Intermezzo
Ya Halooo minna… gomene lama gak update fict. Soalnya memang lagi banyak sekali kegiatanku di dunia nyata. Terima kasih atas review-reviewnya ^_^. Oke aku bakal jawab satu per satu pertanyaan kalian. Tapi mungkin ini ada unsur spoiler yah. Kuharap dengan jawaban ini kalian tetap membacanya sampai selesai. Karena aku akan menjelaskannya.
"Chap nya masih panjang ya?" Ya bisa dibilang chapter 3 ini terpotong. Sebenarnya aku ingin membuat chapter ini menceritakan sampai ke gerbang kedua. Tetapi untuk mendeskripsikan pertarungan cukup sulit dan ternyata lumayan panjang ketika ku tulis, jadi chapter ini aku bagi 2. Oh iya, jawaban ini juga menjawab review "kurang greget karena satu chapter full pertarungan." Aku ingin kalian sejenak mendalami perjuangan Naruto pada misi ini dan aku juga ingin menggambarkan bahwa Naruto harus berusaha keras meski kita tahu Naruto sudah hebat. Makanya kubuat chapter ini se-"greget" mungkin. Gomen jika memang kurang "greget" karena aku memang bukan anak Maddog :p.
"Gimana bentuk fisik gerbangnya dan monsternya? Hampir seperti misi di desa bintang ya?"
Gomen. Aku sepertinya belum menonton episode tentang desa bintang. Jadi aku tidak bisa bilang bahwa misi ini mirip seperti itu. Cerita ini aku buat dari beberapa literature-literatur yang kubaca dan juga menyesuaikan keadaan sekarang seperti soul gem yang terinspirasi dari trend "batu akik" yang sedang marak :p. Bentuk fisik gerbang kebenaran itu sendiri berukuran besar. Bahkan Bijuu pun bisa memasuki gerbang tersebut. Tetapi gerbang itu hanya muncul jika ada pemicunya. Pemicunya adalah mengalahkan monster-monster yang ada pada gerbang tersebut.
Untuk monsternya, [Spoiler Alert] aku mengambil referensi dari iblis yang mewakili 7 dosa besar. Kalian bisa membaca literaturnya di internet (karena aku juga mencari literaturnya ^.^). Belphegor sendiri sudah dijelaskan bahwa ia adalah salah satu dari dosa besar yakni kemalasan. Selanjutnya kalian pasti tahu kan berapa gerbang lagi yang harus Naruto tempuh dan monster apa lagi yang akan bertemu Naruto? Hehe.
Yang harus kalian perhatikan adalah aku ingin menceritakan bukan sekedar pertarungan yang seru. Tetapi ada beberapa nilai moral yang ingin kusampaikan. Jadi cerita ini tidaklah untuk fanfict semata. Melainkan untuk berbagi kebaikan untuk kita agar terhindar dari sifat buruk tersebut. Aaamiin.
"masukan karakter dong untuk menemani Naruto!"
Tenang … [Spoiler Alert]ada beberapa karakter yang sudah menunggu di chapter selanjutnya. Entah itu out chara atau bukan, ikuti terus ceritanya ^_^.
Oke kuharap jawaban ini dapat melegakan dahaga kalian para reader yang masih bingung. Mohon maaf jika memang masih banyak yang belum sempat dibahas. Itu karena kekurangan dari diriku sendiri. Aku akan berusaha lebih baik untuk kedepannya. Terimakasih atas Reviewnya minna.
Oh iya. Alur cerita ini parallel dengan kehidupan di desa. Jadi di sini lah percabangan dari 2 cerita. Aku akan menceritakan 2 PoV. Yakni dari PoV Naruto dan PoV kehidupan desa.
Untuk PoV kehidupan desa akan ku mulai setelah chapter ini selesai. Bagi kalian yang rindu akan nuansa kekeluargaan, aku akan sajikan di chapter selanjutnya. Semoga kalian akan terhanyut oleh keadaan Hinata yang ditinggalkan oleh Naruto demi tugas yang sangat penting. Tetapi sebelum itu kita simak dahulu cerita perjuangan Naruto di gerbang kedua.
Oke. Kurasa cukup penjelasan dariku dan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan kalian. Ku harap kalian terus setia menunggu post berikutnya. Yaa meski banyak sekali spoiler-spoiler yang sudah kumunculkan.
