BTS FIC!

WARN! BxB, TYPOS, tidak sesuai EYD, Alur kecepetan, cerita pasaran.

[FAITHFUL CHAPTER 4]

~Nyonya Jung Present~

CHAPTER 4

Jimin ingin menemui Yoongi di kelasnya tapi saat dia akan pergi, sesuatu menahan tangannya. Jiminpun menoleh dan melihat siapa pelakunya. Dan ternyata Kim Nara.

'Ck. Mau apa sih' batin Jimin.

Jimin hanya diam sambil menatap tajam sang pelaku.

"Jimin. Kau Park Jimin kan?"

"Hn. Darimana kau tahu?" Tanya Jimin sambil melepas kasar tangan Nara dari tangannya.

"Nanti kau akan tau, sekarang temani aku ke kantin ya" ucapnya riang dan tanpa persetujuan, dia langsung menggandeng lengan Jimin.

"Yak, kau! lepas kan tanganku!" Teriak Jimin.

"Wae? Ayolah aku lapar" ucap Nara.

Jimin hanya pasrah dengan kelakuan perempuan itu.

Dan sampailah mereka di kantin. Jimin menghempaskan tangan Nara dari lengannya.

"Ada apa?" Tanya Nara.

"Carilah teman-temanmu. Aku kesini hanya mengantarmu, tidak lebih." Ucap Jimin datar dan langsung melenggang pergi meninggalkan Nara yang teriak memanggil namanya.

.

.

.

Jimin bergegas ke arah kelas Yoongi. Tapi mereka bertemu di tengah jalan, ternyata Yoongi juga ingin ke kelas Jimin.

"Hai hyung cantik" ucap Jimin dengan wajah menggoda.

"Ish hentikan itu, Jim. Ayo makan bekal bersama ku" ucap Yoongi sambil mengangkat bekalnya.

"Ayo! Kali ini dimana? Di kelasku atau dikelasmu? Ah atau kau ingin di ranjang kamarku, eoh?"

Wajah Yoongi memerah sampai telinga -malu- mendengar kata-kata Jimin.

'Pikiran bocah ini terlalu dewasa!' Batin Yoongi gemas.

"K-kelasmu saja. Dan berhenti menggodaku Park Jimin"

Setelah itu pun Yoongi dan Jimin langsung pergi.

"Duduklah hyung" ucap Jimin.

"Jim, kau duduk dengan Taehyung? Bukannya kau duduk sendiri?" Tanya Yoongi.

"Duh teman hidupku perhatian sekali, sampai tahu kalau aku pindah" ucap Jimin

"Berhenti menggodaku Jimin-ah~" ucap Yoongi merajuk dengan wajah yang memerah seperti tomat.

Jimin cekikikan sendiri melihatnya. Sangat menyenangkan menggoda Yoongi seperti ini.

"Jawab pertanyaanku Jimin"

"Ada murid baru, hyung" ucap Jimin santai sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.

"Murid baru? Lalu apa hubungannya dengan kau jadi duduk dengan Taehyung?" Tanya Yoongi bingung.

"Hyung, kau seperti merelakan aku dengan orang lain kau tau." Jimin berucap dengan nada sedih yang dibuat-buat.

"Tidak! Aku tidak merelakanmu dengan orang lain Jimin-ah" ucap Yoongi sambil memainkan baju Jimin yang keluar dari celananya.

"Iya sayang, aku hanya bercanda. Murid baru itu perempuan, aku tidak akan membiarkan kekasihku ini menangis karena melihatku dengan perempuan lain" Jimin mencubit pelan pipi Yoongi.

"Siapa yang cemburu eoh?"

"Ah, jadi begitu. Baiklah, YEIN-SSI!"

"YAK! Park Jimin bodoh!" Ucap Yoongi kesal

Jimin tertawa senang melihat Yoongi.

Jimin dan Yoongi tetap melanjutkan candaan mereka. Tapi mereka tidak sadar bahwa sedari tadi, Kim Nara memerhatikan kegiatan mereka.

