BIG FAT BUTT

Author : PrincePink

Cast : Mommy Baekhyun – Daddy Chanyeol

Other Cast : Kyungsoo – Jongin – Yuan Shan Shan

Genre : Humor, Family, Romance, Little bit Hurt, Genderswitch!

Rate : T for this chap!

.

CHAP 4: I hate u, but I Love u!

.

Warning : Fat Baek!

.

.

Baekhyun menghela nafasnya berulang kali saat melihat tingkat bocah kecil yang sayangnya lahir dari rahim nya sendiri. Jackson, si bocah kecil berlari - lari dengan tubuh telanjang sehabis mandi. Kakinya yang belum bisa berlari dengan benar melangkah lebar mengelilingi ruang tengah mereka.

"Jackson,"panggil Baekhyun dengan nada tegas. Jackson tidak mau mendengar dan terus berlarian mengelilingi ruang tengah.

"Tuyul kecil cepat kemari. Jangan sampai Mommy marah ya!" Baekhyun menaikan suaranya namun Jackson tetaplah Jackson si aktif.

"Jackson Mommy hitung sampai 3 kalau tidak kemari Mommy ambil semua mainan dan boneka Jackson ya,"

Jackson malah asik menaiki sofa dan meloncat - loncat dengan lincahnya.

"Kyaaa~" teriaknya bahagia. Baekhyun menghela nafas dan melirik pacifier milik Jackson yang ditaruh diatas buffet. Baekhyun menyeringai dan mengambil pacifier itu

"Tara~ Mommy ambil pacifier Jack. Jackson nakal sih," ancam Baekhyun sambil menggoyang-goyangkan pacifier ditangan kanannya. Jackson terdiam dan berangsut menuruni sofa kemudian berjalan kearah Baekhyun.

"Anniyo~" protesnya dengan suara lucu dan bibir dimajukan. Baekhyun terkekeh melihat tingkah anaknya.

"Makannya Jack harus dengar kata Mommy,dong. Sini sayang, pakai baju ya," Baekhyun membawa Jackson kedalam pelukannya dan memberikan pacifier itu pada Jackson. Kemudian dengan cekatan Baekhyun memakaikan bedak,lotion, serta diaper dan pakaian. Baekhyun senang membuat anaknya harum ngomong - ngomong. Setelah menyisir rambut Jackson, Baekhyun dengan gemas mengecup pipi Jackson.

"Mommy mau siapkan makanan untuk Jackson. Kau disini dulu ya,"

Jackson menurut saat Baekhyun menaruhnya agar bersandar di boneka gajah kesayangannya, Si Tung - Tung. Kemudian Baekhyun menyetel kaset dvd Barney and Friends favorit Jackson dan membiarkan anaknya itu menikmati kegiatannya selagi sang ibu menyiapkan makannanya. By the way, saat ini Jackson sudah berhenti menyusu dari Baekhyun. Sehingga baekhyun dan Chanyeol memberikan Jackson botol susu dan pacifier saat ini. Tidak mungkin Jackson harus terus meminum asi sampai besar, maka Baekhyun dan Chanyeol menerapkan cara ini.

Baekhyun mengeluarkan ponsel dari sakunya dan memilih sambungan video call kepada Chanyeol di kantornya. Baekhyun menaruh ponselnya di meja, sehingga Chanyeol disana dapat melihat kegiatannya.

"Halo Baek," sapa wajah tampan disebrang sana. Baekhyun melirik ponselnya dan tersenyum saat matanya menangkap wajah Chanyeol yang tampan disebrang sana.

"Selamat pagi, Tuan Richard Park yang terhormat," canda Baek sambil menyiapkan makanan untuk Jackson. Chanyeol terkekeh dan tersenyum pada Baekhyun.

"Apa yang kau lakukan?"

"Biasa, menyiapkan makanan untuk tuan muda kecilku yang sedang duduk dengan santai disana,"ujar Baekhyun sambil menaruh makanan milik Jackson di mangkuk kecil.

"Kalau ibunya sudah makan?" tanya Chanyeol di sebrang sana . Baekhyun tertawa dan memgangguk

"Sudah kok. Jangan lupa nanti kau habiskan bekal mu. Kalau kau tidak habiskan, aku tidak akan lagi mau memasakan bekal makan siang untukmu!" ancam Baekhyun .

"Siap, Captain! Aku akan menghabiskan makanan buatanmu tanpa tersisa sedikitpun!"

"Mau menyapa si kecil Park?"

"Tentu. Mana dia? mana dia?" tanya Chanyeol semangat . Baekhyun sambil membawa mangkuk dan ponselnya segera berjalan keruang tengah dan tersenyum saat melihat Jackson yang ikut menggoyangkan kepalanya saat Barney mulai bernyanyi.

