Part 4 *

''Maafkan aku mengerjaimu soo,Sebenarnya aku berpura-pura marah barusan,awalnya aku memang ingin marah,tapi melihat bola ini,aku ingat kamu,dan kamu tahu,tadi hanya bagian dari akting saja''Kai memandangku yang tengah asyik mengayunkan kakiku,membiarkan kaki ini menggantung ke bawah ditepi bangunan tua tapi dapat dilihat bangunan ini masih tampak kokoh sekalipun telah tua dimakan usia.

''seharusnya aku yang meminta maaf kkamjong,maaf aku sudah melupakanmu kkamjong ''aku ikut memandangnya,hingga pandangan kami bertabrakan,angin sore berhembus pelan mengibaskan rambutku yang sedikit panjang,

''yang jelas kau ingat aku,itu sudah cukup membuatku senang soo''kai memandang langit yang semakin tampak memerah dan sedikit memudar,hari benar-benar sudah berganti,tetapi pantulan jingga sang mentari masih terlihat indah di panorama langit sore ini.

''Lalu,apa Burung itu bagian dari Akting''Kai tertawa memegangi perutnya,aku ikut tersenyum melihat tingkahnya,anak eomma yang dulu sering kuledeki ternyata bisa berubah segagah ini,anak eomma yang dulu kujadikan bahan untuk penjahilan,ternyata bisa menjadi bahan untukku mengkhayal,tunggu,jangan berpikir sejauh itu kyungsoo ,kau tidak perlu berkhayal,ada chanyeol di sampingmu,bukankah kapanpun kau mau,kau bisa memulai dengannya.

''itu sungguhan bodoh,kau tidak percaya''kai berdiri mencoba melepas ikat pinggangnya,dia ingin melepas celananya,

''aku percaya kkamjong ''untung saja aku berhasil mencegahnya,jika tidak,aku tidak tahu apa yang harus terjadi,haruskah aku dan kai bercinta di malam buta seperti ini,sepertinya aku yang terlalu berpikiran jauh ke sana.

''soo,.ayo pulang,hari sudah malam,jangan sampai jika kita harus menginap disini,disini terlalu dingin,aku takut jika kau tidak cukup kuat untuk membuatku hangat hingga esok pagi''Kai terkekeh memegangi perutnya.

''Dasar Mesum''ujarku mendaratkan jitakan pelan di kepalanya.

Aku mengikuti langkahnya menuruni tangga,sumpah dia bukan seperti kai yang dulu ku kenal,dia jauh lebih segalanya dari kai yang dulu,Dia Macho,dia lebih tinggi dariku,padahal setahuku dulu,aku lebih tinggi darinya,dan dada bidangnya,bibir tebal sexynya,membuatku mengakui jika ia Perfect,aku jadi malu sendiri jika dulu aku sering membuatnya menangis dan membuatnya mengadu ke eommanya,dan itu juga membuatku sukses mendapat Jeweran dari eomma,ya tuhan Eomma,aku merindukannya,sepertinya aku harus pulang beberapa hari,aku ingin meminta maaf ke eomma,tidak seharunya aku menyalahkan beliau yang memindahkanku kesini,kasihan eomma,dia sudah berduka kehilangan Appa akibat perceraian itu,seharusnya sebagai anak aku harus mensupport eomma,bukan malah menyalahkannya,ya tuhan,alangkah durhakanya aku.

''kau kenapa..?
Kau menangis.?''kai menghentikan langkahnya memandangku,sudah lamakah ia memperhatikanku,kuharap dia tidak melihat air mataku keluar dari sangkarnya.

''Apa kau akan menangis dan mengadu ke eommamu saat aku memanggilmu kkamjong ''kai tersenyum,

''aku suka itu,terdengar lucu,kau berhak mendapat izin mutlak dariku untuk memakainya''Kai kembali melangkah menuruni anak tangga dan kami keluar dari bangunan tua ini,Kai mengambil Sepeda motornya di samping Bangunan,ternyata dia Membawa Motor ninjanya saat menuju kesini

''Ayo naik''ajaknya seraya memperbaiki helmnya agar menggantung kuat di samping tangki motor Besar miliknya,

''pelukan yang erat,karena kau akan merasakan sensasi yang berbeda dari pembalap Ternama dunia''Aku tertawa pelan mendengar leluconnya.

Motor yang kami tumpangi melaju membelah lapangan rerumputan hijau yang cukup luas ini,meninggalkan Bangunan tua yang tidak terlihat keindahannya terkecuali kita telah naik ke puncaknya.

