.

10 Maret 18:25

Yifan membanting kasar jaketnya ke lantai karena tidak menemukan Zitao di apartemen mereka, dia sudah menghubungi teman-teman seprofesi Zitao namun tidak ada satu pun yang mengetahui keberadaan istrinya tersebut, ditambah lagi ponsel Zitao yang dia temukan di atas sofa dengan puluhan missed call darinya. Setahu Yifan, istrinya tidak akan pergi kemana pun tanpa memberitahunya terlebih dulu. Zitao adalah istri yang penurut

" kau dimana sayang? " Yifan meremas surainya dan jatuh di sofa. Dirinya benar-benar tidak bisa berpikir jernih sekarang

.

10 Maret 18:26

Zitao beringsut mundur ketika Yoongi bergerak mendekatinya, tubuhnya bergetar membuat Yoongi menyeringai lebar

" kau mengenalku bukan? "

Zitao hanya diam dan terus mundur hingga punggungnya menabrak tembok

" tidak perlu takut, bukan aku yang akan berbuat jahat padamu " Yoongi berjongkok untuk menyamakan tinggi mereka, seringai di wajah manis sekaligus tampan miliknya belum juga hilang

" mereka akan tiba setengah jam lagi, oh dia sudah sadar rupanya " sebuah suara membuat Zitao menoleh ke arah pintu, tampak namja pengantar pizza yang sekarang sudah mengganti pakaiannya dengan kaus berwarna merah dan ripped jeans

" sebenarnya apa mau kalian? " cicit Zitao

" nanti juga kau akan tahu, sekarang tetaplah disini jangan mencoba keluar meskipun pintunya terbuka karena begitu kau keluar sesuatu yang tidak pernah kau bayangkan akan terjadi padamu " Yoongi menepuk pelan puncak kepala Zitao, dia lalu bangkit dan berjalan menuju pintu

" Tae akan datang sebentar lagi, Jiyong hyung dan Chaerin noona juga " ucap Jimin

Yoongi mengangguk singkat lalu menarik tangan Jimin keluar, dia terus menggenggam tangan namja itu selama berjalan di lorong. Mereka menuju sebuah ruangan yang merupakan ruangan milik Yoongi

" tak apa jika pintunya tidak ditutup hyung? " Jimin menutup pintu ruangan Yoongi sedangkan kakak angkatnya itu langsung menghempaskan tubuh ke sofa

" tidak ada yang perlu dikhawatirkan Jimin-ah, dia tidak akan bisa keluar dari tempat ini "

Jimin mengangkat kedua bahunya lalu berjalan menuju sofa dan duduk di samping Yoongi, langsung saja namja Min itu menyandarkan kepalanya ke bahu Jimin dan memejamkan mata. Jimin pun menyamankan posisinya di sofa lalu mengeluarkan ponselnya dan memilih bermain game online sembari menunggu kedatangan Namjoon dan Seokjin

.

10 Maret 18:35

Taehyung disambut oleh seorang namja di garasi yang langsung membungkuk hormat padanya, dia lalu keluar dari mobil dan segera menghubungi seseorang yang sepertinya menunggu untuk dihubungi

" ada apa? "

Taehyung hampir saja terkekeh kalau saja dia tidak segera menyadari jika kekehannya akan membuat yeoja yang sedang dihubunginya ini menjadi semakin marah. Dia masuk ke dalam bangunan besar berwarna putih itu diikuti oleh namja yang tadi menyambutnya

" maaf Kookie, aku benar-benar sibuk. Kau pasti mengerti "

" setidaknya jangan berjanji oppa, aku kesal menunggumu menghubungiku "

Taehyung tahu jika yeoja bernama Jeon Jungkook itu sedang mengerucutkan bibirnya lucu " aku benar-benar minta maaf Kookie, setelah ini aku akan menjemputmu "

" lupakan, aku sedang sibuk "

Taehyung naik ke lantai dua dan berjalan menuju ruangannya " aigoo.. maafkanlah aku Kookie, jika aku tidak sibuk aku pasti menghubungimu "

" sudahlah "

Taehyung membuka pintu ruangannya " aku akan menjemputmu dua jam lagi setelah aku menyelesaikan beberapa urusan. Bersiaplah yang cantik "

" aku memang sudah cantik "

Taehyung tertawa keras " nde, Jeon Jungkook adalah yeoja tercantik yang pernah Kim Taehyung temui. Sampai jumpa dua jam lagi "

Hanya sebuah deheman singkat yang kemudian berakhir dengan sambungan telepon yang diputus oleh Taehyung. Dia lalu menoleh pada namja yang sejak tadi mengikutinya dari garasi

" dia sudah tiba? "

" iya tuan "

" dimana Yoongi hyung dan Jimin hyung? "

" tuan Yoongi dan tuan Jimin sedang berada di ruangan tuan Yoongi "

Taehyung mengangguk lalu duduk di kursinya dan menuangkan wine di gelas

" pergilah, beritahu aku jika hyung dan Seokjin noona sudah tiba "

Namja itu membungkuk sopan lalu berjalan keluar dan menutup pintu perlahan agar tidak menimbulkan bunyi

.

10 Maret 17:02

Hoseok berjalan kesana kemari sembari sesekali melihat ke arah pintu kedatangan dengan pandangan cemas

" kenapa oppa belum juga muncul? "

" jangan khawatir nona, tuan Namjoon akan keluar sebentar lagi " ujar Shin

Dan wajah Hoseok yang sedari tadi cemas pun berubah cerah ketika Namjoon muncul dari pintu yang sejak tadi dipandanginya. Namja itu berjalan cepat menuju Hoseok dan memeluknya erat

" aku merindukanmu oppa "

" nado Seokkie " Namjoon mengecup leher Hoseok yang terbuka karena yeoja kesayangannya itu mencepol ke atas surai emasnya. Troli berisi barang-barang Namjoon dan Seokjin sudah dibawa oleh dua orang namja yang juga ikut bersama Hoseok dan Shin

" kita langsung pulang? " tanya Seokjin yang langsung mendapat pandangan tidak suka dari Hoseok sementara Shin langsung memegang tas tangan Hoseok

" tidak, kita akan pergi ke markas "

" aku ikut " ujar Hoseok

Namjoon menggeleng " kau langsung ke rumah saja chagi, aku tidak akan lama "

Hoseok pun segera mengerucutkan bibirnya dan membuat Seokjin ingin memenggal kepala seseorang " tapi aku ingin ikut, sudah lama aku tidak pergi kesana "

" kau yakin? Disana akan terjadi sesuatu yang berbahaya "

Namjoon menimang sejenak dan sebelum dia melarang lagi Hoseok untuk pergi bersamanya ke markas, Seokjin pun bersuara terlebih dahulu

" biarkan dia ikut "

" baiklah, kau boleh ikut "

Hoseok pun kembali memeluk Namjoon sembari menatap Seokjin seolah mengusir yeoja itu dari pandangannya yang ditanggapi Seokjin dengan bahu terangkat sekali dan berjalan mendahului mereka

.

10 Maret 17:02

" hyung sudah menghubungi teman-teman noona? " Sehun meletakkan secangkir coklat panas di atas meja

" sudah Hun-ah dan mereka tidak tahu dimana Zitao berada. Astaga, ini bahkan sudah malam dan aku tidak mengetahui keberadaannya " ujar Yifan kacau

" apa mungkin Zitao noona diculik? "

Kedua mata Yifan membesar " benarkah? "

" aku hanya menebak hyung tapi ini aneh sekali, Zitao noona menghilang dan ponselnya saja berada di rumah "

Yifan kembali mengacak surainya frustasi, kepalanya serasa terbakar

" aku sudah meminta beberapa orang kita untuk mencari Zitao noona, semoga saja bisa ditemukan " ujar Jongin yang juga ikut datang bersama Sehun. Dalam hatinya dia sedang menduga apa yang terjadi dengan istri atasannya ini dan dia segera menepis sebuah kemungkinan yang baru saja muncul di dalam otaknya

Yifan meletakkan lengannya di kedua mata " dia sedang hamil Hun-ah dan kondisinya lemah, bagaimana jika terjadi sesuatu yang buruk? "

Dan Sehun hanya terdiam, dia tidak tahu harus berbicara apa dan Jongin menutup matanya, hatinya benar-benar tidak tenang sekarang. dia takut apa yang baru saja dia pikirkan menjadi kenyataan

.

