The Dark Reality
Pairing : KiWook, KiMin, Yesung, Donghae, Heechul, Siwon, Kyuhyun, EunHyuk dan Member Sj lainnya.
Disclaimer : Super Junior milik SMEnt, Semua member milik mereka sendiri, tapi untuk Kim Kibum adalah milik saya, dan ryeowook adalah calon saya #kena Gampar#
Rated : T
Warning : Typos, bad plot, gaje, gak da humornya, YAOI, BOYS X BOYS don't like don't read
Summary : Kim Ryeowook adalah seorang polisi, hingga suatu hari dia di pecat akibat ulahnya sendiri. Disaat itulah dia menyaksikan pembunuhan langsung di depan matanya dan si pembunuh itu malah mengajaknya untuk bergabung di organisasi pembunuh bayaran yang terkenal, dan dia di terima dengan mudahnya oleh sang pimpinan yang tak sesuai dengan perkiraannya. Jelek banget nih summary!
Genre : Crime, Romance
Lantai 77 gedung 101 7.30
"Dia sudah tenang sekarang" sesosok namja tinggi berambut coklat kehitaman agak keriting berjalan dengan gaya elitnya dari kamar seorang pimpinan Snow Pink.
Di tatapnya tajam sosok namja cantik dengan mata sembab yang dengan setia menunggu di depan kamar yang mungkin di katakan sebagai kamar mantan kekasihnya itu. Dialah yang menghancurkan hubungan itu, dialah yang membuat si Snowy yang dingin itu harus marah besar hingga namja yang di hadapannya itu harus repot-repot datang.
"Jangan membuat kebodohan lagi Chullie!" kali ini namja yang menggunakan kursi roda muncul dari ruang tengah "Gommawo atas pertolonganmu Kyuhyun ssi"
Kyuhyun menunjukkan seringgai evilnya, "Pilihanmu sudah benar Chullie. Selamanya kibum hanya bisa hidup dalam bayangan Sungmin. Kau lihat, dia bahkan bisa tenang hanya dengan mendengar degup jantung Sungmin yang ada di tubuhku"
Namja cantik bernama Chullie itu menggigit bibir bawahnya. Kesal memang harus berurusan dengan anak yang tak tahu sopan santun dan sombong ini. Dalam kamus Snow Pink, Cho Kyuhyun resmi di keluarkan dalam organisasi ini karena jantung pendiri Snow Pink ada pada dirinya. Lucu memang, tapi apa yang mau dikata, itulah kenyataan yang membuatnya sangat di benci oleh Snow Pink.
Tidak susah memang untuk membunuh Kyuhyun. Akan tetapi para Snow Pink yang telinganya sangat terlatih mau tak mau harus rela melepas dendam itu jika mendengar detak jantung mantan pimpinan mereka di dalam tubuh namja sombong itu. Detak jantung yang membuat mereka jinak dan patuh.
"Jaga kata-katamu itu, anak brengsek" Donghae menatap tajam sosok namja yang sangat di bencinya itu. Emosinya takkan terkontrol saat melihat sosok itu.
"Hmf.. ku kira siapa? Hae hyung… ternyata kau! Memang sulit ya, menenangkan seorang kibum. Lihat saja memar di tubuhmu itu" ejek kyuhyun melirik luka-luka kecil di tubuh stylish donghae. "Selamanya kibum hanya bisa berada di bawah bayangan Sungmin, itu kenyataannya. Jangan kalian pungkiri! Kalian memerlukanku"
"Aku mengerti apa yang kau maksudkan, saat kibum sadar kondisinya akan memburuk saat melihatmu, sebaiknya kau pulang. Aku tak ingin dia menghancurkan gedung ini" Yesung berusaha berperilaku setenang mungkin, meski semua orang tahu yang paling sakit hati atas kelakuan Kyuhyun selama ini adalah dia. Jantung adiknya di tubuh kyuhyun, membuatnya tak bisa menahan bulir hangat yang akan segera keluar dari pelupuk mata sipitnya lagi.
"Aku akan mengantarmu, Kyu" Hyukkie melihat suasana tak enak yang menyelimuti seluruh keluarga barunya itu atas kehadiran adiknya. Terkadang dia juga sangat takut, kyu sungguh akan di bunuh di depan matanya oleh salah satu sahabatnya yang berada di sini.
"Tidak usah hyung, aku bawa mobil sendiri" jawab Kyu ketus melewati dirinya begitu saja. Hyukkie hanya bisa menatapi sosok adiknya yang berlalu begitu saja di depannya.
%ika. Zordick%
Sebuah suara berat terdengar dari arah kamar Kibum. Wookie yang sedari tadi bertugas menjaganya langsung menuju kamar itu dengan sedikit langkah takut. Dia masih bisa mengingat betapa mengerikan amukan kibum yang hamper membunuh beberapa orang agen utama Snow Pink. Sekarang dia tak menanyakan kenapa lagi untuk posisi kibum. Itu sudah sangat jelas melihat sebuah kekutan dari namja muda itu.
Wookie membuka kamar ruangan kibum sepelan mungkin. Ruangan yang dindingnya terbuat dari kaca itu terlihat memancarkan keindahan di sore yang indah ini. Wajah kibum yang dingin semakin terlihat tampan dengan pantulan cahaya mentari yang hendak terbenam itu. Wookie sempat terkagum melihatnya, tapi segera di tepisnya pemikiran bodoh itu dan tetap meyakinkan bahwa dirinya normal.
"Chullie hyung menemui namja cina itu lagi?" entah kenapa suara nya itu serasa mengiris hati wookie. Wookie diam sejenak dan mencoba menyadarkan dirinya.
"Andew.. dia mematuhimu dan diam di kamarnya" Wookie berusaha jujur.
Kibum sama sekali tak mengalihkan perhatiannya dari matahari sore yang sedang ia lihat. Suara namja itu masih tetap tenang dan dingin. "Panggilkan dia!"
Beberapa menit kemudian, wookie membawa Chullie bersamanya. Mata namja cantik itu persis membengkak sekarang. Saat wookie hendak melangkah keluar, kibum menahannya dengan suaranya yang nyaris sedingin es yang menyayat "Duduklah di sampingku wookie hyung!"
Tanpa banyak komentar, wookie patuh saja. Ada ketakutan dalam dirinya yang tak bisa membuatnya menolak perintah dingin dari pimpinannya itu. "Mian he, Chullie-ah!" katanya lirih sambil mengenggam tangan wookie di belakang selimutnya. Dia sengaja menyembunyikannya dan wookie diam saja, apalagi saat tangan orang tertenang yang ia kenal itu bergetar.
"Kenapa kau yang minta maaf, akulah yang mencampakkanmu!" Chullie berusaha menahan air matanya lagi.
Kibum tersenyum, "Kau benar, kalau begitu sampai disini saja. Aku tak ingin menyakitimu lebih dari ini. Aku merestui hubunganmu dengan si Cina itu!"
"Be.. benarkah?"
"Nee… gommawo sudah mencintaiku selama ini, kau boleh menemuinya"
"Gommawo, bummie-ah!" Heechul berjalan kea rah kibum hendak memeluk mantan kekasihnya itu. Kibum memberikan isyarat penolakan.
"Kurasa aku akan lebih baik jika tak besentuhan denganmu beberapa hari ini. Mian!"
Heechul mengangguk mengerti, dia langsung keluar dari kamar itu. Meninggalkan kibum dan wookie berdua. "Inikan yang kau mau, hyung!" kibum melepas tangan wookie yang sedari tadi masih di genggamnya. Di tekuknya kedua lututnya dan dipeluknya. Posisi itu membuatnya terlihat lemah.
Wookie tersenyum serba salah melihat kibum. Tak di sangkanya si playboy itu benaran akan sekacau ini setelah putus dari seorang Heechul. "Nee, gommawo bummie". Sebuah permintaan pahit yang membuat kibum terluka. Membiarkan heechul menemukan kebahagiaannya.
Wookie pov.