"Jackson, ayo sapa Daddy disana," Baekhyun duduk disebelah Jackson dan memperlihatkan ponselnya pada Jackson. Balita itu melepas pacifiernya dan tertawa melihat wajah ayahnya dikamera

"Daddy!" pekiknya senang.

"Halo Jackson! anak Daddy sedang apa?" tanya Chanyeol dengan nada anak - anaknya.

"Jack sedang menonton Barney, Dad," balas Baekhyun dengan nada tak kalah lucu.

"Daddy tahu tidak tadi Jackson nakal tidak mau pakai baju setelah mandi," adu Baekhyun pada Chanyeol. Jackson terkekeh dan menggosokan wajahnya ke perpotongan leher Baekhyun. Sang ibu memeluk tubuh Jackson dan mengecup pipinya

"Jackson seperti itu?" tanya Chanyeol sambil membelekakan matanya," Jangan nakal sayang, kasihan Mommy," ujar Chanyeol dengan nada lembut.

"Daddy ayo cepat selsaikan pekerjaan lalu pulang dan bermain dengan Jackson," ujar Baekhyun.

"Ah aku jadi ingin segera berada dirumah,"

Baekhyun tak bisa menutupi kebahagiaanya tiap kali Chanyeol memperlihatkan wajah lesunya saat ingin pulang dari kantor dan cepat - cepat berkumpul dengan keluarganya.

"Kerja yang baik ya Daddy, Mommy dan Jackson menunggu," ujar Baekhyun ceria. Chanyeol terkekeh dan tersenyum melihat kedua orang yang ia cintai.

"Kututup ya sayang, sebentar lagi aku ada rapat," ujar Chanyeol. Baekhyun mengangguk dan melirik Jackson

"Katakan dadah pada Daddy,"

"Dah, Daddy," Jackson melambai pada Chanyeol.

"Dadah Jackson, Daddy cinta kamu!"

Baekhyun mengambil alih ponsel dan tersenyum melihat wajah tampan suaminya yang memenuhi screen ponselnya.

"Bekerjalah dengan baik dan jangan terlalu letih, habiskan bekalmu. I love you,"

"Aku akan mendengar titah sang ratu hatiku. I love you more," Chanyeol memajukan bibirnya seperti ingin mencium dan melambai pada Baekhyun. Ibu muda itu mematikan sambungan dan tersenyum pada Jackson yang kembali menonton si mahluk ungu lucu di televisi.

"Ah anak siapa ini? anak siapa? Anak Park Chanyeol ya?Unchh" Gemas Baekhyun pada Jackson. Dan hari - hari Baekhyun seperti biasa dihabiskan dengan mengurus Jackson dan bermain dengan putranya itu.

.

.

Baekhyun menghela nafas saat membaca pesan Chanyeol sore itu. Suaminya akan pulang telat karena akan bermain basket bersama Kris,Jongin dan Sehun. Biasa, kembali lagi mengingat hal yang sering mereka lakukan saat masih bujang.

"Padahal aku sudah membuatkan sup iga asam manis kesukaan nya,"

Baekhyun menyandarkan tubuhnya ke sofa dan menangkap pergerakan Jackson yang berjalan kearahnya sambil membawa mobil -mobilan.

"Mommy,main," Jackson menunjuk kearah pintu rumah mereka yang tertutup. Baekhyun hafal betul anaknya ini pasti ingin bermain diluar. Agak berat untuk Baekhyun, tapi demi anak ia akan lakukan semuanya.

"Bermain diluar?"

"Ne,"

"Baiklah, Mommy ganti baju dulu ya,"

Baekhyun pikir anaknya memang merindukan bermain diluar bersama teman - temannya. Apalagi rumah mereka berhadapan dengan taman komplek, Jackson pasti sering melihat tetangga nya bermain disitu. Baekhyun sendiri senang jika Jackson bermain diluar, bertemu anak - anak lain dan bersosialisasi, tapi ada banyak hal yang sering membuatnya kesal dan bahkan hampir menangis. Bibir - bibir tetangganya yang tidak bisa dijaga dan sering berceloteh itu kerap kali menganggu telinga Baekhyun. Dari mulai membanding - bandingkan kecantikan, kekayaan, dan juga ada yang terang - teramgan menjadi fans suaminya.

Baekhyun kzl bgt btw!

Demi anak apasih yang gak.

Akhirnya Baekhyun mengganti baju santainya dengan baju layak dipakai keluar rumah, dan menyisir rambutnya. Ia bergegas keluar dan mengajak Jackson untuk bermain di taman. Baekhyun menggandeng tangan Jackson saat mereka berjalan menuju taman yang jaraknya sangat dekat dari rumah Baekhyun. Jackson memekik bahagia saat matanya menatap teman - teman seusianya yang bermain ayunan, perosotan ataupun jungkat - jungkit dan juga mainan lainnya. Baekhyun menghela nafas saat Jackson memaksa melepaskan tangannya agar cepat bergabung dengan teman - temannya.

