Fairy tail belongs to Mashima Hiro

.

FUTURE MISSION

BY RUIS

.

Sebuah guild yang terkenal akan keributannya kini sangat sunyi senyap, semua member guild hanya terpaku pada kakek tua yang sedang duduk dimeja bar dengan seorang gadis misterius disampingnya. Berbagai macam pertanyaan dalam benak mereka. Ketegangan dan rasa penasaran setiap orang seakan menyebar keseluruh ruangan. Seperti merasakan perasaan semua orang, Sang Master mulai membuka pembicaraan.

"Uhm!"

Semua member guild memfokuskan pandangannya kesumber suara.

"Hari ini kita telah diserang oleh Dark guild dan tujuan mereka ingin menangkap Lucy." Master Makarov mulai menjelaskan masalah yang terjadi.

Mereka hanya diam. Mereka tahu, Lucy menjadi incaran Dark guild itu dari kata-kata Terrynicca sebelum menghilang.

"Master, Tapi apa tujuan mereka menangkap Lucy?" Erza mewakili semua orang yang memiliki pertanyaan yang sama.

Master keenam Fairy tail ini hanya diam dan memandang gadis misterius yang ada disampingnya sebagai tanda gadis itu yang akan menjelaskannya. Seperti mengerti maksud sang Master, gadis ini mulai membuka mulutnya.

"Mereka ingin menjadikan Lucy-san sebagai persembahaan untuk membangkitkan sebuah sihir hitam Karena Lucy-san adalah seorang Celestial mage yang memiliki kunci emas terbanyak." Gadis itu terlihat kesal walaupun sebagian wajahnya tertutup.

"Apa?!" Semua sontak kaget mendengar perkataan gadis misterius itu.

"Saat ini mereka berencana membangkitkan sebuah sihir hitam yang sangat berbahaya. Tujuan mereka adalah ingin menguasai Dunia dimasaku atau lebih tepatnya dimasa depan dengan menggunakan sihir itu." Gadis itu menjelaskan alasan Dark guild tersebut.

"Masa depan?!" Teriakkan kaget mereka saat dengar penjelasan gadis misterius yang bagi mereka adalah hal yang sangat luar biasa.

"Jadi kau dan Dark guild itu dari masa depan?!" Dengan tampang kaget Lucy melontarkan pertanyaan yang sudah pasti jawabannya.

"Ya, Aku diutus kemari untuk menangkap mereka dan melindungimu dari mereka, Lucy-san." Gadis itu tersenyum manis melihat Lucy. Dia terlihat sangat manis walaupun bagian atas wajahnya tertutup tudungnya.

Lucy terpesona dengan senyuman itu. Senyumannya sangat tulus dan hangat.

"Tapi jika mereka ingin menguasai dunia dimasamu, kenapa mereka melakukannya dimasa ini?" Tanya Juvia pada gadis tersebut.

"Sebenarnya ini kedua kalinya mereka merencanakan ini. Dulu mereka pernah melakukan rencana ini dimasaku, tapi kalian berhasil menghentikannya. Merasa kalian dimasa depan terlalu kuat, mereka berpikir bahwa kalian dimasa ini lebih mudah untuk dihadapi. Jadi mereka melaksanakan rencana mereka lagi dimasa ini bahkan lebih parah dari yang sebelumnya." Terdengar suara amarah dari gadis tersebut. Gadis bertudung ini diam sejenak, mengatur emosinya yang dirasuki rasa amarahnya. Setelah merasa tenang gadis ini melanjutkan lagi penjelasannya.

"Mereka bergabung dengan seluruh Dark guild yang ada di Flore dan sengaja menyerang Fairy tail dan guild lainnya untuk menyibukkan kalian yang ada dimasa depan agar tidak dapat mengejar mereka kemasa ini. Karena itulah aku diutus kemari menggantikan kalian yang ada dimasa depan."

"Apa hanya kau saja yang diutus kemari dari masa depan? Menurutku tidak mungkin kami dari masa depan hanya mengirimmu sendirian untuk menangkap mereka." Tanya Erza pada gadis misterius itu dengan tatapan tajam.

"Tidak, Sebenarnya ada 6 orang yang dikirim kemari salah satunya aku. Tapi saat kami melewati lorong ruang waktu, kami mengalami sedikit kecelakaan yang membuat kami jatuh ketempat yang berbeda dimasa ini. Mungkin dalam waktu dekat mereka akan sampai kesini." Jawab gadis tersebut.

