Title: Hyung or Boyfriend
Disclaimer : God & Themselves
Rate : T
Genre : Romance, Drama, Fluffy
Cast : HunKai/SeKai. Sehun x Kai
Warning : OOC, cerita pasaran, alur kecepatan, Typo(s), YAOI, PEDO, fict enggak nyambung sama judulnya-_-, ceritanya maksain banget
Summary: "...Kata eomma Jongie, kalau sakit harus di poppo..." / "aku tidak perduli lagi jika aku akan menjadi remaja yang tidak normal karena bocah itu." / "kenapa kau bisa sangat imut meskipun kau namja hmm?" / "Jongie sayang hyung..." / Yaoi, DLDR, Pedo!Sehun, Kid!Kai / RnR please!
.
.
.
Hyung or Boyfriend © fyxHunKai94
Gak suka? OUT!
Masih ga OUT juga? Berarti anda terlalu memaksakan diri/?
No Siders! No FLAME!
.
.
.
.
Author Pov
Sudah seminggu sejak kejadian dimana Jongin kecil kesal dengan Sehun Hyung-Nya dan meninggalkannya begitu saja di taman. Dan sudah sejak seminggu pula Jongin kecil menolak bertemu dengan Sehun yang katanya menyebalkan itu. dan seminggu itu pula Sehun selalu bertindak seperti seorang wanita yang sedang PMS yang sangat menyeramkan dan menyebalkan di saat yang bersamaan.
"YA! Kenapa kau menjatuhkan pensil ku bodoh?! Ambil sekarang juga sebelum kepalamu yang ku jatuhkan!" Sehun menatap tajam siswa yang sudah menjatuhkan pensilnya yang sebenarnya Sehun tidak tahu apa gunanya pensil itu berada diatas mejanya.
"m-maafkan saya S-sehun ssi" siswa itu dengan cepat mengambil pensil yang tadi tak sengaja di jatuhkannya di meja Sehun dan segera berlari menjauhi Sehun yang seperti anjing galak itu.
"Ya Sehun-a! kau itu kenapa sebenarnya heh? Kau tahu? kau sangat menyebalkan saat kau bersikap menyeramkan seperti itu, bodoh!"
"jangan ganggu aku dulu Baek hyung jika kau tak mau ku jadikan sasaran kekesalanku"
"aku tak pernah menganggumu Sehunnie~ apa wajahku seperti wajah seorang penganggu hmm?"
"wajahmu seperti orang idiot" Sehun menenggelamkan wajahnya di lengannya yang ia tumpukan di meja kelasnya.
"Ya! Chanyeol-ah berhenti memukuli kepalaku!" Teriak Lay sambil menutupi kepalanya dengan kedua lengannya.
"ani. Kau sudah membuatku malu setengah mati tadi pagi hyuuung! Haaaah~ kenapa kau begitu bodoh hah?! Kenapa hal semacam itu bisa kau sebarkan di koridor sekolah hah?! Dasar Idioooottt!" teriak Chanyeol sambil tetap memukulkan kepalan tangannya di kepala Lay yang seperti akan segera terkena gagar otak jika suara dingin Sehun tidak menginterupsi kegiatan mereka berdua.
"bisakah kalian berdua tenang, idiot?" ucap Sehun dingin.
"aku tidak akan bisa tenang sebelum aku bisa menghancurkan otak Lay hyung dengan tanganku sendiri. Ya! Sehun-ah kau bayangkan saja bagaimana malunya aku tadi pagi saat Lay hyung berteriak di koridor sekolah sambil mengucapkan 'kau tahu? kau tahu? Semalam, Chanyeol anak tingkat akhir mendapatkan mimpi basahnya sambil mendesahkan nama Baekhyun. hahahaha aku bisa membayangkan apa yang sedang di mimpikannya malam itu' Lay hyung mengucapkannya dengan lantang di sepanjang koridor menuju kelas tadi pagi" Chanyeol menarik nafasnya dengan tak beraturan karena ia menjelaskan itu hanya dengan satu tarikan nafas.