Aku tak tahu, apakah permintaan ku ini benar atau tidak. Aku mungkin hanya memikirkan sebuah sisi saja, sisi chullie hyung yang kurasa sangat menderita. Aku harap ini benar meski saat aku melihat Kibum seakan lebih menderita dari yang ku duga. Dia terluka, seakan baru saja kehilangan separuh masa hidupnya. Benar.. dia memang kehilangan orang yang berharga itu.
Menurutku ini bukan salah dirinya sepenuhnya yang harus hidup dengan terus dicintai oleh orang lain. Bukan dia yang menginginkannya, salah siapa yang memberikan dia senyuman yang begitu indah dan paras yang sangat menarik. Harus di akui, dia mempesona, apalagi dengan dua kepribadian yang sangat kontras menurutku. Tapi kali ini aku melihat sebuah kepribadian lain dari diri kibum.
Kibum yang begitu lemah dan tak berdaya. Kibum yang bisa menangis dan seperti anak kecil yang seharusnya. Mencurahkan perasaannya dengan bebas dan merasa tersiksa karena di tinggalkan. Merasa bersalah karena memang dia yang salah. Mengakui keberadaan orang lain serta menghormati perasaan orang lain.
"Kau tahu hyung, apa yang kutakuti di dunia ini?" tiba-tiba dia bertanya padaku dengan nada suara yang serak tapi tetap tenang. Dia menangis, ia tak ingin menunjukkan sisi terlemahnya padaku.
"Sendirian?" dia tak merespon. Bahunya bergetar, dia sungguh menangis. Aku mengangkat wajahnya, pipinya telah basah dengan air mata, mata sembab yang tak kusangka bisa kulihat dari wajah seorang kibum. Wajah yang selalu dingin tanpa ekspresi itu. "Jangan menangis lagi! Katanya kau seorang seme, kok cengeng gini sih!"
Dia melepaskan pelukannya dari lututnya. Di betulkannya posisi duduknya sehingga bisa memelukku. Tubuhku tak merespon dengan dorongan ataupun sebuah penolakan. Aku balas memeluknya seakan dia sungguh milikku sekarang. "Bukan, yang kutakuti di dunia ini adalah… perubahan dalam hidupku"
Deg… jantungku berdegup kencang tak karuan. Ku yakin kibum pasti mendengarnya, apa yang harus kulakukan. Huwa… bahkan pemikiranku dipenuhi pikiran yadong. Ampun… apa aku jatuh cinta mendadak saat aku merasakan nafasnya di leherku. Ini gila… sadarlah wookie, kau tak boleh mengambil kesempatan di tengah kesempitan. Masa orang yang lagi bersedih kau serang.
"Hyung, suara jantungmu tak karuan" dia berbisik lagi. Tolong berhentilah berbicara.
Anehnya aku tak mendorongnya, aku malah semakin kencang memeluk tubuh ini. "A.. aku tahu" jawabku gugup.
Kali ini aku mendengar helaan nafasnya, "Kau mencintaiku kan hyung! Ngaku aja!" dia mulai menggodaku. Apa aku harus bohong lagi sekarang? Apa aku akan berteriak tidak lagi dan berkata aku masih normal?
"Nee, sarangheyo, bummie…" ujarku begitu saja, rasanya lega sekali. "Lalu apakah aku akan menjadi kekasihmu atau hanya pelampiasanmu" Ya.. Tuhan kali ini aku menyadari betapa polosnya aku. Dasar wookie babo kenapa bertanya hal seperti itu.
Kali ini dia yang mengencangkan pelukannya, dia terkekeh pelan. "Hyung, aku tak mengerti tapi aku mulai merasa keputusanku untuk melepas chullie hyung sungguh tepat"
"Apa maksudmu"
"Babo, makanya jangan asyik mendengarkan suara jantungmu sendiri. Dengarkan jantungku, dia menjadi begitu cepat berdetak" eh.. aku menajamkan pendengaranmu, yang benar saja. Suara jantung tenang itu, bisa juga tak karuan seperti ini. Apakah ini maksudnya perasaanku terbalas? "Nado sarangheyo hyung" aku mendengar suara tawa bahagianya sekarang.
"Bummie… boleh aku minta sesuatu?"
"Nee.. chagi, katakan saja!"
Aku berpikir sejenak. Bisakah aku meminta permintaan konyol ini? Bolehkah? Apa aku urungkan saja ya? Tapi kan, kibum sudah jadi kekasihku masa aku harus segan padanya. "Hmf.. a.. i..tu.. aku ya, yang jadi semenya"
DUAGH…. Pintu kamar kibum tiba-tiba terbuka. Bukan terbuka, pintu itu hancur dengan dua orang gila yang menghimpitnya. Aku mengerti sekali apa yang sedang mereka lakukan. Menguping! "Yak.. apa yang kalian lakukan" teriakku melepas pelukan tubuh kibum.
Aku melihat muka cengo kibum yang seakan tak percaya dengan apa yang terjadi. Dia membatu di tempat. Sepertinya aku sungguh memberikan permohonan yang bodoh. Terlihat dari dua namja tak sopan yang tanpa rasa bersalah telah menguping ini langsung tertawa terbahak bahak. "Hyukkie,, aku tak salah mendengar yang tadi kan? Bwahahahahahaha"
Aku segera bangkit dari tempat tidur kibum, berjalan ke arah pintu. Ternyata tidak hanya duo kembar disini, Yesung hyung dan Chullie hyung juga sama di belakang pintu. Yesung hyung terkekeh geli sementara Chullie hyung tertawa sama kuatnya dengan si donghae dan Hyukkie. Aish… wajahku jadi merah begini karena malunya.
"Kalian?" ku keluarkan deathglareku yang sama sekali tak mengerikan bagi mereka. Akhirnya malah tampang innocentku yang keluar.
Chullie hyung berjalan ke arahku, menepuk bahuku kencang berkali-kali. "Babonika, kau yang jadi semenya? Kibum yang jadi uke gitu? Bwahahahaha"
"Apa ada yang salah dengan itu?" tanyaku yang memang merasa tak ada yang salah. Aku mengguncang tubuh kibum yang sedari tadi seperti kehilangan jiwa. "Bummie…!"
"Eh… ya.." kurasa dia mulai sadar. Jika dia tidak mau, ya udah aku terima aja jadi ukenya. Hiks… T.T "Kalau memang kau maunya begitu, ya sudah!" jawabnya yang kini dengan mengeluarkan senyuman killernya. Hie… manisnya, sangat tampan.
Semua orang yang tertawa kini spontan terdiam. Kibum menyeringgai. "Lihat saja, apa kau mampu melakukannya" bisiknya pelan. "Nee, para hyungdeulku semua. Kalian berlari dari lantai 1 sampai lantai 101 bolak balik 3 putaran dengan tangga darurat!"
"Eh, kenapa?" teriak kami semua.
"Pertama, untukmu Chullie hyung, kau mempertanyakan hal yang tak sopan pada semeku. Lalu Yesung hyung, aku mendengar celotehanmu tentang 'bagaimana wookie akan melakukannya' kemudian kalian berdua, yang menghancurkan pintu kamarku. Terakhir untuk mu, chagi.." kibum mengelus pipiku lembut dengan punggung tangannya "Aku perlu seme yang kuat, jadi berlarilah sana!"
Hwaaatt? Itu tak masuk akal? Apa maksudnya kuat? Apa aku harus melindungi dia gitu? Yang benar bakal dia yang ngelindungi aku. Tawa hyung yang lain pecah lagi, meski mereka masih mengeluh dengan hukuman yang mereka dapatkan. Kenapa sih mereka tertawa sampai segitunya. Wajahku menggembung saking kesalnya. Kibum hanya tersenyum.
%ika. Zordick%
Kantor kepolisian elite, seoul 20.15
Sesekali terlihat seorang polisi berbadan tegap menguap di depan komputernya. Akhirnya ia menampari dirinya sendiri, kemudian kembali mengecek satu persatu file yang ada di komputernya itu. Sementara sang pimpinan satuan kepolisian yang tampan lebih memilih sibuk meminum kopinya sambil mengecek satu persatu berkas kasus yang sudah mereka kerjakan sebelumnya.