"Cih!"

"Hentikan ocehan kalian! Akan kucari dan kuhajar mereka!" Teriak Natsu yang bersiap-siap pergi entah kemana.

Tapi rencana Natsu dihentikan oleh sebuah tangan raksasa yang langsung menindih tubuhnya.

"Diamlah!" ucap Master Makarov menghentikan Natsu.

"Gepeng…" Keluh Natsu yang tertindih tangan raksasa.

"Ha…" Komentar Happy datar melihat Natsu yang tertindih tangan raksasa.

"Kita semua juga merasakan hal yang sama, tapi kita juga tidak bisa asal bertindak tanpa berpikir, itu akan merugikan kita. Terlebih kita tak tahu dimana mereka." Ucap Makarov menatap Natsu yang sedang memposisikan dirinya jongkok setelah ditindih tangan raksasa.

"Tapi! Kita juga bukan pengecut dan langsung menurut pada mereka!" Master keenam Fairy tail ini berdiri diatas meja bar sambil memandangi seluruh anggota Fairy tail.

"Karena kita adalah FAIRY TAIL!" Suara berat Master Makarov menggelegar diseluruh ruangan guild.

Seluruh anggota guild Fairy tail menatap sang Master dengan tatapan percaya diri dan penuh akan semangat. Benar kata Master Fairy tail ini, mereka bukanlah pengecut. Mereka adalah Fairy tail. Mereka tak akan tunduk oleh apapun.

Gadis misterius yang berada disamping Master hanya tersenyum melihat semua anggota guild yang telah terbakar api semangat. Fairy tail tak pernah berubah, mereka selalu memiliki kekuatan untuk melindungi keluarganya.

"Master…" Panggil gadis bartender bersurai silver cantik mendekati Master Makarov yang masih berdiri dimeja bar.

"Ada apa, anakku?" Tanyanya pada Mirajane yang telah berdiri didekatnya.

"Master, kalau kami boleh tahu siapa gadis masa depan ini?" gadis berambut silver ini menatap gadis bertudung yang berada disamping Master Fairy tail dengan senyum indahnya.

"Ah! Aku hampir lupa…" Master Makarov baru teringat kalau ia belum memperkenalkan gadis yang berada disampingnya. Semuanya hanya sweatdrop melihat betapa pelupanya Masternya ini.

"Nak, perkenalkan dirimu pada semuanya…" Ucap Master Makarov mempersilahkan gadis tersebut memperkenalkan dirinya sendiri.

"Hai'i, Master." Balas gadis itu.

Gadis tersebut memegang pinggir tudung dengan kedua tangannya dan berlahan membuka tudung yang menutupi wajahnya. Saat tudungnya terbuka, terlihat warna merah muda yang indah seperti bunga sakura yang sedang mekar dikepalanya. Paras wajahnya yang cantik terekspos sempurna, kulit yang putih, mata yang besar seperti boneka dengan manik berwarna olive green, bibir yang mungil berwarna merah muda yang kedua sudutnya terangkat naik menampilkan senyuman yang membuat semua lelaki tergila-gila melihatnya.

'Cantik…' Pikiran semua orang dengan pipi merona.

'Dia gadis yang waktu itu!" Lucy sedikit terkaget melihat gadis tersebut. Ia teringat dengan gadis yang telah menyelamatkannya.

"Hajimemashite, minna-san. Namaku Nashi Dragneel. Aku adalah anggota Fairy tail dari masa depan." Gadis ini menunjukkan lambang Fairy tail berwarna biru langit dipunggung tangannya dan tersenyum manis pada semua orang yang sedang shock setelah mendengar kata 'Dragneel'.

1….

2…..

3…

"Nani?!" Teriakkan panjang semua orang yang shock dengan perkataan anak Dragneel tersebut.

"Kau anaknya Natsu?!" Tanya Max tidak percaya dengan apa yang dia dengar.

"Ya, benar." Gadis bernama Nashi ini tersenyum ramah.

"Tidak mungkin!" Max dan beberapa lelaki diguild shock.

"Woi, Natsu! Bagaimana bisa kau punya anak secantik dia?!" Droy dengan wajah shock menunjuk gadis bernama Nashi tersebut.

