Cast:

Choi Hankyung (M/25 y.o)

Choi Siwon (M/23 y.o)

Cho Kyuhyun (F/22 y.o)

Support cast:

Lee Donghae (M/25 y.o)

Lee Hyukjae (M/24 y.o)

Kim Ryeowook (M/22 y.o)

Pair: Hankyu/WonKyu

Warning: OOC, Typo(s), GS.

Genre: Drama, Romance

Rated: T+

Angel Between Us

CHAP 3

"Jadi, katakan padaku dimana kau menginap," Hankyung melirik Kyuhyun.

Hening. Tak ada jawaban.

Kyuhyun hanya diam memandang ke luar jendela, memandang jalanan Seoul yang cukup padat. Sepertinya ia masih kesal karena percakapan terakhir mereka sebelum meninggalkan keluar restaurant. Kyuhyun merengek untuk bersama Hankyung seharian dengan alasan waktu 4 jam –waktu yang diluangkan Hankyung- tidak akan cukup untuk menebus kesalahan Hankyung yang sudah hampir 6 bulan tidak mengunjunginya di China.

Ya, selama ini Hankyung dan Kyuhyun memang berhubungan jarak jauh. Tak ada yang tahu tentang hubungan itu. Bukan karena mereka menutupinya tapi karena sikap mereka sendiri di hadapan orang lain yang tak pernah menunjukkan bahwa mereka telah 'diikat'.

Hankyung yang sejak ia muncul memang tak pernah dikabarkan dekat dengan yeoja dan Kyuhyun yang memang tertutup dan bermulut pedas. Dan mereka tetap seperti itu. Mereka hanya bisa kembali pada pribadi mereka sebenarnya ketika mereka hanya berdua, khususnya Kyuhyun.

Kyuhyun yang sebatang kara di dunia ini karena kedua orangtuanya yang merupakan rekan bisnis Hankyung, meninggal dibunuh oleh lawan bisnisnya. Kyuhyun yang aslinya ceria dan selalu tersenyum itu berubah seratus delapan puluh derajat.

Belum cukup kematian kedua orangtuanya, orang-orang yang selama ini dekat dengannya pun menjauhinya karena kebangkrutan perusahaan orangtuanya yang lagi-lagi juga disebabkan lawan bisnis orangtuanya.

Beruntung, masih ada beberapa orang yang masih tahu diri akan kebaikan orangtuanya bersedia menampungnya. Hingga pada akhirnya ia bertemu Hankyung, yang saat itu datang untuk mengucapkan belasungkawa.

Manik obsidian hitam milik Hankyung yang saat itu terlihat lelah dan kelam berhasil menarik manik caramel milik Kyuhyun. Begitu pula sebaliknya, Hankyung ikut terhanyut dalam manik caramel yang terlihat terluka dan kesepian milik Kyuhyun.

Dan untuk kedua kalinya, Kyuhyun menangis, menumpahkan segala kesedihan dan amarah atas kematian orangtuanya di hadapan Hankyung yang saat itu menemaninya untuk berkunjung ke makam kedua orangtuanya.

Sejak saat itulah, Hankyung 'mengikat' Kyuhyun. 3 tahun sudah mereka lalui, Hankyung rutin sebulan sekali selalu ke China untuk urusan bisnis dan mengunjungi Kyuhyun. Setiap bertemu, mereka lebih senang untuk berbincang dan bercerita, mengistirahatkan jiwa mereka yang 'lelah' bersembunyi.

"Arra, arra... Kau ikut bersamaku hari ini. Tapi jangan marah jika aku sedikit tidak mengacuhkanmu nanti dikantor," Kyuhyun langsung menoleh pada Hankyung, memberikannya senyum sebagai tanda persetujuan. "Sekarang kita kemana?"

"Kita 'istirahat'," Hankyung menyerngitkan alisnya mendengar jawaban itu. "Kau terlihat sangat 'lelah'," tangan Kyuhyun mengenggam tangan Hankyung yang tengah mengemudi. Dengan usapan lembut tangan halus itu, Hankyung tahu ia tidak bisa berkata 'tidak'.

.

.

