Pure

.

.

.

.

Disclaimer : Mereka semua milik Tuhan

Cast : DBSK, dll

Genre : Drama, School Life, Romance, Friendship, Family, YAOI

Rate : T

Alur suka – suka dan membosankan

.

.

.

.

.

Pintu kamar mandi terbuka dan Jaejoong melihat Yunho keluar dari kamar mandi sudah menggunakan piyama suteranya yang berwarna hitam. Namja tinggi itu berjalan ke tempat tidur dan berbaring disamping jaejoong.

Mereka berdua tidak berkata apa - apa, hanya menatap langit - langit kamar Yunho dan sesekali Jaejoong melirik ke arah Yunho.

" Ada apa lagi?" Tanya Yunho

Sepertinya dia mulai hafal gestur Jaejoong saat akan bertanya namun ragu.

" Ani, hanya..."

" Ya?"

" Terima kasih untuk hari ini, aku sungguh senang dengan apa yang kau lakukan"

" Hmm?" Yunho menghadapkan kepalanya kearah Jaejoong, dia bisa meliat wajah Jaejoong yang tampak sempurna dari samping

" Entah apa yang kau pikirkan tentang hari ini, aku pikir hari ini adalah hari yang menyenangkan untukku"

" Oh..." Yunho kembali menatap langit - langit kamarnya " Kau tahu?"

" Ya?" Kali ini Jaejoong menghadapkan kepalanya kearah Yunho

" Bukan hanya kau yang melakukan adaptasi terhadap sekelilingmu. Tapi aku juga, aku mencoba beradaptasi dengan keberadaanmu. Yang perlu kau tahu, aku tidak terbiasa dengan kehadiran orang lain di kamarku" Ucap Yunho pelan kemudian menoleh kearah Jaejoong

Wajah mereka berdua berhadapan namun wajah Jaejoong terlihat bingung.

" Kenapa?"

" Entahlah, aku tidak membiarkan orang lain masuk ke dalam kamarku sekalipun itu kedua adikku yah... Walau kadang dalam keadaan terdesak mereka masuk namun tetap izin padaku"

" ..."

" Bahkan orangtuaku hanya beberapa kali masuk ke dalam kamar ini. Kamar ini... Sangat bearti bagiku karena kamar ini duniaku"

" Maaf Yun, karena aku masuk ke dalam sini padahal aku hanya orang yang baru kau kenal"

" Tidak perlu meminta maaf, kau bukan orang asing. Eomma memilihmu untuk menjadi pendampingku pasti dengan alasan yang kuat. Aku membiarkanmu masuk kemari karena kau adalah pasanganku sekarang dan kau berhak atas kamar ini juga, kau sekarang ada dalam duniaku"

" Yunho..."

" Cobalah beradaptasi lebih baik lagi besok dan aku pun akan melakukan hal yang sama. Karena dalam pernikahan bukan hanya ada satu orang didalamnya, tapi dua orang dan aku ingin kita bisa bekerja sama dalam hal ini"

Senyum Jaejoong berkembang, tadi dia juga ingin mengatakan hal yang Yunho katakan, syukurlah jika Yunho sudah mengerti terlebih dahulu.

Jaejoong berharap dia dan Yunho bisa lebih baik esok hari. Bisa makin mengenal satu sama lain sehingga tidak ada lagi kecanggungan diantara mereka.

" Dan..."

" Ne?" Pemikiran Jaejoong langsung buyar saat mendengar suara rendah Yunho

" Masakanmu enak, aku menyukainya. Tidurlah sudah larut, selamat malam"

Sreett

Yunho membalikkan tubuhnya hingga dia berbaring memunggungi Jaejoong yang masih mencerna ucapan Yunho. Dan butuh waktu sepuluh detik bagi Jaejoong untuk bisa mencerna ucapan Yunho. Dia tersenyum hingga matanya tertutup, dia senang sekali Yunho mengatakan hal itu, membuat dadanya menghangat.

" Terima kasih, terima kasih Yun" Ucap Jaejoong pelan kemudian membenarkan posisinya " Selamat malam, mimpi indah Yun" Lanjutnya kemudian memejamkan mata

Pernikahan ini bukan hanya Jaejoong yang menjalaninya bukan? Semoga esok hubungannya dengan Yunho akan lebih baik.

.

.

.

.

.

~ Chapter 3 : Merasa Canggung Dan Benarkah? ~

.

.

.

.

.

