Dragon Toad Sage
Summary : Seorang Pertapa dan kekasihnya yang menemukan jalan menuju dimensi lain. Tetapi dimensi itu dipenuhi hal yang menurut mereka jarang ada di dimensi asal mereka. Apa yang dilakukan pertapa itu dan kekasihnya di dimensi yang ditemukannya?
Rate : M ( No Lemon. just Lime. )
Warning : Plot Jet, AU semi Cannon, Typo bertebaran, mainstream?, dll.
Disclaimer : Diriku cuman mengklaim alur ceritanya
Chapter 4 : Search for Buddies Part 1
.
.
.
.
.
" Sepertinya aku harus mencari bantuan dari dimensi lain. " Ucap Naruto serius yang dihadiahi dengan tatapan tidak percaya dari semua orang yang menghadiri rapat penting di konoha itu tak terkecuali Sasuke sendiri sang Hokage.
" Ba-bagaimana kau bisa berhubungan dengan dimensi lain ? " Tanya Shikamaru yang tak percaya dengan perkataan Naruto.
" Baiklah sebelumnya maaf karena mungkin akan menyita waktu. Kalau begitu singkatnya saja, kalian tentu saja sudah tahu kan aku juga berhubungan dengan Gunung Ryuchidou, tempat tinggal para ular Kuchiyose ? " Tanya Naruto ke semuanya. Dan dibalas anggukan oleh semuanya.
" Nah singkatnya salah satu partnerku disana memberiku kekuatan perpindahan dimensi secara kebetulan. Dan tentu saja kau belum tahu kan sasuke dengan rahasia Gunung Ryuchidou sepenuhnya ? " Tanya Naruto pada Sasuke diakhir kalimatnya.
" Tentu saja. Hanya Sage setingkat Naga saja yang bisa mengetahuinya. Dan tentu saja kau sudah " Balas Sasuke yang sedikit malas karena Naruto secara tidak langsung menyombonglan dirinya sendiri.
" Hmm.. Di sana ternyata ada Naga yang memiliki kekuatan perpindahan Dimensi dan aku mendapatkannya secara Cuma – Cuma. Walaupun aku hanya bisa menggunakannya 2 kali berturut – turut. Dan jika sudah batas, maka aku harus menunggu sekitar 2 – 3 bulan untuk bisa berpindah dimensi lagi. Jadi jika kalian mengizinkan maka aku akan pergi cukup lama. Dan jika ' Roh ' yang aku maksudkan di awal rapat itu tadi sudah memulai peperangan, tolong tahanlah, Aku bisa mengetahuinya melalui pohon ditengah desa yang aku tumbuhkan dulu dengan sensornya. Aku akan datang membawa bala bantuan. " Jelas Naruto. Dan ketika itu semua orang tampak memikirkan perkataan Naruto.
" Apa bantuan yang kau bawa bisa dipercaya Naruto ? " Tanya Hiashi yang mewakili Clan Hyuuga.
" Aku bisa menjamin bahwa bantuan yang akan ku bawa ini aman, Otou sama. " Balas Naruto dengan mantapnya.
" Apa jaminanmu jika bantuanmu itu berkhianat ? " Tanya Shikamaru yang berusaha mengetes keseriusan Naruto.
" Nyawaku " balas Naruto dengan seriusnya tanpa adanya nada yang tak lazim yang keluar dari mulutnya.
" Baiklah aku percaya. Jadi apa yang bisa kami bantu ? " Tanya Sasuke sebagai pihak penyetuju.
" Tunggu dulu Sasuke. Kalau aku dengar dari cerita Naruto tadi, kekuatannya melebihi Kaguya yang pernah kau lawan dulu. Dan jika bersatu pun mungkin hanya akan mengurangi daya juangnya sekitar tak sampai 50 % " Kakashi yang sejatinya mantan Hokage itu tampak khawatir dengan hasil kalkulasinya sendiri sejak rapat mencapaitahap pembahasan ini.
" Shikamaru kau punya ide ? " Tanya Guy kepada Shikamaru.
" Akan sulit jika kita tak tahu kekuatan musuh sejauh apa dan masalahnya juga kita tak tahu markasnya. Jadi menunggu dan bersabar adalah yang tepat untuk saat ini. " Ujar Shikamaru.
" Cih.. Kurasa aku kurang setuju dengan rencanamu itu Shikamaru " Kata Kiba yang kini menjadi kepala klan Inuzuka dengan tak sukanya.