'Cih, jadi Jimin menyukai orang seperti itu? Lelaki putih pucat, kampungan, dan kelihatannya dari kelas biasa. Tidak ada yang menarik. Akan ku buat Jimin menyukai ku.' Batin Nara.

Bel istirahat selesai telah berbunyi

"Kenapa istirahatnya sebentar sekali, sih" gerutu Jimin

"Lalu kau ingin selama apa lagi?" Ucap Yoongi cekikikan melihat kekasih kekanakannya ini.

"Aku tidak puas karena bertemu denganmu hanya sebentar"

"Tidak apa-apa, nanti kita kan pulang bersama" ucap Yoongi sambil tersenyum hangat.

"Baiklah, ayo ku antar ke kelas mu" Jimin menggandeng tangan Yoongi.

Jimin mengantar Yoongi ke kelasnya. Perlakuan Jimin kepada Yoongi membuat siapapun yang melihat gigit jari.

"Hyung, nanti kau tunggu aku disini ya" ucap Jimin sambil mengacak rambut Yoongi.

"Baiklah, aku akan menunggumu."

.

.

.

Pelajaran kembali dimulai, kali ini pelajaran matematika. Jimin yang terkenal sebagai 'Ace of Math' santai saja. Toh, pelajaran hari ini dia sudah mengerti.

Jimin terlihat mengabaikan pelajaran kali ini, dia memikirkan Yoongi, Man. Entah hanya perasaannya saja atau bagaimana, tapi dia merasa Yoonginya tambah cantik saja. Jimin sedang memikirkan bagaimana jika dia mengajak Yoongi kencan, pasti menyenangkan.

Lama Jimin terlarut dengan dunianya, sampai-sampai...

TUK!

"Tidak biasanya kau tidak fokus dalam pelajaranku Tuan Park"

Guru Kang sudah di hadapan Jimin.

Semua mata tertuju padanya. Jimin pun menghela nafas.

"Sekarang, kerjakan soal-soal di depan!"

"Mati kau Park, mati! Habis sudah riwayatmu!" Ucap Taehyung pelan dan ketakutan.

"Mau lihat pertunjukan?"

Jimin berjalan maju ke depan, dan mengerjakan soal-soal tersebut.

Jimin membalikan badannya, dan meletakkan spidol di meja guru.

"Aku menyesal telah mengabaikan pelajaran ini, ternyata soal di papan tulis sulit sekali untukku. Dan soal nomor tiga adalah yang paling sulit." Ujar Jimin dengan nada menyesal sambil membungkuk maaf.

Guru Kang bersmirk ria melihat Jimin. Tapi dia sangat terkejut saat melihat hasil kerjaan Jimin. Sempurna. Ya, dia menyelipkan satu soal perguruan tinggi disana. Dan harusnya Jimin tidak bisa mengerjakannya. Tapi salahkan otaknya yang kelewat jenius itu jika sudah menyangkut matematika.

"Pekerjaanmu s-sempurna, tidak ada salah sedikitpun. Kau boleh duduk. Jangan mengulanginya lagi" ucap guru Kang terbata.

Jika kalian mempercayai ucapan Jimin begitu saja, itu salah besar! Dia hanya akting.

Murid-murid disana pun berdecak kagum pada 'Ace of Math' mereka.

"Benarkah? Wah padahal aku tadi hanya asal mengerjakannya" ucapnya -bohong-

Jimin melangkahkan kakinya menuju bangkunya.

"Aktingku baguskan?" Tanya Jimin.

"Kau gila, Park! Tapi salah dia juga, sudah berani bermain-main pada Ace of Math kelas ini"

Tapi kelakuan Jimin malah membuat seseorang makin terlihat menyukainya. Siapa lagi kalau bukan Kim Nara.

'Terlalu keren. Aku suka gayanya.' Batin Nara

Tidak terasa jam sekolah sudah berakhir. Jimin segera membereskan semua bukunya dan bersiap ke kelas Yoongi.

"Mau ke kelas Yoongi-hyung lagi?" Tanya Taehyung.

"Memang aku mau kemana lagi selain ke kelasnya, uh?" Jawab Jimin sambil tersenyum.