"menjijikan. Sudahlah aku mau pulang saja" jawab Sehun acuh sambil membereskan mejanya dengan asal, bahkan ia tak perduli jika ada barang yang akan tertinggal. Bahkan Baekhyun, Chanyeol, dan Lay dibuat bingung karna sikapnya sejak seminggu ini.
"Ya! Mau kemana kau? Sebentar lagi bel masuk akan berbunyi Sehun-ah! Heeeey! Haaaaahh" Baekhyun menghela nafas lelah melihat sikap Sehun yang tak jelas itu. sepertinya mood Sehun seminggu ini benar-benar dibuat hancur oleh seseorang.
.
Sehun menghela nafasnya lelah di dalam kamarnya. Ia sekarang sedang bingung harus melakukan apa. Dan ia sekarang juga sedang bingung bagaimana cara membujuk Jongie kecilnya agar mau memaafkannya karena berdekatan dengan Luhan minggu lalu. Haaaah ini semua gara gara Luhan! Bodoh!
"haaah sudah seminggu rasanya aku tidak bertemu dengan Jongie. haaahh aku sangat merindukannya. Kau sedang apa baby?" monolog Sehun di depan foto Jongin kecil yang sedang memakan ice cream dengan semangat yang ia ambil seminggu yang lalu saat mereka 'berkencan'.
Eh? Tunggu!
Apaa? Ice Cream?
Atagaaa kenapa baru terpikir sekarang!
Sehun segera menganti seragam sekolahnya dengan pakaian yang lebih santai dengan senyum konyol yang tidak ada pantas-pantasnya menempel di wajah tampannya.
"haha tunggu hyung baby Jongie~"
.
'tok tok'
Sehun mengetuk pintu rumah itu dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya sejak ia keluar dari rumahnya.
'ceklek'
"eh? Anda ingin bertemu dengan siapa anak muda?" tanya seorang ahjumma yang mengenakan pakaian maid. Ah, sepertinya ia memang maid di rumah itu.
"eh.. eum saya ingin bertemu dengan Jongie ahjumma" jawab Sehun sambil mengelus tengkuknya canggung.
"eh? Jonginie? ah sepertinya dia sedang tidur di kamarnya. Kalau boleh tahu, anda siapa anak muda?"
"eh? Saya? Saya namj— uhuk uhuk uhuk s-saya teman bab— ekhem.. Jongie"
'bodoh! Hampir saja aku salah bicara!'
"eh? Anda tidak apa-apa.. eumm"
"Sehun, Oh Sehun" sergah Sehun cepat saat melihat ahjumma itu seperti kebingungan memanggilnya apa.
"ah ne Sehun-ssi"
"tidak usah seformal itu padaku ahjumma. panggil Sehun saja karena juga sebentar lagi aku akan menjadi menan—"
'OH GOD!'
"hehe maafkan aku ahjumma kata-kataku sedikit kacau seminggu belakangan ini karena aku mempunyai sedikit masalah hehe" Sehun mengusap tengkuknya canggung lagi sambil sesekali menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
"ah ne. Jika nak Sehun ingin bertemu Jongie, langsung naik ke kamarnya saja. Sepertinya Jonginie sedang tidur siang di kamarnya"
"ah ne. Gomawo ahjummanim"
.
Sehun berjalan memasuki kamar yang bernuansa anak-anak itu dengan sangat pelan dan hati-hati. Senyum tipis yang tadinya menghiasi bibirnya sudah berganti dengan senyum lebar yang terlihat konyol di wajahnya saat melihat Jongin kecil sedang terlelap dengan selimut yang melilit tubuhnya yang membuatnya terlihat seperti kepompong.
Sehun mendudukan dirinya di pinggir ranjang Jongin dan sesekali mengusap rambut halus Jongin dengan sayang. Sehun tersenyum simpul sebelum ia ikut membaringkan tubuh jangkuknya di ranjang mungil itu dengan perlahan. Sehun sedikit menyamankan tidurnya sebelum ia membawa tubuh Jongin kecil yang sedang terlelap itu kedalam pelukannya.
