break up [stage 1.3]
bang chan × kim woojin
stray kids fanfiction
•••
tiga bulan pertama dalam suatu hubungan adalah masa yang manis. semua terasa seperti siraman madu dan hujan permen. dan bagi chan, woojin itu lebih manis daripada apapun.
"kelas terakhirmu jam berapa?"
"kurasa jam enam lewat, dosen hari ini hobi melanggar waktu." woojin bisa mendengar kekeh chan di ujung sana.
"aku menunggumu di tempat biasa kalau begitu." tempat biasa yang dimaksud chan adalah kedai ramyun tempat mereka pertama menghabiskan waktu berdua. kedai itu telah beralih fungsi bagi keduanya. bukan hanya tempat makan, tapi juga untuk berkencan.
"baiklah. ku tutup ya, sebentar lagi dosenku datang."
woojin kembali menatap papan tulis di hadapannya. pemuda itu menjalankan harinya seperti biasa. menyelesaikan pendidikan yang diinginkan orang tuanya dengan baik, menjalin pertemanan dengan mahasiswa lain, juga berkeliling ke tempat-tempat menyenangkan favoritnya.
yang berbeda kini dia memiliki bang chan. kekasihnya. pemuda yang bisa dia ajak berbagi keluh kesah hidup lebih dari minho, salah satu kawannya di kampus, atau jeongin, sepupunya yang jarang sekali mampir ke rumah karena sibuk dengan pendidikannya sendiri. pemuda yang pesannya mengisi enam puluh persen bagian dari pesan-pesan yang masuk ke ponselnya, menggantikan jumlah pesan ibu serta jeongin. juga pemuda yang menemaninya mencari dunia baru.
jarum panjang di arloji woojin sudah hampir mendekati angka tiga, sementara jarum pendeknya bergerak menjauhi angka enam saat dia menjejakkan kaki di dalam kedai favoritnya. chan ada di sana, di dekat jendela, tempat yang selalu mereka isi jika berkunjung. pemuda itu tak menyadari kehadiran woojin. dia sibuk berbincang dengan mangkuk berisi tteokbokki di hadapannya. woojin terkikik, chan bisa menjadi sosok yang begitu menggemaskan.
"enak sekali sepertinya." "oh astaga, kau sudah datang." chan terburu membersihkan mulutnya lalu meminta woojin duduk lalu bersiap bangkit.
"kau mau kemana?" "pesan makanan." woojin mencegah, lengan chan ditarik pelan hingga sang kekasih kembali ke tempat duduknya.
"sebelum mengejutkanmu tadi, aku sudah pesan. untukmu juga." chan memasang wajah menyesal. woojin buru-buru menarik kedua pipi kekasihnya itu. "jangan memasang wajah seperti itu. ayo tersenyum."
chan tidak bisa menahan senyum untuk terukir. dilepasnya perlahan telapak woojin di pipinya lalu digenggamnya erat. woojin selalu suka, telapak tangan chan hangat sama seperti hatinya.
"sambil menunggu, ayo suapi aku." chan terkekeh, melepaskan genggamannya dan menyumpit tiga tteokbokki sekaligus. keduanya tersenyum.
tteokbokki pedas itu terasa begitu manis.
••●••