10 Maret 17:22

Namjoon membuka pintu mobil agar Hoseok dapat keluar, dia lalu menggandeng tangan Hoseok setelah sebelumnya melirik Seokjin yang juga baru saja tiba. Tak lama setelah Namjoon dan Hoseok masuk, sebuah lambhorgini berwarna putih juga baru saja berhenti di dalam garasi. Sepasang suami istri keluar dari sana dengan senyum tipis

" selamat datang oppa, unnie " Seokjin membungkuk sopan

" apa sudah dimulai? " tanya Jiyong

Seokjin tersenyum " semuanya tidak akan mulai sebelum aku tiba oppa, masuklah "

Jiyong mengangguk dan merangkul pinggang Chaerin. Mereka lalu masuk dan segera menuju lantai dua. Namjoon baru saja menyudahi ciuman panasnya pada Hoseok ketika Chaerin berdehem

" unnie " seru Hoseok riang

" lama tidak bertemu Hoseokkie " ucap Chaerin

" khaja " ujar Seokjin dan tersenyum sejenak pada Jimin dan Yoongi baru saja keluar dari ruangan milik Yoongi

Betapa terkejutnya Hoseok saat melihat Zitao terduduk di lantai ruangan yang dinamakan Namjoon sebagai ruang penyiksaan

" oppa " Hoseok menarik ujung jaket Namjoon

" ada apa sayang? "

Hoseok meringis ketika Seokjin menampar Zitao, dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi namun dia dapat memastikan satu hal jika Zitao membuat masalah dengan kelompok kekasihnya. Tapi apa? setahu Hoseok, Zitao adalah seseorang yang hidupnya lurus

" aku mengenalnya "

Namjoon memeluk Hoseok dari belakang dan meletakkan dagunya diatas kepala Hoseok " benarkah? Dimana? "

Hoseok menunduk ketika Seokjin menghempas tubuh Zitao kasar ke tembok

" dia adalah salah satu dosenku, apa dia melakukan kesalahan? "

Dan Namjoon hanya bergumam menanggapi pertanyaan Hoseok, dia memeluk kekasihnya itu sedikit lebih erat

Jiyong tersenyum ketika dia merasa tangan Chaerin menepuk pahanya

" kau ingin bergabung sayang? "

Chaerin mengangguk

" Jinnie " panggil Jiyong

Seokjin menoleh setelah menendang tubuh Zitao " ada apa oppa? "

" Chaerin ingin bergabung, boleh? "

" tentu saja " dan Chaerin pun segera mendekat pada Seokjin dan Zitao yang sedang terbaring

" ini akan menjadi lebih menarik " sebuah seringai lebar terpasang di wajah tampan Taehyung yang sedang bersandar di dekat pintu sementara Yoongi menyalakan rokok yang terselip di antara bibir Jimin

" apa salahku? " isak Zitao, seluruh tubuhnya terasa sangat sakit terlebih bagian perutnya

" salahmu? Kau bersuamikan Wu Yifan " bisik Chaerin tepat di telinga Zitao sebelum menusuk pisau lipat yang baru saja diambilnya dari saku mantel pada bahu Zitao dan menimbulkan teriakan keras

" oppa " Hoseok pun berbalik dan membenamkan wajahnya di dada Namjoon. Dia kasihan melihat keadaan Zitao namun dia tidak bisa mencegahnya, Hoseok tidak punya kekuatan sama sekali untuk itu

" kkhhh " Zitao memukul tangan Seokjin yang kini mencekiknya setelah memaksanya berdiri dan Chaerin pun langsung mendorongnya kasar ke tembok hanya untuk meninju perut Zitao berulang disana. Setelah beberapa kali pukulan dan satu kali tendangan oleh Chaerin, Seokjin pun melepas tangannya dari leher Zitao hingga yeoja itu terjatuh dengan keras ke lantai

Hoseok pun semakin terisak membuat Jiyong yang berdiri tidak jauh darinya menoleh " ada apa? biasanya Hoseok hanya gemetar ketakutan "

" dia adalah doseon Seokkie hyung " jelas Namjoon

" oh, good news for us. Dia keguguran " ujar Seokjin saat melihat lantai yang basah bersama celana piyama Zitao. Sebuah senyum lebar dan mata yang terlihat antusias terpancar dari wajah manis bak putri raja itu

" oh tidak.. tidak.. tidak.. " Zitao meracau sebelum dia kehilangan kesadarannya dan Hoseok pun semakin mempererat pelukannya pada Namjoon saat mendengar hal itu. Seokjin dan Chaerin pun berjongkok di samping Zitao

" pingsan? Tidak menarik " ujar Yoongi, dia hendak berbalik namun Jimin menahan tangannya

" kata siapa tidak menarik hyung? ini tetap saja menarik " Jimin tertawa ketika Chaerin membelah perut Zitao dan Seokjin yang mengeluarkan kedua bola mata Zitao. Taehyung bertepuk tangan dan tertawa melihat kejadian itu seolah kejadian di hadapannya adalah hal yang menyenangkan

" sudah kau pilih kotaknya Tae? " tanya Namjoon

Taehyung menghentikan tawanya dan mengangguk " tentu hyung, kotaknya berwarna biru dengan desain kupu-kupu "

" nice box " Namjoon mengelus surai Hoseok yang masih saja terisak dengan tubuh bergetar. Hoseok menyesali keputusannya untuk ikut bersama Namjoon ke tempat ini, jika tahu akan seperti ini dia lebih baik di rumah menikmati kue beras dan menonton serial drama percintaan sembari menunggu Namjoon

Yoongi dan Jimin terlihat serius memperhatikan tontonan di depan mereka, saudara tidak sedarah itu bahkan terlihat seperti tidak mengedipkan mata

" aku yakin Yifan atau siapa pun dia akan bunuh diri setelah ini " ujar Jimin pada Yoongi

Yoongi tersenyum lebar " aku sangat berharap untuk itu "

" finally " seru Chaerin girang, yeoja Lee yang sudah merubah marganya menjadi Kwon itu mengangkat sebuah benda yang baru saja dia temukan di dalam perut Zitao, benda berbentuk gumpalan daging yang terasa mirip sesuatu

" itu janinnya? " Seokjin menoleh sekilas setelah memotong lidah Zitao dengan pisau lipat miliknya

Chaerin mengangguk dan mengendus sejenak gumpalan daging di tangannya tanpa rasa jijik sedangkan Jiyong hanya tersenyum tipis, dia merasa sangat bergairah saat melihat Chaerin berlumuran darah dan terobsesi seperti itu

" nice smell " Chaerin lalu meletakkan gumpalan daging itu begitu saja dan mulai mengeluarkan organ lain di dalam tubuh Zitao. Seokjin pun mulai mengiris lengan dan leher Zitao

" ini akan menjadi lebih menarik saat aku melakukannya ketika dia masih bernafas dan sadar " gumam Seokjin sedikit kesal, padahal dia ingin mendengar suara teriakan kesakitan dari mulut Zitao. Beberapa saat kemudian Seokjin dan Chaerin telah berhasil membedah tubuh Zitao, mereka bahkan menempatkan organ-organ tersebut secara rapi di lantai

" tugasmu Tae " Jimin menoleh pada Taehyung

" hei! " Taehyung mengeluarkan kepalanya sedikit dan berteriak pada dua namja yang berdiri di ujung lorong. Dua orang namja itu mengangguk mengerti dan masuk ke dalam ruangan Taehyung. Mereka keluar dalam beberapa menit dengan membawa 12 kotak berwarna biru

" kotak yang bagus Tae " puji Chaerin, dia baru saja selesai membersihkan darah di tangannya dengan sapu tangan milik Jiyong

" terima kasih noona "

" berikan aku sebuah toples untuk janinnya " pinta Chaerin dan Taehyung pun segera pergi ke ruangannya

" kirimkan ke alamat Yifan besok pagi " perintah Seokjin yang langsung berjalan keluar dan tanpa menatap Namjoon. Sementara Namjoon mengangkat wajah Hoseok untuk mengecup wajah bersih tanpa cacat itu berulang

" tenanglah " bisiknya

.