Jaejoong sudah memikirkan hal ini selama hampir seminggu tinggal dengan Yunho, satu sikap Yunho yang dia tidak mengerti. Yunho benar – benar orang yang berbeda jika berhadapan dengannya, dia sedikit melembut pada Jaejoong tapi jika dengan orang lain sungguh... Auranya sangat berbeda, bagaimana mengucapkannya? Dingin?

Oh yah...

Itu yang Jaejoong pikirkan saat ini, tapi ada satu hal lagi yang mengganjal dipikirannya. Sudah seminggu bersama Yunho tapi mereka kerap kali merasa canggung dan aneh jika sedang berdua saja. Contohnya saja tadi pagi saat mereka tidak sengaja bertabrakan didalam kamar, Jaejoong hanya bisa menggaruk belakang kepalanya kemudian tersenyum kikuk sedangkan Yunho terlihat bingung.

" Hah..."

Jaejoong menghela nafasnya dan hal itu dilihat oleh Junsu, pelajaran sebelum istirahat sebenarnya mereka sudah diberikan tugas, hanya saja Jaejoong sudah menyelesaikannya dan siap dikumpulkan. Siswa dan siswi yang sekelas dengan Jaejoong juga sudah beberapa orang yang menyelesaikan tugas mereka dan mengobrol bersama yang lain. Junsu yang mendengar helaan nafas Jaejoong menoleh.

" Kenapa?"

Karena jarak duduk yang sedikit jauh, Junsu memutuskan untuk menggeser kursinya dan menatap Jaejoong.

" Aniya..." Lirih Jaejoong

" Bertengkar dengan Yunho?"

Jaejoong menatap Junsu, bertengkar? Bicara saja masih kaku dan canggung bagaimana bisa mereka bertengkar?

" Bukan" Lirih Jaejoong

" Lalu? Kau bisa bercerita padaku Jaejoong ah"

Jaejoong tersenyum, dia senang bisa mendapatkan teman sebaik Junsu disini. Teman – teman sekelasnya yang lain selalu menatapnya dengan pandangan sinis atau cemburu, itu yang dikatakan Junsu saat mereka menatap Jaejoong. Tapi Jaejoong tidak peduli, yang penting dia tidak mengganggu mereka.

" Aku... Hmmm, bagaimana mengatakannya ya" Ucap Jaejoong bingung

" Kenapa?"

" Junsu ah... Apa kau pernah... Ah bukan, apa Yunho bersikap canggung padamu?"

" Mwo?"

" Yahhh... Kau tahu? Canggung..."

" Hal itu ya"

Junsu merasa itu memang hal serius karena Yunho yang dia kenal memang bersikap dingin dan ketika ada orang yang masuk kedalam kedunianya yang kaku itu pasti dia merasa canggung.

" Tapi aku lihat dia sesekali menggandeng tanganmu" Ucap Junsu

" Ne, dia hanya diam kemudian menggandeng tanganku"

" Hmm... Yunho itu pendiam Jae, sulit didekati. Aku saja butuh waktu hampir satu tahun untuk bisa mengobrol dengannya. Ah ani... Selama ini aku yang lebih banyak bicara padanya dan membiarkan dia mendengar semua ceritaku"

Jaejoong menatap tidak percaya pada Junsu, hampir satu tahun? Lama sekali...

" Tapi, aku yakin kau bisa kok. Butuh waktu tiga tahun bagiku agar dia bisa menuruti keinginanku seperti... Hm... Mengelus kepalaku saat aku sedih, atau pergi bersamaku saat aku merasa ingin ditemani"

" Tiga tahun?"

" Dan kau hanya memerlukan waktu tidak lebih dari dua hari untuk membuatnya mengelus kepalamu bukan? Dia juga lebih banyak bicara padamu"

Jaejoong menganggukkan kepalanya, apa yang dikatakan Junsu memang benar apa adanya. Yunho lebih banyak bicara padanya.

" Kalau kau ingin rasa canggung hilang, coba saja habiskan banyak waktu berdua dan mengobrol bersama. Astaga! Itu pasti romantis sekali! Kyaa~~~~" Junsu menahan pekikannya agar tidak terlalu keras

" Tapi... Masalahnya adalah aku tidak tahu apa yang akan kami obrolkan kita hanya berdua saja"

" Astaga..." Junsu menepuk keningnya, dia lupa Jaejoong bukanlah orang yang banyak bercerita, itu kesimpulan yang dia ambil setelah seminggu mengenal Jaejoong.