Shindong, si anggota yang bertubuh gempal menyiapkan laporan pekerjaan mereka yang sudah di setujui oleh sang pimpinan sambil menikmati keripik kentang versi jumbonya. Leeteuk memberikan segelas teh pada namja China yang masih berkutat serius dengan beberapa file penjahat di komputernya. "Hankyung, santai saja!" katanya ramah.
"Nde hyung, aku hanya ingin mencari siapa orang yang mungkin jadi sasaran organisasi pembunuh Moskow ini. Seandainya kita bisa menebak" katanya yang memang mengetahui bahwa organisasi itu telah sampai di korea dengan penyamaran hebat. Dia membuka video CCTV di bandara Incheon tempat para penjahat itu menampakkan wujudnya.
"Kita tak mungkin bisa menebak, mereka itukan sehebat Snow Pink yang asalnya gak jelas itu. Tanpa meninggalkan jejak datang dan kepergian, hanya lambang bodoh, dan mayat yang terluka di tenggorokan" kali kangin mengambil suara dan disambut anggukan dari Leeteuk.
"Kurasa tidak kangin ssi, level mereka ini lebih rendah dari Snow Pink, kita masih punya harapan. Kita mengetahui wujud mereka setidaknya kemudian mereka punya kelemahan, mereka masih bisa di lacak" timpal Hankyung lagi
"Hankyung hyung benar, Snow pink itu memiliki jaringan hack yang hebat, kemudian mereka memilih korban yang sangat random kedudukannya, bahkan posisinya di dunia. Sedangkan Moskow itu, mereka sedikit lemat dalam hack, kejituan menggunakan senjata juga kurang serta mereka membunuh orang yang memiliki kedudukan sebagai orang kaya yang populerkan? Itu yang ku tahu" kali ini sang pimpinan mengajukan pendapat, Siwon menunjuk beberapa kasus yang menurutnya memang ulah Moskow.
"Jadi menurut kalian siapa orang kaya yang sedang populer sekarang?" Shindong tak mau kalah.
Tiba-tiba duo sejoli yang sudah terkenal dengan keakraban di dunia kepolisian muncul dengan keceriaan. Tidak akan ada orang yang percaya bahwa mereka adalah polisi dengan cirri-ciri salah satu berambut merah dan yang satu lagi imutnya bukan main. "Sudahlah Mochi jelek, buang aja napa majalah begituan" teriak Zhoumy ingin mengambil majalah yang telak dihindari Henry dengan gesit.
"Hyung tolong aku, Zhoumy pelit amat. Aku kan suka banget sama yang manis kayak gini" pekik Henry.
"Dasar babo, lu itu doyan juga ama namja ya!" teriak Zhoumy sewot sambil mengerucutkan bibirnya. "Masa udah gede segini masih suka sama boy band ah.."
"Apaan sih yang kalian sibukkan" Siwon akhirnya memutuskan untuk turun tangan merebut majalah yang jadi topic perkelahian duo sejoli itu. Dia kembali duduk di kursinya dan menatap majalah itu. Hankyung yang ikut penasaran ikut melihat majalah yang gak jelas itu.
Sontak Siwon kaget, bagaimana mungkin wajah orang yang begitu familiar di memorinya bisa menjadi gambar di sampul majalah itu. Itu foto kibum dengan jasnya yang terlihat rapi. Dia tersenyum simpul di foto itu dan pandangannya tetap dingin seperti biasa. "Dia sungguhan manis ya? Apa dia anggota boyband" celutuk Leeteuk yang cukup merasa tertarik melihat tuh majalah kayak emak-emak yang gak sengaja ngeliat foto brownies ganteng.
Hankyung terbelak tak percaya dengan foto yang ia lihat. Bagaimana tidak, itu foto namja yang memukulinya beberapa minggu yang lalu karena namjachingunya. 'Ya ampun! Aku bersaing dengan orang ini. Dan aku yang menang, keajaiban telah singgah di hidupku' batinnya
"Uh.. aku bukan tertarik karena dia hanya tampan. Baca donk ini! KIBUM, NAMJA YANG MERAIH GELAR 5 BESAR ORANG TERKAYA DI ASIA. DI USIANYA YANG RELATIF MUDA MENJADI SALAH SATU ORANG YANG BERPENGARUH DALAM PEREKONOMIAN DUNIA" Henry berusaha menjelaskan "Dia sangat tampan dan lebih muda dari kita lho!"
"Tunggu dulu jika begitu, leeteuk hyung tolong periksa kemungkinan Moskow mengicar dia?" teriak Siwon memberi perintah.
Leeteuk langsung mengambil posisi di depan komputernya. Dia mengetik beberapa data dan clek… dua digit angka terpampang di komputernya. "95% korban mereka selanjutnya adalah kibum"
%ika. Zordick%
Lantai 77 gedung berlantai 101 09.00
"Ada apa hyung, kenapa wajahmu pucat begitu?" selidik donghae memperhatikan wajah Yesung dengan tampang polos seperti anak kecil.
Yesung berusaha tersenyum, dia menggeleng pelang. "Gwechana.. hae-ah! Aku kehabisan obat syaraf ku, bisa kau belikan?"
Donghae mengangguk cepat. "Sebenarnya ada masalah apa hyung? Jarang sekali syaraf mu kumat kalau gak ada masalah gawat"
"Hmf.. begitulah! Yang lain kemana?"
"Wookie sedang latihan dengan Chullie hyung. Kibum lagi senyam-senyum gaje memperhatiin semenya itu" donghae terkikik pelan. "Kemudian hyukkie gak berhenti ketawa di kamarnya saat melihat wookie yang mencoba trik ala seme yang menggombal ukenya. Bwahahahaha" tawanya pecah.
"Bisa panggilkan Kibum dan Hyukkie saja kemari. Kepalaku sudah seperti mau pecah, hae. Aku harus cepat memberitahu mereka soal ini"
Ruang latihan wookie dan heechul
Berbeda dengan tempat latihan wookie sebelumnya yang gelap seperti ruang introgasi. Kali ini ruangan full colour lah yang di hadapinya. Ruangan dengan Heechul lah sebagai tuan rumahnya bukan Yesung. Sedikit agak takut sebelumnya, tapi wookie akhirnya menyadari latihan Heechul jauh lebih ringan dari latihan Yesung dalam teknik menghindar, pendengaran dan kecepatan.
Heechul tersenyum mempesona melihat wookie yang kini duduk di sofa tepat di hadapannya. Kalah telak, itulah yang di rasakan wookie sekarang. Bagaimana mungkin orang sepertinya bisa merebut kibum dari seorang ratu yang sungguh mempesona ini. Dia mencuri pandang pada kibum yang duduk tak terlalu jauh dari mereka. Kibum tersenyum, membuat jantungnya berdebar lagi.
PLAKKK! Segulungan kertas mendarat keras menimpuk kepalanya. Serangan mendadak dari heechul atas konsentrasinya yang buyar karena seutas senyuman dari sang uke(?). "Yak.. bagaimana kau mau belajar dengan jantung yang tak karuan begitu" aura prince of darkness terpampang darinya. Membuat wookie terserang merinding akut.
"Mian.." wookie menundukkan wajahnya. Kibum tertawa dalam hati. 'benarkah aku yang jadi uke?'
Tiba-tiba donghae mengetuk pintu ruangan latihan yang cukup membuat chullie merasa dia takkan pernah bisa memulai latihannya untuk si innocent di depannya ini. "Bummie-ah, dipanggil Yesung hyung. Silahkan lanjutkan latihannya" donghae tersenyum ramah karena melihat suatu kilasan kekejaman di mata si Cinderella.
Kibum bangkit dari singgasananya di ruangan ini. Di hampirinya wookie dan mengecup bibir itu sekilas. "Lanjutkan latihanmu ya chagi. Ingat jangan nakal dengan chullie ya!" bisiknya mesra
Heechul mendengus kesal. "Aku tak tertarik dengan seme mu kok bummie. Jangan khawatir!"
Setelah kedua orang perusuh itu keluar. Heechul menarik nafas panjang. "Kau tahu apa yang akan kau pelajari dariku?"