10 Maret 20:33

Taehyung bersandar di mobil menunggu Jungkook yang sedang bersiap, beberapa menit kemudian keluarlah yeoja Jeon dengan dress biru gelap dengan potongan dada rendah yang memperlihatkan dadanya yang berukuran sedang

" kau cantik Kookie "

Jungkook mengecup bibir Taehyung " tentu saja oppa, khaja "

Taehyung membukakan pintu mobil untuk Jungkook " silahkan tuan putri Jeon "

" terima kasih pangeran Kim "

Taehyung mengelus paha mulus Jungkook saat mobilnya sudah melaju dengan kecepatan sedang " kita akan bersenang-senang malam ini "

Dan Jungkook hanya terkikik nakal sembari mengecup pipi Taehyung

.

10 Maret 21:13

" senang berbisnis dengan anda tuan Xing " ujar Jiyong. Dia tersenyum puas karena kesepakatan antar dirinya dan seorang pebisnis real estate baru saja terjalin

" saya juga merasa senang berbisnis bersama orang seperti anda tuan Kwon, anda memang yang terbaik "

Chaerin pun meraih koper berisi uang dan menghitungnya di alat penghitung uang yang tersedia di samping sofa yang dia dan Jiyong duduki

" jumlahnya sesuai " bisik Chaerin

.

10 Maret 21:13

Namja dengan tato salib di rusuk kanan itu berjalan menuju meja dan meraih sebuah pigura, dirinya tersenyum miris lalu meletakkan kembali pigura tersebut

" aku tidak pernah membayangkan akan melawanmu Jiyong-ah " ucapnya pelan namun sarat dengan nada kesedihan. Dia lalu meminum wine dan menutup matanya

Flashback

Dua orang namja dengan seragam sekolah itu tertawa keras setelah masuk ke dalam mobil

" tadi kau cepat sekali Yongbae-ah " namja bertubuh kurus itu menyalakan mesin mobil dan melajukan mobil dengan kecepatan di atas rata-rata

" aku kesal karena dia menendangku " namja bernama Youngbae itu memutar pisau di tangannya

" tak apa, kau tidak melupakan kepalanya bukan? "

" tentu saja tidak Jiyong-ah " Youngbae mengangkat sebuah bungkusan dari kain berwarna putih yang sekarang terdapat noda darah

Jiyong menepuk bahu Youngbae " baguslah, aku yakin appa tidak akan kecewa dengan hasil kerja kita "

" samchon tidak pernah kecewa dengan hasil kerja kita Jiyong-ah, tidak pernah "

" tetaplah bersamaku "

Youngbae menoleh pada Jiyong yang sedang menatap jalan raya

Jiyong berbalik hanya untuk meninju pelan lengan Youngbae " kita berdua diciptakan sebagai partner abadi, kau tidak akan bisa tanpa aku dan aku tidak akan bisa tanpamu "

" bagaimana bisa aku meninggalkan sepupuku yang manja ini sendirian? Aku akan pergi saat kau menyuruhku pergi Jiyong-ah " Youngbae menepuk kepala Jiyong dan Jiyong pun menggeleng keras

" tentu saja tidak, aku tidak akan pernah menyuruhmu pergi. Itu adalah hal yang mustahil "

Flashback off

Namja dengan tattoo salib di rusuk kiri dengan nama Youngbae itu membanting gelasnya hingga pecah, dadanya naik turun karena emosi

" aku akan mengoyak tubuhmu hingga terpisah dengan tanganku sendiri dan akan kuberikan pada anjing liar yang kelaparan di jalanan ketika semua ini berakhir Lee Chaerin "

.

10 Maret 21:20

Yoongi tertawa keras ketika Jimin mengakselerasi mobilnya di pinggir danau Han, sesekali dia menepuk kedua tangannya membuat Jimin tersenyum senang

" kau puas hyung? "

" tentu saja, bagaimana jika kita pergi ke Incheon? Aku ingin makan lobster asam manis di restoran dekat pelabuhan yang terkenal itu "

Jimin mengangguk " tentu saja tuan Min Yoongi, supir pribadi anda Park Jimin akan mengantar anda kemana pun yang anda mau "

Dan Yoongi kembali bertepuk tangan serta tertawa saat Jimin kembali memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ini bukan pertama kalinya Yoongi berada di dalam mobil yang berkecepatan tinggi hingga dia harus bertingkah seperti itu namun semua akan berbeda jika bersama adik angkat yang sangat dia sayangi itu, Park Jimin selalu membuat Min Yoongi memperlihatkan sisi lainnya yang sangat berbeda. Semua yang Jimin lakukan untuk menyenangkan hati Yoongi selalu berhasil dan itu membuat namja Park bahagia, dia merasa bahagia ketika membuat malaikat penyelamatnya terlihat lebih menjadi manusia

Jimin sangat berterima kasih pada Yoongi yang menemukan serta membawanya, Jimin kecil benar-benar kehilangan arah ketika kedua orang tuanya menjadi korban tabrak lari serta dirinya yang terusir dari tempat yang dia tinggali sejak lahir. Dan Jimin menyaksikan dengan matanya sendiri ketika Yoongi membelah tubuh orang yang menabrak kedua orang tua Jimin serta membakar orang yang membuat Jimin terusir dari tempat tinggalnya, entah bagaimana Yoongi yang saat itu masih berusia 15 tahun itu tahu namun Jimin berjanji akan selalu menyenangkan hati Yoongi

.

10 Maret 22:00

Namjoon mengelus pipi Hoseok yang sejak tadi terdiam bahkan saat makan malam di markas pun, yeoja kesayangannya itu hanya menyantap sedikit sup asparagusnya

" kau masih memikirkan kejadian tadi? "

Hoseok mengangguk kemudian memejamkan mata, merasakan belaian lembut Namjoon di kepalanya

" singkirkan kejadian tadi dari kepalamu "

Hoseok lalu menutupi tubuh mereka dengan selimut hingga sebatas dagu

" kenapa? "

Namjoon memeluk Hoseok " kau tahu suaminya? "

" Wu Yifan. Ada apa dengannya? "

Namjoon mengecup singkat bibir Hoseok sebelum berbicara lagi

" dia adalah kepala polisi yang beberapa waktu lalu mengacaukan bisnis oppa, kau juga ada saat Lee memberitahu oppa- "

" ah, pantas saja saat Zitao ssaem memperkenalkanku padanya aku merasa tidak asing dengan namanya "

" kalian pernah bertemu bukan? Seokjinie noona memberitahu oppa jika kau dan Yoongi hyung pernah sekali makan siang bersama Yifan dan istrinya

Hoseok mengangguk " aku takut oppa "

" apa yang kau takutkan sayang? "

Hoseok menggigit bibir bawahnya " bagaimana jika Yifan balas dendam? Bukankah hal seperti itu sering terjadi di drama action yang sering kita tonton bersama? "

Namjoon terkekeh " tidak mungkin sayang, dia bahkan akan langsung terkena serangan jantung begitu melihat isi paket dan surat yang ditulis Yoongi hyung untuknya "

Hoseok bergumam kemudian menatap kalung yang melingkar di leher Namjoon, kalung tersebut membuatnya kembali mengingat apa yang dikatakan Taehyung

" oppa "

Namjoon bergumam rendah merespon panggilan Hoseok

" apa benar kalung ini pemberian mendiang ayah Seokjin unnie "

Alis Namjoon berkerut " darimana kau mengetahuinya? "

" itu.. dari Taehyung. Jadi benar? "

Namjoon mengangguk singkat " mendiang ayahku dan mendiang ayah Seokjin noona berteman lama, mereka adalah orang yang mendirikan bisnis ini. karena hubungan yang sangat dekat kami sudah menganggap satu sama lain sebagai keluarga. Dan sesaat sebelum mendiang ayah Seokjin noona meninggal, dia memberikan kalungnya untukku dan memberikan kalung mendiang istrinya untuk Seokjin "

Hoseok meremas ujung selimut " secara tidak langsung mendiang ayah Seokjin unnie menginginkan oppa dan unnie untuk menikah? "

Namjoon menggeleng " tidak sayang, mendiang ayah Seokjin noona ingin kami berdua saling menjaga satu sama lain "

" aku berharap seperti itu "

Namjoon mengecup dahi dan bibir Hoseok " apapun yang terjadi aku ini milikmu, karena di saat kau menolongku waktu itu kau sudah jadi pemilikku "

Hoseok mengangguk lalu memeluk erat Namjoon " ya, Jung Hoseok adalah pemilik Kim Namjoon dan Kim Namjoon adalah milik Jung Hoseok selamanya "

Namjoon hanya tersenyum memperlihatkan dimplenya sembari mengenang kejadian saat pertama kali dirinya bertemu dengan Hoseok

Flashback

Namjoon berlari tanpa arah di malam yang dingin, dirinya tidak menyangka jika pesta yang digelarnya bersama sepupunya itu didatangi sekelompok penyerang dan sialnya mereka sudah terlalu mabuk untuk melawan. Namjoon mengutuk dirinya yang tidak membawa beberapa orangnya untuk menjaga mereka saat acara berlangsung

' aku akan mati jika mereka menemukanku ' batinnya

Brukkk..