" Jack, hati - hati ya. Jangan menangis," titah Baekhyun. Jackson segera berlari dan berbaur dengan anak - anak lain untuk bermain perosotan. Baekhyun memilih duduk di bangku panjang dan mengawasi Jackson dari jauh. Ia tersenyum melihat Jackson yang tertawa. Namun senyum Baekhyun luntur saat dirinya tengah di tatap oleh sekumpulan ibu - ibu centil yang sayangnya tetangganya itu. Baekhyun mendesah dan membuang mukanya kemanapun. Baekhyun sadar ibu - ibu itu berjalan kearahnya.

Baekhyun kenal salah satu wanita itu, namanya Yuan Shan - Shan. Ia tetangga baru Baekhyun dan terang - terangan menatap suaminya dengan pandangan menggoda. Dasar janda!

"Nyonya Park?" tanya salah satu ibu - ibu itu. Baekhyun memaksakan senyumannya dan menggeser tubuhnya saat wanita - wanita itu duduk disampingnya. Yuan menatap Baekhyun dari atas sampai bawah.

"Ah Ne, apa kabar ?" tanya Baekhyun basa - basi. Mereka tidak menjawab Baekhyun dan malah tetap memperhatikan Baekhyun dari atas sampai bawah. Huh, Baekhyun benci situasi seperti ini. Apalagi saat ia melihat bagaimana cantiknya wanita - wanita ini, sedang dirinya tidak bermakeup, rambut seadanya dan hanya memakai sendal jepit. Tetangga - tetangga Baekhyun kembali bergosip dan menganggap Baekhyun tidak ada. Baekhyun mendengus dan kembali mengawasi Jackson

'Memangnya aku ini arca dianggap tidak ada' batin Baekhyun.

"Tahu tidak kata suamiku tubuhku ini semakin kurus saja hahaah," ujar salah satu tetangga Baekhyun dengan suar lantang. Baekhyun sakit telinga mendengar tawanya yang bak kuntilanak.

"Benar, bahkan suamiku memuji bagaimana modisnya diriku," ujar tetangga lainnya menyahuti obrolan sebelumnya.

"Ohya? benarkah?" dan Baekhyun tahu suara ini. Ini suara si Yuan.

"Nyonya Yuan, apa tidak ada keinginan lagi untuk menikah? kasihan anakmu dirumah butuh sosok ayah,"tanya tetangga yang lain.

"Tentu saja. Aku sedang mengincar satu pria di komplek ini,"

Dan Baekhyun hampir saja tersedak saat mendengar penuturan Yuan. Siapa yang dia maksud? Chanyeol?! Heol! Langkahi dulu mayat Baekhyun serta Jackson.

"Wah, siapa?"

"Apa dia orang yang kami kenal?"

Baekhyun geli mendengar obrolan ibu - ibu kelebihan makeup itu. Dengan cepat Baekhyun berjalan kearah Jackson dan menggendong anaknya kedalam rumah, tanpa mengindahkan tangisan Jackson yang meronta meminta turun.

Yuan menyeringai melihat tingkah Baekhyun yang seperti orang kebakaran jenggot.

"Siapalagi kalau bukan Park Chanyeol , Nyonya. Suami dari si gendut itu,"

Dan Baekhyun mendengarnya. Baekhyun ingin sekali mencabik wajah halus itu jika ia tidak tahu tempat dan hukum di negaranya.

.

.

"Sayang,aku pulang," sapa Chanyeol dengan bermodal baju tanpa lengan dan keringat ditubuhnya. Chanyeol mengambil tasnya dari dalam mobil, dan tersenyum lebar saat Baekhyun menyambutnya didepan pintu. Istrinya itu tersenyum dan melebarkan tangannya, bersiap memeluk Chanyeol.

"Baekhyunie ku~" ujar Chanyeol lalu memeluk Baekhyun dan mengecup kening Baekhyun dengan mesra.

"Selama aku kerja tidak terjadi sesuatu kan?"

"Tidak, semuanya aman," jawab Baekhyun.

"Jackson mana?"

"Ia sudah tidur. Mungkin kelelahan setelah seharian bermain. Ia juga tidak tidur siang," ujar Baekhyun.

"Pantas saja,"

Baekhyun menjauhkan tubuhnya dan menatap kedua tangan Chanyeol. Baekhyun menepuknya dan tersenyum

"Kok dimataku sekarang kau semakin kekar?" tanya Baekhyun sambil memijat lembut bicep Chanyeol.