"Katakan padaku apa yang terjadi selama kau tidak ke China?" Hankyung tengah memejamkan matanya, menikmati belaian tangan Kyuhyun di rambutnya.

Kini mereka tengah berada di jok belakang mobil, membiarkan jendela di masing-masing pintu terbuka agar udara segar bisa masuk. Dan Hankyung, ia tengah berbaring nyaman di atas pangkuan Kyuhyun.

"Tak ada yang istimewa," Kyuhyun tersenyum ketika mendengar jawaban singkat itu. Tampaknya Hankyung benar-benar menikmati waktu 'istirahat'nya kali ini hingga enggan untuk bercerita banyak seperti yang biasa mereka lakukan.

"Kau yakin? Tak ada yang ingin kau ceritakan seperti biasa? Perjalananmu ke Amerika atau rekan bisnismu yang lain? Atau mungkin... Siwon?" mata Hankyung membuka ketika nama Siwon disebut Kyuhyun namun sedetik kemudian matanya meredup.

"Not at this time," sedetik kemudian Hankyung sudah mengubah posisinya berbaring miring menghadap perut Kyuhyun, melingkarkan tangannya di pinggang ramping itu. Ia memeluk pinggang Kyuhyun erat, menyembunyikan wajahnya disana.

"Istirahatlah," Kyuhyun tahu Hankyung tengah ada masalah namun ia juga tahu bahwa ia hanya bisa menunggu namja itu untuk bercerita dengan sendirinya padanya. Ia tidak suka memaksa dan selama ini biasanya Hankyung selalu bercerita tanpa ia minta. Namun tampaknya kali ini namja itu butuh waktu sejenak. Apalagi jika itu menyangkut Siwon.

Ya, Kyuhyun tahu mengenai Siwon. Ia mengetahui cerita keluarga Hankyung dari mulut lelaki itu sendiri. Tapi seumur hidup, ia belum pernah melihat wajah anggota keluarga Choi selain Hankyung dan ia tidak pernah berniat untuk mencarinya di internet ataupun berita. Pekerjaannya sebagai mahasiswa S-2 sekaligus bekerja sambilan sebagai model cukup menyita waktunya.

Yah, meskipun ia tidak terlalu terkenal di dunia entertain karena ia memang tidak terlalu berminat, namun bakatnya telah diakui. Kini, setelah ia dinyatakan lulus beberapa hari yang lalu, ia mengambil cuti sejenak dari kegiatannya untuk beristirahat.

.

.

Kyuhyun sedikit terjaga ketika ia merasakan seseorang menariknya lembut. Ah, rupanya tadi ia ikut tertidur ketika melihat wajah damai Hankyung. Ia mendongakkan kepalanya, menemukan Hankyung yang tengah tersenyum padanya, "Istirahatlah, kau juga lelah kan?"

Kyuhyun segera melingkarkan tangannya ke tubuh Hankyung, membiarkan kepalanya bersandar di dada lelaki tegap itu. Ia nikmati suara detak jantung lelaki itu yang terasa cepat, ia tersenyum, "Oppa, jantungmu berdetak sangat cepat,"

Hankyung ikut tersenyum mendengar celetukan yeoja yang sudah setengah tertidur itu, ia mengeratkan pelukannya sambil ikut menyandarkan tubuhnya ke jok mobil, "Kau yang membuatnya seperti itu. Karena itu kau harus bertanggungjawab,"

"Kenapa aku?" Kyuhyun mempoutkan bibirnya mendengar kalimat itu.

Hankyung terkekeh melihat ekspresi imut itu, ia menyentil hidung Kyuhyun, "Sejak kau datang, jantung ini tidak akan pernah berdetak normal seperti biasanya lagi, Kyu. Dan sejak saat itu, aku hanya memiliki 2 pilihan, jantungku berdetak kencang karena kehadiranmu atau berhenti sama sekali karena kepergianmu. Karena itu, jangan pernah pergi meninggalkanku ataupun berpaling dariku,"

"Ne, aku berjanji," Kyuhyun mengucapakan janji itu dengan mata terpejam. Namun Hankyung tahu, Kyuhyun sadar dengan janji yang ia ucapkan.

"Saranghae...," Hankyung ikut memejamkan matanya setelah sebelumnya mengecup puncak kepala Kyuhyun.

