"hey, bangun!"aku membuka mataku cepat dan menyadari bahwa kereta sudah berhenti, lalu kutatap pria yang membangunkanku

"Malfoy?ya ampun,maaf!"aku terlonjak saat menyadari aku tertidur di bahunya, Draco hanya mendengus menatapku

"Dimana yang lain?"tanyaku canggung sambil melihat kesekeliling kompartemen yang sudah kosong

"sudah keluar"sahutnya sambil membereskan tasnya

"Mione, Draco…"aku menengok ke arah suara yang memanggil kami, Harry berdiri di pintu kompartemen bersama Cho

"Hai Harry, hai Cho…"sahutku sambil tersenyum

"Ayo kita keluar"ajak Harry, aku melirik kearah Draco yang sudah berdiri di sampingku

"Baiklah,let's go…"kami pun menuruni kereta dan segera menuju Hogwarts

.

.

.

Semua mata tertuju padaku begitu aku memasuki Hogwarts,sepertinya pertunanganku dengan Draco benar-benar jadi topik hangat bagi semua orang saat gadis yang berbisik-bisik bahkan menatapku dengan sinis,aku hanya bisa menunduk menghindari kontak mata dengan akupun sampai di pintu asrama Gryffindor, aku mengucapkan sandi lalu segera masuk.

"hai.."sapa beberapa orang yang berkumpul di ruang rekreasi begitu melihatku

"selamat ya…"ucap beberapa orang yang lain, aku hanya tersenyum menanggapi dan segera masuk kekamarku

"hai Mione…"sapa Ginny begitu aku masuk, aku melihat sekeliling kami dan bernafas lega karena Ginnya hanya sendiri disana

"hai Gin…"aku langsung menghempaskan tubuhku ke tempat tidur

"kau kelelahan Mione?wajahmu pucat sekali"Ginny bertanya sambil membongkar tasnya

"ya,aku lelah sekali Gin…aku hampir tidak tidur semalam"jawabku

"menjaga Sophie ya?bagaimana hasil operasinya?maaf aku tidak bisa menemani kalian"

"operasinya lancar…untuk sementara kami tidak perlu mengkhawatirkan keadaan Sophie, dokter bilang ada kemungkinan sel kankernya sudah terangkat sepenuhnya, tapi ada kemungkinan juga sel kanker itu masih ada dan sewaktu-waktu bisa tumbuh 50:50 Gin…"aku menghela nafas

"aku yakin Sophie pasti sembuh Mione,operasi itu pasti berhasil…."ucap Ginny sambil tersenyum

"aku juga berharap begitu"aku menengok ke arah jam dinding dan menyadari waktu makan malam sudah tiba

"kita harus segera ke aula besar"ujarku lalu segera merapikan seragam dan rambutku

"kau duluan saja Mione,aku masih harus membereskan barang-barangku, aku akan menyusul beberapa menit lagi"

"aku menunggumu saja, aku malas jalan sendiri"Ginny mengerutkan keningnya

"tidak biasanya kau seperti ini,ada apa?"

"aku agak terganggu dengan tatapan dari siswa lain, mereka seperti hendak menelanku hidup-hidup"Ginny tertawa

"penggemar Malfoy ya?mereka pasti jealous sekali"

"jangan tertawa Ginny, tatapan mereka itu mengerikan"seruku

"kau kan tidak salah Mione, untuk apa kau takut…abaikan saja mereka, lagipula si Malfoy itu kan memang mencintaimu,kalian saja yang selama ini pacaran dibelakang kami…bahkan aku tidak pernah di beritahu"Ginny merengut

"maaf ya Gin…"hanya itu yang bisa ku ucapkan, sebenarnya setiap menyinggung Draco aku jadi merasa bersalah karena berbohong pada Ginny dan yang bilang pada keluarga Weasley bahwa aku sudah lama berpacaran dengan Draco, hanya saja kami berdua menutupinya karena takut ketahuan wartawan yang sedang menyoroti kehidupan keluarga dan Draco sudah mengarang cerita yang sama untuk diceritakan pada Orang tuaku dan teman-teman kami yang bertanya

"aku sudah selesai,ayo pergi,sepertinya kita sudah terlambat"ajak Ginny yang menyadarkanku dari lamunan, aku pun segera mengikutinya. koridor-koridor sudah sepi, sepertinya semua siswa sudah berkumpul di aula akan memasuki pintu aula aku mendengar seseorang memanggilku

"Hermione…"aku menengok dan menyadari itu adalah Draco, sejak kapan Ia memanggilku Hermione?aku melirik kearah Ginny dan Ginny segera meninggalkan kami

"ada apa?"tanyaku, Draco lalu mendekatiku

"kau lama sekali!aku sudah menunggumu sejak tadi"aku mengerutkan kening

"untuk apa?"