"eungh.." Jongin sedikit melenguh dan mengerjapkan matanya imut saat merasa dirinya diapit dengan lengan besar yang entah siapa pemiliknya ia pun tak tahu.
"sudah bangun hmm putri tidur?" tanya sehun dengan senyum yang mengembang jelas di bibirnya saat melihat Jongin mengerjapkan matanya sambil melihatnya dengan tatapan polos khas bangun tidur.
"Sehunie hyung?" tanya Jongin dengan sesekali mengerjap lagi.
"hmm?"
"kenapa hyung bisa ada disini? Kenapa hyung tidak datang lagi sejak 3 hari yang lalu? Hyung sudah lupa Jonginie ya? Huhuhu Sehunie hyung jahat! Sehunie hyung menyebalkan! Huhuhu.. huks —srooot huks" Jongin membalas pelukan Sehun dengan erat dan sesekali mengelapkan ingusnya di baju Sehun yang sepertinya sudah basah.
"bukan seperti itu baby. Hyung tidak datang menemuimu kan juga Jongie yang memintanya. Jongie bilang, 'Sehun hyung menyebalkan, Sehun hyung tidak usah ke sini lagi saja! Jongie tidak mau bertemu Sehun hyung! Sana hyung pergi dengan Luhan hyung saja!'" ucap Sehun sambil menirukan suara Jongin saat itu.
"ughh.. tapi Jongie hanya bercanda hyuuung. Huks huks huhuhu"
"baiklah baiklah hyung minta maaf karena tidak datang menemui Jongie 3 hari yang lalu ne. Hyung pikir jika hyung menemui Jongie, Jongie akan tambah marah dengan hyung"
"aniyo hyuuuung~"
"huh hyung kira Jongie benar benar marah dengan Sehun hyung. Kau tahu baby? Saat kau berkata seperti itu, ugghh rasanya sakit sekali" ucap Sehun sambil memasang wajah seakan ia benar-benar sedang kesakitan.
"eh? Mana yang sakit hyung? Benarkah? Huhuhu mianhae Sehunie hyung"
"sepertinya sakitnya akan susah sekali sembuh baby aarrghh" Sehun berteriak kesakitan dengan dibuat-buat yang dengan bodoh dan polosnya membuat Jongin percaya begitu saja dengan aktingnya.
"eh? Huks apa obatnya hyung? Jongie akan meminta Jung ahjumma membelikannya sekarang supaya Sehunie hyung bisa sembuh" Jongin menatap Sehun dengan mata berkaca-kacanya ditambah dengan bibirnya yang melengkung kebawah dan sedikit bergetar.
'Kenapa bocah ini bisa memiliki wajah selucu dan semanis ini arrgghhh. Aku bisa terkena diabetes nanti jika terus melihatnya yang manis itu' batin sehun berteriak. Cheesy.
"obatnya tidak akan bisa dibeli baby. Obat ini tidak dimiliki semua orang. Hanya ada satu orang yang memiliki obat ini"
"siapa hyung? Apakah nenek sihir jahat yang mempunyainya? Atau ibu peri? Atau ratu jahat?" tanya Jongin dengan tatapan polosnya yang membuat Sehun memukul dahinya sendiri. Ia lupa bahwa ia sedang berbicara dengan anak kecil.
"bukan mereka. Tapi kau Jonginie~"
"Jongie? mana? Memang Jongie bis—"
"cium hyung" potong Sehun cepat. Sehun menyebunyikan seringaiannya saat melihat binar mata polos itu kini semakin menatapnya bingung.
"eoh? Wae? Ah, Jongie tahu hyung. Hyung ingin menjadi seorang puteri yang dicium pangerannya ne?"
WHAT?!
Sehun seorang puteri? Dan Jongie kecil itu menjadi pangerannya?!
WHAT THE—
BIG NO YEAH!