" Mau bagaimana lagi Kiba. Kita tak bisa gegabah. Kita setidaknya jangan sampai melibatkan warga sipil. Jika ada pertarungan pancing musuh kewilayah steril. Dan perketat penjagaan sampai ke perbatasan. " Titah Shikamaru.
" Jika aku boleh usul maka Sasuke jangan sampai terlibat dengan pertarungan dulu. Sasuke ku gunakan sebagai kartu As dan tentu saja nantinya akan mengurangi daya juang para Shinobi. " Kata Naruto menginterupsi.
" Kenapa begitu Naruto ? " Tanya Tsunade yang ikut dengan Rapat ini sementara anak buahnya yakni para Ninja medis seperti Sakura, Ino dan Hinata sedang membuat obat – obatan guna persiapan perang.
" Hmm.. Begini wujud dari ' Roh ' yang ku maksud kemungkinan adalah Susano'o sempurna milik Madara yang dikenal dengan kekuatan fisiknya yang menyamai bijuu. Jika menyerangnya menggunakan ninjutsu biasa maka hanya berdampak kecil untuknya. Kecuali penggunaan Taijutsu tingkat tinggi seperti Hachimon milik Lee dan Guy Sensei serta Taijutsu milik Yondaime Raikage yang sangat amat kuat. Maka cukup memberi kerusakan yang cukup besar. Aku berpendapat bahwa Senjutsu adalah senjata utama kita untuk perang ini yang merupakan tekhnik yang mampu melukai fisik bahkan tanpa menyentuh secara langsung. Jadi gabungan antara Susano'o Sasuke dan Senjutsunya berpeluang akan membuat kerusakan besar pada musuh. Sementara bala bantuan belum tiba maka Susano'o Sasuke lah yang bisa menandinginya tentu saja aku akan meminta bantuan juga kepada para Bijuu. " Kata Naruto menjelaskan secara rinci perihal rencananya.
" Hmm Baiklah kalau begitu. Aku akan menyampaikan rencanamu kepada para kage agar mereka memikirkannya. " Kata Shikamaru yang mengerti maksud dari Naruto.
" Baiklah jadi intinya perang kali ini pemeran utamanya adalah pengguna Taijutsu dan Senjutsu begitu ? " Tanya Hiashi yang tampak berfikir.
" Bisa juga anda sebut seperti itu. " Balas Naruto dengan sopannya pada mertuanya.
" Baik jadi rapat hari ini selesai. Kalian boleh bubar. " Putus Sasuke lalu melangkah keluar diikuti dengan Naruto.
Setelah Rapat Usai
" Sasuke, kebetulan kita sedang sendiri. Aku ingin ke rumahmu untuk membicarakan hal penting. " Kata Naruto serius sambil berjalan di samping Sasuke dengan tetap menatap jalan.
" Apakah itu sangat penting hingga kau tak ingin membahasnya di rapat tadi ? " Tanya Sasuke tanpa serius sama sekali malah cenderung santai.
" Yah.. aku hanya tak inginmenyebarkan informasi rahasia sih " Balas Naruto yang ikut – ikutan sasuke. Yakni Santai seperti di lantai (?)
" Baiklah. Kebetulan juga Sakura sedang sibuk. Jadi kita bisa ngobrol empat mata. " Ucap Sasuke yang ternyata mengakhiri obrolan di jalan itu.
Rumah Sasuke
" Selamat datang di Rumahku " Ucap Sasuke sambil tersenyum hangat sambil membukakan pintu untuk Naruto.
" Cukup. " Komentar Naruto yang kedengarannya ambigu di telinga Sasuke.
" Cukup ? " Ulang Sasuke yang berniat untuk bertanya.
" Oh maaf maksudku lebih tepatnya rumahmu cocok untukmu. Aku salah ucap, hehehehe.. " Dan Naruto pun hanya mengakhirinya dengan cengiran kudanya.
Setelah itu Naruto pun dipersilahkan duduk oleh Sasuke sementara Sasuke masuk ke dalam dan mengganti pakaiannya dan sepertinya mengambil minum juga untuk Naruto.
" Nah silahkan. Aku masih ingat kalau kau suka dengan jeruk. Jadi ini jus jeruk spesial untukmu. " Kata Sasuke sambil menyuguhkan minumannya untuk Naruto.
" Yah kau memang sahabat terbaikku Sasuke. Arigato " Balas Naruto lalu segera mengambil gelas berisi jus jeruk yang tadi di suguhkan oleh Sasuke lalu menyeruputnya sedikit sebelum Sasuke melemparkan pertanyaannya.
" Lalu apa yang ingin kau bicarakan ? " Tanya Sasuke yang berubah jadi serius ekspresinya.