Wookie menggeleng polos. Yang langsung mendapat timpukan lagi dari heechul. "Yang akan kau pelajari dariku adalah keanggunan seorang Snow Pink. Baiklah mungkin kau akan bingung apa maksudnya. Perhatikan cara member Snow pink membunuh. Tanpa ekspresi, kejam, berkarakter sadis tapi anggun dan indah. Focus kepada hyukkie, caranya membunuh dengan style dancer dan memusatkan kekuatan di setiap serangan. Kau bisa tebak yang lain?"
"hae, mengalir dan cepat. Gerakannya pasti bagaikan ikan yang berenang di laut dengan bebas. Yesung hyung, bersih dan style elegant. Dia lebih kuat di pertahanan dari pada penyerangan. Dia lebih terfokus pada instingnya saat beraksi hingga dia mungkin bisa membelah peluru menjadi dua. Sedangkan Kibum… dia bisa semua style kurasa"
Heechul manggut-manggut. "Kau benar untuk penilaian hae dan yesung tapi tidak untuk kibum. Kibum itu memiliki style tenang dan dingin. Dia tak pernah menimbulkan suara saat membunuh, cepat dan beraturan. Itulah yang membuatnya selalu dapat misi yang sangat sulit. Selamanya takkan ada yang bisa lebih hebat darinya karena penghilangan jejaknya lah yang paling sempurna"
Wookie terdiam sejenak, "Lalu hyung sendiri?"
"Penyamaran dan keanggunan seorang wanita. Itulah style ku. Aku tipe pembunuh di keramaian dan secara terang-terangan"
"Sungmin hyung bagaimana?"
"Kau cemburu padanya ya? Baiklah dia itu punya style yang nggak karuan. Kontras dengan cara membunuh kibum, dia beringas dan tak sabaran. Tapi ada satu hal yang membuatnya melegenda. Dia di kira yeoja setiap menyelesaikan aksinya makanya tidak ada satupun yang bisa menangkapnya. Lalu bagaimana style mu wookie?"
Wookie tersenyum puas. "Innocent, aku akan pakai style itu hyung. Dan boleh aku Tanya satu lagi?"
"Apa? Soal pribadi?"
Wookie mengangguk dan memasang tampang innocentnya lagi. "Bagaimana cara mengubah posisiku, kurasa aku lebih cocok jadi uke saja"
"….." heechul diam.
1 menit kemudian, tawanya pecah. "Siapapun tahu walaupun kau berteriak kau seorang semenya kibum, kau tetap akan jadi ukenya. Lihat saja tingkahmu itu yang selalu di dominasi olehnya, si kibum itu ya, dia itu pernah punya uke yang badannya dua kali besar badanmu. Makanya semua orang tertawa waktu kau yang minta jadi seme. Hah.. kibum sungguh memanjakanmu! Sudahlah, lagipula kalian belum melakukan itu, toh ntar kau juga tahu sendiri bagaimana dia"
"Maksudnya? Itu apa hyung?"
"Sepertinya Kibum sungguh serius untukmu! Dengar jangan pernah memintanya atau membiarkan dirinya masuk kekamarmu tengah malam. Arra! Katakan saja, kau akan melakukannya setelah menikah. Jangan sampai kau bernasib sama seperti ku"
"Maksudmu hubungan intim gitu. Hiii… itu tak boleh, dia masih terlalu kecil untuk yang begituan"
"Dia sudah banyak pengalaman dan kau bilang dia masih kecil. Dasar babo!" timpukan Koran mendarat lagi di kepala wookie dengan mulus. "Dia berbahaya. Tetap jaga jarak padanya"
Wookie mengangguk polos. Sebenarnya dia juga tidak terlalu mengerti dengan arah pembicaraan Heechul.
Ruangan Yesung
"Sialan si Chullie, apa aja yang ia bicarakan pada uke ku itu ha?" gumam kibum yang membuat cekikikan kecil semua orang di ruangan itu. "Omo, kau sungguh pucat hyung!"
"hahaha… aku masih bisa bertahan kok. Ada masalah besar, dua masalah sekaligus"
"Apa?" hyukkie tak mau kalah. Dia merasa masalah adalah hal menarik.
Hae duduk di lantai sambil memainkan pisau kecilnya. Kibum duduk di tepi tempat tidur Yesung. Hyukkie lebih memilih berdiri di samping Yesung. "Targetmu sesuai rencana, mereka dating sendiri ke Seoul dan aku sudah menemukan posisi mereka, kau bisa kapanpun membunuhnya. Hanya saja masalahnya, polisi tahu mereka mengincar nyawamu dan bagian elit akan melindungimu"
"Apa itu artinya kibum harus tinggal di kantor polisi?" celutuk hyukkie.
"Tidak, beberapa dari mereka akan tinggal bersama kita"
"Mwo? Mereka akan merusak semua dan sungguh akan membuat kita melemah karena menahan diri"
"Biarkan mereka masuk, kesalahan besar jika kita menolak mereka. Mereka akan mengawasi kita diam-diam dan kau takkan bisa bergerak bebas. Istilahnya biarkan mereka memasuki sangkar kita dan tugas kalian sama melindungi kibum. Hanya itu jalan keluarnya. Kibum kau tak boleh melakukan gerakan kasar sedikitpun. Kau hanya seorang pengusaha muda sukses" Yesung memberikan beberapa lembar kertas dari lacinya.
"Baiklah terserahmu saja hyung!" kata Kibum santai
"Ini data kalian semua. Non aktifnya kalian dari kegiatan dulu dan kapan mulai mengabdi pada kibum. Perhatikan baik-baik dan tugas kalian berada di dekat kibum. Arra?"
Ketiga namja lainnya mengangguk patuh. Tanpa banyak komentar, kibum tiba-tiba sudah berada di belakang Yesung. Di gendongnya tubuh yang sudah melemas itu. Penyakit langanan Yesung, dan itu artinya ia harus istirahat di tempat tidurnya dan menenangkan dirinya, sebelum penyakit kepalanya itu jadi lebih parah.
%ika. Zordick%
Pusat Kota Seoul 11.15
Donghae pov.
Aku menyusuri jalanan ramai hanya dengan berjalan kaki. Aku menggenggam erat resep obat yang di tuliskan Kibum untuk Yesung hyung. Obat itu ternyata sudah habis, apa yang di pikirkan Yesung hyung hingga dia melupakan obat yang begitu penting ini. Sebelum bergabung dengan Snow Pink, aku sudah dekat dengan Sungmin hyung.
Sulit di jelaskan memang, aku adalah anak yang dilindunginya dari kepolisian. Aku benci para polisi itu. Mereka selalu membela yang kuat dan menjadikan yang lemah sebagai tumbal keserakahan mereka. Meski beberapa kali para hyungdeul dan kibum memperingatkanku bahwa tak semua polisi seperti itu, akan tetapi aku masih sedikit syok dengan perlakuan mereka terhadapku dulu.
Flash back-
Aku membungkuk hormat pada Sungmin hyung dan Yesung hyung. Mereka menampungku untuk sementara waktu. Selamanya aku akan terus mengingat jasa mereka yang menyelamatkanku dari kejaran para polisi yang ingin menumbalkan aku sebagai mahasiswa anti pemerintah. Yang benar saja, mereka mengatakan Lee Donghae adalah seorang Pimpinan Organisasi itu.
Sebelumnya aku tertawa hebat saat mendengar hal gila itu. Kemudian aku sadar, aku bukan di posisi yang layak untuk tertawa. Dari mana mereka bisa menyimpulkan akulah orangnya? Hanya karena aku orang miskin? Yatim piatu? Atau karena aku mencari uang dengan cara berkelahi? Harus kuakui aku tak punya pilihan soal ahli beladiri jalanan itu, aku hanya perlu uang.
Sungmin hyung tersenyum padaku "Kau ini kenapa? Santai saja? Kau mau ya jadi keluarga kami" katanya lembut. Aku terdiam sebentar. Keluarga? Benarkah?
"Kau harus mau! Karena aku tidak mau hyungku ini harus sakit lagi karena memikirkanmu diluar sana sendirian" sambungnya menunjukkan Yesung hyung yang tersenyum padaku.