"aish bukan seperti itu Jonginie" Sehun memutarkan bola matanya malas.
"eoh?"
"cium hyung supaya hyung tidak sakit lagi dan kita akan pergi ke kedai ice cream sekarang juga" Sehun kembali memasang senyum tampannya.
"eoh? Ice cream? Yeeaayy~ arraseo hyung"
CHUUUU~
Satu ciuman dari bibir mungil Jongin mendarat dibibir Sehun yang menyebabkan Sehun lupa caranya bernafas saat merasakan bibir itu menempel dibibirnya untuk yang pertama kali.
YA TUHAAAN, INDAHNYA DUNIA INI!
"k-kenapa harus dibibir J-Jong?" tanya Sehun berusaha mengumpulkan nyawanya yang berceceran.
"karena kalau Jonginie sudah besar, Jonginie mau menikah sama Sehunie hyung, jadi tadi Jongie cium hyung disitu" ucap Jongin sambil menunjuk polos bibir Sehun dengan jari telunjuknya yang mungil.
"EH?!"
"waeyo hyuuung? Hyung tidak mau menikah dengan Jongie ne?" tanyanya sambil menunjukan puppy eyesnya.
'uugghh please, apa saja selain tatapan itu jika kau masih mau perawan Jong'
"memangnya menikah itu apa hmm?" Sehun berusaha mengatur nafasnya sembari mengelus sayang surai karamel Jongin.
"molla hyung. Kalau didrama yang ditonton Luhan hyung, menikah itu tinggal bersama terus mereka jalan-jalan setiap hari. Makan ice cream, terus ke taman bermain sambil makan permen kapas dan peluk-pelukan hyung" jelas Jongin dengan mata berbinar lucu.
Sehun terkekeh kecil mendengarnya. "hnn arra, Sehun hyung akan menikah dengan Jongie jika Jongie sudah besar nanti karena Hyung sayang sama Jonginie" dan Sehun mulai mengambil kesempatan dengan mengecup kilat bibir Jongin yang tengah tersenyum lebar kearahnya.
"tapi, Jongie juga harus berjanji sama Sehun hyung"
"mwoooo~?" tanya Jongin sambil memiringkan kepalanya imut dengan bibir yang membulat berbentuk huruf 'O'
"Jongie tidak boleh mencium bibir siapapun setelah ini kecuali Sehun hyung, karena bibir Jongie hanya milik Sehun hyung. Arrachi?" kata Sehun sambil sedikit mencubit kecil bibir Jongin yang lucu itu.
"ne ne ne Sehunie hyung ne" ucap Jongin semangat sambil memberikan Sehun senyum lucunya.
Sehun menyeringai didalam hati. Ia bahkan tak menyangka bahwa anak sepolos ini bisa mudah dikerjai dengan otaknya yang eerr— sebut sendiri.
"oke, sekarang kita akan segera meluncur ke kedai ice cream dan memakan banyak ice cream disana. Jongie kajja naik ke punggung hyung, kita akan segera terbang kesana" dengan gerakan cepatnya Jongin langsung melompat ke punggung Sehun dan memeluk kuat lehernya.
"yeeaayy~ kajja hyung, pesawat Jongie meluncur ke kedai ice cream sebelum ice creamnya meleleh syuuuuuuu~" dan dengan Idiotnya sehun berlari sambil meneriakan kata 'Syuuuuu'. Biarkanlah Sehun bahagia hari ini dan melupakan masa suramnya selama seminggu kemarin.
"pelan-pelan Jonginie, jangan terburu-buru seperti itu. ice creammu tidak akan kabur baby" ucap Sehun sambil mengelap sudut bibir Jongin yang berantakan dengan ibu jarinya. Sehun menatap sisa ice cream di ibu jarinya itu sebelum mulai memasukan jempolnya kedalam mulutnya, mengecap rasa manis ice cream itu yang bertambah manis karena dari bibir Jongin-Nya.