Tubuh Namjoon menabrak kotak-kotak kayu yang berada di lorong sempit di antara dua bangunan besar, dia lalu bersandar dan terus menutup luka yang darahnya terus mengalir

" ada orang disana? "

Pandangan Namjoon yang semakin kabur karena kehilangan banyak darah pun dipaksa menjadi waspada lagi, dirinya mengintip dari sela kotak kayu, keningnya berkerut saat seorang yeoja dengan hoodie putih berjalan ke arahnya

" sial! " umpatnya saat yeoja itu tinggal dua langkah lagi dari tempatnya

" kau baik-baik saja? " yeoja itu dengan polos bertanya dan sesaat membuat Namjoon lupa caranya untuk bernapas, dia lalu berjongkok di samping Namjoon dan memperhatikan wajah Namjoon yang lebam

" apa kau sedang terlibat masalah dengan dua namja tadi? "

" mereka kesini? "

Yeoja itu menggeleng pelan " aku melihatmu dikejar oleh dua namja itu di belokan kedua dari sini, apa kau pencuri? "

Mulut Namjoon terbuka, apa dia terlihat seperti pencuri sekarang? yeoja itu lalu meletakkan kantung hitamnya dan terlihat mencari sesuatu. Tidak butuh waktu lama untuknya menemukan sekotak susu dan sebungkus roti rasa melon dan menyodorkannya pada Namjoon

" makanlah, lain kali jangan mencuri lagi itu bukan perbuatan yang baik "

Namjoon berdecak, apa yang membuat yeoja ini berpikir dirinya seorang pencuri?

" tidak perlu sungkan, aku tahu kau membutuhkannya "

" sebenarnya aku bukan pencuri seperti yang kau pikirkan, aku tidak seburuk itu " ujar Namjoon saat yeoja hendak beranjak

" eh? Benarkah? Maaf jika aku sudah- "

" tak apa, terima kasih untuk ini " Namjoon menatap sekotak susu dan sebungkus roti rasa melon yang diletakkan yeoja itu di atas pahanya

Yeoja itu tersenyum lebar dan membuat hati Namjoon merasa tenang " sama-sama, aku harus pergi karena jika aku terlalu lama kakakku akan khawatir "

" tunggu " lagi, Namjoon lagi-lagi menghentikan yeoja itu saat akan beranjak

" ada apa? " tanyanya ramah

" apa aku boleh meminta bantuanmu? "

Yeoja itu mengangguk pelan " jika aku bisa membantu maka aku akan membantu "

Namjoon meringis karena luka di perutnya " boleh kupinjam ponselmu? Aku perlu menghubungi seseorang "

Dan yeoja itu tanpa berpikir dua kali memberikan ponsel putihnya pada Namjoon, dengan cekatan Namjoon menekan slide dan menghubungi tuan Xing

" Xing, ini aku Namjoon. Datanglah ke Hongdae di kawasan X. aku terluka "

" cepatlah " PIP

Namjoon menoleh dan mendapati wajah khawatir yeoja itu

" kau terluka? Kenapa tidak mengatakannya? Bagian mana yang terluka? " tanya yeoja itu saat menerima ponselnya dari tangan Namjoon

Namjoon memaksakan dirinya untuk tersenyum meskipun kesadarannya hampir tipis

" bukan hal hhh yang besar, ini hhh hanya luka biasa hhh " ujar Namjoon dengan nafas tersengal

" tetap saja kau terluka, kau bisa berjalan? Kita ke rumahku " yeoja bersurai emas itu meraih tangan Namjoon

" tidak perlu hhh orang yang akan hhh menolongku akan segera hhh sampai "

" aku akan menunggunya bersamamu "

Namjoon menggeleng lemah, bisa berbahaya jika yeoja disini dan kesadarannya hilang. Yeoja penolongnya ini akan berada di dalam bahaya

" tidak perlu hhh cepatlah pulang sebelum kakakmu hhh khawatir "

" aku tidak mungkin meninggalkanmu sendiri disini. Aku tetap akan menemanimu sampai orang yang kau maksud itu tiba "

" tuan? " seorang namja datang bersama 4 namja bertubuh besar dan terlihat menyeramkan membuat Hoseok berjengit

" bawa aku pergi dan antar dia kembali ke rumahnya " perintah Namjoon

" ti..tidak perlu " ucap yeoja ketakutan, baru kali ini dia bertemu dengan sekelompok namja seperti ini

" tidak perlu hhh takut, mereka akan hhh mengantarmu "

" tidak, rumahku sudah dekat dan aku baik-baik saja jika pulang sendiri. Semoga kau cepat sembuh Namjoon "

" hei " panggil Namjoon membuat yeoja berbalik, dirinya tidak bisa menahan tawa melihat wajah ketakutan yeoja penolongnya yang menggemaskan

" siapa namamu? "

" Hoseok. Jung Hoseok " setelah berkata seperti itu yeoja bernama Hoseok itu segera pergi dengan cepat

" Xing "

" ya tuan " Xing melirik Namjoon melalui kaca dashboard

" bagaimana Yoongi hyung? Apa kalian menemukannya? "

" tuan Yoongi sedang berada di perjalanan menuju rumah sakit. tulang lengan kirinya retak serta kami menemukannya dalam keadaan tidak sadarkan diri di dekat saluran air "

" brengsek! Cari hhh tahu siapa yang hhh menyerangku "

" baik tuan "

" satu hhh lagi "

" ada apa tuan? "

" cari tahu hhh yeoja bernama Jung hhh Hoseok itu hhh "

" baik tuan " dan kesadaran Namjoon pun menghilang

Flashback off

Namjoon mengecup dahi Hoseok yang sudah terlelap di dalam pelukannya kemudian berbisik " jaljayo malaikatku "

.

11 Maret 07:07

Sehun berjalan dengan setengah nyawa untuk membukakan pintu, dia tidak tidur dengan benar karena Yifan yang meracau tidak jelas

" ada perlu apa? " tanya Sehun pada 3 orang berseragam di hadapannya

" kami mengantar paket untuk tuan Wu Yifan " ucap salah seorangnya

" ah, masuklah " Sehun sedikit menyingkir untuk memberikan ruang pada tiga orang yang sedang memegang 12 paket di tangan mereka, paket tersebut terlihat berat

" letakkan saja disitu " tunjuk Sehun pada sofa dan meja

" terima kasih tuan, silahkan tanda tangan disini " seorang namja memberikan sebuah kertas dan pulpen

Sehun dengan cepat membubuhkan tanda tangannya, yang dia inginkan adalah ketiga orang ini cepat pergi dan dia ingin melanjutkan tidurnya walaupun hanya sejenak karena dia harus berada di kantor pukul setengah delapan

" terima kasih, maaf mengganggu waktu anda " dan Sehun hanya mengangguk sekilas lalu menutup pintu

" aku akan memberitahu Yifan hyung nanti " gumamnya berbaring di samping Jongin yang masih tertidur di lantai. Karena khawatir dengan kondisi atasannya, Sehun dan Jongin memutuskan untuk menginap, jadi mereka menggelar sebuah kasur di ruang tengah milik Yifan dan tidur disana setelah memastikan Yifan tertidur di kamarnya pukul 3 pagi

.

11 Maret 07:07

Seokjin menatap datar hanbok hitam di hadapannya, selalu saja seperti ini setiap tahunnya. Seokjin selalu merasa hatinya berlubang setiap menatap hanbok hitam yang akan dikenakannya hari ini. Yeoja itu meraih pigura yang diletakkan di meja nakas dan memeluknya seraya memejamkan mata. Tidak butuh waktu lama untuk membuat bulir kristal keluar dari sudut mata tersebut, digigit bibir bawahnya untuk menahan isakan yang siap keluar

" appa "

.