Aku menatap Yesung hyung. Aku tidak mengerti kenapa? Dia sangat menyayangiku seolah aku benar adalah adik kandungnya sendiri. Sebenarnya aku juga menyayanginya dalam waktu yang relative singkat dalam rumah ini. Dia sungguh melindungiku sebagai seorang adik. Aku tahu apa pekerjaan para hyungku ini, dan apa fungsi rumaha ini. Pembunuh bayaran yang masih belum bernama.
"Baiklah, tapi ada syaratnya hyung!" jawabku polos yang langsung membuat Sungmin hyung menjitak kepalaku, dari dulu kami memang sulit akur. Apa hanya karena warna pinknya itu? Atau hal lain, aku juga tak mengerti. Tapi kami saling menyayangi
"Mwo? Kau ini!" dia melotot
Yesung hyung segera menghentikan adiknya yang terlihat mulai tak waras. "Sabarlah Minnie.. Aku akan menerima semua syarat Hae"
"Jadikan aku salah satu dari kalian!" ujarku yang langsung membuat wajah Yesung hyung kaku. Pada awalnya dia tak menginginkannya, tapi dengan fishy eyes ku dia akhirnya mengalah.
Tiba-tiba mataku tak percaya dengan sosok anak SMA yang sungguh tampan memasuki rumah ini. Akh.. aku tak mau terima jika ada orang yang lebih tampan dariku. Aku tak pernah melihatnya, apa dia adik Sungmin hyung? Atau malah anggota organisasi pembunuh bayaran? Masa anak sekecil dia sih?
"Gwechana… bummie ah?" Sungmin hyung langsung memeluk namja yang berwajah dingin itu. Wajahnya memerah mendapat perlakuan yang kurasa istimewa.
"Seongsenim…" ujarnya ketus "Aku sudah dapat hasil pemeriksaan Yesung hyung dan kata dokter, itu hanya masalah syaraf yang terlalu tegang saja. Ini obatnya, dan diminum saat kumat saja"
"Gommawo bummie. Kenapa kau terlihat terburu-buru begitu?"
"Aku dikejar-kejar sama seluruh penghuni rumah, mereka kira aku sakit. Tapi tenang saja, semua ok!"
Aku mengerti akhirnya, anak ini adalah pendana di tempat ini. Dia anak orang yang sangat kaya. Tapi kenapa dia harus repot-repot ingin mendanai semuanya? Apa dia sedang tak ada kerjaan untuk menghabiskan uang? Atau apa? Dia menatapku dengan tatapan membunuh. Aku merinding seketika, baru kali ini aku takut ditatap seseorang.
"Siapa dia?" tanyanya ketus
"Dia anggota baru" jawab Sungmin hyung sambil memamerkan gigi kelincinya. Seolah mengeluarkan tatapan memelas agar anak itu juga menerima keberadaanku.
"Dia… tak ada hubungan yang khusus dengan mu kan?"
Sungmin kini menggeleng, maksud hubungan khusus itu apa?
"Seongsenim, aku tidak main-main soal ucapanku yang mencintaimu. Jadi jangan sampai aku melihat kau bersama namja lain saat kau berteriak ke arahku, AKU NORMAL KIBUM! AKU NORMAL!" aku tertawa melihatnya saat dia menirukan gaya aegyo sungmin hyung dengan wajah datar.
Ternyata dia murid yang tergila-gila pada gurunya. Hahaha… lucu juga. Hanya saja dia mencintai seorang namja aegyo yang merupakan seorang pembunuh. Ini gila memang, tapi apa yang hendak di kata, cinta itukan gak bisa di tolak.
"Kenapa kau tertawa?" dia menatapku mengerikan lagi
Aku menelan ludah kecut. Aku menepuk bahunya. "Aku mendukungmu" aku tertawa lagi. Anehnya dia malah memelukku.
"Aku terima dukunganmu hyung!"
"Cepat sekali kalian kompaknya!" Sungmin hyung memanyunkan bibirnya. "Bummie, jangan tiru kegilaan si Hae itu!"
"Baiklah Hae hyung, kau menerima satu suara lagi untuk persetujuanmu masuk ke mari. Welcome! Yesung hyung aku pulang dulu, rumahku pasti kacau balau sekarang!" katanya hendak melangkah keluar. Kemudian dia berbalik mengecup bibir Sungmin hyung sekilas "Aku pulang dulu Chagi. Sampai jumpa di sekolah seongsenim"
Saat dia pergi, aku melihat wajah yang sangat merah milik Sungmin hyung. Yesung hyung tertawa kekeh melihatnya. "Kenapa kau masih menutupinya, terima sajalah. Kau sungguh sudah terperangkap dalam cintanya itu" celutuk Yesung hyung masuk ke kamarnya.
"Aish… aku hanya takut mencintai orang yang dicintai jibunan yeoja dan namja! Huh… aku harus bagaimana?"
"Terima sajalah hyung! Dia jugakan tersiksa saat melihatmu terus menyembunyikan perasaan itu" nasihatku.
End flashback-
Aku hanya tak menyangka, aku jadi memimpikan bisa mempunyai hubungan seperti mereka berdua. Begitu harmonis hingga akhir hayat Sungmin hyung. Gara-gara si Evil Kyu itu saja, kalau tidak mereka kan bahagia sampai sekarang. Aku tidak salahkan membawa Wookie ke Kibum. Aku tahu, hanya Wookie yang mampu mengobati luka Sungmin hyung di hatinya. Karena mereka mirip tapi berbeda.
Seandainya aku bisa seberuntung Kibum yang bisa menemukan orang yang ia cintai. Alangkah bagusnya. Aku tidak peduli sih dia itu namja atau yeoja. Yang penting saat bersama dengannya, jantungku seperti jantung wookie atau Sungmin hyung yang tak karuan. Seperti Chullie hyung atau Siwon itu juga boleh, benar.. perasaan berdebar yang di sebut jatuh cinta.
Aku keluar dari apotik saat menyerahkan resep kepada seorang apoteker. Aku mendapat satu botol obat yang di penuhi pil-pil kecil di dalamnya. Segera aku memasukkannya di saku rompiku. Lihatkan,, aku memang selalu stylish. Pekerjaan sampinganku kan modelnya Chullie hyung. Hiks… aku selalu jadi bahan percobaannya untuk mode yang baru ia desain, aku sih senang-senang aja. Sebenarnya aku gak aku sendiri juga sih, hyukkie juga kena. Gimana pun tampang kami memang memadai. Dan tentu saja proporsi tubuh kami.
BRAKKK Aku menabrak seseorang. Gawat… dia langsung terpelanting. Aku sih gak akan apa-apa, bagaimana pun aku kan tak mungkin roboh hanya karena nabrak orang. "Mi..mian…" kataku membantunya berdiri. "Kau tidak apa-apa?"
Dia tersenyum. Cantik! "Tidak apa-apa" katanya ramah menerima uluran tanganku. Jantungku! Aku jatuh cinta. Tapi… dia ini yeoja atau namja?
"Hmf… aku sungguh-sungguh minta maaf!" tiba-tiba seorang namja mungil nan imut, mirip kayak wookie berjalan menghampiri orang ku tabrak ini dengan nafas tersenggal-senggal.
"Hyung… ayo kita segera pergi! Siwon hyung udah marah-marah!" Siwon? Dia siapanya Siwon? Apa pacarnya Siwon ya? Setidak nya aku tahu dia namja. "Omo! Dia siapa hyung? Tampannya, apa kau Boyband, artis, atau model?"
Namja cantik ini hanya geleng-geleng kepala. Aku tersenyum pada namja imut ini. "Aku Lee Dong hae, panggil Hae aja!" ucapku yang sebenarnya ingin mengenal namja cantik yang ku tabrak tadi
"Mochi! Eh.. maksudku Henry, huh.. para hyung selalu memanggil aku Mochi sih" dia menggembungkan pipinya. Sangat menggemaskan.
