Character 3 : The evil soul vs Rexion

Monster itu pun menyerang kea rah Rufus dengan cepat. "Awas Rufus !" teriak Rexion dan langsung terbang ke arah Rufus. Rufus pun tertolong oleh Rexion, tetapi ia terkena serangan monster itu. Rexion pun terluka karena serangan monster tadi. "Rexion !" teriak Rufus karena melihat Rexion terluka dan menghampirinya.

"Apa yang kau lakukan?! Jangan mendekat!" teriak nya. Rufus pun berhenti melangkah. "Kau harus berlindung Rufus, biar aku saja yang melawan monster ini." Kata Rexion. "Ta…tapi…" kata Rufus ketakutan, "cepat ! Jangan pedulikan aku, yang penting kau selamat dulu!" teriak Rexion, Rufus pun menurut dan pergi ke dalam rumah untuk berlindung.

"Hahahaha! Kau pasti naga lemah yang ku lawan waktu itu kan?" katanya mengejek, "diam kau! Aku hanya lengah saat itu. Kali ini, kau tidak akan bisa membunuhku lagi." Geram Rexion. "Hahaha! Kita lihat saja." Tawa monster itu dan tanpa berpikir panjang lagi, monster itu langsung menyerang dengan kecepatan tinggi. Rexion yang melihat nya langsung menghindar dengan cepat.

"Hmm… lumayan juga kau naga. Tapi kau tidak akan bisa menghindari serangan ini…." Kata monster itu dan langsung menyerang Rexion dengan tombak jiwa. Rexion tidak sempat menghindar dan akhirnya ia pun tertusuk. Tapi untungnya ia tertusuk di bagian sayapnya sehingga ia jatuh karena sayap sebelahnya rusak.

Rufus yang melihat dari balik jendela rumahnya kaget, melihat Rexion terkena serangan itu. Tetapi Rexion bangkit, monster itu pun terkejut melihat Rexion bangkit, "Hoh… ternyata kau masih bisa bangkit ya? Hahahaha!". Rexion menjawab "Khe… hanya sayap sebelah ku yang terkena serangan mu ini. Tidak akan menghalangiku untuk membunuhmu!" teriaknya lalu ia menyemburkan api laharnya ke arah monster itu. Monster jiwa itu pun akhirnya terkena serangan itu, "gah ! Sial…." Geramnya. Lalu Rexion berlari dengan semampunya ke arah monster itu dan menyemburkan api laharnya lagi. Monster jiwa itu pun kesakitan karena terkena serangan beruntun dari Rexion.

"Re..rexion berhasil….." kata Rufus tak percaya melihat kejadian tersebut.

"Hah! Sekarang tamatlah riwayatmu monster jelek! " ejek Rexion dan siap-siap akan menyemburkan apinya lagi. Tapi tak disadar, sebuah serangan muncul keluar dari tanah dan menusuk tubuh Rexion. "A…apa ?!" kaget Rexion. "Hehehe…. Jangan remehkan aku naga. Aku monster jiwa sejenis yang bisa mengeluarkan serangan diam-diam dari dalam tanah" jelasnya pada Rexion. "Si…sial….." kata Rexion kesakitan dan jatuh karena terluka.

"Rexion !" teriak Rufus dari dalam rumah. "Hoh… ternyata masih ada satu lagi yang tersisa ya?" kata monster itu, lalu berjalan ke arah rumah Rufus. "Ga..gawat, dia menuju ke sini. Bagaimana ini?" gumamnya, "lebih baik aku sembunyi di tempat aman sebelum monster itu mendekat." Gumamnya lagi, lalu ia mencari tempat persembunyian yang paling aman dan mendapatinya di kamar ayahnya. Lalu ia masuk ke dalam kamarnya, menutup pintunya dan bersembunyi di sekitarnya.

"Khe…khe…khe… di mana anak yang tadi bersembunyi di sini?" kata monster itu mencari-cari. "Hmm…. Aku merasakan hawa anak itu…" ia pun menoleh kea rah pintu kamar ayahnya Rufus, "…. Pasti di dalam kamar itu, khe….khe…." lalu ia menuju ke pintu kamar itu, dan bersiap-siap menghancurkannya dengan tombaknya.

Sementara di dalam kamar ayahnya, Rufus ketakutan akan nyawanya di ancam oleh monster jiwa itu. "Ayah…. Hiks..hiks… ayah ada di mana? Aku takut… hiks…" gumamnya sambil -tiba pintu tersebut hancur, Rufus yang mengetahuinya pun tambah takut. "bocah… di mana kau?" kata monster itu dengan wajah sinis.

Rufus pun mulai panik dan takut karena mendengar kata-kata monster itu, "Ayah…hiks… tolong cepat pulang, hiks… aku takut, hiks….". Tiba-tiba terdengar suara yang entah dari mana asalnya, memberitahukan "kalau kau ingin selamat, gunakan senjata itu." Kata suara yang entah dari mana. "Eh…? " Rufus yang mendengar suara itu, tidak mengerti maksudnya.

"Hmm… aku merasakan hawa anak itu, sepertinya dia…." Kata monster itu menuju ke arah lemari, "… ada di belakang lemari ini~" katanya dengan senyum sinis. Rufus yang merasakan ada suatu kehadiran. Ia pun melihat nya dan dengan rasa takut yang dalam tak di sangka monster itu ada sangat dekat padanya. "Sampai jumpa,bocah…hehhehe…." Kata monster itu dengan senyum sinis pula dan mengarahkan tombaknya ke arah Rufus.

maaf ya kalau pendek T^ T aku sudah berusaha semaksimal mungkin, akan berusaha sebisa mungkin XD

Mohon review ya ^^