Kira-Kira apakah Naruto akan mati? Bagaimana nasib Hinata, Bolt dan Himawari jika memang Naruto benar-benar mati? Atau mungkin Naruto berhasil menyelesaikan misi-nya dan pulang kembali ke desa?
Oke kita lanjutkan saja chapter 3 ini.
Gerbang ke 2 : Wrath
Boss : Satan
Setelah Belphegor mematung , gerbang yang sebelumnya pernah Naruto buka pun muncul kembali. Naruto lalu menuju gerbang tersebut. Dengan kondisi yang tidak sebaik ketika ia datang, ia melafalkan mantra dan membuka segel gerbang tersebut dengan gogyu fuin. Kemudian gerbang itu perlahan terbuka seolah mengajak Naruto untuk masuk kedalamnya. Naruto kemudian masuk kedalam gerbang itu dan kemudian gerbang itu menghilang seperti halnya ketika gerbang pertama.
Sungguh misi yang sangat membahayakan. Tidak ada jalan kembali dan satu-satunya cara keluar dari sini adalah melawan para monster untuk mencari kebenaran sejati. Naruto yang sebelumnya telah terkuras habis energinya akibat pertarungan melawan Belphegor tidak mungkin bisa bertarung lagi. Keadaan dalam gerbang ini sangatlah berbeda dari sebelumnya. Naruto bagaikan berada di dalam kawah gunung berapi yang sangat panas. Tempat ini seperti neraka, letupan-letupan lava dan hawa panas yang membuat keringat Naruto menetes serta darah yang berada pada tubuhnya mengering. Dalam keadaan tersebut muncullah monster raksasa. Sosoknya seperti manusia tetapi memiliki sayap dan tanduk bak iblis. Memang benar. Monster ini adalah iblis. Ia sendiri mengakuinya.
Dengan menghunuskan tombak trisulanya iblis itu berkata :"Hey bocah! Beraninya kau masuk ke istanaku!. Kau juga mengalahkan temanku kan? Kau boleh menang dengan Belphegor, tetapi kau tidak akan menang melawanku. Karena kau sudah tidak berdaya."
"Aku adalah Satan. Aku diakui paling menyeramkan diantara yang lainnya. Aku tidak akan memberi belas-kasih kepada siapapun. Aku tidak seperti Belphegor yang berkamuflase untuk membunuhmu."
Naruto berada dalam keadaan yang tidak menguntungkan berusaha tetap tenang. Tiba-tiba Naruto mendengar suara : "Hey bocah! Sekarang giliranku untuk bertarung. Kau istirahat saja kita bertukar posisi." Suara yang tidak asing lagi yakni Kurama ingin melawan monster tersebut.
"Apa kau yakin Kurama? Kita tidak tahu kekuatannya. Setidaknya kita harus menganalisa dahulu."
"Berisik! Apa kau tahu kondisimu sekarang? Kau tidak mungkin bisa menghadapinya. Cepat Summon aku!"
"Baiklah." Naruto kemudian mengelap darah di bagian tubuhnya seraya melafalkan mantra kuchiyose.
"Kuchiyose no Jutsu!"
"Kurama, jangan gegabah dan jangan terbawa oleh amarahmu. Kau akan kalah oleh amarahmu sendiri" Naruto mengingatkannya selayaknya ia peduli dengan Kurama.
"Sembuhkan saja lukamu baru bicara. Sudah lama aku menantikan lawan yang setimpal . Aku tidak akan segan-segan menghancurkannya. Sekarang berlindunglah ke tempat yang aman." Sahut Kurama.
Naruto kemudian mengeluarkan bunshinnya untuk menuntunnya ketempat yang aman. Tiba-tiba sang monster terbang menuju Naruto yang tertatih berjalan. Kurama tidak membiarkannya begitu saja. Dihadangnya monster itu kemudian dimulailah pertarungan antar raksasa.
Cakaran Kurama melesat menuju Satan tetapi ditahan oleh tombaknya dilanjuti tusukan yang melesat menuju Kurama. Kurama mencoba untuk menjauhkan Satan dari Naruto agar ia tetap aman dari monster tersebut. Serangan demi serangan dilancarkan. Keduanya bertarung habis-habisan dan nafsu membunuh mereka sangatlah terlihat. Tinju demi tinju saling bersahutan. Kurama dengan wujud sempurnanya bagaikan hewan buas yang bebas dari sangkarnya, dan menyerang membabibuta. Tetapi perlawanan musuh pun tidak bisa dianggap remeh.