11 Maret 08:11

Yifan berjalan keluar dari kamarnya dengan penampilan yang kacau, dia berjalan menuju dapur dan mendapati Jongin sedang berkutat dengan panci yang mengepulkan asap

" apa yang kau lakukan? Tanya Yifan serak

Jongin berbalik " aku membuat sarapan hyung, sebentar lagi matang. Duduklah "

Yifan lalu duduk " ada kabar dari orang-orangmu? "

" belum hyung "

Yifan tertunduk di atas meja

" hyung ada kiriman paket untukmu " ujar Sehun yang baru saja muncul

" paket? Dari siapa? "

" entahlah hyung, ada di ruang tengah "

Yifan lalu beranjak menuju ruang tengah disusul Jongin dan mengambil sebuah kotak yang berukuran paling kecil, dia lalu membukanya dan menatap aneh pada sebuah toples yang berisi sesuatu yang aneh

" apa itu? "

Yifan sedang meneliti merasa mengenali benda yang berada di dalam toples

" ini seperti- "

" oh, ada pesannya hyung " Jongin mengambil selembar kertas yang juga berada di dalam kotak tempat toples tersebut berasal. Dibuka kertas tersebut dan dibaca bersama Yifan serta Sehun yang baru saja kembali dari dapur

Dear Kepala Polisi Wu Yifan yang malang

Kau pasti sedang mencari istrimu bukan? Aku yang mengambilnya kemarin dan sekarang kukembalikan padamu. Maaf jika dia sudah tidak sepeerti dulu lagi anggap saja itu karena kau mengacau akhir-akhir ini. semoga harimu menyenangkan ^.^

Ps. Aku bingung menaruh anakku dimana jadi kusimpan saja di dalam toples, semoga kau tidak keberatan

Yifan terpaku beberapa saat kemudian dengan brutal dia membuka kotak yang lain, tangisnya tidak terbendung begitu mendapati kepala Zitao dengan wajah yang sudah rusak dan berlumuran darah. Sehun pun memuntahkan cairan lambungnya serta Jongin yang langsung pucat

" tidak.. ini tidak mungkin! " Yifan meremas surainya dan toples berisi janin Zitao pun jatuh dan pecah

" Zitao.. Zitao.. anakku.. " Yifan mengambil gumpalan daging tersebut dan memeluknya dengan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan. Beberapa saat kemudian Yifan kehilangan kesadaran dan Sehun terus mengumpat entah pada siapa, dia lalu menelpon ambulans dan menarik Jongin kasar karena namja itu sama sekali tidak bergerak dari sofa saat diteriaki untuk menolong Yifan

.

11 Maret 08:20

Hoseok menyantap sereal coklat kejunya dengan wajah cerah, penjelasan Namjoon padanya tadi malam cukup mengembalikan suasana hatinya hari ini

" mana Yoongi hyung dan Jimin? " tanya Namjoon ketika tidak melihat kedua sepupunya itu pada Taehyung yang baru saja muncul

" Yoongi hyung dan Jimin hyung pergi ke Incheon sejak semalam, mungkin sebentar lagi mereka kembali " Taehyung duduk di samping Hoseok

" hari ini pergilah menemui nona Ham "

" nde hyung " sahut Taehyung pendek lalu menggigit roti bakarnya

Seokjin muncul dengan memakai hanbok hitam yang membuat kening Hoseok berkerut ' ada apa lagi dia? '

" selamat pagi "

" ah, noona- "

Ucapan Namjoon terhenti saat Seokjin mengangguk singkat " ya, aku akan pergi dan jangan menghubungiku hari ini "

Namjoon mengangguk " berhati-hatilah noona, aku akan menyusul sore nanti setelah menyelesaikan beberapa urusan "

Seokjin mengunyah sereal gandumnya perlahan " ya, aku akan menunggumu disana "

" noona pergi sendiri? " dan Hoseok pun mulai kesal karena Namjoon terus bertanya pada Seokjin

" aku akan pergi sendiri Namjoon-ah, aku ini bukan yeoja manja yang bodoh dan ceroboh hingga membutuhkan orang lain untuk mengantarku " Seokjin melirik Hoseok yang langsung memasang tampang paling kesal yang dimiliki Jung Hoseok. Namjoon berdehem dan Taehyung memutar bola matanya malas

" baiklah " sahut Namjoon. Namja Kim itu lalu menggenggam tangan Hoseok yang sedang menatap Seokjin seolah ingin menguliti yeoja itu

" paketnya sudah dikirim Tae? " Namjoon mengalihkan pembicaraan, dia tidak bodoh untuk tidak sadar dengan keadaan di sekitarnya

" pagi tadi anak buahku sudah mengirimkannya, menurut hyung bagaimana reaksi Yifan? "

" menurutku dia akan langsung terkena serangan jantung "

Taehyung terkekeh pelan " aku berharap dia gila agar merasa sakit yang lebih lama hyung, itu balasan karena telah membuatku kesusahan dan kita merugi. Oh, sebenarnya ada seorang lagi yang ingin ku buat menderita "

" siapa? "

" dia orang yang menginterogasiku, namanya Oh Sehun "

" Oh Sehun? Kau ingin aku membantu? "

Taehyung menggeleng " tidak perlu hyung, aku akan melakukannya sendiri mungkin mematahkan tangan atau kakinya sudah cukup "

Namjoon mengalihkan pandangannya pada Seokjin yang sedang sarapan dengan tenang

" berbicara tentang mereka bagaimana 'anjing'mu noona? Karena dia bekerja dengan tidak benar kita merugi dan adikku harus ditahan beberapa jam "

Seokjin menyeringai " aku akan mengurusnya besok, kupastikan dia akan sangat menyesal "

" bisakah kita berangkat sekarang? " Hoseok menginterupsi, dia tidak suka jika Namjoon dan Seokjin terus berinteraksi apalagi di hadapannya. Itu membuat Hoseok muak

" kemana? bukankah jadwalmu kosong? " saat mengantar Jungkook kembali ke rumah pagi tadi yeoja itu memberitahu Taehyung jika jdwalnya kosong dan memutuskan untuk tidur saja seharian ini

Hoseok mengedipkan sebelah matanya " aku akan ikut kemana pun Namjoon oppa pergi hari ini "

Namjoon merangkul Hoseok sedangkan Seokjin mendecih pelan

" ya, mulai hari ini hingga seterusnya dia akan ikut bersamaku jika punya waktu luang, aku rasa sekarang saatnya untuk mengenalkannya pada rekan bisnis kita "

" aku mengerti "

" kami pergi dulu " ujar Hoseok singkat dan mencuri untuk menjulurkan lidah pada Seokjin

Seokjin pun langsung memukul meja setelah Namjoon dan Hoseok menghilang dari penglihatannya " apa-apaan dia? Beraninya "

Taehyung tersenyum " tenangkan dirimu noona, sebaiknya noona mempersiapkan diri untuk mulai beraktifitas tanpa Namjoon hyung lagi "

" mwo? Aku disingkirkan? Oleh anak manja seperti dia? "

" bagaimana lagi, Namjoon hyung sudah mengajaknya pergi hari ini itu berarti Namjoon hyung mulai mempercayai Hoseok noona dan aku punya firasat jika Hoseok noona akan menjadi pendamping yang hebat untuk Namjoon hyung "

Seokjin beranjak dari kursi " kau menyebalkan! "

Dan Taehyung hanya tertawa saat Seokjin pergi bahkan sebelum menghabiskan sereal gandum serta susu rendah lemak favoritnya. Sebenarnya Taehyung juga menyetujui hubungan Seokjin dan Namjoon namun dia tidak ingin kakaknya itu terlihat brengsek dengan mempermainkan hati wanita jadi Taehyung berusaha agar kakaknya itu bertahan dengan satu wanita saja lagipula Hoseok tidak buruk untuk pendamping kakaknya kelak, yeoja penuh semangat itu mengingatkan Taehyung pada mendiang ibu mereka

.