" Ini tentang bala bantuan yang akan ku bawa. " Jawab Naruto dengan singkatnya namun tetap terkesan serius.
" Lanjutkan. " Perintah Sasuke.
" Aku meminta bantuan kepada bawahan Kami sama. " Lanjut Naruto tetap singkat namun sukses membuat Sasuke terkaget.
" Bagaimana kau bisa memiliki pengetahuan oh tidak.. maksudku kenapa kau bisa meminta bantuannya ? Dan apa yang membantumu itu jika itu merupakan bawahan Kami sama ? " Tanya Sasuke secara beruntun karena sebenarnya saat ini sudah banyak pertanyaan yang terngiang di kepala Sasuke untuk ditanyakan kepada Naruto.
" Di dimensi yang tak sengaja aku masuki, ada banyak makhluk selain manusia yang mendiaminya. Salah satunya adalah makhluk bawahan Kami sama itu sendiri. Namanya Malaikat. Dan apa kau percaya jika aku bilang Kami sama di dimensi itu sudah tewas ? " Jawab Naruto namun bukannya menjawab pertanyaan Sasuke yang terakhir namun malah menanya Sasuke kembali.
" Mana maungkin Kami sama bisa tewas ? Dia yang menciptakan makhluknya. Aku tak percaya. " Ucap Sasuke yang tak percaya dengan informasi yang di sampaikan oleh Naruto tadi.
" Begitu juga aku. Dan mengenai pertanyaan mu yang pertama itu tadi aku dasari karena ketika aku ingat – ingat kembali aura dari ' Roh ' yang pernah aku rasakan sama seperti aura iblis yang berteman denganku. " Kata Naruto.
" Ka-kau berteman dengan iblis ? " Sasuke pun jadi kikuk karena temannya yang satu ini berteman dengan ' iblis ' . Hei itupun wajar, bahkan para redaers semua tentunya akan kaget jika salah satu teman kalian yang sedikit ' absurd ' berteman dengan iblis.
" Eto.. Ku kira yang berteman denganku bukan iblis seperti apa yang kau bayangkan " Balas Naruo yang sweatdrop karena kekikuk kan Sasuke itu.
" Memangnya iblis seperti apa yang berteman denganmu ?" Tanya Sasuke lagi yang kembali normal.
" Sudahlah itu tak penting. Oh iya aku akan segera mempersiapkan keperluanku untuk mencari bantuan. Aku sudah pamit kepada Hinata kemarin. Walaupun sebenarnya aku enggan meninggalkan Hinata yang sedang hamil tapi mau bagaimana lagi. Aku sekali lagi harus bertindak untuk menyelamatkan dunia Shinobi. " Jawab Naruto melenceng dari pertanyaan Sasuke.
" Tunggu – tunggu. Hinata sudah hamil ? Bukankah pesta pernikahan belum terjadi ? " Tanya Sasuke penh selidik.
" Ya-Yah.. I-itu karena ke-kecelakaan. " Balas Naruto dengan gugupnya.
" Be-begini ceritanya " Tambah Naruto lagi.
Flash Back
Mansion Hyuuga
Tampak Hiashi sedang terlihat membicarakan sesuatu yang penting dengan tetua clan beserta Hanabi sang anak bungsu.
" Hiashi, sebaiknya kau segera memiliki seorang cucu agar kau bisa ku rekomendasikan menjadi tetua menggantikanku. " Ucap seorang lansia yang kini tampak berbicara dengan seriusnya di hadapan CALON tetua hyuuga yang belom direkomendasikan yakni Hiashi.
Memang di Clan Hyuuga memiliki syarat harus memiliki minimal seorang cucu agar bisa direkomendasikan sebagai tetua atau bisa juga langsungmenjai tetu clan. Tak aneh jika memang syaratnya seperti itu. Toh itu memang sudah ada sejak turun temurun di clan Hyuuga. Walaupun cucu itu bukan bermarga Hyuuga sekalipun namun setidaknya ada darah Hyuuga di dalam tubuhnya.
" Ke-kenapa anda ingin berhenti menjadi tetua clan ? Hikari sama ? " Sebut saja nama tetua clan Hyuuga seperti itu :v Gomen author jujur gak tau namanya. :D
" Yah.. aku ingin menikmati masa – masa tuaku tanpa memikirkan hal – hal yang merepotkan seperti mengurus clan yang besar ini. " Jawab Hikari dengan seriusnya namun terkesan santai.