"Hm, kau baru tahu apa pura- pura tidak tahu?"

"Aku memang jarang melihatmu memakai baju tanpa lengan, sayang," ujar Baekhyun sambil menatap suaminya dengan pandangan sayu. Chanyeol mengecup lembut bibir istrinya dan tersenyum

"Baiklah malam ini kau bebas mengelus, menjilat, bahkan melakukan apapun padaku diatas ranjang hangat kita," bisik Chanyeol seduktif. Baekhyun memencet hidung Chanyeol dan terkekeh.

"Dasar penjahat kelamin!"

"Eh, begini - begini aku bisa membuatmu mendesah tidak karuan loh!" tantang Chanyeol. Baekhyun terkekeh saat Chanyeol memgecup dua kali keningnya.

"Selamat malam,"

sapaan dari balik pagar menghentikan aksi lovey dovey sepasang suami istri ini. Baekhyun mengernyit saat ia melihat Yuan yang dengan santainya berdiri didepan pagarnya

"Oh Nyonya Yuan, ada apa?" jawab Chanyeol sambil menjauhkan tubuhnya dan berjalan kearah Yuan. Baekhyun mengernyit saat melihat penampilan Yuan yang menurut nya cukup terbuka dengan tanktop bra dan hotpants.

'Dasar genit' batin Baekhyun. Namun perempuan itu memaksakan senyumnya dan ikut berjalan kearah Yuan.

"Ada apa nyonya?" tanya Baekhyun berusaha baik dengan poker face andalannya. Yuan menatap Chanyeol seakan meminta tolong

"Lampu dirumahku mati, bisa aku meminta tolong padamu Tuan Park?"

Heol, lampu dirumah mati? mengapa tidak sekalian dirinya saja yang mati, ups!

Baekhyun menahan nafasnya dan melirik Chanyeol yang tersenyum pada tetangga genit nya itu.

"Baiklah,"

JDERR

bagai disambar petir, Baekhyun membuka mulutnya kaget. Suaminya ini bodoh atau bagaimana? tidak tau umpan si nenek lampir ya?

"Ah terima kasih Tuan Park, kau sungguh baik,"

"Sayang, aku kerumah Nyonya Yuan dulu ya. Kau jaga rumah sebentar,oke?"

Chanyeol bertanya sambil memegang jari Baekhyun. Yuan mendecih saat melihat pemandangan itu. Baekhyun melirik Yuan, kemudian menatap suaminya. Ia mendesah dan mengangguk sambil memaksakan senyumannya.

"Tidak apa,"

Chanyeol tersenyum pada Baekhyun kemudian membuka pagar dan tersenyum pada Yuan.

"Ayo ku bantu,"

Dan Baekhyun dapat melihat betapa bahagianya wajah janda itu saat Chanyeol mengiyakan permintaan tolongnya.

.

.

Chanyeol memasangkan lampu bohlam dengan tangga yang disediakan Yuan. Ia memasangnya dengan waktu singkat dan tersenyum saat melihat lampu diruang tamu Yuan sudah menyala dengan baik.

"Syukurlah," ujar Yuan dengan bahagia. Chanyeol tersenyum pada wanita itu dan menepuk - nepuk telapak tangannya. Ia turun dari tangga dan saat kakinya menapak lantai, ia tersenyum puas melihat hasil kerjanya.

"Kau memang hebat Tuan Park," puji Yuan.

"Aku cuma memasang lampu, tidak ada yang spesial," ujar Chanyeol merendah.

"Terimakasih banyak ya," ujar Yuan sambil menyelipkan rambutnya ke belakang telinga.

"Sama - sama. Lebih baik aku pulang dulu, sudah malam,"

"Jangan!" Yuan menahan tangan Chanyeol. Lelaki beranak satu itu melirik tangannya yang ditahan wanita dihadapannya. Yuan tersenyum dan menarik Chanyeol untuk duduk di sofa, "Aku sudah menyiapkan minuman, masa kau tidak mau meminumnya?" ujar Yuan dengan nada manja. Chanyeol jadi geli sendiri melihat janda ini.

'Tidak apalah. Hanya meminum' batin Chanyeol.

"Baiklah,"

Chanyeol pun duduk di sofa dan menerima segelas sirup dingin yang Yuan siapkan. Yuan menatap Chanyeol dari atas sampai bawah, dan menyeringai.

"Kemana Jiaying?"