.

.

.

.

.

Jaejoong dan Yunho serta Junsu saat ini berada di kafetaria dan sedang memilih makanan. Jaejoong dengan senang hati memilih makanan yang ada disana. Hari ini dia memilih memakan bulgogi dan daging panggang serta nasi. Dia melirik Yunho yang ternyata mengambil spagetti sedangkan Junsu mengambil seafood.

" Kau suka pasta Yun?" Tanya Jaejoong ketika mereka sudah duduk bersama, dia ingin mulai mengobrol dengan Yunho agar kecanggungan diantara mereka menipis

" Ya"

Junsu menatap Jaejoong dengan gemas, bukan Jaejoong juga sih... Yunho juga...

" Kau bisa memasak Jae?" Tanya Junsu

" Ne" Jawab Jaejoong dengan ceria

" Pasta juga?"

" Ya, aku bisa membuatnya"

" Nah! Kalau begitu kau bisa memasak pasta untuk Yunho nanti"

Jaejoong mengangguk dengan semangar kemudian melanjutkan makannya. Junsu menatap Yunho dan memberikan kode padanya namun Yunho malah mengerutkan keningnya bingung.

DUGH

" Awh"

Yunho meringis karena Junsu menendang kakinya dari bawah meja, namja itu tidak tahu kenapa Junsu menendang kakinya.

" Yun? Kenapa?" Tanya Jaejoong yang bingung karena mendengar ringisan Yunho

" Aniya, tidak apa – apa. Lanjutkan saja makanmu"

" Ne"

Junsu meruntuki kebodohan dan kekakuan sahabatnya yang satu ini, tapi mau bagaimana lagi. Yunho yang dia kenal memang seperti ini.

" Jae!"

Saat mereka melanjutkan makan, seseorang memanggil Jaejoong dan membuat namja cantik itu menoleh, dia melihat adik tirinya berdiri didepan pintu kafetaria.

" Aku akan menghampirinya dulu" Ucap jaejoong kemudian berjalan menuju Ahra " Ada apa?"

" Kenapa kau bisa ada di kelas VIP eoh?" Tanya Ahra langsung namun dia sedikit berbisik agar tidak kedengaran oleh siapapun

" Eomonim menempatkanku disini Ahra, aku juga tidak tahu"

" Alasan. Aku ingin kau meminta pada keluarga Jung untuk memindahkanku kedalam kelas VIP"

" Mwo? Ma-mana bisa begitu?"

" Aku tidak mau tahu, pokoknya aku harus pindah ke kelas VIP. Masa hanya kau saja yang pindah! Pokoknya aku mau pindah juga, eomma juga sudah tahu dan dia ingin aku ada di kelas VIP"

Jaejoong menghela nafasnya, dia sangat tahu sifat keras kepala Ahra. Dia akan terus merengek sampai keinginannya tercapai. Tapi, meminta keluarga Jung memindahkannya ke kelas VIP? Apakah itu tidak berlebihan?

" Akan aku pikirkan" Ucap Jaejoong akhirnya

" Jangan hanya dipikirkan tapi kau juga harus bertindak!"

" Arasseo"

" Jae, ada apa?"

Jaejoong dan Ahra langsung menoleh kearah beakangnya, Junsu sedang berdiri menyedekapkan tangannya.

" Suie, tidak ada apa – apa" Ucap Jaejoong

" Ya kau! Masih saja tidak sopan memanggil kakakmu seperti itu! Tidak ada sopan santun, lain kali kau harus lebih sopan"

" Ma-maafkan aku Junsu sunbae"

" Kenapa minta maaf padaku! Minta maaflah pada Jaejoong"

" Ne" Ahra kemudian menatap Jaejoong

" Sudahlah, Ahra ya... Kembalilah ke kelas, aku akan memikirkan permintaanmu tadi"

" Terima kasih" Ahra kemudian tersenyum

Dia pun pamit dengan sopan pada Junsu kemudian pergi dari sana dengan cepat. Sedangkan Junsu langsung menggandeng Jaejoong kembali menuju tempat makan mereka.

" Kenapa?" Tanya Yunho

" Aniya" Jawab Jaejoong dengan pelan kemudian melanjutkan makannya

Yunho menyadari perubahan yang terjadi pada Jaejoong namun dia diam saja, mungkin dia lebih baik menunggu Jaejoong untuk bercerita terlebih dahulu.

.

.

.

.

.