'Kalau pembicaraan menyangkut Yoongi-hyung pasti seperti itu' batin Taehyung malas.

"Baiklah, aku akan ke kelas my lovely Kookie"

"Terserah, aku duluan ya" ucap Jimin sambil ber-highfive dengan Taehyung.

Baru saja keluar kelas, Jimin malah ditahan oleh Nara.

"Apa lagi?" Tanya Jimin malas.

Tanpa mengucapkan apapun, Nara kembali menarik Jimin. Kali ini ke taman sekolah.

"Yak! Apa-apaan ini?! Menarik tangan orang sembarangan" ucap Jimin kesal sambil melepas tangan Nara saat mereka sampai di taman.

"Kau sudah punya kekasih ya?" Tanya Nara sedih.

"Untuk apa kau bertanya seperti itu? Itu sama sekali bukan urusan mu"

"Jimin, tidak kah kau mengingatku?" Tanya Nara miris.

"Bicara apa kau ini, sudahlah aku ada urusan"

"Jimin-ah"

Nara menahan tangan Jimin dan menatapnya dalam penuh harap.

.

.

.

Sudah hampir setengah jam Yoongi menunggu Jimin, tapi kekasihnya itu tidak datang juga.

"Huh Jimin kemana?" Ucap Yoongi sebal. Karena gemas akhirnya Yoongi memutuskan untuk mencari Jimin.

Saat dia keluar dari kelas, ternyata Jimin baru datang sambil berlari.

"Hyung, maafkan aku. Kau pasti menunggu lama ya?" Ucap Jimin masih mengatur nafasnya.

"Tidak apa-apa. Kau habis dari mana?"

"Hanya hal tidak penting. Sekarang ayo pulang" ucap Jimin

'Tidak mungkin aku mengatakan bahwa tadi aku ditahan oleh Nara sialan itu pada Yoongi hyung' batin Jimin.

"Jim, kau aneh. Ada apa, eum? Ceritalah"

Yoongi tersenyum cantik sekali.

'Ya Tuhan aku menyesal telah mengikuti Nara sehingga membuat malaikatmu ini menungguku' batin Jimin.

"Tidak ada apa-apa, Hyung cantik. Sebegitu penasarannnya kah kau pada pendamping hidupmu yang tampan ini?" Jimin menampilkan wajah mesumnya.

"Jimin~ berhenti menggodaku" ucap Yoongi malu.

Jimin gemas dan langsung memeluk Yoongi.

"Hahaha iya maafkan aku, sayang. Ayo pulang" ucapnya lalu melepaskan pelukannya.

Selama perjalanan Yoongi merasakan ada yang berbeda dengan Jimin. Entah karena apa. Seperti sekarang, biasanya Jimin akan menggodanya habis-habisan, tapi nyatanya dia hanya diam sambil fokus menyetir. Sebenarnya ada apa dengan Jimin?.

"Kau kenapa? Tidak biasa seperti ini" ucap Yoongi sambil mengerucutkan bibirnya. Namun tidak ada balasan dari itu.

"..."

"Jimin? Kau mendengarku?" Tanya Yoongi sambil mendekatkan dirinya ke Jimin untuk melihat keadaannya.

"..."

"Hey? Jimin-ah kita sudah sampai di rumahku."

"Oh apa? Kita sudah sampai?" Tanya Jimin panik.

"Ya, kita sudah sampai daritadi. Kau melamunkan apa sampai tidak mendengarku bertanya?" Tanya Yoongi merajuk.

"Maaf hyung, aku tidak apa-apa. Jangan khawatir. Sekarang masuk lah, sudah hampir malam." Ucap Jimin sambil mengecup kening Yoongi.

"Baiklah, jika ada apa-apa kau bisa cerita padaku. Aku masuk dulu, ya" setelahnya Yoongi keluar dari mobil Jimin dan melambaikan tangannya ke arah mobil Jimin.

.

.

.

Saat sampai di apartemen, Jimin langsung membaringkan dirinya. Pikirannya menerawang pada kejadian di mana dia ditarik oleh Nara menuju taman sekolah.