"Dumbledore baru saja mengumumkan sesuatu"

"apa?"

"kau dan Cedric akan jadi ketua murid"jawab Draco malas

"benarkah?tapi Dumbledore tidak mengatakan apapun padaku"

"aku hanya ingin mengingatkanmu tentang perjanjian kita, kau tidak boleh terlihat terlalu dekat dengan pria dihadapan orang itu Harry atau teman rambut merahmu itu"

"maksudmu Harry dan Ron?mereka itu sahabatku, tidak akan ada masalah jika kami terlihat bersama"memang tidak akan ada masalah jika bersama dengan Harry dan Ron, tapi seasrama dengan Cedric?itu baru masalah besar!batinku.

"jangan membantah!mulai sekarang kau makan di meja Slytherin agar orang lebih yakin"aku mengerutkan keningku, orang ini terlalu pengatur!

"kenapa harus aku?teman-teman Slytherin mu itu menyebalkan…lebih baik kau saja yang duduk di meja Gryffindor"bantahku yang sontak membuat wajah Draco memerah kesal

"aku yang mengatur disini Hermione Granger!"desis Draco

"aku bukan budakmu Malfoy!"aku berpaling hendak meninggalkan Draco, tapi ia menarik tanganku

"kau harus menurutiku!"desisnya tajam dan segera membawaku masuk, tangannya menggenggam tanganku erat,terlalu erat hingga membuat tanganku sakit. karena semua orang menatap kami, aku pun terpaksa mengikuti duduk di sampingnya walaupun banyak gadis Slytherin yang berbisik-bisik sambil menatapku, terutama Pansy Parkinson dan Daphne Greengrass.

"puas?"bisikku pada Draco, Draco tidak peduli dan langsung memakan buah apel yang sudah tersedia di hadapannya

"kau tidak mendengarku Malfoy!"desisku

"panggil aku Draco kalau tidak mau orang curiga"bisiknya sambil menyodorkan sepotong pie tanpa sekalipun menatap ku, aku memakan pie itu

"selamat Mione"aku menengok dan menyadari Cedric berdiri di belakang kami

"untuk apa?"tanyaku bingung

"kau terpilih menjadi ketua murid putri"jawabnya

"oh..selamat untukmu juga"ucapku saat sudah mengerti maksudnya

"kita akan pindah ke asrama ketua murid malam ini, kuharap Draco tidak keberatan"Cedric tersenyum sambil menepuk pundak Draco

"tentu tidak Ced, tenang saja"sahut Draco sambil menggigit apelnya lagi

"kau serakah sekali Granger"komentar Daphne Greengrass tiba-tiba sambil menatapku tajam

"hah?"aku segera balas menatap tajam pada Daphne

"kau bersama Draco dan sekarang kau akan seasrama dengan kekasihku,aku tidak bisa terima hal ini!"pekik Daphne

"bukan aku yang mengajukan diri Greengrass..lagipula aku tidak akan mengganggu Diggory…"jawabku, seisi Aula mulai menyadari pertengkaran kami

"sudah lah Daphne, tidak akan terjadi apapun di antara kami"tegur Cedric

"tapi Ced…"jawab Daphne

"sudahlah, kau juga harus bisa menghargai Draco sebagai tunangan Granger"lanjutnya

"tidak usah pedulikan dia"ucap Draco padaku sambil kembali menggigit apelnya

"minta maaf padanya Daph.."ucap Cedric yang sepertinya tidak enak dengan kelakuan kekasihnya

"tidak!"jawab Daphne

"Daph…come on…"

"kubilang tidak ya tidak!"pekik Daphne lalu mengajak Pansy keluar meninggalkan kami

"maafkan dia Granger, dia hanya sedikit cemburu"ucap Cedric setelah Daphne pergi

"tapi dia tidak perlu mengataiku seperti itu"dengusku

"maaf ya"ucap Cedric lagi sambil tersenyum

"baiklah, tapi jangan sampai dia mengulanginya"jawabku sambil membalas senyum Cedric yang seperti biasa membuat jantungku hampir melompat kearah Draco yang sepertinya tidak terlalu peduli ini memang aneh, dia sendiri yang menyuruhku untuk terlihat meyakinkan, tapi nyatanya dia sendiri yang bersikap sangat dingin padaku, mana ada yang percaya bahwa dia menyukaiku kalau begini terus.