Bukannya menjawab pertanyaan Droy yang sedikit menghinanya. Natsu hanya terdiam kaku. Ia melangkahkan kakinya pelan mendekati gadis yang merupakan anaknya dimasa depan nanti. Diperhatikannya gadis itu dari ujung kaki hingga ujung kepala.

"Um…Kau benar anakku?" Natsu memandangi gadis yang merupakan anaknya itu intens.

"Hai'i, Aku anakmu dimasa depan nanti Otou-san! Jawab Nashi dengan meniru senyuman ibunya.

Seketika Natsu merasa debaran aneh dalam dirinya saat melihat senyuman Nashi, merasa senyuman itu mirip dengan seseorang yang membuat jantungnya berdebar dengan kencang.

"A-Um…" Jawab Natsu menengok kearah lain dan menggaruk kepalanya yang tak gatal, bingung apa yang mau ia katakan.

Nashi yang merasa reaksi ayahnya yang seperti itu tersenyum tipis.

'Pasti Otou-san merasa aku mirip seseorang' dalam hatinya.

"Ano, Nashi-san…" Seorang gadis berkuncir dua berwarna biru tua memanggil Nashi dengan suara lembut.

"Ya, Kau tak usah memanggilku dengan formal Wendy-san, panggil saja Nashi." Minta Nashi mengingat bahwa Wendy lebih tua darinya dimasa depan.

"H-hai'i! Nashi, kenapa kau tidak memiliki bau?" Tanya Wendy yang merupakan seorang Dragon Slayer yang pasti memiliki penciuman yang tajam.

"Hah! Kau benar, Wendy!" Natsu beru sadar dengan Nashi yang memiliki bau yang sangat tipis.

"Oh…Soal itu, aku menggunakan ini." Nashi mengambil sebuah botol kecil dari dalam tas pinggangnya.

"Apa itu?" Tanya Natsu bingung melihat botol dengan cairan bening didalamnya.

"Parfum lacrima? Parfum ini yang menipiskan baumu?" Tanya Lucy ketika melihat Parfum lacrima ditangan Nashi.

"Ya, kau benar Lucy-san. Ichiya-san yang membuatkannya khusus untukku, katanya ini bisa membantuku memantau musuh tanpa takut ketahuan karena bau tubuhku." Nashi tersenyum tipis memandangi parfum ditangannya.

"Wah…Ichiya hebat yah. Bisa membuat parfum yang seperti ini." Lucy sedikit kagum dengan Ichiya, selain keanehannya ternyata Ichiya hebat dalam membuat parfum.

"I-Ichiya…" Tubuh Erza gemetaran dengan wajah yang tak bisa diperkirakan.

"Kau trauma dengan Ichiya yah?" Tanya Lucy dengan wajah kasian pada Erza.

"Nashi, warna rambutmu mirip dengan Natsu yah! Warna mata pun mirip Natsu. Aku jadi penasaran seperti apa ibumu…" Mirajane memegang dagunya berpikir. Ciri-ciri Nashi yang mirip dengan Natsu membuatnya sedikit penasaran, siapa pasangan Natsu dimasa depan nanti.

"Kalau boleh tahu, siapa ibumu Nashi? Apa dia anggota guild juga?" Secara otomatis pertanyaan Mirajane membuat sebagian gadis diguild brushing.

"Soal itu…" Mata Nashi melirik ke atas, seperti sedang memikirkan sesuatu.

Semua menunggu jawaban Nashi dengan berbagai macam ekspresi. Ada yang berwajah datar, gugup, ketakutan, brushing, dan lain sebagainya. Nashi memerhatikan semua ekspresi guild pun tersenyum jahil.

"Soal siapa ibuku itu…Rahasia!" Gadis bersurai merah muda ini menunjukkan cengiran yang menawan. Sepertinya ia berniat menyembunyikan identitas ibunya sementara.

"Tapi….Memang benar Mira-san, ibuku penyihir Fairy tail juga." Nashi memandangi beberapa gadis yang sedang brushing.

"Bisa beritahu kami tentang ibumu Nashi? Sedikit saja…." Mata Mira berbinar-binar. Matchmaking andalan Mira aktif.

"Em…Baiklah. Ibuku orang yang hebat dan cantik. Ayah pasti beruntung hanya gadis secantik ibu yang mau menjadi istrinya…" Nashi tersenyum geli dengan perkataannya sendiri.