"Oh dia sudah tidur,"

Chanyeol tersenyum dan menatap rumah Yuan dengan pandangan meneliti. Yuan menggeser tubuhnya dan dengan berani menaruh tangannya di lengan Chanyeol

"E-eh maaf Nyonya," Chanyeol berusaha menjauhkan tubuhnya. Yuan tersenyum dan semakin mendekatkan tubuhnya. Ia mengelus lengan Chanyeol dengan lembut

"Lenganmu terbentuk dengan baik. Latihan apa yang kau lakukan sampai berotot seperti ini?" tangan Yuan bergerak dengan lembut disertai dengan suara mendayu - dayu. Chanyeol masih berusaha menjauhkan tubuhnya namun ditahan oleh Yuan.

"Kau juga harum ya," Yuan mendekatkan hidungnya kearah bahu Chanyeol

"Maaf Nyonya, jangan seperti ini -"

"Chan,"

Chanyeol membulatkan matanya saat mendapati Baekhyun yang tengah menatapnya pedih.

"Sial!" umpat Chanyeol lalu berdiri dan segera memelul Baekhyun untuk membawanya pulang.

"Baek, tidak. Ini tidak seperti yang kau bayangkan," tutur Chanyeol dengan wajah menyesal. Baekhyun menatap Chanyeol dengan ekspresi pedih. Tanpa mereka berdua sadari Yuan tengah menatap Baekhyun jengah

"Makanya, kuruskan tubuhmu agar suamimu tidak pindah ke lain hati!" ujar Yuan sinis.

Semuanya seakan menampar Baekhyun. Perempuan bertubuh gemuk itu tersenyum miris, dan menatap Chanyeol serta Yuan bergantian.

"Baiklah, kalau kau memilih menikahi wanita kurus. Aku akan dengan senang hati pergi dari kehidupanmu Park Chanyeol," Baekhyun menangis dan berlari dari rumah Yuan. Chanyeol bersumpah dapat melihat air mata kepedihan dari mata istrinya.

"Baekhyun!" panggil Chanyeol. Namun sebelum ia pergi, ia sempat menatap Yuan dengan tajam. Janda itu menunduk takut saat Chanyeol yang biasanya terlihat ramah, mendadak mengerikan

"Kau tidak sepantasnya berkata seperti itu pada istriku, Nyonya. Kau tidak tahu apa - apa tentangnya," ujar Chanyeol dingin. Lelaki itu segera pergi menyusul kepergian Baekhyun.

.

.

Other Side,

Baekhyun menggigit jarinya saat menunggu kepulangan Chanyeol. Entah mengapa feeling nya tidak enak sedari tadi. Ia terus melirik rumah Yuan yang tidak jauh dari rumahnya

"Apa ku susul saja ya?"

Baekhyun pun memantapkan niatnya dan segera berjalan kearah runah Yuan, tak lupa mengunci pintu karena Jackson sedang tertidur dikamarnya. Baekhyun dengan mantap dan perasaan tak tenang berjalan kearah rumah Yuan. Sampai ia mendapati rumah berpagar ungu itu, Baekhyun segera masuk. Dari halaman rumah Yuan, Ia dapat melihat foto - foto Yuan yang terpajang di dinding ruang tamu. Foto - foto Vulgar. Baekhyun mendecih melihatnya.

Baekhyun akhirnya masuk kedalam rumah dan rasanya bagai ditusuk dadanya saat melihat bagaimana Yuan mencium lengan Chanyeol dan juga posisi keduanya yang sangat dekat.

Baekhyun seakan terkhianati saat itu juga.

.

.

"Baekhyun!"

Chanyeol berlari mengejar Baekhyun. Namun sayang, kecepatan lari Baekhyun diatas Chanyeol sehingga Chanyeol harus menerima debaman pintu didepan wajahnya. Chanyeol berusaha bersikap tenang dan dewasa ketika keduanya bertengkar seperti ini.

"Baekhyun,"

Chanyeol berusaha mengetuk dan membuka pintu kamar mereka. Nihil, Baekhyun mengunci pintunya. Chanyeol dapat mendengar isak tangis dan juga suara pakaian yang dikeluarkan dari dalam lemari.

"Sial," umpat Chanyeol pelan. Lelaki itu tetap berusaha membuka pintu kamarnya, namun tetap terkunci dari dalam.

"Baekhyun, dengarkan aku dulu tolong. Itu tidak seperti yang kau bayangkan. Tidak sama sekali Baekhyun! Aku bersumpah!"

Chanyeol mengacak rambutnya dan kembali mengetuk keras pintu kamarnya. Persetan dengan tetangga - tetangga mereka yang terganggu.

"Baekhyun, please. Honey, tolong biarkan aku menjelaskan -"

Pintu terbuka, Baekhyun dengan air mata berlinang menatap Chanyeol dengan tatapan mata tersakiti. Chanyeol ingin menyakiti dirinya sendiri saat melihat wajah tersakiti sang istri dengan linangan air mata di wajahnya.

"Simpan alasanmu nanti," ujar Baekhyun dingin sambil menyeret koper yang ia bawa. Chanyeol menahan lengan Baekhyun dan menatap tajam pasangan sehidup sematinya.