" Hai' Wakarimashita. Tapi bagaimana agar aku segera cepat memiliki cucu ? Hinata saja masih bertunangan sementara pesta pernikahannya berkisar 1 bulan lagi ? " Tanya Hiashi yang meminta saran kepada tetua clan itu.
" Hmm.. " Gumam Hikari tak jelas sambil memasang mode berfikirnya yaki menatap langit – langit sambil mengelus – elus dagunya.
" Bagaimana kalau kau beri obat perangsang saja kepada Hinata dan Naruto supaya mereka bisa melakukan 'itu', Jika Hinata Hamil, itu tak masalah dengan hukum adat kita. Dan kita jadi bisa mempercepat pesta pernikahannya. " Usul Hikari dengan seringai mesumnya. Nih orang.. tua – tua keladi :v
" Baiklah. Akan saya laksanakan secepatnya. Hanabi. Kau tau kan apa yang harus kau lakukan ? " Tanya Hiashi kepada Hanabi dan Hanabi yang mengerti akan maksud ayahnya itu hanya membalasnya dengan anggukan.
Flashback Off
" Da-Dan kau pasti bisa menebaknya sendiri dan kalaupun tidak kau bisa memikirkan versimu sendiri. " Kata Naruto setengah tak rela akan cerita flashbacknya tadi ia beberkan kepada sahabatnya yang satu tiu.
" Kenapa kau tak melanjutkannya sampai habis ? " Tanya Sasuke yang merasa cerita Naruto tadi masih menggantung.
" Aku hanya malas mengatakan hal memalukan itu. " Balas Naruto dengan cepat.
" Hmm.. Jadi siapa saja yang sudah mengetahui ini ? " Tanya Sasuke penuh selidik lagi.
" Semua keluarga inti clan Hyuuga, aku sendiri, Kau dan Rookie 12. Namun tak ada satupun warga sipil atau shinobi konoha lain yang mengetahuinya bahkan dari clan Hyuuga sendiri. " Balas Naruto sedikit enggan.
" Hmm baiklah. Kita kesampingkan itu dulu. Jadi bagaimana rencanamu selanjutnya ? " Tanya Sasuke (lagi) kepada Naruto.
" Hmm.. Aku hanya perlu menunggu pesta pernikahanku sambil melakukan ritual untuk mencari bala bantuan serta mungkin rencanaku untuk pergi sekitar 3 bulan mencari bala bantuan aku persingkat jadi 1 bulan agar aku bisa menemani Hinata dalam masa kehamilannya. " Jawab Naruto lalu meneguk jus jeruknya lagi dan kini sedikit demi sedikit hingga habis.
" Hmm Baiklah bagus kalau kau bisa mempersingkatnya. " Komentar Sasuke.
" Ya. Dan kata salah satu partnerku yang merupakan seorang peramal, aku akan mendapatkan teman seorang monyet. " kata Naruto.
" Seorang monyet katamu ? Bukannya seharusnya kau mengatakannyadengan kalimat 'seekor monyet' ? " Koreksi Sasuke atas perkataan Naruto.
" Entahlah. Tapi aku sedikit yakin bahwa memang itu kata – kata yang pas akan temanku yang akan datang itu. " Balas Naruto.
" Atas dasar apa sampai kau bisa yakin seperti itu ? " Tanya Sasuke.
" Insting ? Aku pulang dulu. Ada urusan. " Kata Naruto dengan singkat lalu menghilang dengan Sunshin.
" Sial. Yakin atas dasar Insting ? Yang benar saja " Sasuke sedikit geli atas perkataan Naruto karena ia yakin atas dasar Insting. Ambigu bukan ?
" Tapi aku lupa menanyakan satu hal. Ritual apa yang ia lakukan untuk mendapatkan bala bantuan itu ? " Gumam Sasuke sendirian. Berusaha tak ambil pusing, Sasuke pun hanya mengangkat bahunya sedikit tanda acuh lalu membersihkan gelas bekas Naruto tadi.
1 Month Later
1 Bulan sudah berlalu dan pesta pernikahan antara Naruto dan Hinata yang semula direncanakan akan berlangsung sekitar 5 hari yang lalu telah dimajukan hingga 2 minggu yang lalu. Dan kini Naruto sedang duduk – duduk santai di teras rumahnya yang baru di pusat desa. Sambil meminumi teh yang sudah di sediakan oleh sang istri yang kini duduk bersebalahan disampingnya sambil mengelus – elus perutnya dan tak lupa senyumannya tak pernah hilang diterpa angin semilir yang membelai rambut indahnya itu. Naruto yang melihat Hinata dari tadi senyum – senyum sendiri sambil sesekali bersenandung dan mengelus perutnya jadi ikut tersenyum sendiri.