.

.

Sebuah audi hitam berhenti tepat di depan pintu utama Choi Company. Seorang lelaki tampan keluar dari kursi kemudi. Ia memutari mobil, membuka kursi di samping kemudi dan mengulurkan tangannya. Sebuah tangan halus menyambut uluran itu. Tak lama, sepasang manusia itu sudah memasuki gedung yang menjulang tinggi itu, menimbulkan decak kagum, shock, dan tamparan keras bagi sebagian besar yeoja yang mengidolakan atasannya itu.

"Siapa dia? Kenapa bersama sajangnim?" suara bisik-bisik diantara para karyawan mulai terdengar.

"Aish! Beraninya dia dekat-dekat dengan sajangnim!"

"Mereka terlihat serasi sekali!"

"Lihat, ia cantik sekali, cocok dengan sajangnim! Apa mereka berdua berpacaran?"

Hankyung menggenggam tangan Kyuhyun erat ketika melihat Kyuhyun yang terus menunduk, "Tenanglah, aku ada disini. Kau bukan Kyuhyun yang kukenal jika menyembunyikan wajah hanya karena pendapat-pendapat itu. Dan kuharap kau juga tidak lupa kedudukanku disini. Jadi, angkat wajahmu,".

Kyuhyun mendelik mendengar ucapan terakhir Hankyung itu, "Cih, percaya diri sekali,"

"Wookie, kau sudah meletakkan semua dokumen di atas meja?" Hankyung menghentikan Ryewook yang kebetulan sedang lewat membawa secangkir kopi.

"Ah, mianhae sajangnim, semua dokumen sudah saya letakkan di meja," Ryewook sedikit gugup bertemu dengan Hankyung tiba-tiba. Ia melirik Kyuhyun yang berdiri di sampingnya.

"Kalau begitu bawakan dua cangkir kopi ke ruanganku,"

"Ah, tidak. Bawakan segelas air putih dan secangkir teh hangat saja," Kyuhyun tiba-tiba bersuara.

"Tidak, dua cangkir...,"

"Tak ada penolakan Tuan Choi. Segelas air putih dan secangkir teh hangat. Mengonsumsi kopi terlalu banyak tidak baik untuk kesehatan," Kyuhyun menatap tajam Hankyung. Lelaki itu memutar matanya malas meskipun pada akhirnya memberi kode pada Ryewook untuk segera beranjak.

"Kurasa aku harus mulai membiasakan diri untuk mengalah," Hankyung menekan tombol lift.

"Salahmu sendiri menjadi workaholic tapi tidak pernah memperhatikan tubuhmu sendiri,"

"Kau harus tahu bahwa itu sudah menjadi kebiasaanku, Kyu,"

"Kalau begitu mulai saat ini kau harus menghilangkan kebiasaan burukmu itu, Tuan Choi,"

"Kopi tidak akan memberikan efek buruk yang besar, Nona Cho,"

"Kafein bisa menyebabkan kepikunan dini, Tuan Choi. Jika kau bersikeras untuk minum lebih dari 3 cangkir kopi tiap hari, maka kau harus bersiap untuk kulupakan,"

"Kenapa jadi kau yang akan melupakanku?" Hankyung menghadapkan tubuhnya pada Kyuhyun. Ia tidak memedulikan pintu lift yang sudah terbuka dan menampakkan beberapa karyawannya yang sedikit shock mendapati direktur mereka berdiri di depan lift pada jam itu dengan seorang gadis dan pada situasi yang bisa menimbulkan gosip.

"Aku lebih suka melupakanmu lebih dahulu dibanding aku tahu bahwa kau akan melupakanku. So, it won't be hurt for me,"

"I don't think that you can do that to me, baby," Hankyung menyeringai.

"Just give me a reason to do that and I'll do it, Sir," Kyuhyun masuk ke lift yang telah kosong yang kemudian disusul Hankyung. Semua karyawan yang tadi berada di dalam telah keluar semua melihat situasi yang berbahaya dan kurang tepat jika mereka berada di antara kedua manusia itu.

.

.