Semua yang mendengar Nashi tertawa geli, bahkan ada yang mengejek Natsu yang hanya bisa kesal dengan ejekan anaknya dan teman guildnya.

"Bhahahaha! Natsu, sangat tidak laku yah? Untung ada gadis cantik yang mau denganmu!"

"Kau harus bersyukur Natsu! Karena gadis cantik itu kau punya putri yang cantik!"

"Natsu tidak jantan!"

"Pasti tidak ada yang mau denganmu karena kebodohanmu Flame head! HAHAHAHA!"

Ejekan teman-teman guildnya membuat kekesalan Natsu sampai dipuncaknya.

"Urusai!" Natsu berteriak meninju wajah Gray.

"Sialan kau!" Dengan kesal Gray memukul balik Natsu.

"Berhenti kalian berdua!" Tatapan tajam Erza menghentikan mereka berdua.

"A-aye, Ma'am…" jawab mereka keringat dingin.

"Master, apa anda sudah bertemu Jellal?" Tanya Erza pada Master Makarov.

"Ya, aku bertemu dengannya. Dia memberitahuku tentang kemunculan sihir yang sedikit aneh akhir-akhir ini dan terus bertambah. Sepertinya ini berhubungan dengan Dark guild yang sedang mengincar Lucy." Jawab Master Makarov sambil memegang dagunya berpikir.

"Apa sebaiknya kita langsung mencari mereka saat ini, Master?" Tampang Erza sedikit khawatir setelah mendengarkan Master Makarov.

"Tentang itu aku sudah menyerahkannya pada Gajeel dan Lily untuk menyelidikinya." Jawab Master Makarov dengan tenang. Ia percaya akan kemampuan Gajeel dan Lily dalam hal penyelidikan dan membuahkan hasil.

"Untuk saat ini kita hanya perlu meningkatkan penjagaan kita disekitar kota dan menjaga Lucy karena dia adalah target utama mereka." Master Makarov kembali duduk diatas meja bar.

"Apa itu saja cukup?" Tanya Lisanna khawatir.

"Hai'i, apa yang dikatakan Master lebih dari cukup. Lagipula kita tidak tahu kapan mereka akan bergerak lagi." Nashi langsung menjawab pertanyaan Lisanna dengan senyum walaupun diwajahnya terlihat rasa khawatir.

###

Lucy POV

Setelah kejadian diguild tadi, aku langsung pulang dengan perasaan yang campur aduk. Aku terus memikirkan perkataan Master dan Nashi tentang rencana orang-orang jahat itu terhadapku. Perkataan mereka membuatku takut dan merasa bersalah. Aku merasa selalu merepotkan mereka. Walaupun mereka tak pernah merasa seperti itu, tapi tetap saja dalam hatiku selalu dihantui oleh rasa bersalah dan ketakutan.

"Hah…"

Aku menghela napasku panjang. Ku hentikan langkahku sejenak untuk melihat langit yang cerah tak seperti perasaanku sekarang. Mama, entah kenapa saat ini aku langsung merindukanmu. Mungkin hanya kau saja yang bisa aku jadikan sebagai tempatku bercerita tentang perasaanku saat ini.

"Aku hanya menyusahkan semua orang yah.." Gumamku pelan.

Lucy POV END

Saat ini Lucy berjalan pelan menuju tempat sewaannya dengan dua orang bermarga Dragneel dan satu ekor kucing terbang dibelakangnya. Mereka mengikuti Lucy dalam diam. Tak ada satu pun dari mereka memulai pembicaraan. Tiba-tiba Lucy berhenti berjalan dan melihat langit kemudian menunduk. Merasa ada perubahan tingkah laku Lucy semenjak mereka keluar dari guild, mereka berlahan mendekati Lucy.

"Aku hanya menyusahkan semua orang yah…" Gumam Lucy dengan suara yang sangat kecil tapi masih dapat didengar oleh duo dragon slayer ini.

"Kau tidak menyusahkan Luce!" Natsu langsung memegang kepala Lucy dengan lembut.

Lucy terkaget saat Natsu memegang kepalanya dan langsung membalikkan badannya. Dilihatnya kedua orang bermarga Dragneel dan satu kucing biru terbang yang selama ini mengikutinya.

"Ke-kenapa kalian ada disini?!" Tanya Lucy dengan kaget akan keberadaan mereka.