11 Maret 08:20

" kita akan mengambil kembali beberapa daerah kita di Busan " ujar Youngbae, namja bermata sipit itu bersandar dan menumpukan kaki kanannya ke lutut kiri sembari memandang angkuh ke depan

" Busan dikuasai oleh kelompok Baek, Geum dan Chae. Kita bisa mengatasi Baek dan Chae namun Geum akan sangat sulit " Seungyoon tersenyum miring

Youngbae menatap wanita kesayangan Mino itu tajam " karena itu buatlah dirimu berguna dalam penaklukan Geum. Mereka akan pengikut pertama kelompok kita dan seharusnya mereka yang pertama kembali pada kita "

" penerus mereka saat ini memiliki hubungan baik dengan Chaerin, akan sulit membujuknya untuk kembali pada kita " Seunghoon mengunyah buah pir yang sudah dipotong rapi

" jika kita tidak bisa membujuknya maka kita akan memaksa, seberapa besar kekuatan kita? "

" cukup untuk menaklukan Baek dan Chae "

Youngbae memijat pangkal hidungnya, dia lalu bangkit dan meraih ponselnya. Menggeser slide dan menghubungi seseorang

" nde " suara malas di seberang membuatnya geram

" kau masih tidur? "

" ya, dan hyung membangunkanku. Ada apa? "

" pulanglah ke Seoul dan bantu aku memperbaiki beberapa hal disini "

" aku bukan Tinkerbell "

" cepatlah kesini Jung Chanwoo! "

" nan arra, aku akan segera kembali " PIP

Youngbae berbalik " kita sudah mendapat bantuan, jadi mulailah bergerak sekarang dan jangan membuat kesalahan "

Seunghoon beranjak dan berjalan keluar disusul Mino yang langsung menggandeng Seungyoon, dapat dilihat wajah Seungyoon yang nampak tidak senang

.

11 Maret 11:23

Seokjin turun dan menatap sendu pada bangunan di depannya, tampak beberapa orang yang sibuk mempersiapkan acara peringatan kematian ayahnya hari ini. Seokjin menghampiri seorang namja berusia 78 tahun yang tengah mengawasi para pekerja

" apa semua sudah siap? "

Namja itu berbalik dan langsung membungkuk sopan " selamat datang nona muda Kim, bagaimana kabar anda? Persiapannya sudah 97% "

Seokjin tersenyum lembut, namja di hadapannya bernama tuan Ahn Jung Woo, dia adalah kepala pelayan saat keluarga Seokjin masih kecil. Sekarang dia tinggal di rumah Seokjin untuk menjaga dan merawat rumah tersebut

" terima kasih Ahn ahjussi "

" saya sudah mengatakan berulang kali agar nona muda tidak perlu berterima kasih, hanya ini yang bisa saya lakukan untuk mendiang tuan besar atas segala kebaikan yang tuan besar lakukan pada saya "

Seokjin tersenyum lembut sekali lagi dan berjalan masuk ke dalam rumah, anak tunggal tangan kanan mafia Kim itu menghapus air matanya yang jatuh ketika memasuki rumah. Setiap tahun selalu seperti ini, Seokjin akan merasa sangat sensitif jika mengunjungi rumah tempat dia menghabiskan masa kecilnya bersama orang-orang spesial dalam hidupnya. Bersama ayahnya dan Kim Namjoon

.

11 Maret 13:53

Hoseok membaca daftar menu dan mulai memesan sementara Namjoon pergi ke toilet

" terima kasih telah memesan. Pesanan anda akan tiba 10 menit lagi " pelayan itu membungkuk sopan

" oh, bisakah kau membawakanku es krim vanilla? Satu scoop saja tambahkan irisan strawberry dan diatasnya. Hari ini sedikit panas "

" baik nona, saya akan segera membawakan pesanan anda "

Hoseok mengangguk, hari ini dia mengikuti lima pertemuan bersama Namjoon dan tidak sedikit diberi pujian. Dirinya menjadi semakin percaya diri untuk menjadi pendamping Kim Namjoon

" jangan tersenyum seperti itu, aku jadi tidak tahan " ujar Namjoon yang baru saja kembali dia lalu mengecup singkat bibir Hoseok. Mereka menyewa sebuah ruangan VVIP jadi Namjoon maupun Hoseok tidak perlu sungkan untuk berciuman dan sebagainya

" aku senang sekali oppa, setelah sekian lama berada di sisimu hari ini akhirnya aku mengikuti pertemuan yang sering oppa hadiri bersama Seokjin unnie "

Namjoon mencubit gemas pipi Hoseok " aku hanya merasa kalau kau akan bosan jika pergi bersamaku untuk urusan pekerjaan "

" tentu saja tidak oppa, hanya saja aku sedikit lelah. Apa oppa juga lelah? "

Namjoon menggeleng " aku sudah terbiasa nanti juga kau akan terbiasa, setelah ini kita hanya punya dua pertemuan lagi dan aku akan mengantarmu kembali ke rumah "

" oppa akan pergi ke tempat Seokjin unnie? "

" ya sayang, hari ini upacara peringatan kematian mendiang ayah Seokjin noona "

Hoseok mengangguk paham " jangan terlalu lama berada disana, aku merasa cemburu pada kedekatan oppa dan Seokjin unnie "

" semuanya baik-baik saja Seokkie, percayalah padaku lagipula bukankah aku telah menjelaskannya tadi malam? "

Hoseok hanya mengangguk untuk merespon perkataan Namjoon

.

11 Maret 14:30

Jiyong menatap pantulan wajah tampannya di depan sebuah cermin besar, dia tersenyum dan berbalik meninggalkan toilet. Langkahnya terhenti ketika dia merasakan nyeri yang amat sangat di kaki kirinya, Jiyong bertumpu di dinding dan mengatur nafasnya yang tidak beraturan. Dia menatap kaki kirinya yang masih terasa sakit, ingatannya melayang pada kejadian tiga tahun silam saat kakinya dibuat cedera oleh orang yang paling dipercayainya

" ini tidak akan pernah hilang sampai aku menyiramkan darahnya di kakiku "

.

11 Maret 14:30

Jimin membukakan pintu mobil agar Yoongi dapat keluar, kakak angkatnya itu berjalan dengan setengah nyawa akibat kelelahan. Setiba mereka di Incheon, keduanya langsung menuju restoran yang dimaksud Yoongi lalu disana mereka bertemu dengan kenalan Jimin yang mengajak keduanya berpesta di mansionnya hingga pagi menjelang. Yoongi ngotot ingin pulang karena punya beberapa pekerjaan sore ini, jadi dengan tubuh serasa remuk mereka berdua kembali ke Seoul pagi tadi

" jaljayo hyung " ucap Jimin saat Yoongi hendak membuka pintu kamar

Yoongi menatap Jimin sembari mengerucutkan bibirnya " bangunkan aku pukul 4 sore nanti Jimin-ah "

Jimin mengacak surai Yoongi " nde hyung "

" temani aku tidur " Yoongi menarik ujung jaket Jimin dan Jimin hanya tersenyum lalu mengikuti kemauan orang paling penting dalam hidupnya ini

" tidak perlu mandi, hyung akan ketiduran di dalam sana " ujar Jimin saat Yoongi hendak menuju kamar mandi, dan seperti anak penurut Yoongi mengangguk dan segera pergi ke ranjang. Jimin menarik selimut hingga sebatas dagu dan menyetel alarm di ponsel kemudian terlelap bersama Yoongi

.

11 Maret 15:00

Taehyung terkekeh ketika dirinya mendapat pelukan dari belakang, yeoja itu langsung saja mengecup leher Taehyung berulang-ulang

" geli noona "

Minji hanya tertawa dan terus mengecup sembari menjilat leher Taehyung, tangan Taehyung yang hendak menariknya pun dicengkram olehnya dan jangan ragukan kekuatan Gong Minji

" noona sshh " desah Taehyung membuat Minji menghentikan kegiatannya

" wae? " protes Taehyung tidak terima, dia sudah hampir turn on

Minji tersenyum lembut dan duduk di hadapan Taehyung, tangannya menggulung pasta di hadapannya " makanlah "

Taehyung berdecak, yeoja di hadapannya ini sedang mengerjainya

" jangan cemberut sayang, habiskan makananmu dan kita akan berakhir di apartemenku hingga pagi menjelang " Minji mengerling nakal

Drrt.. Drrt..