Hankyung sedari tadi sibuk dengan laporan yang menumpuk di mejanya. Ia tak mengira, meninggalkan pekerjaannya selama beberapa jam menghasilkan tumpukan dokumen yang cukup tinggi. Bahkan Kyuhyun yang sudah bersikap manis ketika mereka keluar lift langsung mempoutkan bibirnya begitu melihat betapa tebalnya tumpukan dokumen ketika ia baru saja masuk.

Untunglah, Kyuhyun bukanlah yeoja manja yang selalu mencari perhatian seperti yeoja-yeoja lain yang biasanya mengelilingi Hankyung. Setelah dirasa cukup menahan kesabaran agar tidak merobek-robek dokumen yang –pastinya- akan menyita waktu Hankyung cukup lama, Kyuhyun langsung mendudukkan dirinya di sofa. Ia membuka-buka buku atau majalah yang ada di ruangan itu sambil mendengarkan musik dari Ipodnya.

Kyuhyun tenggelam dalam dunianya sendiri, begitu juga dengan Hankyung. Tapi bohong jika konsentrasi Hankyung hanya tertumpu pada berkas-berkas itu.

Kenyataannya, ia selalu mencuri pandang ke arah Kyuhyun. Mengulum senyum bahkan terkekeh ketika melihat ekspresi Kyuhyun yang selalu berubah-ubah seiring dengan mulai habisnya majalah yang bisa ia baca.

"Aku tahu kau terpesona dengan wajahku," Kyuhyun menangkap basah Hankyung yang tengah mencuri pandang ke arahnya entah untuk yang keberapa kalinya.

Hankyung tak bisa mengelak. Ia bangkit mendekati Kyuhyun yang masih membaca majalahnya, "Kau selalu bisa mengalihkan duniaku, princess,".

Hankyung memeluk gadis itu dari belakang, menyerukkan hidungnya di perpotongan leher Kyuhyun dan mencium aroma apel yang sudah menjadi candunya sejak beberapa tahun yang lalu.

"Karena aku memang duniamu, oppa" sahut Kyuhyun percaya diri.

"Kau salah," Kyuhyun menyergitkan alisnya ketika mendengar kalimat itu.

Hankyung menarik dagu Kyuhyun menghadapkan wajah cantik itu kearahnya, "You are not only my world. You are my everything,".

CUP

Untuk yang ketiga kalinya, semburat merah itu kembali muncul.

"Kita sudah sering melakukannya tapi kau masih suka malu-malu, baby...," tangan Hankyung membelai pipi Kyuhyun yang merona.

"Yah! Kau sudah mencurinya 3 kali hari ini!" sebuah majalah berhasil mengenai kepala Hankyung ketika Kyuhyun sadar dari keterpesonaannya.

"Aw! Appo, babyKyu. Aku hanya ingin mengambil jatah 6 bulanku yang kemarin,"

"Yah! Itu bukan berarti kau bisa menciumku seenaknya! Salahmu sendiri karena tidak ke China,"

"Apa-apaan itu, aku kan hanya menciumnya 4 kali...," gumam Hankyung.

"Apa? Tadi kau bilang 4 kali? Yak! Sejak kapan kau berubah menjadi mesum seperti itu, hah?!" Kyuhyun bangkit, mengeluarkan aura hitamnya ketika mendengar gumaman Hankyung tadi.

Hankyung tak berkutik ketika ia dihujani pukulan-pukulan dengan majalah yang ada di tangan Kyuhyun, "Yak! Hentikan, baby,"

"Kapan kau mencuri...,"

GREP

Hankyung berhasil menghentikan Kyuhyun yang kini berada di pelukannya, "Aku mencurinya ketika kau tidur. Dan hanya kau yang membuatku menjadi mesum begini, baby,"

Bulu kuduk Kyuhyun berdiri ketika mendengar bisikan Hankyung di telinganya.

"Saranghae, Choi Kyuhyun...," dan lutut Kyuhyun benar-benar lemas ketika bibir itu mengucap 3 kalimat sederhana itu.

"Kau harus benar-benar bertanggungjawab karena telah mengubah margaku, Tuan Choi,"

"With my pleasure, princess...," dan kedua bibir itu kembali menyatu.

.

.