Pertarungan mulai memanas bahkan sang Satan pun mulai mengeluarkan seluruh kemampuannya. Suatu ketika Kurama berhasil melancarkan pukulan, sang Satan terpental kemudian bangkit dan terbang. Hal ini menyulitkan Kurama karena Kurama bukanlah tipikal pertarung di udara. Kurama hanya bisa menembakan bijuu dama berharap dapat menjatuhkannya. Tetapi sang Satan dengan lihai menghindari serangan-serangan itu. Kurama semakin geram karena ia tidak bisa menjatuhkan monster itu, ia mencoba untuk meloncat mendekati Satan sembari menembakkan bijuu dama. Kurama bagaikan seekor anjing yang melompat-lompat menggapai layang-layang yang memang tidak mungkin digapainya. Rupanya itu adalah cara Satan untuk mendapatkan kekuatannya. Kurama yang terpancing amarah mulai geram karena musuhnya bagaikan pengecut. Satan mendapatkan kekuatan dari kemarahan karena Satan adalah perwujudan dari sifat marah.
Satan lalu mengeluarkan jurus tombak api lalu menuju Kurama. Kurama seakan tidak mempedulikannya menyerang membabi buta karena kesempatannya hanya saat ini. Tetapi itu adalah kecerobohannya, cakar Kurama mengenai tombak Satan dan membakar tangannya. Api yang membakarnya ternyata bukanlah api biasa. Api ini mirip amaterasu yang tidak mudah padam. Tetapi dengan bodohnya Kurama terus menyerangnya sehingga banyak bagian tubuh yang mulai terbakar. Hingga saat tombak itu menembus perut Kurama. Kurama terdiam dan perlahan tumbang. Kemudian Satan meninggalkannya dan menuju Naruto.
"Bodoh sekali dia. Sudah kubilang jangan terbawa amarah. Gawat tenagaku masih belum pulih. Apakah aku akan mati di sini? Apakah aku hanya bisa melewati gerbang pertama? Gawat sekali! Kurama jangan mati! Kita harus bertahan!"
Ketika Satan hampir mendekati Naruto, terdengar suara raungan yang sangat keras. Raungan itu memecah kekhawatiran Naruto terhadap Kurama. Tetapi ada yang janggal, Kurama sepertinya tidak sadarkan diri. Ia bagaikan hewan buas yang sedang mengamuk. Satan pun menoleh kearah Kurama dan berbalik menuju Kurama. Kurama yang tak sadarkan diri memancarkan warna merah di matanya. Satan kemudian menjambak kepala Kurama tetapi Kurama menggigit tangan Satan dan meninjunya. Tinjunya hanya membuat Satan menolehkan mukanya sedikit. Satan lalu mencekiknya dan meninjunya berulang-ulang. Kurama bagaikan sansak yang menjadi bahan pukulan Satan terluka parah. Tetapi Kurama masih bertahan. Kurama menutup matanya dan tersenyum kecut lalu mengisi bijuu dama untuk menembaknya jarak dekat. Naruto yang melihatnya berusaha untuk menggagalkan usaha Kurama. Ia tak ingin Kurama mengorbakan dirinya. Naruto melemparkan kunai kearah Kurama dan akhirnya bola bijuu pun retak. Satan dan Kurama pun tersita perhatiannya kepada Naruto yang menggangu pertarungan mereka. Satan lalu melepaskan cekikannya dan menghiraukan Kurama dan focus kepada Naruto.
Kurama tidak membiarkan Satan melakukan hal tersebut. Di saat Satan lengah, ekor Kurama telah melilit kaki Satan kemudian Satan terjatuh karena tarikan dari ekor Kurama. Posisi kini berbalik. Satan kini berada di bawah Kurama dan ia pun membalaskan pukulan yang sebelumnya ia dapatkan. Tetapi kali ini Kurama tidak berlama-lama melakukannya. Dilemparkannya Satan tersebut menjauhi Kurama dan Naruto.
"Naruto! Aku kan berikan kau kekuatan tetapi aku butuh bantuanmu. Sebelumnya biarkan aku mentransfer chakra ku!"
Chakra Kurama yang masuk kedalam diri Naruto membuat Naruto kembali pulih meski hanya mampu untuk beberapa saat, tetapi Kurama ingin kesempatan ini tidak ia sia-siakan.