Yunho dan Jaejoong sedang berada didalam mobil sepulang sekolah, Jaejoong menikmati pemandangan luar kaca jendelanya. Yunho hari ini tidak ada kegiatan di perusahaan appanya sehingga mereka bisa pulang bersama.

" Yun..." Panggil Jaejoong tanpa menatap Yunho

" Ya?" Yunho menutup bukunya dan menatap Jaejoong

" Bisakah kita pergi makan es krim?" Tanya Jaejoong kali ini dia menatap Yunho

" Es krim?"

" Ne, ajak Changmin juga Jungkook. Boleh?"

" Ya" jawab Yunho kemudian tersenyum tipis

Akhirnya mereka mampir kesebuah kedai es krim, mengajak Changmin dan Jungkook untuk makan bersama dan mengobrol. Sedangkan Yunho menikmati es krim yang dia makan dengan sesekali memperhatikan ekspresi senang Jaejoong saat memakan es krim. Rasanya sangat menenangkan hatinya.

Setelahnya mereka pulang dan disambut pertanyaan Mrs. Jung tentang kemana mereka pergi dan dengan senang hati Jaejoong menjelaskan semuanya. Karena hari masih sore, setelah mengganti pakaian Jaejoong memutuskan untuk duduk – duduk dihalaman belakang, didekat kolam renang milik keluarga Jung.

Dia memejamkan matanya dan bersandar pada kursi malas itu, dia kembali memikirkan permintaan Ahra untuk pindah ke kelas VIP. Apakah berlebihan jika dia meminta hal itu pada keluarga Jung? Bagaimana nanti tanggapan mereka?

" Sedang apa?"

Perlahan Jaejoong membuka matanya, pemandangan pertama yang dia lihat adalah Yunho yang memakai kaos santai tipis berwarna putih dan celana diatas lutut.

" Yunho..."

Jaejoong membenarkan duduknya dan menggeleng pelan.

" Kenapa kesini?" Tanya Jaejoong

" Aku biasa kesini jika tidak ada kegiatan, aku akan berenang"

" Mwo?"

Tiba – tiba Yunho membuka kaosnya dan membuat Jaejoong menutup wajahnya menggunakan kedua tangan. Dia malu! Tapi tidak bagi Yunho yang sudah terbiasa seperti ini jika berenang.

" Wae?"

Jaejoong perlahan membuka matanya dan dia melihat Yunho sudah berada didalam kolam, air itu tinggi karena menutupi dada Yunho.

" An-aniya" Jawab jaejoong gugup

" Mau berenang?"

" Aku tidak bisa berenang"

" Oh... Baiklah..."

Setelahnya Yunho mulai berenang, salah satu olah raga kesukaannya adalah berenang dan dia sangat menikmati kegiatannya ini.

Jaejoong memperhatikan gerakan Yunho yang sedang berenang itu, terlihat menakjubkan, dirinya tidak henti – hentinya memperhatikan bagaimana tubuh atletis sang suami.

" Jaejoong hyung"

" Eoh?"

Jaejoong memalingkan wajahnya, dia melihat Changmin serta Jungkook berdiri disampingnya dengan senyuman lebar menghiasi wajah mereka.

" Tidak berenang?" Tanya Jungkook

" Ani, aku tidak bisa berenang"

" Oh..."

Changmin dan Jungkook kemudian membuka kaos mereka dan memanggil hyungnya untuk mendekat. Jaejoong ditarik untuk berdiri oleh Changmin dan dia mengikuti keinginan namja itu. Mereka bersenda gurau dan saat Yunho sudah dekat dengan mereka...

BYUURR

" Kyyyaaa!"

" Omo!"

Mereka mendorong Jaejoong kedalam kolam dan tertawa senang, sedangkan Jaejoong mencoba menggapai apa yang ada disekitarnya. Untung saja Yunho dengan sigap memeluk pinggang Jaejoong dan membuat namja itu tidak panik. Jaejoong dengan reflek melingkarkan lengannya pada leher Yunho, dia sungguh takut saat ini.

" YA!" Pekik Yunho

" Hahahahaha... Mianhae! Habis aku ingin sekali mengerjai Jaejoong hyung" Ucap Changmin disela tertawanya

" Jaejoong tidak bisa berenang tahu!" Ucap Yunho dengan nada kesal

" Kami tahu makanya kami memanggil hyung agar bisa menolongnya" Ucap Changmin kemudian tersenyum

" Kalian ini!"