"Hmf… aku Leeteuk! Panggil teuki hyung saja, kau sepertinya lebih muda dariku" dia tersenyum lagi. PLOP sontak membuat wajahku memerah. "Hmf.. ayo henry kita pergi, si wonnie bisa ngamuk kalau aku terlambat"
Setelah dia melangkah pergi, aku baru tersadar. Obat untuk Yesung hyung. Dasar donghae babo. Bisa-bisanya lupa sih! Aku berlari secepat kilat menuju gedung 101.
%ika. Zordick%
Di kamar Yesung hyung
"Makasih Hae, aku lebih baik sekarang. Aku harus segera menyambut tamu penting!" katanya yang persis terdengar bunyi bel dari depan lantai 77. Pengamanan lantai ini memang tak mengizinkan orang lain masuk selain kami.
"Para polisi itu hyung?" aku menatap tajam Yesung hyung
Ia tersenyum simpul mendapati responku yang ia memang tahu sangat membenci polisi. "Singkirkan pikiranmu itu jauh-jauh Hae, mereka sedikit berbeda. Mereka tim elit yang khusus memihak pada kebenaran bukan polisi serakah yang selama ini kau kenal. Bertahanlah untuk Kibum"
Aku mengerti, ini untuk Kibum. Ini untuk pimpinan Snow Pink yang nyawanya terancam. Sebenarnya kami bisa saja segera menghabisi para orang Moskow sialan itu. Hanya saja ada sebuah masalah, pesuruh orang Moskow itu harus di temukan terlebih dahulu. Kami tidak bisa asal membunuh mereka, ada orang yang menginginkan nyawa Kibum dan orang itu harus di musnahkan terlebih dahulu.
Aku mengikuti langkah Yesung hyung yang berjalan menuju pintu lantai 77. Mereka pasti baru keluar dari lift dan menunggu di depan pintu yang terbuat dari campuran radioaktif yang khusus. Mereka membungkuk hormat pada aku dan Yesung hyung yang membuka pintu itu. Yesung hyung masih menggunakan kursi roda canggihnya. "Selamat datang" katanya riang
Aku menghitung jumlah polisi yang ada di depan kami, lima orang. Dan betapa kagetnya aku si Mochi, Siwon dan Leeteuk ada di antara mereka. Huft… dia seorang polisi. Apa itu artinya aku harus segera melupakan perasaanku?
"Choi Siwon imnida" ujar Siwon yang berpura-pura tidak mengenali aku. Aku kan orang yang bersama Sungmin hyung saat menangkap basah Kibum bersama dengannya. Aku masih akan tertawa kalau melihat adegan konyol, Sungmin hyung yang mencekik Kibum. Perkelahian dua uke yang sangat berbeda.
"Leeteuk imnida" hah.. senyumannya itu sungguh membuatku tak karuan dan aku tahu Yesung hyung mengetahuinya. Dia tersenyum padaku.
"Mochi! Maksudku Henry"
"Hankyung imnida" seorang namja tinggi yang seperti ku kenal namanya.
"Kim Young Woon, atau biasa di panggil Kangin" seorang namja bertubuh tegap besar dengan wajah manis membungkuk sopan. Dia terlihat kuat.
Aku tersenyum dan balik membungkuk hormat pada mereka. Tidak ada yang salah dengan membuang egoku demi Kibum sekarang kan. Si Mochi langsung menyadariku. "Hya… Hae.. kau ternyata"
"Kalian saling kenal? Baiklah kenalkan dia Lee Donghae, atau kami sering memanggilnya Hae atau Dongie. Dia mantan petarung jalanan yang sekarang bekerja menjadi bodyguard pribadi Kibum" Yesung hyung mengenalkanku pada mereka kemudian menjalankan kursi rodanya. "Jika masalah keamanan Kibum dia yang bertanggung jawab sepenuhnya"
"Kami mengerti. Pantas saja kau sangat kuat ya, hae" senyuman itu lagi. Tenang donghae, dia hanya seorang polisi. Jangan sampai hatimu kacau olehnya.
Yesung hyung membukakan kamar Hyukkie, terlihat hyukkie yang masih sibuk dengan console game terbarunya. Ampun deh nih anak! Aku memanggil hyukkie, dan dia langsung nyengir menghampiri kami. "Dia Cho Eun Hyuk, pewaris keluarga Cho, dia bekerja untuk pimpinan secara suka rela dan pimpinan menerimanya karena keluarga Cho salah satu rekan bisnisnya. Mantan pembalap jalanan dan dia supir pribadinya pimpinan"
"Hello.. nice to meet you!" kata hyukkie sok ke barat-baratan "Panggil hyukkie saja! Dan jangan terlalu formal padaku karena aku keluarga Cho, aku tetap bawahan disini"
Semua polisi ini membungkuk formal. Memang benar sih, si Hyukkie kan orang dari keluarga terpandang, tapi dia lebih suka tinggal dengan kibum. Ku dengar dia sendiri yang mencoret namanya dari daftar ahli waris keluarga.
Yesung hyung kemudian berjalan kea rah kamar Chullie hyung. Chullie hyung keluar, dan tidak di sangka saudara-saudara. Dia memeluk mesra polisi bernama Hankyung. Membuat Yesung hyung berdehem kecil karena dia sudah tak jadi pusat perhatian lagi. "Baiklah, aku tahu kalian pacaran, tapi jangan terlalu terbuka di sini ya! Chullie hyung, hormati pimpinan dia"
"Mian…" Kata Chullie hyung manis. Tumben aja nih, biasanya dia kan kayak mak lampir. Nyeremin! Apa lagi dia kan punya Kibum yang di belakang dia. Huh… aku selalu di tertawakan olehnya. Dia ini rival abadiku setelah Sungmin hyung pergi.
"Dia ini namja!" ucap Yesung hyung tegas yang membuat semua polisi ini kecuali hankyung melotot tak percaya. "Desainer terkenal yang berkerja langsung untuk Kibum. Kalian bisa cek sendiri dia di internet"
Mochi langsung berlari menghampiri Heechul. "Hyung bisa aku minta tanda tangan hyung. Aku penggemar hyung. Hyungkan yang mendesain baju untuk pertunjukkan super junior itu" dia menyodorkan pena dan sebuah buku notes pada Heechul.
"Mochi, kau bikin malu aja!" celutuk Kangin, menarik namja imut itu dari hadapan Chullie hyung.
Yesung hyung menjalankan kursi rodanya lagi. "kalau aku Yesung, PhD disini. Tamatan MIT, kurasa kalian sangat kenal aku"
"Nee, kau adalah satu-satunya orang yang menolak bekerja sebagai ahli yang langsung mengabdi pada presiden kan. Kalau aku boleh tahu, kenapa kau malah memilih kibum?"
Yesung hyung tersenyum. "Balas budi, dia yang membiayai pendidikanku. Dan soal gaji lebih besar darinya" jawab yesung hyung santai.
Leeteuk yang bertanya hanya manggut-manggut. Kemudian kami tiba di depan kamar Kibum. "Ini kamar pimpinan kami, dia ini bertempramen buruk dan kurasa agak aneh. Jadi kalian harus sabar menghadapinya ya! Dia suka ketenangan dan satu hal lagi yang mungkin hankyung sendiri juga tahu"
Hankyung tersenyum dan mengangguk pada Yesung. "Dia seorang gay dan sangat dingin"
"Apwa GAY?" teriak mereka serempak. Kecuali Siwon dan Hankyung yang memang mengetahui itu sebelumnya. "Jadi.. luka-luka hankyung kemarin itu" Leeteuk menatap Hankyung.
"Benar, dia yang memukuliku karena merebut Chullie darinya"
"Babbonika? Kau merebut pacar seorang Kibum. Hah… tak kusangka" Kangin nyelutuk lagi. Henry melongo tak percaya.
Tiba-tiba seorang namja bertubuh mungil dan berwajah innocent berjalan dari dapur dengan celemeknya. Tampangnya kelewat belepotan dengan tepung dan mentega. Dia membungkuk hormat. Nah.. siapa lagi kalau bukan Si Wookie yang habis bereksperimen di dalam dapur. Entah sejak kapan dia menjadi penguasa dapur.