"Jangan pernah lakukan ini Baekhyun,"

"Lepaskan!" Baekhyun dengan kekuatannya berusaha melepas cengkraman Chanyeol dan berjalan kekamar Jackson. Dengan cepat Baekhyun mengambil tas Jackson dan memasukan pakaian Jackson kedalam tas anak itu dengan asal. Chanyeol menahan tangan Baekhyun namun Baekhyun dengan kekuatannya kembali menghempas tangan Chanyeol

"Kau dan Jackson tidak boleh pergi kemanapun!" Teriak Chanyeol. Jackson membuka matanya kaget dan menangis. Chanyeol segera mendekat pada Jackson, tetapi tubuhnya didorong oleh Baekhyun.

"Mommy hiks hiks," rengek Jackson dengan wajah ketakutan. Baekhyun menggendong Jackson dan membawa koper nya dan milik Jackson dengan tangannya sambil berjalan menuruni tangga.

"Baekhyun jangan pergi kemanapun!" pinta Chanyeol dengan sedih. Ia dapat melihat Jackson yang masih menangis dan keadaan Baekhyun yang berantakan. Chanyeol mengejar Baekhyun dan kembali mengumpat saat Baekhyun sudah memasukan barang - barangnya kedalam taxi yang entah darimana asalnya.

"Baekhyun! Please dengarkan aku dulu!" pinta Chanyeol saat Baekhyun bersiap masuk ke dalam taxi. Chanyeol tertegun melihat Jackson yang masih menangis dan Baekhyun yang kini terisak dan menatapnya dalam.

"Biarkan aku menenangkan diriku, Chanyeol," ujar Baekhyun dengan berlinang air mata , "Sampai jumpa,"

Baekhyun pun masuk kedalam taxi dan menutup pintu mobil taxi dengan keras, meninggalkan Chanyeol yang terdiam didepan rumahnya dengan hati yang dongkol dan air mata mengalir melalui pipinya.

"Baekhyun ..."

.

.

Kyungsoo menatap Jongin yang berdiri sambil menggendong Jackson yang terisak pelan dihadapannya, sedang dirinya masih memeluk Baekhyun yang menangis. Kyungsoo membiarkan Baekhyun menumpahkan semua kesedihannya. Perempuan bermata doe itu hanya bisa mengelus punggung Baekhyun sembari menenangkannya. Terkadang, ketika seseorang bersedih, kita hanya perlu menyediakan bahu kita dan membiarkan orang yang bersedih itu menumpahkan airmatanya sepuasnya bukan?

Kyungsoo sudah mendengar cerita dari Baekhyun, dan untungnya ia bisa menahan emosinya saat Baekhyun bercerita. Jongin, sebagai sahabat Chanyeol pun tidak percaya dengan apa yang lelaki itu lakukan pada Baekhyun. Chanyeol itu terkenal setia pada Baekhyun, tidak mungkin melakukan itu.

"Mommy," Jackson merentangkan tangannya kearah Baekhyun. Balita itu terlihat menyedihkan, Kyungsoo tak habis pikir dengan keadaan keluarga sepupunya ini.

"Mommy hiks,hiks," Jackson sudah terisak. Jongin berusaha menenangkan anak itu, namun Jackson malah semakin mengeraskan tangisannya. Baekhyun yang mendengar tangisan Jackson pun menjauhkan tubuhnya dan tersenyum kearah Jackson sambil merentangkan tangannya. Jackson meminta turun dan berjalan dengan langkah kecilnya kearah Baekhyun. Kyungsoo tersentuh saat melihat bagaimana Baekhyun yang memeluk Jackson disaat hatinya sedang tersakiti, sedang dia berusaha tidak bersedih dihadapan sang anak. Kyungsoo salut dengan Baekhyun. Belum tentu ia bisa seperti itu saat ini.

Baekhyun masih setia memeluk Jackson dan tertawa sambil menciumi wajah Jackson.

"Beristirahatlah. Kau terlihat letih," ujar Kyungsoo sambil mengelus rambut Baekhyun.

"Terimakasih untuk bantuan kalian Soo, Jongin," ucap Baekhyun penuh haru sambil memandang sepasang suami istri ini. Kyungsoo menepuk tangan Baekhyun dan mengangguk

"Kau adalah saudara kami, sudah seharusnya kami membantumu," ujar Jongin sambil mengelus rambut Jackson yang berada dipelukan Baekhyun.

"Sekarang beristirahatlah, biar aku antar ke kamar ya," tawar Kyungsoo. Baekhyun mengangguk dan mengikuti langkah Kyungsoo menuju kamarnya.