''kita lewat mana Kkamjong,ini bukan jalan yang ku lewati saat aku ke sini''teriakku dari belakang boncengannya

''kau akan melihat keindahannya Soo''jawabnya dan fokus kembali mengendarai motor.

Motor Kai melaju Pelan,saat melewati Gapura yang bercorak warna-warni Lampu-lampu kecil penghias,
ditambah lagi,disisi kiri dan kanan jalan terdapat air yang mengalir pelan,cahaya bulan terpantul dari dalam air tersebut,lampu-lampu taman yang cukup besar,berjejer rapi di sepanjang jalanan,benar-benar indah,dan betapa aku semakin menyadari kebodohanku,kenapa aku enggan berada di tempat seindah ini.

Kai berhenti,Ia memarkirkan Motornya di pinggir jalanan yang cukup sepi,cukup jauh dari tempat berkumpulnya Muda-Mudi kota ini untuk saling melepas cinta ataupun sekedar makan di kedai-kedai pinggir jalan yang juga tertata rapi dan tertata indah dengan warna-warna terang dinding kedai itu,

''Mau jagung Bakar? Tawar Kai,aku langsung menduduki kursi berbentuk Jamur persis yang ada di Game Super Mario,sedangkan Mejanya terbuat dari Batu Alam yang entah di pahat atau dibagaimanakan,yang jelas ini sangat indah dan sangat menarik,makan jagung bakar dengan Pemuda Tampan di malam dan di tempat yang sangat indah,

Kai kembali dengan Membawa 2 tusuk jagung bakar dan 2 gelas minuman hangat,Ia menyajikan persis di depanku,

''suka dengan tempat ini?tanya kai memulai kembali percakapan

''sangat suka''jawabku
''Oh My Good Kai,maaf aku lupa,besok aku harus pulang menemui Eomma,aku merindukan beliau,bisa kita segera pulang''aku sedikit memasang wajah memelas kepada Kai

''Baiklah,tapi ada syaratnya''ujar kai mengerlingkan mata

''apa..?

''ajak aku bersamamu,aku juga rindu dengan eommamu dan juga Appamu''ujarnya membuatku menunduk saat ia menyebut Appa

''Appa sudah bercerai dengan Eomma,karena Appa memiliki Yeoja lain selain eomma,Appa lebih memilih yeoja itu''seharusnya aku tidak perlu secengeng ini,kenapa akhir-akhir ini aku lebih suka menangis untuk meluapkan segala kesedihan yang kurasa,

''oh,maaf Soo,aku sama sekali tidak bermaksud''

''tidak apa-apa Kkamjong,lupakan,aku sudah ikhlas dengan semuanya''aku berusaha tersenyum untuk membuat suasana kembali ceria

''baiklah,jam berapa kita berangkat besok?''ujar kai bersemangat sambil menyeruput kopi hangatnya

''kau serius,eomma tidak di kota seperti dulu lagi kai,eomma kembali ke kampung halamannya,eomma tinggal bersama halmeoni di Desa''aku ikut menyeruput kopi hangatku hingga menyisakan setengah dari gelas besar ini,dan melanjutkan menggerogoti jagung bakar yang sedari tadi ku pegang

''aku ikut,terkecuali eommamu pindah ke planet lain,baru aku akan berpikir 2 kali untuk ikut denganmu''ujarnya,Kai melempar pandangannya ke samping dan melempar bekas jagung bakarnya ke dalam tong sampah,Ia mkamuncat kegirangan saat sampah jagungnya bisa masuk langsung ke dalam tong berwarna merah bertuliskan ''Buang Sampah pada tempatnya''

aku tersenyum lalu melempar sampah jagung bakarku ke arahnya

''Hey,apa-apaan ini?teriaknya

''disitu tertulis,buanglah sampah pada tempatnya,aku hanya mengikuti peraturan''aku tertawa sambil berusaha memegangi perutku berharap tawaku tidak meledak sekeras mungkin
Kai memasang wajah Cemberut dan melempar kembali jagung itu hingga ikut masuk kedalam tong sampah lagi

kai berdiri untuk yang kedua kalinya,seraya mengepalkan tinjunya ke atas

''and the winner is Kai Van Diego''sambil tertawa terbahak-bahak bak sinchan yang mempraktekan gaya pahlawan bertopeng

''sejak kapan namamu kau ganti,sekali Kkamjong tetap Kkamjong''ujarku terkekeh pelan,kembali wajah berpura-pura marahnya ia pkamutotkan padaku