tempat yang sangat AMAN dibandingkan dengan berada di dalamnya yang sudah serasa mimpi BURUK! NOA KEISHIMURA dan MOKUBA KAIBA adalah pasangan pertama yang baru saja menaklukan Event ini dibandingkan kakak-kakak senior mereka yang masih menderita di gedung sebelahnya—Oh sangat nasib sekali~
Noa menurunkan Mokuba dengan hati-hati sebelum kemudian "…Jadi—Karena kita sudah keluar dari Area sekolah…" ucap Noa memulai "Mungkin kita bisa—emm—Moku… maksudku… kita bisa pergi menghabiskan waktu…" ucapnya berusaha merangkai kata-kata untuk mengajak Mokuba kencan di waktu luang yang sangat menguntungkan ini selain tidak ada Seto pengganggu yang kini masih diributkan dengan urusan sekolah
Mokuba mengerjapkan matanya sebelum kemudian tersenyum lebar mengangguk sambil merangkul tangan Noa "Ayo! Kita mau pergi kemana Noa-Kun?" tanyanya semangat
Keduanya berjalan meninggalkan Sekolah diiring tangisan para FANS Mokuba yang tidak rela memberikan Dewi mereka pada Noa tetapi mereka juga tidak bisa keluar Area sekolah begitu saja lantaran penjaga itu melarang mereka keluar tanpa menemukan pasangan mereka terlebih dahulu—Nasib sekali kalian, mungkin tahun depan kalian akan beruntung kembali, sementara nasib Weevil? Kalian mau tahu? Oh well—Itu Himitsu yah~hehehehehe (Author dikejar-kejar kayak maling karena ngak mau ngasih tahu)
High School
"HOI! MENYINGKIR DARI JALAN KAMI! KALAU MAU NYAWA KALIAN SEMANGAT!" seru Bakura dengan nada berbahaya sambil berdiri di ujung lorong dengan keranjang berisi penuh dengan bola terletak di tengah-tengah dirinya dan Marik yang sudah menyiapkan kuda-kuda siap menembak
Sementara lautan FANS wanita itu masih berada sedikit jauh di depan mereka, Yami dan Seto hanya memandangi kedua orang itu sambil menepuk dahi dan menggelengkan kepala
"Kalian pikir bisa menghentikan para FANS gila di seberang sana itu dengan Bola—Apa kalian benar-benar idiot?" gerutu Yami tidak percaya
Seto hanya diam saja tidak menambahkan apa-apa karena pernyataan Yami memang sudah sepenuhnya benar dan tidak perlu mendapatkan tambahan apa-apa lagi, sementara Bakura dan Marik tidak memperhiraukanmalah kini menginjakkan kaki mereka diatas bola bulat itu—lagipula keduanya adalah pemain MVP yang baru-baru ini dinobatkan di dalam pertandingan Sepak Bola tingkat Inter 2 bulan yang lalu (OAO/ HEBAT MEN!)
"HEH—Kalian berdua lihat saja~ Ini adalah cara seorang MVP bermain…" ucap Bakura dengan senyuman sadis miliknya "Aku yang akan memulai permainan ini duluan~
"KYAAAA~ BAKURAAA" seru para FANS Bakura yang sama sekali tidak taku malahan memfoto Bakura dalam posisi menyerang kali ini bersiap menendang bola kearah mereka—girls you're a MANIAC!
/ Ayo lihat semuaa… Kapten Kita datang… Seluruh penjuru kotaa… Puji kehebatannya…/
Terdengar suara lagu yang kini tersiar di ruangan siaran menjadi background song saat Bakura melancarkan serangannya, kali ini Bakura melakukan tendangan drive shoot para pemirsa! Tapi sayang sekali dia malah mengenai pintu ruangan disamping kumpulan para FANS itu
/Kupu-Kupu-Kupu~ Kupu-Kupu-Kupu…juga rerumputan mengumandangkan namanya ke seluruh penjuru…/
Bakura mendengus kesal kemudian mengambil bola lagi dan menendangnya kembali dan terus sampai ia puas bahkan para FANS tersebut bukannya malah menjerit ketakutan justru mereka malah menyoraki Bakura untuk tetap menendang bola kearah mereka, dan Bola yang ditendang Bakura itu menjadi sasaran perebutan gadis-gadis yang lain yang bertarung dengan sengitnya memperebutkan bola yang sudah tersentuh oleh kaki Bakura itu bagaikan merebutkan Magnum Gold dan hadiah di dalamnya—Seperti contohnya Author kita yang saat membeli Magnum Gold jingkrak-jingkrak sambil makan baca mantra 'Merci~Merci~Merci~' pengen dapet hadiah utama mobil—GUBRAK!
"Cih—KENAPA MEREKA JUSTRU BERSENANG-SENANG!" seru Bakura emosi sambil menendang bola lagi
"KYAAAA~ BOLA ITU PUNYAKUU~" seru para FANS yang berlarian mengejar bola tersebut layaknya bocah yang mengejar layangan putus—tapi jangan ditiru yah pemirsa, kayak Author ini yang ngejer layangan susah-susah malah di kasih ke orang lain, RUGI!