Taehyung menggeser slide sembari memandang kesal pada Minji yang sedang bertingkah tidak peduli

" ya "

" oppa " suara manja Jungkook terdengar di seberang

" ada apa Kookie? "

" oppa sedang sibuk? Aku membutuhkanmu "

Taehyung menggelengkan kepalanya, semalam dirinya menyentuh Jungkook berulang kali hingga yeoja itu setengah sadar " aku sedang sibuk Kookie "

" bagaimana jika malam nanti? "

Taehyung menatap Minji yang sedang mengunyah pelan " aku juga sibuk "

" oppa menyebalkan! "

" akhir minggu ini kita akan pergi ke villa milikku di Daegu "

" benarkah? " Taehyung tahu jika sekarang wajah Jungkook sedang berseri

" ya, aku janji "

" jika oppa berbohong aku akan benar-benar marah "

Taehyung menggigit bibirnya saat kaki Minji yang tadinya berbalut heels kini sudah tidak lagi dan tengah menekan lembut selangkangannya

" yayaya Kookie. Akan kuhubungi lagi " PIP

" noona "

Minji tertawa " lihatlah dirimu sayang, kau setengah turn on hanya dengan ujung jariku dan apakah yang menghubungimu adalah mainanmu? "

Taehyung berdecak " cepat habiskan makananmu noona "

.

11 Maret 15:00

Sehun menatap prihatin pada Yifan yang masih terbaring lemah di ranjang rumah sakit, dia tidak pernah menyangka ketua timnya akan mengalami kejadian yang sangat mengerikan ini. Dan yang lebih buruk lagi tidak ada satu pun yang mengetahui peristiwa penculikan Zitao dan petugas paket yang datang pagi tadi, dirinya mengutuk rasa kantuk berlebihan yang membuatnya enggan menatap petugas paket

" Hun-ah " panggil Jongin, namja Kim itu muncul dengan kantung berisi makanan

" ini sangat buruk Jongin-ah, sangat buruk " Sehun duduk di sofa

" ya, bahkan buruk pun bukan kata yang tepat untuk menjelaskan situasi seperti ini. Yifan hyung sangat terpukul " Jongin menyerahkan satu kotak makanan instan dan sebotol air mineral pada Sehun

Berbagai macam pikiran berkecamuk di benak Sehun yang kemudian menghembus napas kasar " Lee Eunhyuk, aku harus menemuinya "

" Lee Eunhyuk? "

Sehun bangkit dan merenggangkan tubuhnya " aku harus bertemu dengan yeoja itu dan memastikan sesuatu "

Dan Jongin pun menyesal dulu telah memberikan informasi tentang Lee Eunhyuk pada Sehun

.

11 Maret 15:00

Jiyong menggebrak meja di hadapannya dengan keras bahkan Chaerin yang sedang membaca majalah fashion pun terlonjak

" bagaimana bisa?! Apa saja yang kalian lakukan?! Baek dan Chae bukan lawan yang mudah "

" maafkan saya tuan tapi organisasi Baek dan Chae habis tidak tersisa bahkan pewaris Baek yang berusia 2 tahun itu juga ikut dihabisi. Organisasi dan seluruh daerah kekuasaan mereka diambil alih oleh mafia YG "

Jiyong lalu mengambil revolver di laci meja dan melubangi kepala salah satu bawahannya, darah segar terciprat ke segala arah

" apa Youngbae telah kembali? " suara Chaerin bergetar

Jiyong berjalan menuju tempat Chaerin berdiri, tampak raut ketakutan di wajah tampan sang pemimpin mafia Bigbang, dielus surai abu-abu Chaerin sembari berbisik " Youngbae tidak akan kembali, malam itu dia yang mengatakan sendiri jika dia tidak akan kembali. Dia tidak akan melanggar ucapannya "

" bagaimana bisa? Mino, dia itu- "

" sshh " Jiyong meletakkan telunjuknya di bibir Chaerin " Mino itu tetap adikku, kami memang tidak lahir dari rahim yang sama namun kami memiliki ayah yang sama. Jangan meragukan kemampuannya "

Chaerin mengangguk lalu mengecup secara bergantian bibir atas dan bawah Jiyong, tangannya menekan tengkuk serta membelai kejantanan Jiyong yang berada dibalik celana jins yang dikenakan oleh sang ketua organisasi mafia Bigbang tersebut

" nghh " lenguh Chaerin ketika Jiyong meremas payudaranya lembut. Jiyong menyeringai sebelum membanting tubuh Chaerin ke sofa

.

11 Maret 15:15

Seungyoon menutup matanya saat air dingin mengguyur tubuh telanjangnya yang dihiasi darah, lebam dan luka gores. Dia mendesah pelan saat jemari Mino menyusuri perut rata khas yeoja miliknya

" oppahhh " desahan Seungyoon semakin keras saat bibir Mino mengecup dan menggigit kecil punggungnya

" kau sudah bekerja keras hari ini " tangan Mino bergerak di payudara Seungyoon yang tidak bisa dikatakan kecil itu

" nnhhh.. aah.. akuh.. melakukannya untukmu oppahh "

Mino menyeringai saat kejantanannya sudah berdiri tegak, dia segera membalik tubuh Seungyoon dan mendorongnya ke tembok. Tangannya menepuk keras bokong padat berisi itu sebelum menggendong Seungyoon seperti koala. Air dingin yang mengalir di tubuh mereka berdua semakin menambah gairah

" ennghh.. " Seungyoon menanamkan kuku-kukunya di punggung Mino saat kejantanan kekasihnya itu masuk ke dalam kewanitaannya. Lengan Mino menaik-turunkan tubuh Seungyoon dengan tempo cepat beraturan hingga membuat yeoja itu mendesah tidak karuan

" Yoonhh.. kau selaluhh sempit aah.. " desahan Mino terbungkam oleh bibir berisi Seungyoon. Yeoja itu membelit lidah Mino dengan liar serta tangannya yang selalu menekan kepala Mino. Saliva keduanya bercampur dengan air dingin yang kemudian mengalir turun hingga ke kaki. Mino menyudahi ciuman panas mereka yang berlangsung selama 15 menit dengan menyesap kuat bibir bawah Seungyoon sementara gerakannya menaik turunkan Seungyoon tidak berhenti. Bibir Mino beralih ke ujung payudara kiri Seungyoon dan dia bertingkah seperti bayi yang rakus disana, Seungyoon bahkan harus menggigit pundaknya karena tidak tahan dengan aksi Mino

" terima kasih sudah berada disisiku " ucap Mino dengan dahi mereka yang saling bersentuhan, Seungyoon mengecup ujung hidung Mino hingga dia merasa lubangnya menghangat oleh cairan putih kental yang keluar dari kejantanan Mino

" kita lanjutkan di ranjangku " dan Seungyoon hanya mengangguk

.

11 Maret 16:15

" Yoongi hyung dan Jimin sudah kembali? " Namjoon bertanya pada seorang maid saat memasuki mansion Kim

" tuan Yoongi dan tuan Jimin kembali dua jam yang lalu dan sekarang sedang beristirahat di kamar tuan Yoongi "

" apa mereka sudah makan siang? " kali ini Hoseok yang bertanya

" belum nona, tuan Yoongi dan tuan Jimin langsung beristirahat ketika kembali "

" lanjutkan pekerjaanmu " Namjoon meraih pinggang Hoseok dan membawa yeoja itu ke kamar

Hoseok hanya terdiam di sudut ranjang mengamati Namjoon yang sudah mengganti kaus dan jaket kulit dengan setelan jas hitam yang mewah

" kembalilah begitu acaranya selesai "

Namjoon mengangguk sekilas lalu memasangkan jam tangan kesayangannya

" jangan terlalu dekat dengan Seokjin unnie "

Namjoon bergumam kemudian mengecup lembut dahi dan kedua pipi Hoseok

" jaga dirimu dan jangan lupa untuk makan malam "

Hoseok memeluk tubuh Namjoon dan mengangguk

" aku akan menyusul setelah urusanku selesai, mungkin aku tidak mengikuti upacaranya namun aku akan menghadiri jamuannya bersama Jimin. Sampaikan permintaan maafku padanya karena tidak bisa membantu untuk persiapan tahun ini " ucap Yoongi saat Namjoon keluar dari kamarnya

" akan kusampaikan hyung " ujar Namjoon sopan

" kenapa Namjoon hyung tidak mengajak Hoseok? " tanya Jimin ketika mobil Namjoon keluar dari pekarangan mansion. Dahi adik angkat Yoongi itu langsung disentil keras

" appo hyung " keluh Jimin akibat disentil Yoongi, diusap bekas tersebut yang kini meninggalkan tanda kemerahan

" kau ingin menyatukan singa dan ceetah? Itu berisiko tinggi pada Hoseok "

Jimin mengangguk, dia pusing dengan hubungan percintaan kakak sepupunya itu. menurut Jimin, Kim Namjoon itu tidak tegas

.