Yunho merasakan detak jantung yang cepat dari namja yang sedang dia peluk, berdebar sangat kencang, apa Jaejoong setakut itu?

" Jae, gwaenchana?"

" Hum" Jaejoong menganggukkan kepalanya

" Jae hyung, gwaenchana? Kami minta maaf, sebenarnya kami melakukannya untuk mendekatkan kalian"

Ucapan Jungkook membuat Jaejoong membatu, mendekatkan mereka? Apa kedua adik Yunho juga sadar ada jarak antara dirinya dan Yunho?

Perlahan Jaejoong menolehkan kepalanya namun tangannya tetap memeluk leher Yunho, dia melihat wajah sendu Jungkook. Tidak tega juga melihatnya jadi Jaejoong tersenyum dan mengangguk.

" Terima kasih sudah peduli pada kami Jungkook ah... Tapi bagaimana kalau aku sampai tenggelam?" Jaejoong mempoutkan bibirnya

" Makanya tadi aku minta maaf"

" Arasseo, gwaenchana Changmin ah, Jungkook ah"

" Dan lihat... Kalian jadi dekat bukan? Sampai berpelukan seperti itu?"

" Omo!"

Jaejoong yang tersadar langsung melepaskan pelukannya dari leher Yunho namun Yunho tidak melepaskan pelukannya dari pinggang Jaejoong, dia hanya takut Jaejoong kembali panik.

" Ciyeee~~~ Wajah Jae hyung merah!" Goda Changmin

" Hahahahahaha..." Jungkook pun ikut tertawa

Jaejoong yang wajahnya memerah parah pun tidak bisa berbuat banyak namun saat dirinya melirik kearah Yunho, dia melihat namja itu tengah tersenyum pada kedua adiknya dan menggelengkan kepalanya. Dan kemudian kedua adik Yunho itu masuk kedalam kolam untuk berenang dan bermain air.

" Yu-yun..." Panggil Jaejoong

" Ne?"

Wajah mereka saat ini sangat dekat saat ini, Yunho seakan terhipnotis dengan mata yang ada didepannya. Begitu indah...

" Ung... Aku ingin keluar dari sini" Ucap Jejoong

" Oh arasseo"

Yunho memegang pinggang Jaejoong dan mengangkatnya dengan mudah hingga Jaejoong duduk dipinggir kolam. Jaejoong tentu saja kaget dengan perbuatan Yunho, apa tubuhnya seringan itu hingga Yunho bisa mengangkatnya dengan mudah? Ugh...

" Gantilah pakaianmu"

" Humm... Ak-"

" Jae hyung mau kemana? Disini saja dulu!" Pekik Changmin yang melihat Jaejoong duduk dipinggir kolam

" Ne?"

" Kita kan belum selesai bermain!"

Mendengar permintaan Changmin, Jaejoong mengangguk dan tersenyum lembut, akhirnya dia duduk dipinggir kolam dengan kakinya menjulur kedalam kolam itu.

" Kau gampang sekali menuruti keinginan mereka?" Tanya Yunho

" Aku tidak tega menolak mereka apalagi mereka memintanya dengan senyuman" Jawab Jaejoong dengan jujur

Yunho benar – benar tidak tahu harus berekspresi seperti apa, Jaejoong benar – benar terlihat tulus dengan semua ini. Semoga saja, dia bisa mendekatkan dirinya dengan Jaejoong.

Sore itu dihabiskan mereka berempat bermain dikolam, saling siram menyiram dan berakhir dengan Jaejoong yang kembali masuk kedalam air karena Changmin serta Jungkook yang menariknya. Yunho membantu Jaejoong yang ketakutan berada didalam air dan menyerang balik kedua adik Yunho.

Menyenangkan...

.

.

.

" Kalian main seru sekali hari ini" Ucap Mrs. Jung, dialah yang membuat acara mereka terhenti karena waktu sudah sangat sore

" Ne eomma, kami senang bisa bermain dengan Jae hyung" Ucap Changmin

" Bukan bermain, kalian menyerangku" Jaejoong mempoutkan bibirnya

" Tapi menyenangkan hyung!" Pekik Jungkook dengan senang, mau tak mau Jaejoong akhirnya terkekeh melihat kelakukan Jungkook

Setelah makan malam itu selesai, Jaejoong dan Yunho naik bersiap untuk tidur. Bergantian memakai kamar mandi untuk mengganti pakaian dan berbaring diatas tempat tidur dalam diam. Jaejoong masih membayangkan acara main airnya sore ini, dia senang bisa menghabiskan banyak waktu dengan Yunho.