'Tidak kah kau mengingatku?' Astaga itu benar-benar membuatnya pusing.

'Sebenarnya siapa Nara itu. Kenapa saat aku melihat tatapannya, terasa tidak asing lagi bagiku' batin Jimin kesal.

Di lain sisi, Yoongi yang menelpon lalu menanyakan keadaan Jimin lewat pesan pun khawatir. Biasanya setelah Jimin sampai rumah, dia akan langsung memberi kabar. Tapi sekarang sudah jam 9 malam, dan Jimin belum memberinya kabar. Dia kemana? Batin Yoongi.

.

.

.

'Halo Yoongi-hyung, tumben menelponku. Ada apa?' Ucap seseorang di sebrang sana.

"Maaf mengganggumu Taehyung-ah. Begini, daritadi aku menghubungi Jimin tidak dapat balasan. Kau tau dia dimana? Apa dia bersama mu?"

'Aku tidak tahu dia kemana, Hyung. Sekarang pun aku sedang tidak bersamanya.'

"Kalau begitu terima kasih Taehyung"

'Ya Hyung'

PIP

Yoongi cemas dengan keadaan Jimin. Tidak bisa berhenti memikirkannya sampai-sampai tanpa sadar dia tertidur dengan ponselnya yang masih dia genggam.

Di lain sisi, Taehyung berusaha mendapatkan kabar dari Jimin. Taehyung sudah menghubungi ponsel Jimin, tapi tidak mendapat jawabannya. Dan cara terakhir Taehyung adalah menelpon rumah Jimin.

'Maaf apa ada yang bisa saya bantu?' Ucap maid di sana.

"Ya Saya Taehyung, apa Jimin pulang ke rumah?"

'Maaf, tapi sepertinya Tuan Jimin tidak pulang ke rumah. Dia ada di apartemennya.'

"Begitu rupanya. Terima kasih"

'Baik Tuan Taehyung'

Setelahnya Taehyung langsung melesat pergi ke apartemen Jimin. Selama perjalanan dia pun merasa ada yang salah dengan Jimin. Jimin tidak mengangkat telpon darinya itu sudah biasa, tapi tadi apa? Telpon dari Yoongi pun juga tidak diangkat.

Taehyung sampai di apartemen Jimin, tanpa permisi dia langsung masuk dengan mudah karena passwordnya dia sudah hafal.

"Jimin-ah!" Teriak Taehyung yang langsung mengelilingi apartemen Jimin.

"Hey! Hey! Kau datang tidak bilang. Mau apa sih? Tiba-tiba masuk lalu teriak"

"Yah! Harusnya aku yang bertanya padamu! Kau kemana? Kenapa tidak mengangkat telpon dari Yoongi hyung?!" Tanya Taehyung bertubi-tubi

"Telpon? Yoongi hyung menelpon? Aku tidak mendengar nada deringku berbunyi.. Oh astaga! Jangan-jangan ponselku ada di Nara, dasar perempuan brengsek!" Ucap Jimin panik dan kesal.

"Maksudmu? Kenapa ponselmu ada di perempuan itu?"

"Ya, saat aku ditarik olehnya ke taman dia mengambil paksa ponselku lalu disembunyikan di balik tubuhnya. Jelas aku tidak sudi merebutnya, kalau aku merebutnya posisi kami pasti seperti berpelukan, aku bukan pemain sinetron dan sebagainya Tae"

"Astaga tapi kalau begini ceritanya Yoongi hyung jadi tidak bisa menghubungimu, bodoh"

"Kenapa kau tahu kalau Yoongi hyung menelponku?" Tanya Jimin dengan nada sinis

"Dia menelpon ku menanyakan apa kau ada bersama ku atau tidak. Didengar dari suaranya dia sangat khawatir denganmu. Lalu aku menghubungi nomor rumahmu dan katanya kau pulang ke apartemen, makanya aku kesini. Jelas?" Ucap Taehyung panjang lebar.

"Ya ampun lalu keadaan Yoongi hyung sekarang bagaimana. Ini semua gara-gara Nara, astaga harusnya aku merebutnya saja tadi" ucap Jimin panik.