Sepeninggal kedua perempuan itu, Jongin mengambil ponselnya dan mencari kontak Chanyeol. Ia menempelkan ponselnya dan menunggu sampai lelaki tinggi itu mengangkat panggilannya.

"Hyung,"

"Jongin, ada apa?"

"Kau dengan santai nya berada dirumah sedang anak dan istrimu datang kerumahku dengan setumpuk pakaian dan airmata?" tanya Jongin dengan datar. Jongin bisa mendengar dengan pasti bagaimana Chanyeol menghela nafas lega. Terdiam beberapa detik dan kembali menghela nafas

"Puji Tuhan mereka ada ditempatmu,"

"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Jongin penasaran. Chanyeol menghela nafas dan berdehem sekali

"Hanya kesalahpahaman, sungguh. Bisakah aku kerumahmu sekarang?"

"Datanglah. Baekhyun dan Jackson sudah tidur. Jelaskan pada ku dan Kyungsoo apa yang terjadi,"

"Pasti. Terimakasih telah menampung mereka sementara Jongin. Demi Tuhan, aku hampir mati melihatnya tadi pergi membawa Jackson yang menangis. Kau pasti bisa membayangkannya Jongin,bagaimana keadaan istri dan anakmu dan kau sendiri tidak tahu keberadaannya,"

Jongin tersenyum dan tersentuh mendengar penuturan sahabatnya.

"Ya, aku juga akan melakukan hal yang sama sepertimu,"

Chanyeol terdiam sesaat kemudian terisak pelan. Jongin menebak Chanyeol saat ini sedang menangis. Entah tangisan lega atau bukan.

"Keadaan mereka baik?"

"Baik."

"Syukurlah. Aku akan segera kesana,"

Jongin hanya menggumam dan mematikan sambungan teleponnya. "Mengapa hubungan pernikahan itu terkadang runyam?" keluh Jongin. Seketika lelaki itu tersadar akan perkataannya dan memukul jidatnya

"Sialan. Aku kan juga sudah menikah,"

.

.

Tengah malam, Jongin dan Kyungsoo harus menahan kantuknya saat Chanyeol datang mendatangi rumah mereka dan menceritakan kejadian sebenarnya. Kyungsoo bersumpah akan mencari tahu siapa wanita bernama Yuan itu, dan bekerja sama dengan Luhan untuk mencincangnya dan memberikan dagingnya pada anjing Kyungsoo diluar. Okey, untung Jongin segera menyadarkannya dari pikiran setan nan jahat. Kyungsoo dan Jongin pun turut prihatin atas kejadian yang menimpa Chanyeol saat ini. Jongin kasihan melihat Chanyeol yang terlihat putus asa dan beberapa kali melirik kamar yang ditempati Baekhyun.

"Sudahlah tidak usah lirik -lirik kamar itu lagi,masuklah dan temui anak istrimu," tutur Jongin.

"Tapi mereka sudah tidur," balas Kyungsoo sambil menatap Jongin.

"Biarkan aku menemui mereka,kumohon," pinta Chanyeol. Kyungsoo melirik Jongin yang mengangguk kemudian menghela nafasnya.

"Baiklah. Tapi biarkan mereka tidur. Besok pagi kau boleh mengajak mereka pulang,"

Chanyeol mengangguk dan berjalan menuju kamar yang ditempati Baekhyun dan Jackson. Ia membuka pintu dan tertegun saat melihat kedua belahan jiwanya tengah tertidur dengan damai. Jackson yang bergelung di dada Baekhyun dan Baekhyun yang memeluk tubuh mungil itu. Chanyeol menutup pintu dan berjalan mendekati keduanya. Ia menarik selimut dan menutupi tubuh keduanya. Chanyeol memilih duduk disamping ranjang Jackson dan mengecup kening Jackson dengan lembut.

"Maafkan Daddy ya sayang,"

Chanyeol mengusap rambut Jackson dan memperhatikan bagaimana damainya wajah polos itu saat tertidur. Mata Chanyeol bergulir pada sosok satunya. Ia tersenyum miris dan merapikan rambut yang menutupi wajah Baekhyun.

"Coba kalau kau dengar penjelasanku tadi, kau tidak akan tidur di rumah orang dan pergi meninggalkanku dirumah sendiri," lirih Chanyeol sambil merapikan rambut Baekhyun. Chanyeol bahkan bisa melihat bekas air mata di wajah Baekhyun.

"Ya ampun Baekhyun aku merasa bersalah," sedih Chanyeol sambil mengelus pipi Baekhyun. Chanyeol mendekatkan wajahnya pada Baekhyun mengecup kening Baekhyun dengan lembut.

"Aku mencintaimu Baekhyun. Dan cintaku takan pernah berhenti,"

.

.