" Kenapa tersenyum?"

Jaejoong menolehkan kepalanya dan dia melihat Yunho menatapnya dengan bingung.

" Aku hanya merasa senang dengan apa yang terjadi hari ini Yun" Jawab Jaejoong dengan jujur

" Oh..." Yunho kembali menatap langit – langit kamarnya " Minggu nanti kau ada acara?"

" Tidak, kenapa?"

" Kau ingin pergi?"

" Kemana?"

" Kau dulu pergi kemana saat libur?"

" Aku hanya dirumah saja, belajar dan mengerjakan pekerjaan rumah. Menyapu, memasak, membersihkan rumah..." Lirih Jaejoong

Yunho menatap Jaejoong yang memejamkan matanya sembari tadi menjawab pertanyaan Yunho. Lalu apa yang dilakukan eomma dan adik tirinya dirumah?

" Tapi, saat sore kadang Yoochun dan teman – teman lain datang ke rumah dan mengajakku main. Paling tidak berjalan – jalan disekitar, makan eskrim bersama, makan tteokbokki atau hanya mengobrl di taman dekat rumah"

Yunho menganggukkan kepalanya, kegiatan Jaejoong bisa dibilang banyak karena selain kerja sampingan dia juga mengerjakan pekerjaan rumah.

" Kenapa kau bekerja sambilan, apa eommamu tidak memberikan uang?" Tanya Yunho

" Eh?"

Jaejoong terdiam, apa dia harus menceritakan bagaimana sang keluarga tiri memperlakukannya selama ini? Bagaimana ini? Bukankah mamanya pernah mengancamnya?

" Kenapa diam?" Tanya Yunho

Dia menatap Jaejoong yang terkesiap dan menatapnya dengan gugup. Ada bulir keringat juga yang mengalir pada pelipis Jaejoong padahal suhu kamar Yunho lumayan dingin malam ini.

" Itu... Aku... Ng... Aku belajar mandiri dan untuk menambah uang jajanku saja" Jawab Jaejoong

Dan entah kenapa Yunho menangkap sebuah keganjilan dan mengetahui bahwa Jaejoong tengah berbohong padanya saat ini. Dia harus bercerita pada sang eomma besok.

" Oh... Jadi... Kau tidak keberatan kalau minggu ini kita pergi bukan?"

" Eh? Kemana?"

" Entahlah, hanya berjalan – jalan saja"

" Bersama Changmin dan Jungkook?" Tanya Jaejoong menatap Yunho, dia sudah tidak begitu gugup lagi sekarang

" Tidak, hanya berdua. Kau dan aku"

" Eh..."

" Sekarang kau tidulah, sudah malam"

Yunho mengelus puncak kepala Jaejoong sebelum dia membalikkan tubuhnya, tidur dengan memunggungi Jaejoong.

' Pergi, berdua? OMO!' Pekik batin Jaejoong dengan heboh

Jaejoong memperhatikan punggung Yunho, ingin menyentuhnya karena ingin bertanya tapi dibatalkannya karena melihat gerak naik turun tubuh Yunho yang sudah stabil. Yunho sudah tertidur dan kalau boleh jujur jantung Jaejoong berdebar halus saat memperhatikan bagaimana tegapnya punggung Yunho.

.

.

.

.

.

Besoknya, dengan semangat Jaejoong pergi ke sekolah dan menceritakan semua pada Junsu termasuk ajakan Yunho padanya.

" Kencan"

" M-mwo? Bu-bukan hanya jalan – jalan Suie ah" Ucap Jaejoong

" Aish, kau ini bodoh atau apa? Jalan – jalan berdua bersama pasanganmu itu kencan namanya"

" Eoh?"

" Kau belum menyadari eoh? Mungkin ini salah satu cara Yunho agar bisa dekat denganmu. Yah... Paling tidak kecanggungan diantara kalian berkurang, kau harus menghargai inisiatifnya Jae ah"

" Be-benarkah?"

" Tentu saja, sekarang giliranmu untuk bertindak. Berjuanglah. Oke?"

" N-ne" Jawab Jaejoong dengan wajahnya yang merona entah karena apa

.

.

.

Jaejoong gugup!