"Anniyoung" sapanya ramah. "Wookie imnida" dia langsung memperkenalkan diri
"Dia ini…" sebelum Yesung hyung menyelesaikan kata-katanya. Wookie langsung memotong "Koki disini. Senang berkenalan dengan kalian"
Kurasa semua namja ini sedikit ke sem-sem dengan si imut ini. Wajah mereka juga ikut memerah melihat gelagat wookie. Wajar saja sih, dia ini kan manis dan imutnya gak ada penawar lagi. Dan dia menjadi jauh lebih mempesona sejak dia berpacaran dengan kibum. Seperti sebuah pembangun daya tarik, setiap orang yang berpacaran dengan kibum pasti sangat cepat menarik perhatian namja atau yeoja lain.
Tunggu sampai mereka melihat pesona dari seorang kibum. Yesung hyung mengetuk pintu kamar kibum. Tidak ada jawaban. "Bummie-ah… cepat keluar" teriak Chullie hyung.
Beberapa saat kemudian Kibum keluar dengan piyama hitamnya. Dia mengucek-ucek matanya. Terlihat sekali dia baru bangun dari tidur siangnya. "Nae,,, Gwechana?"
Mata kibum langsung terbuka saat melihat Hankyung. Tapi aku tahu wookie tahu posisinya, dipasangnya wajah polosnya yang langsung membuat kibum meluluh. "Mian, kami mengganggu" Leeteuk hyung membungkuk hormat.
Kibum melakukan hal yang sama. Dia menatap mata leeteuk lekat. TIDAAAKKK! Jangan-jangan dia tertarik lagi sama namja ini. Lihat saja, si Leeteuk langsung kelepek-kelepek melihat wajah kibum yang menatapnya. Wookie memukulkan penggorengan ke wajah kibum. Dari mana tuh penggorengan? Aku langsung menepuk wajah leeteuk pelan. Mungkin si kibum tadi melakukan hipnotis padanya.
"Adowww" pekik kibum "Sakit tau!"
"Kau tidak apa-apa?" tanyaku yang sudah menatap wajah leeteuk lekat. Wajahnya kini memerah. "Jangan menatap matanya" bisikku akhirnya.
Kibum kali ini melirik Siwon. Dia tersenyum killer. "Wonnie? Kau disini juga?"
Siwon mengangguk lemah. Benar-benar sihir, seorang Siwon yang berkarisma cepat sekali luluh dengan kibum. Sekali lagi penggorengan itu mendarat mulus sekali lagi di wajah Kibum. Wookie tersenyum penuh arti saat kibum menatapnya marah. "Bummie… sedang lihat apa?" katanya dengan nada menyindir.
"Senang bisa dilindungi oleh kalian. Dia ini namjachinguku, jadi tenang saja, aku tidak akan melakukan yang aneh-aneh pada hyung sekalian. Lihat saja, mukaku hamper rata di buatnya. Wookie aku lapar!" dia mulai merengek pada wookie lagi. Siwon terlihat kecewa. Sementara leeteuk tersenyum lega. "Eomma kau menyukai donghae?"
CLEEPP, kata-kata kibum tadi membuatku drop sekaligus berbunga. Apa maksudnya eomma? Lalu leeteuk menyukaiku? Aku tak mengerti! Leeteuk menatap kibum bingung. Kibum tersenyum. "Kau sangat mirip dengan eommaku. Boleh aku panggil eomma kan?" dia memeluk leeteuk dengan penuh kasih sayang.
Leeteuk hanya tersenyum dan balas memeluknya. "Tidak masalah! Mian ya wookie"
"Tidak masalah hyung, dia memang kekanak-kanakan. Tapi sungguhan hyung mirip eommanya"
Kibum mengangguk, "Dia sungguh miripkan wookie, kau sendiri yang lihat foto eommaku di meja kan. Dia mirip banget. Kau tinggal disini aja ya!" Ampun si kibum merengek lagi. "Lalu biar Donghae aja yang jadi appanya!" wajah leeteuk memerah seperti tomat. Dia hanya diam dan aku mulai percaya diri untuk mencintainya. Kibum sudah mengeluarkan kode yang baik padaku.
Tapi sungguhan dia mirip dengan eomma kibum. Aku pernah bertemu dengan nyonya besar itu. Meski eomma kibum itu meninggal dan langsung membuat kibum keluar dari rumahnya yang kataya gak ada kehidupan lagi. Yang kudengar dia punya appa yang keras. Dan eomma kibum satu-satunya penawar untuk setiap kekerasan itu. Yeoja yang lembut dan sangat cantik, dialah yang membiayai kuliahku.
%ika. Zordick%
Tangga darurat gedung 101 17.15
Wookie pov.
Huh… capenya. Ini hukuman dari kibum untukku karena aku menimpuk kepalanya dengan penggorengan, dua kali lagi. Salah dia sih, siapa suruh menatap Siwon hyung dan Leeteuk hyung dengan tampang pervertnya yang menyebalkan itu. Padahal kupikir dia lupa, karena kejadiannya kan semalam. Ternyata dia ingat dan beginilah aku akhirnya. Untung hanya dari lantai 77 ke lantai dasar.
Aku merasakan seseorang mengikutiku dari belakang. Siapa ya? Tapi instingku mengatakan dia bukan orang berbahaya. Tiba-tiba ada sekelompok orang yang kurasa bukan orang korea menghentikan langkahku. Aku bergidik ngeri, tampang mereka tak kalah pervert dari kibum. Apa aku lari aja ya ke atas lagi?
"Apa dia kibum?" kibum? Mereka mencari kibum?
Seseorang dengan wajah tenang berjalan ke arahku. Aku tak tahu kenapa aku tak bisa bergerak. Siapa dia? Di jambaknya rambutku kasar dan melihat wajahku "Hmf… bukan, tapi anak ini sering terlihat bersama target di luar. Kurasa dia orang penting"
Aku tak mengerti apa yang mereka katakan. Tapi aku mendengar nama kibum di sela pembicaraan. Tiba-tiba Yesung hyung melompat tepat di depanku. Menjauhkan ku dengan namja berwajah tenang itu. Wajah Yesung hyung tak kalah dingin saat berhadapan dengannya.
Kurasakan sesuatu yang aneh terjadi. Instingku mengatakan aku harus menghindar. Tapi aku tak tahu kemana. Aku mundur kebelakang. "Babo, ke samping kiri!" teriak Yesung hyung yang membuatku kaget dan aku terlambat untuk mengubah langkahku.
"ARRGGH" erangku. Sesuatu yang tajam menggores kulitku. Seperti benang tak terlihat, Yesung hyung menarik tubuhku ke posisi semula. Darah segar mengucur deras dari punggungku dan lenganku. Sakit sekali rasanya.
"Sial, aku tak bawa pedang" umpatnya kemudian sedikit menunduk di tendangnya namja yang di depannya. Kenapa dia menunduk? Orang-orang di sekeliling namja itu juga tak menyerang kami. Bukan tak ingin, tapi tak bisa. Senjata orang itu tak kelihatan.
Namja yang terpelanting keras hingga tembok yang di tendang Yesung hyung tadi tersenyum mengerikan. "Kau hebat juga, kau bisa melihat benangku"
Aku menajamkan penglihatanku, sungguhan benang. Sangat tipis dan tajam. "Heh.. ini sudah jaman modern, kau masih pakai benang. Harusnya leser donk!" kurasa bukan saatnya kau berceloteh seperti itu hyung.
Namja itu menggerakkan jarinya, benang itu semakin merapat. Dia menyeringgai, Yesung hyung memberi isyarat padaku. Aku menunduk dan clep, benang itu melukai sedikit kakiku, tapi aku berhasil keluar. Yesung hyung melompat tinggi dan dengan lincahnya tanpa sedikitpun benang itu menyentuhnya. Dia hebat!
Tiba-tiba seorang namja lain berdiri di depanku. Dia menggunakan pedang, tidak.. benang-benang ini mengelilingiku. Memberikan ruang kecil untukku melawan namja berpedang ini. Namja pengguna benang itu memfokuskan perhatiannya padaku. Sedangkan namja lainnya menghadapi Yesung hyung. Ini curang! Ini keroyokan namanya.