"ish hyung! Nanti kalau Jongie makan ice creamnya lama, kasihan ice cream lainnya yang di dalam sana menunggu Jongie" Sehun terkekeh kecil mendengar jawaban polos itu. ia sedikit mengacak surai bewarna karamel itu dengan sayang.
"jangan makan terlalu banyak baby, nanti kau bisa sakit perut" ucap Sehun lembut sembari mencuri-curi ciuman di pipi gembil itu.
"uugghhhh~ Sehunnie hyung berisik sekali sih! Kata eomma, kalau kita sedang makan tidak boleh berbicara ish"
"tapi disini hanya kau yang sedang makan baby, Sehun hyung kan tidak makan" Sehun memberikan senyum kemenangannya.
"ish! Tapi Jongie tidak suka orang-orang berisik jika Jongie sedang makan, ish Sehun hyung berisik sekali seperti Luhan hyung!"
Hell.
Dan senyum Sehun pun luntur dan berganti dengan wajah -_-
.
'Kling Kling'
Sura bell pada pintu kedai ice cream itu berbunyi ketika pintu tersebut terbuka dan menampilkan tiga orang namja yang mengenakan seragam sekolah. Satu-satunya namja yang berpawakan paling pendek langsung mengedarkan pandangannya kedalam kedai itu. namun sedetik kemudian ia memicingkan matanya melihat seseorang yang sepertinya ia kenal sedang bersama bocah kecil.
"Sehun-ah!" panggil namja pendek itu langsung mendekati tempat duduk Sehun dan diikuti oleh dua orang lainnya yang sedang mentap sengit satu sama lain.
"Sehunnie hyung, hyung hyung itu siapa? Teman Sehunnie hyung ne?" tanya Jongin sambil mendorong mangkok besar ice cream yang sudah kosong.
"Ya! Kenapa kalian semua bisa disini heh? Pergi sana! Dasar pengganggu" Sungut Sehun sebal.
"Ya! Kenapa kau tega sekali heh kepada kita? Kau tahu, aku Chanyeol dan Lay hyung sengaja membolos untuk mengikuti bocah sial yang seminggu ini suka uring-uringan tahu!" ucap Baekhyun sambil menjitak keras kepala Sehun dengan kepalan jari-jari lentik nan indahnya yang membuat Sehun berteriak kesakitan.
"ish! Jangan pukul-pukul Sehunnie hyung!" teriak Jongin dengan suaranya yang kawaii sambil bergerak untuk memeluk Sehun hyung-Nya.
"eoh? Kyaaaaa anak ini sangat manis. Ya Sehun-ah! Kau temukan dimana bocah selucu ini?" koor Baekhyun Chanyeol dan Lay bersamaan. Astagaaa, ingin rasanya Sehun menendang alien-alien ini ke planetnya asalnya.
'TEMUKAN?! Huh, kau kira Jongie-Ku ini apa huh?! Dasar idiot' Sehun mendengus kesal.
"Ya! Bisa tidak kalian tidak membuat keributan sehari saja hah?! Astagaaaa baru saja aku menemukan kebahagiaanku lagi dan sekarang aku harus berhadapan dengan makhluk astral bodoh seperti kalian lagi hari ini!"
...
...
...
Hening.
...
CTAAAK
PLAAAK
BUUGGHH
"awww.. Ya! Makhluk gila! Pegi sana!" teriak Sehun setelah mendapat 'hadiah' manis dari ketiga sahabatnya.
"sakit ne hyung? Uugghh hyung hyung ini jahat sekali sama Sehunnie hyung" Jongin mendongakkan wajahnya untuk melihat wajah kesakitan Sehun.
"hey, anak manis. Siapa namamu hmm? Maaf ne hyung menyakiti orang bodoh itu, dia sangat meyebalkan kau tahu. dia bahkan suka sekali mem—"
"Ya! Aku mendengarmu Baekhyun hyung" potong Sehun cepat.
"aish bocah itu! siapa namamu adik kecil?" tanya Baekhyun lagi.