11 Maret 16:30

Sehun keluar setelah memarkirkan mobilnya di depan rumah Eunhyuk yang pernah dia datangi bersama Yifan beberapa waktu lalu. Cukup lama Sehun menunggu setelah memencet bel yang ketiga kali, hampir saja dia menyerah dan berbalik namun suara pintu yang terbuka dan sosok yang membukanya membuat semangat Sehun kembali lagi

" ada apa? " tanya Eunhyuk sedikit ketus

" boleh aku masuk? Ada yang ingin kubicarakan "

Eunhyuk terlihat enggan namun tetap mempersilahkan Sehun untuk masuk

" jelaskan keperluanmu datang kesini, aku sangat sibuk " Eunhyuk menopang salah satu kaki ke lututnya

" istri Yifan hyung dibunuh "

Nafas Eunhyuk tercekat, kedua bola matanya membesar " bagaimana bisa? "

Sehun memijat ujung hidungnya "dia dimutilasi dan janinnya ditaruh di dalam botol, sangat tidak manusiawi "

Eunhyuk memperbaiki posisi duduknya " lalu kenapa kau datang kemari? Kau menuduhku yang melakukannya? "

Sehun tersenyum miring " aku tidak menuduhmu nona Lee tapi kau pasti tahu sesuatu tentang ini dan aku ingin kau memberitahuku "

Eunhyuk tertawa " berhentilah bermain-main tuan, kau hanya membuang waktu dan nyawa orang-orang di sekitarmu "

Entah Sehun yang bergerak terlalu cepat atau Eunhyuk yang tidak sadar namun sekarang wajah mereka sudah tinggal beberapa inchi lagi dengan Sehun yang menatap tajam penuh intimidasi pada Eunhyuk

" katakan nona Lee, kau tidak tahu bagaimana perasaan seorang ayah yang kehilangan istri dan anaknya dalam satu waktu "

Eunhyuk membuang wajahnya ke samping " cari namja bernama Kim Taehyung "

" Kim Taehyung? Beberapa waktu lalu aku baru saja menahan seseorang bernama Kim Taehyung "

Eunhyuk mendorong pelan Sehun " aku tidak ingin ikut campur, menyebutkan nama mereka saja sudah membuatku hampir mati. Sekarang pergilah dan jangan pernah menemuiku lagi "

Sehun memperbaiki jaketnya " sampai jumpa nona Lee "

" sampaikan salamku pada Yifan oppa, aku turut berdukacita " ucap Eunhyuk sebelum menutup pintu

.

11 Maret 20:00

Yongbae menatap revolver hitam di hadapannya, dia tersenyum miris saat melihat ukiran nama di gagang revolver tersebut

" aku masih tidak bisa, kau.. "

Tokk.. tok..

Perkataan Yongbae terpotong oleh suara ketukan pintu

" masuklah " ujarnya dingin

Pintu kayu besar itu terbuka dan menampilkan sosok Lee Seunghoon dengan jas hitam dan surai yang tersisir ke belakang

" semua orang sudah berkumpul di bawah hyung "

Yongbae hanya terdiam dan mengalihkan pandangannya ke bola dunia berukuran mini di sudut meja

" apa hyung baik-baik saja? " tanya Seunghoon pelan

" Hoon-ah, apa yang harus kulakukan? Ini bahkan terlalu sulit "

Seunghoon tidak bisa menanggapi perkataan Yongbae saat ini, dia pun akan menjadi lebih gelisah dan bingung jika berada di posisi Yongbae. Posisi dimana kau harus memilih untuk berada di pihak yang keduanya adalah orang yang menurutmu penting dalam hidupmu

Yongbae bangkit dan meraih revolvernya kemudian berjalan menuju Seunghoon, namja yang dipanggil baby lion itu mundur satu langkah karena melihat ekspresi Yongbae yang terlihat kosong. Kedua mata sipitnya terbuka sedikit lebih lebar saat Yongbae menyodorkan revolver tersebut kepadanya

" saat tiba waktunya lubangi kepalaku dengan ini, jangan biarkan dia yang melubangi kepalaku karena dia akan merasa bersalah seumur hidupnya "

" hyung " ucap Seunghoon kaku

Yongbae meraih tangan Seunghoon dan meletakkan senjata api tersebut pada telapak tangan yang entah sudah berapa kali mematahkan leher orang

" dia akan merasa bersalah seumur hidup dan itu akan menyiksanya, aku tidak ingin itu terjadi dan jangan biarkan orang lain melubangi kepalaku "

Seunghoon menatap revolver berwarna hitam yang gagangnya terdapat ukiran nama orang yang pernah sangat dihormatinya sebelum orang itu menghabisi semuanya dalam satu malam

" simpan baik-baik benda itu hingga tiba saatnya, aku menunggumu di bawah untuk memulai acara " Yongbae menepuk pundak Seunghoon dan berjalan meninggalkan orang kepercayaan Song Mino tersebut

.

11 Maret 20:22

Seokjin menuangkan soju pada gelas Namjoon sebelum menuangkan soju pada gelasnya, upacara peringatan baru saja berakhir 10 menit yang lalu dan sekarang mereka berdua sedang berada di ruang kerja mendiang ayahnya

" bagaimana hari ini? "

Namjoon meletakkan gelasnya yang sudah kosong " semua berjalan dengan baik noona, kau sangat cantik "

Seokjin tertawa pelan " Hoseok bekerja dengan benar atau dia hanya sebagai pajangan saja? Kau harus- "

" dia bekerja dengan baik noona, aku mengajarinya dengan baik dan dia belajar dengan baik. Bisa dikatakan keberhasilanku hari ini 70% karena dirinya "

Seokjin menuangkan lagi soju ke dalam gelas Namjoon yang sudah kosong

" Baek dan Chae sudah bukan bagian dari organisasi Jiyong oppa lagi "

Namjoon mengangguk pelan " aku tahu, mereka lengah dan Mino yang mengambil Baek dan Chae tapi darimana Mino mendapatkan kekuatan sebesar itu? "

Seokjin mengusap permukaan gelasnya " apa kau pernah berpikir kalau Mino dan Jiyong oppa itu memiliki sesuatu? "

Kening Namjoon berkerut " maksud noona? Mereka memang memiliki hubungan tidak baik noona "

Seokjin tersenyum simpul " jika seperti itu maka Jiyong oppa akan menghabisi Mino pada penyerangan dua tahun lalu namun kau tahu apa yang terjadi? Aku melihat dengan mataku sendiri kalau Jiyong oppa membiarkan Mino pergi bersama yeoja bernama Kang Seungyoon itu "

Sebelah alis Namjoon terangkat " selidiki mereka noona "

Tok.. tok..

Pintu terbuka dan menampilkan Yoongi dan Jimin, keduanya terlihat tampan dengan setelan jas hitam dan surai yang sama-sama disisir ke belakang

" maaf kami terlambat " Yoongi memeluk Seokjin dan Jimin memberikan sebuket bunga mawar hitam pada Seokjin

" tak apa, silahkan duduk "

Seokjin kemudian menuangkan soju ke gelas milik Jimin dan Yoongi

" Baek dan Chae sudah tidak berada di pihak Jiyong lagi " ujar Yoongi yang kemudian meneguk soju pemberian Seokjin

" kami berdua juga sedang membicarakan hal itu hyung "

" bagaimana bisa Mino mendapat kekuatan sebesar itu hyung? Kita semua tahu jika pada penyerangan dua tahun lalu Mino sudah hampir 'habis' "

Seokjin mengangguk sekilas pada Jimin " kau benar, aku akan mencari tahu apa yang membuat Mino menjadi sangat kuat hingga bisa merebut Baek dan Chae "

Seringai muncul di wajah tampan Yoongi " lalu setelah itu kita akan berbalik pada Mino dan menggulingkan dia dari dalam? Seperti biasa? "

Namjoon menggeleng " tidak hyung, Mino tidak cocok untuk rencana itu. Kita akan mengambil kekuatan Mino saja untuk memperkuat keberadaan kita disini setelah itu aku akan menggabungkan organisasi kita dengan organisasi Yongguk hyung "

Jimin lalu mengangkat gelas sojunya tinggi " mari bersulang untuk malam ini "

.

TBC

Gomawo buat yang sudah membaca dan review maaf tidak bisa membalas satu persatu tapi setiap review yang readers-nim berikan adalah penyemangat untuk saya. Terima kasih *bow

RnR please ^^