Hankyung sedikit menyesal, menuruti permintaan Kyuhyun untuk menemaninya di kantor. Meskipun Hankyung mengatakan bahwa ia bisa saja mengabaikan Kyuhyun, kenyataannya malah sebaliknya. Hankyung tidak bisa fokus pada pekerjaannya apalagi setelah kejadian pemukulan yang berakhir dengan ciuman itu.

Pada akhirnya, ia memilih menghabiskan waktunya di kantor bersama dengan Kyuhyun. 'bersama' dalam hal ini tentu saja bukan sebuah kebersamaan layaknya teman.

Beberapa kali Ryeowook yang memang ruangannya dekat dengan ruangan sang direktur dibuat shock berkali-kali dengan suara-suara yang tak biasa dari dalam ruangan itu. Dan pada akhirnya, ia benar-benar shock ketika melihat sang pemilik ruangan itu sendiri tengah tertawa lepas ketika keluar ruangan bersama gadis yang sama dengan yang tadi ia lihat di lift dan mengatakan bahwa ia bisa pulang lebih awal.

Harapa digarisbawahi, tertawa lepasdanpulang lebih awal. Selama ia bekerja disini hampir 3 tahun dan mendengar cerita dari para karyawan yang telah bekerja bahkan sebelum Hankyung masuk, direktur muda mereka itu tak pernah sekalipun tertawa. Jangankan tertawa, tersenyum pun hanya dilakukan saat acara formal.

Dan menyangkut pulang lebih awal, maka itu bukanlah sosok Hankyung yang hampir selalu pulang paling akhir. Tapi Ryewook cukup lega karena dirinya diizinkan pulang sesuai dengan jam kerja yang berlaku meskipun terkadang ia harus sukarela lembur demi menemani sang direktur yang masih mengurusi beberapa pekerjaan.

Cukup dengan suara-suara tak biasa berupa pekikan dari Kyuhyun yang tampaknya tengah digoda oleh Hankyung karena terdengar juga derai tawa lelaki itu. Derai tawa harus diakui Ryeowook cukup merdu namun tidak meninggalkan kesan wibawanya.

Ryeowook memutuskan pulang beberapa menit setelah menyerahkan berkas-berkas pekerjaan Hankyung kepada salah seorang pengawalnya untuk dibawa pulang oleh sang direktur. Mungkin hari ini ia harus mengistirahatkan dirinya yang dibuat berkali-kali shock.

Sementera di lobby kantor, para karyawan yang kebetulan disana dibuat shock lagi dengan keluarnya Hankyung dan Kyuhyun dari lift dengan tangan saling menggenggam. Hankyung memutuskan untuk berkeliling Seoul sebentar bersama Kyuhyun, makan malam, dan kemudian mengantarnya kembali ke hotel dimana Kyuhyun menginap sementara.

.

.

"Dimana Siwon?" Hankyung bertanya pada Pelayan Kim setelah ia tiba di rumah.

"Tuan Muda Siwon langsung mengurung dirinya di kamar begitu ia tiba di rumah,"

"Jam berapa dia pulang?"

"2 jam yang lalu, sepertinya Tuan Muda Siwon berada di luar lama karena wajahnya sedikit pucat ketika ia kembali,"

Tanpa banyak bicara, Hankyung langsung ke kamar adiknya. Dan seperti yang ia duga, ada sedikit kekacauan disana. Sebuah vas bunga pecah dan airnya membasahi karpet. Segera saja ia beri kode pada pelayan untuk membereskannya dan menggantinya tanpa mengeluarkan suara, adiknya tengah terbaring pulas di ranjangnya.

Hyung menyayangimu, Siwon. Apa yang harus Hyung lakukan kali ini, Siwon? Hyung tidak sanggup melihatmu kembali seperti dulu...

Hankyung membenarkan letak selimut Siwon. Ia bersyukur keadaan adiknya itu membaik dibanding laporan Pelayan Kim tadi. Wajah tampan itu sudah tak begitu pucat. Setelah memastikan semuanya, ia kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri sebelum masuk ruang kerjanya.

.

.

Hankyung baru saja menyamankan dirinya di kursi kerjanya ketika ponselnya berbunyi.

Eunhyuk?

"Ya?"