"Kami mengikutimu sejak tadi, Lucy…" Jawab Happy yang terbang mendekati lucy.

"Um…Gomen, aku tidak menyadari kalian…" Lucy memalingkan wajahnya sendu yang tak mau ia perlihatkan pada nakamanya itu.

"Lucy-san, bagiku dan semuanya tidak merasa kau menyusahkan. Sebaliknya kau adalah hal yang berharga bagi kami." Nashi mendekati Lucy dan memegang kedua tangan Lucy dengan lembut. Membagi kehangatannya pada Lucy.

"Jika kau menyusahkan bagiku, Aku pasti tak ada disini. Aku tak mungkin melindungimu dimasa ini dengan melewati ruang waktu yang pasti mempertaruhkan nyawaku. Jadi berhentilah merasa bersalah dan takut, karena kami ada untukmu Lucy-san" Ditatapnya mata Lucy dengan penuh kasih sayang dan langsung memeluk Lucy dengan erat.

"Nashi…" Ucap Lucy melihat Nashi memeluknya dengan erat seakan-akan tak ingin kehilangannya.

"Aku pasti melindungimu...pasti." Ucap Nashi pelan tapi masih dapat didengar oleh Lucy.

"Yang dikatakannya benar, Luce. Aku tak akan membiarkan mereka melukaimu sedikitpun! Percayalah padaku!" Natsu mempamerkan cengiran khasnya dan memegang pundak Lucy.

"Ya, Lucy! Kalau mereka mendekatimu, aku akan membawamu terbang menjauhi mereka!" Happy ikut ambil suara menyemangati Lucy.

"Natsu…Happy…" ditatapnya kedua patnernya dan Nashi yang masih memeluknya. Dimatanya terpantul perasaan bahagia mendengar perkataan nakamanya ini. Dia merasa sangat bersyukur memiliki teman-teman seperti mereka. Berlahan ujung bibir Lucy terangkat naik menampilkan senyuman bahagianya.

"Arigatou minna…" Ucap Lucy Lembut sambil membalas pelukan Nashi. Tanpa sadar air mata kebahagiaan keluar dari sudut matanya.

"Lucyyy…." Happy langsung ikut dalam pelukan mereka.

Mereka bertiga saling berpelukkan berbagi kehangatan. Tanpa mereka sadari ada rencana jahat yang terus berjalan mendekati mereka.

###

Disuatu tempat jauh didalam hutan yang gelap terdapat tujuh orang yang memiliki aura yang sangat gelap sedang berkumpul di dalam ruangan yang minim akan pencahayaan. Salah satu dari mereka duduk disinggasana yang dapat diperkirakan adalah pemimpin mereka.

"Terrynicca." Panggil pria ini yang masih tetap diposisinya santai.

"Hai'i, Kral-sama." Wanita bersurai hitam panjang ini dengan cepat mendekati Tuannya dan berlutut hormat.

"Bagaimana?" Tanya pria ini dengan singkat tetapi dapat diketahui apa yang dimaksudnya oleh Terrynicca.

"Ya, Tuan. Saat ini kami dalam proses pembangunan ritual. Dalam beberapa hari lagi kita sudah dapat melakukan ritual. Hanya tinggal membawa Lucy Heartfilia sebagai persembahan, Tuan." Jawab Terrynicca yang masih berlutut dengan wajah serius.

Pria ini hanya meresponnya dengan senyuman yang sangat mengerikan. Ditatapnya seluruh anggotanya dengan senyumnya yang masih menggantung.

"Sebentar lagi….kita akan menguasai dunia…hahaha…HAHAHAHAHA!" Tawa jahat pria bernama Kral ini menggelegar diseluruh ruangan. Tawa yang sangat mengerikan, membuat ruangan itu sangat mencekam.

Selesainya ia tertawa puas, ditatapnya lagi bawahannya itu dengan tampang yang menyerupai iblis.

"Kalian…Bawa Lucy Heartfilia kehadapanku. Secepatnya!" Suaranya yang sangat mengerikan memerintahkan bawahannya itu untuk segera bergerak.

"Hai'i, Kral-sama!" Seluruh bawahannya langsung keluar dari ruangan. Siap melaksanakan perintah pimpinan iblis mereka itu.

Tertinggal sendirilah Kral dalam ruangan itu. Ia pun berdiri dari singgasananya itu menuju sebuah buku tua yang tak jauh darinya. Diangkatnya buku tua itu diiringi senyuman iblis yang terpahat diwajahnya.