"sebelum pukul 9 kita di suruh menemui Dumbledore, kita bertemu di asrama ketua murid pukul bisa kan Granger?"Tanya Cedric

"ya, aku akan menemui mu disana"jawabku

"baguslah, senang berpartner denganmu"ucap Cedric lalu segera pergi, sepertinya ia pergi untuk menyusul Daphne

"kalau aku jadi Cedric,sudah kubuang makhluk seperti Daphne itu, tidak berguna!"dengus Draco

"kau memang tidak akan mengerti, itulah yang dinamakan cinta, kalau sudah seperti itu akal sehat tidak bisa berjalan lancar lagi"jawabku ketus sambil melambaikan tangan pada Harry yang berjalan menghampiri kami

"wah…Gryffindor akan sepi Mione"ucap Harry lalu duduk di samping ku, aula besar sudah mulai sepi karena para siswa sudah banyak yang kembali ke asrama masing-masing

"berlebihan!kau juga jarang di asrama, kau kan selalu sibuk dengan kegiatanmu"jawabku yang disambut tawa oleh Harry

"oh iya, bukankah bulan depan akan ada pertandingan Quiditch antar asrama?"Tanya Harry sambil melirik Draco

"begitulah…"sahut Draco sambil mengendikan bahunya

"bagaimana kalau kita berlatih tanding Draco?"

"kapan?"Draco balas bertanya

"minggu depan?"

"baiklah, kita juga sudah lama tidak berlatih bersama, kau tidak kembali ke asrama?"Tanya Draco pada Harry sambil beranjak berdiri, sepertinya ia akan segera kembali ke asramanya

"ya,aku juga akan segera kembali, Mione, apa kau perlu bantuan untuk membawa barangmu ke asrama ketua murid?"tawar Harry, aku berpikir sebentar, barang-barang ku memang cukup banyak jika ku bawa sendirian

"tidak usah sungkan padaku Mione"ucap Harry lagi yang sudah sangat tahu kebiasaanku

"baiklah, kalau kau tidak keberatan"jawabku sambil tersenyum

"kalau begitu kita kembali sekarang saja, aku tidak mau sampai melewati jam malam"ajak Harry

"baiklah"

"hei Draco, kau tidak ikut membantu Mione?"Tanya Harry pada Draco yang berjalan bersama kami, Draco mengernyit mendengar pertanyaan Harrry

"menyusahkan saja"dengus nya

"dia itu kan tunanganmu, apa yang salah dengan kalian berdua sebenarnya?"ucap Harry menatap Draco dan aku bergantian

"kami baik-baik saja Harry, kau kan tahu Draco memang tidak suka mengerjakan hal semacam itu"aku melirik Draco tajam memberinya kode untuk segera mencari cara meyakinkan Harry

"kau lihat kan?Hermione saja mengerti, tidak perlu curiga seperti itu..kau tahu aku seperti apa, kami berdua sudah biasa seperti ini"ujar Draco sambil menyentuh rambutku, Harry menatapku aneh dan aku hanya memberi Harry tatapan "please-berhenti-bertanya", Harry mengangguk dan kami pun berpisah dengan Draco di ujung koridor, setelah Draco pergi Harry langsung menghentikan langkahnya

"ada apa Harry?"tanyaku

"kau masih berutang penjelasan padaku, ingat?"aku melirik sekeliling kami dan memastikan tidak ada orang yang melihat atau mendengar

"apa lagi?kupikir aku sudah jelaskan semua padamu"

"kau bohong Mione, aku tahu sifat Draco dan aku sangat tahu sifatmu…kalian berdua tidak mungkin melakukan hal ini tanpa ada alasan yang kuat"aku tersenyum

"apa alasan bahwa kami saling mencintai itu belum cukup kuat?"tanyaku

"jangan membohongiku Mione, kau mungkin bisa membohongi yang lain, tapi aku ini sudah mengenalmu sejak terpampang jelas di wajahmu"aku terdiam sejenak

"lalu…menurutmu,kenapa aku dan Draco harus melakukan hal ini?"aku menatap wajah Harry serius

"kalian pasti punya alasan tertentu, kau bisa ceritakan apapun masalahmu padaku Mione,kau tidak perlu menyimpannya sendiri"aku menghela nafas panjang

"kami memang punya alasan Harry, jadi jika kau benar-benar peduli terhadap kami, berhenti berusaha membuatku membongkar semuanya"

"aku hanya tidak ingin kau terluka Mione,kau itu sahabat memang juga sahabatku tapi dia bukanlah pria yang pantas untukmu Mione, kau akan tersakiti jika bersamanya"aku mengedarkan pandanganku ke sekitar kami lagi

"terima kasih karena kau peduli padaku, tapi kumohon biarkan aku mengambil resiko dari keputusanku sendiri"aku tersenyum menatap Harry

"kau bisa cerita padaku kapanpun kau siap, dan aku pasti akan membantu jika aku bisa"aku memeluk Harry

"thanks Harry"

"ayolah, kita harus cepat memindahkan barangmu"ucap Harry

.