"Siwon-shi, laporan mengenai yeoja yang Anda minta sudah Saya letakkan di meja,"

"Amplop coklat?" Hankyung mengambil amplop coklat ukuran sedang yang memang terletak di paling atas.

"Ne,"

"Kalau begitu teruskan kerjamu seperti biasa, awasi terus perkembangan Siwon," tanpa basa-basi lagi, Hankyung menutup telepon itu. Tangannya menggenggam amplop coklat itu cukup lama.

Jujur ia penasaran, secantik apakah yeoja itu hingga berhasil membuat adiknya bertekuk lutut? Apakah ia secantik Kyuhyun, yeoja-nya?

Apakah yeoja itu mempunyai kulit yang lembut namun agak pucat seperti Kyuhyun? Kulit yang selalu suka ia sentuh dan ia lindungi agar tidak tergores ataupun terluka.

Apakah ia juga punya rambut coklat bergelombang yang amat lembut? Rambut yang tak pernah absen dari belaian tangannya.

Apakah ia juga punya hidung mancung dan manik caramell yag bersinar? Manik mata yang selalu membuatnya tak bisa berkutik dan membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.

Apakah ia juga memiliki bibir mungil berwarna merah yang begitu lembut? Kelembutan dan kemanisan yang membuatnya selalu ingin untuk mencicipinya.

Dan apakah ia juga menyebarkan feromon apel sama seperti feromon yeoja-nya yang selama ini telah menjadi candu penenangnya?

Ah, Hankyung tersenyum sendiri jika mengingat Kyuhyun. Ia merindukan yeoja itu, padahal baru beberapa saat yang lalu ia berpisah.

Hankyung meletakkan kembali amplop coklat itu dan mencari ponselnya. Ia menekan nomor yang sudah ia hafal di luar kepala. Sekali, dua kali, tiga kali...

Kenapa tidak dijawab?

Oh, Kyu! Ayo jawab...

Hingga akhir panggilan ke sepuluh tak ada jawaban...

Kekhawatiran itu langsung menyergapnya tiba-tiba. Tidak biasanya panggilannya tidak ada jawaban seperti ini. Kyuhyun adalah yeoja yang hampir selalu dekat dengan ponsel meskipun ia jarang mengoperasikannya. Bahkan saat terlelap pun Kyuhyun akan tetap menjawab panggilannya, mengingat nada dering yang dipasang bagi Hankyung adalah nada special sehingga langsung dikenali. Dan ini masih terlalu awal bagi Kyuhyun untuk tidur.

Hankyung segera keluar ruang kerja, mengambil jaket dan kunci mobil yang tergantung. Ia bergegas menaiki mobilnya dan segera meninggalkan kediamannnya.

.

.

Pintu ruangan kerja Hankyung terbuka, membiarkan seorang lelaki masuk. Lelaki itu memandang ke seluruh sudut ruangan sebelum akhirnya terkunci pada sebuah amplop coklat di atas meja yang terlihat mencolok diantara map dan berkas-berkas lain.

TBC

Hahhh, #tarik napas

Sepertinya alurnya mudah ketebak, yaa?

Tapi saya doain semoga reader gak bosen sama ceritanya deh... hhehe

Hhhmmm, kira" itu yang ambil amplopnya siapa ya?

Anyway, saya mau minta maaf buat WKS, soalnya Wonkyu momentnya sepertinya harus ditunda untuk beberapa chap ke depan. #ikutan nangis di pojokan ##plak

And this is for you, for uke Kyu shipper, especially for Hankyu shipper...

Oh ya, minta maaf buat keterlambatan ... Maklum, di rumah gak ada sinyal modem. Warnet juga pada tutup. Jadilah saya nunggu balik ke kos untuk update :)

Dan karena baru balik kos, maaf klo belum bisa balas review satu-satu. But, special thanks for amanda wu, fifi, rikha-chan, sitakyu, FiWonKyu0201, dewipurwanti920, Fitri MY, xoxoxo, QyuDev178, kyu7, Wonkyudee, ukekyushipper, WonKyuPet, vira, ratnasparkyu, Allyna Kyuzumaki yang udah nyempetin review...

At last, hope you enjoy it...

Wanna review?