"Jongin. Kim Jongin, tapi panggil saja Jongie" ucap Jongin sambil menatap polos namja-namja tak waras di depannya yang sekarang sedang menahan diri agar tidak mengigit bocah kecil itu.
"aaaahhh dia sangat lucu, aku ingin meiliki anak seperti ia kelak" ucap Lay dengan senyum menawannya. Chanyeol menoleh menatapnya dan tersenyum remeh.
"memangnya ada yang mau dengan manusia sebodoh dan seidiot kau hmm hyung? Hahahaha"
"Ya! Kau selalu mencari masalah denganku Chanyeol-ah!"
"aish sudahlah, tak usah perdulikan manusia idiot di belakang hyung ne. Mereka memang seperti itu" ucap Baekhyun dengan senyum manisnya.
"cih! Kau pikir kau juga tidak seperti mereka" gumam Sehun yang masih bisa di dengar oleh Baekhyun yang sedang memberikan death glarenya kearah Sehun.
"hey bocah kecil, kau siapanya Sehun hmm?" tanya Lay yang sedang berusaha tidak menanggapi ucapan Chanyeol tadi sebagai ajakan perang.
"ne, Sehun itu siapa mu jong?"
"Sehunnie hyung? Hmm.. Sehunnie hyung itu calon suami Jongie kkkk" dan ucapan polos yang diakhiri dengan kikikan kecil itu sudah membuat ketiga namja dewasa di depannya shock.
"MWO?!" teriak mereka bersamaan dengan memasang muka horor dan menatap Sehun yang sedang tersenyum kikuk sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
"kata berutang penjelasan kepada kami, Oh Sehun!" desis Baekhyun sambil menatap mata Sehun.
'oh tidak, mati kau Oh Sehun!'
TBC
HAH APA INI?! UDAH TELAT APDET, JADINYA KAYA BEGINI PULA-_-
OH IYAA HEPI BERSDEY BUAT OM OH SEHOON ;;) TELAT SIH, TAPI GAPAPALAH/?
Oh iya, mungkin aku bakan hiatus ffn dulu, soalnya udah mau ujiaaaann T^T
Sebenernya aku gamau ujian, tapi harus! hiks hiks /nagis di pelukan Jongie/ /di putihin Sehun/?
Oh iya, buat chap kemaren yg kurang memuaskan [emang kapan pernah meuaskan-_-] aku minta maaf ya, itu ngetik waktu lagi kena syndrome writter block sama mood swing. Bukan, bukan swing lagunya SJ M /digaplok cia/ *SIAPA CIA SIAPA?* ah sudahlah, dasar gue gajelas-_-
Buat yang kemaren udah review, makasih ya maaf gabisa sebutin satu-satu cintaahh.
Yang bilang Luhan nyebelin dan suruh panggilin baozi atau kris.. bolehlah pikirin dulu wkwk nanti paling muncul abis aku ujian/?.
Dan buat yang udah nungguin ini ff ga mutu makasih banget yah cinta ku.
Dan yang minta apdet cepet, MAAF BANGET YAA T^T AKU MAU UJIAN HIKS. KALAU MAU AKU APDET CEPET, BILANG KE PEMERINTAH COBA SURUH HAPUS UJIAN NASIONAL T^T
Dan yang minta moment HunKai nya... duh duh aku bingung, itu diatas pasti kurang yaa? Yaudah deh aku janji besok kalo udah selese ujian bakalan nambahin moment sama nambahin word oke. Kalo perlu, satu chap panjang isinya HunKai semua wkwk.
Terus yang bilang ini pendek... oke yang satu ini aku no coment soalnya memang benar adanya/? WKWKWK /disumpel cia/
Sebenernya siapa sih cia daritadi muncul mulu-_-
Oh iya, dan yang bilang kalo Baekhyun cs sampe tahu... wah kayanya benatar lagi bakalan tau nih wkwkwk
Oke deh, Sampai jumpa bulan Mei okee ;) byee
R
E
V
I
E
W