"Heuh, coba kau telpon pakai ponselku" ucap Taehyung seraya memberi ponselnya ke arah Jimin

Jimin langsung menerimanya dan menelpon Yoongi.

Lama nada sambung itu berbunyi sampai operator disana mengatakan bahwa sambungan dialihkan ke kotak suara, tanda tidak ada yang menerima panggilannya. Lantas Jimin langsung mematikan sambungannya.

"Tidak diangkat, pasti dia sudah tidur" ucap Jimin lesu.

"Sudah hampir tengah malam, besok saja kau jelaskan padanya. Ok?"

"Hm baiklah, terima kasih Tae. Kau sahabat terbaikku"

"Bukan masalah, lain kali jangan diulangi hal seperti ini. Aku pulang ya" ucap Taehyung sambil menepuk bahu Jimin dan berjalan ke arah pintu keluar.

"Hati-hati di jalan Tae"

Taehyung yang mendengar hanya mengacungkan ibu jarinya tanda dia siap melaksanakan perkataan Jimin.

.

.

.

Keesokan harinya.

Yoongi sudah berdiri di depan kelas Jimin untuk menunggu kekasihnya datang.

Namun tanpa disangka ada seseorang yang menghampirinya.

"Kau"

Yoongi menatap orang itu, "Maaf? Kau memanggilku?" Tanya Yoongi dengan tatapan polosnya.

"Cih, jangan sok polos begitu. Aku muak melihatnya" ucapnya yang ternyata adalah Kim Nara.

"Maaf, tapi aku tidak tahu maksudmu" ucap Yoongi sopan walaupun di depannya adalah adik kelas yang tidak sopan.

"Asal kau tahu ya Min Yoongi. Jimin itu normal. Entah kenapa dia bisa jadi kekasihmu. Padahal kalau dilihat, kau sungguh tidak menarik, kulitmu pucat, kau pendek bahkan lebih tinggi aku, dan yang paling parah kau adalah lelaki"

Ucapan Nara benar-benar menusuk hatinya. Yoongi hanya bisa menundukan kepalanya.

Posisi mereka saat ini adalah Nara yang memojokkan Yoongi.

"Wah wah ada apa ini?" suara seseorang menginterupsi Yoongi dan Nara, sontak mereka berdua menoleh ke sumber suara.

"Jimin?" Gumam Yoongi. Air mata sudah menggenangi matanya.

.

.

.

TBC!

BIG THANKS FOR :

JJhopie94 | sugasmile | Sayakanoichinoe | vtae | minkook94 | SyubD | karina | kiranARMY | ameliariska330 | AgustD | Shannen | SiscaMinstalove | kyuminsimple0713 | AngelicARMY97 | MyNameX| Callieag97 | INDRIARMY | taehyungie | ekek | Jimsnoona | GitARMY | HappyHeichou | Valiens | diyahpark1004 | Riska971 | pchanyeol737 | VABshi | MixYoonFm | yo | biyuuu | TaeLove | Kyuusaaa | Asha Pratiwi | Phylindan | VHopeKookMin | mikan

dan yang follow, fav :D aku sayang kaliann ;**

huwaaa maafin Jung yang baru bisa update sekaranggg :"" maaf bagi yang nungguin ff inii kelamaan :""

demi apaa pas ngetik bagian akhir bener-bener perjuangan xD udah ngetik panjang-panjang, eh ada tikus masuk rumah, gara2 aku keasikan ngetik gak sadar kalo pintu kebuka, aku panik kan aku teriak2 terus ibuku dateng ngusir tikusnya, pas udah kelar, aku balik lagi kan ngetik, eh pas aku liat ke close, dan gak ke save :"D itu nyesek vroh.. tapi akhirnya dengan penuh kesabaran dan remake sedikit aku bisa ngetik bagian ituu xD tapi masalah belum berakhir, pas aku mau post, aku kan udah copy semuanya, aku tinggal ke tab lain, eh pas balik ke tab ffn malah ke reload, demi apa ini nyesekkk :"v oke cukup sudah curcolnya :3

LAST, REVIEW AGAIN? X'D