Sudah beberapa hari ini dia bertukar cerita dengan Junsu dan memastikan acara jalan – jalannya nanti tidak gagal atau Jaejoong yang malah membuat Yunho malu. Ugh... Dia tidak mau itu terjadi, jadi dia terus meminta saran pada Junsu dan dengan senang hati namja gempal itu memberikan sarannya.

Malam ini Jaejoong membawakan susu untuk Yunho yang masih berada diruang kerja appanya padahal jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Bukankah besok mereka harus pergi ke sekolah? Kenapa Yunho masih mengerjakan tugas kantor hingga malam begini?

Perlahan Jaejoong membuka pintu kerja Mr. Jung dan dia tidak mendapati Yunho duduk disana. Sepertinya dia tengah sibuk mencari buku pada lemari – lemari yang berjejer rapi seperti ruang perpustakaan sekolahnya. Jaaejoong tahu itu karena dia mendengar suara Yunho tengah berbicara dengan seseorang.

" Eoh?" Jaejoong menaikkan salah satu alisnya, berbicara dengan siapa?

Jaejoong berjalan mendekat namun dia tidak ingin terlihat. Dia melihat Yunho tengah berdiri dipojok ruangan, membelakanginya sembari bertelepon dengan seseorang.

" Ya, aku tahu. Sudahlah Su... Sudah malam, aku sudah ingat apa saja yang harus aku lakukan minggu nanti"

DEG!

' Minggu? Bukankah hari minggu nanti kami akan pergi bersama?' Batin Jaejoong

" Ya, aku tidak habis pikir bagaimana kau memiliki ide ini. Aku tahu bahwa pendekatan itu bagus dan saranmu untuk pergi berdua benar – benar..."

' Jadi, ide itu bukan inisiatif dari Yunho sendiri?' Kembali Jaejoong membatin

" Ya, semoga saja. Ya sudah, terima kasih atas idemu walaupun aku lebih suka berada dirumah dan membaca buku. ya... Ya... Kau sangat tahu aku bukan?"

Jaejoong berjalan mundur saat mendengar ucapan terakhir Yunho. Dipikirannya sekarang dia ingin pergi dari ruang kerja itu, tidak seharusnya dia pergi kesana kalau akhirnya mendengar ucapan Yunho. Harusnya Jaejoong sadar bahwa dia belum bisa menembus pagar yang dibuat oleh Yunho.

Jaejoong berlari kedalam kamarnya, dia memasukkan tubuhnya kedalam selimut dan memejamkan matanya erat – erat. Dia mulai berpikir negatif, bahwa Yunho melakukan ini karena terpaksa dan jika Junsu tidak menyuruhnya maka Yunho tidak akan melakukannya, tidak akan mengajaknya jalan – jalan.

Junsu...

Kenapa namja yang telah berteman dengannya itu begitu perhatian padanya ah tidak... Junsu memang perhatian pada Yunho tapi...

Jaejoong menggigit bibir bawahnya, entah kenapa matanya terasa sangat panas saat memikirkan mereka berdua. Tidak... Dia tidak boleh berburuk sangka pada Junsu tapi...

" Hiks..."

Jaejoong membuka matanya, dia tidak tahu kenapa dia menangis. Untuk apa? Toh... Mereka melakukan semua ini karena paksaan, benar bukan? Tapi kenapa rasanya menyakitkan?

Jaejoong menahan isak tangisnya, dan makin menenggelamkan tubuhnya dibalik selimut, dia merindukan eommanya, tiba – tiba saja begitu merindukannya. Dia ingin sekali bertemu dengan eommanya...

.

.

.

.

.

" Kau menaruh susu diruang kerja tadi malam?"

Jaejoong melirik kearah Yunho yang saat ini tengah membaca buku didalam mobil, mereka tengah dalam perjalanan menuju sekolah.

" Ya, aku masuk dan karena aku tidak menemukanmu aku menaruhnya dimeja dan langsung pergi" Jawab Jaejoong dengan nadanya yang tidak semangat

Hal itu tidak luput dari pendengaran Yunho, namja itu menutup bukunya dan menatap Jaejoong.

" Ada apa?"

" Aniya.. Tidak ada apa – apa" Jawab Jaejoong dengan matanya menatap keluar jendela

" Yakin?"

" Ya"

" Baiklah"

Jaejoong menghela nafasnya saat dia tidak lagi mendengar pertanyaan dari Yunho, dia melamun sembari menatap pemandnagan dari dalam mobil.