Kurama PoV
"Heey para bijuu! Aku ingin meminta bantuan kalian. Aku ingin bertransformasi ke mode Sennin, tetapi sepertinya chakra ku mulai habis. Aku minta kalian memberikanku chackra kalian. Aku akan mengubahnya menjadi energy alam dalam jiwa Naruto sehingga aku bisa menyerapnya."
"Kini aku sadar, Sifat amarahku bukanlah sesuatu yang bisa kubanggakan. Aku harus mengakui perkataan Naruto bahwa bertarung menggunakan amarah hanya akan mengalahkanku. Sepertinya aku berhutang kepada bocah ini. Maka dari itu aku ingin melindunginya. Tentunya dengan tidak gegabah dan penuh amarah."
End Kurama PoV.
"Naruto summonlah gamakichi kemari. Aku memerlukannya untuk bertransformasi ke mode sennin"
Naruto terkaget. Apakah mungkin seekor bijuu dapat berubah ke mode sennin? Lalu apakah jadinya nanti?
"Tapi apakah mungkin aku bisa men-summonnya? Lihatlah tempat ini! Sepertinya ini terlepas dari dimensi kita."
"Cepaat lakukan! Coba saja dulu! Masih banyak cara untuk melawanya. Kita hanya perlu memikirkan dengan tenang."
Mendengar desakan Kurama itu, Naruto kemudian melafalkan kuchiyose.
"Kuchiyose no jutsu"
Kepulan asap menutupi sosok yang dipanggil oleh Naruto tetapi ternyata hanya pedang dan jubah serta cerutu saja.
"Sepertinya aku tidak bisa men-summon mahluk hidup ke dimensi ini. Lalu apa yang akan kita lakukan Kurama?."
"Ini sudah cukup Naruto! Aku akan mengakhiri ini semua."
Kurama mengambil jubah dan pedang gamakichi yang tergeletak dan menghisap cerutunya. Kemudian ia berpaling menuju Satan kemudian ia berubah ke mode chakra para bijuu yang memancar disekitar tubuhnya. Ternyata pada mode chackra bijuu, tercampur energy dari soul gem yang membaur di dalam diri Kurama.
Satan yang tersungkur kemudian bangkit menancapkan tombaknya sebagai pijakan untuk berdiri lalu menghampiri Kurama yang sedari tadi menunggunya. Sampai sesaat keduanya terhenti dan seketika keadaan menjadi sunyi.
Kurama yang berpose seperti manusia, tidak, tetapi bak seorang samurai mengambil posisi siap menyerang, Satan pun berada pada posisi siaga.
Kurama lalu melepaskan cerutu yang ada dibibirnya dan pada saat cerutu itu menyentuh tanah …
CRAAATTTTT!
Kedua bayangan berpindah posisi secara kilat. Lalu salah satu dari bayangan tersebut tumbang. Bayangan itu adalah Satan yang tertebas oleh Kurama. Kurama memasukan pedangnya kedalam sarung kemudian kembali ke mode normal dan akhirnya Satan pun tidak bangkit kembali dan hangus menjadi abu.
"Aku benci mengakuinya, tetapi aku harus berterima kasih kepada kalian para bijuu." Ucap Kurama kepada para bijuu.
"Naruto, cepat masukkan aku kembali kedalam tubuhmu! Aku sudah lelah melawan monster itu."
"Sepertinya kau harus bertahan sejenak Kurama. Aku masih belum pulih. Mau kah kau bawa aku ke gerbang selanjutnya? Aku masih mampu membuka gerbang, tetapi aku tidak sanggup untuk me-reverse summon dirimu. Dan lagipula tempatmu berada dalam diriku. Jika saja bukan di diriku, kau mungkin sudah hilang setelah ini."
"Dasar. Mau bagaimana lagi? Aku pun kehabisan chakra. Chakra para bijuu hanya bertahan setelah aku mengalahkannya jadi aku tidak bisa mentrasfer chakra ku padamu lagi."
Kurama pun mengambil Naruto lalu meletakan di pundaknya dan berjalan menuju gerbang selanjutnya.
Di tangan Kurama, Naruto melakukan Gogyu Fuiin Kembali dan masuk ke gerbang ke-3. Kurama dan Naruto masuk kedalam gerbang ke-3
To Be Continued ….
Yo Minna Chapter 3A nih ceritanya, hihihi gimana nih ? mohon Review nya.
Thanks
'HnS-chan'