.

"hai Granger"sapa Cedric begitu aku keluar dari kamar ketua murid putri setelah memasukan koperku kedalam kamar

"oh, kau sudah datang…"ucapku sedikit terkejut melihat Cedric yang sudah duduk di sofa ruang rekreasi

"ya,aku baru saja tiba"jawabnya, aku mengangguk lalu duduk berhadapan dengan Cedric

"bagaimana Greengrass?"tanyaku

"Daphne?dia hanya sedikit kesal, tapi besok pagi juga akan berhenti sendiri"

"kau tidak menemuinya?"Cedric tersenyum

"untuk apa?dia selalu seperti itu, jadi kau tenang saja…"jadi Cedric tidak menyusul Daphne tadi,aku tersenyum kecil mendengarnya

"kenapa tersenyum?"Tanya Cedric

"ah..tidak, tidak ada apa-apa"jawabku canggung, aku melirik kearah jam dinding, baru pukul 8 malam lewat beberapa menit

"umm..jadi apa yang perlu di bicarakan dengan Dumbledore nanti?"aku memulai pembicaraan

"aku juga belum tahu,menurutmu apa?"jawabnya, aku menggeleng sambil menatap lantai, hanya berdua di ruangan sebesar ini dengan Cedric terasa sangat aneh!

"apa semua barangmu sudah kau pindahkan?"Tanya Cedric sambil memutar-mutar sebuah buku di tangannya

"ya, sudah"aku melihat kearah buku di tangannya, bukankah itu novel Romeo and Juliet?

"Romeo and Juliet?"tanyaku sambil menunjuk kearah buku itu, Cedric melirik buku ditangannya

"ya, apa kau sudah membacanya?"aku mengangguk

"tentu saja, itu buku favoritku"

"benarkah?kupikir kau hanya membaca buku pelajaran saja Granger"Cedric tertawa, tapi aku hanya tersenyum menanggapi

"maaf, aku hanya bercanda, aku merasa kita sedikit canggung"Cedric berhenti tertawa sambil berdeham kecil

"tidak apa-apa, aku mengerti"jawabku

"jadi kenapa kau suka buku ini?"Tanya Cedric

"aku menyukai perjuangan Romeo dan Juliet untuk bersama, meskipun itu terlihat tidak mungkin"Cedric tersenyum menatap gambar Romeo dan Juliet di cover buku

"tapi perjuangan mereka sia-sia kan?mereka tetap tidak bisa bersama sampai akhir"aku terdiam mendengar jawaban Cedric

"seberapa pun mereka mencoba, kenyataan hanya membuat mereka semakin tersiksa, bahkan mati pada akhirnya"sambungnya lagi

"setidaknya mereka mencoba"sahutku

"begitukah menurutmu?"Cedric beranjak dari tempat duduknya

"aku ke kamar sebentar ya, nanti jika kau sudah siap untuk bertemu Dumbledore,ketuk saja pintu kamarku"dia berbalik hendak meninggalkan ruang rekreasi

"Diggory…"panggilku

"ada apa?"Cedric menoleh sambil tersenyum

"buku itu…kupikir hanya muggle yang menyukainya"

"Ibuku yang memberikannya padaku, ia sangat suka dengan buku ini"

"kau sepertinya tidak membeda-bedakan muggle dengan pure blood"gumamku

"semuanya sama saja kan?kita semua manusia, tidak ada bedanya"aku menatap Cedric cukup lama, pria ini sangat berbeda dengan pure blood yang lain

"umm..dan panggil aku Cedric saja ya"lanjutnya lalu segera masuk kekamarnya, meninggalkanku yang masih terpaku

.

.

.

TBC

Sorry lama update, aku sudah ngga bisa nyebutin alasannya satu-satu…

Makasih buat review temen-temen semua, semoga masih ada yang setia sama FF aku yang super aneh ini…

Buat banyaknya kesalahan di FF ini, I just can tell you that I'm really sorry….

Aku nerima kritik n saran yg sifatnya ngebangun kok, aku bisa di hubungi di AndieVcullen atau FB dengan nama Andie Vincentcia(D'Jungjungie)

Makasih….