Saat sampai Jaejoong langsung berpamitan pada Yunho juga kedua adiknya, Yunho menaikkan salah satu alisnya. Jaejoong tidak semangat seperti hari – hari sebelumnya, ada apa? Semoga saja Junsu bisa menaikkan mood Jaejoong.

" Katakan saja yang sebenarnya Junsu yah"

Gerakan Jaejoong yang akan membuka pintu kelasnya terhenti saat mendengar seorang yeoja mengatakan hal itu pada Junsu.

" Mwo?"

Kali ini Jaejoong mendengar suara Junsu yang agak datar.

" Kau pasti benci melihat Jaejoong dekat dengan Yunho"

Jaejoong membeku, kakinya seakan terpaku pada lantai dan dia tidak bisa menggerakkannya.

" Ne, katakan saja yang sebenarnya Junsu yah..." Kali ini Jaejoong mendengar yeoja yang lain

" Apa maksud kalian?"

" Kau... Menyukai Yunho bukan?"

Benarkah?

.

.

.

~ TBC ~

.

.

.

Jeng jeng! Annyeong!

#Lambaijaricantik

Gimana kelanjutannya? Apa nasib si oom bebek bakal sama kyk di Voice? Atau ada sesuatu antara Yunpa dan oom bebek? Mmmm... hayooo... kasih masukan biar Cho gampang bikin lanjutannya haahahaa

.

Special Thanks :

.

Dewi15 (sip), MinJ7 (Hmm.. masih lama kyknya), phabo uniq (makasih ya udah baca ff gaje cho ^^ doain aja ini mpreg ya! Hahaha), Jj (sip sip), danatebh (yoosu? Ada ga ya disini kkkk), KimJaeYoungie (sekyuuutt Cho ga? #plakk), sukhyu (sip deh), akiramia44 (bang mimin udah Cho kandangin #ups yoosu? Doain aja ya), fans jj (doain aja ya, hwaiting!), Kozato (hmm... cho pertimbangin ya ^^makasih udah baca ff gaje cho hehehe), inasaragi (iya, cho selalu semangat deh ^^),

Mimimi (doain aja biar penghalangnya ilang satu -satu ya?), yunjae heart (iya, ini udah mau masuk konflik. Rencananya emang ff yang ini ga panjang – panjang kok hwaiting lah pokonya eonn), kimRyan2124 (hmm... semoga ajayang halangin cepet ilang kkkk), ismi mimi (udah mulai muncul nih hwaiting!), shim shia (yoosu? Changkyu #smirk... Doain aja ya), KH (iya, makasih udah diingetin ya makasih juga udah baca ff cho ^^),

dianarositadewi4 (mpreg? Dipertimbangkan ya ^^), bijin YJS (masa sih... liad chap depan ya ^^), choikim1310 (hmm... liad chap depan), MyBooLoveBear (iya... sama", cho juga lagi nunggu home :p), rin (ga drama kok, manis semanis Cho #huek, tenang aja... kkk), araniyab (merekakan emang saling melengkapai hehehe), ruixi1 (amiiinnn), 909596 (makasih ya udah suka), GaemGyu92 (vhope? Neee~~~ kyk na gitu, kookie? Sama cho lah hahahaha#gampar doain biar Jaemma ga Cho siksa ya! hahahahah #smirk

.

Makasih untuk para Guest, yang udah follow dan fav, para SiDer #bow

.

Hmm... Pertama, untuk Guest yang nanya soal kepindahan Cho ke wattpad, Cho emang update disana tapi diutamakan di ffn kok karena Cho pertama bikin disini dan ga bisa ninggalin kalian gitu aja ahhh~~~~ Co cweett kkkkk... Intinya mah, Cho tetep cinta ffn kok ^^

Kedua, buat Guest yang males baca karena ada anggota BTS-nya... Mianhae... Karena kayaknya anggota BTS bakalan ada di ff Cho selanjut- selanjutnya soalnya Cho lagi kesemsem sama BTS? So... Ada lagi yang keberatan Cho masukin anggota BTS di semua ff Cho nantinya?

Tolong saran dan kritiknya soal hal ini ya, biar sama – sama enak Cho sama kalian #bow

.

Udah... Cape... Cho masih banyak utang ff yang belom kebayar soalnya. Apa lagi Back Seat-nya Yoosu yang ga Cho update – update :(

Tetep kasih Cho semangat buat update ff yang selanjutnya ya ^^

.

See u next chap

Chuuu~~~~

.

.

.

.

.

Senin, 29 Agustus 2016