Baekhyun terbangun saat telinganya mendengar suara dari arah dapur. Ia melirik Jackson yang masih tertidur. Baekhyun mengecup kening Jackson dan memilih bangun, karena kemungkinan Kyungsoo tengah menyiapkan sarapan pagi itu. Baekhyun mengikat rambutnya, dan bangkit dari tempat tidurnya menuju dapur. Baekhyun berjalan perlahan sambil menggosok matanya yang perih karena sisa menangis semalam. Dari jauh,ia bisa melihat ketiga orang yang tengah asik bercengkrama di meja makan. Dua di antaranya adalah Kyungsoo dan Jongin, tetapi lelaki satu lagi siapa?

Kyungsoo menyadari kehadiran Baekhyun kemudian memanggil Baekhyun.

"Baekhyun, kemari ayo kita sarapan,"

Sosok yang menjadi tanda tanya bagi Baekhyun membalikan tubuhnya, dan terdiam menatap Baekhyun.

"Baekhyun," panggil Chanyeol sambil berdiri dari kursinya dan tertegun menatap sang istri yang juga sama - sama berdiri menatapnya. Kyungsoo melirik Jongin dan mengedipkan matanya dua kali, seakan memberi isyarat.

"Er, kami tinggal dulu ya. Sepertinya Taeoh terbangun," ujar Jongin sambil berjalan perlahan meninggalkan Chanyeol dan Baekhyun yang masih saling menatap.

"Aku juga. Pasti Teoh membutuhkanku pagi - pagi begini," ujar Kyungsoo sambil mendorong tubuh Jongin. Keduanya pun meninggalkan meja makan dan segera berjalan menuju lantai 2.

Chanyeol menatap Baekhyun kemudian tersenyum tipis. Dalam hati, Baekhyun pun khawatir dengan keadaan suaminya yang rapuh. Rambut tak tersisir, lingkaran hitam di bawah mata, pakaian tak ganti. Baekhyun yakin suaminya ini tidak tidur semalaman.

"Apa kau masih mau mendengar penjelasanku?" tanya Chanyeol tanpa melepaskan pandangan matanya. Baekhyun menghela nafas dan membuang pandangannya ke arah lain.

"Tidak seperti yang kau bayangkan. Aku tidak pernah bermesraan dengan Yuan. Janda itu yang mendekatiku, dan bahkan kau tahu sikapku yang tidak bisa menolak orang sembarangan,"

"Bahkan jika ia mengajakmu ke ranjang kau tidak akan menolak?" tanya Baekhyun sinis.

"Baekhyun hentikan. Aku tidak mau tersulut pertengkaran kita seperti kemarin," tegas Chanyeol dengan nada pelan.

"Sudah jelas - jelas apa yang dikatakan Yuan benar bukan? aku tidak lebih baik dari dia. Kau bisa lihat tatapan matanya? dia begitu menginginkau. Dan aku ? aku hanya wanita gemuk yang tidak seharusnya menjadi istrimu!"

"HENTIKAN!"

Baekhyun terdiam saat Chanyeol berteriak. Baekhyun merapatkan bibirnya dan menatap Chanyeol yang menghela nafasnya dengan kasar

"Hentikan Baekhyun please. Aku lelah. Aku lelah memikirkan kalian, aku lelah memikirkan bagaimana keadaan kalian saat pergi kemarin, aku lelah saat kita harus bertengkar karena hal sepele, dan aku lelah saat harus memikirkan nasib keluarga kita hanya karena hal -hal yang tidak penting seperti kemarin," ujar Chanyeol lelah. Baekhyun tertegun melihat betapa kacaunya lelaki dihadapannya.

Chanyeol berjalan kearah Baekhyun, menggenganggam jemarinya dan mengecupnya dengan lembut.

"Kita pulang ya," ajak Chanyeol. Bukan suatu pertanyaan, tapi sebuah kalimat suruhan yang mengharuskan Baekhyun menuruti perkataannya. Baekhyun melirik jemarinya yang Chanyeol pegang dan mengangguk lemas.

"Baiklah,"

Chanyeol tersenyum dan memeluk tubuh Baekhyun kemudian mengecup ujung kepala Baekhyun dengan mesra. Chanyeol bahkan sudah merindukan istrinya ini.

"Chanyeol,"

"Ya Baek?"

"Aku ingin diet,"

"APAA?!"

.

TBC

.

.

AUTHOR's NOTE: Duh sempet panik tadi error

.

Yuan maafkan aku yang menistakanmu :'( ini hanya keharusan akting (?) ditambah wajah nya Yuan mendukung. Jangan benci teteh Yuan ya reader :*

.

Perkiraan FF ini bakal end dua chap atau tiga chap lagi deh, so tetep setia dan nunggu FF ini ya Selamat membaca! :*