"Fairy Tail…Sebentar lagi kau akan hancur ditanganku…hahaha…HAHAHAHA!" Kral tertawa jahat lagi dengan tatapan matanya penuh akan dendam.

###

"Hah…Wajahnya sangat menyeramkan…" Seorang pemuda berjalan santai setelah keluar dari ruangan Kral.

"kau salah, Mika-chan. Kral-sama sangat tampan, apalagi saat dia tersenyum tadi. Rasanya aku akan meleleh." Seorang wanita dibelakangnya menjawab keluhannya dengan menyentuh kedua pipinya sendiri yang merona merah.

"Lilia! Berhenti memanggilku dengan kata chan! Kau sama saja dengan Terrynicca. Tergila-gila dengan Kral." Pemuda itu teriak kesal pada wanita yang dimabuk cinta itu.

Terrynicca yang namanya disebut hanya diam tanpa ekspresi.

"Jadi, Kapan kita akan menyerang mereka? Apa kita akan menyerang mereka sekarang? Aku tidak sabar menghancurkan mereka!" Tanya pemuda tadi dengan semangat pada teamnya.

"Mikaze, jangan terlalu bersemangat. Kita harus membuat rencana dulu sebelum menyerang mereka agar kita tidak seperti dulu lagi." Seorang pria dengan wajah yang bisa dibilang tampan ini menegur Mikaze agar tidak terlalu meremehkan.

"He…Apa kau takut, Ciel? Ayolah, mereka itu bukan dari masa depan. Pasti mereka saat ini sangat lemah." Bukannya memikirkan nasehat teman teamnya. Dai malah meledeknya.

"Kita memang akan membuat rencana terlebih dahulu." Jawab Terrynicca singkat dengan wajah serius yang selalu menempel diwajahnya.

"Nani? Kau juga Terrynicca?" Mikaze tidak percaya dengan apa yang diucapkan dari mulut Terrynicca.

"Fairy tail dari masa depan mengutus beberapa anggotanya untuk mengejar kita dimasa ini. Salah satunya si gadis naga itu." Ucap Terrynicca.

"Gadis naga?!" Gumam seorang gadis yang hanya diam sedari tadi. Dimatanya memantulkan rasa akan dendam dan amarah.

"He…Kalau si gadis naga itu ada dimasa ini berarti si penyihir jenius itu ada disini." Lilia kembali dari dunia khayalannya menyeringai licik.

"Mungkin." Terrynicca menjawabnya tanpa menatap wajah Lilia yang sangat mirip dengan iblis.

"Fufufufu…Aku jadi tambah bersemangat setelah mendengarnya…" Aura gelap menyelimuti seluruh tubuh Lilia. Sepertinya ada dendam pribadi.

"Gadis naga…" Gumam gadis itu yang sedari tadi hanya mengucapkan 'Gadis naga'

'Gadis naga…NASHI DRAGNEEL! AKU AKAN MENGHANCURKANMU!'

###

Magnolia….

"Lucy…Aku lapar…" Rengek Natsu dan Happy tanpa malu meminta makan pada Lucy.

Setelah acara perpelukan sebelumnya. Mereka langsung pulang ketempat Lucy. Dengan sopan Lucy mempersilakan Nashi masuk kedalam kamarnya. Saat ini mereka sedang duduk disofa milik Lucy. Natsu dan Happy terus merengek minta diberi makan tanpa rasa malu. Padahal saat ini ada anaknya yang sedang senyum geli melihat tingkah ayahnya dan paman kucingnya ini.

"Hah…Apa kalian tidak malu, Nashi melihat kalian seperti ini. Kalau kalian lapar kenapa tidak makan diguild saja?" Bingung Lucy melihat nakamanya yang tak ada malunya ini.

"Bagaimana kami bisa makan diguild, Lucy…Kau langsung pulang tadi…" Keluh Happy dengan wajah kelaparannya.

Lucy diam sejenak. Benar kata Happy. Dia langsung pulang setelah kejadian tadi tanpa memberi waktu pada partnernya ini karena mereka harus menjaganya.

"Baiklah…Aku akan membuatkan makanan untuk kalian…" Ucap Lucy sambil berdiri bersiap menuju dapur.

"Thank you, Luce…" jawab Natsu yang bersantai ria disofa milik Lucy.