Raut bahagia Hinata terkesan mengalir kepada Naruto juga hingga ia tanpa sengaja mengukir senyum lembutnya. Ia tak peduli lagi bahwa anaknya yang kini sedang ada di rahim Hinata adalah hasil dari keputusan sepihak dari tetua clan dan ayah mertuanya. Yang terpenting baginya kini adalah keselamatan sang anak dan ibunya itu tentunya yakni Hinata itu sendiri.
" Hinata chan, akhir – akhir ini aku jadi sering melihatmu tampak lebih bahagia dari sebelum kita menikah. " Komentar naruto sukses membuat Hinata memalingkan mukanya ke arah Naruto dan tak lupa senyum manisnya yang tak pernah hilang dari bibir indahnya itu.
" Aku hanya tak sabar menantikan kelahiran anak kita Naruto kun. Aku sangat ingin melihat Otou sama menimang cucu pertamanya dengan raut bahagia. " Sungguh cita – cita Hinata yang satu ini memang mulia.
" Hmm.. Jika seperti itu tentu saja aku juga ingin cepat – cepat dia memanggilku Tou chan. Hahaha.. " Tawa Naruto yang diikuti kikikan geli Hinata.
" Hinata mengenai aku akan berkelana lagi, apa kau sungguh tidak apa – apa ? " tanya Naruto yang kini sudah merubah topik dan berekspresi serius.
" Tak apa Naruto kun. Itu semua kan juga demi keamanan Dunia. Toh aku tau Naruto kun pasti tak akan lama. Ya kan ? " Tanya Hinata sambil melihat kerumunan anak kecil yang berlarian didepan halaman rumahnya.
" ya kau benar. Aku akan selalu berusaha melindungimu apapun yang terjadi. " balas Naruto lalu menepuk kepala Hinata dan mengelus – elusnya dengan pelan.
" Hei.. aku tau cara yang tepat. Aku gunakan Chi Bunshin saja dengan memberikannya 50 persen kekuatanku maka itu tak akan jadi masalah bukan ? " Tanya Naruto entah kepada siapa mungkin Hinata.
" Oh kenapa aku juga baru sadar sekarang ya Naruto kun ? Chi Bunshin tak akan beresiko jika sewaktu – waktu terkena serangan musuh karena sifatnya hampr menyerupai manusia. Aku baru ingat dengan itu. " Balas Hinata yang sedikit memberi pengetahuan pada reader :v
" Hmm yah.. Kalau begitu aku bisa mengerjakannya sekarang. " Balas Naruto lalu menggigit jempolnya hingga berdarah dan menunggu hingga darahnya menetes di tanah yang dipijaknya lalu setelah merapal Handseal muncullah duplikatnya atau biasa disebut Bunshin yang sudah ia beri 50 % kekuatannya untuk berjaga – jaga.
" Baiklah.. Tunggu hingga pihak Surga membuatkan portal untukmu untuk menuju Surga agar menghadap Michael dono dan beritahukan tentang tujuanmu yakni mencari bala bantuan dari salah satu seraphim di dimensi yang kau tempati untuk mengalahkan musuh didimensi kita. Dan jika sudah ditakdirkan kau bertemu dengan teman masa depanku maka ajaklah dia ke dimensi kita agar ikut membantu kita. Kau paham kan ? " Instruksi Naruto kepada Bunshinnya dan bunshinnya pun terlihat mengerti akan maksud dari perkataan Naruto.
" Baiklah kau boleh menjalankan tugasmu. Maksimal 2 bulan kau sudah harus kembali dengan atau tanpa teman baruku itu. Baiklah kau boleh pergi " Perintah Naruto lalu bunshinnya menghilang dengan merapal segel tangan yang agak rumit dan lalu mengilang karena ditelan oleh sebuah portal berwarna ungu gelap. Tujuannya yakni menuju Dimensional Gap lalu ke dimensi DxD.
.
.
.
.
.
To Be Continued
Gomen baru update dan wordnya pendek karena kurang mood ngetik dan laptop yang satu – satunya ini dipakai si emak buat hubungin kakak yang lagi pertukaran mahasiswa ke Kuala Lumpur University jadi Author harus ngalah. :') Gomen kalo ceritanya jadi jelek. Ini semua gara – gara mood =.= Ya sudahlah. Yang penting Reviewnya Broo :D Review berupa flame aja saya terima apa lagi kalau yang bersifat membangun. :D Jadi semangat buat readersnya :v
Tuesday, March 3th '15.
Arigatou Gozaimashita :D