Namja berpedang itu menodongkan pedangnya padaku. Sreet… dia seperti akan membantaiku. Aku tak bisa mengelak. Sekali lagi Yesung hyung melompat kedepanku. Dia menjadi sebuah tameng, pedang tajam itu telak mengenai tubuhnya. "Hyung…." Jeritku, dia berbalik dan menekan tubuhku sedikit kebawah. JLEBB ujung pedang itu hampir mengenai mata kananku kalau Yesung hyung tak memiringkan kepalaku. Tapi darah segar mengalir di ujung pedang itu. Bukan darahku.
Yesung hyung rubuh, pedang itu menancap di punggungnya dan tertembus sampai dada kirinya. Aku menjerit "KIBUM!". Beberapa orang namja turun dari tangga darurat. Donghae, Siwon, Kangin dan Hankyung. Air mataku mengalir, aku lemah… sangat lemah.
"Wookie.. jangan biarkan dia menarik pedangnya!" teriak donghae hyung yang spontan memberiku sedikit keberanian. Donghae hyung melempar pisau kecil ke arahku. Langsung ku putuskan benang-benang di sekitarku. Ku tatap tajam namja berpedang yang hendak menarik kembali pedangnya. Kupelintir tangannya dan menancapkan pisau itu diatas tangannya dan menginjak pisau itu ke lantai. Persis menancap.
Ketiga polisi itu tampak kaget melihat aksiku. Siwon, kangin dan hankyung menarik pistol mereka dan mengacungkannya ke arah penjahat-penjahat itu. "Kalian takkan bisa melumpuhkan mereka dalam waktu bersamaan. Yesung hyung bisa mati duluan babo!" ujar Hae yang langsung mengambil tempat dengan meloncat di depanku. Di tariknya pisau kecil yang ia lempar tadi kearahku dari tangan namja itu. BRAKKKH ku dengar suara seperti tulang patah saat dia menginjak tubuh namja berpedang itu kuat.
Ketiga polisi itu langsung ikut bergabung. Mereka hanya tahu mengacungkan senjata. Mereka ragu untuk menembak. "Inilah kenapa aku tak suka kibum menerima kerja polisi!" siwon hyung menatap tajam pada hae yang sudah menghajar orang-orang itu. Dia tetap melakukannya dengan gayanya tanpa menancapkan pisau kecilnya pada tenggorokan orang-orang tersebut, aku tahu dia harus tetap menahan diri demi kerahasiaan Snow Pink. "Kalian tolol, lambat dan penakut" katanya yang langsung membuat Kangin hyung memasukkan pistolnya kembali. Di hajarnya orang-orang itu dengan tangan kosong.
Hae hyung menarik namja yang hendak menancapkan pisaunya kea rah Hankyung hyung. Sekali lagi dia dengan keras menghantamkan kepala namja itu ke dinding. Hankyung hyung menatap tak percaya, gerakan hae hyung memang cepat. Hingga akhirnya dia berhadapan dengan namja berwajah tenang pengguna benang itu. Hae hyung menyeringgai.
"Jangan mendekat!" perintahnya pada ketiga polisi yang menatapnya bingung. "Dasar, kau pikir ini sudah zaman apa? Masih menggunakan benang" siwon hyung bergerak kesamping. Apa dia tidak melihat benang itu sudah mengelilingi mereka. Lengannya teriris.
"Eh… siapa yang paling belakang?" Hae hyung bertanya keras
"Kangin" jawab Kangin hyung sendiri dengan tampang polos.
"Kau akan terbelah sebentar lagi menjadi potongan kecil" kata Hae sambil tertawa kekeh. Aku bisa melihatnya, benang itu bergerak mendekat ke arahnya. "Kalian bisa melompat kira-kira dua setengah meter?"
"Kau gila mana bisa?" Siwon hyung terlihat kesal
"Baiklah, kalian pelukan yang erat" donghae hyung melompat tinggi, ya… sangat tinggi. Kenapa dia tak memotong saja benangnya.
Dia melompat kearah namja itu. Dia… memotong… huwa… hae memotong jari tangan namja itu. Ku lihat kangin hyung memegang mulutnya. Dia pasti mual, aku pernah melihat yang lebih parah dari ini. Namja tenang tersebut menjerit histeris. Hae hyung melepas sepatunya, di pukulnya kepala namja itu. PINGSAN!
"Hae hyung…" ujarku takut melihat kondisi Yesung hyung di pelukanku.
"Ada apa?" dia melirik ke arahku, tiga polisi itu masih cengo tapi mereka sadar dan melirikku yang sudah menangis tak karuan. Aku memang cengeng. Aku sungguh tak berguna. Yesung hyung bahkan jadi seperti ini demi melindungiku.
"Yesung hyung tak bernapas"
TBC…
Eleh…eleh… kenapa penutupan yang di lakukan Donghae dengan memukul kepala namja itu dengan sepatu ya? Gak berkesan banget. Maklum author gak bisa meng CUT karena donghae melakukannya dengan sempurna. Huahahahahaha… hayo… reviewnya! Kalau gak lanjut saya bakal buat Yesung beneran mati! #ngancem#
Para cloud ngejar saya pake pedang hahahahaha…
Huwa… aku gak terima, jumlah review'annya dikit! Di chap 3, apa karena ika buat bocoran ya?
huh.. hapusin semua bocoran! Di chapter ini, gak mau lagi! Padahal udah update kilat neh…. Hiks… saya syok… T.T #nangis gaje#
Tapi gak apalah… ini saya balas reviewnya ya, reader saya yang cakep-cakep… heheheehe.. khusus buat reader saya memang cakep dah!
Nae babykyu : hahahaha… gak tega juga buat kulit sungmin yang mulus harus terluka, jadi saya buat dia bunuh diri aja deh… tapi kan tuh biang kerok harus di hukum! *kyu: Author yang harus di hukum, Minnie ku jadi gitu*. Baiklah nae.. saya serahkan kyu padamu, jaga baik-baik ya! Bwahahahaaha…
No Name : saya maafkan kelupaan anda meriview.. ckckcck jangan di ulang ya! *apaan sih nih author*, ya suami saya sudah merelakan dia kok, jangan khawatir ^_^
Echa Sk'ElfRyeosomnia : gommawo addnya #nunduk 90 drajat# iya..ya.. chul itu ada dikit babonya #kena hajar heechul# tapi dia sudah hidup bahagia dengan hannienya. Biarkan sajalah!
Lady Hee Hee : Mian, saya tidak bisa mengabulkannya, karena Yeppa udah keburu sekarat! #kena gampar# hihihi… bercanda kita liat aja ya!
hatakehanahungry : ini dia Ny. Hana saya yang terhormat! Ampun deh, dengan reviewnya yang buat saya syok yang dimulai dengan kata "APA-APAAN CHAPTER INI!" hiks… T.T kaget nih! Ini saya cepatin karena dirimu. Hahahaha… #author belajar gombal dari kibum#
Luphie KieKha : OK! Sip dah! Saya sedang terhibur karena ada juga orang yang tertawa dengan lawakan saya yang super garing itu lho! Kita satu presepsi! Saranghae…. #apaan nih author, nembak orang itu harus diam-diam# *author : namanya kan luph ika…. Dia mencintai saya!**kibum : (narik ika) aneh-aneh aja, mana ada orang yang bisa suka sama kamu!*
dra-minatoshiro :neh.. update'an terbarunya. Kibum ngamuk itu biasanya kalau saya coba ngeduain dia sama sungmin! Hihihihi…
merydevy elf : Tenang! Chapter ini saya harap gak ngecewain! Karena saya sedang PD untuk yang ini! Hiks.. jangan bilang gak seru! Nanti saya di geplok sama Kibum, karena gak bisa ngehasilin penghasilan buat dia. Hwahahahaa… ok deh buat crack pair nya. Doa'in aja ika dapat pencerahan untuk random pasangan! Kayaknya buat ryeowook sama sungmin yang paling gampang ya! Buat kejutan wookie yang saya jadian seme. Huahahahahaha….
Maykyuminnie : Dia masih tetap dengan style innocent nya kok yank! #author beneran ketularan kibum#