"Lucy, beri aku ikan yang banyak" Happy dengan tampang imutnya meminta lebih yang biasanya langsung diberi tatapan death glare Lucy. Untungnya saat ini Lucy sedang baik.

"Hai-hai'i, Nashi kau ingin sesuatu?" Tanya Lucy dengan ramah pada Nashi tidak seperti saat dia menanyakannya pada Natsu dan Happy.

"Tak usah repot, Lucy-san. Aku akan membantumu memasak." Jawab Nashi yang langsung berdiri mendekati Lucy berniat membantu.

"Baiklah. Ayo, Nashi." Ajak Lucy menuju dapur.

"Aku ikut, Luce!" Dengan cepat Natsu bangun dari sofa Lucy berniat mengikuti Lucy tapi dihentikan dengan tatapan death glare Lucy.

"Natsu…Kau berniat membakar dapurku? Kau tunggu saja disana! Aku tidak mau dapurku rusak gara-gara kamu!" Ucapan Lucy membuat niat Natsu ciut dengan death glare Lucy. Lucy langsung ke dapur bersama Nashi meninggalkan Natsu yang mematung bersama Happy.

###

"Nashi…" panggil Lucy tanpa menatap Nashi dan sibuk memotong daging.

"Ya, Lucy-san?" Nashi memberhentikan aktivitasnya dan menengok Lucy yang berada disampingnya.

"Um…Apa kau yang menyelamatkanku saat di Sleep forest saat itu?" Lucy berhenti memotong dan melihat Nashi.

"Ah…Soal itu. Ya, Lucy-san. Itu aku." Jawab Nashi dengan senyum yang agak aneh dan berpaling menatap bumbu masakan yang ia sediakan. Nashi seperti menyembunyikan sesuatu dari Lucy.

"Arigatou, Nashi. Kau menyelamatkanku saat itu." Lucy tersenyum lembut pada Nashi.

"Itu memang sudah jadi kewajibanku untuk melindungimu, Lucy-san" Nashi kembali menghadap Lucy dan membalas Lucy dengan senyum tak kalah manisnya.

"Kalau boleh tahu, saat aku pingsan…Kau memanggilku apa Nashi?" Tanya Lucy kembali yang membuat sedikit membuat Nashi terkaget.

Kedua gadis cantik ini saling menatap. Tak ada satu pun suara yang keluar dari mereka. Setelah beberapa lama, mulut Nashi sedikit terbuka ingin mengatakan sesuatu walaupun belum ada sedikit pun suara yang keluar. Dalam hati Lucy ada sedikit rasa gugup yang entah kenapa muncul apalagi bagaimana pun juga Nashi adalah anak dari seorang yang ia cintai. Natsu Dragneel.

'Apa yang ingin dikatakan Nashi? Seingatku Nashi memanggilku saat itu berhubungan dengan huruf O…apa itu? Orang asing? Oba-san? Onee-san? Atau jangan-jangan…' dalam hati Lucy yang langsung gugup tak karuan dengan dugaanya. Terlebih saat suara Nashi mulai terdengar.

"O...O-o….." Nashi mulai gugup saat mau mengucapkannya.

'O…O apa?' Pipi Lucy mulai merona merah menunggu jawaban Nashi. Jantungnya berdetak dengan kencang tak bisa dia hentikan.

"O-"

#TO BE CONTINUE#

Haloo! Minna-san!

Dengan Ruis disini lagi!

Hehehe….sudah satu tahun yah tidak bertemu…hehehe…he….he…

MOUSHIWAKE ARIMASEN!

Maafkan Ruis semuanya, Ruis hanya manusia yang tak sempurna.

Sudah lama Ruis tidak pernah membuka FanFiction. Ruis baru buka kembali pas awal tahun 2016. Rencananya Ruis mau nerusin 'FUTURE MISSION' tapi apa daya Ruis masih writer's block dan persiapan UN saat itu. Saat Ruis buka cerita FM, ruis langsung kaget ternyata kalian menyemangati Ruis yang payah ini.

ARIGATOU

Ruis sangat berterima kasih kepada semuanya yang telah mereview, memfavoritkan, dan memfollow Ruis.

Mohon maaf semuanya jika penulisan Ruis kembali payah dan garing karena lama tidak nulis lagi.

Sekian dariku…

salam hangat

Ruis