"Sepertinya mereka justru menikmati hal aneh ini…" gumam Seto sambil menyilangkan tangan di dada mengamati pemandangan ricuh di depan
Yami hanya bersweatdropped saja di tempat dengan muka tercengang "Yah—Satu kata yang bisa di dapat hari ini, Kita memerlukan BOM untuk bisa melenyapkan mereka dari sini secepatnya dibandingkan menunggu Bakura menendang bola…"
/DENGAN TENDANGAN HALILINTAR DIA CETAK—GOOOLLLL!... GOLLLLL~/ seru suara di ruangan siaran itu dengan sangat penuh bersemangat dan sangat lantang
"BISA HENTIKAN LAGU BANCI ANEH ITU DARI TELINGAKU!—HEAAHHH!" seru Bakura Frustasi dan menendang bolanya dengan keras sampai dengan TEPAT sasaran langsung mengenai salah satu stereo yang ada diatas dinding hingga jatuh dan hancur seketika menyisakan kini 4 stereo lainnya yang tersisa
Melihat pemandangan itu…
"GOLLLL!" seru para FANS dengan semangat sambil melompat-lompat kegirangan layaknya Team Bola mereka menang juara DUNIA~ sementara Bakura hanya bisa mendengus melihat reaksi para Fans-nya yang sama sekali 180 derajat tidak SANGAT diharapkan justru BERSENANG-SENANG!
Marik, Yami dan Seto tertawa puas melihat kejadian itu—merasa mereka akan mendapatkan pertunjukan bagus besok dengan adegan Bakura yang terkena marah Kepala Sekolah dan ditambah dengan lagu penggiring Bakura yang berkesan sangat-sangat COCOK buatnya! Dan situasi lirik terakhir sangat PAS dengan situasi!
"Baiklah tiba saatnya giliranku!" seru Marik kali ini dengan lantang sambil bersiap menendang dengan para FANS-nya yang kini sedang menantikan bola yang ditendangnya dengan siap siaga layaknya penjaga gawang untuk menangkap bola.
/You're a good soldier… Choosing your battle… Pick your self up and Dust your self up…/
Kini terdengar lagu yang sangat energik keluar mengiringi permainan bola Marik yang begitu lincah bagaikan anak pecicilan di desa-desa terpencil yang selalu melenceng kemana-mana arah tendangannya. Dilain pihak Bakura yang mendengar lagu itu merasa terhina..
"HOI! KENAPA SI IDIOT SATU INI LAGUNYA LEBIH KEREN DARIPAD GUE!" serunya protes
"Huahahahahha~ Ini karena aku adalah seorang MAESTRO bola disini Kura-Kura~" sahut Marik dengan bangganya sambil menendang bola
"Cih—MAESTRO ORANG IDIOT lebih cocok untukmu!" sahut Bakura sarkastis
/Tsamina Mina… Eee… Waka-Waka… Eee… Tsamina Mina Zangalewa… It's Time for Africa~ Tsamina Mina… Eee… Waka-Waka… Eee… It's Time for Africa~/
Dan dengan tendangan Finalnya—MARIK BERHASIL MERUSAK sprayer yang terletak di atas langit-langit membuat kini lantai dibasahi oleh percikan air dengan Marik yang tertawa bagaikan PAHLAWAN BERTOPENG di kartun Sinchan dengan pose dan mode yang sama tak kalah hebohnya. Sementara para FANS yang lain justru kini sedang sibuk huru-hara melihat diri mereka yang basah kutub diatas cipratan air dari spryer.
Dengan ide yang cemerlang, Yami mengosongkan keranjang penuh bola itu kemudian melirik ke arah Bakura dan Marik sambil menyeringai "BAGUS! Saatnya kita membuat jalan untuk bertemu Yugi dan yang lainnya…"
"HELL YEAH—Kau urus yang pertama!" perintah Bakura kemudian mengambil keranjang josong tersebut sebelum kemudian mendorongnya ke hadapan para FANS tersebut yang dengan sigap berusaha menghindar dari jalan keranjang yang melaju dengan cepat itu—tanpa memikirkan saat ini Seto, Bakura, Yami dan Marik berlari menyongsong menggunakkan keranjang itu sebagai peralihan sebelum kemudian..
SREEETTT!
Menggunakkan kelicinan yang diakibatkan oleh air yang disemburkan oleh spryer—keempatnya langsung ber-sladding di lantai yang basah melewati kerumunan gadis itu sambil bersorak-sorak kebebasan dan kesenangan dengan hal yang menyenangkan ini—mereka harus melakukan ini lebih sering lagi untuk bersenang-senang selanjutnya!
Litte: okay—Cukup sampai disini~
Bakura: APA MAKSUDNYA TUH LAGU GUE PALING JELEK!
Marik: *pahlawan bertopeng mode on* HAHAHAHAHA~ GUE MASTERNYA DISINI!
Yami & Seto: =_= KENAPA CUT DITENGAH- TENGAH LAGI!
Litte: Err—Begitulah, karena cerita ini berfokus pada STEPSHIPPING jadi jadwal u semua ditunda dulu~
Noa: err.. *mikir* sebenarnya bagian kami sama sekali ngak nambah di chapter ini
Litte: QAQ" MAAFKAN AKUU~ *meluk Noa* Laen kali aku bikin chapter khusus buat kalian dan tentunya tanpa ada pengganggu 5 PASANGAN BODOH itu~
ALL: -A- SIAPA YANG U BILANG PASANGAN BODOH! TRUS, KAPAN CERITA INI KELAR BEGO!
Litte: -a ATAGA! Sabarr~ kesabaraann itu kata kunci ORANG BIJAK! Ada JADWALNYA! Habis ini kita beralih ke The Mummy, Summer Sunshine, dan…
Yami: CONQUER OF LOVE!
Litte: =_= ngarep! HARRY POTTER yang bener!
Bakura: si LEMOT terlalu bernapsu!
Yami: -A- APE U BILANG PENCURI-GAGAL!
Marik: HUAHAHAHHAHAHAHA! AKU SANG MAESTRO~
Seto: -_- cukup sekian *tutup tirai*
